Anda di halaman 1dari 8

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya

SENKA 2015

Perbaikan Drop Tegangan & Rugi-Rugi Daya


Penyulang SUTM Panjang dengan Pembangkitan Terdistribusi,
Kapasitor Shunt dan Uprating Konduktor

Ade Rahmat

Muchtar Djafar

PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo


Manado, Indonesia
e-mail : ade.rahmat@pln.co.id

PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo


Manado, Indonesia
e-mail : muchtar.djafar@pln.co.id

Abstrak. Makalah ini mengangkat studi perbaikan kualitas tegangan dan rugi-rugi daya pada penyulang sistem distribusi PLN Area
Kotamobagu yang melistriki daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Penyulang OK-4 bersifat radial murni yang terbentang
sepanjang 127,01 kms. Profil Tegangan menengah pada daerah-daerah yang dilalui tersebut dapat menurun hingga lebih buruk 80% dari
tegangan nominal pada perioda beban puncak, dan akan menaik mendekati tegangan normal pada perioda di luar waktu beban puncak. Adapun
alternatif solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan diatas dapat dilakukan dengan melakukan Injeksi Pembangkit terdistribusi
dengan memanfaatkan potensi pembangkit terbarukan setempat. Selain itu sebagai perbandingan dilakukan juga simulasi unjuk kerja tegangan
dengan menggunakan Kapasitor Shunt atau Uprating penampang konduktor.
Kata kunci-Pembangkitan Terdistribusi; Drop Tegangan; Rugi-rugi daya; SUTM Panjang
Abstract This paper raised the voltage quality improvement studies and losses in the feeder distribution systems that provide

electricity Bolaang Mongondow Area, North Sulawesi. Feeder OK-4 is a pure radial stretching 127.01 kms. Medium voltage
profile on the areas through which it can be dropped to worse 80% of the nominal voltage at peak load periods, and will be
ascending closer to the normal voltage on the outside of the time period of peak load. There are alternative solutions offered to
overcome the above problems can be done by injection plant distributed by exploiting the potential of local renewable generation.
In addition, as a comparison done also simulated the performance of voltage by using a shunt capacitor or Uprating conductor
cross-section.
Keywords- Distributed Generation;Voltage Drop; Losses; Radial feeder lenght

I.

PENDAHULUAN

Dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi, PLN


melaksanakan elektrifikasi daerah terpencil dan jauh dengan
memperpanjang Saluran udara Tegangan Menengah(SUTM),
karena membangun transmisi tegangan tinggi ataupun
pembangkit belum layak secara ekonomi.
Untuk menjangkau daerah-daerah yang terpencil dan
jauh dari gardu induk atau pembangkit dalam rangka
melistriki pedesaan terutama di luar Jawa, PT PLN (Persero)
terkadang terpaksa harus memperpanjang jaringan tegangan
menengah 20 kV untuk menyuplai daerah-daerah tersebut. Hal
ini tentu saja berdampak pada persoalaan drop tegangan dan
losses yang mengakibatkan
rendahnya mutu pelayanan
terhadap konsumen terutama di daerah ujung penyulang dan
kerugian yang ditimbulkan akibat losses penyulang.
Sistem distribusi PLN Area Kotamobagu yang
melayani wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi
Utara terdiri dari beberapa penyulang SUTM panjang salah
satunya Penyualang OK4 disuplai dari PLTD Kotamobagu
yang terinterkoneksi dengan grid sistem Minahasa

membentang sampai dengan desa Mamalia di Kabupaten


Bolaang Mongondow Selatan dengan panjang jaringan sekitar
127,01 kms, sehingga tegangan di ujung penyulang
mengalami drop tegangan dan rugi-rugi daya yang besar.

Gambar 1. Peta Kelistrikan Sulawesi Utara

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015

Sepanjang daerah yang dialui penyulang tersebut


dijumpai beberapa aliran sungai seperti di desa Milangodaa &
Duminanga yang berpotensi sebagai energi Mikrohidro yang
dapat dijadikan Pembangkitan Terdistribusi (DG).
II.

DASAR TEORI

Pada jaringan tegangan menengah yang bebannya terpusat


diujung jaringan atau biasa disebut ekspress feeder, besar
tegangan jatuh (voltage drop) pada jaringan SUTM dapat
dihitung dari rumus pendekatan berikut :

PERMASALAHAN

Penggunaan SUTM panjang berakibat tegangan


pasokan transformator distribusi pada saat beban puncak
menjadi terlalu rendah karena jatuh tegangan yang sangat
tinggi sepanjang saluran. Tegangan pasokan transformator
yang rendah akan mengakibatkan tegangan keluaran di sisi
sekunder juga rendah. Kondisi saluran yang panjang ini tidak
sesuai dengan SPLN 72:1987 tentang Spesifikasi desain untuk
Jaringan Tegangan Menengah [JTM] dan Jaringan Tegangan
Rendah [JTR].
Sedangkan tegangan pelayanan yang diterima pelanggan
seharusnya mempunyai kualitas tegangan yang baik, yaitu
+5% dan -10% dari tegangan nominal 230/400 V,
sebagaimana diatur oleh SPLN 1: 1995 atau SNI 04-227:2003
tentang tegangan standar.
III.

IV.

Gambar 2. One line diagram dan ilustrasi diagram


phasor drop tegangan sistem distribusi

PRA ANGGAPAN

Alternatif perbaikan drop tegangan di ujung penyulang


yang sangat besar dan losses SUTM panjang dapat dilakukan
dengan Melalui :
A. Pembangkitan Terdistribusi(Distributed Generation)
Tegangan di ujung suatu SUTM panjang yang buruk pada
saat beban puncak dapat diperbaiki dengan sangat efektif
dengan menginjeksikan daya reaktif dari sebuah generator
lokal (DG) yang sengaja dipasang dengan memanfaatkan
potensi sumber energi lokal setempat.
B. Kompensasi Kapasitor shunt
Pemasangan kapasitor shunt pada SUTM panjang untuk
mengkompensasi rugi-rugi daya reaktif yang terjadi
sepanjang saluran dan menyebabkan jatuh tegangan. Rugirugi daya reaktif tersebut adalah terbesar pada saat beban
puncak dan terkecil pada saat beban terendah. Hal itulah
yang menyebabkan mengapa tegangan beban adalah
terendah pada beban puncak dan tertinggi pada beban
terendah, pemasangan kapasitor shunt diharapkan mampu
mengatasi permasalahan jatuh tegangan yang terjadi.
C.

Uprating Penampang Konduktor


Jatuh tegangan pada SUTM yang panjang dapat dikurangi
dengan mengganti konduktor terpasang dengan konduktor
yang berpenampang lebih besar terutama pada konduktor
bottle neck dibeberapa segmen jaringan. Penggantian
Penghantar juga dapat dijadikan solusi untuk mengatasi
permasalahan ini.

dimana P and Q adalah daya aktif dan reaktif.


Pada penyulang dengan beberapa titik beban, drop tegangan
pada segmen k dapat dinyatakan dalam persaman berikut :

Gambar 3. One line diagram penyulang dengan


beberapa node beban

Dimana Pk aliran daya aktif dan Qk aliran daya reaktif pada


segmen k :

Dengan Rk dan Xk adalah resistansi dan reaktansi pada


segmen k. Sedangkan Uk adalah tegangan pada titik k. Kuat
Arus dalam persamaan diatas diperoleh dari :

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015

A. Pembangkitan Terdistribusi
Pada jaringan SUTM yang dinjeksi dengan pembangkit
maka persamaan drop tegangan menjadi :

Gambar 2. One line diagram untu ilustrasi


drop tegangan sistem distribusi dengan DG

V.

PEMBAHASAN

Berdasarkan kondisi eksisiting yang ada, panjang


Penyulang OK 4 yang membentang dari Pusat listrik (PLTD
Kotamobagu) sampai dengan ujung penyulang di desa
Mamalia Ranting Molibagu adalah 127,013 kms (only
mainline without lateral), dengan kapasitas trafo distribusi
terpasang sebesar 6.020 kVA dan kondisi beban pada saat
beban puncak berdasarkan pengukuran sebesar 3.233 kVA.
Dalam menganailsa aliran daya (power flow),
menggunakan simulasi ETAP v.4. Berdasarkan karakteristik
sistem bersifat radial dan cukup panjang, maka metode aliran
daya yang digunakan menggunakan Fast-Decoupled Method.

B. Kompensasi Kapasitor Shunt


Pada penyulang yang dipasang kapasitor shunt persamaan
tegangan drop menjadi :

Gambar 4. bus beban Penyulang OK 4


Gambar 3. Ilustrasi profil tegangan
dengan pemasangan kapsitor

Selain jatuh tegangan pada penyulang, rugi-rugi daya juga


dihitung yang terjadi pada transformator distribusi yang

Analisa untuk percabangan (lateral) penyulang di


representasikan menjadi satu bus dan beban tiap gardu pada
mainline diwakili oleh masing-masing bus. Berdasarkan data
yang ada, maka untuk penyulang OK 4 diperoleh 93 bus beban
(lampiran Tabel 2). Gambar diatas merupakan representasi
beban penyulang sistem penyulang OK 4 yang disederhanakan
untuk mempermudah analisa.

disebabkan oleh reaktansi bocor dan resistans belitan pada


kondisi beban sekunder, dan dapat dinyatakan dengan rumus
sebagai berikut :
DU = [( R . p ) 2 + ( X . q ) 2 ] 2 : 100%
1

dimana :

XRpqU-

reaktansi bocor [%]


resistans belitan [%]
faktor daya, cos [0 .. 1,0]
sin [0.. 1,0]
Jatuh tegangan [%]
Gambar 5. Simulasi Penambahan DG dan atau
Kapasitor pada program ETAP

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015

dimana Qc, daya reaktif yang dinjeksikan oleh kapasitor


dalam Mvar dalam simulasi digunakan kapasitas Qc = 2
MVAR.
Dengan menggunakan kaidah Kaidah dua-pertiga
Fisher Pierce : memberikan penurunan demand dan susut
yang optimum :
1. Ukuran bank kapasitor harus 2/3 beban kVAr
maksimum.
2. Ukuran bank kapasitor harus terletak 2/3 panjang
penyulang dari GI.
3. Kontrol harus disetel dekat bank kapasitor pada
saluran ketika arus saluran mengikuti mencapai
2/3 arus kapasitor
C. Penggantiang Penghantar dengan Penampang A3C 150
mm2
Gambar 6. Hasil running tegangan drop
pada program ETAP

A. Pemasangan Distributed Generation Pada Bus 71


(rencana PLTM Duminanga).
Sebagaimana diketahui bersama, perkembangan
sistem tenaga listrik ke depan mengalami perubahan dari
sistem vertikal (vertically operated power system), yang mana
jaringan disuplai oleh pembangkit skala besar/pembangkitan
terpusat (Centralized Generation) menjadi sistem horizontal
(horizontally-operated power system) pembangkitan tersebar
(Distributed Generation), yang mana pembangkit skala kecil
yang memanfaatkan potensi energi terbarukan seperti
mikrohidro, surya, angin,biomassa dan lainya terhubung ke
sistem jaringan distribusi 20 kV (distribution grid).
B. Pemasangan Kapasitor Shunt pada Bus 66 (di PMT
Dudepo).
Penggunaan kapasitor daya bermanfaat untuk :
1. Pengurangan susut yang dapat dihindari yang
disebabkan oleh arus beban reaktif.
2. Menurunkan kebutuhan kVA
3. Memperbaiki profil tegangan
4. Menaikan revenue atau menurunkan konsumsi energi
pelanggan.
Persamaan jatuh tegangan (voltage drop) pemasangan
Kapasitor :

Resistansi suatu konduktor berbanding lurus dengan


panjang penghantar dan berbanding terbalik dengan
penampang, sehingga semakin besar penampang maka
semakin kecil resisansinya. Berdasarkan persamaan
R= x (l/A),
dimana l = panjang penghantar
A= luas penampang Penghantar
= tahanan jenis
Tabel 1. Resistansi Konduktor AAAC
Luas penampang
Nomi
Sebenar
nal
nya

Jumlah /
diameter
kawat

mm2

mm2

n / mm

35
50
50
70
95
120
150
185
240
300
400
500

34,36
49,48
45,70
75,55
93,27
112,85
147,1
181,6
242,5
299,4
431,1
506,0

7 / 2,5
7 / 3,0
19 / 1,75
19 / 2,25
19 / 2.5
19 / 2,75
37 / 2,25
37 / 2,5
61 / 2,25
61 / 2,5
61 / 3,0
61 / 3,25

Resista
ns as.,
20o C
max
Ohm /
km
0,958
0,665
0,724
0,438
0.355
0,293
0,225
0,183
0,139
0,111
0,077
0,066

Reaktansi
jaringan dg
GMD 101 cm

KHA
terusmenerus

Ohm / km

0,3716
0,3602
0,3592
0,3434
0.3368
0,3308
0,3214
0,3148
0,3053
0,2987
0,2872
0,2822

170
210
210
155
320
365
425
490
585
670
810
930

D. Perbandingan Perbaikan Tegangan dgn Kapasitor


Shunt, DG & Uprating
Berdasarkan hasil simulasi dengan ETAP (lampiran
Tabel 3) untuk kondisi Eksisting diperoleh hasil tegangan
terendah dicapai oleh Bus 93 (ujung Penyulang) yakni sebesar
11,789 kV (terjadi pada Gardu Mayambanga) :

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015

2.

3.

4.

5.
Gambar 7. Grafik Profil Tegangan eksisting, DG,
Capasitor shunt dan Uprating Konduktor

Setelah dilakukan simulsi skenario alternatif yang maka


di peroleh hasil perbaikan profil tegangan pada masingmasing bus beban. Pada kasus pemasangan kapasitor
shunt sebesar 2 MVAR di bus 66 maka diperoleh
tegangan terendah pada bus 93 (ujung penyulang)
sebesar 15,59 kV.
Pada kasus pemasangan distributed generation sebesar
2x 800 kw di bus 71 maka diperoleh tegangan terendah
terjadi pada bus 44 (pertengahan penyulang) sebesar
17,79 kV.
Pada kasus penggantian uprating penampang konduktor
yang masih berpenampang 70 mm2 dan 95 mm2 menjadi
150 mm2 diperoleh tegangan terendah pada bus 93
(ujung penyulang) sebesar 13,42 kV.
Dari beberapa alternatif yang ada maka diperoleh
perbaikan profil tegangan penyulang OK 4 yang paling
optimal adalah
dengan pemasangan distributed
generation
SARAN

Dalam makalah ini penulis mengharapkan potensi energi


terbarukan setempat berupa energi mikrohidro dapat
diwujudkan melalui pembangkit PLTMH, selain bermanfaat
untuk perbaikan profil tegangan dan menekan rugi rugi pada
jaringan sistem distribusi juga dapat mengurangi biaya
operasional PLN akibat konsumsi pemakaian BBM bangkit
berbahan bakar fosil yang eksisting.
Berdasarkan Feasibility Studi yang telah dilakukan potensi
mikrohidro setempat diperkirakan kurang lebih 3 MW.
Perlu dilakukan studi lanjut terhadap dampak
pengoperasian pembangkit terdistribusi setempat dari aspek
operasi dan kehandalan sistem distribusi.
Gambar 8 Grafik Profil Tegangan eksisting, DG,
Capasitor shunt dan Uprating Konduktor

REFERENSI
Pada skenario pemasangan kapasitor shunt sebesar 2
MVAR di bus 66 maka diperoleh tegangan terendah terjadi
pada bus 93 (ujung penyulang) sebesar 15,59 kV.
Pada kasus pemasangan distributed generation
sebesar 2x800 kW di bus 71 maka diperoleh tegangan
terendah terjadi pada bus 44 (pertengahan penyulang) sebesar
17,79 kV
Pada skenario penggantian uprating penampang
konduktor yang masih berpenampang 70 mm2 dan 95 mm2
menjadi 150 mm2 diperoleh tegangan terendah pada bus 93
(ujung penyulang) sebesar 13,42 kV.
Dari beberapa alternatif yang ada maka diperoleh
perbaikan profil tegangan penyulang OK 4 yang paling
optimal adalah dengan injeksi Pembangkit terdistribusi (DG).
KESIMPULAN
1.

Berdasarkan hasil simulasi dengan ETAP untuk kondisi


Eksisting diperoleh hasil tegangan terendah dicapai oleh
Bus 93 (ujung Penyulang) yakni sebesar 11,789 kV
(terjadi pada Gardu Mayambanga).

F.A. Viawan and A. Sannino, Voltage Control in LV Feeder with


Distributed Generation and Its Impact to the Losses, in Proceedings of
2005 Power Tech Conference, St. Petersburg.
[2] F.A. Viawan, A. Sannino and J. Daalder, Voltage Control in MV
Feeder in Presence of Distributed Generation, accepted for publication
in Electric Power
[3] N. Jenkins, R. Allan, P. Crossley, D. Kirschen, G. Strbac, Embedded
[4] Generation, The Institution of Electrical Engineers, London, 2000
[5] SPLN D5.001:2007 Tentang Pedoman Pengaturan SUTM Panjang
[6] T.A. Short, Electric Power Distribution Handbook, CRC Press LLC,
2004.Clerk Maxwell, A Treatise on Electricity and Magnetism, 3rd ed.,
vol. 2. Oxford: Clarendon, 1892, pp.6873.
[7] T. Gnen, Electric Power Distribution System, McGraw-Hill Book
Company,1986.
[8] T. Ackermann, G. Andersson and L. Sder, Distributed Generation: a
definition, Electric Power Systems Research, vol.57, 2001, pp. 195204.
Ade Rahmat, Lahir di Bekasi 27 Desember 1981. Pendidikan S1 Teknik
Elektro Universitas Diponegoro Semarang tahun 2004. Bergabung dengan
PLN tahun 2005 dengan Riwayat penugasan antara lain: Operasi Distribusi,
Perencanaan Distribusi, Transaksi Energi Listrik & Pelayanan Pelanggan.
[1]

Muchtar Djafar, Pendidikan D3 Universitas Samratulangi. Saat ini bertugas


sebagai Deputi Manajer Perencanaan Sistem PLN wilayah Suluttenggo

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015

Lampiran (Tabel 2. Data Beban Trafo)

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015

Lampiran (Tabel 3. Profil Tegangan Hasil Simulasi ETAP)


Rel

Voltage (kV)

Dari

Ke

eksisting

with DG

with Capasitor fix

with uprating

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

19,672
19,258
18,955
18,830
18,820
18,489
18,339
18,311
18,195
17,964
17,339
17,228
17,127
16,910
16,907
16,778
16,714
16,500
16,494
16,189

19,845
19,650
19,508
19,449
19,445
19,290
19,221
19,208
19,154
19,050
18,796
18,719
18,674
18,578
18,576
18,521
18,493
18,402
18,400
18,272

19,778
19,501
19,298
19,215
19,208
18,977
18,878
18,860
18,780
18,630
18,264
18,153
18,088
17,950
17,948
17,867
17,826
17,693
17,690
17,500

19,962
19,303
19,019
18,902
18,893
18,582
18,441
18,415
18,320
18,104
17,576
17,415
17,321
17,118
17,115
16,995
16,934
16,735
16,730
16,445

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49

22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

16,016
15,963
15,913
15,854
15,844
15,638
15,449
15,395
15,385
15,312
15,309
15,228
15,130
15,039
14,945
14,902
14,818
14,753
14,664
14,533
14,430
14,345
14,288
14,217
14,109
14,083
14,056
13,977
13,836

18,201
18,179
18,159
18,135
18,131
18,048
17,973
17,952
17,950
17,931
17,931
17,912
17,892
17,873
17,854
17,848
17,837
17,829
17,818
17,804
17,794
17,787
17,786
17,787
17,790
17,791
17,792
17,797
17,809

17,396
17,364
17,334
17,298
17,292
17,168
17,056
17,025
17,019
16,984
16,982
16,939
16,888
16,841
16,792
16,772
16,732
16,701
16,655
16,586
16,534
16,491
16,464
16,431
16,383
16,371
16,360
16,326
16,268

16,283
16,234
16,188
16,188
16,133
16,124
15,930
15,755
15,706
15,696
15,630
15,627
15,562
15,418
15,345
15,313
15,249
15,199
15,145
15,066
15,003
14,925
14,918
14,875
14,810
14,794
14,779
14,731
14,647

Rel

Voltage (kV)

Dari

Ke

eksisting

50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93

51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94

13,770
13,759
13,732
13,724
13,709
13,639
13,610
13,415
13,166
13,091
13,018
12,995
12,974
12,972
12,903
12,666
12,608
12,572
12,499
12,474
12,418
12,318
12,278
12,228
12,175
12,125
12,091
12,046
12,027
11,993
11,960
11,939
11,907
11,884
11,865
11,851
11,843
11,828
11,814
11,800
11,796
11,791
11,790
11,789

with DG with Capasitor fix with uprating


17,816
17,817
17,821
17,824
17,830
17,861
17,875
17,974
18,098
18,135
18,173
18,187
18,202
18,204
18,270
18,495
18,551
18,586
18,662
18,690
18,753
18,878
18,854
18,825
18,794
18,764
18,744
18,711
18,706
18,678
18,667
18,655
18,635
18,622
18,811
18,603
18,598
18,589
18,581
18,572
18,570
18,567
18,566
18,566

16,241
16,237
16,230
16,228
16,227
16,230
16,228
16,220
16,177
16,165
16,154
16,151
16,150
16,150
16,156
16,178
16,185
16,160
16,107
16,089
16,048
15,976
15,946
15,911
15,873
15,836
15,811
15,779
15,765
15,741
15,717
15,702
15,679
15,662
15,649
15,639
15,633
15,622
15,612
15,602
15,599
15,595
15,594
15,594

14,608
14,601
14,580
14,575
14,563
14,502
14,480
14,333
14,190
14,147
14,105
14,092
14,080
14,079
14,039
13,906
13,873
13,853
13,811
13,797
13,766
13,709
13,687
13,659
13,629
13,601
13,581
13,556
13,546
13,527
13,508
13,496
13,478
13,465
13,455
13,447
13,442
13,434
13,426
13,421
13,419
13,417
13,416
13,416

Seminar Nasional Ketenagalistrikan dan Aplikasinya


SENKA 2015