Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN

DAUR KARBON

DISUSUN OLEH :
NAMA

: EMILIA JESSI LAVENIA

NIM

: F107113103

KELAS

: A REG A

KELOMPOK : 1 (SATU)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makhluk hidup saling bergantung satu sama lain. Seperti hubungan antara
produsen dan konsumen. Pada siklus karbon terdapat juga hubungan antara
produsen dan konsumen, hal ini mutlak adanya dan berguna untuk menjaga
kestabilannya tersebut. Pada siklus karbon ini baik produsen maupun konsumen
memilki peran masing-masing yang tentu saja sangat penting dalam proses
terjadinya hubungan antara produsen dan konsumen. Karbon merupakan salah
satu unsur yang penting bagi kehidupan organisme, karena konfigurasi semua
molekul organik berbasiskan unsur ini beredar di dalam biosfer dalam bentuk
karbondioksida (CO2) yang berupa gas, sehingga siklusnya tergolong ke dalam
siklus tipe gas.
Proses daur karbon dialam pertama kali diusulkan pada tahun 1938 oleh
fisikawan Hans Bethe. Menurut beliau daur karbon atau daur cc (carbon cycle)
adalah salah satu dari dua reaksi fusi yang mengubah hidrogen menjadi helium di
dalam inti bintang, reaksi lainnya adalah reaksi rantai proton-proton.
Untuk mempelajari jalannya siklus karbon, dapat dilakukan dengan
mengamati siklus yang terjadi di dalam ekosistem yang lebih sempit/kecil.
Misalnya di dalam botol biaka, akuarium, rumah kaca dan sebagainya, yang di
dalamnya mengandung unsur dari komponen biotik maupun abiotik. Pada
prinsipnya siklus karbon di suatu tempat berlangsung melalui proses pertukaran
energi dan materi yang berlangsung antara kedua komponen tersebut.
Daur karbon juga dapat diartikan sebagai rangkaian transformasi, karbon
dioksida ditetapkan sebagai karbon atau senyawa karbon dalam energy morganisme hidup melalui fotosintesa atau komosintesi, dibebaskan melalui
respirasi dan atau kematian dan penguraian energy pengikat, yang digunakan oleh
spesies heterofik, dan akhirnya dikembalikan kepada keadaan asli untuk
digunakan lagi.

Daur karbon merupakan bagian dari daur energy. Reaksi fotosintesis


sangat esensial untuk daur karbon maupun daur energy, melalui proses
fotosintesis tersebut karbon dioksida berhubungan dengan mahluk hidup. Melalui
proses fotosintesisnya tumbuhan hijau berperan dalam daur karbon, karbon diubah
menjadi karbohidrat dengan bantuan energy matahari dan pigmen klorofil. Reaksi
tersebut biasanya terjadi dihutan-hutan padang rumput dan juga dirumput laut
dilautan. Dalam daur karbon, karbon dioksida dibutuhkan tumbuhan yang
kemudian akan dikonsumsi hewan, ikan dan manusia untuk kebutuhan sel dan
energy. Pada siklus karbon ini baik produsen maupun konsumen memilki peran
masing-masing yang tentu saja sangat penting dalam proses terjadinya hubungan
antara produsen dan konsumen. Jadi untuk dapat mengetahuinya hubungan antara
produsen dan konsumen maka dalam praktikum ini dilakukan percobaan Daur
Karbon.
B. Masalah
Pada praktikum ini terdapat beberapa masalah yang harus di selesaikan
seperti, apa pengertian dari ekosistem, apa saja konponen dari ekosistem,
bagaimana mengetahui hubungan antara produsen dan konsumen didalam
ekosistem, apa fungsi dari bromthymol blue dan apa perbedaan percobaan di
tempat tenang dan tempet gelap.
C. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan kali ini mengenai Daur Carbon adalah untuk
mempelajari hubungan antara produsen dan konsumen di dalam ekosistem.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Daur karbon merupakan proses timbal balik fotosintesis dan respirasi
seluler bertanggung jawab atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Di
atmosfer terdapat kandungan CO2 sebanyak 0.03%. Sumber-sumber CO2 di udara
berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara,
dan asap pabrik. Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk
berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh
manusia dan hewan untuk berespirasi. Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam
waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan
dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar CO2 di udara.
Karbon tersimpan dalam bentuk molekul karbondioksida (C2) dan oksigen
dalam betuk molekul oksigen yaitu O2. Karbon diikiat oleh tanaman dalam proses
fotosintesis dan dihasilkan bahan organik. Bila bahan ini dioksidasikan akan
menghasilkan kembali karbondioksida. Dari proses fotosintesa diatas selain
dihasilkan bahan organik berupa karbohidrat juaga dihasilkan oksigen. Bahan
organik hasil fotosintesa berpindah ke herbivore dan pemangsa dan kembali ke
cadangan melalui respirasi dan kegiatan bakteri. Sisa bahan organik yang tidak
dilapuk melalui proses-proses geologicklainnya akan membentuk gambut, batu
bara dan minyak bumi. Gambut dan batu bara mengandung karbon terikat,
besarnya kandungan tergantung pada tingkat pelapukannya. Bahan tambang ini
akan menghasilkan karbon ke udara bebas setelah dibakar.(Jumin.H.B.1989).
Dari hasil penelitian sumber karbon dalam bentuk glukosa atau maltosa
meningkatkan aktifitas enzim dalam sel Bacillus sp. Pada kondisi anaerob
karbondioksida direduksi menjadi metan (CH4) oleh mikroorganisme. Bakteri
Methylococcus mampu mengoksidasi metan menjadi karbon dioksida. Aspek
penting lain dari karbon adalah reaksi nonbiologi yaitu pertukaran antara karbon
dioksida, karbonat dan bikarbonat yang umum terjadi dalam perairan. Pada
kondisi tertentu karbonat akan berpresipitasi dengan membentuk batu kapur (lime
stone) (Muslimin.L.W.1996).

Di dalam ekosistem terjadi proses yang disebut siklus materi dan aliran
energy. Energy didefinisikan sebagai kemampuan untuk melanjutkan kerja.
Energy yang dimiliki oleh setiap organisme adalah energi kimia yang diperoleh
dari makanannya dalam bentuk protein, karbohidrat, lemak dan sebagainya.
Energy tersebut diciptakan pertama kali pada tingkatan produsen (tumbuhan
hijau) dengan mengubah energy matahari ke dalam bentuk energy potensial. Perlu
diketahui bahwa energy di dalam ekosistem ini tuduk pada hukum
Termodinamika II. Aliran energy dalam ekosistem akan selalu seirama dengan
siklus materi. Kedua proses tersebut berjalan melalui rantai makanan dan jarring
makanan. Di samping itu, di alam juga terjadi siklus biogeokimia yaitu peredaran
bahan abiotik dari lingkungan melalui komponen biotic dan kembali lagi ke
lingkungan. Siklus biogeokimia dikelompokkan ke dalam tipe siklus gas (gas
karbon, nitrogen, belarang), siklus padatan / siklus sedimen (fosfor), dan tipe
siklus air (hidrologi) (Indriyanto, 2006).
Jika aliran energy merupakan arus satu arah yang diperbarui terus dari
pasokan SS, aliran materi yang diperlukan dunia kehidupan pada dasarnya bersifat
dua arah karena bahan-bahan kimia terbatas persediaannya hingga harus
digunakan lagi menurut proses perputaran (siklus). Karena proses siklus materi
tidak hanya terjadi dalam tubuh organism (biota), tetapi berlangsung juga dalam
linkungann abiotik, proses ini disebut siklus biogeokimia (Wirakusumah, 2003).
Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus
karbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga
kestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa
yang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang
mempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen
ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energy
foton matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen
memerlukan CO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari
kegiatan fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan
oksigen yang diperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan kehidupannya
(Anshory, 1984).

Suatu ekosistem terdiri dari semua organisme yang hidup dalam suatu
komunitas dan juga semua faktor-faktor abiotik yang berinteraksi dengan
organisme tersebut. Sebagai tingkatan yang paling inklusif dalam hirarki
organisasi biologis, suatu ekosistem melibatkan 2 proses yang tidak dapat
dijelaskan sepenuhnya pada tingkat yang lebih rendah, yaitu aliran energi dan
siklus kimia (Campbell, 2004).
Di ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer berjalan secara tidak
langsung. Karbondioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang
akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga
yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof
lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka keluarkan
menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah
CO2 di air (Setyo,2007).

BAB III
METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat
Praktikum mengenai daur karbon dilaksanakan pada hari Sabtu,tanggal 21
November 2015, pada pukul 15.00-17.00 WIB. Adapun tempat pelaksanaan
praktikum kali ini yaitu di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas
Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat.
B. Alat dan Bahan
Pada praktikum daur karbon ini kami menggunakan alat alat dan bahan
bahan yaitu untuk alat yang kami gunakan seperti 8 botol biakan tertutup (botol
selai), alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan seperti siput kecil, Hydrilla
sp.yang berperan sebagai produsen, larutan bromthymol blue sebagai indikator,
dan air.
C. Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum Daur Karbon yang akan di laksanakan
yaitu sebagai berikut: pertama tama disiapakan percobaan A dan B, masingmasing terdiri dari 4 tabung/ botol biakan. Tabung-tabung tersebut diberi tanda
dengan kode A1, A2, A3, A4, dan B1, B2, B3, B4. Diulangi setiap percobaan
sebanyak 3 kali. Diisi setiap tabung dengan jumlah air yang sama sampai
permukaan air kira-kira 20 mm di bawah mulut tabung. Kemudian ditambahkan 3
sampai 5 tetes Bromthymol Blue ke dalam tiap tiap tabung. Pada tabung A1 dan
B1 dimasukkan siput/ikan kecil, tabung A2 dan B2 dimasukkan siput/ikan kecil
dan Hydrilla sp., tabung A3 dan B3 dimasukkan Hydrilla sp., dan hanya air
dimasukkan ke dalam tabung A4 dan A4 sebagai kontrol. Setelah itu ditutup rapat
semua tabung biakan agar kedap udara, diletakkan percobaan A di tempat terang
(terkena cahaya matahari) dan percobaan B di tempat gelap. Di lakukan
pengamatan terhadap tabung biakan selama 24 jam kemudian dan dicatat semua
warna indikator dari setiap tabung (dibuat dalam tabel), serta perubahan yang
mungkin terjadi dengan siput dan Hydrilla sp. dipindahkan tabung biakan A
(tempat terang) ke tempat terang dan tabung biakan B (tempat gelap) ke tempat
terang. Lalu perubahannya dicatat setelah 24 jam dipindahkan. Perpindahan ini

diulangi selama 7 hari. Setelah dilakukan pengamatan selama 7 hari, diambil


kesimpulan bagaimana proses daur karbon yang terjadi pada percobaan ini.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan Daur Karbon

Tabung

Perlakuan

Hari keTerang

Gelap

A1 (siput)

++

++

++

++

++

A2 (siput + Hydrilla

A3 (Hydrilla sp.)

A4 (Aquades)

B1 (siput)

++

++

++

++

++

B2 (siput + Hydrilla

++

B3 (Hydrilla sp.)

B4 (Aquades)

sp.)

sp.)

Keterangan :
0

= Jernih

+ = Biru Kekuningan
++ = Agak Kekuningan
+++ = Kuning Kemerahan

B.

Pembahasan
Pada praktikum kali ini yang berjudul Daur Karbon yang bertujuan
untuk mempelajari hubungan antara produsen dan konsumen di dalam ekosistem.
Praktikum ini menggunakan keong dan Hydrilla sp. Penggunaan tumbuhan dan
hewan bertujuan untuk mengetahui peristiwa daur karbon yang terjadi pada suatu
bentuk ekosistem buatan yang sederhana yakni dalam tabung biakan tertutup.
Dimana ekosistem merupakan suatu sistem di alam dimana di dalamnya terjadi
hubungan timbal balik antara organisme dengan organisme lainnya, seperti yang
dilakukan pada percobaan ini yang menggunakan Hydrilla sp., dimana Hydrilla
sp akan melakukan proses fotosintesis dan

menghasilkan oksigen (O2) dan

glukosa (C6H12O6), dimana O2 yang dihasilkan tersebut akan dimanfaatkan oleh


keong untuk berespirasi dan glukosa sebagai sumber energi. Jadi komponen
ekosistem pada percobaan ini yaitu terdiri dari komponen abiotik seperti iklim
yang terdiri dari cahaya, temperatur sedangkan komponen biotik yang berperan
sebagai produsen yairu Hydrilla sp. dan keong berperan sebagai konsumen.
Percobaan dilakukan di dua tempat yang berbeda yaitu di tempat terang
dan di tempat gelap. Hal itu dimaksudkan untuk melihat perbedaan proses
fotosintesis dan respirasi yang dilakukan oleh Hydrilla sp. serta proses respirasi
dan metabolisme yang dilakukan oleh keong pada tempat yang berbeda, dimana
pada tempat terang cahaya matahari yang didapat untuk melakukan proses
fotosintesis Hydrilla sp. serta untuk membandingkan apakah cahaya berpengaruh
terhadap siklus karbon pada ekosistem aquatik. Disini konsumen berperan sebagai
penyedia CO2 untuk produsen untuk digunakan produsen dalam melakukan
proses fotosintesis, jadi hubungan antara produsen dan konsumen saling
bergantung satu sama lain, jika salah satu tidak dapat melakukan proses dengan
baik maka proses lainnya tidak akan bisa berjalan, dalam melakukan proses
fotosintesis mutlak diperlukan bantuan cahaya matahari. Sinar matahari, CO2, O2,
dan karbohidrat sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan antara hubungan
produsen dan konsumen. Dalam percobaan ini dapat dilihat adanya siklus karbon,
yang dapat dilihat pada tabung kedua. Karena pada tabung ini terjadi interaksi
timbal balik antara Hydrilla dan keong.

Penggunaan keong pada praktikum ini untuk melihat peristiwa fotosintesis


yang terjadi didalam air yang merupakan tempat hidup dari keong. Keong
mempunyai cangkang yang berupa kalsium karbonat yang berasal dari kombinasi
Ca dan CO2. Kalsium karbonat terbentuk karena proses fotosintesis tumbuhan
sehingga cangkang merupakan suatu bukti adanya daur karbon dan ketika keong
itu mati, air dapat melarutkan kalsium karbonat, karena adanya CO2 yang terlarut.
Sedangkan penggunaan Hydrilla verticillata karena merupakan tumbuhan air
yang kosmopolit atau ditemukan dimana-mana. Penggunaan Bromthymol Blue
berfungsi sebagai larutan indikator yang berwarna biru jika larutan ini berada di
dalam larutan basa dan akan berwarna kuning kemerahan jika dalm larutan asam.
Maka terbentuknya warna kuning pada praktikum ini menunjukan kalau larutan
bersifat asam berarti kadar CO2 yang tinggi dan jaka airnya berwarna biru maka
larutan bersifat basa (kadar O2 berlebih). Dari hasil pengamatan yang telah
dilakukan pada percobaan A (tempat terang) dan percobaan B (tempat gelap) pada
hari pertama belum mengalami perubahan karena warna air masih jernih atau
tidak mengalami perubahan warna. Namun pada hari ke-2 telah terjadi perubahan
pada tabung percobaan. Pada tabung A1 yang berisi keong terdapat perubahan
warna menjadi biru kekuningan yang menunjukan kadar O2 di dalam air itu
berlebihan sehingga membuat air menjadi basa sadangkan pada tabung B1 berisi
keong berwarna agak kekuningan yang menunjukkan terjadinya proses respirasi
yang dilakukan siput menghasilkan kadar CO2 yang cukup tinggi. Dimana
respirasi adalah proses pemecahan glukosa dengan menggunakan oksigen (O2)
dan menghasilkan CO2 dan H2O serta energi, dimana siput mengambil O2 dari air
dan udara yang ada di dalam tabung. Selanjutnya menghasilkan CO2, sehingga
warna pada larutan menjadi berwarna agak kekuningan.
Pada tabung A2 dan B2 (keong + Hydrilla sp.) pada hari ke dua dari dua
perlakuan ini sama-sama berwarna biru kekuningan yang memandakan larutan
tersebut juga basa, pada hari ketiga pada tabung A2 dan B2 warna yang berubah
hanya pada tabung B menjadi warna kekuningan yang menunjukkan terjadinya
proses daur karbon yang melibatkan keong dan Hydrilla sp. dalam tabung
tersebut. Daur karbon ini berlangsung secara terus menerus tanpa henti. Dimana
didalamnya tedapat proses panjang dan menggunakan waktu yang lama. Daur

karbon dalam botol A3 dan B3 yang berisi Hydrilla sp. Dapat dilihat dari hasil
pengamatan terdapat perubahan warna menjadi biru kekuningan. Perubahan ini
terjadi karena Hydrilla sp. membutuhkan CO2 dalam proses fotosintesis dan hasil
dari fotosintesis mengeluarkan O2. Dimana O2 dibutuhkan oleh keong dan ketika
respirasi yang dilakukan oleh keong menghasilkan CO2. selanjutnya CO2 yang
dihasilkan digunakan oleh Hydrilla sp. untuk fotosintesis, dan begitu selanjutnya.
Kandungan CO2 lebih kecil bila diletakkan pada tempat terang karena adanya
Hydrilla verticillata yang menggunakannya untuk proses fotosintesis. Tetapi
kadar CO2 lebih banyak pada tempat gelap karena tidak adanya cahaya untuk
fotosintesis. Pada

peristiwa fotosintesis terjadi pembentukan oksigen melalui

proses fotosintesis. Kandungan oksigen yang tinggi pada botol/tabung ditunjukan


dengan air berwarna agak kekuningan pada tempat yang terang. Sedangkan Pada
tempat gelap, air berubah juga menjadi biru karena tumbuhan menghasilkan
oksigen. Hal ini dikarenakan walaupun tidak ada tidak ada cahaya tumbuhan akan
tetap melakukan fotosintesis sehingga tumbuhan Hydrilla sp. melakukan proses
fotosintesis yang mengeluarkan oksigen sehingga larutannya menjadi biru
kekuningan yang menandakan larutan ini bersifat basa. Sedangkan pada botol A4
dan B4 yang menjadi kontrol, tidak terjadi perubahan warna sehingga air tetap
jernih/tidak ada perubahan.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dari hasil percobaan dan hasil pengamatasn yang telah dilakukan
dapat diketahui bahwa ekosistem merupakan suatu sistem di alam dimana di
dalamnya terjadi hubungan timbal balik antara organisme dengan organisme
lainnya. Komponen ekosistem pada percobaan ini yaitu terdiri dari komponen
abiotik seperti iklim yang terdiri dari cahaya, temperatur dan komponen abiotik
yaitu yang berperan sebagai produsen yairu Hydrilla sp.

dan yang berperan

sebagai konsumennya yaitu keong.


Percobaan dilakukan di dua tempat yang berbeda yaitu di tempat terang
dan di tempat gelap. Hal itu dimaksudkan untuk melihat perbedaan proses
fotosintesis dan respirasi yang dilakukan oleh Hydrilla sp. Adapun hubungan
anrata produsen dan konsumen di dalam ekosistem yaitu produsen (Hydrilla sp.)
berperan sebagai penyedia oksigen dan karbohidrat bagi konsumen, Konsumen
berperan sebagai penyedia CO2 untuk produsen untuk digunakan produsen dalam
melakukan proses fotosintesis, jadi hubungan antara produsen dan konsumen
saling bergantung satu sama lain, jika salah satu tidak dapat melakukan proses
dengan baik maka proses lainnya tidak akan bisa berjalan, dalam melakukan
proses fotosintesis mutlak diperlukan bantuan cahaya matahari, Sinar matahari,
CO2, O2, dan karbohidrat sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan antara
hubungan produsen dan konsumen, Dalam percobaan ini dapat dilihat adanya
siklus karbon, yang dapat dilihat pada tabung kedua. Karena pada tabung ini
terjadi interaksi timbal balik antara Hydrilla dan keong. Jadi pada praktikum ini
untuk melihat peristiwa fotosintesis dalam air yang merupakan tempat hidup dari
keong. Fungsi larutan bromthymol blue yaitu sebagai larutan indikator untuk
mengamati suatu larutan apakah memiliki suasan asam atau basa.
Pada perbandingan dari hasil pengamatan pada botol yang berada di
tempat terang dan gelap yaitu pada tempat terang terdapat kandungan oksigen
yang tinggi sehingga air yang ada dalam botol menjadi berwarna bagak
kekuningan yang menandakan larutan tersebut bersifat asam sedangkan pada
tempat gelap, air berubah juga menjadi biru karena tumbuhan menghasilkan

oksigen. Hal ini dikarenakan walaupun tidak ada tidak ada cahaya tumbuhan akan
tetap melakukan fotodintesis sehingga tumbuhan Hydrilla sp. melakukan proses
fotosintesis yang mengeluarkan oksigen yang berlebihan sehingga larutannya
menjadi biru kekuningan yang menandakan larutan ini bersifat basa.

B. Saran
Adapun saran saya untuk praktikum selanjutnya, ketika melakukan
pengamatan harus di lakukan secara sungguh sungguh dan teliti agar data yang
diperoleh benar benar akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Anshory, I. 1984. Biologi umum. Bandung : Genesa Exact.
Campbell . 2004. Biologi Jilid 3. Jakarta : Erlangga.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta; PT. Bumi Aksara
Jumin.H.B.1989.Ekologi Tanaman.Rajawali Press: Jakarta
Muslimin, L.W.1996. Mikrobiologi Lingkungan. Jakarta : UI Press.
Setyo, L. 2007. Ekologi. Malang : Bayomedia Publishing
Wirakusumah, S. 2003. Dasar- Dasar Ekologi. Jakarta: UI Press