Anda di halaman 1dari 6

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

JURUSAN TEKNIK SIPIL

KELOMPOK 03 / 03 PAS

OKT 2011

BINA NUSANTARA UNIVERSITY

LIQUID LIMIT
1.1

PENDAHULUAN
1.1.1 Maksud dan Tujuan :
Percobaan ini bertujuan untuk mencari kadar air pada batas cair dari contoh
-

tanah. Dilaboratorium, Liquid Limit didefinisika sebagai kadar air dimana :


Contoh tanah yang telah dimasukkan pada alat casagandra, dibuat celah

dengan standart grooving tool.


Alat Casagranda diputar engkolnya dengan ketentuan 2 ketukan perdetik
dan tinggi jatuh 10 mm, pada ketukan ke 25 contoh tanah yang digores
dengan grooving tool merapat sepanjang 0.5 inch.

1.1.2 Alat-alat dan Bahan :


Alat Casaganda.
Grooving tool.
Can.
Spatula.
Mangkuk Porselin.
Air Suling.
Oven.
Timbangan dengan ketelitian 0.01 gr.
Botol Penyemprot.

1.1.3

Teori dan Rumus yang Digunakan :


Dalam batas cair kita mempelajari kadar air dalam keadaan tertentu. Dalam
hal ini hanya depelajari/diuji dalam tiga keadaan, yaitu : batas cair, batas
Plastis, dan batas susut dari tanah, atau secara sistematis dapat digambarkan
sebagai berikut :

Cair
Plastis
Semi Plastis
Beku
Batas Cair
Batas Plastis Batas Susut

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


BINA NUSANTARA UNIVERSITY

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


JURUSAN TEKNIK SIPIL

KELOMPOK 03 / 03 PAS

OKT 2011

BINA NUSANTARA UNIVERSITY

Makin ke kanan kadar air semakin sedikit. Batas cair ditentukan dengan
percobaan memakai alat batas cair. Alat ini dikembangkan oleh casagranda
dan besarnya batas cair ditentukan pada ketukan ke-25.
W 2W x 100
W 1 W

W =
3

Keterangan :
W = Kadar Air.
W1= Berat Tanah Basah + Can.
W2= Berat Tanah Kering + Can.
W3= Berat Can.

1.2 PRAKTIKUM
1.2.1 Persiapan Percobaan :
1. Dipersiapkan tanah lolos saringan No. 40, kering udara.
2. Alat-alat dibersihkan.
3. Mengkalibrasi timbangan yang akan digunakan.
4. Menyiapkan botol penyemprot dan air suling.
5. Can yang diperlukan dipersiapkan dan ditimbang.
1.2.3
1.

Jalannya Percobaan :
Contoh tanah dimasukkan ke dalam mangkuk porselin dan kemudian

2.

dicampur air suling dan diaduk dengan spatula hingga homogen.


Contoh tanah kemudian dimasukkan kedalam mangkuk Casaganda
selapis demi selapis dan diusahakan tidak ada udara diantara lapisan
dengan diratakan menggunakan spatula. Tebal tanah yang dimasukkan

3.

kurang lebih 0.5 inch pada bagian tengahnya.


Tanah dalam mangkuk Casagranda dibuat celah dengan menggunakan
Grooving tool dalam arah tegak lurus mangkuk, dilakukan dengan hati-

4.

hati agar tidak terjadi retak pada bagian bawahnya.


Alat Casagranda dijalankan dengan kecepatan konstan 2 putaran
perdetik, dan tingi jatuh 1 cm, dilakukana hingga tanah tepat merapat
sepanjang 0.5 inch. Pada saat itu alat Casagranda dihentikan dan jumlah
ketukan dicatat.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


BINA NUSANTARA UNIVERSITY

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


JURUSAN TEKNIK SIPIL

KELOMPOK 03 / 03 PAS

OKT 2011

BINA NUSANTARA UNIVERSITY

5.

Tanah dalam mangkuk Casagranda diambil sebagian dan dimasukkan ke


dalam can yang sudah ditimbang beratnya dan kemudian can dimasukkan

6.

ke dalam oven.
Langkah 1 5 diulangi dengan sample berikutnya sampai 5 sample dan
dengan nilai ketukan berkisar antara 10 - 50, didapat dengan cara

1.2.4

7.

menambahkan air suling atau menambahkan tanah.


Setelah kurang lebih 18 jam dalam oven, contoh tanah dikeluarkan dan

8.

ditimbang kembali.
Untuk selanjutnya dicari kadar airnya.

Perbandingan dengan ASTM.


Pada ASTM toleransi jumlah ketukan berkisar antara 25-35 ketukan,
sedangkan pada percobaan ini toleransi jumlah ketukan antara 25 50
ketukan, hingga tanah merapat sepanjang 0.5 inch.

1.3 HASIL PRAKTIKUM


1.3.1 Data ( Terlampir ) :

1.3.2

Pengolahan Data :
Contoh Perhitungan :
Contoh

Can no.2

Keterangan

Jumlah Ketukan

(N)

27 ketukam

Berat tanah basah + can

(W1)

26,207

Berat tanah kering + can

(W2)

16,383

Berat can

(W3)

3,956

Berat tanah kering

(W2-W3)

12,427

Berat air

(W1-W2)

9,824

Kadar air

W=

W 1 W 2
100
W 2 W 3

79,05%

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


BINA NUSANTARA UNIVERSITY

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


JURUSAN TEKNIK SIPIL

KELOMPOK 03 / 03 PAS

OKT 2011

BINA NUSANTARA UNIVERSITY

Menentukan nilai batas cair


Cara 1
Batas cair didapat dengan menarik garis vertical pada N = 25 sampai
memotong grafik. Regresi Linier antara n dengan w :
N(x)
W(y)

30
45,13

27
79,05

Didapat persamaan garis :

35
75,63

18
71,46

24
68,8

y=0.2524 x +74,779

Pada n = 25, kadar air = 68,469 %


Cara 2
Dengan rumus :
0.121
n
=W n
25

( )

Keterangan :
LL = Harga Liquid Limit
Wn= Kadar air pada ketukan ke-n
n = Jumlah ketukan
30
n 1 45,13
25

0.121

( )

No. Can
1
2
3
4
5

46,137

No.Blow
30
27
35
18
24
Rata-rata liquid limit

Wn (%)
45,13
79,05
75,63
71,46
68,8

LL(%)
46,137
79,790
78,773
68,675
68,461
68,367

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


BINA NUSANTARA UNIVERSITY

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


JURUSAN TEKNIK SIPIL

KELOMPOK 03 / 03 PAS

OKT 2011

BINA NUSANTARA UNIVERSITY

Kesalahan =

( 68,46968,367
) x 100
68,469

= 0,148
Menentukan Harga Flow Index ( FI )
Cara 1
Untuk mendapatkan harga Flow Index ( FI ), ialah dengan menarik garis
lurus sehingga memotong sumbu pada ketukan ke 10 dan ketukan ke 100.
FI = ( kadar air n= 10 ) ( kadar air n = 100 )
Kadar air untuk N = 10 ; W 0.2524 ( 10 ) +74,779=72,255
Kadar air untuk N = 10 ; W 0.2524 ( 100 ) +74,779=49,539
FI = ( 72,255 49,539 )
= 22,716
Cara 2
Dengan rumus kadar air pada ketukan ke 25 bila diketahiu kadar air
ketukan tertentu.
n2
n1
log ()
(W W 1)
FI = 2

Dimana :
( W2 -W1 ) = Selisih dua harga kadar air
n1, n2
= Jumlah ketukan
Diambil data kadar air can No. 4 dan No. 3.
Can No. 3 :
W = 75,63 %
n = 35
Can No. 4 :
W = 71,46 %
n = 18
5

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


BINA NUSANTARA UNIVERSITY

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

KELOMPOK 03 / 03 PAS

OKT 2011

JURUSAN TEKNIK SIPIL


BINA NUSANTARA UNIVERSITY

35
18
log ()=14,43
(75,6371,46)
FI =

Kesalahan =

49
( 49.31+
) x 100
49

= 0.0063

1.4 KESIMPULAN
1.4.1 Hasil Praktikum :
Dari hasil pengolahan data didapat nilai batas cair ( Liquid Limit ) = 82,138.
1.4.2

Sumber Kesalahan :
- Ketidaktelitian dalam menimbang alat dan bahan.
- Adukan contoh tanah yang kurang homogen.
- Kecepatan jatuh mangkuk Casagranda tidak konstan.
- Contoh tanah yang merapat kurang/lebih dari 0.5 inch pada suatu nilai
ketukan.

1.5 REFERENSI.
1. Lambe T.W.Soil Testing For Engineers, John Willey and Sons, New York,
1951.
2. Punmia B.C.Soil Mechanic and Foundation Standart Book House, Delhie,
1981.
3. Wesley L.D.Mekanika Tanah, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, 1977.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


BINA NUSANTARA UNIVERSITY