Anda di halaman 1dari 1

Bab II Konsep partisipasi politik

Partisipasi politk adalah berbagai bentuk kegiataan


warganegara yang bertujuan memilih dan atau menjatuhkan
pejabat Negara, mmpengaruhi pembuatan kebijakan Negara dan
mengawasi kerja pejabat Negara.
Partisipasi politik bersifat individual atau kolektif, terorganisasi atau
spontan, berkelanjutan atau sporadis, secara damai atau dengan
kekerasan , legal atau illegal, efektik atau tidak, dan mendapat
dukungan dari masyarakt luas at tdk.
Pemerintahan semua utk semua akan terwujud kalau partisipasi
politik masyarakat akan berlangsung secara luas yaitu, partisipasi
politik yg berasal dari semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali,
dan partisipasi politik yang mendalam yaitu dilakukan scr terencana
, dengan tujuan dan cara yang jells sejak awal, berkesinambngan,
dan dilakukan oleh kel masyrakat yang kesadarn politiknya tinggi
serta mempunyai pengaruh kuat dalam kehdupan kenegaraan.
Dalam Negara demokrasi , masyarakat berhak utk mempengaruhi
proses penyelanggaraan Negara , seperti APBN, APBD, Undangundang dan perda, dan berbagai kebijakan Negara lainnya, sampai
dengan pelaksnaan , pengawasan dan penilaian dan dlam pemilihan
umum. Partisipasi politik masyarakt ditingkatkan agr memprkuat
kendali rakyat ats Negara , agr Negara melayani masyarakat tnpa
terkecuali.