Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny Su P2002 2 jam post partum normal


Di BPS Ny Ika Trisnawati, Amd.Keb Ds.Bodag Kec.Panggul
Trenggalek

Disusun Oleh :
Dian samtyaningsih
NIM : 05610119

PROGRAM STUDI KEBIDANAN D (III)


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2007

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala rahmat dan hidayahnya dapat terselesaikan asuhan kebidanan pada Ny Su P2002 2 jam post partum di BPS
Ny Ika trisnawati, Amd.Keb Ds.Bodag Kec.Panggul Trenggalek.
Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada :
1. dr.Anas, sebagai kepala PKM Bodag, Trenggalek
2. Sunarmi,Amd.Keb, sebagai bidan koordinator PKM Panggul, Trenggalek
3. Ika trisnawati,Amd.keb, sebagai bidan pembimbing PKM Bodag Trenggalek
4. Ediatmi,SST, selaku Kepala Prodi DIII Kebidanan UNIV Kadiri, Kediri
5. Semua pihak yang telah membantu sehingga Asuhan Kebidanan ini dapat
terselesikan
Saya menyadari bahwa laporan pendahuluan dan asuhan kebidanan yang telah saya
buat ini masih terdapat kekurangan.Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat saya
harapkan untuk perbaikan dalam penulisan berikutnya.

Trenggalek, 07 november 2007


Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode masa nifas karena merupakan
masa kritis baik ibu maupun bayinya.Diperkirakan bahwa 60% kematianra orang tua ibu
akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24
jam pertama biasanya 50% terjadi karena perdarahan dan 50% karena infeksi.
Asuhan post partum sampai dengan masa nifas merupakan upaya kolaboratif
antara

orang

tua

dan

pemberi

asuhan

baik

secara

terlatih,professional,profesi

tertentu,kelompok anggota masyarakat.


Dengan pemantauan melekat dan asuhan pada ibu dan bayi masa nifas dapat
mencegah beberapa kematian.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk memberikan asuhan kebidanan pada
NySu P2002 2 jam post partum.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Mahasiswa dapat melakukan asuhan kebidanan pada Post Partum Normal dan
mampu menerapkan pola pikir ilmiah dalam melaksanakan asuhan kebidanan
dengan 2 jam post partum normal secara komprehensif.
1.2.2 Tujuan khusus
setelah penyusunan ashuhan kebidanan,Mahasiswa diharapkan dapat :
-

Melaksanakan pengkajian data

Mengidentifikasi diagnosa atau masalah

Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional

Melaksanakan langsung asuhan kebidanan secara efisien dan aman

Mengevaluasi inervensi yang telah dilakukan


1.3 Teknik Pengumpulan Data
1.3.1 Anamnese atau wawancara
1. Auto anamnese yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung dengan
penderita.

2. Allo anamnese yaitu mengadakan tanya jawab secra tidak langsung dengan
keluarga/orang terdekat klien.
1.3.2 Pemeriksaan
1. Pemeriksaan fisik : yang didapat dengan inspeksi,palpasi.perkusi dan
auskultasi.
2. Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan lab.
1.3.3 Studi pustaka
Teknik

pengumpulan

data

dengan

cara

mengambil

data

yang

ada

direferensi(buku,laporan-laporan,penelitian,majalah ilmiah,jurnal,dsb)
1.3.4 Studi dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan cara mengambil data yang ada didalam status
klien.
1.4 Teknik Penulisan
Bab1

Pendahuluan,terdiri dari latar belakang,tujuan,teknik pengumpulan data,teknik


penulisan.

Bab 2 Tinjauan pustaka,terdiri dari,konsep kehamilan dan konsep manajemen.


Bab3 Tinjauan,kasus,terdiridaripengkajian,interpretasi
data,intervensi,implementasi,evaluasi.
Bab 4 Pembahasan
Bab 5 Penutup terdiri dari,kesimpulan dan saran.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSEP MASA NIFAS


2.1.1 Definisi
Masa nifas(puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika
alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil,yang berlangsung
selama kira0kira 6 minggu.
(Sarwono,2002:122)
Masa nifas atau masa puerperium mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah
kira-kira 6 minggu.Akan tetapi,seluruh alat genitalbaru pulih kembali seperti
sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
(Sarwono,2005:190)
Kala puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari merupakan waktu
yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.
(Manuaba,1998:190)
2.1.2 Tujuan asuhan Masa Nifas

Menjaga kesehatan ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis.

Melaksanakan skrining yang komprehensif,mendeteksi masalah,mengobati atau


merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.

Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri,nutrisi


,keluarga berencana,menyusui,pemberian imunisasi kepada bayinya dengan
perawatan bayi sehat.

(Sarwono,2002:122)
2.1.3 Perubahan-perubahan fisiologi masa nifas

Perubahan fisik

Dalam masa nifas,alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur pulih
kembali seperti keadaan sebelum hamil.

a. Sistem reproduksi uterus


Proses involusi yaitu proses kembalinya ukuran,posisi,dan tonus uterus ke
keadaan sebelum hamil.
INVOLUSI
Plasenta lahir
7 hari ( 1 minggu)
14 hari (2 minggu)
42 hari (6 minggu)
56 hari (8 minggu)

TINGGI FUNDUS
Sepusat
Pertengahan pst Symp
Tak teraba
Sebesar hamil 2 minggu
Normal

BERAT UTERUS
1000 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram

b. Kontraksi
Intensitas kontraksi uterus meningkat segera setelah bayi lahir kemudian
terjadi respons uterus terhadap penurunan volume intra uterine kelenjar hipofisis
yang mengeluarkan hormone oksitosin,berguna untuk memperkuat dan mengatur
kontraksi uterus dan mengkrompesi pembuluh darah.
Pada 1-2 jam pertama intensitas kontraksi uterus berkurang jumlahnya dan
menjadi tidak teratur karena pemberian oksitosin dan isapan bayi.
c. After pains( nyeri setelah persalinan)

Pada primipara : tonus uterus meningkat sedangkan fundus uteri tetap


kencang

Pada multipara : relakasi dan kontraksi yang periodic sering terjadi pada
awal puerperium.

Pada bayi besar dan kembar : uterus terlalu teregang sehingga timbul rasa
nyeri

Menyusui dan oksitosin meningkatkan rasa nyeri.

d. Tempat plasenta
Endometrium mampu menjalankan siklusnya seperti biasa dan memungkinkan
implantasi plasenta untuk kehamilan mendatang.Setelah uterus mengecil,desisua
dikeluarkan bersama lokia(rabas vagina yang menyertai kelahiran bayi) dan
endometrium baru mulai tumbuh dari lapisan dasar endometrium.Endometrium

baru tumbuh kira-kira pada hari ke 10 setelah persalinan,dalam 6 minggu


endometrium selesai dibentuk.
e. Lokia
Yaitu kotoran yang keluar dari liang senggama dan terdiri dari jaringan-jaringan
mati dan lendir berasal dari rahim dan liang senggama.
Perubahan warna dan jumlah lokia menggambarkan adanya perubahan yang
terjadi didalam endometrium.
Menurut warna dan jumlahnya :

Lokia rubra(kruenta)
- 1 3 hari warna merah dan hitam.
- Terdiri dari sel desidua,verniks kaseosa,rambut lanugo,sisa
mekoneum,sisa darah.

Lokia sanguinolenta
- 3-7 hari
- Berwarna putih campur darah

Lokia serosa
- 7-14 hari
-Warna kekuningan

Lokia alba
- setelah hari ke 14
- Warna putih

f. Serviks
- Menjadi lunak segera setelah persalinan.
- 18 jam post partum serviks memendek dan kembali seperti semula.
g. Vagina dan perineum
- Estrogen post partum yang menurun mengakibatkan penipisan vagina dan hilangnya
rugae.
- Pada 6-8 minggu post partum vagina yang semula sangat teregang akan kembali secara
bertahap ke ukuran sebelum hamil.

- Penurunan estrogen juga menurunkan jumlah pelumas vagina.


h. Sistem pencernaan
- Nafsu makan meningkat karena merasa sangat lapar segera setelah melahirkan.

Boleh makan-makanan ringan

Makan 2x seperti biasanya.

- Defekasi tertunda disebabkan :

Tonus otot uterus menurun pada proses persalinan dan awal post partum.

Diare sebelum persalinan

Kurang makan / dehidrasi

Takut nyeri pada perineum,oleh karena episiotomi,ruptu,hemoroid,

Akan teratur setelah tonus otot kembali normal

i. Sistem perkemihan
Perubahan hormonal pada masa hamil(kadar steroid yang tinggi)mengakibatkan
peningkatan fungsi ginjal.
Pada post partum akan menurunkan fungsi ginjal dan normal kembali setelah 1 bulan post
partum.
Dalam waktu 2-8 minggu dilatasi ureter serta ginjal normal kembali.
j. Komponen urine
- Glukosuria ginjal yang diinduksi oleh kehamilan menghilang
- Normal bila laktosuria ( + ) pada ibu menyusui.
- Peningkatan BUN (Blood Urea Nitrogen) sebagai akibat otot lisis uterus yang berinvolusi.
- Selama 1-2 hari post partum protein urine (+1) tetapi tidak pada semua wanita hanya
50% disebabkan karena kelebihan pemecahan protein di dalam sel otot uterus.
k. Sistem musculoskeletal
- Pada minggu ke 6-8 post partum stabilitas sendi lengkap tetapi walaupun semua sendi lain
kembali ke keadaan normal sebelum hamil kaki wanita tidak mengalami perubahan setelah
melahirkan.
- Wanita yang baru menjadi ibu akan memerlukan sepatu dengan ukuran yang lebih besar.
l. Abdomen

- Dinding abdomen wanita post partum akan rileks dalam 2 minggu post partum.
- Pengembalian tonus otot tergantung pada tonus sebelum hamil dengan latihan fisik yang
tepat.
m. system endokrin
- Periode post partum adalah periode perubahan hormone.
- Kadar estrogen dan progesterone menurun setelah plasenta lahir.
- Kadar terendahnya kira-kira 1 minggu post partum.
- Penurunan kadar estrogen berkaitan dengan pembengkakan payudara.
- Pada wanita yang tidak menyusui kadar estrogen meningkat pada minggu ke 2 post
partum 2x lebih tinggi daripada wanita yang menyusui pada post partum hari ke 17.
- Hormon hipofisis dan fungsi ovarium

Waktu dimulainya ovulasi dan menstruasi pada wanita menyusui dan tidak
menyusui berbeda.

Kadar prolaktin serum yang tinggi pada wanita menyusui berperan dalam menekan
ovulasi.

Kadar FSH pada wanita menyusui dan tidak menyusui sama karena ovarium tidak
berespons terhadap stimulasi FSH ketika kadar prolaktin meningkat.

Pada masa hamil kadar prolaktin meningkat sedang pada menyusui kadar prolaktin
meningkat sampai minggu ke 6 post partum.

Kadar prolaktin dipengaruhi :

Kekerapan menyusui

Lama setiap kali menyusui

Banyaknya asupan makanan tambahan

Perbedaan kekuatan mengisap

- Disimpulkan bahwa menyusui bukanlah bentuk KB yang baik karena meskipun menyusui
tetap saja ada yang hamil.
- Setelah melahirkan wanita tidak menyusui, ovulasi terjadi dini yaitu dalam 27 hari post
partum dengan waktu rata rata 70 75 hari.
- Pada wanita menyusui terjadi ovulasi sekitar 190 hari post partum

- Wanita menyusui :

15 % mengalami menstruasi dalam 6 minggu.

45 % mengalami menstruasi dalam 12 minggu.

- Wanita tidak menyusui :

40 % menstruasi dalam 6 minggu

65 % menstruasi dalam 12 minggu.

o. Sistem cardiovaskuler
- Volume darah tergantung pada kehilangan darah selama perslinan,mobilisasi,dan
pengeluaran cairan ekstravaskuler(oedem fisiologis).
- Volume darah pada minggu ke 3 dan ke 4 post partum menurun seperti sebelum hamil.
- Curah jantung dan denyut jantung meningkat sepanjang masa hamil.Segera setelah
melahirkan,keadaan ini akan meningkat bahkan lebih tinggi selama 30-60 menit oleh
karena darah yang biasanya melintasi uteroplasenta ke sirkulasi umum.
PSIKOLOGI MASA NIFAS
Menurut beberapa peneliti, menerima peran sebagai orang tua adalah suatu proses yang
terjadi dalam 3 tahap, yaitu :
a) Fase taking-in
Terjadi pada hari 1-2 setelah melahirkan bayi. Waktu dimana ibu membutuhkan
perlindungan dan pelayanan. Ia memfokuskan energinya pada bayinya yang baru
lahir dan selalu membicarakan pengalaman melahirkannya secara berulang-ulang,
taking-in merupakan fakta bagi perannya yang baru.
b) Fase taking hold
Terjadi sekitar hari ke-3 setelah melahirkan dan berakhir pada minggu ke-4 sampai
ke-5 ibu baru siap untuk menerima peran barunya dan belajar tentang semua halhal yang baru.
c) Fase letting-Go
Dimulai sekitar minggu ke-5 sampai ke-6 setelah kelahiran, secara fisik ibu mampu
untuk menerima tanggung jawab normal dan tiak lagi menerima peran sakit.
d) Gangguan psikologis lain Post partum blues

Ibu mungkin menjadi depresi, mudah tersinggung dan kurang istirahat. Oleh karena
itu, terkadang mreka merasa tertekan mungkin dan menangis untuk hal-hal yang
tidak mereka pahami. Hal ini biasa terjadi pada mereka yang mengalami keletihan
yang sangat setelah persalinan, mengalami nyeri pada perineum,pembengkakan
pada payudara dan afterpoin.
(Persis mary hamilton, 1995: 293-294)
KOMPLIKASI YANG SERING TERJADI DALAM MASA NIFAS
a) Perdarahan
-

Perdarahan nifas dini (Early post partum hemmorhage)


Perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir

Perdarahan nifas lanjut (Late post partum hemmorhage)


Perdarahan yang terjadi setelah 24 jam, biasanya antara hari ke 5-15 post
partum

b) Infeksi
Infeksi nifas mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kumankuman kedalam alat-alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas
c) Kelainan payudara
-

Pembendungan air susu


Terjadi pada 2-3 hari post partum, apabila bayi belum menyusui dengan baik
atau kemudian apabila kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan
sempurna akan terjadi pembendungan air susu, keras dan nyeri disertai suhu
badan yang tinggi

Mastitis
Peradangan pada mamma yang terjadi melalui luka pada putting susu tetapi
mungkin juga melalui peredaran darah. Tanda-tandanya adalah panas dingin
disertai dengan kenaikan suhu. Pasien merasa lesu dan tidaka ada nafsu
makan

d) Kelainan vulva dan perineum


Adanya haematomik vulva dan terbukanya jahitan atau terjadinya infeksi pada luka
episiotomi

e) Gangguan miksi
Sulit kencing terjadi karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan terjadinya
spasme oleh iritasi muskulus sfingter ani selama persalinan
PENATALAKSANAAN
a) Pengawasan nifas
1) Pemeriksaan ibu
Dilakukan pemeriksaan pada kesadaran ibu dan keluhan yang terjadi setelah
persalinan.
2) Pemeriksaan khusus
-

Fisik : tekanan darah, nadi, suhu dan pernafasan

Fundus uteri : Tinggi fundus uteri dan kontraksi uterus

Payudara : kondisi putting susu, pembengkakan, pengeluaran ASI

Lochia : pengeluaran, bau, jenis lochia

Luka jahitan episiotomi : Adakah tanda-tanda infeksi, kondisi luka

b) Kebutuhan dan pendidikan nifas


1) Kebersihan diri
2) Istirahat
3) Latihan
4) Gizi
5) Eliminasi
6) Perawatan payudara
7) Cuti hamil dan bersalin
8) KIE atau nasehat untuk ibu nifas