Anda di halaman 1dari 4

Catatan Lapangan 2

Semester / Tahun Ajaran: 4 (Genap) / 2014-2015


Mata Kuliah
Dosen
Nama
NPM

: Acuan Perilaku Ekonomi dan Bisnis


: Witri Indriyani S.E., M.Ec.
: Tazkia Jundi
: 1306454201

Pada pengamatan minggu kedua kali ini, saya akan membahas mengenai usaha yang
dijalankan oleh Pak Amin dan perkembangan usaha Pak Amin dari pertama memulai usaha
pecel lele hingga saat ini. Melanjutkan pembahasan observasi minggu lalu mengenai alasan
Pak Amin memilih Jakarta sebagai tempat hijrahnya, ia mengatakan bahwa ia memilih
Jakarta sebagai tempat hijrahnya karena bagi Pak Amin, Jakarta adalah masa depan yang
menjanjikan untuk mencukupi kehidupan sehari- harinya, ia juga mengatakan bahwa
sebenarnya di Semarang bisa untuk membuka suatu usaha namun jika melihat prospek untuk
kedepannya kurang, terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.
Warung makan pecel lele yang saya jadikan sebagai tempat pengamatan saya, tidak
memiliki nama yang spesifik. Ketika saya bertanya mengenai nama warung makan ini kepada
Pak Amin, Pak Amin hanya menjawab nama warungnya..ya nasi uduk pecel lele doang
mbak gak ada namanya sembari menunjuk spanduk yang mengelilingi warung makan
miliknya tersebut, dari perkataan Pak Amin tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa nama
warung makan untuk Pak Amin bukan menjadi hal yang penting untuk menjalankan usaha
pecel lelenya ini.
Pak Amin mulai merekrut karyawannya sejak ia pertama kali membuka usaha pecel
lele. Karyawan Pak Amin saat pertama kali membuka usaha tersebut adalah ponakannya
sendiri yang dulunya bekerja di warung makan pecel lele dan seafood milik Pak Le nya.
Namun setelah 2-3 bulan bekerja di warung makan pecel lele milik Pak Amin, salah satu
ponakannya tersebut ditarik kembali oleh Pak Lenya karena warung makan pecel lele dan
seafood milik Pak Le dari Pak Amin sedang membutuhkan sumber daya manusia yang lebih
banyak. Namun, sebelum ponakannya tersebut ditarik kembali oleh Pak Le, ia sudah
menawarkan pekerjaan tersebut kepada menemukan saudaranya yang berasal dari Pamulang,
tetapi ia tidak betah bekerja di warung makan pecel lele milik Pak Amin karena terlalu berat
untuk anak seusia 17 tahun. Akhirnya, ia merekrut tetangganya yang berada di kampung yang
kebetulan memang sedang mencari pekerjaan dan direkomendasikan oleh Pak Le nya.
Tetangganya tersebut adalah saudara dari istrinya. Menurut Pak Amin, di kampungnya

terdapat suatu kebiasaan yang sudah ada sejak dahulu, ketika salah satu orang di kampungnya
memiliki suatu usaha ia akan mengajak orang di kampungnya untuk bekerja bersama.
Menurut Pak Amin hal ini sudah menjadi budaya di kampungnya, Pak Amin menyebut hal ini
dengan nama angkat- angkatan. Walaupun masih tetangga ataupun saudara, Pak Amin tidak
serta merta melupakan kriteria utamanya dalam merekrut suatu pegawai yaitu harus jujur,
karena menurut Pak Amin kejujuran adalah hal yang paling penting dalam menjalan suatu
usaha, hal ini karena Pak Amin menetapkan nilai kejujuran sebagai pondasi utamanya dalam
menjalankan suatu usaha. Jadi saat ini Pak Amin memiliki 2 pegawai saja, namun terkadang
jika warung makan miliknya sedang ramai ia dibantu oleh istrinya.
Warung makan pecel lele milik Pak Amin tidak hanya menyajikan lele saja, tetapi
juga menyajikan menu yang lain. Menu yang disediakan oleh warung makan pecel lele milik
Pak Amin adalah ayam goreng kremes, usus, kulit, cah kangkung, lele goreng dan soto ayam,
sedangkan minuman yang ditawarkan di warung makan pecel lele milik Pak Amin adalah es
teh manis, es jeruk dan air putih. Air putih disediakan gratis untuk para pelanggannya. Ayam
goreng kremes dipatok dengan harga Rp 10.000, usus dan kulit dipatok dengan harga
Rp1.000/tusuk, cah kangkung dipatok dengan harga Rp 6.000/ piring, lele dipatok dengan
harga Rp 8.000, soto ayam dipatok dengan harga Rp 7.000 dan harga nasi per bungkusnya Rp
3.000, sedangkan es teh manis dan es jeruk dipatok dengan harga Rp 3.000. Pada awal
pertama buka, Pak Amin mematok harga Rp. 9000 untuk ayam goreng kremes dan mematok
harga Rp. 7000 untuk lele goreng, namun harga bahan baku di pasar tempat Pak Amin
berbelanja mengalami kenaikan harga akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak
(BBM), karena tidak ingin merugi, Pak Amin memutuskan untuk menaikkan harga tetapi
hanya Rp.1000 saja dengan tujuan agar ia tidak kehilangan pelanggan.
Dalam melakukan suatu usaha pasti ada saja hambatannya begitu juga dengan usaha
yang dijalankan oleh Pak Amin. Salah satu hambatannya adalah persaingan antar pedagang
yang menjual makanan sejenis. Baru sekitar 1 bulan ini, 100 m dari tempat Pak Amin
menjalankan usahanya telah dibuka warung makan pecel lele baru, sebelumnya Pak Amin
memiliki rasa kekhawatiran akan hal tersebut terhadap usaha yang dijalankannya, tetapi rasa
kekhawatiran itu hilang seiring dengan berjalannya waktu. Ia percaya dan yakin bahwa rezeki
kita setiap hari sudah ada yang mengatur jadi tidak perlu merasa takut. Dalam setahun
menjalankan usaha pecel lele, Pak Amin belum menemukan hambatan- hambatan yang
terlalu berarti.

Banyak sekali alasan yang mendasari Pak Amin untuk menjalankan usaha pecel
lele.Yang pertama, ia dahulu pernah bekerja dengan Pak Lenya untuk berdagang pecel lele
dan yang kedua adalah cara memasak makanannya yang menurut Pak Amin sangat mudah
dan cepat. Selain itu omzet yang di dapat dari usahanya juga sangat cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari- hari. Dalam sehari Pak Amin dapat memperoleh penghasilan bersih Rp.
200.000- Rp. 300.000 itupun kalau sedang sepi dan jika warung makannya sedang ramai, ia
bisa mendapatkan Rp.500.000- Rp.600.000 setiap harinya. Penghasilan ini tentunya sangat
cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari Pak Amin dan keluarganya serta untuk
membayar gaji pegawainya.
Perkembangan usaha yang dijalankan oleh Pak Amin sejak ia menjalankan usahanya
dinilai sudah cukup memuaskan dan diluar dari ekspektasinya. Contohnya adalah dahulu Pak
Amin hanya bisa menjual 10 ekor ayam dan 3 kg lele dalam satu hari, namun saat ini seiring
dengan berjalannya waktu, warung makan pecel lele milik Pak Amin semakin banyak
diketahui oleh lingkungan sekitarnya , sehingga saat ini Pak Amin bisa menjual 15 ekor ayam
dan 7-10 kg lele dalam satu hari saja. Rencananya Pak Amin akan membuka warung makan
pecel lele kembali, modalnya sudah ada, namun tempat yang strategis seperti tempat ia
menjalankan usahanya sekarang belum ada.
Berikut adalah laporan catatan lapangan APEB untuk minggu kedua. Pada catatan
lapangan selanjutnya, saya akan membahas mengenai strategi- strategi yang dilakukan Pak
Amin dalam menjalankan suatu usaha dan alasan dibalik pemilihan strategi tersebut.

Lampiran :