Anda di halaman 1dari 4

4 ORGAN SISTEM REPIRASI BAGIAN ATAS

Hidung5 Terdiri dari eksternal dan internal. Eksternal : menonjol dari wajah dan
disangga oleh tulang hidung dan kartilago. Internal : rongga berlorong yang dipisahkan
menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut
septum
6 Masing-masing rongga hidung Rongga hidung dimulai dari dibagi menjadi 3 saluran
oleh Vestibulum, yakni pada bagian penonjolan turbinasi atau konka anterior ke bagian
posterior dari dinding lateral. yang berbatasan dengan nasofaring. Rongga hidung Rongga
hidung dilapisi dengan terbagi atas 2 bagian, yakni membran mukosa yang sangat secara
longitudinal oleh septum banyak mengandung vaskular yang hidung dan secara transversal
disebut mukosa hidung. oleh konka superior, medialis, dan inferior. Lendir di sekresi secara
terus- menerus oleh sel-sel goblet yang melapisi permukaan mukosa hidung dan bergerak ke
belakang ke nasofaring oleh gerakan silia.
Fungsi Hidung7 Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari
paru-paru. Jalan napas ini berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta
menghangatkan udara yang dihirupkan ke dalam paru-paru. Hidung bertanggung jawab
terhadap olfaktori atau penghidu karena reseptor olfaksi terletak dalam mukosa hidung.
Fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia.
3 fungsi Rongga Hidung8 1. Pernafasan udara yang diinspirasi melalui rongga hidung
menjalani 3 proses : a. penyaringan (filtrasi) : oleh membran mukosa pada rongga hidung
yang sangat kaya akan pembuluh darah dan glandula serosa yang mensekresikan mukus cair
untuk membersihkan udara sebelum masuk ke Oropharynx. b. penghangatan : oleh jaringan
pembuluh darah yang sangat kaya pada ephitel nasal dan menutupi area yang sangat luas dari
rongga hidung. c. pelembaban : oleh concha, yaitu suatu area penonjolan tulang yang dilapisi
oleh mukosa. 2. Epithellium olfactory pada bagian meial rongga hidung memiliki fungsi
dalam penerimaan sensasi bau. 3. Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukkan
suara fenotik dimana ia berfungsi sebagai ruang resonansi.
9 Cleft palate Li Chen.
Faring10 Faring merupakan saluran yang memiliki panjang kurang lebih 13 cm yang
menghubungkan nasal dan rongga mulut kepada larynx pada dasar tengkorak. Terdiri dari :
1. Nasofaring 2. Orofaring 3. Laringofaring
Nasofaring11 ada saluran penghubung antara nasopharinx dengan telinga bagian tengah,
yaitu Tuba Eustachius dan Tuba Auditory ada Phariyngeal tonsil (adenoids), terletak pada
bagian posterior nasopharinx, merupakan bagian dari jaringan Lymphatic pada permukaan
posterior lidah
Orofaring12 Merupakan bagian tengah faring antara palatum lunak dan tulang hyoid.
Refleks menelan berawal dari orofaring menimbulkan dua perubahan, makanan terdorong
masuk ke saluran pencernaan (oesephagus) dan secara simultan katup menutup laring untuk
mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan Fungsi faring adalah untuk
menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif
Laringofaring13 Merupakan posisi terendah dari faring. Pada bagian bawahnya, sistem
respirasi menjadi terpisah dari sistem digestil. Makanan masuk ke bagian belakang,
oesephagus dan udara masuk ke arah depan masuk ke laring.
Laring14 Laring tersusun atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar ).
Terbesar adalah Cartilago thyroid yang berbentuk seperti kapal, bagian depannya mengalami
penonjolan membentuk adams apple, dan di dalam cartilago ini ada pita suara. Sedikit di
bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. Laring menghubungkan Laringopharynx
dengan trachea, terletak pada garis tengah anterior dari leher pada vertebrata cervical 4
sampai 6.

15 Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. Laring juga
melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk. Laring
sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas: a. Epiglotis : daun katup kartilago yang
menutupi ostium ke arah laring selama menelan b. Glotis : ostium antara pita suara dalam
laring c. Kartilago Thyroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini
membentuk jakun ( Adams Apple ) d. Kartilago Krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang
komplit dalam laring ( terletak di bawah kartilago thyroid ) e. Kartilago Aritenoid : digunakan
dalam gerakan pita suara dengan kartilago thyroid f. Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh
gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara; pita suara melekat pada lumen laring.
16
17 Ada 2 fungsi lebih penting selain sebagai produksi suara, yaitu : a. Laring sebagai
katup, menutup selama menelan untuk mencegah aspirasi cairan atau benda padat masuk ke
dalam tracheobroncial b. Laring sebagai katup selama batuk
Trakea18 Trakea merupakan suatu saluran rigid yang memeiliki panjang 11-12 cm
dengan diametel sekitar 2,5 cm. Terdapat pada bagian oesephagus yang terentang mulai
dari cartilago cricoid masuk ke dalam rongga thorax.
19 Tersusun dari 16 20 cincin tulang rawan berbentuk huruf C yang terbuka pada
bagian belakangnya. Didalamnya mengandung pseudostratified ciliated columnar
epithelium yang memiliki sel goblet yang mensekresikan mukus. Terdapat juga cilia yang
memicu terjadinya refleks batuk/bersin. Trakea mengalami percabangan pada carina
membentuk bronchus kiri dan kanan.
Organ respirasi bagianbawah
Organ respirasi bagian bawah21 Bronkus Alveoli Paru-paru
BRONKUS22 Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri Disebut bronkus lobaris kanan
(3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10
bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental Bronkus
segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh
jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf
23 1. Bronkus Primer(Utama) kanan berukuran lebih pendek, lebih tebal, dan lebih lurus
dibandingkan bronkus primer kiri karena arkus aorta membelokkan trakea bawah ke kanan.
Objek asing yang masuk ke dalam trakea kemungkina di tempatkan dalam bronkus kanan. 2.
Setiap bronkus primer bercabang senbilan ampai dua belas kali untuk membentuk bronki
sekunder dan tertier dengan diameter yang semakin kecil. Saat tuba semakin menyempit,
batang atau lempeng kartilago mengganti cincin kartilago.
24 Struktur mendasar dari kedua paru-paru adalah percabangan brongkial yang
selanjutnya: bronki, bronkiolus, bronkiolus terminal, bronkiolus respiratorik, duktus alveolar,
dan alveoli. Tidak ada kartilago dalam bronkiolus; silia tetap ada sampai bronkiolus
respiratorik terkecil.
25 Bronkiolus Bronkiolus Terminalis Bronkus segmental bercabang-cabang
Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus menjadi bronkiolus terminalis (yang
tidak Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa mempunyai kelenjar lendir dan silia) yang
memproduksi lendir yang membentuk Bronkiolus respiratori selimut tidak terputus untuk
melapisi Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bagian dalam jalan napas. bronkiolus
respiratori Dinding bronkiolus mengandung otot polos Bronkiolus respiratori dianggap
sebagai & dipersarafi oleh sistem saraf otonom, saluran transisional antara jalan napas peka
terhadap hormon tertentu dan zat konduksi dan jalan udara pertukaran gas kimia tertentu
Duktus alveolar dan Sakus alveolar Reaksi alergi histamin Bronkiolus respiratori

kemudian mengarah bronchocontriction. ke dalam duktus alveolar dan sakus Sympatik action
bronchodilatation alveolar Dan kemudian menjadi alveoli
Alveoli26 Pertukaran O2dan CO2 terjadi di alveoli Terdapat sekitar 300 juta yang
jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2
Respiratory Zone27
Alveoli dan kapiler polmuner28 Arteri polmuner membawa O2 dari jantung ke paruparu. Melalui vena polmuner darah kembali ke jantung
29 Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding
alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi
surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak
kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan
bekerja sebagai mekanisme pertahanan
Struktur membran respirasi30 ( dinding alveoli ) O2 dan CO2 berdifusi melalui
membran respirasi
PARU-PARU31 Paru-paru adalah organ berbentuk pramid seperti spons dan berisi
udara, terletak dalam rongga toraks. Paru Kanan memiliki 3 Lobus; paru kiri memiliki 2
lobus. Setiap paru memiliki sebuah apeks yang mencapai bagian atas iga pertama, sebuah
permukaan diafragmatik(bagian dasar)terletak di atas diafragma, sebuah permukaan
mediastinal(medial) yang terpisah dari paru lain oleh mediastinum, dan permukaan kostal
teretak diatas kerangka iga. Permukaan mediastinal memiliki Hilus(akar), tempat masuk
dan keluarnya pembuluh darah bronki, pulmonary, dan bronkial dari paru.
32
33 Setiap paru2 dilindungi oleh selaput membran yang disebut PLEURA. Pleura
viseral dan parietal.
34
Pleura Viseral dan Parietal35 Pleura viseral adalah yang menyelubingi setiap paru-paru
Pleura parietal adalah yang melapisi rongga toraks(kerangka iga, diafragma, mediastinum).
Pleura parietal Rongga Pleura(ruang intrapleural) adalah ruang potensial antara pleura
parietal dan visceral yang mengandung lapisan tipuis cairan pelumas. Cairan ini disekresi
oleh sel- sel pleural sehingga paru-paru dapat mengembang tanpa melakukan friksi. Tekanan
cairan(tekanan intrapleural) agak negative dibandingkan tekanan atmosfer. Tekanan dalam
rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir, hal ini untuk mencegah kolap paru-paru
36
FISIOLOGI SISTEMPERNAFASAN
Fungsi utama sistem respirasi adalah memenuhi kebutuhan oksigen jaringan tubuh dan
membuang karbondioksida sebagai sisa metabolisme serta berperan dalam menjaga
keseimbangan asam dan basa.
Sistem respirasi bekerja melalui 3tahapan1. Ventilasi2. Difusi3. Transportasi
ventilasi Ventilasi merupakan proses pertukaran udara antara atmosfer dengan alveoli.
Proses ini terdiri dari inspirasi (masuknya udara ke paru-paru) dan ekspirasi (keluarnya udara
dari paru-paru). Ventilasi terjadi karena adanya perubahan tekanan intra pulmonal,
Ventilasi dipengaruhi oleh : Kadar oksigen pada atmosfer Kebersihan jalan nafas
Daya recoil & complience (kembang kempis) dari paru-paru Pusat pernafasan
difusi Difusi dalam respirasi merupakan proses pertukaran gas antara alveoli dengan
darah pada kapiler paru. Proses difusi terjadi karena perbedaan tekanan, gas berdifusi dari
tekanan tinggi ke tekanan rendah.

transportasi Setelah difusi maka selanjutnya terjadi proses transportasi oksigen ke selsel yang membutuhkan melalui darah dan pengangkutan karbondioksida sebagai sisa
metabolisme ke kapiler paru.
Setelah transportasi maka terjadilah difusi gas pada sel/jaringan. Difusi gas pada
sel/jaringan terjadi karena tekanan parsial oksigen (PO2) intrasel selalu lebih rendah dari PO2
kapiler karena O2 dalam sel selalu digunakan oleh sel. Sebaliknya tekanan parsial
karbondioksida (PCO2) intrasel selalu lebih tinggi karena CO2 selalu diproduksi oleh sel
sebagai sisa metabolisme.
REGULASI Kebutuhan oksigen tubuh bersifat dinamis, berubah-ubah dipengaruhi oleh
berbagai faktor diantaranya adalah aktivitas. Saat aktivitas meningkat maka kebutuhan
oksigen akan meningkat sehingga kerja sistem respirasi juga meningkat.
Pengaturan respirasi dipengaruhi oleh :1. Korteks serebri yang dapat mempengaruhi
pola respirasi.2. Zat-zat kimiawi : dalam tubuh terdapat kemoresptor yang sensitif terhadap
perubahan konsentrasi O2, CO2 dan H+ di aorta, arkus aorta dan arteri karotis.
3. Gerakan : perubahan gerakan diterima oleh proprioseptor.4. Refleks Heuring Breur :
menjaga pengembangan dan pengempisan paru agar optimal.5. Faktor lain : tekanan darah,
emosi, suhu, nyeri, aktivitas spinkter ani dan iritasi saluran nafas