Anda di halaman 1dari 36

Squamous cell carcinoma (SCC) adalah tumor ganas yang berasal dari sel epitel skuamus.

Neoplasma ganas disebut kanker dan istilah kanker digunakan untuk menyebut neoplasma
ganas khususnya jenis epitelial yaitu karsinoma. Squamous cell carcinoma umumnya
ditemukan di kulit, terutama daerah yang terekspose dan juga dapat terjadi pada daerah
epitelium.
Kanker merupakan penyakit genetik yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor bahan kimia,
agen fisik, agen biologik. Salah satu agen biologik adalah virus yang disebut onkogen virus,
dalam hal ini EBV.

Penyebab squamous cell carcinoma belum diketahui secara


pasti, faktor resikonya disebabkan bahan karsinogen dan faktor predisposisi. Penyebab SCC
yang lain adalah Syphillis, EBV, herpes simplex virus (HSV), human papiloma virus (HPV).
Virus yang ikut bertanggung jawab terhadap karsinogenesis pada manusia termasuk virus
Epstein Barr. Infeksi Epstein Barr Virus (EBV) memiliki potensi karsinogenik yaitu mampu
mengubah gen suppresor (p53) dan berikatan dengan sel epitel sehingga terjadi transport
virus DNA ke sel epitel.
Gambaran klinik karsinoma sel skuamosa pada stadium awal sering tidak menunjukkan
gambaran yang jelas, tidak ada keluhan, dan tidak ada rasa sakit. Dapat diawali dengan
adanya leukoplakia, eritroplakia maupun erosi dan pada stadium lanjut dapat berupa dungkul
yang eksofitik ataupun noduler meninggi dan dapat berupa ulser yang indurasi yang dapat
sembuh.
Sumber dari berbagai artikel ilmiah Kanker rongga mulut dapat dideteksi secara dini sebelum
melakukan pemeriksaan ke dokter ahli bedah mulut. Deteksi dini kanker rongga mulut ini
bertujuan untuk mengenali atau mencurigai terdapatnya kanker ronggo mulut pada tahap
awal. Pemeriksaan rongga mulut merupakan bagian yang penting dari evaluasi fisik dalam
deteksi dini keganasan rongga mulut. Sehingga penobatan yang cepat dan tepat akan
memberikan hasil yang memuaskan dengan prognosa baik. Berikut tanda-tanda dini yang
dapat ditemukan untuk kanker rongga mulut. 1. Terdapat luka pada wajah, leher kepala atau
mulut yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu. 2. Pembekakan, benjolan pada bibir, gusi
atau daerah lainnya di dalam rongga mulut. 3. Adanya tanda kemerahan, pengerasan di
sekitar rongga mulut. 4. Pendarahan yang berulang di dalam rongga mulut. 5. Parasthesia,
nyeri di sekitar wajah, mulut atau leher. 6. Nyeri pada telinga. 7. Kesulitan pada
menggerakkan rahang atau lidah. 8. Pembekakan rahang sehingga gigi tiruan menjadi tidak
fit dan stabil. 9. Perubahan suara. 10. Massa di leher. 11. Kehilangan berat badan.

Kanker kulit terbagi menjadi tiga jenis ya Ladies, masing-masing Basal Cell Carcinoma
(BCC), Squamous Cell Carcinoma (SCC), dan Melanoma. Nah, untuk lebih mengefektifkan
informasi, kita akan mengulas tentang jenis kedua yaitu Squamous Cell Carcinoma dulu ya.
Ladies, menurut onhealth.com, Squamous Cell Carcinoma atau SCC adalah kanker kulit yang
tumbuh di sel squamous, umumnya di daerah yang jarang terkena sinar matahari. Kata
squamous berasal dari bahasa latin squama yang berarti sisik ikan atau ular, karena bentuk
dari SCC, apabila dilihat melalui mikroskop, terlihat seperti sisik ikan.
Bagi anda yang berkulit gelap, resiko untuk terkena SCC lebih tinggi. Tapi bagi anda yang
berkulit putih, SCC juga dapat menyerang dan tumbuh di daerah yang sering terkena cahaya
matahari, seperti kepala, wajah, leher, dll.
Seperti pada jenis kanker kulit lain, penyebab utama tumbuhnya Squamous Cell Carcinoma
adalah radiasi sinar matahari. Faktor penyebab SCC yang lain adalah arsenik, hydrocarbons,
sinar X, actinic keratosis, dan human papillomavirus (HPV).
Seperti pada Basal Cell Carcinoma, Squamous Cell Carcinoma dapat didiagnosa dengan
melakukan biopsy atau pengambilan sampel kulit yang terinfeksi kemudian diteliti dengan
menggunakan mikroskop. Dan bagaimana cara mengobatinya? Dengan melalui operasi,
kemoterapi, terapi radiasi, cryosurgery, serta terapi obat krim.
Well Ladies, sudah tahu kan apa itu Squamous Cell Carcinoma? Semoga selalu terhindar dari
SCC ya.
Kanker kulit ternyata terbagi secara medis menjadi beberapa jenis. Berikut adalah penjelasan
dari cancer.gov untk membantu Ladies memahami ketiga jenis kanker berbahaya ini.
1. Basal Cell Carcinoma (BCC).
BCC adalah jenis kanker kulit yang paling umum terjadi. Sel kanker BCC tumbuh di lapisan
sel basal secara lambat dan umumnya tidak menyebar ke organ tubuh yang lain. Bagi anda
yang memiliki kulit putih, hati-hati, ladies, karena BCC adalah jenis yang sering ditemukan
pada orang berkulit putih.
2. Squamous Cell Carcinom (SCC).
SCC tumbuh di sel squamous, di daerah yang jarang terkena sinar matahari, seperti kaki.
Ladies, kanker jenis ini lebih sering ditemukan pada orang yang memiliki kulit gelap. Tapi
bagi anda yang berkulit putih, SCC juga dapat tumbuh di daerah yang sering terkena cahaya
matahari, seperti kepala, wajah, leher, dll.
3. Melanoma.
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang lebih sedikit terjadi dibanding kedua jenis yang
lain. Sel kanker Melanoma tumbuh di melanocytes (sel-sel pigmen). Melanoma jarang terjadi
pada orang yang berkulit gelap, namun apabila terjadi, seringkali ditemukan di bawah jari
tangan dan kaki, telapak tangan, dan telapak kaki.

Well, ladies, itulah beberapa jenis kanker kulit yang sering ditemukan pada manusia. Semoga
berguna ya infonya!

KARSINOMA SEL SKUAMOSA ( SQUAMOUS CELL


CARCINOMA)
Posted by drg. Asnul Arfani Labels: Oral Medicine
Squamous Cell Carcinoma atau disebut juga Karsinoma Sel Skuamosa merupakan kanker
yang sering terjadi pada rongga mulut yang secara klinis terlihat sebagai plak keratosis,
ulserasi, tepi lesi yang indurasi, dan kemerahan.
Epidemiologi
Karsinoma sel skuamosa merupakan salah satu dari 10 jenis kanker yang paling sering terjadi
di seluruh dunia, dengan insidensi pada pria 5% dan wanita 2%. Karsinoma sel skuamosa
pada rongga mulut pada umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun. Di Amerika Serikat
prevalensi kanker mencapai 34.000 kasus baru per tahun.
Etiologi
Karsinoma sel skuamosa adalah multifaktorial dan membutuhkan suatu proses multipel.
Perubahan dan terganggunya DNA dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya
kanker. Sebuah penelitian mengindikasikan virus seperti Herpes Simplex Virus dan
Papilloma Virus berperan dalam proses tersebut. Namun penyebab pasti dari kanker masih
belum jelas, tetapi faktor-faktor pendukung dapat merangsang terjadinya kanker. Faktorfaktor tersebut digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu faktor internal (herediter dan faktor
pertumbuhan) dan faktor eksternal (bakteri, virus, jamur, bahan kimia, obat-obatan, radiasi,
trauma, panas, dingin, dan diet). Faktor-faktor tersebut dapat berperan secara individual atau
berkombinasi dengan faktor lain sehingga dapat mencetuskan kanker.

Tembakau dan Alkohol : 75% dari seluruh kanker mulut dan faring di Amerika
Serikat berhubungan dengan penggunaan tembakau yaitu termasuk merokok dan
mengkonsumsi alkohol. Penggunaan alkohol dengan rokok bersama-sama secara
signifikan memiliki resiko yang lebih tinggi daripada digunakan secara terpisah.
Merokok cerutu dan merokok menggunakan pipa mempunyai resiko yang lebih tinggi
terhadap kanker mulut dibandingkan dengan merokok kretek.

Bahan Kimia : Sebagian besar bahan-bahan kimia berhubungan dengan terjadinya


kanker. Bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker di lingkungan antara lain,
seperti cool tar, polycylic aromatic hydrocarbons, aromatic amines, nitrat, nitrit, dan
nitrosamin.

Infeksi : Beberapa mikroorganisme yang berhubungan dengan kanker mulut adalah


candida albicans. Hubungan antara candida albicans dengan penyakit speckled
leukoplakia pertama kali ditemukan oleh Jespen dan Winter pada tahun 1965.
Beberapa studi menunjukkan bahwa, sekitar 7-39% dari leukoplakia dijumpai adanya
candida hyphae. Penyakit ini mempunyai kecenderungan berubah menjadi kanker.

Nutrisi : Pola diet makanan sangat berpengaruh terhadap timbulnya kanker. Defisiensi
dari beberapa mikronutriensi seperti vitamin A, C, E, dan Fe dilaporkan mempunyai
hubungan dengan terjadinya kanker. Vitamin-vitamin tersebut mempunyai efek
antioksidan. Defisiensi zat besi yang menyebabkan anemia. Radiasi sinar ultraviolet

adalah suatu bahan yang diketahui bersifat karsinogenik. Berdasarkan penelitian


yang dilakukan oleh Takeichi dkk, (1983) terhadap efek radiasi di Hiroshima dan
Nagasaki Jepang, melaporkan bahwa terjadi peningkatan insidensi kanker kelenjar
ludah pada orang yang selamat setelah terkena radiasi bom atom pada periode antara
1957-1970, terjadinya kanker 2,6 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak terkena
radiasi.

Faktor genetik : Seseorang yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker


memiliki risiko terkena kanker sebanyak 3 sampai 4 kali lebih besar dari yang tidak
memiliki riwayat keluarga menderita kanker.

Sistem Kekebalan Tubuh : Dilaporkan bahwa ada peningkatan insidensi kanker pada
pasien yang mendapat penekanan sistem kekebalan tubuh, seperti pada penderita
transplantasi, AIDS, dan defisiensi kekebalan genetik. Insidensi tumor pada pasien
yang mendapat tekanan sistem kekebalan tubuh sebesar 10%. Gangguan sistem
kekebalan selain disebabkan kerusakan genetik juga disebabkan oleh penuaan, obatobatan, infeksi virus.

Histopatologis
Secara histologis karsinoma sel skuamosa menunjukkan proliferasi sel-sel epitel skuamosa.
Terlihat sel-sel yang atipia disertai perubahan bentuk rete peg processus, pembentukan
keratin yang abnormal, pertambahan proliferasi basaloid sel, susunan sel menjadi tidak
teratur, dan membentuk tumor nest (anak tumor) yang berinfiltrasi ke jaringan sekitarnya atau
membentuk anak sebar ke organ yang lain.
Gambaran Klinis
Nodula berwarna seperti kulit normal, permukaannya halus tanpa ada krusta atau ulkus
dengan tepi yang berbatas kurang jelas. Nodula kemerahan dengan permukaan yang
papilomatosa atau verukosa, menyerupai bunga kol. Ulkus dengan kusta pada permukaannya,
tepi meninggi, berwarna kuning kemerahan. Dalam perjalanan penyakitnya lesi akan meluas
dan mengadakan metastase ke kelenjar limfe regional atau organ-organ dalam.
Lokasi
Lokasi kanker dapat terjadi pada semua tempat di rongga mulut, antara lain mukosa bukal,
Processus alveolar dan gingiva rahang atas, Processus alveolar dan gingiva rahang bawah,
palatum durum, lidah, dasar mulut.
Cara mendiagnosis Karsinoma sel skuamosa
Pemeriksaan intra oral dilakukan untuk mengamati secara klinis adanya kelainan atau
anomali pada daerah mulut. Biopsi dilakukan bila ditemukan lesi yang dicurigai, maka dapat
dilakukan biopsi untuk melihat gambaran secara mikroskopis. Gambaran histopatologis pada
karsinoma sel skuamosa telah dijelaskan pada sub bab histopatologis karsinoma sel
skuamosa.
Perawatan kanker mulut
Tujuan utama perawatan kanker mulut adalah kontrol dari kanker primer. Pemilihan
perawatan tegantung dari beberapa sebab yaitu tipe sel dan derajat diferensiasi, bagian yang
terlibat ukuran serta lokasi dari kanker primer, keterlibatan jaringan getah bening, ada
tidaknya keterlibatan tulang, kemampuan tercapainya tepi kanker pada waktu operasi,

kemampuan mempertahankan fungsi komunikasi, kemampuan mempertahankan fungsi


menelan, status fisik dan mental pasien, komplikasi yang mungkin terjadi, kerjasama pasien.
Secara umum perawatan kanker mulut biasanya dilakukan dengan pembedahan dan
radioterapi. Lesi kecil seperti Karsinoma stadium I dan stadium II dapat diobati dengan
pembedahan saja, pengobatan dengan radiasi ditunda bila terjadi kekambuhan. Lesi yang
besar seperti lesi stadium III dan stadium IV biasanya diobati dengan pembedahan dan diikuti
dengan radiasi. Diseksi pada leher yang efektif atau bersifat profilaksis yang sering
dihubungkan dengan pilosofi primer bedah. Stadium II dan lesi yang lebih besar sering
dilakukan diseksi pada leher. Dosis radiasi yang diperlukan untuk pengobatan karsinoma sel
skuamosa yang berhasil baik metode primer atau tambahan terentang antara 4000 sampai
7000 rads. Dosis radiasi yang dapat mematikan tumor memberikan efek samping sementara
termasuk ulserasi mukosa, nyeri, disgeusia, kandidiasis, dermatitis, alopesia, dan eritema
kulit. Sementara efek samping yang permanen adalah xerostomia dengan karies servikal tipe
radiasi, telangiektasia kulit, atrofi mukosa mulut dan kulit, alopesia permanen, dan osteoradio
nekrosis.
Prognosis kanker mulut
Kanker yang berlokasi di daerah bibir bawah mempunyai prognosis yang baik, sebab mudah
terlihat dan dapat dikenali pada tahap awal. Kebalikannya kanker yang sulit dilihat secara
klinis dan sulit dalam pemeriksaan langsung atau mempunyai gejala yang lambat mempunyai
prognosis yang kurang baik. Contohnya kanker yang berada pada dasar lidah atau dinding
tonsil. Terjadi maupun tidak terjadinya metastase, derajat diferensiasi, dan tingkatan
diferensiasi menentukan prognosis dari kanker mulut. Kanker yang berlokasi pada dasar
mulut atau palatum lunak sering bermetastase secara bilateral di daerah leher dan lebih sulit
dalam perawatannya dibandingkan dengan kanker yang berlokasi di depan dasar mulut, yang
cenderung hanya bermetastase secara unilateral di daerah leher. Karsinoma sel skuamosa
pada bibir bawah mempunyai prognosis yang paling baik dari seluruh kanker yang ada di
dalam rongga mulut. Karsinoma yang berada dipermukaan samping dari lidah mempunyai
prognosis yang lebih baik dari pada yang berlokasi pada permukaan belakang lidah. Pada
intinya prognosis penderita karsinoma rongga mulut tergantung dari beberapa faktor, yaitu
ukuran kanker, daerah/lokasi dari kanker primer, ada/tidaknya keterlibatan jaringan limfa,
ada/tidaknya metastase jauh dari kanker primer.

Kanker Kulit : Penyebab Dan Cara Pencegahannya


11:41 PM |
Penamaan penyakit kanker disesuaikan dengan tempat dimana kanker tersebut
tumbuh. Begitu juga dengan kanker kulit, yaitu kanker yang tumbuh di jaringan
kulit. Kanker kulit mendominasi jumlah penderita kanker yang ada di dunia.
Setidaknya ditemukan 1 juta kasus baru setiap tahunnya. Peningkatan jumlah
penderita yang semakin meningkat setiap tahun menarik perhatian publik,
terkait faktor-faktor penyebab munculnya penyakit ini dan pencegahannya.

kanker kulit

Ada 4 jenis penyakit kanker kulit, yang pertama adalah Melanoma. Jenis ini
paling mematikan dan dapat menyebar dengan cepat di seluruh tubuh. Ditandai
denga munculnya titik-titik baru seperti tahi lalat atau titik lama yang mengalami
perubahan bentuk, ukuran dan warna.
Yang kedua adalah Nodular Melanoma. Jenis ini berkembang denan cepat,
tetapi kenampakannya berbeda dengan Melanoma pada umumnya. Titik yag
terbentuk pada kulit berstruktur keras dan tak lama kemudian akan berdarah
dan berkerak.
Jenis kanker kulit berikutnya adalah Basal Cell Carcinoma. Jenis ini paling tidak
berbahaya dibandingkan jenis yang lain. ditandai denga kulit yang mengeras
atau kering dan bersisik. Berkembang dengan lambat pada daerah yang sering
terpapar sinar matahari.
Jenis yang terakhir adalah Squamous Cell Carcinoma. Ditandai dengan
penebalan kulit dan titik berwarna kemerahan. Bagian ini dapat berdarah
dengan mudah dan menjadi seperti bisul. Pertumbuhanya dalam hitungan bulan,
pada area yang biasa terpapar sinar matahari secara lagsung. Jenis terakhir ini
banyak diderita pada usia 50 tahun ke atas.
Faktor Penyebab Kanker Kulit
Setiap orang beresiko menderita kanker kulit, tetapi pada kondisi tertentu,

seseorang lebih beresiko menderita kanker kulit dibandingkan yang lainnya


karena adanya faktor-faktor yang memicu. Faktor-faktor penyebabnya antara
lain:

Ada catatan kesehatan keluarga yang pernah menderita kanker kulit. 5%


penderita Melanoma memiliki sejarah keluarga dengan kanker kulit jenis
yang sama.

Mempunyai banyak tanda lahir atau biasa disebut tahi lalat di kulitnya.
Jumlah tahi lalat ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan radiasi sinar
matahari.

Memiliki tipe kulit yang sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet, sehingga
mudah merasa terbakar dan melepuh jika terkena sinar matahari.
Semakin gelap warna kulit seseorang, bararti kadar pigmennya semakin
tinggi. Ini meminimalisir resiko mengidap kanker kulit.

Terlalu banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, tanpa menggunakan


pelindung sinar matahari semasa hidupnya.

Bagaimana mencegah Kanker Kulit ?


Tidak ada kata terlambat untuk upaya pencegahan. Sebelum menderita kanker
kulit, lebih baik bagi kita untuk melakukan pencegahan sejak dini. Beberapa
upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir potensi menderita kanker ini
adalah sebagai berikut:

Meminimlaisir kontak langsung dengan sinar matahari, terutama pada


pukul 11 siang hingga pukul 4 sore. Pada waktu-waktu tersebut sinar UV
matahari sangat kuat radiasinya, indeks UV-nya bisa lebih dari 3.

Lindungi kulit anda dengan menggunakan topi atau payung, serta pakaian
yang cukup tebal. Jangan terlalu tipis. Karena pakaian yang tipis masih
memungkinkan penetrasi sinar UV sampai ke kulit.

Tetap berhati-hatilah meski cuaca mendung. Sinar matahari dapat tetap


menembus mendung, kabut ataupun asap hingga 80%. Sehingga kulit kita
masih mungkin terbakar meski dalam cuaca mendung.

Berhati-hatilah dengan pantulan sinar matahari seperti pada air dan pasir.
Keduanya dapat memantulkan sinar matahari yang dapat merusak kulit.

Gunakan lotion pelindung matahari atau sunscreen. Pilih lotion yang


dilengkapi SPF 15, dan mengandung pelindung UV-A dan UV-B. Gunakan
sunscreen 15-30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan gunakan
kembali lotion tersebut tiap 2 jam sekali.

Hindari proses pemutihan kulit yang biasa ditawarkan di salon-salon.


Selain meningkatkan resiko kanker, proses tersebut menyebabkan kulit
mengalami penuaan dini.

Lindungi anak-anak anda. Bayi dibawah 1 tahun lebih baik tidak terkena
paparan matahari yang menyengat secara langsung. Karena kulitnya
masih sangat tipis.

Lindungi mata anda. Radiasi sinar matahari dapat merusak sel-sel mata.
Selain menyebabkan kanker kulit, radiasi sinar matahari pada mata dapat
memicu penyakit katarak. Gunakan kacamata untuk aktivitas di luar
rumah.

Lakukan pemeriksaan terhadap tahi lalat yang anda miliki ke dokter


apabila terjadi perubahan atau ketidak normalan.

Upaya-upaya tersebut merupakan tindakan preventif untuk mencegah


tumbuhnya kanker kulit. Upaya tersebut perlu dilakukan karena proses
penyembuhan dan pemulihan kanker kulit tidaklah mudah dan menghabiskan
biaya yang tidak sedikit. Apalagi didukung dengan efek rumah kaca akibat global
warming yang menyebabkan sinar matahari dan panasnya terperangkap di bumi
yang semakin meningkatkan resiko kanker kulit, sehingga kita perlu lebih
berhati-hati.
pengunjung datang dgn kata kunci :
penyebab kanker kulit dan pencegahannya,patofisiologi kanker kulit,cara
pencegahan kanker kulit,cara mencegah kanker kulit,pencegahan
melanoma,patofisiologi melanoma,askep squamous cell carcinoma,patofisiologi
kulit,faktor penyebab kanker kulit,penyebab dan kenampakan matahari,gejala
penyakit melanoma,pencegahan efek rumah kaca,penyebab kulit tipis,Penamaan
penyakit kanker disesuaikan dengan tempat dimana kanker tersebut tumbuh
Begitu juga dengan kanker kulit yaitu kanker yang tumbuh di jaringan kulit
Kanker kulit mendominasi jumlah penderita kanker yang ada di dunia Setidaknya
ditemukan 1 juta kasu,macam-macam penyakit pada kulit dan cara
pencegahannya,patofisiologi squamous cell carcinoma,cara mengatasi penyakit
melanoma,jumlah penderita kanker kulit di dunia,penyebab dan pencegahan
penyakit kulit,pencegahan preventif penyakit kanker,penetrasi sinar ultraviolet
untuk kulit,pengertian penyakit bisul sebab dan cara pencegahanya,pencegahan
penyakit squamaus carciotina,penanggulangan penyakit melanoma,patofisiologi
tahi lalat,kanker kulit karena global warming,patofisiologi kanker
melanoma,patofisiologi Ca kulit,mikroorganisme tumbuh dijaringan kulit,makalah
penyakit tumor dan pencegahannya

Squamous Cell Carcinoma Squamous Cell Carcinoma


DEFINISI
Squamous cell carcinoma (SCC) adalah bentuk kanker kulit nonmelanoma kedua
yang paling umum setelah basal cell carcinoma. Apabila tidak dilakukan
perawatan maka kanker kulit ini dapat bertumbuh besar atau menyebar ke
bagian lain tubuh dan menyebabkan komplikasi serius.

GEJALA
Meskipun SCC biasanya terjadi pada area tubuh yang sering terkena sinar
matahari, SCC juga dapat timbul di bagian tubuh manapun termasuk di dalam
anus dan mulut.
Tanda dan gejala SCC antara lain :
Noda merah pada wajah, bibir bawah, telinga, leher, tangan dan lengan
Luka merah dengan lapisan kerak pada wajah, telinga, leher, tangan dan
lengan
Tumbuhnya bisul baru pada tempat yang sebelumnya terdapat luka atau
bisul
Bisul dengan bercak putih di dalam mulut
Bercak merah yang tumbul di anus atau alat kelamin
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Penyebab SCC secara umum adalah faktor genetik dan sinar matahari secara
berlebihan. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi antara lain :

Terapi radiasi
Racun kimia arsenik
Human Papiloma Virus (HAPP)
Obat penekan sistem imun

Faktor risiko
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko SCC antara lain:
Terkena sinar matahari secara berlebihan
Berkulit putih
Laki-laki lebih berisiko terkena SCC
Catatan pribadi dengan kanker kulit
Sistem imun tubuh yang lemah
Kelainan genetik
Merokok

Pembengkakan atau cedera kulit

Pencegahan
Anda dapat mengambil tindakan untuk mengurangi risiko SCC dengan:
Menghindari sinar matahari di siang hari
Gunakan krim pelindung kulit
Mengenakan pakaian pelindung
Waspadai obat tertentu, seperti antibiotik, kolesterol, tekanan darah tinggi
dan diabetes. Ibuprofen (Advil, Motrin, dll) dan obat jerawat isotretinoin
(accutane).
Cek kesehatan kulit secara teratur
Konsumsi cukup vitamin D

asuhan keperawatan pada tumor kulit

A. PENGERTIAN
1.

Tumor kulit adalah suatu benjolan yang dapat berbentuk dari berbagai jenis sel sel dalam
kulit ( sel-sel epidermis , melanosit ). Tumor-tumor ini dapat merupakan tumor jinak atau
tumor ganas, dapat terletak dalam epidermis atau menembus kedalam dermis dan jaringan
subkutan (Arif Muttaqin, 2010)

2.

Tumor Kulit adalah tumor yang terbentuk dari berbagai jenis sel seperti sel-sel epidermis,
dan melanosit. Tumor-tumor ini dapat merupakan tumor jinak atau ganas, dapat terletak
dalam epidermis atau menembus ke dalam dermis dan jaringan subkutan.(Price Sylvia,
2006)

B. ANATOMI & FISIOLOGI


1. Anatomi
Kulit adalah lapisan atau jaringan yang menutupi seluruh tubuh dan melindungi tubuh
dari bahaya yang datang dari luar. Kulit (integumen) mencakup kulit pembungkus
permukaan tubuh berikut turunannya termasuk kuku, rambut dan kelenjar. Kulit adalah
lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan
tubuh. Kulit berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga lubang masuk. Pada
permukaan kulit bermuara kelenjar keringatdan kelenjar mukosa.
Kulit disebut juga integumen atau kutis yang tumbuh dari dua macam jaringan yaitu
jaringan epitel yang menumbuhkan lapisan epidermis dan jaringan pengikat (penunjang)
yang menumbuhkan lapisan dermis (kulit dalam). Lapisan kulit terdiri atas :
a. Epidermis (kulit ari)
Lapisan paling luar terdiri atas lapisan epitel gepeng. Unsur utamanya adalah sel-sel tanduk
(keratinosit) dan sel melanosit. Epidermis dibina oleh sel-sel epidermis terutama serat-serat
kolagen ddan sedikit serat elastis. Kulit ari terdiri atas beberapa lapis sel dan tiap sel-sel
berbeda dalam beberapa tingkat pembelahan sel secara mitosis, lapisan tersebut terdiri atas
:
1) Stratum korneum (stratum corneum)

Lapisan ini terdiri atas banyak sel tanduk (keratinasi), gepeng, kering, dan tidak berinti. Zat
tanduk merupakan keratinin lunak yang susunan kimianya berada dalam sel-sel keratin
keras.
2) Stratum lusidum (stratum lucidum)
Lapisan ini terdiri dari beberapa sel yang sangat gepeng dan bening.
3) Stratum granulosum (stratum granulosum
Lapisan ini terdiri atas 2-3 lapis sel poligonal yang agak gepeng dengan inti di tengah dan
sitoplasma berisi butiran (granula) keratohialin atau gabungan keratin dengan hialin.
4) Stratum spinosum (stratum spinosum)
Lapisan ini terdiri atas banyak lapisan sel berbentuk kubus dan poligonal, inti terdapat di
tengah dan sitoplasma berisi berkas-berkas serat yang terpaut pada desmosom (jembatan
sel).
5) Stratum malpigi (stratum malpighi)
Unsur-unsur lapis taju yang mempunyai susunan kimia yang khas.
b. Kulit jangat (Dermis)
Batas dermis sangat sukar ditentukan karena menyatu dengan lapisan subkutis
(hipodermis), ketebalannya antara 0,5-3 mm, beberapa kali lebih tebal dari epidermis, dan
dibentuk dari komponen jaringan pengikat. Kulit jangan terdiri atas serat-serat kolagen,
serabut- serabut elastis, dan serabut-serabut retikulin. Lapisan epidermis terdiri atas :
1) Lapisan papil
Mengandung lekak-lekuk papila sehingga stratum malpighii juga ikut berlekuk. Lapisan ini
mengandung lapisan pengikat longgar yang membentuk lapisan bunga karang disebut
lapisan stratum spongeosum.
2) Lapisan retikulosa
Lapisan ini mengandung jaringan pengikat rapat dan serat kolagen.
c. Hipodermis
Lapisan

bawah kulit (fasia superfisialis)

yang terdiri atas jaringan pengikat longgar,

komponennya serat longgar, elastis, dan sel lemak. Selain lapisan tersebut, kulit juga terdiri

atas kelenjar-kelenjar kulit, rambut dan kuku, semua itu disebut adneksa kulit. Kelenjar kulit
terletak dilapisan dermis yang terjadi atas kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan
kelenjar palit (glandula sebasea). Rambut terdiri atas bagian yang berada di bawah kulit
(akar rambut) dan yang di atas kulit (batang rambut).
2. Fisiologi
Kulit mengandung berbagai ujung sensorik, termasuk ujung saraf yang tidak bermielin
(selaput).
Fungsi kulit pada manusia antara lain :
a. Fungsi proteksi : menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik.
b. Fungsi absorbsi : kulit yang sehat tidak mudah menyerap air dan larut, tetapi cairan yang
mudah menguap akan lebih mudah diserap, begitu juga yang larut dalam lemak.
c. Fungsi ekskresi : kelenjar kulit mengeluarkan zat yang tidak berguna (zat sisa metabolisme)
berupa Na, Cl, ureum, asam urat, dan amonia.
d. Fungsi persepsi : kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis untuk
merangsang panas yang diterima oleh dermis dan subkutis, rangsangan dingin oleh terjadi
di dermis.
e. Fungsi pengaturan suhu tubuh : kulit berperan mengeluarkan keringat dan kontraksi otot
dengan pembuluh darah kulit.
f.

Fungsi pembentukan pigmen : terletak pada lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf.
Melanosit membentuk warna kulit.

g. Fungsi keratinasi : keratonosit melalui proses sintesis dan generasi menjadi sel tanduk yang
berumur 14-21 hari. Selain itu juga memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara
mekanisme fisiologis.
h.

Fungsi pembentukan Vit.D : pembentukan Vit.D berlangsung dengan mengubah


dihidroksida kolesterol dengan pertolongan sinar matahari.

C. KLASIFIKASI TUMOR KULIT


1. Tumor Jinak (Benigna)
a. Kista. Kista pada kulit merupakan rongga berdinding epitel yang berisikan bahan cair atau
padat.
1) Kista epidermis (epidermoid) sering terjadi dan dapat dideskripsikan sebagai tumor yang
menonjol, kenyal serta tumbuh lambat dan paling sering ditemukan di daerah wajah, leher,
dada bagian atas serta punggung .
2) Kista pilaris (kista trichlemmal), yang mula-mula dinamakan kista sebasea, paling sering
ditemukan pada kulit kepala. Kista ini ditampanya berasal dari folikel rambut bagian tengah
dan dari sel-sel selubang luar rambut.

b.

Keratosis seborea. Tumor ini merupakan lesi benigna yang menyerupai veruka dengan
berbagai ukuran dan warna, yang bervariasi dari warna coklat cerah hingga hitam. Kista
seboreika biasanya terdapat pada muka, bahu, dada serta punggung, dan merupakan tumor
kulit yang paling sering terlihat pada orang-orang usia baya dan lansia. Kista tersebut
mungkin secara kosmetik tidak dapat di toleransi oleh pasien, dan keratosis yang berwarna
hitam dapat di diagnosa secara keliru sebagai melanoma maligna. Terapinya adalah
pengangkatan jaringan tumor dengan cara eksisi, elektrokauter dan kuretase, atau dengan
menggunakan karbon dioksida atau nitrogen cair.

c. Keratosis aktinika merupakan lesi kulit pramalignan yang tumbuh pada daerah tubuh yang
terkena sinar matahari terus-menerus. Keratosis ini tampak sebagai bercak-bercak yang
kasar, bersisik dengan eritema dibaliknya. Lesi ini secara berangsur-angsur dapat berubah
bentuk menjadi karsinoma sel skuamosa kulit.

d. Veruka (kutil, wart). Veruka merupakan tumor kulit yang sering ditemukan dan disebabkan
oleh infeksi virus human papilloma yang tergolong kedalam kelompok virus DNA. Semua
kelompok usia dapat terkena, kendati keadaan ini paling sering ditemukan diantara usia 12
dan 16 thn. Ada banyak tipe veruka. Biasanya veruka merupakan kelainan yang
asimtomatik, kecuali kalau terjadi pada daerah yang menahan beban tubuh seperti telapak
kaki. Veruka dapat diterapi dengan sinar laser yang diarahakan secara local, nitrogen air,
plester asam salisilat, elektrokauter atau dengan larutan canthridin.

e.

Veruka venereal. Veruka yang terjadi didaerah genital dan perianal ini dikenal sebagai
condyloma acumminata dan ternyata ditularkan lewati hubungan seks. Jenis veruka ini
dapat diterapi dengan larutan podofilin dalam tingtura benzoin yang diolesakan pada veruka
dan kemudian dibasuh. Bentuk terapi lainnya mencakup nitrogen cair, bedah beku, bedah
electron dan kuretase.

f.

Angioma (tanda lahir). Tanda lahir merupakan tumor vasikuler benigna yang melibatkan
kulit dan jaringan subkutan. Tumor ini dapat ditemukan sebagai bercak yang datar dan
berwarna merah, ungu (angioma portwine) atau lesi noduler yang menonjol dan berwarna
merah terang (angioma strobery). Angioma yang disebutkan terakhir ini memiliki
kecenderungan untuk mengalami involusi yang spontan . sebaliknya ,angioma portwine
biasanya akan bertahan tanpa batas waktu. Sebagian pasien menggunakan kosmetik
penutup ( covermark atau dermablend ) untuk menyamarkan cacat tersebut . Sinar laser
argon kini digunakan untuk menghilangkan berbagai angioma dengan keberhasilan tertentu.

g.

Nevus pigmentosus (mola). Mola merupakan tumor kulit yang sering ditemukan dengan
berbagai ukuran dan warna yang berkisar dari coklat kekuningan hingga hitam. Tumor ini
dapat berupa lesi berbentuk macula yang datar atau nodul atau papula yang menonjol dan
kadang-kadang berisi rambut, sebagian besar nevus pigmentosus merupakan lesi yang
tidak berbahaya kendati demikian, pada kasus-kasus yang jarang dijumpai dapat terjadi
perubahan maligna dan pada lokasi nevus tumbuh melanoma. Sebagian pakar merasa
bahwa semua mola congenital harus di angkat karena insidensi perubahan malignanya
yang tinggi. Nevus yang memperlihatkan perubahan warna atau ukuran , atau yang menjadi
nevus yang symptomatic (gatal) atau yang tepinya ireguler harus diangkat untuk
menentukan apakah sudah terjadi perubahan malignan.

h.

Keloid. Keloid merupakan pertumbuhan benigna jaringan fibrosa yang berlebihan pada
lokasi sikatrik atau trauma. Keloid lebih sering dijumpai diantara orang-orang berkulit gelap.
Keadaan ini bersifat asimtomatik kendati dapat menyebabkan masalah kosmetika dan cacat
fisik. Terapinya yang selalu tidak berhasil dengan memuaskan terdiri atas eksisi keloid,
penyuntikan kortikosteroid intralesi dan radiasi.

i.

Dermatofibroma. Dermatofibroma merupakan tumor benigna jaringan ikat yang sering


dijumpai dan terutama terjadi pada ekstremitas. Tumor ini berupa papula atau nodul
berbentuk kubah yang dapat berubah warna seperti warna kulit atau berwarna coklat
kemerahan. Biopsy eksisional dermatofibroma merupakan metode terapi yang dianjurkan.

j.

Neurofibromatosis ( penyakit von Recklinghausen ). Neuro fibromatosis merupakan


kelainan herediter yang bermanifestasi dalam bentuk bercak-bercak berpigmen ( macula
caf-au-lait ), bercak coklat di daerah aksila dan neurofibromatosis kutaneus yang

ukurannya bervariasi. Perubahan pertumbuhan dapat pula terjadi pada system saraf, otot
tulang. Degenerasi malignan neurofibroma dapat dijumpai pada sebagian pasien.
2. Tumor Ganas
a. Karsinoma sel basal (Basalioma)
Karsinoma sel basal adalah kanker kulit yang paling sering ditemukan berasal dari sel-sel
epidermis sepanjang lapisan basal.
1) Etiologi
Penyebab pasti belum diketahui, tetapi ada faktor yang menjadi predisposisi terjadi
basalioma.
a)

Spectrum sinar matahari yang bersifat karsinogenik adalah sinar yang memiliki panjang
gelombang yang berkisar antara 280 sampai 320 nm. Spectrum ini terutama bertanggung
jawab dalam membakar dan membuat kulit menjadi coklat.

b) Orang yang tidak memproduksi (pigmen) melanin dengan jumlah yang cukup didalam kulit
untuk melindungi jaringan dibawahnya sangat terlentang terhadap kerusakan pada sinar
matahari. Orang yang paling beresiko itu adalah yang berkulit cerah, bermata biru, berambut
merah yang nenek moyangnya berdarah celtic, atau dengan warna kulit yang merah muda
atau cerah disamping orang yang sudah lama terkena matahari tanpa terjadi perubahan
warna kulit menjadi coklat kekuningan .
c) Para pekerja yang mengalami kontak dengan zat zat kimia tertentu (senyawa arsen, nitrat,
batu bara, teraspal serta parafin).
d) Xeroderma pigmen tosum: penyakit ini merupakan penyakit resesif autosomal yang menjadi
predisposisi penuaan pada kulit, dimulai dengan perubahan pigmen
e) Orang yang menderita sikatriks akibat luka bakar yang berat dapat mengalami kanker kulit
setelah 20 sehingga 40 tahun kemudian.

2) Patofisiologi
Karsinoma sel basal biasanya dimulai sebagai nodul kecil seperti lilin dengan tepi yang
tergulung, translusen dan mengkilap, pembuluh darah yang mengalami telangiektasia dapat
dijumpai. Dengan tumbuhnya karsinoma akan terjadi ulserasi pada bagian tengahnya dan
terdapat pembentukan krusta. Karsinoma sel basal ditandai oleh invasi dan erosi jaringan

yang saling menyatu. Karsinoma ini jarang bermetastase, tetapi rekurensi sering terjadi. Lesi
yang diabaikan dapat menyebabkan kehilangan hidung, telinga, atau bibir.
3) Manifestasi Klinis
a) Tumor berawal sebagai benjolan licin yang sangat kecil (nodul) dan tumbuh sangat lambat.
b) Pada bagian tengah nodul bisa terbentuk tukak atau keropeng.
c) Kadang kanker tumbuh mendatar dan tampak seperti jaringan
d) Batas pinggir kanker kadang tampak memutih.
e)

Kanker bisa mengalami perdarahan dan membentuk keropeng lalu sembuh, sehingga
penderita menduganya sebagai luka dan bukan kanker.

f)

Sebetulnya pergantian antara perdarahan dan penyembuhan ini merupakan ciri yang khas
untuk karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa

4) Penatalaksanaan Medis
Kuret dengan alat diseksi lisrtik, scalpel, radiasi, bedah dengan bahan kimia, dan bedah
beku. Kanker sel basah dengan diameter kurang dari 2 cm biasanya ditangani dengan
scalpel atau alat diseksi listrik dan kuret setelah dilakukan biopsi untuk memastika
diagnostic. Terapi sinar rontgen boleh diberikan pada penderita telah berusia 60 sampai 70
thn dengan tumor yang sangat besar disekitar kelopak mata , daun telinga , atau bibir
.pembedahan dengan bahan kimia baik untuk mengobati kanker besar yang berinfiltrasi
serta sering kambuh , terutama disekitar telinga lipat nasolabial, dan mata .

b. Karsinoma sel skuamosa (Skuamosa)


Karsinoma sel skuamosa ( SCC ) kulit adalah bentuk paling umum kedua dari kanker kulit
menyumbang 20% dari keganasan kulit. Karsinoma sel skuamosa merupakan poliferasi
malignan yang timbul dari dalam epidermis. Karsinoma sel skuamosa sering muncul pada
kulit yang rusak karena terkena sel matahari dan individu lanjut usia.
1) Etiologi
Penyebab pasti masih belum diketahui dengan jelas, tetapi terdapat beberapa faktor resiko
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

yang terkait dengan perkembangan karsinoma sel skuanoma, meliputi hal-hal berikut ini :
Usia lebih tua dari 50 tahun
Jenis kelamin laki-laki
Kulit putih terang; rambut pirang atau coklat terang; mata hijau, biru, atau abu-abu
Kulit yang mudah mengalami luka bakar akibat sinar matahari (jenis Fitzpatrick l dan ll)
Geografi (lebih dekat ke khatulistiwa).
Paparan sinar UV matahari dengan kumulatif tinggi.
Paparan karsinogen kimia (misalnya: arsen, tar )

h) Imunosupresi kronis
i) Kondisi bekas luka kronis
2) Patofisiologi
Squamous cell carcinoma

( SCC ) adalah tumor ganas pada keratinosit epidermis.

Beberapa kasus karsinoma sel skuamosa terjadi de novo (tidak adanya lesi precursor),
namun beberapa karsinoma skuamosa berasal dari matahari yang di sebabkan oleh lesi
prakanker dikenal sebagai keratosis actinic. Pasien dengan keratosis actinic multiple
memberikan manifestasi peningkatan risiko untuk mengembangkan karsinoma sel
skuamosa. Karsinoma sel skuamosa yang mampu infiltrasi pertumbuhan local, menyebar ke
kelenjar getah bening regional, dan metastasis jauh, paling sering ke paru-paru.
3) Manifestasi Klinis
a) Karsinoma sel skuamosa berawal sebagai daerah kemerahan yang bersisik dengan
b)
c)
4)
a)

permukaan berkeropeng yang tidak kunjung sembuh.


Kemudian tumor akan tumbuh menonjol, kadang permukaannya menyerupai kutil.
Kadang terlihat seperti sebuah luka terbuka dan tumbuh ke dalam jaringan di bawahnya.
Penatalaksanaan Medis
Eksisi bedah
Tujuannya adalah untuk mengangkat keseluruhan tumor. Dengan cara ini, jaringan parut
yang terbentuk tidak akan mudah terlihat. Ukuran insisi tergantung pada ukuran dan lokasi
tumor, kendati biasanya meliputi rasio panjang terhadap lebar yaitu 3:1. Memadainya eksisi
dengan pembedahan dipastikan melalui evaluasi mikroskopik terhadap potongan-potongan
specimen.
Apabila tumornya berukuran besar, pembedahan rekontruksi dengan menggunakan skin
flup atau graf kulit mungkin diperlukan. Luka insisi ditutup lapis demi lapis untuk
memperbesar efek kosmetika. Perban tekan dipasang pada luka untuk penyangga. Infeksi
jarang di jumpai sesudah tindakan eksisi yang sederhana jika tindakan aseptic bedah yang

benar tetap dipertahankan selama dan sesudah operasi.


b) Terapi radiasi
Terapi radiasi sering dilakukan untuk kanker kelopak mata, ujung hidung dan daerah di
dekat struktur yang vital. Terapi ini hanya dikerjakan pada pasien berusia lanjut karena
perubahan pada sinar x dapat terlihat sesudah 5-10 thn kemudian dan perubahan malignan
pada sikatrik dapat di timbulkan oleh sinar x setelah 15-30 thn kemudian.

c) Kemoterapi
Formulasi kemoterapi topical dari 5- fluorouracil (5-FU) digunakan untuk pengobatan atinik
keratosis dan dangkal karsinoma sel basal. Karsinoma sel skuamosa infasif tidak harus
ditangani dengan kemoterapi topical.
c. Melanoma Maligna
Melanoma adalah keganasan sel yang menghasilkan pigmen yang terletak terutama di kulit,
tetapi juga ditemukan di mata, telinga, saluran pencernaan, leptomeninges, serta membrane
mukosa oral dan kelamin. Melanoma hanya 4% dari semua kanker kulit, namun hal itu
menyebabkan jumlah terbesar kematian kanker kulit diseluruh dunia. Deteksi dini melanoma
kulit adalah cara terbaik untuk mengurangi kematian.
1) Etiologi
Umumnya tidak diketahui tetapi sinar ultra violet paling dicurigai sebagai melanoma maligna.
Umumnya resiko tertinggi dihadapi oleh orang yang berkulit putih atau cerah, bermata biru,
berambut merah atau pirang dengan bercak-bercak, kecoklatan pada kulitnya.
2) Patofisiologi
Melanoma bisa berawal sebagai pertumbuhan kulit baru yang kecil dan berpigmen pada
kulit yang normal. Paling sering tumbuh pada kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi
hampir separuh kasus tumbuh dari tahi lalat yang berpigmen. Melanoma mudah menyebar
ke bagian tubuh yang jauh (metastase), dimana akan terus tumbuh dan menghancurkan
jaringan. Semakin sedikit pertumbuhan melanoma ke dalam kulit, maka semakin besar
peluang untuk menyembuhkannya. Jika melanoma telah tumbuh jauh ke dalam kulit, akan
lebih mungkin menyebar melalui pembuluh getah bening dan pembuluh darah dan bisa
menyebabkan kematian dalam beberapa bulan atau tahun. Perjalanan penyakit melanoma
bervariasi dan tampaknya dipengaruhi oleh kekuatan pertahanan oleh sistem kekebalan
tubuh. Beberapa penderita yang keadaan kesehatannya baik, bisa bertahan hidup selama
3)
a)
b)
c)

bertahun-tahun meskipun melanomanya telah menyebar.


Manifestasi klinis
Lesi berwarna seperti lebih terang atau lebih gelap
Gatal
Perubahan bentuk menjadi tidak teratur atau nevus bertambah luas serta bertambah tebal,

pertumbuhan horizontal dan vertikal, permukaan tidak rata


d) Membentuk tukak
e) Pendarahan menandakan proses sudah sangat lanjut.
Bentuk dini sangat sulit dibedakan dengan tumor lainnya. Karena melanoma maligna
merupakan penyakit yang fatal bila telah metastasis jauh, maka kemampuan untuk
mengenali keganasan dini perlu diperdalam. Lokalisasi dilaporkan terbanyak di ekstremitas
bawah, kemudian didaerah badan, kepala/leher, ektremitas atas, kuku. Manifestasi secara
a)
b)
c)
d)

spesifik adanya lesi berpigmen baru atau adanya tahi lalat yang berubah, seperti:
perubahan dalam warna
perubahan dalam ukuran (terutama pertumbuhan yang cepat)
timbulnya gejala (gatal, rasa terbakar, atau rasa sakit)
terjadi peninggian pada lesi yang sebelumnya datar

e) perubahan pada permukaan atau perubahan pada konsistensi lesi berpigmen


f) berkembangnya lesi satelit
Akademi dermatologi Amerika menekankan pentingnya ABCD saat mengevaluasi setiap lesi
a)
b)
c)
d)

berpigmen, yaitu
Asimetri
Border irregularity
Color variegation
Diameter yang lebih dari 6 mm

4) Penatalaksanaan Medis
Pendekatan terapeutik untuk melanoma maligna bergantung pada taraf invasi dalamnya
lesi. Tindakan eksisi merupakan terapi yang terpilih bagi lesi yang kecil dan superficial.
a) Bedah Elektro
Bedah elektro merupakan teknik penghancuran atau penghilangan jaringan dengan
menggunakan energi listrik.
b) Bedah Beku
Bedah beku menghancurkan tumor dengan cara deep freezing. Lokasi yang menjalani
bedah beku ini akan melunak secara alami serta mengalami gelatinisasi dan sembuh
spontan.
c) Pembedahan Mikrografik Moh
Pembedahan mikrografik merupakan metode pembedahan untuk mengangkat lesi kulit yang
malignan; metode ini paling akurat dan paling menyelamatkan jaringan normal.
Untuk lesi yang lebih dalam membutuhkan eksisi lokal yang luas dan sesudah itu diperlukan
graft kulit. Diseksi kelenjar limfe regional umumnya dilakukan untuk menyingkirkan
metastasis.

D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Hasil biopsy
Memastikan diagnosis melanoma. Spesimen biopsy yang diperoleh dengan cara eksisi akan
mengungkapkan informasi histologik mengenai tipe, taraf invasi dan ketebalan lesi.
Spesimen biopsi yang mencakup jaringan normal sebesar 1 cm dari bagian tepinya dan
bagian jaringan lemak subkutan yang ada dibawahnya sudah cukup untuk menentukan
stadium melanoma, yang bisa melanoma in situ atau melanoma noninvasive yang dini.
2. Pemeriksaan sinar-x toraks, hitung sel darah yang lengkap, tes faal hepar dan pemeriksaan
CT scan atau radionukleida biasanya diminta dokter kalau terdapat kecurigaan ke arah
kelainan metastatic.
3. Prognosis
Prognosis kelangsungan hidup jangka panjang (5 tahun) dianggap jelek kalau tebal lesi
melebihi 4 mm. metastasis pada melanoma cenderung terjadi pada tulang, hepar, paruparu, lien, sistem saraf pusat dan kelenjar limfe.
E. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Karsinoma sel basal (Basalioma)
Anamnesa:
1) Keluhan berupa lesi pada kulit.
2) Adanya riwayat kontak lama dengan sinar ultraviolet matahari, kontak dengan agen arsenic.

Pemeriksaan fisik:
1) Karsinoma sel basal didapatkan pada lapisan sel basal dari epidermis atau folikel rambut.
2) Mula-mula berbentuk papul (papula) meninggi, pearly atau permukaan mengilat seperti
mutiara, sering terdapat telengiectasi disentral yang biasanya mengalami ulseratif. Kadang
berskuama halus dan berkrusta tipis dan tumbuh lambat.
b. Karsinoma sel skuamosa (Skuamosa)
Anamnesa:
1) Pasien mengeluh adanya lesi berupa pembesaran pada kulit.
2) Keluhan pembesaran tersebut biasanya bersifat lambat, tetapi beberapa lesi membesar
dengan cepat.
3) Keluhan lain yang didapatkan pada pasien karsinoma sel skuamosa dapat berupa adanya
perdarahan pada sisi lesi, nyeri local, dan adanya kelembutan pada sisi lesi terutama
4)

dengan tumor yang lebih besar.


Keluhan adanya kesemutan atau kelemahan otot dapat mencerminkan keterlibatan
perineural, dan merupakan pengkajian anamnesis riwayat yang paling penting karena

memberikan dampak negative terhadap prognosis penyakit.


Pemeriksaan fisik:
1) Lesinya dapat bersifat primer karena timbul pada kulit maupun membrane mukosa, atau
bisa terjadi sekunder dari suatu keadaan keratosis aktinika, leukoplakia ( lesi premalignant
pada membrane mukosa ) atau lesi dengan pembentukan ulkus.
2) Daerah-daerah yang terbuka, khususnya eksitremitas atas, muka, bibir bawah, telinga,
hidung, dan dahi merupakan lokasi kulit yang sering terkena kanker ini. Bagian lain yang
terserang karsinoma biasanya adalah suatu kondisi metastatis seperti pada penis.

c. Melanoma Maligna
Pengkajian terhadap pasien melanoma maligna dilakukan berdasarkan riwayat pasien dan
gejalanya. Pasien ditanya khususnya tentang gejala pruritus, nyeri tekan dan rasa sakit yang
bukan merupakan ciri khas nevus yang benigna.
Kepada pasien juga ditanyakan mengenai perubahan yang terjadi pada nevus yang sudah
ada sebelumnya atau pertumbuhan lesi baru yang berpigmen. Orang-orang yang beresiko
harus diperiksa dengan cermat.
Kaca pembesar dan pencahayaan yang baik diperlukan dalam melakukan inspeksi kulit
untuk menemukan iregularitas dan perubahan pada nevus. Tanda-tanda yang menunjukkan
perubahan malignan mencakup berikut ini:
1) Warna yang bervariasi
a) Warna yang dapat menunjukkan keganasan pada lesi yang coklat atau hitam adalah
bayangan warna merah, putih dan biru; warna biru dianggap lebih mengkhawatirkan.
b) Daerah-daerah dalam lesi yang berpigmen perlu dicurigai.
c) Sebagian melanoma maligna tidak memiliki warna yang bervariasi tetapi sebaliknya
mempunyai warna yang seragam (hitam kebiruan, kelabu kebiruan, merah kebiruan).
2) Tepi yang ireguler
Identasi atau lekukan yang menyudut pada bagian nevus arus dicatat.
3) Permukaan yang ireguler
a) Tonjolan permukaan yang tidak merata (topografi ireguler) dapat teraba atau terlihat.
Perubahan pada permukaan bisa licin hingga seperti sisik.
b) Sebagian melanoma noduler memiliki permukaan yang licin.
Lokasi melanoma yang sering adalah kulit pada bagian punggung, tungkai (khususnya
wanita), antara jari-jari kaki pada kaki, muka kulit kepala, jari-jari tangan, serta pada bagian
dorsal tangan. Pada orang yang berkulit gelap, melanoma paling sering terdapat ditempat
yang tidak mengandung begitu pigmen. Seperti: telapak tangan, telapak kaki, daerah
sublingual dan membrane mukosa.
Diameter nevus harus diukur karena umumnya melanoma berukuran lebih dari 6 mm lesi
satelit (lesi yang terletak di dekat nevus) harus dicatat.
2. Diagnosa Keperawatan
a. Karsinoma Sel Basal (Basalioma)
1) Nyeri b.d kerusakan jaringan lunak efek metastasi kanker basal, sekunder intervensi pasca
2)
b.
1)
2)
3)
c.
1)
2)

bedah
Kecemasan b.d kondisi penyakit, kerusakan luas pada jaringan kulit
Karsinoma Sel Skuamosa (Skuamosa)
Nyeri b.d kerusakan jaringan pasca tindakan eksisi bedah bedah
Kecemasan b.d prognosis penyakit
Pemenuhan informasi b.d intervensi diagnosa, intervensi, kemoterapi, dan eksisi bedah
Melanoma Maligna
Nyeri b.d kerusakan tindakan eksisi dan graft kulit
Kecemasan dan depresi b.d konsekuensi melanoma yang dapat membawa kematian atau

kecacatan
3) kurang pengetahuan tentang tanda-tanda dini melanoma

3. Intervensi dan Rasionalisasi


a. Karsinoma Sel Basal (Basalioma)
Nyeri b.d kerusakan jaringan lunak efek metastasi kanker basal, sekunder intervensi paska
bedah
Tujuan: nyeri berkurang/hilang atau teratasi
Criteria hasil:
Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat diatasi dengan skala nyeri 0-4
Dapat mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan nyeri
Pasien tidak gelisah
INTERVENSI

RASIONAL

kaji nyeri dengan

Menjadi parameter dasar untuk melihat sejauh mana renca

pendekatan PQRST

intervensi yang diperlukan dan sebagai evaluasi keberhasilan


dari intervensi menajemen nyeri keperawatan

jelaskan dan bantu pasien


dengan
nyeri

tindakan

pereda

nonfarmakologi

dan

noninvasif

Pendekatan

dengan

menggunakan

relaksasi

dan

nonfarmakologi lainnya telah menunjukan keefektifan dalam


mengurangi nyeri

Lakukan menajemen nyeri

Posisi fiologis akan meningkatkan asupan 02 kejaringan yang

keperawatan:

mengalami peradangan subkutan. Pengaturan posisi idealnya

o Atur posisi fisiologi dan


imobilisasi ekstrimitas yang
mengalami selulitis
o Istirahatkan pasien
o Menajemen lingkungan:
lingkungan tenang dan

adalah pada arah yang berlawanan dengan letak dari selulitis.


Bagian tubuh yang mengalami inflamasi local dilakukan
imobilitasiuntuk

menurunkan

respon

peradangan

dan

meningkatkan kesembuhan.
Istirahat diperlukan selama fase akut. Disini akan meningkatkan

batasi pengunjung
o Ajarkan teknik relaksasi

suplai darah pada jaringan yang mengalami peradangan.

pernafasan dalam
o Ajarkan teknik relaksasi

Lingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal

pernafasan dalam
o Ajarkan teknik distraksi pada

kondisi O2 ruangan yang akan berkurang apabila banyak

saat nyeri

dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan


pengunjung yang berada diruangan.
Meningkatkan asupan O2 sehingga akan menurukan nyeri
sekunder dari peradangan.

Distraksi ( pengalihan perhatian ) dapat menurunkan stimulus


internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorphin
dan enkefalin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk tidak
dikirimka ke korteks serebri sehingga menurunkan persepsi
nyeri.
Kolaborasi dengan dokter,
pemberian analgetik

Analgetik memblok lintasan nyeri sehingga nyeri kan berkurang

Kecemasan b.d kondisi penyakit, kerusakan luas pada jaringan kulit


Tujuan: kecemasan pasien berkurang
kriteria hasil :
Pasien menyatakan kecemasan berkurang, mengenal perasaannya, dapat mengidentifikasi
penyebab atau faktor yang mempengaruhinya, kooperatif terhadap tindakan, wajah rileks
INTERVENSI
Kanji

tanda

RASIONAL

verbal

dan Reaksi verbal/nonverbal dapat menunjukan rasa agitasi,

nonverbal kecemasan, damping marah, dan gelisah


pasien dan lakukan tindakan
bila

menunjukan

prilaku

merusak
Hindari konfrontasi

Konfrontasi dapat meningkatkan rasa marah, menurunkan


kerja sama dan mungkin memperlambat penyembuhan.

Mulai melakukan tindakan untuk Mengurangi rangsangan eksternal yang tidak perlu
mengurangi kecemasan.
Beri lingkungan yang tenang
dan suasana penuh istirat
Bina hubungan saling percaya

Mereka harus didorong untuk mengekspresikan perasaan


terhadap seseorang yang mereka percayai. Mendengarkan
keprihatinan mereka dan selalu siap untuk memberikan yang
terampil serta penuh kehangatan yang penting untuk
mengurangi ansietas.

Orientasikan pasien terhadap Orientasi dapat menurunkan kecemasan.


prosedur rutin dan aktifitas yang

diharapkan.
Beri kesempatan kepada pasien Dapat menghilangkan ketegangan terhadap kekhawatiran
untuk

mengungkapkan yang tidak diekspresikan.

ansietasnya.
Berikan privasi untuk pasien Member
dan orang terdekat

waktu

untuk

mengekspresikan

perasaan,

menghilangkan cemas dan prilaku adaptasi.


Adanya keluarga dan teman-teman yang dipilih pasien
melayani aktifitas dan pengalihan ( misalnya: membaca )
akan menurunkan perasaan terisolasi.
Pengaturan agar anggota keluarga dan setiap teman
dekatnya untuk lebih banyak mencurahkan waktu bersama
pasien dapat menjadi upaya yang bersifat suportif.

Kolaborasi :

Berikan anti cemas sesuai


indikasi contohnya diazepam.

Meningkatkan relaksasi dan menurunkan kecemasan.

b. Karsinoma Sel Skuamosa (Skuamosa)


Nyeri b.d kerusakan jaringan paska tindakan eksisi bedah
Tujuan: dalam waktu 1x24 jam nyeri berkurang/hilang atau teratasi
Criteria hasil:
Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat diatasi dengan skala nyeri 0-4
Dapat mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan nyeri
Pasien tidak gelisah
INTERVENSI

RASIONAL

kaji nyeri dengan

Menjadi parameter dasar untuk melihat sejauh mana renca

pendekatan PQRST

intervensi yang diperlukan dan sebagai evaluasi keberhasilan


dari intervensi menajemen nyeri keperawatan

jelaskan dan bantu pasien Pendekatan dengan menggunakan relaksasi dan


dengan
nyeri

tindakan

pereda nonfarmakologi lainnya telah menunjukan keefektifan dalam

nonfarmakologi

dan mengurangi nyeri

noninvasif
Lakukan menajemen nyeri

Posisi fiologis akan meningkatkan asupan 02 kejaringan yang

keperawatan:

mengalami peradangan subkutan. Pengaturan posisi idealnya

o Atur posisi fisiologi dan


imobilisasi ekstrimitas yang
mengalami selulitis
o Istirahatkan pasien
o Menajemen lingkungan:
lingkungan tenang dan
batasi pengunjung
o Ajarkan teknik relaksasi
pernafasan dalam
o Ajarkan teknik relaksasi
pernafasan dalam
o Ajarkan teknik distraksi pada
saat nyeri

adalah pada arah yang berlawanan dengan letak dari selulitis.


Bagian tubuh yang mengalami inflamasi local dilakukan
imobilitasiuntuk

menurunkan

respon

peradangan

dan

meningkatkan kesembuhan.
Istirahat

diperlukan

selama

fase

akut.

Disini

akan

meningkatkan suplai darah pada jaringan yang mengalami


peradangan.
Lingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal
dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan
kondisi O2 ruangan yang akan berkurang apabila banyak
pengunjung yang berada diruangan.
Meningkatkan asupan O2 sehingga akan menurukan nyeri
sekunder dari peradangan.
Distraksi ( pengalihan perhatian ) dapat menurunkan stimulus
internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorphin

dan enkefalin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk tidak


dikirimka ke korteks serebri sehingga menurunkan persepsi
nyeri.
Kolaborasi dengan dokter, Analgetik
pemberian analgetik

memblok

lintasan

nyeri

sehingga

nyeri

kan

berkurang

Kecemasan b.d prognosis penyakit


Tujuan: kecemasan pasien berkurang
kriteria hasil :
Pasien menyatakan kecemasan berkurang, mengenal perasaannya, dapat mengidentifikasi
penyebab atau faktor yang mempengaruhinya, kooperatif terhadap tindakan, wajah rileks
intervensi

rasional

Kanji tanda verbal dan nonverbal Reaksi verbal/nonverbal dapat menunjukan rasa agitasi, marah,
kecemasan, damping pasien dan dan gelisah
lakukan

tindakan

bila

menunjukan prilaku merusak


Hindari konfrontasi

Konfrontasi dapat meningkatkan rasa marah, menurunkan kerja


sama dan mungkin memperlambat penyembuhan.

Mulai melakukan tindakan untuk Mengurangi rangsangan eksternal yang tidak perlu
mengurangi kecemasan.
Beri lingkungan yang tenang dan
suasana penuh istirat
Bina hubungan saling percaya

Mereka harus didorong untuk mengekspresikan perasaan


terhadap seseorang yang mereka percayai. Mendengarkan
keprihatinan mereka dan selalu siap untuk memberikan yang
terampil

serta

penuh

kehangatan

yang

penting

untuk

mengurangi ansietas.
Orientasikan

pasien

terhadap Orientasi dapat emnurunkan kecemasan.

prosedur rutin dan aktifitas yang


diharapkan.
Beri kesempatan kepada pasien Dapat menghilangkan ketegangan terhadap kekhawatiran yang
u/ mengungkapkan ansietasnya.

tidak diekspresikan.

Berikan privasi untuk pasien dan Member


orang terdekat

waktu

untuk

mengekspresikan

perasaan,

menghilangkan cemas dan prilaku adaptasi.


Adanya keluarga dan teman-teman yang dipilih pasien melayani
aktifitas

dan

pengalihan

misalnya:

membaca

akan

menurunkan perasaan terisolasi.


Pengaturan agar anggota keluarga dan setiap teman dekatnya
untuk lebih banyak mencurahkan waktu bersama pasien dapat
menjadi upaya yang bersifat suportif.
Kolaborasi :

Berikan

Meningkatkan relaksasi dan menurunkan kecemasan.

anti

cemas

sesuai

indikasi contohnya diazepam.

Pemenuhan informasi b.d intervensi diagnosa, intervensi, kemoterapi, dan eksisi bedah
Tujuan : informasi kesehatan terpenuhi
Criteria hasil :
Pasien mampu menjelaskan kembali pendidikan kesehatan yang diberikan
Pasien termotivasi untuk menjelaskan yang telah diberikan
intervensi

rasional

Kaji tingkat pengetahuan pasien Tingkat pengetahuan dipengerahui oleh kondisi sosial
tentang

prosedur

pembedahan
sementara,

diagnostik, pasien.

Perawat

menggunakan

pendekatan

sesuai

kolostomi dengan kondisi individu pasien dengan mengetahui tingkat


dan

rencana pengetahuan tersebut perawat dapat lebih terarah dalam

perawatan dirumah

memberikan pendidikan yang sesuai dengan pengetahuan


pasien secara efesien dan efektif

Cari sumber yang meningkatakan Keluarga terdekat dengan pasien perlu dilibatkan dalam
penerimaan informasi

pemenuhan

informasi

untuk

menurunkan

resiko

misininterprestasi terhadap informasi yang diberikan .


Jelakan tentang

terapi dengan Pasien perlu mengetahui bahwa kemoterapi diberikan

temoterapi

sebagai pelengkap terapi bedah dan terapi radiasi.

Jelaskan tentang terapi radiasi.

Pengetahuan tentang karsinoma skuamosa walaupun


tidak bersifat radiosensitive pada kebanyakan pasien jika
memberikan efek penyusutan tumor akan bertambah

semangat pada pasien untuk terapi .


Jelaskan dan lakukan pemenuhan
atau

persiapan

Pasien dan keluarga harus diberitahu waktu dimulainya

pembedahan, pembedahan. Apabila rumah sakit mempunyai jadwal

meliputi:

kamar operasi yang padat, lebih baik pasien dan keluarga

diberitahukan tentang banyaknya jadwal operasi yang


Diskusikan jadwal pembedahan.
Persiapan administrasi dan telah ditetapkan sebelum pasien
Pasien sudah menyelesaikan administrasi dan
informet consent
Lakukan pendidikan kesehatan mengetahui secara financial biaya pembedahan. Pasien
sudah mendapat penjelasan tentang pembedahan
pereoperatif
Programkan

intruksi

yang kolektomi

atau

kolostomi

oleh

timbedah

dan

kebutuhan menandatangani imfomed consent.


Manfaat dari intruksi preoperative telah dikenal sejak
individu
direncanakan
dan
diimplementasikan pada waktu lama. Setiap pasien diajarkan seseorang individu, dengan
didasarkan

pada

mempertimbangkan segala keunikan ansietas, kebutuhan,

yang tepat.

dan harapan-harapannya .
Jika sesi penyuluhan dilakaukan beberapa haru sebelum
pembedahan, pasien mungkin tidak ingat tentang telah
apa yang dikataka. Jika intruksi diberikan terlalu dekat
dengan waktu pembedahan, pasien mungkin tidak dapat
berkonsentrasi atau belajar karna ansietas atau efek dari
medikasi praanestesi
Beritahu pembedahan:

Puasa dilakukan minimal 6-8 jam sebelum pembedahan


apabila

Persipan puasa
Persipan kulit

intervensi

bedah

dilaksanakan

dengan

menggunakan anestesi umum.


Tujuan dari persiapan kulit preoperative adalah untuk
menguragi sumber bakteri tanpa mencederai kulit.

Beritahu

pasien

dan

keluarga Pasien akan mendapat manfaat bila mengetahui kapan

kapan pasien bisa dikunjungi

keluarga

dan

temannya

dapat

berkunjung

setelah

pembedahan.
Beri informasi tentang menajemen Menajemen nyeri dapat dilakukan untuk peningkatan
nyeri keperawatan

control nyeri pada pasien.

Berikan motivasi dan dukungan Intervensi untuk meningkatkan keinginan pasien dalam
moral
c. Melanoma Maligna

melaksanakan pengobatan jangka panjang.

Nyeri b.d tindakan dan graft kulit


Tujuan: nyeri berkurang/hilang atau teratasi
Criteria hasil:
Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat diatasi dengan skala nyeri 0-4
Dapat mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan nyeri
Pasien tidak gelisah
INTERVENSI

RASIONAL

kaji nyeri dengan

Menjadi parameter dasar untuk melihat sejauh mana renca

pendekatan PQRST

intervensi yang diperlukan dan sebagai evaluasi keberhasilan


dari intervensi menajemen nyeri keperawatan

jelaskan dan bantu pasien


dengan
nyeri

tindakan

pereda

nonfarmakologi

dan

noninvasif

Pendekatan

dengan

menggunakan

relaksasi

dan

nonfarmakologi lainnya telah menunjukan keefektifan dalam


mengurangi nyeri

Lakukan menajemen nyeri Posisi fiologis akan meningkatkan asupan 02 kejaringan yang
keperawatan:
o

Atur

posisi

mengalami peradangan subkutan. Pengaturan posisi idealnya


fisiologi

dan

adalah pada arah yang berlawanan dengan letak dari selulitis.

imobilisasi ekstrimitas yang Bagian tubuh yang mengalami inflamasi local dilakukan
imobilitasiuntuk
menurunkan
mengalami selulitis
o Istirahatkan pasien
meningkatkan kesembuhan.
o
Menajemen
lingkungan:
lingkungan

tenang

respon

peradangan

dan

dan Istirahat diperlukan selama fase akut. Disini akan meningkatkan

batasi pengunjung
suplai darah pada jaringan yang mengalami peradangan.
Ajarkan teknik relaksasi

pernafasan dalam
Ajarkan teknik

Lingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal


relaksasi dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan

pernafasan dalam
kondisi O2 ruangan yang akan berkurang apabila banyak
o Ajarkan teknik distraksi pada
pengunjung yang berada diruangan.
saat nyeri
Meningkatkan asupan O2 sehingga akan menurukan nyeri
sekunder dari peradangan.
Distraksi ( pengalihan perhatian ) dapat menurunkan stimulus
internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorphin
dan enkefalin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk tidak
dikirimka ke korteks serebri sehingga menurunkan persepsi

nyeri.
Kolaborasi dengan dokter,
pemberian analgetik

Analgetik memblok lintasan nyeri sehingga nyeri kan berkurang

Kecemasan dan depresi b.d melanoma yg dapat membawa kematian dan menimbulkan cacat
kriteria hasil :
Pasien menyatakan kecemasan berkurang, mengenal perasaannya, dapat mengidentifikasi
penyebab atau faktor yang mempengaruhinya, kooperatif terhadap tindakan, wajah rileks
intervensi
Kanji

tanda

rasional
verbal

dan Reaksi verbal/nonverbal dapat menunjukan rasa agitasi, marah,

nonverbal kecemasan, damping dan gelisah


pasien dan lakukan tindakan
bila

menunjukan

prilaku

merusak
Hindari konfrontasi

Konfrontasi dapat meningkatkan rasa marah, menurunkan kerja


sama dan mungkin memperlambat penyembuhan.

Mulai melakukan tindakan untuk Mengurangi rangsangan eksternal yang tidak perlu
mengurangi kecemasan.
Beri lingkungan yang tenang
dan suasana penuh istirat
Bina hubungan saling percaya

Mereka

harus

didorong

untuk

mengekspresikan

perasaan

terhadap seseorang yang mereka percayai. Mendengarkan


keprihatinan mereka dan selalu siap untuk memberikan yang
terampil serta penuh kehangatan yang penting untuk mengurangi
ansietas.
Orientasikan pasien terhadap Orientasi dapat menurunkan kecemasan.
prosedur rutin dan aktifitas yang
diharapkan.
Beri kesempatan kepada pasien Dapat menghilangkan ketegangan terhadap kekhawatiran yang
u/

mengungkapkan tidak diekspresikan.

ansietasnya.
Berikan privasi untuk pasien Member waktu untuk mengekspresikan perasaan, menghilangkan
dan orang terdekat

cemas dan prilaku adaptasi.


Adanya keluarga dan teman-teman yang dipilih pasien melayani
aktifitas dan pengalihan ( misalnya: membaca ) akan menurunkan
perasaan terisolasi.
Pengaturan agar anggota keluarga dan setiap teman dekatnya
untuk lebih banyak mencurahkan waktu bersama pasien dapat
menjadi upaya yang bersifat suportif.
Kolaborasi :

Berikan

Meningkatkan relaksasi dan menurunkan kecemasan.

anti cemas sesuai

indikasi contohnya diazepam

kurang pengetahuan tentang tanda-tanda dini melanoma


Tujuan : terpenuhinya pengrtahuan pasien tentang kondisi penyakit.
Criteria evaluasi :
Mengungkapkan pengertian tentang proses infeksi, tindakan yang dibutuhkan dengan
kemungkinan komplikasi.
Mengenal perubahan gaya hidup/tingkah laku untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Intervensi

Rasional

Beri penekanan akan pentingnya

Harapan yang terbesar untuk mengendalikan penyakit

pengenalan dini tanda-tanda

terletak pada pendidikan pasien mengenai

melanoma.

pengenalan tanda-tanda dini melanoma. Pasien yang


berisiko harus diajarakan untuk memeriksa kulit dan
mereka sebulan sekali dengan cara sistematis.

Identifikasi sumber-sumber

Keterlibatan keluarga terhadap cara-cara untuk

pendukung yang memungkinkan

mengidentifikasi melanoma akan meningkatkan risiko

untuk mempertahankan perawatan

metastasis yang lebih berat.

dirumah yang dibutuhkan.


ajarkan tentang tanda-tanda bahaya

Tanda bahaya melanoma berikut ini: perubahan pada

melanoma.

ukuran , warna, bentuk nevus, permukaan nevus atau


kulit disekitar nevus.