Anda di halaman 1dari 61

2.2.

Perineum
Perineum yang kaku mengganggu
proses persalinan kala II yang
meningkatkan resiko kematian pada
janin dan menyebabkan kerusakan
jalan lahir yang luas. Apabila perineum
kaku harus dilaksanakan episiotomi hal
ini biasanya dialami oleh
primigravidayang umurnya 35
tahun( primi tua)

Vulva dan vagina


Varises
Wanita hamil sering mengeluh tentang melebarnya pembuluhpembuluh darahdi tungkai,vagina dan vulva. Varises sudah dapat
timbul dalam kehamilan muda. Bahayanya farises di kehamilan
adalah kemungkinan pecahnya pembuluh darah dan terjadi
pendarahan. Selain itu dapat pula terjadi emboli udara.
Edema
Edema dapat diakibatkan oleh wanita yang mengalami persalinan
mengejan terlalulama
sedangkan kepala belun cukup turun. Hal ini dapat menyebabkan
kerusakan luas pada jalan lahir.
Hematoma
Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah terutama vena dalam
pelvis dan genetalia eksterna. Hematoma bisa menyebabkan
anemia berat.

Peradangan vulva
Peradangan ini dapat terjadi akibat infeksi spesifik seperti sisfilis,
gonorrea,trikomonias,kandidias, dan amebiasis.
Kondiloma akuminata
Yaitu pertumbukan pada kulit dan selaput lendir yang menyerupai
jengger ayam jago.kondiloma yang sangat besar dapat menghambat
turunnya kepala dan menyebabkan pendarahan yang banyak, oleh
karena itu banyak ahli kesehatan yang menyarankan opersi seksio
sesaria.
Fistula
Fistula biasanya terjadi waktu persalinan. Bagi fistula yang tertutup rapi
tidak boleh melahirkan lewat pervaginaan, karena itu akan merusak
fistula yang sudah sembuh.
Kista vagina
Kista berisi cairan jernih dan dindingnya ada yang sangat tipis ada juga
yang tebalkista jarang ada yang menghambat jalan turunya bayi.

Uterus
Kelainan letak uterus
Uterus yang hamil tua biasanya letaknya
ditengah akan tetapi biasanya membengkok
dengan sumbunya kekanandisertai gejala klinis.
Kelainan letak uterus ke depan dijumpai pada
perut-gantung. Di dalam uterus juga terdapat
tumor uterus yang berakibat mengurangi wanita
menjadi hamil, menambah abortus dan kelainan
letak janin dalam rahim, menghalang- halangi
lahirnya bayi mempersulit lepasnya plasenta.

Adneksa
Tuba
Kelainan pada tuba seperti akibat radang atau
neoplasma hampir tidak memungkinkan kehamilan,
wanita dapar mandul akibat peradangan tuba.
Ovarium
Tumur ovarium bagaimanapun bentuknya
mempunyaiarti obstetrik lebih penting dari tumor
lain. Tumor ovarium yang cukup besar akan
menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim
atau dapat menghalang-halangi masuknya kepala
janin kedalam panggul.

2.2.2
Adaptasi bumil normal gejala dan tanda yang
sukar dibedakan dari gejala penyakit jantung
Kehamilan perubahan kardiovaskular
Hemodinamik hipervolumia hipertrofi
jantung
Palpitasi, anemia fisiologis, edema tungkai
Kehamilan dapat memperbesar penyakit jantung
bahkan dapat menyebabkan penyakit jantung.

Pengaruh penyakit jantung terhadap


kehamilan :
Abortus
Prematuritas
Dismaturitas
Lahir dengan APGAR rendah atau
lahir mati
Kematian janin dalam rahim (IUFD)

Pengaruh kehamilan terhadap penyakit jantung,


saat saat yang berbahaya bagi penderita adalah :
Pada kehamilan 32 36 minggu, dimana volume
darah mencapai puncaknya (hipervolumia)
Pada kala II, dimana wanita mengerahkan tenaga
untuk mengedan dan memerlukan kerja jantung
yang berat
Pada pasca persalinan, dimana darah dari ruang
intervilus plasenta yang sudah lahir, sekarang
masuk dalam sirkulasi darah ibu
Pada masa nifas, karena ada kemungkinan infeksi

2.2.3

Anemia dalam kehamilan


Anemia disebabkan karena dalam kehamilan keperluan zat makanan
bertambah dan terjadi pula perubahan dalam darah dan susum tulang

Macam-macam anemia dalam kehamilan:


Anemia defisiensi besi
Yaitu anemia akibat kekeurangan zat besi
Anemia megaloblastik
Yaitu anemia yang di akibatkan oleh defisiensi asam folik
Anemia hipoplastik
Anemia yang disebabkan oleh susum tulang kurang mampu
membuat sel-sel darah baru
Anemia hipolitik
Anemia yang disebabkan oleh penghancuran sel darah merah
lebih cepat berlangsung dari pembuatannya

Leukimia
Penyakit ini tidak dipengaruhi oleh
kehamilan. Kehamilan dibiarkan
sampai cukup bulan dan sedapatdapatnya diusahakan partus
pervagina.

2.2.4
Influenza
Pada keadaan biasa tidak ada pengaruhnya pada ibu dan janin, pengobatan
pada influenza harus dilakukan dengan baik, dengan banyak istirahat.
Bronkitis
Bronkitis akut dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Penderita harus
banyak istirahat baring,minum banyak dan diberi obat-obatan bronkodilator.
Pneunomia
Pneunomia dalam kehamilan dapat menyebabkan kematian non obstetrik
yang terbesar setelah penyakit jantung, oleh karena itu pneumonia harus
segera diketahui dalam kehamilan.
Asma bronkiale
Faktor pencetus timbulnya asma antara lain zat-zat alergi, infeksi saluran
nafas, pengaruh udara dan faktor psikis.
Tubekolosis paru
Penyakit ini perlu diperhatikan dalam kehamilan, karena penyakit ini masih
termasuk penyakit rakyat

pengaruh dalam kehamilan :


a)Abortus
b)Partus prematurus
c)Partus lama karena inertia uteri
d)Perdarahan postpartum karena
atonia uteri
e)Syock
f)Infeksi

2.2.5

Penyakit hepar
Penyakit hati bukan karna komplikasi
Hepatitis infeksiosa
Kelinan ini disebabkan oleh virusdan merupakan penyakit hati yang sering dijumpai oleh wanita
hamil.
Penyakit hati karna obat
Obat-obat tertentu dapat menyebabkan gangguan faal hati bahkan dapat menyebabkan kerusakan
fatal.
Ruptura hepatis
Ruptura hepatis baik yang traumatik dan yang spontan dapat terjadi dalam kehamilan, biasanya
robek lobus kanan.

Sirosis hepatis
Penderita dengan fungsi hepar yang masih baik dan mengalami kehamilan dapat melahirkan dengan
cara biasa.
Penyakit hati akibat komplikasi kehamilan
Ikterus rekurrens gravidarum
Atrofi kuning mendadak hati
Pankreas
Gejala yang sering dialami penderita yaitu biasanya nyeri hebat di daerah epigastrium

2.2.6
Dalam kehamilan terjadi perubahan anatomic dan fungsional
ginjal dan saluran kemih, yang sering menimbulkan gejala,
kelainan fisik, dan perubahan hasil pemeriksaan
laboratorium. Volume, berat, dan ukuran ginjal bertambah
selama kehamilan. Panjang ginjal bertambah mencapai 1 cm
dan ginjal kanan lebih besar sedikit daripada ginjal kiri bila
diukur secara radiografis. Pelebaran yang tidak simetris ini
mungkin disebabkan oleh perubahan uterus yang membesar
dan mengalami dekstrorotasi, relaksasi otot polos akibat
peningkatan kadar progesterone (hidroureter dan
hidronefrosis fisiologik)atau karena terjadinya penekanan
fisiologik karena pembesaran vena ovarium kanan yang
terletak di atas ureter, sedangkan pada yang sebelah kiri
tidak terdapat karena adanya sigmoid sebagai bantalan.

2.2.7
Definisi
Diabetes mellitus merupakan penyakit
metabolik dengan penyebab yang
beragam, ditandai adanya
hiperglikemia kronis serta perubahan
metabolisme karbohidrat , lemak, dan
protein akibat defek sekresi atau kerja
insulin, atau keduanya.

2.2.7 pengaruh DM pada kehamilan


Pada ibu :
Meningkatkan
resiko terjadinya
preeklampsia
Seksio secarea
Terjadinya DM
tingkat 2
dikemudian hari

Pada janin :
Meningkatkan resiko
terjadinya makrosomia
Trauma persalinan
Hiperbilirubinemia
neonatal
Sindroma distres
respirasi ( RDS )
Meningkatnya
kematian janin

2.2.8

TBC pada kehamilan


Penyakit ini disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis yang
menyebabkan reaksi granuloma paru .
Sebanyak 90 % infeksi bersifat laten
dan pada penurunan status imunologik
akan menajdi aktif.

Pengaruh kehamilan terhadap penyakit


TBC : Kehamilan tidak mempengaruhi
perjalanan penyakit ini
Pengaruh penyakit TBC dalam
kehamilan : resiko prematuritas, IUGR,
dan berat badan lahir rendah.

Varisela
Termasuk kelompok DNA herpes virus dan hidup laten pada
gangglion bagian belakang setelah infeksi primer.
Pengaruh kehamilan terhadap penyakit varisela :
Pada kehamilan infeksi varisela terjadi lebih parah dan terjadi
komplikasi pneumonia.
Pengaruh penyakit varisela terhadap kehamilan :
Infeksi varisela pada ibu hamil TM I mungkin menyebabkan
cacat bawaan seperti koriorenitis, atrofi korteks cerebri,
hidronefrosis, dan kelainan pada kulit dan tulang. Jika infeksi
pada kehamilan 13-20 minggu sebesar 2 %, tetapi jika terinfeksi
pada usia > 20 minggu umumnya tidak ada kelainan.

Gonorea
Disebabkan oleh neiserria gonorrhea.
Dapat menimbulkan infeksi akut atau menahun.

Gonorea tidak mempengaruhi kehamilan, pada persalinan


dan nifas dapat menimbulkan penyulit sbg berikut :
Pada persalinan lendir hilang dan ostium terbuka
hingga gonokok dapat naik dan berturut-turut
menyebabkan endometritis dan salpingitis.
Dapat juga menjadi penyebab kehamilan ektopik
Anak yang melalui jalan lahir dapat kemasukan
gonokok ke dalam matanya dan menderita kongjutivitis
gonoroik ( blenorrhoea neonatorum )

Penyakit sifilis
Disebabkan oleh treponema pallidum
Dapat mengenai seluruh organ
tubuh, mulai dari kulit., mukosa,
jantung hingga susunan saraf pusat

Kehamilan tidak mempengaruhi jalannya sifilis


tetapi pengaruh sifilis terhadap kehamilan
sangat besar karena menyebabkan persalinan
kurang bulan, kematian anak dalam rahim,
atau anak lahir denga lues kongenital. Tranmisi
Treponema dari ibu dan janin umumnya terjadi
setelah plasenta terbentuk utuh, kira-kira
sekitar umur 16 minggu, oleh karena itu, bila
sifilis primer atau sekunder ditemukan setelah
usia 16 mingu, kemungkinan untuk timbulnya
sifilis kongenital lebih memungkinkan.

Pengaruh kehamilan pada


sifilis :

Kehamilan tidak
mempengaruhi
jalannya sifilis

Pengaruh sifilis pada


kehamilan :
persalinan kurang bulan
kematian anak dalam rahim
anak lahir dengan lues
kongenital.
Tranmisi Treponema dari ibu
dan janin umumnya terjadi
setelah plasenta terbentuk
utuh, kira-kira sekitar umur 16
minggu, oleh karena itu, bila
sifilis primer atau sekunder
ditemukan setelah usia 16
mingu, kemungkinan untuk
timbulnya sifilis kongenital lebih
memungkinkan.

2.2.9

Penyakit TORCH
TORCH
TO = Toxoplasma
R = Rubella
C = Cytomegalovirus
H = Herpes

1.Toxoplasmosis
Toxoplasmosis adl suatu infeksi yang
disebabkan oleh protozoa yaitu
toxoplasma gondii. parasit yang
menumpang hidup pada hewan induk
semang seperti kucing, anjing, kelinci,
kambing, atau babi.

Pengaruh terhadap kehamilan :


abortus spontan atau keguguran
lahir mati
bayi menderita Toxoplasmosis
bawaan. pada Toxoplasmosis
bawaan, gejala dapat muncul setelah
dewasa, misalnya kelainan mata dan
telinga, retardasi mental, kejangkejang dan ensefalitis.

Rubella ( German
measles )
Di sebabkan oleh virus . Infeksi Rubella ditandai
dengan demam akut, ruam pada kulit dan
pembesaran kelenjar getah bening.
Pengaruh terhadap kehamilan :
Jika timbul pada ibu hamil dalam TM I, 50 % anak
akan lahir dengan cacat bawaan , seperti katarak,
kelainan jantung, kelainan telinga dalam yang
menyebabkan tuli, atau mikrosefalus.
Makin muda kehamilan nya waktu ibu diserang, mskin
besar kemungkinan anak menderita cacat bawaan.

Cytomegalovirus ( CMV )
Termasuk golongan virus herpes
DNA.
Trasnmisi horizontal virus secara
infeksi tetes dan kontak dengan air
liur dan urine, serta tranmisi vertikal
dari ibu ke janin dan infeksi pada
umur kehamilan kurang dari 16
minggu menyebabkan kerusakan
yang serius.

Pengaruh terhadap kehamilan :


Infeksi maternal : kebanyakan
infeksi bersifat asimptomatik , tetapi
sekitar 15 % orang dewasa
mengalami sindrom, yaitu demam,
faringitis, limfadenopati, dan
poliartritis
Infeksi kongenital : disebut
sitomegalik inklusif , yang
menyebabkan sindrom terdiri atas

4.Herpes simpleks
Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan
oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II).
Pengaruh terhadap kehamilan :
Infeksi pada bayi relatif jarang, berupa infeksi paru,
mata dan kulit. Kini terbukti bahwa jika ibu sudah
mempunyai infeksi ( vesikel yang nyeri pada vulva
secara kronik) , kemungkinan pada infeksi pada bayi
hampir tidak terbukti, jadi diperbolehkan persalinan
pervaginam, tettapi jika infeksi baru terjadi pada
kehamilan akan mempunyai resiko sehingga
dianjurkan persalinan dengan SC.

2.2.10
jenis anemia yang paling sering
dijumpai (62,3%). Penyebabnya
adalah kekurangan zat besi dalam
makanan, yang bisa terjadi karena
gangguan resorbsi, gangguan
pencernaan dan terlalu banyak zat
besi yang keluar ( terbuang ) dari
badan ( perdarahan ).

2.2.11
SLE merupakan penyakit autoimun
yang ditandai oleh produksi antibodi
terhadap komponen2 inti sel yang
berhubungan dengan manifestasi
klinik. SLE terjadi pada usia reproduksi
15-40 thn dengan rasio perempuan :
laki-laki = 5:1

Pengaruh SLE pada kehamilan:


Beberapa komplikasi kehamilan yang bisa
terjadi pada kehamilan yaitu kematian
janin 2-3 kali dibandingkan perempuan
hamil normal. Bila didapatkan hipertensi
dan kelainan ginjal, mortalitas janin
menjadi 50 %. Kelahiran prematur juga
bisa terjadi sekitar 30-50 % kehamilan
dengan SLE yg sebagian besar akibat dari
hipertensi atau gawat janin.

5.2.2
PENILAIAN AWAL
1. JALAN NAFASTanda bahaya :Perhatikan sianosis, gagal
nafas-Periksakulit:pucatParu :
suara nafas, ronchiMasalah :Anemia
berat, gagal jantung, pneumonia,
asma

2. SIRKULASI ( TANDA SYOK/ RENJATAN )Tanda


bahaya : Periksa

-Kulit:dingindanbasah,turgor-Nadi:cepat
(>110)danlemah- Tensi: rendah (sistolik
<90 mmHg )Masalah : syok3.
3. PERDARAHAN PERVAGINAM( KEHAMILAN
MUDA ATAU LANJUT ATAUSETELAH
PERSALINAN )Tanda bahaya :Tanyakan : hamil,
usia gestasi, post partum,plasenta sudah lahir

Periksa :- Vulva : jumlah darah,sisa


plasenta, luka jalanlahir- Uterus : atoniaKandung kemih : penuh
JANGAN PERIKSA DALAM
( Bila kemungkinanplasenta previa )
Masalah :Abortus, Kehamilan ektopik
terganggu, molahidatidosa, solusio
plasenta, ruptura uteri, plasentaprevia,
robekan jalan lahir :servik, vaginaatonia
uteri, sisa plasenta, inversio uteri

4. TAK SADAR ATAU KEJANGTanda Bahaya


:Tanyakan : hamil, usia gestasiPeriksa :- Tensi :
tinggi ( Diastolik > 90 mmHg )- Suhu > 38

CMasalah :Eklampsia, malaria, epilepsi, tetanus5.
5. DEMAMTanda Bahaya :Tanyakan : lemah, lesu,
frekuensi, kencing sakit,hamil, usia gestasi,
ketuban pecah, postpartum,usaha aborsi

Periksa :Suhu 38

C, tidak sadar, kaku kuduk, paru (sesak,nafas
cepat), abdomen ( nyeri tekan ), vulva
( lokiaberbau ), mammae (nyeri tekan )
Masalah :Infeksi saluran kemih, malaria,
endometritis, absespelvik, peritonitis, mastitis,
komplikasipostabortum, pneumonia

6. NYERI PERUTTanda bahaya :Tanyakan :


hamil, usia gestasiPeriksa :- Tensi : rendah
( sistolik < 90 mmHg )- Nadi cepat ( > 110
kali per menit )- Suhu > 38

C- Besar uterusMasalah :Kehamilan ektopik
terganggu, apendisitis, kistaovarium
putaran tangkai, partus aterm/
preterm,infeksi intrauterine, solusio
plasenta, rupturauteri

Seorang ibu perlu mendapat perhatian khusus


bilamempunyai salah satu tanda sebagai
berikut :1. Keluarnya lendir darah yang
disertaikontraksiyang dapat diraba2.
pecahnya selaput ketuban3. Pucat4.
Kelemahan5. Pingsan6. Sakit kepala hebat7.
Penglihatan memburuk8. Muntah9. Demam10.
Gangguan pernafasanIbu tersebut harus
didahulukan dan ditanganisemestinya

5.2.4
Penanganan Syok Hemoragik
Pada syok hemoragik tindakan yang esensial adalah menghentikan perdarahan dan
mengganti kehilangan darah. Setelah diketahui adanya syok hemoragik,:
a. Penderita dibaringkan dalam posisi Trendelenburg, yaitu dalam posisi terlentang biasa
dengan kaki sedikit tinggi ( 30 derajat ).
b. Dijaga jangan sampai penderita kedinginan badannya. Setelah kebebasan jalan napas
terjamin, untuk meningkatkan oksigenasi dapat diberi oksigen 100% kira-kira 5
liter/menit melalui jalan napas.
c. Sampai diperoleh persediaan darah buat transfusi, pada penderita melalui infuse segera
diberi cairan dalam bentuk larutan seperti NaCI 0,9%, ringer laktat, dekstran, plasma dan
sebagainya.
d. Jika dianggap perlu kepada penderita syok hemoragik diberi cairan bikarbonat natrikus
untuk mencegah atau menanggulangi asidosis. Penampilan klinis penderita banyak
memberi isyarat mengenai keadaan penderita dan mengenai hasil perawatannya

5.2.5
Perdarahan Antepartum
Definisi:Perdarahan pervaginam antara usia kehamilan 20 minggu hingga melahirkan.
Penanganan:

Prosedur Diagnostik
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik -Jangan lakukan pemeriksaan dalam
Ultrasonografi
tes pasti untuk plasenta previa
kurang berguna pada solusio plasenta
Monitor elektronik janin
untuk menilai kesejahteraan janin dan kontraksi uterus
Spekulum
Lakukan pemriksaan USG lebih dahulu jika memungkinkan
jangan lakukan Periksa Dalam
Tatalaksana -ABC s
Jelaskan pada pasien
Observasi ibu dan janin
Infus dengan kateter vena ukuran besar
Cairan kristaloid
DPL dan status koagulasi
Cek golongan darah dancross match
Cari pertolongan

Perdarahan Postpartum
Definisi Tradisional
Kehilangan darah > 500 mL pada persalinan pervaginam
Kehilangan darah> 1000 mL pada seksio caesaria
Definisi Fungsional
Kehilangan darah yang potensial mengakibatkan ketidakstabilan hemodinamik
Penanganan:
Tatalaksana-ABCs
Bicara dan observasi pasien
Jalur IV besar (No16 gauge)
Kristaloid- jumlah banyak!
Hitung Darah lengkap (DPL)
Golongan darah danCross-matched
Minta PERTOLONGAN!
Tatalaksana-Nilai fundus
simultan dengan ABC
Atonia merupakan penyebab utama Perdarahan Post partum
Jika lembekmasase bimanual
-singkirkan inversio uteri
-mungkin terdapat trauma traktus bagian bawah
-evakuasi bekuan darah dari vagina dan servik
-membutuhkan eksplorasi manual pada saat ini

5.26 (sepsis)
1.Amati tanda dan gejala infeksi puerpuralis yang diagnosa bila 2 atau lebih gejala dibawah ini terjadi
sejak pecahnya selaput ketuban mulai hari ke 2.
2.Saat memberikan pelayanan nifas periksa tanda awal / gejala infeksi.
3.Beri penyuluhan kepada ibu, suami . keluargany agar waspada terhadap tanda / gejala infeksi, dan
agar segera mencari pertolongan jika memungkinkannya.
4.Jika diduga sepsis, periksa ibu dari kepala sampai kaki untuk mencari sumber infeksi.
5.Jike uterus nyeri, pengecilan uter lambat, atau terdapat perdarahan pervaginam, mulai berikan infus
Ringer Laktat dengan jarum berlubang besar ( 16 18G ), rujuk ibu segera ke RS ( ibu perlu diperiksa
untuk melihat kemungkinan adanya sisa jaringan placenta ).
6.Jika kondisinya gawat dan terdapat tanda / gejala septik syok dan terjadi dehidrasi, beri cairan IV dan
antibiotika sesuai dengan ketentuan. Rujuk ibu ke RS.
7.Jika hanya sepsis ringan, ibu tidak terlalu lemah dan sulit merujuk berikan antibiotika.
8.Pastikan bahwa ibu / bayi dirawat terpisah / jauh dari anggota keluarga lainnya, sampai infeksi
teratasi.
9.Cuci tangan dengan seksama sebelum dan sesudah memeriksa inu / bayi.
10.Alat alat yang dipakai ibu jangan dipakai untuk keperluan lain, terutama untuk ibu nifas / bayi lain.
11.Beri nasehat kepada ibu pentingnya kebersihan diri, penggunaan pembalut sendiri dan membuangnya
dengan hati hati.
12.Tekankan pada anggota keluarga tentang pentingnya istirahat, gizi baik dan banyak minum bagi ibu.
13.Motivasi ibu untuk tetap memberikan AS.
14.Lakukan semua Pencatatan dengan seksama.
15.Amati ibu dengan seksama dan jika kondisinya tidak membaik dalam 24 jam, segera rujuk ke RS.

5.2.7
Penanganan:
*Nilai kegawatan dengan pemeriksaan tanda-tanda
vital
*Cegah hipotermi dan miringkan kepala/tubuh untuk
mencegah aspirasi
*Bebaskan jalan nafas, beri O2 6-8 L/men.
*Tinggikan tungkai untuk membantu beban kerja
jantung
NB :Bila tak berhasil atau peralatan tidak
memadairujuk (pasien / keluarga diberi tahu, buat
surat rujukan, ada petugas menemani, keluarga
untuk donor

7.1
Yaitu: Semua pemeriksaan
( anamnesa, pemeriksaan Fisik, dan
pemeriksaan penunjang) sebelum
pasien diberikan tindakan anestesi/
operasi.

Waktu pemeriksaan pasien jika:


a.Operasi elektif ( terencana )
minimal 1 hari sebelum operasi
b. Operasi emergency ( cito )
waktu terbatasresiko besar

MANFAAT NYA:
1.Sangat berperan keselamatan penderita
2.Mempersiapkan mental & fisik penderita
3.Merupakan salah satu cara hubungan timbal balik dokter
pasien

TUJUANYA
1.Pengumpulan data pasien
2.Menentukan masalah yang ada
3.Meramalkan penyulit yang akan terjadi
4.Melakukan persiapan untuk mencegah
penyulit yang mungkin terjadi
5.Menentukan status fisik pasien
6.Menentukan obat dan teknik anestesi
7.Menentukan premedikasi

1.Pengumpulan data pasien


Data Subjektif : - Anamnesa
- Heteroanamnesa
Data Objektif : - Pem. Fisik
- Pem. Lab
- Pem. Radiologi
- Pem. EKG

ANAMNESA
1. Nama, umur, alamat, pekerjaan, CM
2. Riwayat penyakit yg pernah/ sdg diderita :
- penyakit pernapasan
- penyakit kardiovaskuler
- diabetes melitus
- penyakit hati
- penyakit ginjal ,
- penyakit krn allergi ( makanan / obat ) dll
3. Riwayat obat yg telah / sedang digunakan(potensiasi, sinergis, antagonis,
dgn obat anestesia) ,
misl : Corticosteroid , Antibiotika gol. Aminoglikosida,
MAO- Inhibitor, dll.
4. Riwayat operasi / anestesi dahulu (pernah, kapan, berapa kali, komplikasi /
kesulitan)
5. Kebiasaan2 yg mempengaruhi tind.anestesia
misl : perokok , alkoholisme , morfinis , dll

Pemeriksaanfisik
Airwaya bebas tidak ? , leher pendek , mallampati,
obstruksi, gigi palsu , gigi goyah , dll
Tanda2 peny. saluran pernapasanapilek, batuk, sesak
napas, RIC, NCH, haemothorax, pneumothorax,
wheezing / ronchi , dll
Tanda2 peny. Kardio VaskuleraHipertensi, Hipotensi ,
perfusi, Sianosis , Bising Jantung ,
Takikardi , Bradikardi , anemia , oedem extr, dll
Tanda2 penyakit sistim sarafaParese, Paralise,
Lordosis , Kiphosis , Skoliosis , dll
Keadaan giziakurang gizi , obesitas , dll

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
OPERASI KECILa pemeriksaan lab.rutine,
seperti : darah ( Hb ,Leuko, Tr , LED, Ht,CT dab
BT ) dan urine (protein , reduksi , sedimen)
OPERASI BESARapemeriks. Lab lengkap,
spti Ureum , Kreatinin , Clothing Time ,
Bleeding Time , Test Fungsi Hepar , k/p Test
Fungsi Tiroid , dll
OPERASI ELEKTIFa Hb minimal hrs 10 gr
%

PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN

EKG :
Pend.Usia 40thnatau >apemeriks. EKG
Pend.Usia< 40thnabilaadaindikasiaperiksa EKG
FOTO TORAKS :
Foto Toraks sebetulnya rutine utk tindakan anestesia
Oleh karena pertimbangan sosial ekonomi dan kemampuan
penderita (biaya)a Foto Toraks dilakukan bila ada indikasi
TEST FUNGSI PARU :
Kalauada indikasiaTest Fungsi ParuaTidal Volume, Vital
Capacity , dll
USG , CT SCAN DAN MRI

2. Menentukanmasalahyangada
MASALAH MEDIK :
Asma bronkiale
DM
Ggn faal ginjal, hepar
Miokard infark
Shock, TIK me, dll
MASALAH BEDAH
Tumor besar
Operator
Lokasi operasi

MASALAH ANESTESI:
Tergantung pd operasi & lokasi operasi
Penyakit penyerta
misal : - Struma : toxic? , Ca, besarnya, perdarahan, umur, intubasi ?, Posisi?

- Sectio Caesaria : Dx ?

3.MeramalkanPenyulityang
mungkinakanterjadi:

Penyulit dari pernafasan : - Sulit intubasi


- Asma bronkiale
- Corpus alienum
- COPD
- Pneumothorax
Emergency : (-) puasaaspirasi
Penyulit CV : - Hipotensishock
- Hipertensi
- Bradikardi
- Tachycardi
Penyulit SSP : Kesadaran mesulit bangun (trauma kepala)
Penyulit SC dgn Fetal distressbayi bisa
Eklampsia / PE berat : - Stroke kandungan
- Edema Paru
- Bayi bisa
Asma bronkiale

- Anestesi : Halothan, Regional anestesi


- Obat : - Aminophyllin
- Dexamethasone
- Anti histamine
Operasi EmergencyResiko Aspirasi (+)
- Kosongkan lambung :
- Puasa
- NGT
- Antasidanetralisir asam lambung
- Anestesi : - Intubasi
- k/p Regional
Operasi tumor otak/ trauma kepala :
Cara mencegah TIKdengan :
- Posisi Kepala ditinggikan
- Obat anestesi
- Cegah hypoxia, hiperkarbi
- cairan

Digital curretage
Kuretase adalah cara membersihkan
hasil konsepsi memakai alat kuretase
(sendok kerokan). Sebelum
melakukan kuretase, penolong harus
melakukan pemeriksaan dalam untuk
menentukan letak uterus, keadaan
serviks dan besarnya uterus.
Gunanya untuk mencegah terjadinya
bahaya kecelakaan misalnya
perforasi.