Anda di halaman 1dari 8

Konsep Hematopoiesis

Hemopoiesis adalah proses pembuatan darah. Sebagaimana diketahui,


darah terbagi atas :
Bagian yang terbentuk ( formed elements). Terdiri atas sel-sel darah
merah (eritrosit), sel-sel darah putih (leukosit), dan keping-keping darah
(trombosit) yang bentuknya dapat dilihat dengan mikroskop.
Bagian yang tidak terbentuk. Plasma yang terdiri atas molekul-molekul air,
protein-protein, lemak, karbohidrat, vitamin-vitamin, enzim-enzim dan
sebagainya, yang larut dalam plasma.
Tiga komponen yang berperan penting pada hemopoiesis, yaitu:
1. Kompartemen sel-sel darah merah terdiri atas:
Sel Induk Pluripoten (SIP)
Menurut teori unitarian, sel-sel darah berasal dari satu sel induk
pluripoten. Sel-sel ini jumlahnya sedikit, namun mempunyai kemampuan
besar berfloriferasi berkali-kali sesuai kebutuhan. Pengenalan SIP ini
diplopori

oleh

Till

dan

Mc

Culloch

pada

tahun

1960-an dengan

penelitiannya yang menggunakan teknologi pembiakan in-vivo pada tikus.


Mereka menamankan SIP itu sebagai CFU-S ( Collony Forming Unit
Spelen). Selanjutnya Dexter pada dekade berikutnya mengembangjkan
suatu media pembiakan yang baik untuk pembiakan in-vitro dariSIP ini.
Media ini mengaitkan juga pentingnya LMH sedemikian sehingga CFU-S ini
dapat hidup lebih lama dan dinamakan Long Term Culture Initiatibng Cells
(LTC-IC). Dalam media Dexter terdapat sel-sel lingkungan mikro yang
menghasilkan
disebut

stimulator-stimulator

Hemopoetic

Growth

pertumbuhan

Factors

(HGF)

homepoiesis
atau

yang

jugaColony

Stimulating factors (CSF) yang dapat menstimulasi koloni-koloni sel-sel


bakal darah untuk terus berploriferasi dan berdiferensiasi sesuai jalur
turunnya (lineage)nya. Dengan majunya ilmu imunologi ditemukan

teknologi

hibridoma

yang

monoklonal

(Monoclonal

kemudian

dikembangkan

memungkinkan

Antibody)

(MoAb)

kita

membuat

dalam

penemuan-penemuan

jumlah

antibodi
banyak;

petanda-petanda

imunologis di permukaan sel-sel darah yang dinama menurut sistem CD


( Cluster of Dif erentiation). Petanda-petanda ini dapat dideteksi dengan
MoAb dan dengan teknik imuno histokimia atau flow cytometry.
Sel Bakal Terkait Tugas (SBTT) atau Comitted progenitor Hemopoetic Cells
Dengan stimulasi faktor pertumbuhan yang berasal dari LMH yang
dinamakan

faktor

sel

induk (Stem

Cell

Factor =

SCF),

SIP

dapat

berdeferensiasi menjadi sel-sel bakal darah yang terkait tugas (SBTT)


yang terkait pada tugas menurunkan turunan-turunan sel-sel darah
merah, yaitu jalur-jalur turunan mieloid dan makrofag disebut colony
forming unit granulocyte, erythrocyte,magakaryocute, monocyte (CFUGEMM) dan jalur turunan limfosit. CFU-GEMM ini distimulasi oleh GEMMCSF untuk berdiferensiasi menjadi CFU-G, CFU-M, CFU-Meg dan CFU-E.
Seterusnya CFU-G distimulasi G-CSF; GM-CSF dapat menstimulasi CFU-G
dan CFU-MK menjadi sel-sel yang lebih tua (matur).
2. Sel-sel Darah Dewasa
Subkompartemen ini terdiri atas golongan granulosit (eosinofil, basofil,
neutrofil), golongan-golongan monosit/makrofag, trombosit, eritrosit, dan
limfosit B dan T.
3. Kompartemen lingkungan mikro hemopoetik
Di sumsum tulang sel-sel darah berada berbaur dengan jaringan lain
yang terdiri atas kumpulan macam-macam sel dan matriks yang disebut
stroma

dari

sumsum

tulang.

Stroma

terdiri

atas

bermacam

subkompartemen yaitu fibroblas, adiposit, matriks ekstraseluler, monosit,


makrofagdan sel-sel darah yang lain. CSF yang merangsang pertumbuhan
granulocyte disebut G-CSF,sedangkan yang monosit dan makrofag disebut
M-CSF. Stroma yang terdiri atas fibroblas, monosit, makrofag, endotel, dsb
disebut juga sebagai lingkunagn mikro hemopoetik (LMH). Jadi jaringan

LMH ini seakan-akan merupakan tanah yang menghidupi sel-sel induk dan
sel-sel bakalyang dianggap sebagai benih di persemaian. Kalau stroma
atau LMH ini rusak atau defisien maka pertumbuhan sel-sel darah akan
terganggu (hipoplastik sampai aplastik). Awalnya sel-sel bakal darah
melekat pada LMH melalui suatu molekul adhesi yang diproduksi oleh
stroma, kemudian melalui interaksi antar sel matriks sel bakal dirangsang
untuk berdiferensiasi dan berfungsi seperti yang sudah direncanakan.
Kompartemen FPH (factor pertumbuhan hemopoetik) disebut juga HGF
(hemopoetik growth factor) FPH adalah senyawa-senyawa yang dapat
menstimulasi proliferasi, diferensiasi dan aktifasi fungsional dari sel-sel
bakal

darah.

FPH

diproduksi

oleh

stroma.

Normalnya

FPH

hanya

didapatkan dalam keadaan yang sedikit di dalam darah. Awalnya orang


membuat FPH dari sel-sel stroma yang dibiakkan. Senyawa-senyawa FPH
mempunyai tiga sifat biologis, yaitu :
Pleiotrofi
artinya satu FPH dapat menstimulasi beberapa sel-sel bakal; misalnya; IL3 dapatmenstimulasi CFU-G maupun CFU-E dan CFU-Meg meskipun dalam
derajat yang berbeda.
Redundansi
artinya satu sel bakal dapat distimulasi oleh dua FPH, misalnya; CFU-E
dapatdistimulasi oleh IL-3 maupun oleh E-CSF meskipun dalam derajat
yang berbeda.
Transmodulasi reseptor
artinya reseptor sel bakal A dapat pula berfungsi sebagai reseptor sel
bakal B.
Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode :
1. Mesoblastik

Dari embrio umur 2 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang


dihasilkan adalah HbG1,HbG2, dan Hb Portland.2.
Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada
limpa terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit
dari hati. Disini menghasilkan Hb.3.
Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang,
kelenjar

limfonodi,

dan

timus.

Di

sumsum

tulang,

hematopoiesis

berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan


trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan
pada timus yaitu limfosit, terutama limfosit T. Beberapa faktor yang
mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam
amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah,
dan faktor- faktor perangsang hematopoietik.
Teori hematopoiesis:
Monophyletic Theory (umum), bahwa seluruh sel sel darah dihasilkan
dari satu sel induk (hemocytoblast).
Secara umum perkembangan sel darah dapat diklasifikasikan menjadi tiga
kategori:
1. Pluripontial stem cell.
Atas dasar pemeriksaan kariotipe yang canggih (kromosom), semua sel
darah berasal dari satusel induk pluripotensial dengan kemampuan
bermitosis. Sel induk berdiferensiasi menjadi selinduk limfoid dan sel
induk

myeloid

yang

menjadi

sel

progenitor.

Diferensiasi

terjadi

padakeadaan terdapat factor perangsang koloni, seperti eritropoietin


untuk pembentukkan eritrositdan G-CSF untuk pembentukkan leukosit. Sel
progenitor

mengadakan

diferensiasi

melalui

satujalan.

Melalui

serangkaian pembelahan dan pematangan, sel-sel ini menjadi sel dewasa

tertentuyang beredar dalam darah. Sel induk sumsum dalam keadaan


normal terus mengganti sel yang mati dan member respons terhadap
perubahan akut seperti perdarahan atau infeksi denganberdiferensiasi
mejadi sel tertentu yang dibutuhkan.
Pembentukan Sel Darah
Pada sumsum tulang terdapat sel-sel yang disebut sel stem hemopoietik
pluripoten, yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam sirkulasi
darah. Karena sel-sel darah ini diproduksi terus-menerus sepanjang hidup
seseorang, maka ada bagian dari sel-sel ini masih tepat sepertisel-sel
pluripoten

asalnya

mempertahankan

dan

disimpan

dalam

suplainya,walaupun

sumsum

jumlahnya

tulang

berkurang

guna
sesuai

dengan usia. Namun sebagian besar dari sel-sel stem yangdireproduksi


akan berdiferensiasi untuk membentuk sel-sel lain. Asal sel yang paling
mula tidak dapat dikenali sebagai suatu sel yang berbeda dari sel stem
pluripoten, walaupun sel-sel ini telahmembentuk suatu jalur sel khusus
yang disebut sel-stem committed. Berbagai sel-stem committed bila
ditumbuhkan dalam biakkan, akan menghasilkan koloni tipe sel darah
yang spesifik. Suatu sel-stem committed yang menghasilkan eritrosit
disebut unit pembentuk koloni eritrosit, dan singkatan CFU-E digunakan
untuk menandai jenis sel stem ini.Dmeikian pula uni yang membentuk
koloni granulosit dan monosit disingkat dengan CFU-GM,dan seterusnya.
Pertumbuhan dan reproduksi berbagai sel stem diatur oleh bermacammacam protein yangdisebut penginduksi pertumbuhan. Penginduksi
pertumbuhan akan memicu pertumbuhan tetapi tidak membedakan selsel. Membedakan sel-sel adalah fungsi dari rangkaian protein yang
lain,yang disebut penginduksi diferensiasi. Masing-masing dari protein ini
akan menghasilkan satu tipe sel stem untuk berdiferensiasi sebanyak satu
langkah

atau

lebih

menuju

tipe

akhir

pada

seldarah

dewasa.

Pembentukkan penginduksi pertumbuhan dan penginduksi diferensiasi itu


sendiri dikendalikan oleh factor-faktor di luar sumsum tulang. Sebagai
contoh, pada sel darah merah, kontak tubuhdengan oksigen yang rendah
selama

waktu

yang

lama

akan

mengakibatkan

induksi

pertumbuhan,diferensiasi, dan prodksi eritrosit dalam jumlah yang sangat


meningkat. Pada sel draah putih,penyakit infeksi akan menyebabkan
pertumbuhan, diferensiasi, dan akhirnya pembentukkan seldarah putih
tipe spesifik yang diperlukan untuk memberantas infeksi.
Tahap-tahap Diferensiasi Sel darah Merah
Sel pertama yang dapat dikenali sebagai bagian dari rangkaian sel darah
merah adalahproeritroblas dengan rangsangan yang sesuai, maka dari
sel-sel

stem

CFU-E

dapat

dibentuk banyak

sekali

sel

ini.

Sekali

proeritroblas terbentuk maka ia akan membelah beberapa kalisampai


akhirnya terbentuk banyak sel darah merah yang matur. Sel-sel generasi
pertama inidisebut basofir eritroblas sebab dapat dipulas dengan zat
warna basa; pada saat ini selmengumpulkan sedikit sekali hemoglobin.
Pada generasi berikutnya sel sudah dipenuhi olehhemoglobin dengan
konsenstrasi sekitar 34%, maka nucleus memadat menjadi kecil dan
sisaakhirnya terdorong dari sel. Pada saat yang sama RE diabsorbsi. Pada
tahap ini sel disebutretikulosit karena masih mengandung sedikit bahan
basofilik yaitu terdiri dari sisa-sisa aparautusgolgi, mitokondria, dan
sedikit organel sitoplamik lainnya. Selama tahap retikulosit sel-selberjalan
dari sumsum tulang masuk ke dalam kapiler darah dengan cara
diapedesis (terperasmelalui pori-pori membrane kapiler). Bahan basofilik
yang tersisa dalam retikulosit normalnyaakan menghilang dalam waktu 12 hari dan sel kemudian menjadi eritrosit matur. Karena waktuhidup
eritrosit ini pendek maka konsentrasinya di antara seluruh sel darah
merah dalam keadaannormal kurang dari 1%.
Pembentukan Hemoglobin
Sintesis

hemoglobin

dimulai

dengan

proeritroblast

dan

kemudian

dilanjutkan sedikit dalamstadium retikulosit, karena ketika retikulosit


meninggalkan sumsum tulang dan masuk ke dalamaliran darah, maka
retikulosit

tetap

membentuk

sedikit

hemoglobin

selama

beberapa

hariberikutnya.Pembentukan hemoglobin dimulai ketika suksinil-KoA, yang


dibentuk dalam siklus Krebs,berikatan dengan glisin untuk membentuk

molekul pirol. Kemudian, empat pirol bergabungdengan besi untuk


molekul heme. Akhirnya, setiap molekul heme bergabung dengan
rantaipolipeptida panjang, yang disebut globin, yang disintesis oleh
ribosom, membentuk suatu subunithemoglobin yang disebut rantai
hemoglobin. Tiap-tiap rantai ini mempunyai berat molekul kira-kira
16.000; empat dari molekul ini selanjutnya akan berikatan satu sama lain
secara longgar untuk membentuk molekul hemoglobin yang lengkap.
Terdapat beberapa variasi kecil pada rantai subunit hemoglobin yang
berbeda, bergantung padasusunan asam amino di bagian polipeptida.
Tipe-tipe rantai itu disebut rantai alfa, rantai beta,rantai gamma, dan
rantai delta.
Bentuk

hemoglobin

yang

paling

umum

pada

orang

dewasa,yaitu

hemoglobin A, merupakan kombinasi dari dua rantai alfa dan dua rantai
beta.
Karena setiap rantai mempunyai sekelompok prostetik hem, maka
terdapat 4 atom besi dalamsetiap molekul hemoglobin; masig-masing
dapat berikatan dengan 1 molekul oksigen, totalmembentuk 4 molekul
oksigen (atau 8 atom oksigen) yang dapat diangkut oleh setiap
molekulhemoglobin. Hemoglobin A mempunyai berat molekul 64.458.
Sifat rantai hemoglobinmenentukan afinitas ikatan hemoglobin terhadap
oksigen. Abnormalitas rantai ini dapatmengubah sifat-sifat fisik molekul
hemoglobin.KOMBINASI

HEMOGLOBIN

DENGAN

OKSIGEN.

Gambaran

paling penting dari molekulhemoglobin adalah kemampuannya untuk


dapat berikatan secara longgar dan reversible denganoksigen.Oksigen
tidak

bergabung

dengan

dua

ikatan

positif

besi

dalam

molekul

hemoglobin. Malahan,berikatan secara longgar dengan salah satu yang


disebut ikatan koordinasi atom besi. Ikatan inibegitu longgarnya sehingga
gabungan tersebut mudah terlepas. Selanjutnya, oksigen tidak menjadi
oksigen ionic tetapi diangkut ke jaringan sebagai oksigen molecular, yang
terdiri daridua taom oksigen, yang karena longgarnya, siap untuk
bergabung lagi, maka oksigen dilepaskanke dalam cairan jaringan dalm
bentuk oksigen molecular terlarut, bukan oksigen ionic.

2. Restricted Progenitor cell.

3. Functional Blood Cell

Diphyletic Theory, bahwa limfosit dan monosit dihasilkan oleh satu induk
sel (lymphoblast), granular leukosit dan sel darah merah berasal dari sel
induk lainnya(myeloblast).
Polyphyletic Theory, bahwa setiap sel induk menghasilkan setiap sel darah
yang berbeda.
aku kasih juga yah komponen-komponen darah

http://www.scribd.com/doc/49147660/Konsep-Hematopoiesis

Anda mungkin juga menyukai