Anda di halaman 1dari 112

TEKNIK PELAPISAN

LOGAM
Oleh:
Arya Mahendra Sakti, ST., MT

STRUKTUR KRISTAL
DAN DEFORMASI

Struktur Atom
Zat terdiri dari susunan atom.
Atom terdiri dari inti atom (Proton
dan Neutron) yang dikelilingi oleh
elektron.
Setiap atom mempunyai jumlah kulit
atom yang berbeda.
Setiap kulit atom ditempati beberapa
elektron berdasarkan 2n2.

SUSUNAN ATOM

Ikatan Atom
Ikatan Ionik
Yatiu bila ada dua atom atau lebih yang
melakukan gaya tarik menarik untuk
bertukar muatan, supaya menjadi
stabil.
Contoh : NaCl

CONTOH IKATAN IONIK

Ikatan Kovalen
Yatiu bila ada dua atom atau lebih
yang melakukan gaya tarik menarik
untuk memakai secara bersama atau
meminjamkan muatan yang berbeda,
supaya menjadi stabil.
Contoh : Cl2, N2, HF.

CONTOH IKATAN KOVALEN

Ikatan Logam
Dimana ikatan ini terjadi pada
hampir semua atom yang berada
pada suatu logam.
Disini terjadi ikatan ionik dan kovalen
yang sangat besar dengan jarak
yang relatif stabil.
Pada ikatan ini inti atom terbentuk
secara beraturan dan elektron yang
saling dipinjamkan akan membentuk
kabut elektron.

CONTOH IKATAN LOGAM

STRUKTUR KRISTAL
Yaitu susunan atom-atom yang

teratur dalam tiga demensi menurut


pola tertentu dinamakan kristal.
Kristal-kristal yang tersusun
membentuk pola kerangka 3 dimensi
disebut dengan space lattice (kisi
ruang).

7 Macam Sistem Kristal


1. Cubic.
2. Tetragonal.
3. Orthorhombic.
4. Monoclinic.
5. Triclinic.
6. Hexagonal.
7. Rhombohedral.

Yang sering dipakai


1. Face Centered Cubic (FCC).
Kubus Pemusatan Sisi
2. Body Centered Cubic (BCC).
Kubus Pemusatan Ruang
3. Hexagonal Close-Packed (HCP).
Heksagonal Tumpukan Padat

STRUKTUR ATOM BCC

STRUKTUR ATOM FCC

STRUKTUR ATOM HCP

CACAT PADA KRISTAL


1. Cacat Titik (Point Defect)
a. Kekosongan (Vacancy)
b. Penggantian (Substitutional)
c. Penyisipan (Interstitional)

CONTOH CACAT TITIK

2. Cacat Garis (Line Defect)


a. Dislokasi Tepi
b. Dislokasi ulir

CONTOH DISLOKASI TEPI

CONTOH DISLOKASI ULIR

LOGIKA DISLOKASI

3. Cacat Bidang (Interfacial Defect)


Terjadi pada batas butir.

4. Cacat Ruang (Bulk Defect)


a. Renik : Karena ada gelembung
udara
yang terjebak didalam
logam.
b. Retak : Karena logam sudah
mengalami kelelahan sehingga
terjadi retak.
c Inklusi : Karena ada bahan asing
yang
terjebak didalam logam.

SIFAT MEKANIK
Kekuatan (Strength) : Kemampuan

bahan untuk menerima tegangan


tanpa menyebabkan bahan menjadi
patah.

Contoh : Kekuatan tarik, Kekuatan

geser, Kekuatan tekan, Kekuatan torsi,


kekuatan lengkung.

Kekerasan (Hardness) : Kemampuan


bahan untuk tahan terhadap
penggoresan, pengikisan, dan
penetrasi.

Kekenyalan (Elasticity) : Kemampuan


bahan untuk menerima tegangan
tanpa mengakibatkan terjadinya
perubahan bentuk yang permanen
setelah
tegangan dihilangkan.

Kekakuan (Stiffness) : Menyatakan

kemampuan bahan untuk menerima


tegangan tanpa mengakibatkan
terjadinya perubahan bentuk
(deformasi) atau defleksi.

Plastisitas (Plasticity) : Menyatakan

kemampuan bahan untuk mengalami


sejumlah deformasi plastik
(permanen)
tanpa mengakibatkan
kerusakan pada
bahan.

Ketangguhan (Toughness) :

Kemampuan
bahan untuk menyerap
sejumlah energi
tanpa
mengakibatkan kerusakan pada
bahan.

Kelelahan (Fatigue) : Merupakan

kecenderungan dari logam untuk patah


bila menerima tegangan berulangulang yang besarnya masih jauh di
bawah batas kekuatan elastisnya.

Teknik Pelapisan Logam adalah suatu

proses perlakuan permukaan


terhadap suatu material dengan cara
dua buah logam dialiri listrik melalui
sebuah penghantar yang berada di
dalam media elektrolit.
Tujuannya : Berfungsi untuk proteksi
Berfungsi untuk dekorasi
Berfungsi untuk kehalusan
permukaan material

Elektroplating dibuat dengan jalan

mengalirkan arus listrik melalui larutan


antara logam atau material lain yang
konduktif. Dua buah plat logam
merupakan anoda dan katoda
dihubungkan pada kutub positif dan
negatif terminal sumber arus searah
(DC).
Logam yang terhubung dengan kutub
positif disebut anoda dan yang terhubung
dengan kutub negatif disebut katoda.

Ketika sumber tegangan digunakan


pada elektrolit, maka kutub positif
mengeluarkan ion bergerak dalam
larutan menuju katoda dan disebut
sebagai kation. Kutub negatif juga
mengeluarkan ion, bergerak
menuju anoda dan disebut sebagai
anion. Larutannya disebut
elektrolit.

ELEKTROKIMIA
Yaitu yang mengkaji pengubahan Energi Listrik
dari ke Energi Kimia

Hukum Elektrolisis Faraday


- Jumlah perubahan kimia oleh satuan
arus listrik sebanding dengan banyaknya arus
yang mengalir
Jumlah berat yang bereaksi oleh sejumlah
tertentu listrik sebanding dengan berat
ekuivalen kimianya

Hukum Faraday dapat dinyatakan dengan


persam. :
Berat
aktual
pelapisan
Efisiensi arus =
X 100 %
Berat teoritik pelapisan
g=

I.e.t
96500
g = berat lapisan
I = arus listrik (A)
e = berat atom / valensi
t = waktu pelapisan
(detik)

Potensial Elektroda

Ion
R
Anoda

Substrat

TUJUAN PROSES PELAPISAN


LOGAM
a. Dekoratif
b. Proteksi terhadap korosi
c. Memperbaiki sifat mekanik di
permukaan material
(misal : ketahanan aus,
kehalusan
permukaan)

TUJUAN DARI BAK PLATING


Sumber logam yang dideposisi
Membentuk kompleks dgn ion logam

deposisinya
Menyediakan sarana hantaran listrik
Stabilisasi larutan (terhadap hidrolisis)
Buffer (stabilisasi keasaman / PH)
Mengubah/mengatur bentuk fisik deposit
Membantu pelarutan anoda
Mengatur sifat-sifat lain
larutan/depositnya

DASAR-DASAR
ELECTROPLATING

Elektroda = ujung atau terminal tempat


keluar masuknya arus dari dan
ke larutan elektrolit
Elektroda terdiri dari :
(i) anoda = - terjadi reaksi oksidasi
- terminal logam yang akan
dilapiskan (jika
menggunakan
anoda terlarut)

(ii) katoda = - terjadi reaksi reduksi


- terminal logam yang akan
dilapisi
Substrat : logam yang akan dilapisi
Ion
: partikel bermuatan yang
berperan
di dalam mengalirnya arus di
dalam
larutan

TAHAP PEMBERSIHAN PERMUKAAN


Agar diperoleh hasil proses elektroplating
yang baik maka permukaan substrat
harus bersih.
Kotoran yang mungkin menempel pada
permukaan substrat :
Kotoran Organik
Terdiri dari bahan mineral, hewani,
nabati, minyak, residu, grease, oli, dll.
Pembersihan dengan penyabunan.
Kotoran Anorganik
Terdiri atas karat, debu, kerak, dll.
Pembersihan dengan alkali/asam.

Permukaan substrat yang tidak bersih

dapat menyebabkan :
- lapisan tidak menempel dengan kuat
- pemukaan lapisan kasar
- permukaan lapisan terbentuk
lubanglubang kecil

Cara membersihkan permukaan


substrat :
A. Secara mekanik :
- gerinda
- amplas
- polish
B. Secara kimia :
- pelarut organik
- pembersih alkali (NaOH)
( soda abu, fosfat, silikat )
- pembersih asam/pikling (H2SO4, HCl)
(sulfat, khlorida, nitrat, fosfat,
fluorida)
Cara : menggunakan kain, sikat, uap,

Batasan yg terkandung dalam


Kandungan
Konsentrasi Max (ppm)
air
Padatan total
Khlorida
Sulfat
Nitrat
Tembaga
Timbel
Mangan
Kadmium
Seng
Besi
Khrom
Sianida

500

250
250
45
1, 0
0,05
0,01
0,01
5,0
0,3
0,05
0,2

Pembersihan Untuk
Otomasi

Pembersihan di Dalam
Industri

Pembersihan Dengan
Penguapan

Pembersihan dengan Proses


Vakum

Pembersihan dengan Metode


Kincir

Pembersihan Untuk
Otomasi

LANGKAH-LANGKAH PROSES PELAPISAN


LOGAM

ANEKA LOGAM PLATING


Logam plating dikelompokkan
menjadi:

Coating Tumbal
Coating Dekoratif Protektif
Coating Logam Rekayasa
Coating Logam-logam Jarang Pakai
Coating Jenis Alloy

Coating Tumbal
Adalah dipergunakan atau dikorbankan

untuk melindungi logam induk atau basis


(pelapisan Anodik).
Logam yang sering dipakai untuk proses
pelapisannya adalah Seng dan
Kadmium.
Sifat Kadmium :

Mudah disolder
Lebih tahan atmosfer
Lebih tahan pada garam
Produk korosinya tidak mekar
Proses pelapisannya mudah dikontrol

Seng merupakan logam paling murah


untuk mencegah korosi
Penerapan seng ke besi / baja secara
Hot-Dipping atau celup panas,
disemprot
Dalam elektroplating, garam-garam
yang penting misalnya:
Kompleks seng sianida
Hidrokso (Ion Zinkat)
Kompleks Khloro, Sulfat, Khlorida,
Fluoborat

FUNGSI UNSUR SENG (Zn)


Pada tubuh manusia biasanya unsur

Seng masuk bersama dengan unsur


Besi yang menggantikan Ion Logam dari
gugus Enzim

Ion-ion logam pengganti yang

kemudian mempengaruhi kerja enzim


disebut sebagai Inhibitor

Fungsi Unsur Seng dalam Tubuh


Manusia

Karbonat Anhidratase Zn

Pengatur PH dan Tingkat CO2


dalam tubuh
Karboksi Peptidase Zn
Pencerna Protein dalam tubuh
Alkohol Dehidrogenase Zn
Metabolisme Alkohol dalam tubuh

Hal ini juga terjadi pada Biota Laut


dimana logam Zn dalam jumlah
kandungan tertentu :

Ikan
Udang
Kerang
Polycheta

: 60 mg / L
: 0,5 50 mg / L
: 10 50 mg / L
: 1,8 55 mg / L

Kegunaan Kadmium (Cd)


Senyawa CdS dan CdSeS
Dipakai sebagai zat warna
Senyawa Cd-Sulfat (CdSo4)
Dipakai dalam industri baterai karena mempunyai
potensial stabil yaitu 1,0186 volt
Senyawa Cadmium Bromida (CdBr2) dan Kadmium
Ionida (CdI2)
Digunakan dalam dunia Topografi
Senyawa Cd Strearat
Digunakan dalam industri untuk pembuatan
Polyvinil Khlorida (PVC), sebagai bahan yang
berfungsi untuk stabiliser

Keracunan Logam Kadmium


Gejala rasa sakit dan panas bagian dada
Penyebab penyakit paru-paru bila dalam
kondisi kronis
Dapat menyebabkan penyakit kurang
darah (Anemia)
Dapat menyebabkan penyakit jantung
Dapat menyebabkan penyakit tulang
keropos
Dapat menyebabkan kemandulan
Dapat menyebabkan kanker

Coating Dekoratif Protektif


Pada proses ini sering dipakai untuk
faktor keindahan agar
penampilannya bisa bagus dan
menarik
Logam yang sering dipakai
diantaranya logam Nikel, Tembaga,
dan Khrom

Logam Tembaga (Cu)


Bersifat liat, lunak, ulet, dan tidak
terlalu teroksidasi oleh udara
Mempunyai 2 macam senyawa :

Kupro (Tembaga I)
Hanya larut pada air yang terkompleks
oleh ligan (sianida, amonia, khlorida)
Kupri (Tembaga II)
Hanya larut pada air

Tembaga lebih banyak


dipakai
Tembaga mudah diplatkan
Tembaga memiliki daya liput besar
Tembaga memiliki daya lontar bagus
Tembaga harganya relatif murah
Tembaga mudah diperoleh dimanamana

Bentuk Tembaga
Chalcocote (Cu2S)
Covellite (CuS)
Chalcopyrite (CuFeS2)
Bornite (Cu5FeS4)
Enargite (Cu3 (AsSb) S4)
Cuprite (Cu2O)
Tenorite (CuO)

Proses untuk mendapatkan


Tembaga :

Tembaga didapat dari alam masih


bercampur dengan belerang dan besi
Tembaga dicampur dengan silikon
untuk menghilangkan oksida besinya
Tembaga dibakar dalam tungku yang
dicampur dengan CuSO4 untuk
mendapatkan kadar tembaga yang
murni

Kegunaan Tembaga
Dalam Industri
Cat sebagai Antifoling
Insektisida dan fungisida

Untuk Katalis
Untuk Baterai
Untuk Elektroda
Untuk Penarik Sulfur dan Belerang

Dalam Tubuh Manusia


Laccase untuk Oksidasi Fenol
Tyrosinase untuk Pigmentasi Kulit
Sitokrom Oksidase untuk Oksidasi

Gugus Terminal
Ceruplasmin untuk Penyerapan Besi
Askorbat Oksidase untuk Oksidasi
Asam Askorbat
Plastosianin untuk Fotosintesis

Dalam Biota Laut


Ikan (2,5 3,5)
Udang (0,17 100)
Kerang (0,14 2,4)
Polycheta (0,16 0,5)

Keracunan Oleh Tembaga


CuCl2 (tikus) (140 mg/kg)
CuCO3Cu(OH)2 (kelinci) (159 mg/kg)
Cu2O (tikus) (470 mg/kg)
Cu(NO3)23H2O (tikus) (940 mg/kg)
CuSO45H2O (tikus) (960 mg/kg)
CuCl2 (manusia) (200 mg/kg)
(manusia)
(200 mg/kg)
Cu(OH)2

Gejala-gejalanya
Adanya rasa logam pada pernafasan
pasien
Adanya rasa terbakar pada
epigastrum dan muntah secara
berulang-ulang

Logam Nikel
Memiliki kekerasan dan kekuatan

sedang
Sifat liat dan keuletannya yang baik
Daya hantar dan thermalnya baik

Garam-garam turunannya :
Nikel Karbonat
Nikel Khlorida
Nikel Fluoborat
Nikel Sulfamat
Nikel Sulfat

Penggunaannya adalah
Besi
Baja
Perunggu
Seng
Plastik
Alumunium
Magnesium

Plating Nikel Cerah


Arah pitting tembus ke dalam.
Lapisannya terdiri dari:

Subtrat
Nikel Cerah
Khrom

Plating Nikel Dupleks


Arah pitting tembus menyebar.
Lapisannya terdiri dari:

Subtrat
Nikel Semi Cerah
Nikel Cerah
Khrom

Plating Nikel Berat


Arah pitting tembus ke dalam dan
juga menyebar.
Lapisannya terdiri dari:

Subtrat
Nikel Semi Cerah
Nikel Cerah
Khrom

Logam Khrom
Khromium biasa dijumpai dalam

bentuk mineral yaitu : Chromite


(FeOCr2O3)
Batuan chromite yang berkualitas
adalah yang mengandung khromat
(Cr2O3) sebanyak 48% dengan
perbandingan antara Fe dengan Cr
sebanyak 3 : 1

Sifat-sifat logam khrom


Sangat peka pada pengotor.
Sifat keliatan bahan dipengaruhi karbon,

belerang, dan oksigen.


Mudah bereaksi dengan halogen, hidrogen
khlorida, hidrogen fluorida.
Dapat membentuk lapisan tipis khrom
menghasilkan kepasifan bila bereaksi dengan
asam nitrat, fosfat, khlorat, perkhlorat.
Selain dipakai pada plating khrom, maka dipakai
untuk kromisasi, anodisasi, coating ubahan
khromat, pasivasi, dan pembersihan permukaan.

Kegunaan Logam Khromium


Pembuatan baja anti karat.
Pembuatan baja dengan kekuatan sangat

tinggi.
Untuk membuat stellite (alat pemotong).
Tekstil
Penyamakan.
Zat Warna.
Bahan Peledak.
Geretan Korek Api.
Untuk Radio Isotop guna penandaan sel-sel
darah merah dalam studi tentang haemoglobin.

Proses Pelapisan Logam


Khrom
Pada katoda
Reaksi deposisi khrom, pengeluaran
hidrogen, pembentukan Cr(III).

Pada Anoda
Reaksi Pengeluaran oksigen, oksidasi ion
khromat, produksi timbel dioksida pada
anoda

Ada 2 jenis utama bak plating asam


khromat :

Jenis konvensional dengan ion katalis


sulfat.
Jenis konvensional dengan ion katalis
tercampur (sulfat dengan fluorida /
fluosilikat).

Tanda-tanda keracunan
Khromium
Terjadi pembengkakkan dalam hati.
Banyaknya kadar Cr dalam urine.
Luka pada selaput lendir dari jalur
pernafasan.
Terjadi perubahan pada limpa dan
ginjal.
Timbul gejala kanker paru-paru

Metabolisme Cr dalam
tubuh
15% terakumulasi dalam paru-paru.
20% terdapat dalam darah.
5% terakumulasi dalam hati, ginjal,
dan limpa.

Mekanisme dalam tubuh


Cr + Piropospat menjadi kompleks

protein
Cr + Sitokrom Reduktase menjadi
mempengaruhi pertumbuhan dan
reaksi biokimia dalam tubuh.
Cr + Asetat menjadi Co2, Kolesterol,
Asam lemak

Coating Logam Rekayasa


Pada proses ini hanya memberikan produk
yang menghasilkan sifat tertentu bagi
permukaan logam (Coating Fungsional)
Logam yang termasuk dalam coating
rekayasa adalah :

Perak
Emas
Platina
Timah
Timbel

Logam Perak
Sifatnya lunak, dapat diperkeras

dengan tembaga.
Sifat penghantar yang baik diantara
tembaga tembaga dan emas.
Mudah bereaksi dengan sianida,
peroksida, sulfida, asam okso-khlor,
asam khromat, boraks, hidrogen
sulfida, raksa.

Konsentrasi perak rendah dan sianida

tinggi meningkatkan daya lontar.


Akan tetapi dalam praktek sering
dibutuhkan filtrasi dengan
penggunaan karbon aktif.
Penggunaan : - Pelapis baja stainless.
- Sekrup.
- Seal Gas Panas
- Baling-baling Kompresor

Logam Emas
Sifatnya tahan korosi, mudah disolder,

tahan oksidasi, liat, penghantar listrik


yang baik, daya pancar / pantul untuk
inframerahnya baik.
Tidak bereaksi dengan O2, Belerang,
Selenium, Nitrogen, Karbon.
Emas hanya larut pada asam khlorida dan
asam nitrat, campurannya (aqua regia).

Warna emas tergantung


bahan aditifnya yaitu :
Warna Kuning Muda : dari Nikel dan
Tembaga
Warna Hijau : dari Perak
Warna bayangan hijau : dari
kadmium
Warna Emas Antik : dari
Timbel/Kadmium

Logam Platina
Pada golongan VIII terdapat 3 Triad :
Triad I : Besi-Kobalt-Nikel
Triad II : Ruthenium, Rhodium, Paladium
Triad III : Osmium, Iridium, Platina

Bak logam platina menggunakan Anodataklarut tetapi Paladium dan platina dapat
larut pada kondisi asam (Amonium Nitrat,
Nitrit, Amonia)

Faktor yang Menunjang Dipakainya


Platina
Titik lelehnya tinggi
Kekerasannya hebat
Ketahanan terhadap korosi/aus baik
Penampilannya bagus

Penggunaannya :
Membuat Anoda Titanium
Proteksi Katodik

Logam Timah
Sifatnya lunak, titik leleh rendah, liat,
mudah di cold work.
Timah ada 2 macam :

Timah Putih (Beta)


Bersistem kristal BCC
Timah Kelabu (Alpha)
Berstruktur Intan (kurang rapat), Non
logam, Semi konduktor
Timah tidak bereaksi dgn Nitrogen,
Hidrogen, Karbon Dioksida, Gas Amonia

Coating Logam-logam
Jarang Pakai
Kelmpok logam jarang pakai ada 2

macam : 1. Muah diplating tetapi


jarang dipakai.
2. Sulit diplating dan jarang dipakai.

Logam Besi (Fe)


Besi adalah logam termurah, sifat

fisiknya mudah dielektroplating dari


berbagai elektrolit, tetapi tidak
bernilai dekoratif dan tetap terkena
korosi.
Prosesnya bisa bagus bila pada bak
platingnya memakai asam sulfat,
khlorida, dan sulfamat.

Logm Kobalt (Co)


Logam kobalt sifatnya hampir sama

dengan logam nikel yaitu :


1. Dipakai untuk pencerah/aditif lain
untuk
nikel.
2. Tahan korosi dan aus pada suhu
tinggi.
3. Sering dipakai pada piranti memori
komputer.

Logam Indium (In)


Logam Indium mempunyai sifat

memperbaiki ketahanan korosi pada


tembaga, perunggu, seng, dan besi.
Logam tembaga diplating dari
larutan sulfat, sianida, sulfamat, dll.

Logam Arsen (As)


Logam Arsen senyawanya beracun
Kegunaannya dipakai untuk

dilapiskan supaya : berkesan antik


dan tahan terhadap korosi.
Logam arsen diplating dari fluorida,
asam hidrosikarboksilat.

Logam Mangan (Mn)


Logam Mangan adalah logam yang

jarang diplating.
Logamnya kurang menarik dari segi
dekoratif.
Logamnya tidak tahan terhadap
korosi.

Logan Renium (Re)


Logam renium jarang dipakai dan

harganya mahal.
Depositnya pada proses pelapisan
logam sangat terbatas.
Elektrolitnya yaitu : asam sulfat,
asam fosfat, asam sitrat, asam
perhenat.

Coating Jenis Alloy


Alloy adalah zat atau bahan yang

bersifat logam dan terdiri atas dua


atau lebih unsur kimia yang salah
satunya logam.
Cara pembuatan Alloy :

Dengan Pelelehan (dicampurkan)


Dengan Difusi
Dengan Elektrodeposisi

Syarat mengontrol plating


Alloy :

Memakai logam alloy berkomposisi serupa

dengan deposit
Anoda inert dengan penambahan kimia
Salah satu penambahan secara anodik, yang
lainnya kimia
Anoda kedua logam saling terpisah tetapi
digantung pada Bar yang sama
Anoda, Bar, dan kontrol saling terpisah untuk
tiap logamnya
Penggunaan kedua logam sebagai anoda
secara bergantian

Perunggu
Yaitu alloy tembaga dengan timah
Formulasi bak plating berkaitan dengan
suhu kerja optimum yang membuat
banyak tembaga dalam depositnya
Kegunaannya :

Perekatan karet ke baja


Memperbaiki sifat pelumasan komponen
mesin pesawat terbang
Sebagai pelapis antara tembaga dengan
nikel

Kuningan
Yaitu alloy tembaga dengan seng
Berfungsi dekoratif apabila
komposisinya:

Seng 5%, tembaga 95% (coklat kehitaman)


Seng 15%, tembaga 85% (coklat)
Seng 20%, tembaga 80% (kekuningan)
Seng 30%, tembaga 70% (kuning tua)
Seng 40%, tembaga 60% (kuning muda)
Seng 50%, tembaga 50% (kuning)

Timah-Nikel
Depositnya inert, tak berpori, dan tahan korosi
Digunakan ke substrat baja tetapi harus dilapis
dahulu dengan tembaga

Timah-Kobalt
Dipakai sebagai pengganti khrom
Warna sama dengan khrom
Daya lontarnya besar
Daya liputnya baik

Substrat Plastik (NonKonduktor)

Yaitu proses pelapisan yang terlebih

dahulu membentuk pelapis kondusif


pada substrat secara non-elektrolitik
Ciri-cirinya:
Adhesinya cukup kuat
Elektrodepositnya lebih tipis
Memakai berbagai bahan kimia
pengkondusif

Cara Lama :
Dengan Bronzing
Yaitu pengolesan bubuk ke substrat dengan kuas
Dengan Penggrafitan
Yaitu pengolesan bubuk grafit ke subtrat dengan
kuas/kain
Dengan Pengecatan Logam
Yaitu dengan serbuk dioleskan ke substrat dan
dipanaskan
Dengan metalisasi
Yaitu dengan penyemprotan 2 buah bahan yang berbeda
secara bersamaan

Cara Baru :
Dengan elektroless / tanpa listrik kemudian diteruskan oleh
memberi elektroplating

Plating Autokatalitik (Tanpa


Listrik)
Palting Autokatalitik adalah mendeposisikan
logam (mereduksi) dari ionnya
menggunakan zat reduktor, bukan listrik.
Ciri-cirinya :

Memerlukan reduktor
Pemasok elektronnya reduktor kimia
Pelapisannya berjalan pelan-pelan dan kontinyu
Proses reduksinya homongen
Pelapisannya ke seluruh bagian benda

Keunggulan Plating
Autokatalitik

Daya lontarnya sempurna


Depositnya lebih tidak berpori
Sumber listrik, kontak dan batangan,

alat ukur listrik kurang diperlukan


Pelapisan bisa dilakukan atas bahan
yang tidak menghantarkan arus listrik
Depositnya bersifat kimia, mekanis
dan magnetik khas

Elektroforming
Yaitu proses produksi atau reproduksi

barang dengan elektrodeposisi atas


mandrel atau cetakan yang kemudian
dipisahkan dari depositnya
Kegunaan :

Pembuatan plat duplikat


Pembuatan peralatan amat tipis
Komponen-komponen presisi
Pembuatan barang-barang yang sukar dan
rumit

Kelebihan :

Kontrol logam deposit baik dan cermat


Kecermatan dimensi yang tinggi
Bentuk-bentuk sulit dibuat mudah
Mudah dibentuk sampai ukuran kecil
Dapat untuk produksi satu-satu atau massal

Kekurangan :

Prosesnya amat mahal


Laju produksinya satu demi satu rendah
Desain tidak dapat semaunya
Banyak logam terdeposisi dalam keadaan
stress

TERIMA KASIH