Anda di halaman 1dari 6

ANALISA SITUASI USAHA

Analisa Situasi Usaha dengan Porters Five Force Analysis


Analisa situasi perlu dilakukan sebelum pemiliki usaha akan terjun ke pasar. Tujuannya
agar pemilik usaha mengetahui kondisi awal dari pasar yang akan dituju. Untuk PT Nimble
Sportyshoes sendiri tentunya akan melakukan analisa situasi usaha terlebih dahulu sebelum
memasarkan produk sepatu olaharaganya. Analisa persaingan pasar dan pendefinisian
kompetensi PT Nimble Sportyshoes menggunakan bantuan Porters Five Force Analysis.
Porters Five Force Analysis meliputi 5 aspek utama yaitu ancaman dari kompetitor baru,
ancaman dari produk/jasa pengganti, daya tawar pembeli, daya tawar pemasok, persaingan
antar usaha yang sudah ada.
Berikut merupakan analisa situasi persaingan usaha sepatu olahraga.
1. Ancaman kompetitor baru.
Sejalan dengan berkembangnya negara sebagai lahan perekonomian tentunya membawa
efek terhadap usaha-usaha IKM seperti PT Nimble Sportyshoes. Bisnis IKM dalam
bidang sandang (sepatu olahraga) merupakan bisnis yang cukup menjanjikan. Sudah
banyak sekali bisnis IKM semacam ini mulai bermunculan. Berbagai brand sepatu
olahraga baru bermunculan dengan keunggulan masing-masing. Kondisi tersebut
tentunya merupakan tantangan bagi PT Nimble Sprotyshoes untuk menjadi bisnis IKM
sepatu olahraga yang unggul. PT Nimble Sportyshoes dituntut mampu bersaing oleh
kompetitor bisnis IKM sepatu olahraga lain. Tidak hanya harus unique dalam hal desain,
variasi jenis sepatu olahraga, model, variasi warna dan inovasi yang ditawarkan saja. PT
Nimble Sportyshoes juga dituntu untuk memiliki sistem produksi dan manajemen sepatu
olahraga yang terstandar. Dengan kondisi tersebut, otomatis PT Nimble Sportyshoes akan
menghasilkan produk yang juga berkualitas tinggi, dan tentunya PT Nimble Sportyshoes
akan mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor baru maupun kompetitor yng sudah
ada.
2. Ancaman dari produk/jasa pengganti.
Ada hal lain yang yang akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan suatu usaha, yaitu
produk ataupun jasa pengganti. Alasan mengapa produk atau jasa pengganti dapat
mengancam kondisi usaha adalah kemungkinan produk atau jasa pengganti bisa
memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dari yang kita tawarkan. Jika PT Nimble
Sprotyshoes memiliki produk sepatu olahraga, maka kita patut mewaspadai produk atau
jasa pengganti semisal alat bantu olahraga selain sepatu seperti alat tread-mill, dll.
Melihat ancaman seperti ini tentunya PT Nimble Sprotyshoes harus memiliki metode
dalam pendekatan kepada customer agar dapat memenuhi ekspektasi produk yang mereka
inginkan.

3. Daya tawar pembeli.


Customer merupakan tujuan akhir bagi semua pemilik usaha. Umumnya setiap customer
menginginkan harga seminimal mungkin, namun juga menginginkan kualitas sebaik
mungkin dari produk yang dibeli. Disini PT Nimble Sportyshoes selaku produsen
tentunya menginginkan pembeli mendapatkan profit dan juga menjaring customer
sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, PT Nimble Sportyshoes melakukan segmentasi
pasar untuk penjualan sepatu olahraganya. Dengan melakukan segmentasi pasar
diharapkan produk akan tepat sasaran, artinya produk dapat terjual kepada customer yang
memiliki kesuaian daya beli, minat membeli produk, dan sesuai kebutuhan customer.
Selain itu PT Nimble Sportyshoes dapat menentukan harga yang bersaing dengan
kompetitor lain tanpa kehilangan profit.
4. Daya tawar pemasok.
Supplier merupakan salah satu faktor kunci dalam sebuah bisnis. Dan supplier juga
memegang kendali di dalam persaingan usaha. Dan tentunya setiap perusahaan ingin
mendapatkan supplier yang berkualitas, bersahabat dalam hal negosiasi, berkomitmen
tinggi, dan profesional dalam setiap operasinya. Menjalin kerja sama adalah hal yang
harus dijaga oleh PT Nimble Sportyshoes. Para supplier dewasa ini juga paham akan
kondisi pertner bisnisnya (kita sebagai pemilik usaha). Maka merupakan keharusan kita
sebagai pemilik usaha untuk memiliki komitmen yang baik pula terhadap para supplier
(feedbak). Dengan demikian hubungan kerja sama akan terus berjalan dengan baik.
5. Persaingan antar usaha yang sudah ada.
Tidak seperti merk-merk yang sudah masuk dalam kalangan atas seperti Adidas dan Nike
yang sudah pasti memiliki ketenaran brand dan digadang-gadang berkualitas dalam segi
desain dan kualitas. Dan pastinya dengan brand ternama, harga juga akan lumayan tinggi.
Namun, PT Nimble Sportyshoes masih dalam level menengah. Tidak sedikit pula
kompetitor-kompetitor sepatu olahraga di level menengah. Contohnya seperti Utapes of
Harry dan Sepatu & Sandal Fredy Malang. Keduanya juga merupakan produsen sepatu
olahraga yang lumayan berkualitas di level-nya. Dengan kondisi tersebut PT Nimble
Sportyshoes dituntut untuk mampu bersaing. PT Nimble Sportyshoes juga perlu memiliki
sistem produksi dan manajemen yang terus-menerus berkembang dengan kondisi yang
ada (continuous improvement). Hal ini akan sangat berguna bagi perusahaan selain dapat
mendorong perusahaan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam bidangnya, perbaikan
berkelanjutan pada system produksi dan manajemen akan membantu memperbaiki
struktur biaya industri yang dikeluarkan perusahaan. Perbaikan dalam segi system
produksi dan manajemen dapat dilakukan dengan melakukan penghematan dan
memangkas segala bentuk pemborosan serta senantiasa menciptakan sistem yang efektif
dan efisien.

Analisa Situasi Usaha dengan PEST(EL) Analysis

Berdasarkan hasil riset pemasaran kedua digunakan analisis PEST(EL) untuk


menganalisis situasi usaha di lingkungan eksternal sebuah usaha. PEST(EL) menilai sebuah
situasi, arah usaha, ide atau rencana pemasaran, dan menilai suatu strategi atau posisi usaha.
Dimana analisis ini dapat diambil suatu peluang (opportunities) ataupun ancaman (threat)
baru bagi usaha.
Aspek EF

Aspek PEST-EL

EF
No.

Penjelasan

Political

Penetapan Asean Economic Community (AEC)

ASEAN Free Trade Area (AFTA)

Mudahnya ekspor-impor karena dampak globalisasi

Masyarakat Indonesia konsumtif

Meningkatnya proses otomatis di industri

Mudahnya akses teknologi dan internet

Environmental

Legal

Political

Kondisi pemerintahan Indonesia tidak stabil (2015)

Economic

Pentingnya brand & company image

Perkembangan dunia mode yang pesat

Technological

Environmental

10

Limbah plastik sulit terurai

11

UU Perlindungan Konsumen

12

Peraturan Menteri Perdagangan tentang Standarisasi Jasa


Bidang Perdagangan dan Pengawasan Standar Nasional
Indonesia

Economic

Opportunitie
s

Social-Cultural

Technological

Social-Cultural

Threats

Legal

Analisa Situasi Usaha Dilihat Dari Lingkungan Eksternal


Selain lingkungan internal, ada juga faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi usaha.
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi usaha dapat dilihat pada Tabel berikut.
Aspek EF

Lingkungan Internal

Aspek

Opportunitie

Mikro

Perusahaan
Pemasok

EF
No.
-

Penjelasan
-

Makro

Mikro
Threats

Makro

Perantara
Pelanggan
Pesaing
Demografis
Ekonomi
Alam
Teknologi
Politik
Budaya
Perusahaan
Pemasok
Perantara

13

Pelanggan
Pesaing
Demografis
Ekonomi

14
15

Jaringan distribusi yang terhalang


jalur transportasi
Maraknya plagiasi
Gap perekonomian yang tinggi

Tabel Lanjutan.
Alam
Teknologi
Politik
Budaya

16
-

Maraknya pembelanjaan online


-

Siklus Hidup Produk

Gambar Grafik Siklus Hidup Produk


Siklus hidup produk ini seperti pada gambar diatas, berikut merupakan penjelasan dari
setiap tahap.
1. Tahap pengenalan (introduction).
Periode penjualan yang lambat karena produk baru di perkenalkan ke pasar serta
memiliki target pasar yang khusus yaitu orang tua yang memiliki batita. Keuntungan masih
belum ada karena besarnya penjualan untuk memperkenalkan produk. Sehingga pada tahap
ini akan dilakukan promo dengan menggunakan poster dan pameran. Pada tahap ini,
perusahaan menetapkan rata-rata penjualan adalah produk dengan target mampu memiliki

retailer yang tersebar di beberapa kota besar khususnya di Kota Malang selama setengah
tahun kedepan.
2. Tahap Pertumbuhan (growth).
Pada tahap ini, akan terjadi peningkatan penerimaan pasar dengan cepat dan perbaikan
dan laba secara subtansial. Karena permintaan sudah meningkat dan masyarakat sudah
mengenal barangnya, sehingga strategi yang telah dilakukan akan sedikit dikurangi dalam
usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan, dan lebih menitikberatkan pada kapabilitas
dalam pemenuhan permintaan konsumen dengan tepat waktu dan menjaga kualitas produk.
Pada tahap ini, pihak perusahaan memiliki target rata-rata penjualan mencapai unit pertahun,
dimana sudah terdapat perkembangan jumlah retailer mencapai angka dengan kemampuan
penjualan yang juga semakin meningkat.

3. Tahap kedewasaan (maturity).


Pada tahap ini pertumbuhan penjualan mulai melambat karena produk telah mencapai
tingkat penerimaan pada sebagian besar potensial. Laba stabil atau menurun dikarenakan
peningkatan persaingan ataupun pasar target yang sudah jenuh dengan produk perusahaan
kita, maka untuk mempertahankan pasar dan menjaga loyalitas pelanggan perusahaan perlu
membangun relasi yang baik dan memberikan layanan baru yang dapat menjaga loyalitas
pelanggan.
4. Tahap kemunduran (decline).
Pada periode ini penjualan menunjukan arah menurun karena peningkatan persaingan,
sehingga perlu untuk melakukan perubahan besar dengan menciptakan value baru maupun
membentuk citra baru, dengan melakukan berbagai inovasi dan penambahan fitur pada
produk. Selain itu, dapat beralih dan berfokus pada segmen pasar yang masih memiliki
potensi besar dan menghentikan penjualan pada segmen yang sudah tidak berpotensi.
Penentuan periode dan kapasitas penjualan yang ada pada siklus hidup produk diatas
didapatkan dari hasil pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
Modal.
Modal merupakan faktor penting yang mempengaruhi kapasitas produksi yang nantinya
berdampak pada kapasitas penjualan. Seiring berjalannya usaha, jumlah modal akan terus
berkembang, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan.
Teknologi.
Faktor teknologi belum mampu mendukung produksi dalam jumlah besar, namun
kemudian dapat berkembang seiring dengan jumlah penjualan yang semakin meningkat.
Jumlah peminat.
Peminat yang pada awalnya sedikit karena belum mengenal produk menjadi faktor
penentu jumlah penjualan. Pada awal peluncuran produk yang baru, peminat produk
masih terbilang rendah, namun dengan adanya usaha-usaha promosi, maka peminat
produk akan bertambah pula
Jumlah pesaing.
Pesaing menjadi faktor yang dipertimbangkan, karena sebagai produk baru maka peluang
untuk merebut pasar juga masih rendah, namun seiring berjalannya waktu, image produk

yang semakin dikenal masyarakat dapat menjadi pendorong daya saing produk yang
nantinya juga menodorong kapasitas penjualan. Berdasarkan Life Cycle Product tersebut,
dapat dikategorikan 2 kondisi permintaan dari masa hidup produk, yaitu sebagai berikut:
Berdasarkan empat tahap diatas, saat ini produk sepatu olahraga PT Nimble Sportyshoes
berada pada tahap introduction, dimana merupakan produk improvement dari produk sejenis
dan merupakan unit usaha bidang sandang (sepatu olahraga) baru di pasar saat ini, sehingga
diperlukan aktivitas promosi yang gencar dimana startegi taktisnya akan dijelaskan lebih
lanjut.

Analisa Situasi Usaha : Pangsa Pasar


Berdasarkan matriks BCG yang ada di riset pemasaran 2, PT Nimble Sportyshoes bera di
dalam industri yang memiliki pertumbuhan yang pesat namun dengan pangsa pasar yang
relatif rendah. Strategi yang cocok digunakan adalah dengan menjalankan strategi intesif
(Penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk).
No

Kategori
1.
1

Penetrasi Pasar

Pengembangan
Pasar

Pengembangan
Produk

2.

1.

1.

Strategi
Melakukan promosi melalui event-event, pameran
UKM dan sistem endorse.
Mengenalkan produk sepatu kets kepada pelannggan
melalui penggunaan social media seperti: instagram,
twitter, facebook, line dan path.
Menjual produk sepatu kets inovasi terbaru pada
masyarakat yang memiliki daya beli yang cukup tinggi
dan memiliki perilaku konsumtif.
Pengembangan desain (inovasi) produk yang baru dan
beda dengan competitor