Anda di halaman 1dari 18

Makalah Golongan IA dan IIA

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Kimia Terapan II

Penyusun:

Allensius Karelsta Harefa (091411003)

Gin Gin (091411012)

Kelas :

1A

Dosen Pembimbing :

A. Ngatin

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

D3 TEKNIK KIMIA

2010
`

Golongan IA (Alkali)

Pengertian
Unsur alkali adalah unsur-unsur golongan 1A dalam tabel unsur, yaitu Li (litium), Na
(natrium), K ( kalium), Rb (rubidium), Cs ( sesium), dan fr ( fransium ). Fransium merupakan zat
radioaktif. Semuanya merupakan unsur logam yang lunak ( mudah diiris dengan pisau ). Pada
saat logam dibersihkan, terlihat warna logam putih mengkilap ( seperti perak ).

Disebut logam alkali karena oksidanya mudah larut dalam air dan menghasilkan larutan
yang bersifat basa (alkalis).

L2O(s) + H2O(l) 2LOH(aq)

LOH(aq) 2L+(aq) + 2 OH-

Semua logam alkali sangat reaktif sehingga di alam tidak pernah diperoleh dalam
keadaan bebas. Di alam terdapat dalam bentuk senyawa, misalnya :

- Karnalit : KCl, MgCl.6H2O

- Sylvitie: KCl NaCl

Sifat Golongan
Li Na K Rb Cs Fr
Nomor atom 3 11 19 37 55 87
Konfigurasi [He]2s [Ne]3s1
1
[Ar]4s1 [Kr]5s1 [Xe]6s1 [Rn]7s1
electron
Titik leleh (oC) 179 98 63 39 28 -
Titik didih (oC) 1336 883 762 700 670 -
Rapat jenis ( 20 0,54 0,97 0,86 1,53 1,90 -
o
C, g/cm3)
Jari-jari ion ( 10-12 60 95 133 148 169 -
m)
Jari-jari atom 123 157 203 216 235 -
( 10-12 m)
Energy ionisasi I 520 496 419 403 376 370
(kJ/mol)
Energi ionisasi II 7296 4563 3069 2650 2420 2170
(kJ/mol)
Eo, L L+ + e- 3,05 2,71 2,92 2,49 3,02 -
(V)
Elektronegativitas 1,0 1,0 0,9 0,9 0,9 -

Logam-logam alakali mempunyai titik leleh yang rendah dan cukup lunak. Hal ini
disebabkan atom-atom logam alkali mempunyai satu electron valensi sehingga gaya yang
mengikat parikel-partikel terjejal relative lemah. Berbeda dengan halogen dalam golongan (IA)
dari atas ke bawah titik lelehnya makin renda. Ini menunjukan bahwa dari atas kebawah
kerapatan delakolisasi electron (ikatan logam) makinrendah sehingga atom-atomnya makin
mudah dipisahkan.

Bilangan oksidasi logam-logam alkali = +1 ditunjukan oleh konfigurasi electron ns1 yang
mudah melepaskan 1 elektron. Rendahnya energy ionisasi jika disbanding dengan unsure-unsur
logam golongan lain menunjukan bahwa logam alkali lebih mudah melepaskan daripada unsure
logam lainya. Oleh karena itu, logam alkali lebih reaktif daripada logam yang lain. Mudahnya
melepaskan electron menunjukan mudahnya membentuk ion positif. Akibatnya, kebanyakan
senyawa logam alkali berikatan ion.

Besarnya harga potensial oksiddasi standar logam alkali menunjukan bahwa logam alkali
merupakan reduktor yang kuat. Dari Na ke Cs, kekuatan reduktornya makin kuat.

sifat golongan pada logam alkali terbagi menjadi dua sifat, yaitu sifat fisika dan sifat
kimia.

Sifat Fisika

- logam putih seperti perak, dan dapat diiris dengan pisau

- penghatar listrik dan panas yang baik

- titik lebur dan titik didih dengan naiknya nomor atom makin kecil, karena mempunyai

Energy ionisasi yang kecil sehinng electron terluar lebih mudah dilepaskan, atau makin

atau makin besar jari-jari atom makin lemah gaya tarik menarik antar atom logamnya

(iktan logam), sehingga makin mudah putus ikatanya.

- Masssa jenis makin kebawah makin besar.


Sifat Kimia

- Energi ionisasi dari Li ke Cs makin kecil, karena jari-jari atomnya makin besar,
sehingga gaya tarik inti dengan electron makin lemah.

- Logam alkali merupakan reduktor yang kuat

- Reduktor terkuat Lu, karena mempunyai potensial aksidasi yang besar. Dari Na ke Cs
sifat reduktornya makin kuat.

- Reaksi dengan udara

Logam alkali di udara mudah terbakar, dari Li ke Cs reaksi semakin hebat (makin
reaktif), oleh karena itu logam alkali harus disimpan dalam minyak tanah. LI, Na, dan K
di udara menyala dengan pemanasan, sedangkan Rb dan Cs tanpa pemanasan.

- Reaksi dengan air

Dengan air membentuk basa kuat dan hidrogen disertai panas (reaksi eksoterm)

Contoh: 2Na + 2H2O 2 NaOH + H2 + XKI

Naoh jika diberi phenolftalein akan berwarna merah, karena phenolftalein dalam larutan
basa berwarna merah.

Sifat basa makin kebawah makin kuat, karena jika jari-jari ionya makin pnajang
sehingga ion OH- makin mudah dilepaskan.

- Reaksi dengan halogen membentuk garam

Contoh: 2Na + 2HCl 2NaCl + H2

Pembuatan Logam Alkali


Logam alkali dibuat dengan cara elektrolisis leburan garamnya atau leburan basanya.
Logam alkali tidak dapat dibuat dengan cara elektrolisis larutan, karena tidak akan dihasilkan
logamany.

- Elektrolisis leburan NaCl (proses down)

2NaCl 2Na+ + 2Cl-

K 2Na+ + 2e- 2Na

A 2Cl- Cl2 + 2e-


2Na+ + 2Cl- 2 Na + Cl2

2NaCl 2 Na + Cl2

- Elektrolisis NaOH cair ( proses castner )

4 NaOH 4 Na+ + OH-

K 4Na + 4e- 4 Na

A 4OH- 2 H2O + O2 + 4e-

4Na + 4OH- 2 Na+ + 2H2O + O2

Reaksi Pembentukan OKsida


- Li jika dipanaskan akan terbentuk Li2O

4Li + O2 2Li2O
- Na jika diberikan oksigen berlebihan terbentuk natrium peroksida

2Na + O2(g) Na2O2(s) natrium peroksida


- K, Rb, dan Cs bereaksi dengan oksigen membentuk superoksida

K(s) + O2 KO2(s)

Berikut ini diuraikan beberapa reaksi yang dapat terjadi pada logam alkali.

1. Semua logam alkali dapat bereaksi dengan hydrogen, halogen, oksigen, belerang, dan
fosforus.

2 M(s) + H2(g) 2 MH(s) (senyawa hidrat)

2 M(s) + X2(g) 2 MX(g) (halide, X= halogen)

4 M(s) + O2(g) 2 M2O(g) (oksida)

2 M(s) + S(l) M2S(s) (sulfide)

3 M(s) + P(s) M3P(s) (fosfida)

2. Litium dapat bereaksi dengan nitrogen membentuk nitride.

6 Li(s) + N2(g) 2 Li3N (s) ( nitridda)

3. Reaksi dengan air menghasilkan basa dan gas hydrogen. Reksi ini bersifat eksotermis.
2 M(s) + H2O(l) 2MOH(aq) + H2(g)

Karena Na, K, Rb, dan Cs mudah bereaksi dengan oksigen maupun uap air dari udara,
logam-logam tersebut disimpan dalam pelarut hidrokarbon, seperti kerosin, paraffin, atau
sikloheksana.

4. Logam alkali sebagai reduktor

Al2O3 + 6 Na 2 Al + 3 Na2O

5. Logam-logam alkali terlarut dalam amonia cair membentuk larutan biru.

Kelimpahanya di Alam dan Produk yang Mengandung Unsur Tersebut

Litium(Li)

Terdapat dialam sebagai mineral silikat, spodumen{LiAl(SO3)2} dan


lepidolit{Li2Al2(SiO3)3(FOH)2}

Produk : pelumas mesim mobil(litium stearat,( C17H35COOLi) dan bahan pesawat terbang (aliase
Li dan Al).

Natrium (Na)

Sebagai NaCl banyak terdapat pada air laut, borak(Na2B4O7.10H2O), trona


(Na2CO3.NaHCO3.2H2O), saltpeter (NaNO3), dan mirabilit( Na2SO4).

Produk : NaOH untuk keperluan industry(pembuatan kertas, sabun, krayon, gelas,); Na2SO4
untuk pembuatan kertas, deterjen dan gelas; NaOCl untuk pemutih dan disinfektan; pendingin
reactor nuklir berisi natrium.

Kalium (K)

Terutama terdapat sebagai sylvit(KCl), sylvinite (campuran KCl dan NaCl), karnalit(garam
rangkap KCl. MgCl2.6H2O

Produk : pupuk tanaman (KCl 90%, K2SO41%), sabun lunak (dari KOH), bahan peledak (KNO3),
alat pernafasan penyelam (Kalium superoksida, KO2), dan KBr untuk fotografy.

Kegunaan unsur-unsur Golongan alkali


Unsure alkali mempunyai sifat lunak dan rektif, logam-logam alkali tidak bisa digunakan
secara langsung. Litium (Li) untuk campuran logam serta memisahkan oksigen dan nitrogen.
Uap natrium untuk lampu penerangan jalan raya dan natrium cair untuk pendingin pada reactor
nuklir. Kalium (K) dan sesium (Cs) untuk fotosel.

Senyawa Penting Golongan alkali


a. NaOH (naatrium hidroksida) disebut sebagai soda api
Pembuatan : - elektrolisis larutan NaCl
2 NaCl 2 Na+ + 2 Cl-
K 2 H2O + 2e- 4 OH- + H2
A 2Cl- Cl2 + 2e-
2H2O + 2Cl- 2OH- + H2 + Cl2
2H2O + 2NaCl 2 NaOH + H2 + Cl2
- reaksi natrium karbonat dengan kalium hidroksida
Na2CO3 + Ca(OH)2 2NaOH + CaCO3
Penggunaan :
- Untuk membuat sabun

- Untuk indusstri tektil dan kertas

b. Na2CO3 ( natrium karbonat ) disebut juga sebagai soda

Pembuatan : - proses Le Blanch


2NaCl + H2SO4 Na2SO4 + 2 HCl
Na2SO4 + 2C + CaCO3 Na2CO3 + 2CO2 + CaS

Penggunaan
- Untuk membuat sabun

- Untuk membuat gelas

- Untuk menghilangkan air sadah


c. NaHCO3 ( natrium karbonat/natrium hidrokarbonat) disebut juga soda kue

Pembuatan : - reaksi NA2CO3 dengan gas CO2


Na2CO3 + CO2 + H2O 2NaHCO3
Penggunaan : untuk membuat kue/roti, karena dapat melepaskan CO2 sehingga roti
dan kue dapat mengembang
d. KNO3 ( kalium permanganate) disebut juga sendawa

Pembuatan : NaNO3 + KCl NaCl + KNO3

Penggunaan :
- sebagai pupuk ( sumber nitrogen dan K)
- bahan untuk membuat merecon