Anda di halaman 1dari 4

Circuit Breaker to Fuse Cut Out Coordination

BAB I
PENDAHULUAN
Proteksi sistem tenaga listrik adalah sistem proteksi yang dipasang pada peralatanperalatan listrik suatu sistem tenaga listrik, misalnya generator, transformator, jaringan dan
lain-lain, terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri. Sistem proteksi listrik
memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan manusia dari kemungkinan bahaya
yang ditimbulkan oleh listrik.
Setiap sistem kelistrikan atau tenaga listrik harus dilengkapi dengan sistem proteksi
dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada peralatan sistem listrik dan menjaga
kestabilan sistem ketika terjadi gangguan, sehingga kontinuitas pelayanan dapat
dipertahankan. Salah satu komponen proteksi listrik adalah circuit breaker (pemutus daya).
Circuit breaker merupakan suatu komponen proteksi listrik yang bekerja memutuskan
rangkaian listrik dengan sumber tenaga listrik saat terjadi gangguan pada rangkaian listrik
tersebut. Ada juga Fuse Cutout (pengaman lebur) yang juga merupakan komponen proteksi
listrik yang biasanya digunakan untuk pengaman instalasi di rumah. Fuse Cutout juga bekerja
untuk memutus rangkaian listrik dengan sumber listrik ketika terjadi gangguan pada
rangkaian listrik. Jadi, komponen-komponen proteksi listrik bertujuan untuk memutuskan
suatu rangkaian listrik dengan sumber tenaga listrik ketika terjadi gangguan untuk menjaga
keamanan dan kestabilan pelayanan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Circuit Breaker

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa, A circuit breaker is an automatically operated


electrical switch designed to protect an electrical circuit from damage caused by overload or
short circuit. Dalam bahasa Indonesia circuit breaker disebut juga sebagai pemutus daya
yang merupakan peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk memutuskan
hubungan antara sisi sumber tenaga listrik dan sisi beban yang dapat bekerja secara otomatis
ketika terjadi gangguan atau secara manual ketika dilakukan perawatan atau perbaikan.
Circuit breaker ini pada prinsipnya sama seperti fungsi MCB di meteran listrik rumah
kita. Jika terjadi korsleting listrik atau pemakaian listrik yang berlebihan, maka otomatis
seluruh aliran listrik dirumah akan terputus (mati). Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh
suatu PMT agar dapat melakukan proteksi ketika terjadi gangguan adalah sebagai berikut:
1. Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus-menerus.
2. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan berbeban maupun
terhubung singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan tinggi agar arus hubung
singkat tidak sampai merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan kestabilan,
dan merusak pemutus tenaga itu sendiri.
Dalam aplikasi di dunia nyata ada beberapa jenis circuit breaker seperti, MCB (Mini Circuit
Breaker), MCCB (Mini Control Circuit Breaker), VCB (Vacum Circuit Breaker) dan ACB
(Air Circuit Breaker).
Gambar di bawah ini menunjukkan bagian-bagian dari MCB atau Mini Circuit Breaker.

2.2

Fuse Cut Out

Fuse CutOut (pengaman lebur) adalah pengaman listrik yang sifat kerjanya
meleburkan kawat yang ditempatkan pada tabung tertentu bila kawat tersebut dilewati oleh
arus listrik dengan ukuran tertentu. Komponen proteksi ini bentuknya sederhana dengan
sebuah elemen logam yang biasanya berupa tembaga tipis yang akan meleleh dan memutus
rangkaian listrik ketika terjadi aliran arus yang berlebih.
Dalam puil 2000 disebutkan bahwa pengaman lebur adalah gawai penyakelaran
dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang khusus dan sebanding, yang
membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan dan memutus arus bila arus tersebut
melebihi nilai yang ditentukan dalam waktu yang sesuai.

2.3

Gambar 2.2 Bagian-bagian Pengaman Lebur


Circuit Breaker to Fuse Cut Out Coordination

Circuit breaker to fuse cut out coordination merupakan penggunaan pemutus daya
dan pengaman lebur yang digabungkan untuk menjalankan suatu sistem proteksi pada suatu
rangkaian listrik. Kedua komponen tersebut harus sanggup menghambat atau menghilangkan
gangguan tanpa merusak komponen itu sendiri dan komponen lain yang terhubung dalam
rangkaian listrik tersebut. Circuit breaker to fuse cut out coordination dibutuhkan untuk :
1. Mengisolisir bagian yang terganggu agar bagian-bagian yang lainnya tetap
beroperasi normal seperti biasa.

2. Membatasi kerusakan peralatan akibat overheating atau panas lebih dan


pengaruh gaya mekanik.
Sistem proteksi tersebut harus dapat menghilangkan dengan cepat arus yang dapat
mengakibatkan panas yang berkelebihan akibat gangguan.
H = I2Rt Joules
Peralatan proteksi selain sekering adalah peralatan yang dibentuk dalam suatu system
koodinasi fuse dan circuit breaker. Komponen tersebut dipilih berdasarkan kapasitas arus
hubung singkat atau breaking capacity.

Hubungan antara fuse cut out dan circuit breaker sebagai suatu sistem proteksi yang
sederhana dapat dilihat pada Gbr. A untuk sistem tegangan menengah (TM) atau tegangan
tinggi (TT), dan Gbr. B , untuk sistem tegangan ekstra tinggi (TET) yang menggunakan
proteksi ganda. Keduanya bekerja dalam koordinasi sistem proteksi untuk menanggulangi
atau mengamankan suatu rangkaian ketika ada gangguan listrik.
Dengan adanya circuit breaker, ketika ada gangguan pada suatu rangkaian instalasi
listrik maka kemungkinan rusaknya komponen yang terhubung dalam rangkaian tersebut
dapat ditanggulangi karena ketika ada gangguan, circuit breaker tersebut dapat memutus
hubungan rangkaian tersebut secara otomatis. Ketika gangguan sudah tak ada atau keadaan
normal, circuit breaker dapat menyambung lagi rangkaian tersebut. Berbeda dengan fuse
cut out, yang tak harus diganti ketika lempeng logamnya yang memutus rangkaian instalasi
listrik tersebut sudah terputus atau terlebur.

BAB III
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pemasangan circuit breaker
dan fuse cut out dalam suatu rangkaian listrik adalah untuk sistem proteksi dari gangguan
adanya arus lebih pada rangkaian instalasi listrik. Pengaman lebur atau fuse cut out bekerja
ketika dalam rangkaian instalasi listrik terjadi aliran arus lebih maka pengaman lebur tersebut
dengan segera akan memutus rangkaian instalasi tersebut dengan sumber listrik. Sementara
pemutus daya atau circuit breaker bekerja memutus hubungan antara sumber dengan beban
secara otomatis ketika ada gangguan atau arus lebih, atau secara manual ketika diadakan
perbaikan atau perawatan suatu rangkaian instalasi listrik.
Daftar Pustaka
Puil 2000
Scaddan, Brian (2003) Instalasi Listrik Rumah Tangga. Jakarta. Penerbit Erlangga
Susanta, Gatut (2007) Panduan Lengkap Membangun Rumah. Depok. Penebar
Swadaya.
http://en.wikipedia.org/wiki/Circuit_breaker
http://fungsi.info/fungsi-circuit-breaker