Anda di halaman 1dari 14

TUGAS

TEORI SASTRA

Disusun Oleh :
Nama

NURUL HANIFAH

NPM : 1515500065
Kelas : I C
Prodi : PBSID

UNIVERSITAS PANCA SAKTI


TEGAL

TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
berkat rahmat dan hidayahnya, sehingga makalah yang berjudul Drama ini dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya, guna memenuhi tugas.
Makalah ini dibuat dengan harapan agar yang membaca mendapatkan ilmu yang
bermanfaat serta membuka wawasan pembaca tentang drama itu sendiri.
Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan kita, khususnya selaku
penulis, kami sadar dalam makalah ini masih banyak kekurangan dalam hal isi
maupun penulisan, untuk itu penulis sampaikan maaf yang sebesar besarnya dan
mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun untuk penyusunan makalah
kedepannya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Pemalang,

Desember 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi bukan semata - mata
sebuah imitasi (dalam Luxemburg, 1989: 5). Karya sastra sebagai bentuk dan
hasil sebuah pekerjaan kreatif pada hakikatnya adalah suatu media yang
mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia.
Oleh sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan
yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi
adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam
Sarjidu, 2004: 2).
Drama adalah salah satu sastra yang amat popular hingga sekarang, bahkan
di zaman ini telah terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang drama.
Contohnya sinetron, film layar lebar, dan pertunjukan pertunjukan lain yang
menggambarkan kehidupan makhluk hidup. Selain itu, seni drama juga telah
menjadi lahan bisnis yang luar biasa. Dalam hal ini, penyelanggara ataupun
pemeran akan mendapat keuntungan financial serta menjadi terkenal, tetapi
sebelum sampai ke situ seorang penyelenggara atau pemeran harus menjadi insan
yang profesionalitas agar dapat berkembang terus.

B.

Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah;
1. Untuk meningkatkan pembelajaran tentang drama
2. Meningkatkan kemampuan kalian dalam berbahasa indonesia, secara baik
dan benar. Baik secara lisan maupun tertulis.
3. Dan supaya menambah keterampilan kalian dalam mengapresiasikan sastra.

C.

Rumusan Masalah
1. Pengertian drama?
2. Unsur unsur drama?
3. Struktur drama?
4. Jenis jenis drama
5. Langkah langkah mengarang drama

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Drama

Kata drama berasal dari bahasa Yunani Draomai yang berarti berbuat,
berlaku, bertindak. Jadi drama bisa berarti perbuatan atau tindakan. Arti pertama
dari Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala yang terlihat di
pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (acting), dan ketegangan pada
para pendengar.
Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan
action tokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga
dipandang sebagai pengertian action. Meskipun merupakan satu bentuk
kesusastraan, cara penyajian drama berbeda dari bentuk kekusastraan lainnya.
Novel, cerpen dan balada masing-masing menceritakan kisah yang melibatkan
tokoh-tokoh lewat kombinasi antara dialog dan narasi, dan merupakan karya
sastra yang dicetak
Arti pertama dari Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala
yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (axcting), dan
ketegangan pada para pendengar.
Arti kedua, drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang
diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action
dihadapan penonton (audience)
Adapun istilah lain drama berasal dari kata drame, sebuah kata Perancis
yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon
mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat,
sebuah drama adalah lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti
penting meskipun mungkin berakhir dengan bahagia atau tidak bahagia tapi
tidak bertujuan mengagungkan tragedi. Bagaimanapun juga, dalam jagat modern,
istilah drama sering diperluas sehingga mencakup semua lakon serius, termasuk
didalamnya tragedi dan lakon absurd.

B.

Unsur unsur Drama


Unsur-unsur dalam drama meliputi :
1. Tema :Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan
sebuah drama. Tema dalam drama dikembangkan melalui alur, tokoh-tokoh
dan perwatakan yang memungkinkan adanya konflik, dan ditulis dalam
bentuk dialog.
2. Alur: Alur atau plot adalah jalan cerita yang dimulai dengan pemaparan
(perkenalan awal tokoh dan penokohan), adanya masalah (konflik),
konflikasi (masalah baru), krisis (pertentangan mencapai titik puncak-klimak
sampai dengan antiklimaks), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup
dengan ending (keputusan). Ada pula yang menggambarkan alur dalam

3.

4.

5.

C.

sebuah naskah drama itu pemaparan-masalah-pemecahan masalah atau


resolusi-keputusan.
Tokoh: Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita.
Pelaku cerita atau pemain drama disebut actor (pria) dan aktris (wanita).
Tokoh dalam cerita drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe
fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaan.
Tokoh dilihat dari watak : protagonis, antagonis, dan tritagonis
Tokoh dilihat dari kedudukan dalam cerita : tokoh utama(sentral) dan
tokoh bawahan (sampingan).
Latar/Setting: bagian dari cerita yang menjelaskan waktu dan tempat
kejadian ketika tokoh mengalami peristiwa
Latar terbagi dalam :
latar sosial: latar yang berupa, waktu, suasana, masa, bahasa.
latar fisik : latar yang berupa benda-benda di sekitar tokoh misal, rumah,
ruang tamu, dapur, sawah, hutan, pakaian/ baju.
Amanat : pesan atau sisipan nasihat yang disampaikan pengarang melalui
tokoh dan konflik dalam suatu cerita.

Struktur Drama
Adapun strukturdrama yaitu :
1. Eksposisi : yaitu pemaparan masalah utama atau konflik utama yang
berkaitan dengan posisi diametral antara protagonis dan antagonis. Hasil
akhirnya antagonis berhasil menghimpun kekuatan yang lebih dominan.
2. Raising Action : yaitu menggambarkan pertentangan kepentingan antar
tokoh. Hasil akhirnya protagonis tidak berhasil melemahkan Antagonis.
Antagonis mengancam kedudukan Protagonis. Awal terjadi masalah
3. Complication : yaitu perumitan pertentangan dengan hadirnya konflik
sekunder. Pertentangan meruncing dan meluas, melibatkan sekutu kedua
kekuatan yang berseteru. Hasil akhirnya antagonis dan sekutunya
memenangkan pertentangan. Kubu protagonis tersudut.
4. Klimaks : yaitu jatuhnya korban dari kubu Protagonis, juga korban dari kubu
Antagonis. Hasil akhirnya peristiwa-peristiwa tragis dan menimbulkan
dampak besar bagi perimbangan kekuatan antar kubu.
5. Resolusi : yaitu hadirnya tokoh penyelamat, bisa muncul dari kubu
protagonis atau tokoh baru yang berfungsi sebagai penyatu kekuatan
kekuatan konflik, sehingga situasi yang kosmotik dapat tercipta kembali.
Pada tahap ini, pesan moral disampaikan, yang biasanya berupa solusi moral
yang berkaitan dengan tema atau konflik yang sudah diusung.

D. Jenis jenis Drama

Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru
dan drama lama.
1. Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan
pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia
sehari-hari.
2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang
kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian
luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1. Drama Komedi, adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh
keceriaan.
2. Drama Tragedi, adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.
3. Drama Tragedi Komedi, adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.
4. Opera, adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5. Lelucon / Dagelan, adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola
jenaka merangsang gelak tawa penonton
6. Operet / Operette, adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7. Pantomim, adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh
atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
8. Tablau, adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerakgerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
9. Passie, adalah drama yang mengandung unsur agama / religius.
10. Wayang, adalah drama yang pemain dramanya berupa boneka wayang.
Atau sejenisnya

E. Langkah Langkah Mengarang Drama


1.

2.

Menentukan Tema.
Tema adalah gagasan dasar cerita atau pesan yang akan disampaikan oleh
pengarang kepada penonton. Tema, akan menuntun laku cerita dari awal
sampai akhir. Misalnya tema yang dipilih adalah kebaikan akan
mengalahkan kejahatan, maka dalam cerita hal tersebut harus dimunculkan
melalui aksi tokoh-tokohnya sehingga penonton dapat menangkap maksud
dari cerita bahwa sehebat apapun kejahatan pasti akan dikalahkan oleh
kebaikan.
Menentukan Persoalan (Konflik).
Persoalan atau konflik adalah inti dari cerita drama. Tidak ada cerita drama
tanpa konflik. Oleh karena itu pangkal persoalan atau titik awal konflik perlu
dibuat dan disesuaikan dengan tema yang dikehendaki. Misalnya dengan
tema kebaikan akan mengalahkan kejahatan, pangkal persoalan yang

3.

4.

5.

6.

7.

dibicarakan adalah sikap licik seseorang yang selalu memfitnah orang lain
demi kepentingannya sendiri. Persoalan ini kemudian dikembangkan dalam
cerita yang hendak dituliskan.
Membuat Sinopsis (ringkasan cerita).
Gambaran cerita secara global dari awal sampai akhir hendaknya dituliskan.
Sinopsis digunakan pemandu proses penulisan naskah sehingga alur dan
persoalan tidak melebar. Dengan adanya sinopsis maka penulisan lakon
menjadi terarah dan tidak mengada-ada.
Menentukan Kerangka Cerita.
Kerangka cerita akan membingkai jalannya cerita dari awal sampai akhir.
Kerangka ini membagi jalannya cerita mulai dari pemaparan, konflik,
klimaks sampai penyelesaian. Dengan membuat kerangka cerita maka
penulis akan memiliki batasan yang jelas sehingga cerita tidak bertele-tele.
William Froug (1993) misalnya, membuat kerangka cerita (skenario) dengan
empat bagian, yaitu pembukaan, bagian awal, tengah, dan akhir. Pada bagian
pembukaan memaparkan sketsa singkat tokoh-tokoh cerita. Bagian awal
adalah bagian pengenalan secara lebih rinci masing-masing tokoh dan titik
konflik awal muncul. Bagian tengah adalah konflik yang meruncing hingga
sampai klimaks. Pada bagian akhir, titik balik cerita dimulai dan konflik
diselesaikan. Riantiarno (2003), sutradara sekaligus penulis naskah Teater
Koma, menentukan kerangka lakon dalam tiga bagian, yaitu pembuka yang
berisi pengantar cerita atau sebab awal, isi yang berisi pemaparan, konflik
hingga klimaks, dan penutup yang merupakan simpulan cerita atau akibat.
Menentukan Protagonis.
Tokoh protagonis adalah tokoh yang membawa laku keseluruhan cerita.
Dengan menentukan tokoh protagonis secara mendetil, maka tokoh lainnya
mudah ditemukan. Misalnya, dalam persoalan tentang kelicikan, maka tokoh
protagonis dapat diwujudkan sebagi orang yang rajin, semangat dalam
bekerja, senang membantu orang lain, berkecukupan, dermawan, serta jujur.
Semakin detil sifat atau karakter protagonis, maka semakin jelas pula
karakter tokoh antagonis. Dengan menulis lawan dari sifat protagonis maka
karakter antagonis dengan sendirinya terbentuk. Jika tokoh protagonis dan
antagonis sudah ditemukan, maka tokoh lain baik yang berada di pihak
protagonis atau antagonis akan mudah diciptakan.
Menentukan Cara Penyelesaian.
Mengakhiri sebuah persoalan yang dimunculkan tidaklah mudah. Dalam
beberapa lakon ada cerita yang diakhiri dengan baik tetapi ada yang diakhiri
secara tergesa-gesa, bahkan ada yang bingung mengakhirinya. Akhir cerita
yang mengesankan selalu akan dinanti oleh penonton. Oleh karena itu
tentukan akhir cerita dengan baik, logis, dan tidak tergesa-gesa.
Menulis.

Setelah semua hal disiapkan maka proses berikutnya adalah menulis.


Mencari dan mengembangkan gagasan memang tidak mudah, tetapi lebih
tidak mudah lagi memindahkan gagasan dalam bentuk tulisan. Oleh karena
itu, gunakan dan manfaatkan waktu sebaik mungkin.

Naskah Drama anak sekolah (Anak kuper , tidak selalu buruk)


Terdapat sebuah genk disalah satu sekolah swasta yang terletak tidak jauh dari
areal persawahan. Mereka tergolong cukup familiar disekolahnya. Anggota genk
tersebut selalu mementingkan gaya daripada pendidikannya. Ketika sudah terlanjur
menjadi anggota genk ini, yang bersangkutan dilarang untuk bermain dengan teman
lain yang bukan bagian dari mereka. Kala itu hari masih pagi, Grenny merupakan
salah seorang dari anggota mereka tiba-tiba datang dengan raut wajah yang penuh
kekesalan.
Dialog Drama
Grenny

: Fuhhh. . . !! Tugas apaan sih ini? gila! Banyak benget!


Mana susah lagi! Eh Ardita, lu udah belom tugas bahasa
nya?
(sambil menjatuhkan buku yang dibawanya)

Ardita

: Ha? Tugas apa ren?


(Bingung)

Grenny

: Aduh Ardita...! Lola banget sih! Ini nih, tugas bahasa yang
kemarin! Emang lu nggak tau?

Lalu Dian dan Casandra menghampiri Grenny yang sedang marah-marah.


Dian

: Hey..hey..hey.. Ada apa sih rebut-ribut? Nyantai dong..

Casandra

: Nggak taut tuh... Masih pagi tau! Jangan bikin ribut napah?

Grenny

: Ini nih, ada tugas bahasa. Masalahnya gue nggak ngerti.


Apalagi harus dikumpulin sekarang. Ah..pusing!.

Casandra

: Halah..nyante aja kali. Tugas begini masa lu nggak bisa?

Dian

: Ih...masih pagi begini udah mikirin tugas. Mending kita ke


kantin deh, Yuk...!
(Mengajak Grenny dan Casandra ke kantin)

Ketika sedang berjalan menuju kantin sekolah, Casandra, Grenny dan Dian bertemu
dengan Nencia yang nampaknya baru datang. Nencia adalah anak yang selalu
menjadi ejekan karena dianggap berpenampilan payah dan tidak punya fashion.
Padahal, Nencia adalah anak yang lebih mementingkan pendidikan daripada
penampilan atau fashion.
Grenny

: Eh, liat tuh.. siapa yang dateng?? Hahaha.

Dian dan Casandra : Hahahaha...(Ikut menertawakan Nencia)


Casandra

: Ah udah yuk ke kantin.!

Sementara mereka ke kantin, Ardita yang nampaknya masih bingung dengan tugas
tersebut, menyempatkan diri untuk bertanya kepada Nencia.
Ardita

: Pagi Nenci..! kamu tugas bahasanya sudah belum?.

Nencia

: Sudah kok, Ardita.

Ardita

: Ehm...boleh nanya nggak?

Nencia

: Boleh kok..

(sambil tersenyum)
Tidak sempat bertanya, Grenny, Dian serta Casandra datang. Mereka tidak suka
Ardita mendekati anak nggak punya fashion itu.
Dian

: Ohh.. Ardita!

Casandra

: Berani ya kamu deket-deket sama anak ini?.

Grenny

: Inget dit, anak ini cupu. Ih...!?

Ardita

: Yah, kan aku cuman mau tanya tugas ke Nenci. Kok kalian
jadi marah-marah sih?

Casandra

: Tugas yang mana sih say? Yang ini?

(sambil membaca buku yang di meja)


Ardita

: Iya. Memang kamu bisa san?

Casandra

: Ehmm..., kalau cuman begini ya gampang lah dit!

Ardita

: Kamu bisa?? Coba kamu baca halaman 5.

Casandra

: Ehm..., ya gitu deh...


Ehm..., gimana ya? Gimana sih dit? hehe.

(Bingung dan ragu-ragu)


Grenny

: Yah, kirain lu bisa san!

Dian

: Bodoh amat lah!

Yauda mending gue pindah duduk di belakang daripada sebangku sama penghianat!
(Menyindir Ardita)
Waktu pelajaran sudah berlalu. Hingga tiba jam istirahat.
Dian

: San, ngga ada salahnya ya kalau kita temenan sama Nenci.


Biarpun kuper, Nenci itu pinter lho san!

Casandra

: Ih..., ogah ah gue temenan sama anak kuper. Pinter mana


sama gue?

Grenny

: Ih gila. Lu ngremehin banget. Gak tau ah. Lama-lama lu


nyebelin. Mending gue temenan sama Nenci ketimbang sama
loe.

(Berjalan mendekati Ardita dan Nenci yang sedang ngobrol)


Casandra

: Yaudah sana! Gue gak butuh temen kaya lo! Gak penting.

Dian

: San, kayaknya bener apa kata Grenny. Ya, kalau lu tetep


kaya gini mending gue gabung sama mereka. Maaf , San.
(Berjalan menyusul Grenny)

Casandra

: Oke! Minggir sana Lo! Gue gak butuh kalian!

Tiba saatnya hasil UAS dibagikan. Teman-teman Casandra nampak senang dengan
nilai tugas mereka yang memuaskan. Sementara Casandra, terlihat murung karena
nilainya pas-pasan.
Grenny

: Yey...nilai gue 9!

Dian

: Haha iya sama nilai gue juga sembilan! Makasih Nenci,


berkat kamu ini Len!

Ardita

: Wah, iya Nenci hebat. Lihat nih len, nilaimu paling tinggi!

Nencia

: Aku ikut seneng deh kalau nilai kalian bagus. Oya, kira-kira
nilai Casandra berapa ya?

Ardita

: Iya ya.. Coba kita samperin yuk!


(Berdiri sambil menengok kea rah Casandra)

Grenny dann Dian

: Iya yuk..

Mereka datang menghampiri Casandra yang nampaknya sedang murung.


Ardita

: Hey Casandra, pasti nilai kamu bagus deh.


(tersenyum ramah)

Casandra

: Apa? Ngapain kalian kesini? Penting nggak sih?

Nenci

: Yah., kan kita cuman pengen tau nilaimu San.

Dian

: Iya Casandra, maksud kita kesini itu baik. Kok kamu


ngomongnya gitu sih?
(kecewa)

Grenny

: Sudahlah, percuma juga kita kesini. Casandra sudah nggak


butuh siapa-siapa disini. Yaudah yuk, kita ke kantin aja.
(kecewa)

Dian

: Iya yuk.. Sudah laper nih!


(melirik ke arah Casandra yang masih terlihat acuh)

Ardita dan Nenci

: Okelah..

Kemudian mereka ke kantin, karena kecewa dengan perkataan Casandra yang


angkuh. Tapi baru berjalan dua langkah, Casandra memanggil
mereka.
Casandra

: Tunggu..!!
(menyesal)

Nenci,Dian,Ardita,Grenny : Iya ada apa san?


(menengok sambil menjawab bersahut-sahutan)

Casandra

: Ehm.. maaf ya?

Ardita

: Maaf kenapa Casandra?

Casandra

: Ya,, pokonya maaf.


(Menyesal)

Dian

: Iya Casandra. Kita maafin kok kalau kamu sudah minta


maaf.

Grenny

: Nggak papa kali San. tapi asal kamu tau, Nenci nggak
seburuk yang kita kira. B uktinya dia mau bantu kita belajar.

Casandra

: Iya aku tau. Mungkin aku cuman sirik sama Nenci. Yah, aku
sadar deh, tanpa kalian aku bukan apa-apa. Maafin aku ya
sahabat-sahabat ku. Kita masih sahabat kan Nenci, maafin aku
ya?

Nenci

: Nggak papa kok Casandra. Lagipula aku juga nggak mau


musuhin kamu.

Dian

: Iya Casandra, kita masih sahabat kok. Senyum dong?

Casandra

: Wah, ternyata kalian masih mau temenan sama aku. Padahal


aku sudah egois.
Aku nyesel sudah musuhin Nenci.

Grenny, Ardita

: Iya Casandra, kita juga minta maaf ya? Soalnya kita sudah
diemin kamu,San
(bersahut-sahutan)

Casandra

: Makasih..kalian memang sahabatku.

Dian

: Iya Casandra, aku juga ya San.

Nenci

: Akhirnya..kita jadi temenan deh. Hehe

Grenny

: Sudah-sudah.. jadi ke kantin gak nih? Laper tau!


(menggoda teman-temannya)

Dian,Ardita, Nenci, Casandra : Heeeeee..


Lantas, mereka tidak lagi memusuhi Nenci.Mereka sadar bahwa pendidikan itu jauh
lebih penting katimbang terlalu banyak memikirakan soal
gaya. Dan yang lebih penting lagi, manusia tidak bisa hidup
sendiri tanpa bantuan orang lain sebagai makhluk sosial. Kini
mereka menjadi teman dan melupakan kesalahan-kesalahan
yang sudah usai.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan
action tokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga
dipandang sebagai pengertian action, dalam sebuah cerita drama tentu memiliki
unsure yang akan mendukung sebuah cerita drama ursur tersebut adalah tema,
alur, tokoh, latar/setting, dan amanat. Terciptnya sebuah drama yang menarik
tentu harus ada pondasi yang di susun dengan teratur yaitu mulai dari eksposisi,
rising action, complication, klimaks, resolu. Untuk mengarang sebuah cerita
drama, langkah langkahnya yaitu; menentukan tema, menentukan persoalan
(konflik), membuat sinopsis (ringkasan cerita), menentukan kerangka cerita,
menentukan protagonist, menentukan cara penyelesaian, setelah itu menulis.
B.

Saran

Demi terciptanya sebuah masyarakat yang memiliki aroma seni yang pekat di mata
internasional, disini Penulis mengharapkan agar seni drama mendapatkan perhatian
yang tinggi, baik di kalangan biasa, pendidikan, pebisnis maupun pemerinta