Anda di halaman 1dari 3

Tugas Mata (PR)

Nama : Apri Amalia


NIM

: 10700116

1. Diagnosis Banding pada kasus Mata tenang visus menurun (Penglihatan turun
perlahan tanpa mata merah):
Katarak:
a) Katarak Kongenital
b) Katarak Rubela
c) Katarak Juvenil
d) Katarak Senil
e) Katarak Komplikata
f) Katarak Diabetes
g) Katarak Sekunder
Glaukoma:
a) Glaukoma Primer sudut terbuka (glaukoma simpleks)
b) Glaukoma sudut sempit
c) Glaukoma kongenital primer atau infantil
d) Glaukoma sekunder (perubahan lensa; kelainan uvea; trauma; bedah;
rubeosis; steroid dan lainnya)
e) Glaukoma absolut
Retinopati:
a) Retinopati anemia
b) Retinopati diabetes melitus
c) Retino diabetes proliferatif
d) Retinopati hipotensi
e) Retinopati hipertensi
f) Retinopati leukemia
g) Retinitis pigmentosa
2. Degenerasi Makula Senil = Age Related Macular Degeneration (AMD)
Batasan: kelainan degenerasi yang progresif dari lapisan pigmen epitel,
membran Bruch lapisan luar retina dan korio kapiler di daerah makula retina
pada usia lanjut.
Gejala Klinis: keluhan penderita tergantung stadium dan bentuk AMD, mulai
dari kemunduran visus sampai dengan kebutaan.
Juga didapatkan metamorfopsia san skotoma sentral serta gangguan
penglihatan warna.
3. Retinopati
Merupakan kelainan pada retina yang tidak disebabkan radang
Retinopati diabetik, klasifikasi dibagi menjadi 2:
a) Retinopati diabetik non proliferatif (Background diabetic
retinopathy) yang ditandai dengan adanya mikroaneurisma,
perdarahan retina, eksudat lunak, eksudat keras dan daerah
yang hipoksia atau iskemia).

b) Retinopati diabetik proliferatif ditandai dengan adanya


pembuluh darah baru atau neovaskularisasi, perdarahan di
vitreous, perdarahan di subhyaloid jaringan ikat vitreo-retinal
dan ablasi retina.
c) Retinopati hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi
memberikan kelainan pada retina berupa retinopati hipertensi,
dengan arteri yang besarnya tidak teratur, eksudat pada retina,
edema retina dan perdarahan retina. Kelainan pembuluh darah
dapat berupa penyempitan umum atau setempat, percabangan
pembuluh darah yang tajam, fenomena crossing atau sklerose
pembuluh darah.
d) Retinopati anemia. Pada anemia dapat terlihat perubahan
perdarahan dalam dan superfisial, termasuk edema papil.
Gejala retina ini diakibatkan anoksia berat yang terjadi pada
anemia. Anoksia akan mengakibatkan infark retina sehingga
tidak jarang ditemukan pula suatu bercak eksudat kapas. Makin
berat anemia akan terjadi kelainan retina yang berat.
4. Perbedaan pada stadium-stadium Katarak Senilis
Insipien
Kekeruhan lensa
tampak terutama di
bagian perifer
korteks berupa
garis-garis yang
melebar dan
semakin ke sentral
menyerupai ruji
sebuah roda.
Biasanya pada
stadium ini tidak
menimbulkan
gangguan tajam
penglihatan dan
masih bisa
dikoreksi mencapai
6/6.

Imatur / Intumesen
Kekeruhan terutama
pada bagian
posterior nukleus
dan belum
mengenai seluruh
lapisan lensa.
Terjadi
pencembungan
lensa karena lensa
menyerap cairan,
akan mendorong iris
ke depan yang
menyebabkan bilik
mata depan menjadi
dangkal dan bisa
menimbulkan
glaukoma sekunder.
Lensa yang menjadi
lebih cembung akan
meningkatkan daya
bias, sehingga
kelainan refraksi
menjadi lebih miopi
2

Matur
Kekeruhan
sudah mengenai
seluruh lensa,
warna menjadi
putih keabuabuan.tajam
penglihatan
menurun tinggal
melihat gerakan
tangan atau
persepsi cahaya.

Hipermatur
Apabila stadium
matur dibiarkan
akan terjadi
pencairan
korteks dan
nukleus
tenggelam ke
bawah (Katarak
Morgagni), atau
lensa akan terus
kehilangan
cairan dan
keriput.

5. Keuntungan dan kerugian pembedahan ekstraksi katarak, teknik ECCE dan SICS
(Small Incision Cataract Surgery)
Keuntungan ECCE:
o Dapat insersi IOL PC
o Jarang komplikasi vitreous di BMD (dibanding ICCE)
o Angka kejadian CME dan ablasio retina lebih jarang (dibanding ICCE)
o Bila terjadi ablasio retina, lebih mudah diatasi dan prognosis lebih baik
o Dapat dilakukan pada penderita umur < 40 tahun

o
o
o

Kerugian ECCE:
Perlu learning curve lebih lama (dibanding ICCE)
10 50 % terjadi katarak sekunder setelah 3 5 tahun
Tidak dapat dilakukan pada penderita dengan uveitis kronis yang aktif

o
o
o
o
o

Keuntungan SICS:
Lebih murah dibanding fako-emulsifikasi
Astigmatisme lebih kecil dibanding ECCE
Rehabilitasi tajam penglihatan hampir sama dibanding fako-emulsifikasi
Komplikasi seperti nukleus tenggelam ke vitreous dan keratopati bulosa lebih sedikit
Jika dilakukan seorang yang ahli, operasi hanya membutuhkan waktu 6 8 menit dan
hampir tidak tergantung dari kekerasan nukleus

Kerugian SICS:
o Insisi lebih lebar dari pada fako-emulsifikasi.
o Komplikasi kornea lebih sering dari pada fako-emulsifikasi.