Anda di halaman 1dari 16

‫‪DASAR ANJURAN‬‬

‫س‬
‫ﻋِﻠّ ُﻤ ْﻮ ُﻩ اﻟﻨﱠﺎ َ‬ ‫ن َو َ‬ ‫َﺗ َﻌﱠﻠ ُﻤﻮْا ا ْﻟ ُﻘﺮْﺁ َ‬
‫ﻋِّﻠ ُﻤ ْﻮهَﺎ‬ ‫ﺾ َو َ‬ ‫َو َﺗ َﻌﱠﻠ ُﻤﻮْا ا ْﻟ َﻔﺮَا ِﺋ َ‬
‫ض وَا ْﻟ ِﻌ ْﻠ َﻢ‬‫َﻓِﺈ ِﻥّﻰ ا ْﻡ ُﺮ ٌؤ َﻡ ْﻘ ُﺒ ْﻮ ٌ‬
‫ن‬
‫ﻒ ا ْﺛﻨَﺎ ِ‬ ‫ﺨ َﺘِﻠ َ‬‫ن َﻳ ْ‬‫ﻚ َأ ْ‬‫ﺷُ‬‫ع َو ُﻳ ْﻮ ِ‬ ‫َﻡ ْﺮ ُﻓ ْﻮ ٌ‬
‫ﺨ ِﺒ ُﺮ ُهﻤَﺎ‬ ‫ﺣﺪًا ُﻳ ْ‬‫ن َأ َ‬
‫ﺠﺪَا ِ‬ ‫ﻼ َﻳ ِ‬ ‫ﻓَ َ‬
‫اﻟﺘﺮ ﺬﺬي اﻟﻨ ﺎﺋ (‬
‫)ر ااﻩ أأﺣ ﺪ اﻟﺘ‬
‫‪DEFINISI FARAIDL‬‬

‫ﺚ‬
‫ﺾ ُه َﻮ ِﻓ ْﻘ ُﻪ ا ْﻟ َﻤﻮَا ِر ْﻳ ِ‬‫ﻋ ْﻠ ُﻢ ا ْﻟ َﻔﺮَا ِﺋ ِ‬‫ِ‬
‫ﻞ ِإﻟَﻰ‬ ‫ﺻّ ُ‬
‫ب ا ْﻟ ُﻤ َﻮ ِ‬ ‫ﺤﺴَﺎ ِ‬ ‫ﻋ ْﻠ ُﻢ ا ْﻟ ِ‬
‫َو ِ‬
‫ﻖ‬
‫ﺣ ٍّ‬‫ﺨﺺﱡ ُآﻞﱠ ذِى َ‬ ‫َﻡ ْﻌ ِﺮ َﻓ ٍﺔ ﻡَﺎ َﻳ ُ‬
‫ﻦ اﻟ ﱠﺘ ِﺮ َآ ِﺔ‬‫ﺣﻘﱠ ُﻪ ِﻡ َ‬‫َ‬
‫‪DASAR HUKUMNYA‬‬

‫ن‬
‫ك ا ْﻟﻮَاِﻟﺪَا ِ‬‫ﺐ ِﻡﻤﱠﺎ َﺗ َﺮ َ‬‫ﺼ ْﻴ ٌ‬‫ل َﻥ ِ‬ ‫ﻟِﻠ ِّﺮﺝَﺎ ِ‬
‫ﺐ‬
‫ﺼ ْﻴ ٌ‬
‫ن َوﻟِﻠ ِّﻨﺴَﺎ ِء َﻥ ِ‬ ‫ﻷ ْﻗ َﺮ ُﺏ ْﻮ َ‬
‫َو ْا َ‬
‫ن ِﻡﻤﱠﺎ‬‫ﻷ ْﻗ َﺮ ُﺏ ْﻮ َ‬
‫ن َو ْا َ‬
‫ك ا ْﻟﻮَاِﻟﺪَا ِ‬‫ِﻡﻤﱠﺎ َﺗ َﺮ َ‬
‫ﺼ ْﻴﺒًﺎ َﻡ ْﻔ ُﺮﺿًﺎ‬ ‫ﻞ ِﻡ ْﻨ ُﻪ َأ ْو َآ ُﺜ َﺮ َﻥ ِ‬ ‫َﻗ ﱠ‬
‫)اﻟﻨﺴﺂء ‪(٧ :‬‬
HAK-HAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN
TIRKAH/PENINGGALAN
1. Membayar/menunaikan zakatnya
2. Membayarkan hutang-hutangnya
3. Biaya Tajhiz (pemeliharaan mayat)
4. Menunaikan washiatnya
RUKUN DAN SYARAT WARIS

Rukun Waris : Syarat Waris :


1. Orang Meninggal
(Muwarrits) 1. Kepastian
Wafatnya (Tahaqquq
2. Ahli Waris (Waarits) Mautil Muwarrits)
3. Harta Peningalan
(Mauruts) 2. Kepastian Hidupnya
(Tahaqquq Hayatil Warits)

3. Mengetahui Jihat
Waris (Al-Ilmu Bijihatil
Irtsi)
PENYEBAB DAN PENGHALANG
MENDAPAT WARIS
Penyebabnya : Penghalangnya :
1. Nikah (‫)ﻥﻜﺎح‬ 1. Pembunuhan (‫)ﻗﺘﻞ‬
2. Keturunan (‫)ﻥﺴﺐ‬ 2. Hamba (‫)رق‬
3. Yang Memerde- 3. Perbedaan Agama
kakan Hamba (‫)وﻻء‬ (‫)اﺥﺘﻼف اﻟﺪﻳﻦ‬
Catatan :
„ Bila ahli waris semuanya ada, maka yang mendapat
warisan adalah :
1.Ibu 2.Bapak 3.Anak laki-laki 4.Anak Perempuan
5.Suami atau Istri
„ Bila ahli waris yang ada semua laki-laki saja, maka
yang mendapat warisan adalah :
1.Bapak 2.Anak laki-laki 3.Suami
„ Bila ahli waris yang ada semua perempuan saja,
maka yang mendapat warisan adalah :
1.Ibu 2.Anak Perempuan 3.Cucu Perempuan (bila
Anak Perempuan tunggal) 4.Saudari sekandung
5.Istri
GOLONGAN AHLI WARIS
1. Dzawil Furudl / Ahlul Furudl
Ahli waris yang menerima bagian yang sudah ditentukan Al-
Quran dan As-Sunnah seperti 1/2, 1/8, 1/4, 1/3, 2/3 dan 1/6
mereka adalah semua ahli waris perempuan (kecuali mu’tiqah)
ditambah suami, bapak, kakek dan saudara seibu.
2. ‘Ashabah
Ahli waris yang menerima sisa bagian setelah diambil Dzawil
Furudl, mereka adalah semua ahli waris laki-laki dan sebagian
ahli waris perempuan bila bersama mu’ashibnya.
3. Dzawil Arham
Keluarga mayit yang tidak termasuk Dzawil Furudl dan ‘ashabah,
tidak disebutkan pula besar-kecilnya bagian mereka oleh
Al-Quran atau As-Sunnah dan tidak akan mendapat bagian
selama masih ada Dzawil Furudl.
‘ASHABAH
‘Ashabah adalah menerima sisa harta setelah
diambil oleh Dzawil Furudl.
‘Ashabah ada dua macam :

1. ‘Ashabah Nasabiyah
yaitu mendapat ‘ashabah karena ada
hubungan nasab.
2. ‘Ashabah Sababiyah
yaitu mendapat ‘ashabah karena ada
sebab (seperti memerdekakan hamba).
‘ASHABAH NASABIYAH
ada tiga macam :
1.‘Ashabah Bin-Nafsi, yaitu ahli waris laki-laki yang
dipertalikan dengan mayit tanpa diselingi
perempuan
2. ‘Ashabah Bil-Ghair, yaitu ahli waris perempuan
(yang termasuk Dzawil Furudl) mendapat ‘ashabah
bila bersama dengan mu’ashibnya (lawan jenisnya)
3. ‘Ashabah Ma’al-Ghair, yaitu ‘ashabah yang
khusus untuk Saudari Sekandung dan Sebapak
(seorang atau lebih) bila bersama Anak (P) atau
Cucu (P)
AL-HIJAB / AL-HIJBU
Hijab/Hijbu menurut bahasa,
mencegah atau menghalangi
Hijab/Hijbu menurut Istilah,
terhalangnya ahli waris untuk mendapat
warisan baik sebagian atau seluruhnya
karena ada orang yang lebih utama
untuk mendapat warisan.
HIJAB terbagi dua :
1.Hijab bil-Washfi, yaitu terhijabnya ahli
waris untuk mendapat warisan karena ada
sifat yang dapat menghalangi dari warisan
seperti membunuh, kafir atau murtad.
2.Hijab bisy-Syakhshi, yaitu terdapatnya
seseorang yang lebih berhak menerima
waris dari pada yang lain sehingga dia
menghalangi yang lain dari warisan.
HIJAB BISY-SYAKHSHI terbagi dua :
1.Hijab Hirman, yaitu terhijabnya seseorang
untuk mendapat semua harta karena ada
ahli waris lain yang lebih berhak, seperti
terhijabnya Kakek oleh Bapak dst.
2.Hijab Nuqshan, yaitu ahli waris yang
berhak menerima warisan sebagai Dzawil
Furudl tapi tidak mendapatkan bagiannya
secara maksimal melainkan yang minimal
karena ada ahli waris lain, seperti Ibu
mendapat 1/3 menjadi 1/6 karena ada Anak.
DZAWIL ARHAM / ULUL ARHAM
(Orang yang masih ada hubungan kerabat)

Dzawil Arham, yaitu orang yang masih ada


hubungan kerabat yang mempunyai hak
untuk dapat saling mewarisi walaupun Al-
Quran tidak memberikan penjelasan
secara rinci seperti pada Dzawil Furudl.
Selama masih ada Dzawil Furudl dan
‘Ashabah maka Dzawil Arham tidak
mendapat warisan.
DZAWIL ARHAM ada empat golongan :
1. Golongan Bunuwah, mereka adalah Cucu (L/P)
dari Anak (P) terus ke bawah dari pertalian
Perempuan.
2. Golongan Ubuwah, mereka adalah Kakek dari
Ibu dan Nenek dari Ibu
3. Golongan Ukhuwah, mereka adalah Anak (L/P)
dari Saudari Sekandung, Anak (P) dari Saudara
Sukandung (keponakan), Anak (L/P) dari
Saudari Sebapak dst.
4. Golongan ‘Umumah, mereka adalah Paman
Seibu/Saudara Bapak Seibu, Bibi
Sekandung/Sebapak/Seibu dan keturunannya.
ORANG YANG TIDAK TERMASUK
AHLI WARIS / TIDAK MEWARISI
Mereka adalah :
1.Bayi yang meninggal dalam kandungan
atau keguguran.
2.Anak Zina dan Anak Li’an.
3.Anak Pungut / Angkat / Adopsi.
4.Anak Tiri.