P. 1
Lap. Pendahuluan Dan Asuhan Kebidanan

Lap. Pendahuluan Dan Asuhan Kebidanan

|Views: 277|Likes:
Dipublikasikan oleh masobihul_abror

More info:

Published by: masobihul_abror on Apr 09, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. ‘X” GI P0000 UK RE MG DENGAN HYPERTENSI

Disusun Oleh : 1. Ratih Diah P. 2. Dwiva R. 3. Hanik Ismiatin 4. Indarah 5. Siti Munavida

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN

UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO 2008 – 2009

TINJAUAN PUSTAKA

I.

DEFINISI Hipertensi adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat anti hipertensi (Kapita Selekta Kedokteran, hal : 518 Hipertensi adalah hipertensi yang telah ada sebelum kehamilan (Ilmu Kedokteran, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, hal : 273) Hipertensi Esensial adalah hipertensi yang disebabkan fator lingkungan dan emosi yang labil. Yang dapat dijumpai adalah hipertensi esensial jinak dengan tekanan darah antara 140 / 90 mmHg sampai 160 / 100 mmHg. Dalam waktu panjang barulah hipertensi esensial memberikan gejala pada alat-alat vital, seperti jantung, kelainan ginjal, arteriosklerosis atau terjadi serangan perdarahan mendadak (Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, hal : 273) Hipertensi dalam kehamilan adalah komplikasi serius trimester kedua – ketiga, dengan gejala klinis, seperti : edema hipertensi, proteinuria, kejang sampai koma dengan umur kehamilan di atas 20 minggu dan dapat terjadi antepartum intrapartum – pasca partum.

II.

ETIOLOGI Hipertensi Esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Faktor yang mempengaruhi seperti kinetik. Lingkungan hiperaktifitas ssusunan saraf simpatis, sistem renin angiotensis, defek dalam ekresi Na. Peningkatan Na dan Ca Intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok dan lain-lain.

III.

PATOFISIOLOGI
I S K E F a k t o - H e r - D e f M r I A R V E G i t . I O E , U C T E R O C P a L A S E N T E R

e d i t a s i s i e n s i

:

d a n

P -

E P M

M B E N T U K A N R A D I K A L B E B e r o k r i d a s e a s a m l e m a k t a k j e n u h e r u s a k m e m b r a n s e l

A /

S ( T O j e n u h

K

S

I N

)

K E -

E R U S A N O O T E P e r m e a b T i m b u n a G -

K A N F M O ES M O B L R I AP I N O F S PE E L N E G L P E M -B HU e Lr m U o l i Ds i A hR i- A T e H rr op le H s p i l i t a s n a iF k e b e b a s m e n - i nM g ek da n T r o m b o s i t l i t i k - K h u A N G G U A N M E T A B T r o m b o k s a n n a i k v a s o P o o r t a s i k l i n d a n a n g i o s e n s i v i t a s v a s k u l e r n a i O

R O I TB O A ST IA T N E H P F E S T O R I S a m s i i a- rd e a h n i d r a s i it k a m e n t o r a : M g S O 4 , v a l i u m , k o k t l s u s : a n t i h i p e r t e n s i d a n d i u r e t i k O m S T A G e b L A a b N D I N

L I S M E P R k o n s t r i k e r t e n s i n t u r u n k E M B C o p f i l a k s a l i n B / W

e n y

k a n I K , C a , a s p d o r t e t r i k i r i n

G -

V E

E

J A L A P E R F U a s o k o n t r a k s i k s t r a v a s a s i - E

K E S S I J G ER J I AN LG A A A NK L I - N A I NK t e n s - i En aH i kP - G e r t o - s iP s r o d e m -a K e j a n g - K o -m P ae r B - S i n d r o m H e l l Wp

U H A N B A t i m a l s i s v i t . E , C a n i n d i k a s i H M

K -

L G

E

R U S A K A N E N D S O S R T GE A I M N T e v e r h e p a t o s e l u l e K r Ae n R z Di m I O m V e A ni n j a l g l u m e r u l o e H n di p o o f vi l oi d l ui m- pe - r H e m o k o n s e n d a r a h

E R M I N A SM I O H A BM B S I n nK g d U u a Lk t s E i R i k M O R T -oP t e e c i n ha r Ki a e t u - b I ab nu A a t S r aC s i l e v e r , t r a u m - J a n i n I U G K

A V

I ID L I T A L I T A A , g a j a n t u n a , k e j a , a s f i k s , I U F D

g g n i

S S

/ a l e n d o r g e n g , s o l u s i o , p l a g a k r o n i s B B L

Penjelasan Gambaran Skematis Patfisiologi Iskemia rigio uteroplacenter menimbulkan, dikeluarkannya hasil metabolisme PO2 yang labil. “Radikal bebas” dengan air terhadap elektron yang dapat merusak membran, khususnya sel endorel pembuluh darah sehingga akan merubah metabolisme sel yang dapat menumbuhkan : Penurunan reproduksi prortaglandin dikeluarkan oleh placenta Perubahan keseimbangan produksi protaglandin yang menjurus Peningkatan trombokran merupakan varokonsiriktor yang kuat Penurunan produksi prostasklin sebagai vasilidator Menurutnya produksi angloterin II – III yang menyebabkan makin meningkatnya sensivitas otot pembuluh darah terhadap varopresor. Terjadinya vasokontriksi pembuluh darah dan vasevarum sehingga terjadi kerusakan, nekrosit pembuluh darah dan mengakibatkan permeabilitas meningkat serta kenaikan TD Kerusakan membran endotel pembuluh darah, timbunan trombosit dan vasokontriksi pembuluh darah, mengakibatkan gangguan perfusi dan metabolisme endorgen atau organ vital dana bentuk : extravasasi cairan menuju extravaskuler, menimbulkan menurunkan volume darah hemokonrentrasi darah. edema lokal tibia / anasaska, hipovolume), terjadi (menimbulkan

IV. V.

MANIFESTASI KLINIS Peningkatan tekanan darah Gejala baru muncul setelah terjadi komplikasi pada ginjal, mata, otak atau jantung Sakit kepala Epistaksis Marah Telinga berdengung Rasa berat di tengkuk Sukar tidur Mata berkunang-kunang dan pusing PEMERIKSANAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium dilakukan pemeriksaan pada uranalisa, darah perifer lengkap, kimia darah (kalium, natrium, kreatenin gula darah puasa, kolesterol total, kolesterol HDL dan EKG) Pemeriksaan klirens kreatinin, protein urin 24 jam, asam urat, kolersterol, LDL, TSH dan ekokardiografi.

VI. A.

DIAGNOSIS Pemeriksaan Fisik Dilakukan pengukuran tekanan darah 2x atau lebih dengan jarak 2 menit, diperiksa ulang pada lengan kontralateral, dikaji perbandingan berat dan tinggi B. pasien kemudian AnamNesa dilakukan pemeriksaan funduskopi untuk mengetahui retinopati hipertensi. Dilakukan meliputi tingkat hipertensi dan menderitanya, riwayat dan gajala penyakit yang berkaitan seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit serebrovaskuler dan lain-lain. C. Perubahan Aktifitas atau Kebiasaan riwayat obat-obatan bebas, faktor psikososial Konsumsi makanan, lingkungan dan lain-lain

VII. -

PROGNOSA Preeklamsi – eklamsi Jantung koroner Gagal jantung

VIII.

Penyakit serebrovaskuler Penurunan janin terhambat Penurunan kesadaran PENATALAKSANAAN Mulai atau lanjutkan perubahan kebiasaan hidup ↓

-

Menurunkan BB bila terdapat kelebihan (indeks masa tubuh > 27) Membatasi alkohol Meningkatkan aktifitas fisik aerobik (30-45 menit / hari) Mengurangi asupan natrium (< 100 mmol Na / 2,4 g Na / 69 NaCl / hari) Mempertahankan asupan kalium yang adekuat (90 mmol / hari) Mempertahankan asupan kalium dan magnesium yang adekuat) Kurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan ↓ Tekanan darah < 140 / 90 mmHg tidak tercapai ↓ Pemberian obat dengan pemilihan obat hypertensi Misal : Obat hypertensi tanpa komplikasi diuretik, beta bloker

T

e k

a n

a n

d

a r a h

y

a Tn eg k d a i n t ua n u d t ae r r ac ha p y a a i n j

g

d i t u

T

i d

a k

a d

a

t i d a k r e R s ep so p n o n t a p i t o l e r a n s i o b a t d a r i l a i n T a m b a h k a n g o l o n g a n b

G

g

a n g g u a n o l o n g a n

o b e r

T

e k

a n a n

d a r a h

y

a n

g

d

T

a m

b

a h

k

a n

o

b

a t

d

a r i

g

ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY. “X” GI P00000 UK 21 MINGGU DENGAN HIPERTENSI

Tanggal / Jam Tempat I. 1. Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 2.

: 1 Juli 2008 / 19.00 WIB : BPS

PENGKAJIAN Biodata : Ny. “X” : 27 th : Islam : SMA : IRT Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan : Tn “Y” : 28 th : Islam : SMA : Swasta : Mojosari – Mojokerto

Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia

Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia

: Mojosari – Mojokerto Alamat Keluhan Utama

Ibu mengatakan hamil ini adalah hamil yang pertama dan akhir-akhir ini sering merasa pusing 3. Riwayat Kesehatan Sekarang

Ibu mengatakan sering merasa pusing sejak 4 hari yang lalu dan sudah dibuat istirahat tetapi belum sembuh, sehingga ibu memutuskan untuk memeriksakan kesehatannya di BPS 4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit sistemik seperti hipertensi, jantung, ginjal, penyakit kronik, menular. 5. Riwayat Kesehatan Keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarganya ada yang menderita penyakit hipertensi, yaitu bapak, tetapi tidak ada DM, ginjal, menular dan tidak ada keturunan kehamilan kembar.

6. a.

Riwayat Obstetri Riwayat Haid b. c. Menarche Lama Warna Banyak Siklus HPHT TP : Pemeriksaan ANC Pada TM I : Periksa 1 kali ke rumah Bidan. Pada TM II : Periksa 1 kali ke rumah Bidan Riwayat KB Keluhan : Tidak ada keluhan apa-apa, Tx : Bg, kalk. Keluhan : Pusing, Tx : Kalk, Fe Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun sebelum kehamilan ini d. Riwayat Perkawinan : 25 th : 2 th : 1 : Sah
Bayi BB Se / x TB Nifas H / M Lakt asi Ko mp

: : : : : :

12 tahun : 7 hari Merah 3 softek pada hari 1 – 3 28 ari Kadang-kadang 24 – 1 - 2008 Kadang-kadang

Disminorhoe

2 softek pada hari 4 – 7 Fluor Albus :

1 – 10 – 2008

Umur pertama menikah Lama menikah Istri ke Status perkawinan e.
N o 1 Umur keham ilan Persalinan Jenis Penol ong

Riwayat Obstetri
Tem pat Ko mp Um ur

H A M I L

I N I

f. 1)

Pola Kebiasaan Sehari-hari Pola Nutrisi : Makan 3x sehari, porsi sedang terdiri dari (nasi, lauk pauk, sayuran). Minum + 6 gelas per hari Sebelum Hamil

Selama Hamil

: Makan 3x sehari, porsi sedang terdiri dari (nasi, lauk pauk, sayuran, buah). Minum + gelas per hari. Minum susu 2 gelas per hari

2)

Pola Istirahat : Siang 1 jam, mulai jam 11.00 – 12.00 WIB Malam 8 jam, mulai jam 21.00 – 05.00 WIB : Siang 2 jam, mulai jam 11.00 – 13.00 WIB Malam 8 jam, mulai jam 21.00 – 05.00 WIB Pola Eliminasi : BAB 1x konsisten lunak, warna kuning, bau khas BAK 5x warna kuning, bau khas amoniak : BAB 1x konsisten lunak, warna kuning, bau khas BAK 6x warna kuning, bau khas amoniak Pola Personalgyegine : Mandi 3x sehari, gosok gigi 3x sehari, keramas 4x seminggu, ganti baju 2x sehari : Mandi 3x sehari, gosok gigi 3x sehari, keramas 3x seminggu, ganti baju 2x sehari Pola Aktivitas : Pekerjan sehari-hari sebagai IRT, mencuci, memasak, menyapu dan mengepel : Pekerjaan sehari-hari IRT seperti mencuci, memasak, menyapu dan mengepel, mengurangi pekerjaan sehari-hari

Sebelum Hamil Selama Hamil 3)

Sebelum Hamil Selama Hamil 4)

Sebelum Hamil Selama Hamil 5)

Sebelum Hamil Selama Hamil

6) Selama Hamil g.

Pola Seksual : 3 – 4x seminggu, tidak ada keluhan : 2 – 3x seminggu, tidak ada keluhan

Sebelum Hamil

Kebiasaan Hidup Sehat

Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum-minuman keras, serta obatobatan terlarang dan tidak mengkonsumsi jamu-jamuan h. sekarang Ibu menginginkan anaknya berjenis kelamin perempuan Riwayat Psikososial, Spiritual dan Ekonomi Ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilannya yang

II. 1.

DATA OBYEKTIF Pemeriksaan Umum : Baik : Composmentis : 150 cm : 41 kg : 48 kg : 7 kg : 140 / 90 mmHg : 86x / menit : 366 0 C : 24 x / menit : 23 cm Pemeriksaan Fisik a. Muka Mata Hidung Mulut dan Gigi Inspeksi : Bulat, rambut hitam ikal, tidak ada ketombe : Tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada odem : Simetris, conjungtiva merah muda, seklera putih : Simetris, tidak ada sekret : Simetris, mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries, tidak ada gigi palsu, gigi putih bersih Telinga Leher : Simetris, tidak ada serumen : Tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada benjolan, kelenjar limfe, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid Payudara Abdomen Genetalia : Simetris, putting susu menonkol, hyperpigmentasi pada oreola dan papila mamae : Tidak ada luka bekas operasi, tidak ada linea gravidarum, tidak ada linea nigra : Tidak ada odema, tidak ada varises, tida ada condiloma acuminata, tidak ada condilomamalalata, kebersihan terjaga. Anus : Tidak ada hemoroid, kebersihan terjaga Kepala / Rambut Keadaan Umum Kesadaran TB TB BB Sebelum Hamil BB Selama Hamil Kenaikan BB TTV : TD N S RR Lila 2.

Ekstremitas Atas

: Tidak ada odema, tidak ada polidaktili gangguan pergerakan

Ekstremitas Bawah : Tidak ada odema, tidak ada varises, tidak ada b. Kepala Leher Payudara Abdomen Palpasi : Tidak ada benjolan / hematoma : Tidak ada bendungan vena jugularis, pembesaran kelenjar tyroid : Tidak ada benjolan abnormal : Leopold I II III IV c. Auskultasi : TFU 20 cm, teraba balotemen : : : -

DII (+) : 140x / menit, jelas, teratur (dengan dopler) d. Perkusi

Refleks Patela + / + e. Data Penunjang

Hb : 12 gr%, Proternuri (-), Albuin (-), Tgl. 1 – 7 - 2008 III. X IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH DAN KEBUTUHAN SEGERA : Ny “X” G1 P00000 UK 21 Minggu anak tunggal hidup intrauterin dengan hypertensi Ds : Ibu mengatakan hamil yang pertama dan akhir-akhir ini sering pusing sejak 4 hari yang lalu Do : - Keadaan Umum - Kesadaran - TB - BB sekarang - TTV TD N S RR - TFU : Baik : Composmentis : 150 cm : 48 kg : 140 / 90 mmHg : 86x / menit : 366 0C : 24x / menit : 20 cm

- Abdomen Leopold

: LI LII

: : -

LIII : LIV : - DTI IV. V. VI. Tujuan Kriteria Hasil INTERVENSI Tanggal : 1 Juni 2008 diharapkan masalah teratasi : 1. Keadaan umum baik 2. Ibu mengerti tentang kondisinya 3. Tensi normal, tidak terjadi komplikasi 4. Ibu mampu mengulang penjelasan dengan baik dan benar 1. 2. 3. 4. 5. 6. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu Beritahu kondisi ibu Anjurkan ibu untuk banyak istirahat Beritahukan tanda-tanda bahaya hipertensi bagi ibu hami Anjurkan ibu untuk diet makan Anjurkan pada ibu tentang olah raga kecil seperti jalan-jalan pagi lebih elastis 7. Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi R / : Mempercepat proses penyembuhan Jam : 19.10 WIB : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1 x 60 menit, : (+) 140x / menit, jelas dan teratur

IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL Preeklamsi Ringan PEB IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

R / : Untuk menjalin hubungan yang harmonis dan ibu lebih kooperatif R / : Ibu mengetahui kondisi dirinya dan bayinya R / : Menjaga kesehatan ibu dan janin R / : Ibu lebih kooperatif R / : Menjaga kesehatan ibu dan janin R / : Untuk melancarkan peredaran darah dan melatih otot-otot panggun agar

VII. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

IMPLEMENTASI Melakukan pendekatan terhadap ibu dengan komunikasi untuk Memberitahu kondisi ibu untuk mengetahui kondisi ibu dan bayinya Menganjurkan ibu untuk banyak istirahat untuk menjaga kondisi ibu Memberitahukan tanda-tanda bahaya hipertensi bagi ibu hamil bahwa Menganjurkan ibu untuk diet makan tinggi protein untuk memenuhi Menganjurkan ibu tentang olah raga untuk melancarkan peredaran Berkolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi untuk menjalin hubungan yang baik dengan ibu

dan janin hypertensi bisa menyebakban kegawatan bag ibu dan bayi asupan nutrisi bagi ibu dan janin daerah dan melatih otot-otot panggul agar lebih elastis mempercepat proses penyembuhan. INTERVENSI Dx Tujuan Kriteria Hasil : Potensial terjadi preeklamsi ringat : Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan 2 x 24 jam masalah potensial tidak terjadi : 1. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan 2. Tanda-tanda PER tidak terjadi 3. Proteinuria negatif 1. 2. 3. Berikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang bahaya preeklamsi Anjurkan ibu observasi peningkatan BB dan TD teratur Lakukan pemeriksaan proteinurin menggerakkan diagnosa PER / PEB IMPLEMENTASI 1. Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang bahaya preeklamsi supaya ibu dan keluarga lebih kooperatif 2. Menganjurkan ibu mengobservasi peningkatan BB dan TD teratur

R / : Agar ibu dan keluarga lebih kooperatif R / : Memantau status kesehatan ibu R / : Untuk mengetahui adanya endapan protein dalam urine untuk

3. Melakukan pemeriksaan protein urin untuk mengetahui adanya endapan protein dalam urine untuk menggerakkan diagnosa PGR / PEB : Hasil negatif VIII. EVALUASI Tanggal : 1 Juli 2008 S : Ibu mengatakan kepala masih pusing O : - K / U : baik - Kesadaran : Composmentis - Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan A : Ny “X” G1 P0000 UK 21 minggu dengan hypertensi masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan Anjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya tiap 2 minggu sekali dan segera periksa bila ada keluhan Jam : 17.30 WIB

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->