Anda di halaman 1dari 2

1.

SITA JAMINAN
Sita jaminan memberikan jaminan kepada pihak pemenang agar tidak hanya
menang di atas kertas (dengan cara melelangnya).
a.

Sita jaminan terhadap barang milik pcmohon/pcnggugat (Revindicatoir


Beslag) (pasal 226 HIR);
Penyitaan atas barang bergerak milik pemohon yang ada di tangan orang lain
atas permintaan pemilik barang baik secara lisan maupun tertulis.
1) Permohonan diajukan kepada hakim yang memeriksa perkara hakim
memberi perintah penyitaan dengan surat penetapan.
2) Barang yang disita harus tetap dibiarkan ada pada pihak tersita untuk
disimpan.
3) Akibat hukumya pemohon/penyita tidak dapat menguasai barang yang
disita, sebaliknya tersita tidak boleh mengasingkannya.
4) Tidak perlu ada dugaan yang beralasan bahwa barang tersebut akan
dialihkan
(karena
memang
barang
bergerak
mudah
untuk
dipindahtangankan).
5) Berdasarkan pasal 226 HIR maka agar dapat diletakkan sila revindikatoir:
harus berupa benda bergerak,
merupakan barang milik penggugat yang ada di tangan tergugat,

diajukan kepada Ketua PN,


dapat diajukan secara lisan/tertulis,

barang tersebut harus diterangkan secara seksama dan terperinci.

b. Sita jaminan tcrhadap barang milik termohon/tergugat (Conservatoir


Beslag) (pasal 227 HIR)
1) Sita jaminan terhadap barang milik debitor/tergugat yang merupakan
tindakan persiapan dari debitur untuk menjamin dapat dilaksanakan putusan
perdata dengan menjual barang sitaan untuk memenuhi tuntutannya.
Hanya dapat terjadi berdasarkan perintah PN atas permintaan
penggugat.
Harus ada dugaan kuat atau balasan bahwa tergugat selama proses
berlangsung berusaha untuk mengalihkan barangnya tersebut.
Dapat dimohonkan pada sita dalam petitum harus dimohonkan agar
permintaan untuk di kembalikan.
2) Sita jaminan dapat diajukan bersama sama dengan pokok perkara atau
terpisah, tapi tidak mungkin suatu permohonan sita jaminan merupakan hak
yang berdiri sendiri.
Bersama petitum dalam gugatan dinyatakan sita jaminan atas barang
tergugat dinyatakan itu sah dan berharga.
Sendiri jika terlupa boleh terpisah kemudian bisa sampai banding.
Putusan adapula putusan sela (dikembalikan).
3) Asas-asas dalam sita konservatoir;
tidak boleh dipindahkan (karena barang jaminan),
meletakan sita jaminan harus bayar,
kalau menang maka sita diangkat,

harus ada dugaan kuat (karena barangnya adalah milik tergugat sehingga
akan mudah dipindahkan),
kalau tidak dinyatakan secara sah dan berharga maka tak dapat
dieksekusi.
Dari pasal 227 HIR dapat kita simpulkan bahwa berkenaan dengan sita
konservatoir:
a) Harus ada sangkaan yang beralasan, bahwa tergugat sebelum
putusan dijatuhkan atau dilaksanakan mencari akal akan
menggelapkan atau melarikan barang-barangnya,
b) Merupakan barang milik tergugat,
c) Permohonan diajukan kepada Ketua PN,
d) Permohonan diajukan secara tertulis,
e) Dapat diletakan baik terhadap barang bergerak maupun barang tidak
bergerak.

2. SITA EKSEKUSI
Adalah sita yang ditetapkan dan dilaksanakan setelah suatu perkara mempunyai
putusan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
Ada dua macam sita eksekusi:
a. Sita Eksekusi langsung,
Sita eksekusi yang langsung diletakkan atas barang bergerak dan barang tidak
bergerak milik debitur atau termohon eksekusi. Sehubungan dengan pelaksanaan
grosse akta hipotik atau grosse akta hak tanggungan yang berkepala Demi
Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, atau sita eksekusi lanjutan
apabila barang-barang yang disita sebelumnya dengan sita conservatoir, yang
dalam rangka eksekusi telah berubah menjadi sita eksekusi dan dilelang, hasilnya
tidak cukup untuk membayar jumlah uang yang harus dibayar berdasarkan
putusan pengadilan, maka akan dilakukan sita eksekusi lanjutan terhadap barangbarang milik tergugat untuk kemudian di lelang
b. Sita Eksekusi tidak langsung,
Sita eksekusi yang berasal dari sita jaminan yang telah dinyatakan sah dan
berharga dan dalam rangka eksekusi otomatis berubah menjadi sita eksekusi.
Dalam rangka eksekusi dilarang untuk menyita hewan atau perkakas yang benarbenar dibutuhkan oleh tersita untuk mencari nafkah (Pasal 197 ayat (8) HIR)
PERBEDAAN SITA JAMINAN DENGAN SITA EKSEKUSI
Pada Sita Jaminan, tindakan paksa perampasan hak untuk ditetapkan sebagai jaminan
kepentingan penggugat dilakukan pada saat proses pemeriksaan perkara,
sedangkan sita eksekusi penyitaan yang bertujuan menempatkan harta kekayaan
tersebut sebagai jaminan kepentingan pembayaran sejumlah uang kepada
penggugat/pemohon dilakukan pada tahap proses perkara yang bersangkutan
sudah mempunyai putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap
dan penyitaan dilakukan pada tahap proses eksekusi.