Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
mata kuliah Kewirausahaan
dosen pembimbing : Lilik Setiono, S.Pd.Si, M.Pd.Si

Disusun Oleh :
Riza Nur Cahyaningtyas
10690039
Pendidikan Fisika

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2012

KATA PENGANTAR
Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu
banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat
bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam.
Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini
yang merupakan tugas mata kuliah Kewirausahhan. Penulis sampaikan terimakasih sebesarbesarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, Lilik Setiono, S.Pd.Si, M.Pd.Si.
dan semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan
kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari.

Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan
khususnya bagi penulis sendiri. Amin.

Yogyakarta , 4 April 2012


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan
membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang
lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha
baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada
tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman
dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa
negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang
mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500
sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan
dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan
perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik
melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat
kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul
pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang
berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan
emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan
peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.
B.
1.
2.
3.
4.

Topik Bahasan
Pengertian kewirausahaan
Hakekat kewirausahaan
Ciri ciri dan karakteristik kewirausahaan
Peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional

C.
1.
2.
3.
4.

Tujuan
Dapat memahami pengertian kewirausahaan.
Dapat memahami hakekat kewirausahaan
Dapat memahami ciri ciri dan karakteristik kewirausahaan.
Dapar ,memahami peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti
meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering
juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam
mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan
wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi
pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha
lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta
lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama
dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swasta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa
berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau
dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti
secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha
adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai
kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan
yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang
gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha
adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap
berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam

menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau
kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan
sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta
menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena
berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan
kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli
barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga
tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana
seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut
Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem
ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup
kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua
pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya
belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan
untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang
mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan
peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental,
pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang
menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan
sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan
tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu
aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan
pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan
inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti
dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create
new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang
dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak
seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata
secara kreatif.

B. HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut
( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber
daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).

2.

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda

3.

(ability to create the new and different) (Drucker, 1959).


Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan

persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).


4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase)
5.

dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).


Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan

sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.


6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumbersumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah
tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan
baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien,
memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan
kepuasan kepada konsumen.

C. CIRI - CIRI DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN


Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:

Percaya diri
Berorientasikan tugas dan hasil
Pengambil risiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
Jujur dan tekun
Menurut Munawir Yusuf (1999)
Ciri kewirausahaan yaitu:
1. Motivasi berprestasi
2. Kemandirian
3. Kreativitas
4. Pengambilan resiko (sedang)
5. Keuletan
6. Orientasi masa depan
7. Komunikatif dan reflektif
8. Kepemimpinan
9. Locus of Contro

10. Perilaku instrumental


11. Penghargaan terhadap uang.
Ciri dan Kemampuan Wirausahaan Tangguh:

Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang
keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam

mengatasi masalah.
Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan

langganan.
Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan

pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.


Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan
pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.
Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:

Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.


Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan,
memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki inisiatif.
Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan
kritik yang membangun.
Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang
luas.
Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.
Pendapat lain M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan
delapan karakteristik yang meliputi :
Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
Lebih memilih risiko yang moderat.
Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
Selalu menghendaki umpan balik yang segera
Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan
yang lebih baik .
Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
Selalu menilai prestasi dengan uang.

D. PERAN WIRAUSAHAAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL


Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal
seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain,
meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal,
seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan
terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat
pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita
dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak
pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya
pengangguran.
Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran
wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:

Menciptakan lapangan kerja

Mengurangi pengangguran

Meningkatkan pendapatan masyarakat

Mengombinasikan faktorfaktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)

Meningkatkan produktivitas nasiona

BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu
dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan

pribadi. Kewirausahaan adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola
tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi
kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu
memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya.
2. HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut
( Suryana,2003 : 13), yaitu : nilai, kemampuan, proses penerapan kreativitas dan inovasi, usaha,
sesuatu yang baru, dan nilai tambah
3. CIRI CIRI DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Terdapat beberapa ciri ciri dan karakteristik kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausahaan
adalah:

Percaya diri
Berorientasikan tugas dan hasil
Pengambil risiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
Jujur dan tekun
Karakteristik kewirausahaan yaitu :

tanggung jawab
resiko
Percaya
umpan balik
prioritas ke masa depan
semangat kerja
prestasi
ketrampilan.

4. PERAN WIRAUSAHAAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL


Menciptakan lapangan kerja
Mengurangi pengangguran
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Mengombinasikan faktorfaktor produksi
Meningkatkan produktivitas nasiona

B. PENUTUP
Alhamdulilah berkat kesempatan yang diberikan Allah SWT

makalah ini dapat

terselesaikan sesuai waktunya. Demikian yang dapat kami sampaikan dan tulisan dalam makalah
ini , jika ada kekurangan maka kami selaku penulis memohon maaf yang sebesar besarnya serta
besar harapan kami untuk mendapatkan saran-saran yang bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

2012.

Pengertian

Kewirausahaan.

diambil

dari

http://

www.bisnis-

pengertianKewirausahaan.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.


Anonim.

2009.

Ciri-ciri

Kewirausahaan

Unggul/Berhasil.

diambil

dari

http://ciri-

cirikewirausahaanunggul_berhasil.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.


Anonim. 2009. Karakteristik Kewirausahaan. diambil dari http://karakteristik-wirausahaan.com. Pada
tanggal 4 Maret 2012.
Anonim. 2009. Kewirausahaan. diambil dari http://kewirausahaan-kang_amin.com. Pada tangaal 4 Maret
2012.
Anonim.2012. Kewirausahaan. diambil dari http://wikipedia.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.

http://rizanurcahyaningtyas.blogspot.com/2012/04/makalah-kewirausahaan.html

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
1 comment

TENTANG KEWIRAUSAHAAN

BAB I
PENDAHULUAN
n
A. Latar Belakang
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif
yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju
sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang
menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan
merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui
proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.
Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau
perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan
seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan
formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan
menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul
pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara
berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi,
panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan
perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian,
hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian
nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti :pejuang, pahlawan,
manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah beranidan berwatak agung. Usaha,

berarti perbuatan amal, bekerja, berbuatsesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang


atau pahlawan yang berbuatsesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai
atauberbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,menyusun
operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalanoperasinya serta
memasarkannya.Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan
PembinaanPengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilakudan
kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuanseseorang
dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarahpada upaya mencari,
menciptakan serta menerapkan cara kerja,teknologi dan produk baru dengan
meningkatkan efisiensi dalamrangka memberikan pelayanan yang lebih baik
dan atau memperolehkeuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukanusaha/kegiatan sendiri
dengan segala kemampuan yang dimilikinya.Sedangkan kewirausahaan menunjuk
kepada

sikap

mental

yang

usaha/kegiatan.Kewirausahaan
dalamnyaadalah

seseorang

dimilikiseorang
dilihat
yang

wirausaha

dari

sumber

membawa

sumber

dalam
daya

melaksanakan
yang

daya

ada

berupa

di

tenaga

kerja,material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkannilai


yang lebih besar daripada sebelumnya dan juga dilekatkan padaorang yang
membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.Kewirausahaan dalam arti proses
yang dinamis adalahkewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan
denganmenambahkan

nilai

sesuatu

yang

dicapai

melalui

usaha

keras

dan

waktuyang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resikosocial,


dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasanserta kemandirian
personal.Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki olehseorang
wirausahawan yakni:
1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru
denganmenambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui
olehwirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakanhasil
kreasi tersebut.
2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yangdiberikan.
Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka
akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalamkewirausahaan.
3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko
yangmungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.
4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting
adalahindependensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan
pribadi.Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai
suatubentukderajat kesuksesan usahanya.

B.

Tujuan

Kewirausahaan

Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkandi


Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan diberbagai kursus
bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswadiajari dan ditanamkan sikapsikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang

berbakat. Agar lebih jelas, dibawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai
berikut:
1. Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk
menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3. Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuankewirausahaan di
kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu,handal, dan unggul.
4. Menumbuhkembangkan kesadaran dan'orientasi Kewirausahaanyang tangguh
dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.

C.

Manfaat

Kewirausahaan

Kewirausahaan memiliki 4 manfaat sosial, yaitu:


1. Memperkuat pertumbuhan ekonomi : menyediakan pekerjaan barudalam
ekonomi. Ekonomi saat ini adalah tanah yang subur bagiwirausahawan
misalnya : permintaan pelayanan sektor jasa meledak
2. Meningkatkan produktivitas : kemampuan untuk menghasilkan lebihbanyak
barang dan jasa dengan TK dan input lain yang lebih sedikit.
3. Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru: komputer digital,mesinfotokopi,
laser, power steering.
4. Mengubah dan meremajakan persaingan pasar : pasar
internasionalmenyediakan peluang kewirausahaan.

D.

Ruang

Lingkup

Kewirausahaan

Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum,ruang lingkup


kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikansecara rinci ruang
lingkup

kewirausahaan,

a.

bergerak

Lapangan

1)
2)

dalam
agraris

Pertanian
Perkebunan

b.

dan

Lapangan

kehutanan
perikanan

1)

Pemeliharaan

2)

Penetasan

ikan

3)

Makanan

ikan

4)

2)
d.
1)
2)
3)
4)

ikan

Pengangkutan

c.
1)

bidang:

ikan

Lapangan
Bangsa

burung

Bangsa
Lapangan

peternakan
atau

unggas

binatang
perindustrian
Industri

menyusui
dan
besar

Industri

menengah

Industri

kecil
Pengrajin

kerajinan

Pengolahan

Pengolahan

Pengolahan

Pengolahan

hasil

peternakan

Pengolahan

hasil

kehutanan

e.

pertanian

hasil

perkebunan

hasil

Lapangan

f.

perikanan

pertambangan

dan

Lapangan

1)

pedagang

Sebagai
Sebagai

g.

Lapangan
Sebagai
Sebagai

3)
4)

Sebagai

pedagang

kecil

pemberi

jasa
perantara

kredit

atau

pengusaha
DAN

angkutan
hotel

KEGAGALAN

Keberhasilan

a.

perbankan

pengusaha

Sebagai

A.

menengah

pedagang
pemberi

KEBERHASILAN

besar

pedagang

3)

1)

energi

perdagangan

Sebagai

2)

2)

hasil

dan

restoran

WIRAUSAHAWAN
Kewirausahaan

Kerja

keras.

Dalam menjalankan usaha kita perlu menyadari bahwa setiap orang yang menekuni
bidang usaha, usaha apapun itu, dituntut untuk memiliki pemikiran untuk selalu
bekerja
b.

keras
Kerja

sama

dan

tekun.

dengan

orang

lain.

Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita musti bergantung kepada orang
lain, maka dari itu semestinyalah kita belajar bergaul dan membawa diri pada orang
lain.
c.

Penampilan

yang

baik.

Penampilan adalah cerminan kebersihan hati dan perilaku seseorang, oleh karena
itu, untuk menunjang usaha yang kita lakukan maka penampilan juga sangat
berperan.
d.

Yakin,

keyakinan.

Segala sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita bisa.
e.
f.

Pandai

membuat

Mau

keputusan.

menambah

pengetahuan.

Seorang wirausahawan dituntut untuk selalu belajar dari sekelilingnya, lingkungan


sekitarnya
g.
Belajarlah

dan

dari

produk-produk

Pandai
mengeluarkan

yang

dibuat.

berkomunikasi.
kalimat

yang

baik

(sesuai).

B.

Kegagalan

a.

Kewirausahaan

Kurangnya

dana

untuk

modal.

Tidak semua kegagalan disebabkan karena modal yang tidak ada, akan tetapi
sebagian
b.

besar

kegagalan

Kurangnya

itu

ada

pengalaman

karena

kurangnya

dalam

bidang

dana.
bisnis.

Berikan suatu jabatan kepada ahlinya, dengan kata lain tempatkan sesuatu pada
tempatnya.
c.

Tidak

adanya

perencanaan

yang

tepat

dan

matang.

Dalam berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu perlu


disiapkan

sebelumnya.

d. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluti (diteliti).
Terkait dengan penjelasan point b diatas, yaitu menempatkan sesuatu pada
tempatnya, termasuk tempatkan minat dan bakat dimana orang itu berminat dan
berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat
ditekuni
C.

dengan

Sebab

sebab

Kegagalan

baik.

dalam

Menjalankan

Usaha

a. Kurang ulet dan cepat putus asa, sedangkan kita harus dituntut untuk rajin,
tekun,

sabar,

b.

dan

Kurang

c.

jangan

tekun

putus

asa.

dan

Kurangnya

teliti.

pengawasan.

d.

Kemacetan

yang

sering

e.

Pelayanan

yang

kurang

baik.

kurang

cekatan.

f.

Tidak

jujur

dan

g.

Kurang

inisiatif

dan

h.

Kekeliruan

dalam

memilih

terjadi.

kurang

kreatif.

lapangan

usaha.

i. Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial, karena salah satu ciri-ciri kalau
orang berbisnis harus kikir, kalau badan sosial, ikhlas beramal, karena apabila
perusahaan
j.

kikir

Banyak

k.
l.

jadi

Kurang
Sulit

m.
n.

dapat

Mengambil

o.

ia

pemborosan

memisahkan

Memulai

maka
dan

menyesuaikan
antara

kredit

usaha

harta
tanpa

tanpa

dengan
pribadi

irit.

penyimpangan.
selera

dengan

pertimbangan

pengalaman

Banyaknya

jelas

piutang

dan

konsumen.

harta

perusahaan.

yang

matang.

modal

pinjaman.

ragu-ragu.

p. Kekeliruan menghitung harga pokok. Dalam melakukan suatu usaha penjualan


harus

menghitung

BAB

berapa

banyak

harga

pokok.

III

PENUTUP
Kesimpulan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan,

manusia unggul, berbudi luhur, berani dan berwatak agung. Di dalam kamus besar
bahasa
a.

Indonesia

Orang

b.

yang

itu
pandai

dikatakan
atau

bahwa

berbakat

Menentukan

mengenali

cara

c.

Meyusun

operasi

untuk

d.

Mengatur

permodalan

kewirausahaan

adalah:

produk

baru.

produksi

mengadakan

operasinya

baru.

produk

serta

baru.

memasarkannya.

Usaha berarti perbutan amal, berupa sesuatu, bekerja atau berusaha. Jadi wira
usaha

secara

etimologi

berarti

pejuang

yang

berbuat

sesuatu.

Instruksi Presiden No.4/1995, kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan


kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada
upaya cara kerja tekhnologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang baik dan keuntungan yang lebih besar.
Kata inovasi pertama kali diperkenalkan oleh Schumpeter 1953, inovasi dipandang
sebagai kreasi dan implementasi atau biasa juga disebut sebagai koordinasi baru
dalam inovasi itu juga dapat menciptakan nilai tambah, yang berkaitan dengan
oraganisasi. Pemegang saham maupun masyarakat luas. Jadi inovasi adalah
mengkreasikan

dan

mengimplementasikan

sesuatu

menjadi

satu

kombinasi.

Kombinasi baru itu dapat merujuk pada produk jasa, proses kerja pasar, kebijakan
dan sistem baru.

I. PENDAHULUAN
1. Pengertian Wirausaha
Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang
patut diteladani, karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih
dan karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan (Yuyun
Wirasasmita,
1982).
Wirausaha menurut Heijrachman Ranupandoyo (1982) adalah seorang inovator atau individu
yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda benda materi sedemikian rupa yang
kemudian terbukti benar, mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukan
cara berpikir yang tidak berubah dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap posisi
sosial.
Wirausaha mempunyai peranan untuk mencari kombinasikombinasi baru yang merupakan
gabungan dari proses inovasi (menemukan pasar baru, pengenalan barang baru, metode produksi
baru, sumber penyediaan bahan mentah baru dan organisasi industri baru).
Wirausaha menurut Ibnu Soedjono (1993) adalah seorang entrepreneurial action yaitu seseorang
yang inisiator, innovator, creator dan organisator yang penting dalam suatu kegiatan usaha, yang
dicirikan : (a) selalu mengamankan investasi terhadap resiko, (b) mandiri, (c) berkreasi
menciptakan nilai tambah, (d) selalu mencari peluang, (d) berorientasi ke masa depan.
Menurut Dusselman, (1989 : 16), seorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola
tingkah
laku
sebagai
berikut
:
a.
Keinovasian
(menciptakan,
menemukan
dan
menerima
ide
baru)
b. Keberanian menghadapi resiko dalam menghadapi ketidakpastian dan pengambilan keputusan.
c. Kemampuan manajerial (perencanaan, pengkoordiniran, pengawasan dan pengevaluasian
usaha).
d. Kepemimpinan (memotivasi, melaksanakan dan mengarahkan terhadap tujuan usaha)
Wirausahawan adalah orangorang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan
darinya dan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesuksesan. Berwirausaha adalah
suatu gaya hidup dan prinsipprinsip tertentu akan mempengaruhi strategi karir pribadi.
2.
Falsafah
Wirausaha
Setiap orang harus belajar banyak tentang dirinya sendiri, jika bermaksud untuk mencapai tujuan
yang sesuai dengan apa yang paling diinginkan dalam hidup ini. Kekuatan anda datang dari
tindakan diri sendiri dan bukan dari tindakan orang lain. Meskipun resiko kegagalan selalu ada,
para wirausaha mengambil resiko dengan jalan menerima tanggungjawab atas tindakan mereka
sendiri. Kegagalan harus diterima sebagai pengalaman belajar. Belajar dari pengalaman lampau
akan membantu anda menyalurkan kegiatan anda untuk mencapai hasil yang lebih positif dan
keberhasilan
merupakan
buah
dari
usaha
yang
tidak
mengenal
lelah.
Dahulu kewirausahaan dianggap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di
lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (enterpreneurship are born not made),
sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan (enterpreneurship are not onlyborn
but also made), artinya kewirausahaan tidak hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan
pengalaman lapangan, tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. Seseorang yang memilki bakat
kewirausahaan dapat mengembangakan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi
enterpreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan
potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya.
Oleh karena itu, untuk menjadi wirausaha yang sukses, memilki bakat saja tidak cukup, tetapi
juga harus memilki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuni.
Dilihat dari perkembangannya, sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di
beberapa negara. Misalnya di Belanda dikenal dengan Ondernemer, di Jerman dikenal dengan
Unternehmer. Di beberapa negara, kewirausahaan memilki banyak tanggung jawab antara lain
tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis,
kepemimpinan organisasi dan komersial, penyediaan modal, penerimaan, dan penanganan tenaga

kerja,
pembelian,
penjualan,
pemasangan
iklan
dll.
3.
Profil
Wirausaha
Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengahsetengah dalam melakukan pekerjaannya. Karena itu, ia selalu tekun, ulet, pantang menyerah
sebelum pekerjaannya berhasil dan tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan
perhitungan yang matang. Ada beberapa ciri-ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli
antara lain oleh Vernon A dkk, (1989). Bentuk ciri-ciri seorang wirausaha sebagai berikut :
1.
Keinginan
yang
kuat
untuk
berdiri
sendiri
2.
Kemauan
untuk
mengambil
resiko
3.
Kemampuan
untuk
belajar
dari
pengalaman
4.
Memotivasi
diri
sendiri
5.
Semangat
untuk
bersaing
6.
Orientasi
pada
kerja
keras
7.
Percaya
pada
diri
sendiri
8.
Dorongan
untuk
berprestasi
9.
Tingkat
energi
yang
tinggi
10.
Tegas
11. Yakin pada kemampuan diri sendiri
Sedangkan
menurut
Suryana
(2003)
ciri-ciri
seorang
wirausaha
sbb
:
Ciri

Ciri
Watak
Percaya
Diri
Keyakinan,
ketidaktergantungan,
individualitas
optimisme
Berorientasikan
Tugas dan hasil Kebutuhan akan prestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja
keras,
mempunyai
dorongan
kuat,
energetic
dan
inisiatif
Pengambil
Resiko
Kemampuan
mengambil
resiko,
suka
pada
tantangan
Kepemimpinan Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain, menanggapi
saran

saran
dan
kritik
Keorisinilan Inovatif dan kreatif, fleksibel, punya banyak sumber ilmu, serba bisa dan
mengetahui
banyak
hal
Berorientasi
ke masa depan Pandangan ke depan, perseptif dan perpektif
Daftar ini meliputi watak yang seyogyanya dimiliki dan dikembangkan jika ingin menjadi
wirausaha. Mungkin anda tidak membutuhkan seluruh sifat ini, tetapi semakin banyak yang
dimiliki, semakin besar kemungkinan anda menjadi wirausaha.
(Sebuah
Lokakarya
mengenai
kewirausahaan
di East West Center, Honolulu, 1977)
Menjadi seorang wirausaha lebih daripada sebuah pekerjaan/karir. Berwirausaha adalah suatu
gaya hidup dan prinsip yang akan mempengaruhi strategi karir berwirausaha. Jadi seorang
wirausaha harus bersifat fleksibel dan imaginatif, mampu merencanakan, mengambil resiko,
mengambil keputusan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. Anda harus bersedia
bekerja dalam keadaan konflik, perubahan dan keragu-raguan. Hal ini berarti bahwa anda perlu
menganalisis diri sendiri dalam hubungan dengan lingkungan tempat anda bekerja.
Wirausahawan harus menyusun prioritas dalam sasaran karir, dan hasil yang diinginkan harus
berkaitan dengan tujuan yang dapat diukur dan berarti. Sasaran ini haruslah bersifat menantang
dan memberi motivasi untuk belajar dan berkembang dalam karir. Anda akan belajar paling baik,
jika melakukan hal yang menarik minat dan mempunyai keikatan pada tujuan tertentu.
II.
SIKAP
DAN
KEPRIBADIAN
KEWIRAUSAHAAN
1.
Wirausaha
Sebagai
Pribadi
Setiap orang/individu adalah unik, tidak ada duanya (mempunyai pengalaman masa lampau yang
berbeda, hidup dalam situasi kehidupan yang berlainan, mempunyai ikatan dan tanggungjawab

yang
berlainan
dan
mempunyai
tujuan
hidup
yang
berlainan).
Pekerjaan, keadaan keluarga, dan keuangan serta faktorfaktor lain akan ikut menentukan sikap
terhadap kewirausahaan. Wirausahawan mempunyai berbagai kewajiban dan ikatan terhadap diri
sendiri dan orang lain termasuk istri anda, keluarga, atasan atau karyawan. Dalam merencanakan
masa depan, bersifatlah realistik dalam menentukan halhal mengenai diri anda; yang dapat
diubah dan yang tidak dapat diubah. Pengalaman masa lampau seharusnya dapat membantu
dalam
memahami
lebih
baik
situasi
sekarang.
Kebanyakan wirausaha mempunyai tujuan dan pengharapan tertentu. Semakin jelas tujuan,
semakin besar kemungkinan mencapai tujuan.
2.
Pentingnya
Sikap
Positif
Kewirausahaan
Kebanyakan orang membiarkan keadaan luar mengendalikan sikap mereka, sedangkan para
wirausaha menggunakan sikap mereka untuk mengendalikan keadaan. Sikap mental positif
memudahkan untuk memfokuskan pada kegiatan dan kejadian atas hasil yang ingin dicapai.
Malahan pengalaman negatif mempunyai segi yang positif. Wirausahawan harus bersikap mental
secara positif terhadap semua peristiwa dan mencari hikmah dari setiap pengalaman.
Beberapa faktor yang berguna bagi wirausaha dalam mengembangkan sikap mental yang positif :
a. Pusatkan perhatian anda sedemikian rupa dan gunakanlah pikiran anda secara produktif.
b.
Pilihlah
sasaransasaran
positif
dalam
pekerjaan
c. Bergaullah dengan orangorang yang berpikir dan bertindak secara wirausaha. Cara berpikir,
caracara dan ciriciri dari orangorang di sekitar mungkin berimbas pada individu
d.
Jauhilah
pikiran
dan
ideide
yang
negatif
e. Sadarlah bahwa andalah yang mengendalikan pikiran anda, dan gunakanlah pikiran tersebut
secara
produktif
f. Haruslah selalu awas terhadap peluangpeluang yang meningkatkan situasi, baik dalam
kehidupan
pribadi,
kehidupan
kerja
maupun
dalam
kehidupan
masyarakat
g. Jangan takut meninggalkan suatu ide, jika tidak menghasilkan hasil yang benar. Lebih baik
mengubah arah daripada mengejar suatu ide yang tidak akan berhasil secara memuaskan
h. Lingkungan akan mempengaruhi prestasi. Jika lingkungan tidak memenuhi kebutuhan anda,
ubahlah lingkungan itu, atau pindah ke lingkungan lain yang lebih positif dan memungkinkan
tercapainya
sasaran
yang
patut
diinginkan
i. Percayalah pada diri dan bakat. Sukses akan datang kepada mereka yang percaya pada
kemampuan
mereka
dan
menggunakan
kemampuan
itu
sepenuhnya.
j. Hilangkan beban mental dengan mengambil tindakan. Pusatkan pikiran pada suatu problem
tertentu. Sekali mengambil keputusan, ambillah tindakan untuk memecahkan persoalan itu.
Usahakan agar konflik mental diselesaikan secepat mungkin.
3.
Bentuk
Sikap
Mental
Wirausaha
Para wirausaha memiliki pandangan hidup yang sehat. Mereka merupakan individu yang matang
yang telah mengembangkan cara menilai pengalaman secara sehat. Beberapa bentuk sikap mental
wirausaha
yang
ingin
maju
yaitu
:
a.
Bersikap
mental
positif.
b.
Mempunyai
tekad
yang
kuat
c.
Tekun,
bekerja
keras
dan
bertanggung
jawab
d. Selalu melakukan perbaikan diri dengan menggunakan pengetahuan, prestasi masa lampau,
dan
pandangan
ke
depan
untuk
menciptakan
tujuan
baru
e. Selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dengan melakukan perubahan untuk memotivasi
diri
mencapai
sasaran
yang
lebih
tinggi
f.
Percaya
diri
akan
kemampuan
dan
kemauan
g. Meningkatkan konsep diri dan kesan yang diperoleh orang lain dari diri sendiri dengan diawali
penampilan menarik
Beberapa saran yang akan membantu untuk mengembangkan sikap mental yang baik sebagai
berikut
:
a. Para wirausaha adalah orang yang mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam

pekerjaan dan prestasinya. Tunjukkan sikap mental yang positif terhadap pekerjaan anda, karena
sikap
inilah
yang
akan
ikut
menentukan
keberhasilan.
b. Otak merupakan alat yang berdaya luar biasa. Menyediakan waktu beberapa saat setiap hari
untuk merenungkan pikiran yang akan memungkinkan anda terarah pada kegiatan yang berarti.
c. Kebanyakan orang membatasi pikirannya pada masalah dan kegiatan sehari-hari. Gunakanlah
imajinasi untuk meluaskan pikiran anda dan cobalah berpikir yang besar. Orang yang dapat
melihat gambaran besar merupakan orang yang bersifat wirausaha dan merupakan calon-calon
pemimpin
bisnis
maupun
masyarakat.
d. Rasa humor ikut mengembangkan sikap mental yang sehat. Terlalu serius dapat merugikan
pekerjaan dan tidak sehat. Menunjukkan rasa humor berpengaruh pada orang lain dengan jalan
menyebarkan
optimisme
dan
suasana
yang
santai.
e. Pikiran haruslah terorganisasi dengan baik dan mampu memfokuskan pada berbagai masalah.
Haruslah mampu memindahkan perhatian dari satu masalah ke masalah lain dengan upaya yang
minim.
4.
Kepribadian
Wirausaha
Alex Inkeles dan David H. Smith (1974), adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan
tentang kualitas dan sikap orang modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam
produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai dan tingkah laku dalam
kehidupan sosial. Ciricirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca
perubahan sosial, lebih realitis terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini dan masa
yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi,
berpendidikan
dan
keahlian,
respect,
hatihati
dan
memahami
produksi.
Ciriciri orang modern yang dikemukakan
oleh Gunar Myrdal,
yaitu
:
a.
Kesiapan
diri
dan
keterbukaan
terhadap
inovasi
b.
Kebebasan
yang
besar
dari
tokohtokoh
tradisional
c. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah.
d.
Berorientasi
pada
masa
sekarang
dan
masa
yang
akan
datang
e.
Selalu
berencana
dalam
segala
kegiatan
f. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
g. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu
h. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing masing.
i.
Sadar
dan
menghormati
orang
lain
(Siagian,
1972)
Menurut Suryana (2003) yang dikutif dari Harsojo, modernisasi sebagai sikap yang
menggambarkan
:
a.
Sikap
terbuka
bagi
pembaruan
dan
perubahan
b.
Kesanggupan
membentuk
pendapat
secara
demokratis
c.
Berorientasi
pada
masa
kini
dan
masa
depan
d.
Meyakini
kemampuan
sendiri
e.
Meyakini
kemampuan
ilmu
pengetahuan
dan
teknologi
f.
Menganggap
bahwa
ganjaran
itu
hasil
dari
prestasi
Orang yang terbuka terhadap pengalamanpengalaman baru akan lebih siap untuk merespon
segala peluang dan tanggap terhadap tantangan dan perubahan sosial. Misalnya, dalam mengubah
standar hidupnya. Orang yang terbuka terhadap ideide baru inilah merupakan wirausaha yang
inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Menurut Yurgen Koeka (1975),
pandangan yang luas dinamik dan kesediaan untuk pembaharuan, bisa lebih cepat berkembang
dalam lapangan industri tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan dan pengalaman
perjalanan
yang
banyak.
Menurut Kathleen L. Hawkins & Peter A. Turla (1986), pola tingkah laku kewirausahaan
tergambar
dalam
perilaku
dan
kemampuan
sebagai
berikut
:
a. Kepribadian dari segi kreatifitas, disiplin diri, kepercayaan diri, keberanian menghadapi resiko,
memiliki
dorongan
dan
kemauan
kuat.
b. Kemampuan hubungan dari indikator komunikasi dan hubungan antarpersonal,

kepemimpinan
dan
manajemen.
c. Pemasaran (kemampuan dalam menentukan produk dan harga, periklanan dan promosi).
d. Keahlian dalam mengatur penentuan tujuan, perencanaan dan penjadwalan serta pengaturan
pribadi.
e. Keuangan, indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang
f. Kepribadian wirausaha menurut David McClelland (1961), tercermin dalam perilaku
kewirausahaan
yang
meliputi
:
g. Keterampilan mengambil keputusan dan mengambil resiko yang moderat dan bukan atas dasar
kebetulan
belaka.
h. Bersifat energetik, khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif.
i.
Tanggungjawab
individual.
j. Mengetahui hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya, dengan tolak ukur satuan uang
sebagai
indikator
keberhasilan.
k.
Mampu
mengantisipasi
berbagai
kemungkinan
di
masa
datang.
l. Memiliki kemampuan berorganisasi, yaitu bahwa seorang wirausaha memiliki kemampuan
keterampilan,
kepemimpinan
dan
manajerial
Dalam usaha, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting dalam suatu usaha.
Menurut Dusselman (1989), seseorang yang memiliki jiwa kewiarausahaan ditandai oleh polapola
tingkah
laku
sebagai
berikut
:
1. Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru.
2. Keberanian untuk menghadapi resiko, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima resiko
dalam
pengambilan
keputusan
dan
dalam
mengahadapi
ketidak
pastian.
3. Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen,
meliputi
:
a.
Usaha
perencanaan
b.
Usaha
untuk
mengkoordinir
c.
Usaha
untuk
menjaga
kelancaran
usaha.
d.
Usaha
untuk
mengawasi
dan
mengevaluasi
usaha.
4. Kepemimpinan yaitu usaha memotivasi, melaksanakan, mengarahkan tujuan usaha.
Menurut Kathleen dkk (1986), pola tingkah laku kewirausahaan diatas tergambar pula dalam
perilaku
dan
kemampuan
sebagai
berikut
:
1. Kepribadian, aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas, disiplin diri, kepercayaan diri,
keberanian
menghadapi
resiko,
memilki
dorongan,
dan
kemauan
kuat.
2. Hubungan, dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar personal,
kepemimpinan
dan
manajemen.
3. Pemasaran, meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga, periklanan dan
promosi.
4. Keahlian dalam mengatur, diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan, perencanaan, dan
penjadwalan
serta
pengaturan
pribadi.
5. Keuangan, indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang.
6.
Faktor-faktor
penyebab
keberhasilan
dan
kegagalan
wirausaha.
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal.
Menurut Sujuti Jahja (1977), faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan, kemampuan dan
kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri adalah kesempatan atau peluang.
Kedua faktor tersebut dipengaruhi oleh nilainilai kepribadian wirausaha, yaitu nilai keberanian
menghadapi resiko, sikap positif dan optimis, keberanian mandiri dan memimpin serta kemauan
belajar
dari
pengalaman.
Seperti telah dikemukakan sebelumnya, keberhasilan atau kegagalan sangat tergantung pada
kemampuan pribadi wirausaha Zimmerer (1996) mengemukan beberapa faktor yang
menyebabkan
wirausaha
gagal
dalam
menjalankan
usaha
barunya
yaitu
:
1. Tidak kompeten dalam manejerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan
pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat usahanya

kurang
berhasil.
2. Kurang berpengalaman. Baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan
usaha, kemampuan mengorganisasikan, keterampilan mengelola sumberdaya manusia, maupun
kemampuan
mengintegrasikan
operasi
usaha.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar usaha berhasil dengan baik faktor yang paling
utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan
secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional usaha dan
mengakibatkan
usaha
tidak
lancar.
4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan,sekali gagal
dalam melakukan perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan
keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan usaha sukar beroperasi
karena
kurang
efisien.
6. Kurangnya pengawasan. Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan efektifitas.
Kurang
pengawasan
dapat
mengakibatkan
tidak
efisien
dan
tidak
efektif.
7. Sikap kurang sungguh-sungguh dalam melaksanakan wirausaha. Sikap yang setengah-setengah
terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap
setengah
hati,
kemungkinan
gagal
menjadi
besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahan. Wirausaha yang kurang
siap dalam menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil.
Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan
dan mampu membuat peralihan setiap saat.
Faktor penyebab lain sehingga terjadi kegagalan dalam berwirausaha yaitu :
1. Pendapatan tidak menentu. Baik dalam tahap awal maupun tahap pertumbuhan, dalam bisnis
tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Dalam
kewirausahaan, sewaktu- waktu bisa rugi dan untung. Kondisi yag tidak menentu dapat membuat
seseorang
mundur
dari
kegiatan
berwirausaha.
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah
tinggi. Menurut Wirasasmita (1998), tingkat mortalitas/kegagalan usaha kecil di indonesia
mencapai 78%. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan wirausaha.
Bagi seorang wirausaha, kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga.
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari
pembelian, pengolahan, penjualan dan pembukuan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja
keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur.
Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Wirausaha yang berhasil pada umumnya
menjadikan
tantangan sebagai peluang yang
harus dihadapi dan ditekuni.
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap. Kualitas yang tidak segera
meningkat dalam usaha, akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha,
misalnya pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat, maka akan mundur dari usaha
dagangnya dan masuk keusaha lain.
III.
KIAT-KIAT
MENGEMBANGKAN
KEPRIBADIAN
WIRAUSAHA
1.
Pengertian
Pengembangan
Diri
Menurut Sedarmayanti (2007), pengembangan adalah setiap usaha memperbaiki pelaksanaan
pekerjaan yang sekarang atau yang akan datang dengan memberikan informasi mempengaruhi
sikap atau menambah kecakapan. Dengan kata lain pengembangan adalah setiap kegiatan untuk
merubah perilaku yang terdiri dari pengetahuan, kecakapan, dan sikap.
Pengembangan diri merupakan suatu usaha yang perlu dilaksanakan dalam rangka tercapainya
peningkatan mutu. Seseorang perlu mengembangkan pengetahuan, kecakapan dan keterampilan
serta kepribadiannya sesuai dengan bidang tugas dan kedudukannya, agar siap menghadapi beban
kerja yang secara kuantitatif akan selalu perkembangan. Dengan adanya pengembangan tersebut,
maka diharapkan seseorang mempunyai kemampuan kerja yang serbaguna, berhasilguna dan
dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan serta tuntutan organisasi dimana ia bekerja.

Pengembangan diri, dalam realisasinya dapat dilakukan baik oleh dirinya sendiri maupun atas
prakarsa organisasi, yang salah satunya yaitu dengan cara mengikuti pendidikan dan latihan.
Tujuan pengembangan adalah : menambah pengetahuan, menambah keterampilan dan merubah
sikap.
Pengembangan merupakan proses perubahan ke arah yang lebih baik, maju atau lebih dewasa
secara fisik dan umur. Setiap individu hakekatnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan,
baik secara individu maupun kelompok melalui pelatihan. Potensi tersebut merupakan salah satu
pembeda antara individu yang satu dengan individu yang lain, dengan ciri antara lain :
1. Kemampuan dasar : seperti tingkat intelejensia, kemampuan abstraksi, logika dan daya
tangkap.
2. Kikap kerja : ketekunan, ketelitian, tempo kerja dan daya tahan terhadap stres.
3. Kepribadian : pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang baik
jasmaniah, mental, rohani, emosional maupun sosial, yang semuanya ditata dalam cara khas
dibawa pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam bentuk tingkah laku dalam usahanya menjadi
manusia
yang
dikehendaki.
2.
Upaya
Meningkatkan
Potensi
Diri
Untuk menjadi individu selalu berupaya meningkatkan potensi diri, perlu melakukan antara lain :
1.
Mengembangkan
keterampilan
yang
dibutuhkan.
2.
Mengembankan
dan
berbagi
serta
menerima
tanggung
jawab.
3.
Mengembangkan
jaringan
informasi
dan
jaringan
efetif.
4. Membantu pihak lain mendapat keterampilan yang dibutuhkan yang lebih efektif.
5.
Mengembangkan
kreativitas
personal
dan
tim
6.
Mencari
cara
menciptakan
perubahan.
7.
Siap
menantang
cara
berpikir
yang
sudah
lama
diterima.
8.
Menjaga
keseimbangan
antara
pekerjaan
dan
kehidupan
pribadi.
9.
Mengerjakan
pekerjaan
yang
dapat
menikmati.
10.
Terus
belajar.
Hal-hal yang perlu dimiliki seseorang untuk menjadi wirausaha yang sukses adalah :
1.
Mencari
Kesempatan
2.
Kegigihan
3.
Tanggung
Jawab
Pada
Pekerjaan
4.
Kualitas
Kerja
5.
Menanggung
Resiko
6.
Penetapan
Tujuan
7.
Mencari
Informasi
8.
Rencana
Yang
Sistematis
9.
Kerjasama
dan
Persuasi
10.
Percaya
Diri
Untuk mengetahui pribadi wirausaha yang kita miliki, dapat dianalisis dengan menggunakan
instrumen Analisis Pribadi Wirausaha.
IV. RANGKUMAN
Kewirausahaan adalah suatu kemampuan kreatif dan inovatif dalam menciptakan sesuatu yang
baru dan berbeda yang dijadikan dasar, kiat dalam usaha atau perbaikan hidup. Hakikat dasar
kewirausahaan adalah kreativitas dan inovasi. Kreativitas berfikir sesuatu yang baru (thinking
new things) sedangkan inovasi adalah berbuat sesuatu yang baru (doing new things).
Objek kewirausahaan meliputi kemampuan merumuskan tujuan dan memotivasi diri, berinisiatif,
kemampuan membentuk modal dan mengatur waktu, mental yang kuat dan kemampuan untuk
mengambil
hikmah
dari
pengalaman.
Watak, sifat, jiwa, dan nilai kewirausahaan muncul dalam bentuk prilaku kewirausahaan dengan
ciri-ciri
:
(1).
Percaya
diri
(2).
Berorientasi
pada
tugas
dan
hasil

(3).
Berani
menghadapi
resiko
(4).
Berjiwa
Pemimpin
(5).
Keorisinilan
(6).
Berorientasi
pada
masa
depan.
Jiwa kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh pengusaha dan berlaku dalam bidang bisnis
semata, tetapi juga dimiliki oleh setiap orang yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif, seperti
Lembaga Swadaya Masyarakat atau GAPOKTAN, baik secara individu maupun kelompok.
Keberhasilan berwirausaha sangat tergantung pada beberapa faktor yaitu Kemauan, Kemampuan,
Peluang dan Kesempatan.
V.
EVALUASI
A.
Evaluasi
Awal
Untuk membantu mengetahui tingkat pengetahuan awal Anda silahkan mengerjakan evaluasi
berikut
ini
Evaluasi ini untuk mengukur tingkat keberhasilan proses belajar mengajar yang akan dilakukan,
dengan demikian kerjakan dengan sejujur-jujurnya.
1.
Jelaskan
pngertian
kewirausahaan
agribisnis
!
2.
Jelaskan
tipe-tipe
wirausahawan
agribisnis
!
3.
Jelaskan
saat
yang
tepat
memulai
kegiatan
usaha
agribisnis
!
4.
Jelaskan
kelengkapan
diri
seorang
wirausahawan
agribisnis
!
5. Jelaskan ciri-ciri khusus seorang wirausahawan agribisnis
B. Evaluasi Akhir
Untuk membantu mengetahui tingkat pengetahuan akhir Anda silahkan mengerjakan evaluasi
berikut
ini
Evaluasi ini untuk mengukur tingkat keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan,
dengan demikian kerjakan dengan sejujur-jujurnya.
1.
Jelaskan
pngertian
kewirausahaan
agribisnis
!
2.
Jelaskan
tipe-tipe
wirausahawan
agribisnis
!
3.
Jelaskan
saat
yang
tepat
memulai
kegiatan
usaha
agribisnis
!
4.
Jelaskan
kelengkapan
diri
seorang
wirausahawan
agribisnis
!
5. Jelaskan ciri-ciri khusus seorang wirausahawan agribisnis
VI. PENUTUP
Setelah selesai mengikuti proses pembelajaran kewirausahaan para purnawidya membuat rencana
tindak lanjut yang akan diterapkan ditempat masingmasing asal peserta untuk mengembangkan
sikap dan kepribadian wirausaha di Gapoktan, sehingga muncul wirausahawan bidang agribisnis
di Gapoktan dan terus-menerus dianjurkan untuk mengembangkan pengetahuan dengan membaca
bahan bacaan yang mengacu pada daftar pustaka serta mencari informasi kewirausahaan dari
berbagai sumber informasi, serta belajar kepada wirausahawan yang berhasil di Gapoktan yang
ada di propinsi masing - masing, dapat dilaksanakan dengan kegiatan Magang.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Buchari
Alma.
(2000).
Kewirausahaan.
Alfabeta,
Bandung.
Marat. (1997). Sikap Manusia Perubahan serta Pengukurannya. Ghalia Indonesia.
Margono Slamet. (2003). Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. IPB PRESS. Bogor.
Soeparman Soemahamidjaja. (1997). Membina Sikap Mental Wirausaha. Gunung Jati. Jakarta
Sedarmayanti, Prof. Dr. MPd, APU (2007) Good Governance dan Good Coorparate Governace,
Mandar Maju Bandung
Suryana, Dr. Msi, Kewirausahaan (2003) Salemba Empat, Jakarta.
Yose Rizal Sidi Marajo. (1981). Sikap dan Mental Wiraswasta. Indah Surabaya.