Anda di halaman 1dari 3

6

B.

Rincian Kasus Sodomi yang Terjadi di Taman Kanak-Kanak Jakarta International


School
1.

Kasus adalah sebagai berikut:


5
Tak ada yang menyangka Virgiawan Amin bin Suparman alias Awan (20) bisa
berbuat keji pada anak lima tahun di Jakarta International School (JIS). Keluarga
pun kaget begitu mendengar kabar kasus kekerasan seksual tersebut. "Kejadian
begini Masya Allah, saya kaget banget lemes dengernya. Sekarang di penjara
udah dua minggu dari tanggal 3 April," kata nenek Awan, Saunih, saat ditemui
detikcom di kediamannya di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Kamis
(17/4/2014). Menurut Saunih, Awan belum berkeluarga. Dia tinggal di rumah
tersebut bersama nenek dan pamannya Marwadi yang bekerja sebagai petugas
keamanan. Saunih tak berhenti menyiratkan kesedihan saat melihat
pemberitaan soal Awan. Alasannya, Awan yang membantu kehidupannya seharisehari. "Saya lemas dengarnya rasanya mau pingsan liat britanya di tv. Dia
pendiam. Sehari- hari kerja, tidur. Maen paling jauh ke empang ke warnet ama
teman-temannya," sambung Saunih. Marwadi mengaku sudah menjenguk Awan
di penjara. Kondisi keponakannya tersebut sehat, namun memang belum
beradaptasi dengan situasi di tahanan. "Saya sedih liat ibu saya (nenek Awan)
sering nangis kalau malam," terang Marwadi. Awan dan Agun ditetapkan sebagai
tersangka sodomi kepada bocah 5 tahun di JIS. Keduanya dijerat dengan pasal
pencabulan dan UU Perlindungan Anak. Mereka terancam 15 tahun penjara.
5

www.detik.com
diakses tanggal 19 April 2014

7 Keduanya sudah ditahan sejak dua pekan lalu. Kepada polisi, awalnya mereka
tak mengaku, namun belakangan mengakui perbuatan sodomi kepada bocah
tersebut di toilet sekolah JIS. 2.

Analisis Kasus Dalam kasus tersebut memang benar pelaku mengakui atau
menginsyafi telah melakukan tindakan sodomi terhadap anak di taman kanakkanak tersebut. Pelaku melanggar pasal-pasal yang diatur undang-undang
diantara lain: a.

Pasal 290 KUHP yang berbunyi:

Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang, sedang


diketahuinya atau patut harus disangkanya, bahwa umur orang itu belum cukup
15 tahun atau kalau tidak nyata berapa umurnya, bahwa orang itu belum
masanya buat dikawin.

b.

Pasal 292 KUHP yang berbunyi:

Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang belum
dewasa dari jenis kelamin yang sama, sedang diketahuinya atau patut harus
disangkanya hal belum dewasa itu, dihukum penjara selama-lamanya
lima tahun.

c.

Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang


berbunyi:
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan ke

kerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat,


serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau
membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda
paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling
sedikit Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

8
C.

Proses Peradilan terhadap Perbuatan Sodomi Anak Dibawah Umur


Proses peradilan terhadap perbuatan sodomi anak dibawah umur dapat
dilakukan sebagaimana dilakukan proses hukum tindak pidana lainnya
dikarenakan perbuatan sodomi dalam kasus di atas bukanlah delik aduan. Jadi
tidak tergantung dengan adanya aduan atau tidak dari pihak korban maka
dalam kasus tersebut tetap akan diproses hukum sebagaimana mestinya dengan
proses sidangnya bersifat tertutup untuk umum. Apabila antara korban dan
pelaku ingin melakukan perdamaian diantara mereka juga tidak dapat
menghapuskan proses hukum yang menimpa pelaku dalam artian pelaku dan
korban boleh-boleh saja melakukan pedamaian tetapi pelaku tetap saja akan
diproses sebagaimana undang-undang yang telah mengatur.
BAB III PENUTUP

A.

Kesimpulan
Perbuatan sodomi terhadap anak dibawah umur yang terdapat dalam kasus
perlakuan sodomi terhadap anak taman kanak-kanak di Jakarta International
School merupakan suatu tindak pidana yang termasuk bukan suatu delik aduan.
Dalam artian tetap diproses walaupun tidak adanya aduan dari pihak korban dan
juga dalam proses pengadilan diproses sebagaimana mestinya yang telah diatur
oleh undang-undang yang dimana ada unsur asusila maka pada saat sidang
perkara tersebut bersifat tertutup untuk umum.