Anda di halaman 1dari 21

FIMOSIS dan PARAFIMOSIS

dr. T. Ronasky
dr. Arfan Asmadi
dr. Ahmad Muhtadi

Pembimbing:
dr. Muntadhar, Sp.B.
Sp.BA.
dr. Dian Adi Syaputra,

Phimosis adalah preputium yang tidak


bisa di retraksi. Phimosis normal terlihat
pada anak karena adanya perlengketan
(adhesi) antara preputium dan glans
penis.
Disebut patologis ketika ketidakmampuan
untuk retraksi tersebut dikaitkan dengan
adanya keluhan lokal pada genital atau
adanya keluhan berkemih.
Sirkumsisi adalah pengobatan pilihan
untuk phimosis patologis.

Anatomi dan Perkembangan Penis


Pembentukan penis dimulai dari minggu ke-7
kehamilan dan selesai pada minggu ke-17. I
Integumen penis di depan lipatannya
membentuk preputium, yang melingkupi
glans penis dan meatus urethra eksternus
Preputium mempunyai banyak fungsi ;
terutama sebagai proteksi, imunologi dan
fungsi
erotis.
Mukosa
bagian
dalam
preputium ini melingkupi glans dan lalu
melipat bersatu dengan pangkal glans penis
Preputium terikat pada permukaan bawah
glans yang disebut frenulum yang merupakan
daerah yang sangat sensitif karena preputium
kaya vaskularisasi dan inervasi..

Pada
akhir
tahun
pertama
kehidupan, retraksi kulit prepusium
ke belakang sulkus glandularis
hanya dapat dilakukan pada sekitar
50% anak laki laki, hal ini
meningkat menjadi 89 % pada usia
tiga tahun. Insiden fimosis adalah
sebesar 8 % pada usia 6 7 tahun
dan 1% pada laki laki usia 16
sampai 18 tahun.

Parafimosis
Parafimosis harus dianggap
sebagai kondisi darurat karena
retraksi
prepusium
yang
terlalu sempit di belakang
glans
penis
ke
sulkus
glandularis
dapat
mengganggu
perfusi
permukaan prepusium distal
dari cincin konstriksi dan juga

Etiologi
Tingkat higienitas alat kelamin yang buruk
Peradangan kronik gland penis dan kulit
preputium (balanoposthisis kronik)

Diagnosis
Jika preputium tidak dapat
atau hanya sebagian yang
dapat di retraksi, atau
menjadi cincin konstriksi
dapat di tarik ke belakang
melewati
glans
penis,
harus
diduga
adanya
disproporsi antara lebar

Selain konstriksi kulit preputium,


mungkin
juga
terdapat
perlengketan antara permukaan
dalam preputium dengan epitel
glandular dan atau frenulum breve.
Frenulum
breve
dapat
menimbulkan deviasi gland ke
ventral
saat
kulit
preputium
diretraksi.

Terapi
Terapi fimosis pada anak anak
berupa sirkumsisi.
Pada kasus dengan komplikasi,
seperti
ISK
berulang
atau
Balloning kulit prepusium saat
miksi, sirkumsisi harus segera
dilakukan
tanpa
memperhitungkan usia pasien.

Kontraindikasi sirkumsisi
adalah infeksi total akut dan
anomali kongenital dari penis.

Sebagai pilihan terapi konservatif


dapat
diberikan
salep
kortikosteroid (0.05%-0,1%) dua
kali sehari selama 20 -30 hari
terapi ini tidak dianjurkan untuk
bayi dan anak anak yang masih
memakai popok, tetapi bisa di
pertimbangkan
untuk
usia
sekitar 3 tahun.

Terapi parafimosis terdiri dari


kompresi manual jaringan yang
edematous diikuti dengan usaha
untuk menarik kulit prepusium
yang tegang melewati glans
penis.
Jika gagal, perlu di lakukan insisi
dorsal konstriksi.
Sircumsisi

TEKNIK OPERASI
Pasien dalam posisi supine dengan general
anestesi
Dilakukan aseptik dan antiseptik di lapangan
pembedahan dan di persempit dengan linen steril.
Preputium dibersihkan pada sekitar gland penis.
Preputium di klem pada 3 tempat.
Preputium digunting pada sisi dorsal penis sampai
batas corona glandis.
Dibuat teugel pada ujung insisi. Teugel yang sama
dikerjakan pada frenulum glandis.

Preputium kemudian di potong melingkar sejajar


dengan corona glandis.
Kemudian kulit dan mukosa dijahit dengan plain
cut 4-0.