Anda di halaman 1dari 9

M.K.

Aplikasi GIS/RS
untuk Meteorologi Terapan

Hari, tanggal : Kamis, 10 September 2015

Identifikasi Sepuluh Satelit Remote Sensing

Rinanda Putri Cahyanti


G24120055

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

PENDAHULUAN
Penginderaan jauh (Remote Sensing) merupakan salah satu metode yang
digunakan untuk memperoleh suatu informasi di permukaan bumi dengan
menggunakan sensor tanpa melakukan kontak langsung secara fisik dengan
objek. Berdasarkan sumber energinya, sistem penginderaan jauh dapat
menggunakan sumber informasi dari pantulan cahaya matahari yang disebut
sensor pasif serta sumber energi dan penerimanya yang berasal dari sistem itu
sendiri yang disebut sensor aktif misalnya radar. Sensor pasif memberikan hasil
seperti foto biasa sehingga objek mudah dikenali secara visual karena yang
terekam adalah gelombang sinar tampak (350-780 nm) sehingga masih terkendala
kondisi atmosfer serta ketersediaan sinar matahari. Sebaliknya pada sensor aktif,
hasil citra lebih sulit dikenali karena menggunakan panjang gelombang panjang
(0,75 mm 1,1 cm) namun mampu mengatasi kendala atmosfer serta dapat
digunakan pada malam hari.
Sensor yang terdapat pada satelit memiliki jenis yang berbeda berdasarkan
penggunaannya yaitu sensor pengamatan lahan, pengamatan cuaca dan maritim.
Pada sensor pengamatan lahan, biasanya memiliki resolusi spasial yang cukup
tinggi sehingga dapat digunakan untuk klasifikasi lahan contohnya satelit Landsat.
Sedangkan sensor pengamatan cuaca, digunakan untuk pengamatan atmosfer
sehingga memiliki resolusi spasial lebih rendah (+-1km) namun memiliki cakupan
wilayah perekaman yang luas dan resolusi temporal yang tinggi contohnya satelit
NOAA AVHRR. Selain itu perlu sensor khusus yang digunakan untuk pengamatan
laut dan perairan seperti Nimbus-CZCS (Coastal Zone colour Scanner)
(Ekadinata 2008).
PEMBAHASAN
LANDSAT 8
Landsat 8 atau LDCM diluncurkan pada tanggal 11 februari 2013 dengan
tujuan untuk memantau dan mendeteksi perubahan objek di permukaan bumi serta
untuk peramalan pertanian, sumber daya alam dan kepentingan intelegen militer.
Sensor pencitra OLI (Operation Land Imager) pada landsat 8 tidak memiliki
kanal termal tapi pada kanal 1 mampu mendeteksi aerosol garis pantai dan pada
kanal 9 untuk mendeteksi cirrus (Sitanggang 2010)..
Landsat 8

Resolusi Spasial

15 m (pankromatik), 30 m (multispektral), 11 m (termal


infrared)

Resolusi Temporal

16 hari

Resolusi Spektral

Kanal 1 (biru) 433-453 nm; kanal 2 (biru) 450-515 nm; kanal


3 (Hijau) 525-600 nm; kanal 4 (Merah) 630-680 nm; Kanal 5
(NIR) 845-885nm; Kanal 6 (SWIR 2) 1560-1660nm; Kanal 7
(SWIR 3) 2100-2300nm; Kanal 8 (PAN) 500-680nm; Kanal 9
(SWIR) 1360-1390nm, kanal 10 (TERS 1) 10,3-11,3um;
kanal 11 (TIRS 2) 11,5-12,5um.

Resolusi Radiometrik

12 bit

SPOT
SPOT (Systeme Pour IObservation de la Terre) dikembangkan oleh
Prancis digunakan secara langsung untuk pemetaan, pengelolaan sumberdaya
alam, pengolahan citra maupun informasi geografis. Setiap muatan SPOT terdiri
dari dua instrumen dengan citra beresolusi tinggi yang identik. Dapat dioperasikan
secara simultan atau individu baik pankromatik atau multispektral (EO edu 2014).
SPOT 4

Tanggal
peluncuran

resolusi
spasial

resolusi
temporal

Resolusi
spektral

resolusi
radiometrik

24-Mar-98

SPOT 5

SPOT 6

04-Mei-02

SPOT 7

09-Sep-12

10 m (multispectral); 2,5 m
(pankromatik)

30-Jun-14

1,5 m (multispectral); 6 m
(pankromatik)

26 hari

Band 1 (green) 0,53-0,59um;


Band 2 (red) 0,52-0,68um; Band 3
(NIR) 0,78-0,89um; Band 4
(VNIR) 1,58-1,75um;
pankromatik 0,48-0,71um

Band 1 (green) 0,53-0,59um; Band


2 (red) 0,625-0,695um; Band 3
(Blue) 0,455-0,525um; Band 4
(VNIR) 0,76-0,89um; Pankromatik
0,45-0,745um

8 bit (256 grey values)

fitur
tambahan

HRVIR

High
Resolution
Geometrik
(HRG)

4 fitur CMG (Control Moment


Gyroscope)

NOAA-15 AVHRR
Satelit ini diluncurkan pada 13 mei 1998 dengan sensor AVHRR
(Advanced Very High Resolution Radiometer) dengan fungsi penting untuk
identifikasi SST, NDVI, aerosol di lautan, monitoring erupsi volcanic, pola
keawanan dan penggunaan aplikasi dengan resolusi temporal yang tinggi (NOAA
2013).
NOAA-15 AVHRR

Resolusi
Spasial

1,09 km

Resolusi
Temporal

14x setiap hari

Resolusi
Spektral

Band 1 (0,58-0,68um); band 2 (0,725-1um); band 3A (1,58-31,64um);


band 3B (3,55-3,93um); band 4 (10,3-11,3um); band 5 (11,5-12,5um).

Resolusi
Radiometri
k

Worldview-3
Satelit ini telah diluncurkan pada tanggal 13 agustus 2014 dengan band
pankromatik dan multispektral standar, band 8 (SWIR) dan 12 CAVIS (Satellite
Image Corporation 2015).
worldview-3

Resolusi
Spasial

31 cm (pankromatik), 1,24 m (multispektral), 3,7 m (SWIR), 30 m


(CAVIS)

Resolusi
Temporal

<1 hari

Resolusi
Spektral

Pan (450-800nm); 8 multispektral- red, red edge, coastal, blue, green,


yellow,near-IR1, near IR2 (400-1040nm); 8 SWIR (1195-2365nm); 12
CAVIS- desert clouds, aerosol-1, aerosol-2, aerosol-3, green, water-1,
water-2, water-3, NDVI-SWIR, cirrus, snow (405-2245nm)

Resolusi
Radiometri
k

11 bit per pixel pan dan MS; 14 bits per pixel SWIR

ASTER
Satelit ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection
Radiometer) yang merupakan hasil kerjasama NASA, Japans Ministry of
Economy, Trade and Industry (METI) dan Japan Space Systems yang diluncurkan
pada tanggal 18 desember 1999 di California USA. Tujuan peluncuran satelit ini
mampu berkontribusi dalam area aplikasi yang berhubungan dengan perubahan
global seperti dinamika vegetasi dan ekosistem , memantau bencana, geologi dan
tanah, klimatologi permukaan tanah, hidrologi, perubahan tutupan lahan dan
Digital Elevation Model (DEM) (NASA 2012) dengan lama resolusi temporalnya
16 hari. ASTER memiliki 3 subsistem diantaranya (Satellite Image Corporation
2015);
VNIR

SWIR

TIR

Resolusi spasial

15m

30m

90m

Resolusi
radiometrik

8 bit

8 bit

12 bit

Band 1 : 0,520,60um (nadir); Band


2: 0,63-0,69um
(nadir); Band 3:
0,76-0,86um
(tampilan nadir dan
belakang)

Band 4: 1,6-1,7um;
Band 5: 2,1452,185 um Band 6:
2,185-2,225 um;
Band 7: 2,2352,285 um; Band 8:
2,295-2,365 um;
Band 9: 2,36-2,43
um

Resolusi spektral

Landsat 7

Band 10: 8,1258,475um; Band


11: 8,4758,825um; Band
12: 8,9259,275um; Band
13: 10,25-10,95
um; Band 14:
10,95-11,65um.

Landsat 7 diluncurkan pada tanggal 15 april 1999 dilengkapi dengan


Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+) yang diperluas dari salutan TM
sebelumnya dengan saluran 8 yaitu pankromatik. Landsat 7 digunakan untuk
pengamatan objek-objek di permukaan bumi.
Landsat 7

Resolusi
Spasial

15 m (Pankromatik), 30m (multispektral), 60 m(termal)

Resolusi
Temporal

16 hari

Resolusi
Spektral

band 1 (0,45-0,52um); band 2 (0,53-0,61um); band 3 (0,63-0,69um);


band 4 (0,78-0,9um); band 5 (1,55-1,75um); band 6 (10,4-12,5um);
band 7 (2,09-2,35um); band 8 (0,52-0,9um)

Resolusi
Radiometri
k

8 bit

ALOS
Alos diluncurkan pada tanggal 24 januari 2006 dengan memiliki tujuan
untuk pemanfaatan dalam kartografi, pengamatan regional, pemantauan bencana
alam, penelitian sumber daya alam, dan pengembangan teknologi. Satelit Alos
dilengkapi 3 sensor yaitu 2 sensor optik PRISM (Panchromatic Remote Sensing
Instrument for Stereo Mapping) dan sensor AVNIR-2 (Advanced Visible and Near
Infrared Radiometer type-2) serta sensor gelombang mikro atau radar yaitu
PALSAR (Phased Array type L-band Syntetic Aperture Radar).

Resolusi
spasial

Resolusi
temporal

PRISM

AVNIR-2

PALSAR

2,5 m

10 m

7-100 m

2 hari

Resolusi
spectral

0,52-0,77 pm

kanal 1 (0,42-0,5 pm); kanal


2(0,52-0,6 pm); kanal 3
(0,61-0,69 pm); kanal 4
(0,76-0,89 pm)

Resolusi
radiometrik

8 bit

8 bit

1,5 dB

GOES
Satelit GOES menghasilkan citra untuk menunjang prakiraan cuaca dan
peringatan seperti atmosfer, laut, iklim, analisis klimatologi dan prediksi
manajemen ekosistem, serta observasi energi dan lingkungan (NASA 2014).
Satelit GOES 9 merupakan satelit GOES terbaru yang diluncurkan pada tanggal
23 mei 1995.
GOES

Resolusi Spasial

1 km visible band; 4 km thermal bands

Resolusi Temporal

8 kali per hari

resolusi Spektral

Visible (0,55-0,75um); NINR (3,8-4um); uap air (6,5-7um);


Thermal-IR (10,2-11,2um); Thermal-IR (11,5-12,5um).

Resolusi
Radiometrik

10 bit

GeoEye
GeoEye 1 diluncurkan 6 september 2008 dengan resolusi temporalnya 3
hari dan memiliki resolusi tertinggi diantara semua satelit. Resolusi GeoEye
mencapai 41cm citra pankromatik dan 165cm pada citra multispektral. Satelit ini
memiliki resolusi spektral pankromatik 450-800 nm sedangkan untuk
Multispektral, Biru: 450-510 nm, Hijau: 510-580 nm, merah: 655-690 nm dan
NIR: 780-920 nm. Resolusi radiometrik 11 bits per pixel. Satelit ini digunakan
untuk memperoleh citra permukaan bumi dengan ketelitian dan akurasi yang
tinggi dan baik untuk proyek pemetaan skala besar.
PLEIADES
Pleiades adalah satelit kembar beresolusi tinggi yang diluncurkan di
Sinnamary, Guiana Prancis pada tanggal 16 desember 2011 adalah Pleiades 1a dan

satelit kedua Pleiades 1b diluncurkan pada tanggal 2 desember 2012. Dengan


tujuan untuk melengkapi satelit SPOT dengan resolusi yang lebih baik serta untuk
melakukan pemetaan skala besar seperti rekayasa, proyek konstruksi, monitoring
di bidang pertambangan, industri, militer, daerah konflik dan krisis serta bencana
alam.
Pleiades 1a

Pleiades 1b

Resolusi Spasial

0,5 m (pankromatik), 2m (multispektral)

Resolusi temporal

setiap hari

resolusi spektral

Pankromatik (480-830 nm); Blue (430-550 nm); Green (490610 nm); Red (600-720 nm); Near Infrared (750-950 nm)

resolusi radiometrik

12 bit

Keuntungan dan kerugian menggunakan data citra satelit


Data citra satelit memberikan tampilan objek suatu wilayah yang sulit
dijangkau oleh transportasi serta memberikan jangkauan area yang luas. Citra
satelit dapat digunakan untuk melakukan monitoring dengan menampilkan objek
pada waktu yang berbeda serta kemungkinan stop action (memberhentikan suatu
kejadian yang masih terus berjalan). Selain itu mampu menyajikan dalam
berbagai skala (kedetilan) serta pengaplikasian yang luas.
Namun kerugian dalam menggunakan data citra satelit salah satunya adalah
harga citra yang mahal terutama dengan resolusi yang tinggi. Walaupun ada yang
menyediakan gratis namun dengan resolusi yang rendah. Selain harga yang
mahal, data citra dapat memberikan hasil yang error karena distorsi geometri
detektor seperti perbedaan ukuran pixel objek dekat nadir satelit dan yang jauh,
pengaruh kelengkungan bumi, maupun pengaruh rotasi bumi sehingga perlu
dilakukan koreksi terutama untuk kesalahan yang random (non sistematik)
sebelum menggunakan citra.

Tinjauan Pustaka
Ekadinata A, Sonya D, Danan PH, Dudy KN, dan Feri J. 2008. Sistem Informasi
Geografis untuk Pengelolaan Bentang Lahan Berbasis Sumber Daya
Alam. Buku 1: Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh
Menggunakan ILWIS Open Source. Bogor(ID): World Agroferestry
Centre (ICRAF).

EO edu. 2014. SPOT (Satellite IObservation de la Terre). http://eoedu.belspo.be/.


(diakses 16 September 2015).
NASA.

2012.
ASTER
Instrument
Characteristics.
https://asterweb.jpl.nasa.gov/characteristics.asp. (diakses 16 september
2015).

NASA.

2014.
GOES
Tech
Notes.
http://goes.gsfc.nasa.gov/text/goestechnotes.html (diakses 17 september
2015).

NOAA.

2013. Advanced Very High Resolution Radiometer-AVHRR.


http://noaasis.noaa.gov/NOAASIS/ml/avhrr.html. (diakses 17 september
2015).

Satellite

image
corporation.
2015.
ASTER
Satellite
Sensor.
http://www.satimagingcorp.com/satellite-sensors/other-satellitesensors/aster/. (diakses 16 september 2015).

Satellite

image
corporation.
2015.
Worldview-3
satellite
sensor.
http://www.satimagingcorp.com/satellite-sensors/worldview-3/. (diakses
17 september 2015).

Sitanggang, Gokmaria. 2010. Kajian Pemanfaatan Satelit masa Depan: Sistem


Penginderaan Jauh Satelit LDCM (Landsat 8). Dirgantara. 2011:11(2);
47-58.