Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Zakat merupakan ibadah yang memiliki nilai dimensi ganda, transendental dan
horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan umat manusia,
terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Allah SWT
maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, Diantaranya adalah sebagai
rasa menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah dengan
materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi tersebut
mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT. Disamping itu Zakat
juga merupakan ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau
pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial,
pernyataan rasa kemanusian dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat
persatuan ummat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang
miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat
dengan yang lemah.
Dalam pengelolaannya agar benar-benar tercapai sesuai tujuan dan fungsi zakat
sebagaimana diantaranya disebutkan tadi, maka dibutuhkan para petugas penghimpun dan
pengelola zakat atau yang sering kita ketahui sebagai Amil zakat yang benar-benar jujur,
amanah, dan profesional. Di Indonesia terdapat banyak Lembaga-lembaga Amil zakat yang
didirikan baik itu oleh swasta ataupun di bawah naungan Pemerintah yang mana tujuan dan
tugasnya adalah sama yaitu menghimpun zakat dan mengelola serta mentasharufkannya.
Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) merupakan salah satu Lembaga zakat di bawah
naungan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten. Di tingkat atasnya masih ada BAZ Provinsi
dan BAZNAS. Namun dilematis sekali ketika Indonesia sebagai Negara yang mayoritas
penduduknya adalah Muslim dan mempunyai potensi zakat yang sangat besar dan baik
apabila zakat benar-benar dikelola dengan baik, tetapi kemiskinan masih belum sepenuhnya
teratasi.
Berangkat dari permasalahan di atas, kami mencoba untuk melakukan kunjungan ilmiah
ke salah satu Lembaga Zakat yang berada di bawah naungan Pemerintah yaitu Badan Amil
1

Zakat Daerah (BAZDA) Kota Kediri, dengan tujuan untuk mengetahui secara langsung
terkait manajemen serta aktifitas yang dilaksanakannya.
B. Sistematika Laporan Kunjungan Ilmiah
1. Manajemen dan Pengelolaannya.
2. Sistem Akuntasinya.
3. Aktifitas BAZDA.

PEMBAHASAN
LAPORAN KUNJUNGAN ILMIAH
A. Manajemen dan Pengelolaannya.
BAZDA Kota Kediri merupakan Badan Amil Zakat yang berada di bawah naungan
Pemerintah Kota (PEMKOT) Kediri. Kantor BAZDA Kota Kediri berada satu lokasi dengan
Masjid Agung Kota Kediri atau tepatnya di Jl. Panglima Sudirman No. 160 Kediri. Dengan
jumlah staf sebanyak 3 orang, yaitu Bapak Drs. H. Syamsi, M.Pd.I sebagai Kepala Kantor,
Bapak Ibnu Saleh sebagai staf kolektor dan Ibu Ariek sebagai staf kantor (pencatatan).
Berikut ini adalah Struktur Organisasi Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Kediri:
Pengurus berdasar
SK Walikota
No. 353 tahun 2006

Dewan Pertimbangan

Ketua
Wakil Ketua I
Wakil Ketua II
Wakil Ketua III

Sekretaris
Wakil Sekretaris

Bendahara
Wakil Bendahara

Bidang Pengumpulan

Komisi Pengurus

Bidang Pendistribusian

Bidang Pengembangan

Kepala Kantor

Manajemen Kantor Berdasarkan


SK BAZDA Kota Kediri
Kepala Kantor

Manajer
Divisi Umum

Staf

Marketing

Manajer Divisi
DISKOSWAN

Manajer Divisi
Ekonomi dan Kas

Staf

Marketing

Staf

Marketing

Salah satu upaya untuk mengoptimalkan kinerja Badan Amil Zakat (BAZ) agar menjadi
lembaga yang profesional adalah dengan menyelenggarakan program bantuan dana untuk
operasional kantor Badan Amil Zakat yang dibentuk oleh pemerintah baik ditingkat provinsi,
maupun kabupaten/kota.
Besarnya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota (PEMKOT) Kediri adalah
sebesar Rp 20.000.000 per tahun. Dana bantuan operasional tersebut diberikan untuk
mendukung proses kegiatan koordinasi pengurus, sosialisasi, pemantauan/monitoring, dan
pengadaan sarana dan prasarana, dengan harapan dapat membantu mendukung proses
pelaksanaan kegiatan operasional kantor Badan Amil Zakat di Kota Kediri.
B. Sistem Akuntansinya
Pencatatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan arus informasi
dalam organisasi yang bersangkutan (BAZDA) Kota Kediri. Pencatatan harus disajikan tepat
waktu karena diperlukan untuk mengambil keputusan atau koreksi. Pencatatan status sasaran
yang benar merupakan alat bagi pimpinan untuk mengambil tindakan secara cepat dan tepat.
Pencatatan mengatur informasi yang akurat sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya
penyimpangan untuk diambil tindakan koreksi.

BAZDA Kabupaten atau Kota diwajibkan memberikan laporan dengan tembusan Kanwil
Kementerian Agama cq Bidang Zakat dan Kakemenag cq Seksi Zakat yang meliputi:
1. Surat Pertanggung jawaban Keuangan atas penggunaan dana operasional, berdasarkan
tentang Rencana Biaya Kegiatan (RBK) serta bukti-bukti realisasinya.
2. Laporan pelaksanaan kegiatan dana bantuan operasional di wilayah masing-masing.
Laporan kegiatan berisi tentang pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program yang sudah
dilaksanakan dalam program kerja.
Sedangkan laporan disusun dan disajikan dalam format yang minimal berisi:
1. Pendahuluan
a. Latar belakang
b. Tujuan program
c. Sasaran program
d. Rencana biaya kegiatan
2. Hasil dan data pendukung program
a. Lokasi dan waktu pendataan
b. Jumlah penerima dana operasional
c. Teknis pelaksanaan pendataan
d. Realisasi penggunaan dana
3. Faktor pendukung dan hambatan
a. Faktor pendukung
b. Hambatan dan solusi (yang telah ditemui dan telah dilakukan)
4. Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran/ usulan

Berikut ini contoh pencatatan penerimaan (BAZ) pada bulan Mei 2010 yang digunakan
dalam laporan pertanggungjawaban:
PENERIMAAN ZIS BAZDA KOTA KEDIRI BULAN MEI TAHUN 2010

NO
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.

UPZ
(DINAS/INSTANSI)
K. Kementrian Agama
B. Adm. Pemerintahan
Umum
B. Adm. KESRA
BKD
B. UMUM
B. Humas & Protokol
B. HUKUM
B. Adm. Ekonomi
B. ORGANISASI
B. Adm. Pembangunan
BAPPEDA
PDE
BPN
BPS
INSPEKTORAT
KEC. MOJOROTO
KEC. KOTA
KEC. PESANTREN
DINSOS &
KETENAGAKERJAAN
BADAN
PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN & KB
DINKES
DISPERINDAGTAMBEN
DISHUB
DINAS PERTANIAN
DTRKP
D. PENDIDIKAN
D. PEKERJAAN UMUM
SATPOL PP
KESBANGLINMAS
SEKRETARIAT DPRD
SEKRETARIAT KPU
RSUD GAMBIRAN
ARSIP &
PERPUSTAKAAN

JUMLAH

JUMLAH
TOTAL s/d
BULAN
INI

BUKU
BANK
32.994.536.64

JUMLAH SETORAN
ZAKAT

INFAQ

1.500.000

1.500.000

5.800.000

31.000

355.000
0
0
0
35.000
0
110.000
0
702.500
55.000
0
257.600
25.000
0
53.700
0

18.000
80.500
145.000
95.000
63.000
47.000
45.000
67.000
129.500
46.500
160.000
35.250
61.000
159.500
71.300
136.000

373.000
80.500
145.000
95.000
98.000
47.000
155.000
67.000
832.000
101.500
160.000
292.850
86.000
159.500
125.000
136.000

1.447.000
321.500
350.000
145.000
453.000
187.000
495.000
291.000
3.088.000
441.500
736.000
1.171.400
347.250
735.000
500.000
551.000

165.000

165.000

645.000

180.000

180.000

703.500

147.000
307.000
200.000
150.000
0
250.000
92.000
0
0
280.000
0
0
0

109.500
50.000
251.500
155.000
173.000
0
43.000
30.000
119.000
105.000
36.000
161.250
83.000

256.500
357.000
451.500
305.000
173.000
250.000
135.000
30.000
119.000
385.000
36.000
161.250
83.000

1.026.500
803.000
1.706.000
1.220.000
519.000
1.000.000
534.500
120.000
327.000
1.407.000
118.000
645.500
322.000

34.
35.
36.
37.
38.

PDAM
PD. BPR KOTA KEDIRI
KANTOR KETAHANAN
PANGAN
DISBUDPARPORA
Mudjiono Mamuria, S.Pd
JUMLAH

0
0

151.000
81.400

151.000
81.400

571.000
325.600

267.600

21.000

288.600

966.300

345.000
0
25.000
0
5.157.400 3.274.200

345.000 1.435.000
25.000
25.000
8.431.600 31.518.050

C. Aktifitas BAZ Kota Kediri


Aktifitas BAZ Kota Kediri tidak berbeda jauh dengan lembaga-lembaga zakat lainnya.
Jam kerja dimulai pukul 08.00-13.00 wib untuk hari senin-kamis, sedangkan khusus hari
jumat jam 08.00-11.30 wib. Diantaranya menghimpun dana zakat, infaq, shadaqah, hibah,
wasiat, waris, kafarat. Namun dari informasi yang kami dapat, untuk dana yang terkumpul
dari hibah, wasiat, waris, dan kafarat belum ada. Setiap bulannya BAZ Kota Kediri
menghimpun dana ZIS dari 37 Dinas, Badan, Kantor BUMN dan BUMD atau yang
dinamakan UPZ (Unit Pengumpulan Zakat). Bapak Ibnu Saleh yang bertugas sebagai staf
kolektor setiap bulan mengambil dana ZIS ke 37 UPZ tersebut. Rata-rata setiap bulan
terkumpul dana 7-8 juta.
Berikut ini adalah 37 UPZ BAZDA Kota Kediri:
1. Kantor Kementrian Agama
2. Badan Administrasi Pemerintahan Umum
3. Badan Administrasi KESRA
4. Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
5. B. UMUM
6. B. Humas & Protokol
7. B. HUKUM
8. B. Adm. Ekonomi
9. B. ORGANISASI
10. B. Adm. Pembangunan
11. BAPPEDA
12. PDE
13. D. PENDIDIKAN
14. Badan Pusat Statistik (BPS)
15. INSPEKTORAT

16. KEC. MOJOROTO


17. KEC. KOTA
18. KEC. PESANTREN
19. DINSOS & KETENAGAKERJAAN
20. BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN & KB
21. Dinas Kesehatan (DINKES)
22. DISPERINDAGTAMBEN
23. Dinas Perhubungan (DISHUB)
24. DINAS PERTANIAN
25. Dinas Tata Ruang Kota dan Pertamanan (DTRKP)
26. BPN
27. Dinas Pekerjaan Umum (PU)
28. SATPOL PP
29. KESBANGLINMAS
30. SEKRETARIAT DPRD
31. DISBUDPARPORA
32. RSUD GAMBIRAN
33. ARSIP & PERPUSTAKAAN
34. PDAM
35. PD. BPR KOTA KEDIRI
36. KANTOR KETAHANAN PANGAN
37. SEKRETARIAT KPU
Dana yang terkumpul setiap bulan dari UPZ setelah satu tahun semuanya di jumlah dan
kemudian di tasharufkan setiap bulan mulud bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad
SAW, kepada:
1. Fakir.
2. Miskin.
3. Yayasan anak yatim.
4. Dana bergulir (dana yang diberikan kepada orang-orang yang mempunyai keterampilan
namun tidak mempunyai modal) besarnya maksimal 1 juta.

LAPORAN PERSETUJUAN

Nama

1. Ayatulloh Hanifuddin
NIM

: 9313 047 08

2. Mahbub Ubaidillah
NIM

: 9313 049 08

3. Miftahul Mana
NIM

: 9313 090 08

4. Imam Baghowi
NIM

: 9313 081 08

5. Doni Saputra
NIM

: 9313 055 08

Bahwasannya Mahasiswa di atas telah melaksanakan kunjungan ilmiah ke Badan Amil


Zakat (BAZ) Daerah Kota Kediri pada hari Kamis, 03 Juni 2010.
Laporan yang dibuat diatas adalah hasil kunjungan ilmiah sebagaimana mestinya dan dibuat
dengan sebenar-benarnya.
Kediri, 08 Juni 2010
Mengetahui,