Anda di halaman 1dari 10

Nama: Ria Rizky Carlita Putri

NIM: 08111006043

Tugas Farmasetika Analisis Inkompatibilitas


1. R/ Menthol 0,200
Ephedrin 0,200
Paraff. Liq.
ad 30
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terjadi inkompatibilitas yang dimana menthol dan
epherin meleleh tetapi terjadi pemisahan pada waktu penambahan paraffin
liquid. Menthol larut, ephedrin tidak larut dan akan memisah lagi.
2. R/ Phenol
1
Camphor
6
Vaselin
ad 50
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terjadi inkompatibilitas yang dimana tidak didapat
larutan pada percampuran fenol dan camphor (14% fenol) dan yang didapat
adalah serbuk yang keruh.
Solusi:
Solusi yang diberikan untuk mengatasi hal ini gunakan sekurangkurangnya 24% fenol.
3. R/ Cocain Hydrchl.
Menthol
Phenol

aa 10

Inkompatibiltas :
Dalam resep ini terjadi inkompatibilitas yang dimana larutan anestetik ()
dibuat dengan cara pelelehan, akan tetapi apabila didiamkan beberapa saat akan
terjadi penghabluran. Hal ini terjadi dari persenyawaan 1 mol cocain Hydrchl
dengan 2 mol phenolum.
Solusi :
Solusi yang diberikan untuk mengatasi hal ini dapat mengganti sekurangkurangnya 2/3 bagian dari garam cocain Hydrchl dengan basanya.

4. R/ Borax

0,5

Hydrargyr. Chloride

0,050

Vaselin alb.

ad 20

Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terjadi inkompatibiltas yang dimana terjadi reaksi antara
borax dan hydrargyr. Borax membentuk raksa oksida yang berwarna kuning dari
HgCl2.
Solusi :
Dapat diatasi dengan reaksi diperlambat yaitu menggerus kedua garam
masing-masing dalam sebagian vaselin alb kemudian dicampurkan.
5. R/ Iodi
0,6
Calomel 2,5
Vaselin
6
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terjadi inkompatibiltas yang dimana terjadi reaksi antara
HgCl2 + I2 HgI2 + HgCl2
Solusi:
Dapat diatasi dengan menghindari kombinasi persenyawaan raksa dan
persenyawaan halogen yang dapat larut.
6. R/ Phenol
0,300
Hydrarg. Oxyd. Flav. (Yellow Mercuric Oxide)
0,150
Vaselin alb.
30
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terjadi inkompatibilitas ketika fenol dan raksa
dicampurkan bersama-sama dengan vaselin album maka raksaoksida direduksi
oleh fenol sehingga salep berwarna tua.
Solusi:
Dapat diatasi dengan mencampurkan sebagian vaselin dengan raksa dan
fenol terlebih dahulu.
7. R/ Hydrarg. Oxyd
Cocaini Hydrochl
Vaselin
Inkompatibilitas:

0,100
0,050
ad 10

Dalam resep salep mata ini terjadi inkompatibilitas dimana terbentuk


HgCl2 sehingga efek obat menurun dan obat memiliki efek merangsang
(stimulasi).
Solusi:
Solusi yang diberikan yaitu hindari kombinasi persenyawaan halogenida
dengan persenyawaan raksa yang dapat larut.
8. R/ Ung. Merc. Praec.flav. 3%
10
Sol. Adrenal. Hydrochl.
gtt X
Cocain. Hydrochl.
0,100
Inkompatibilitas:
Dalam resep salep mata ini terjadi reaksi inkompatibilitas yang dimana
larutan aderenalin bereaksi dengan asam.
9. R/ Anaesthesin
0,4
Natrii Bicarb.
0,4
Acid salicyl.
0,2
Vaselin
ad
50
Inkompatibilitas:
Terjadi inkompatibilitas pada resep ini dimana dengan mencampurkan
ketiga zat padat tersebut secara terpisah dengan sebagian vaselin kemudian
didiamkan selama 1 hari, tutup wadah salep akan terlepas. Hal ini disebabkan
karena terbentuknya CO2.
10. R/ Mild silver protein
5%
Pet. Alba
15
M ungt.
Inkompatibilitas:
Salep pada resep ini secara organoleptis kurang baik karena percampuran
mild silver protein yang tidak larut dalam petrolatum sehingga salep menjadi
kasar dan kotor.

Solusi:
Solusi yang dapat diberikan mild silver protein dilarutkan sedikit dengan
gliserin atau air.
11. R/ Sulfathiazole
Calamine

10%
5%

Phenol
1%
Ung. Aqua rosae
qs ad 30
M ungt.
Inkompatibilitas:
Cold cream salep ini akan dirusak oleh calamine, garam logam berat dan
asam.
Solusi:
Solusi yang dapat diberikan dengan mengganti basis cold cream dengan
white petrolatum dan ditambahkan 1 tetes rose oil sebagai parfum.
12. R/ Betanaphthol
4
Sulfur
2
Balsam peruv
15
Pet. Alba
qs ad 90
M ungt.
Inkompatibilitas:
Terjadi inkompatibilitas pada resep ini dimana saat percampuran
keempat bahan ini terjadi permisahaan resin dari balsam peruvian sehingga saat
penyimpanan salep menggumpal dan kotor.
Solusi:
Dapat diatasi dengan melarutkan balsam dengan castor oil sama banyak
kemudian diganti white petrolatum dengan white unguetum agar salep yang
dihasilkan lebih keras.
13. R/ Methyl salicylate
20
Belladona extract
5
Aquaphor
15
Lanolin
q s ad 60
M ung.
Inkompatibilitas:
Pencampuran bahan-bahan dalam resep ini membuat sediaan ini terlalu
cair itu dijadikan sediaan salep.
Solusi:
Dapat diatasi dengan mencampurkan metil salisilat dengan amilum atau
menambahan 15% malam putih sehingga didapat salep yang lebih kental.
14. R/ Precipitated sulfur
2%
Salicylic acid
5%
I.O.D
2%
Vanishing cream
qs ad 30
M ung.
Inkompatibilitas:

Dalam sediaan ini terjadi inkompatibilitas yang dimana terpecahnya


emulsi vanishing cream diakibatkan karena ada asam salisilat dalam resep.
Solusi:
Dapat dicegah dengan 2 cara yaitu penambahan stabilisator gliserin atau
dengan cara kedua dengan mengganti basis vanishing cream dengan washable
ointment base yang mengandung emulsifer non inonik.
15. R/ Camphor
2%
Menthol
5%
Plastibase qs ad 30
M ung.
Inkompatibilitas:
Terjadi inkompatibilitas yaitu mencairnya basis salep yang disebabkan
adanya menthol dan campahor dalam resep ini.
Solusi:
Solusi yang dapat dilakukan adalah membuat campuran eutetik antara
camphor dan menthol kemudian absorpsikan dengan amilum, lalu campurkan
dengan plastibase.
16. R/ Coal tar
5%
Zinc oxide
10%
Starch
10%
Petrolatum
qs ad 30
Inkompatibilitas:
Perlu diperhatikan pada resep ini karena banyak inkompatibilitas yang
terjadi.
Salep pada resep ini secara organoleptis kurang baik karena terbentuk
salep yang berwarna hitam apabila semua bahan dicampurkan secara

bersama.
Apabila zinc oxide dicampur dengan petrolatum terlebih dahulu lalu
ditambahkan coal tar dan strach maka terbentuk salep berwarna abu-abu.

Salep ini secara organoleptis juga kurang baik.


Salep akan berwarna hijau apabila coal tar dicampur terlebih dulu dengan
petrolatum, lalu ditambahkan zinc oxide dan starch. Salep ini secara
organoleptis juga kurang baik

Solusi:
Solusi yang dapat diberikan yaitu menambahkan coloring agent agar
dapat menutupi atau menyamarkan warna sediaan salep tersebut.
17. R/ Resorcinol
20
Hydrarg. Chloride. Mit.
15
Ung. Aq.rosae
qs ad 100
Inkompatibilitas:
Percampuran semua bahan secara bersama membuat semua bahan
berwarna gelap. Hal ini disebabkan karena adanya sodium borat dalam ung.
Aq.rosae.
Solusi:
Dapat diberikan solusi dengan mengganti basis dengan white petrolatum
dan tambahan satu tetes rose oil sebagai parfum.
18. R/ Bacitracin
500 u/gm
Sod.sulfathiazole 10%
Washable base qs ad 30
M. ung.
Inkompatibilitas:
Terjadi inkompatibilitas pada resep ini dimana bacitracin terurai. Hal ini
terjadi karena sifat alkalis dari sod. Sulfathiazole sehingga bacitracin terurai.
Solusi:
Solusi yang dapat diberikan yaitu mengganti sod. Sulfathiazole dengan
sulfathiazole sehingga bacitracin tidak terurai.
19. R/ Allantoin
5
Urea
1
Sulfur
2
Ung.aq.rosae
qs ad 30
m.ung.
Inkompatibilitas:
Pada resep ini terjadi perubahan warna yang disebabkan allantoin diurai
oleh sifat basa dari ung.aq.rosae.
Solusi:
Solusi yang dapat diberikan yaitu dengan mengganti basis dengan white
petrolatum dan ditambahkan satu tetes rose oil sebagai parfum.
20. R/ Hydrocortisone tab
xxx
Water to levigate
qs
Aquaphor
qs ad 30

Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terdapat zat aktif dalam bentuk tablet yaitu
hydrocortisone tab. Hal ini tidak dibenarkan karena bahan-bahan lain dari tablet
mungkin tidak ikut diresepkan.
Solusi:
Pilihlah sediaan dalam bentuk serbuk sehingga lebih mudah terdispersi
dan lebih efektif mengurangi iritasi. Pada kasus ini seharusnya zat aktif diganti
dalam bentuk micronized bulk powder.
21. R/ Ppt. sulfur
2%
Salicylic acid
5%
Peru balsam
3%
Cold cream
qs ad 30
m.ung.
Inkompatibilitas:
Ketika disimpan salep ini menjadi menggumpal dan kotor karena terjadi
pemisahan resin dari peru balsam.
Solusi:
Solusi yang dapat dilakukan adalah balsam peru dilarutkan dengan castor
oil lalu gerus homogen seluruh bahan.
22. R/ Neocalamine
5%
Benzocaine
1%
Sulfathiazole
10%
Cold cream
60
m.ung.
Inkompatibilitas:
Cold cream suatu emulsi akan dirusak oleh neoclamine.
Solusi:
Solusi yang dilakukan adalah mengganti basis cold dengan white
petrolatum lalu tambahkan satu tetes rose oil sebagai parfum.
23. R/ Ac sal
1%
Resorcinol
1%
Alcohol 70%
10
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terjadi inkompatibilitas dimana terbentuk campuran
eutetik (penurunan titik lebur) antara resorsinol dengan alkohol.
Solusi:

Hindari campuran kedua bahan tersebut, alkohol dapat digunakan untuk


melarukan asam salisilat.
R/ As sal
S. P (Sulfur precipitated)
IOD
Chloramfecort

1%
1%
3,5%
20 hidrocortisone acetat 25 mg &

chloramfenicol 20 mg
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini chloramfenikol dalam chloramfecort akan OTT (Obat
Tidak Tercampurkan) dengan sulfur sehingga menyebabkan warna kuning yang
tidak merata.
Solusi:
Lakukan penggerusan bahan sulfur terlebih dahulu dengan basis baru
digerus dengan bahan lain.
R/ Kalcinol tb I (Fluocinolon acetonide 0,025% dan neomycin sulfat
0,5%) Vitacelin
tb I
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini terdapat zat aktif dalam bentuk tablet yaitu kalcinol tab
dan vitacelin tab. Hal ini tidak dibenarkan karena bahan-bahan lain dari tablet
mungkin tidak ikut diresepkan.
Solusi:
Pilihlah sediaan dalam bentuk serbuk sehingga lebih mudah terdispersi
dan lebih efektif mengurangi iritasi. Pada kasus ini seharusnya zat aktif diganti
dalam bentuk micronized bulk powder.
24. R/ As salisilat 0,4
Alcohol
qs
Mycoral cr 10 (Ketoconazole)
Diprosone Mint 10 (Betamethasone)
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini percampuran antara betamethasone dan alkohol
menyebabkan kerja akan merangsang.
Solusi:

Hindari percampuran kedua bahan tersebut dan alkohol pada resep ini
berfungsi untuk melarutkan asam salisilat sebelum digerus dengan bahan yang
lain.
25. R/ Wizol tab mg 200 XXV
S3ddI
R/ Lameson tab mg 4
Prednison tab mg 7,5
Loratadine
tab I
Inkompatibilitas:
Lameson dan Prednison mempunyai khasiat yang sama yaitu
kortikosteroid.
Solusi:
Solusi yang dapat dilakukan adalah mengganti salah satu dari kedua obat
yang ada dalam resep.
R/ As salisilat 10%
Interzol Cr gr 10 (Ketokonazol)
Topcort Cr gr 10 (Desoximetasone)
Vas Alba ad 30
Inkompatibilitas:
Asam salisilat, interzol dan topcort tidak bisa dicampurkan secara
bersamaan karena akan menyebabkan tutup salep terbuka dengan sendirinya
yang disebabkan terbentuknya CO2
Solusi:
Solusi yang dapat diberikan yaitu masing-masing zat tersebut dilarutkan
dahulu dengan etanol kemudian digerus bersamaan dengan basis.
26. R/ Resorcinol
0,5
Glicerinum
1,0
Acid salicyl
1,5
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini campuran glycerin dengan asam salisilat dapat
menimbulkan warna coklat
Solusi:
Tambahkan sedikit sodium citrate ketika kedua zat tersebut digerus
secara bersamaan.
27. R/ Resorsinol

0,25

Acid salicyl
1,25
Colesteranum
5
Treosole
5
Inkompatibilitas:
Dalam resep ini penggabungan antara dengan treosol akan menghasilkan
warna yang gelap.
Solusi:
Dalam proses penggerusan, ditambahkan sedikit cholesterol untuk
mencegah terjadinya perubahan warna.