Anda di halaman 1dari 41

Gambaran Radiologis pada

Tuberculosis
Wijayanti Efendi

DEFINISI
-

Tuberkulosis adalah penyakit akibat infeksi kuman Mycobacterium


tuberculosis yang dapat mengenai hampir semua organ tubuh, dengan
lokasi terbanyak di paru.

Tertinggi ke-3 di dunia setelah Cina dan India

Penyebab kematian tertinggi ke-3 di Indonesia

Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium Tuberculosis.

Cara Penularan
- Padat pemukiman penduduk, ventilasi kurang
- Secara inhalasi dari dahak penderita mengandung
BTA +
- Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam
paru akan berkembang biak menjadi banyak
(terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang
rendah) dan dapat menyebar melalui pembuluh
darah atau kelenjar getah bening menginfeksi
hampir seluruh organ tubuh seperti : paru, otak,
ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah
bening.

- Sebagian besar dinding bakteri terdiri atas


asam lemak (lipid) kuman tahan asam
disebut BTA
- Mycobacterium memiliki ukuran panjang 14/um dan tebal 0,3-0,6/u, bentuk batang lurus
- Kuman bertahan hidup di udara kering, udara
dingin sifat dormant
- Di dalam jaringan, kuman hidup sebagai parasit
intraseluler dalam sitoplasma makrofag karena
makrofag mengandung banyak lipid.

- Sifat kuman : aerob kuman lebih


menyenangi jaringan yang tinggi
kandungan oksigennya.
- Bagian apikal paru merupakan daerah
dengan tekanan oksigen yang lebih
tinggi daripada daerah lain apikal
merupakan predileksi penyakit
tuberkulosis

Patogenesis
1. Tuberkulosis Primer
2. Tuberkulosis Sekunder

Tuberkulosis Primer
Kuman dibatukkan/dibersinkan (droplet) di
udara, kuman dapat bertahan 1-2 jam
terhisap oleh orang sehat partikel masuk
ke alveolar kuman dihadapi oleh neutrofil
baru makrofag Kuman mati atau hidup.
Kuman hidup akan bertahan di jaringan
paru berkembang biak dalam sitoplasma
makrofag kuman bersarang di jaringan
paru tersebut fokus primer (Ghon)

Dari fokus Ghon kuman menyebar ke saluran


limfe dan kelenjar limfe limfangitis dan
limfadenitis kompleks primer (Ranke). Waktu
dari kuman masuk sampai terbentuk kompleks
primer masa inkubasi yang biasanya 3 8
minggu imunitas seluler terbentuk pada
penderita dg imun baik Kuman akan berhenti
proliferasi, fokus primer akan mengalami fibrosis,
kelenjar limfe fibrosis tp tidak sesempuran pada
fokus primer kuman dapat bertahan hidup dan
menetap bertahun-tahun di kelenjar ini.

Kompleks primer menjadi :


- Sembuh sama sekali tanpa meninggalkan cacat
- Sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas fibrotik,
kalsifikasi di hilus kuman dormant
- Menyebar secara
a. Perkontinuitatum, menyebar ke sekitarnya
b. Bronkogen, ke paru sebelahnya
c. Kuman dapat tertelan bersama sputum dan
ludah menyebar ke usus
d. Hematogen, ke organ lain

Penyebaran hematogen kuman


membentuk koloni dan bereplikasi
memicu imunitas seluler kuman
dorman fokus simon dapat
reaktivasi lagi pada organ yang
terkena.

Tuberkulosis Sekunder (Pasca


Primer)
- Kuman yg dormant pada tuberkulosis
primer reinfeksi jika imuitas menurun,
malnutrisi tuberkulosis sekunder.
- Terbentuk sarang berlokasi di regio atas
paru. Dalam 3 -10 minggu membentuk
tuberkel terdiri dari sel-sel histiosit dan
sel datia langhans (sel besar dg inti
banyak) yg dikelilingi oleh sel-sel limfosit
dan jaringan ikat.

- Sarang dini dapat menjadi :


a. Direabsorpsi kembali dan sembuh tanpa cacat
b. Sarang yg mulanya meluas segera menyembuh dg
serbukan fibrosis. Ada yg membungkus diri
menjadi keras perkapuran. Sarang dini yg
meluas menjadi granuloma berkembang
menghancurkan jaringan ikat sekitarnya dan
bagian tengah mengalami nekrosis, lembek
perkijuan. Bila perkijuan dibatukkan kavitas.
Kavitas awalnya tipis, lama-lama menebal karena
infiltrasi jaringan fibrosa dlm jumlah besar
kavitas sklerotik (kronik)

- Kavitas dapat :
a. Meluas kembali. Jika isi kavitas masuk ke perdaran
darh arteri TB milier. Jika tertelan masuk usus
TB usus
b. Memadat dan membungkus diri tuberkuloma.
Tuberculoma dapat mengapur dan menyembuh atau
dapat aktif lagi menjadi cair dan kavitas lagi.
c. Bersih dan menyembuh (open healed cavity). Dapat
juga menyembuh dg membungkus diri menjadi
kecil. Kadang-kadang berakhir sebagai kavitas yg
terbungkus, menciut dan berbentuk seperti bintang
(stellate shaped)

Gejala Klinis
-

Demam hilang timbul


Batuk : > 2 minggu
Sesak napas
Nyeri dada : terjadi jika infiltrasi
radang menyebabkan pleuritis
nyeri saat gesekan inspirasiekspirasi
- Malaise

Klasifikasi berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya dibagi menjadi


beberapa tipe pasien, yaitu:
1) Kasus baru
Adalah pasien yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah
pernah menelan OAT kurang dari satu bulan (4 minggu).
2) Kasus kambuh (Relaps)
Adalah pasien tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat
pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau
pengobatan lengkap, didiagnosis kembali dengan BTA positif (apusan
atau kultur).
3) Kasus setelah putus berobat (Default )
Adalah pasien yang telah berobat dan putus berobat 2 bulan atau lebih
dengan BTA positif.

4) Kasus setelah gagal (Failure)


Adalah pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap
positif atau kembali menjadi positif pada bulan kelima
atau lebih selama pengobatan.
5) Kasus Pindahan (Transfer In)
Adalah pasien yang dipindahkan dari UPK yang memiliki
register TB lain untuk melanjutkan pengobatannya.
6) Kasus lain:
Adalah semua kasus yang tidak memenuhi ketentuan
diatas. Dalam kelompok ini termasuk Kasus Kronik, yaitu
pasien dengan hasil pemeriksaan masih BTA positif
setelah selesai pengobatan ulangan.

Pemeriksaan Fisik
- Demam subfebris, badan kurus
- Px paru, jika dicurigai infiltrasi di
apex paru : perkusi redup, ronki. Jika
kavitas yg cukup besar maka suara
hipersonor atau timpani.

Pemeriksaan Radiologi
Tuberculosis Primer
TB primer sering menunjukkan
gambaran foto normal. Pada 15%
kasus tidak ditemukan kelainan, bila
infeksi berkelanjutan barulah
ditemukan kelainan pada foto toraks.

Kelainan foto toraks pada tuberculosis


primer ini adalah adalah
limfadenopati, parenchymal disease,
miliary disease, dan efusi pleura.

Pembesaran nodes limfa

TB milier

TB dengan efusi pleura

TB Sekunder
- Kavitas merupakan ciri dari
tuberculosis sekunder
- Pembesaran kelenjar limfe pd TB
sekunder biasanya jarang dijumpai

TB dg kavitas

Ada beberapa bentuk kelainan yang dapat


dilihat pada foto roentgen, antara lain :
Sarang eksudatif, berbentuk awan atau bercakbercak yang batasnya tidak tegas dengan
densitas rendah.
Sarang produktif, berbentuk butir-butir bulat kecil
yang batasnya tegas dan densitasnya sedang.
Sarang induratif atau fibrotik, yaitu berbentuk
garis-garis berbatas tegas, dengan densitas
tinggi.
Kavitas atau lubang

Cara pembagian yang lazim di Amerika Serikat


adalah :
Sarang-sarang berbentuk awan atau bercak infiltrat
dengan densitas rendah hingga sedang dengan
batas tidak tegas. Sarang -sarang ini biasanya
menunjukan suatu proses aktif.
Lubang ( kavitas ). Berarti proses aktif kecuali bila
lubang sudah sangat kecil, yang dinamakan residual
cavity .
Sarang-sarang seperti garis ( fibrotik ) atau bintik bintik kapur ( kalsifikasi, yang biasanya menunjukkan
proses telah tenang ( fibrocalcification)

Pemeriksaan CT-SCAN mendeteksi


kavitas, garis fibrotik lebih baik
daripada pemeriksaan rontgen biasa.

Pemeriksaan laboratorium
Darah : Leukosit sedikit meninggi
Sputum : ditemukan kuman BTA ,
diagnosis TB sudah dapat dipastikan.
Tes Tuberkulin. Biasanya dipakai tes
Mantoux. Tes tuberculin hanya
menyatakan apakah seseorang sedang
atau pernah mengalami infeksi
M.tuberculosae.

Diagnosis banding TB paru secara


radiologist
TB paru primer
- Pembesaran KGB pada TB paru primer : Limfoma,
sarkoidosis . Pada TB paru primer, pembesaran KGB dimulai
dari hilus, baru ke paratrakea, dan pada umumnya
unilateral. Sedangkan pada limfoma biasa dimulai dari
paratrakea dan bilateral. Pada sarkoidosis pembesaran KGB
hilus bilateral.
- Infiltrat unilateral lapangan bawah paru

Untuk membedakan pneumonia TB


dengan pneumonia bukan karena TB,
pada pneumonia bukan TB umumnya
tidak disertai pembesaran KGB

TB post primer

Kavitas pada usia tua, kemungkinan


karena tumor paru

Luas lesi yang tampak pada foto toraks


untuk kepentingan pengobatan dapat
dinyatakan sebagai berikut (terutama pada
kasus BTA negatif) :
- Lesi luas, bila proses lebih luas dari lesi
minimal.

- Lesi minimal , bila proses mengenai


sebagian dari satu atau dua paru
dengan luas tidak lebih dari sela iga
2 depan serta serta tidak dijumpai
kaviti

Pengobatan TB
Tahap awal (intensif)
Pada tahap intensif (awal) pasien mendapat obat setiap hari
dan perlu diawasi secara langsung untuk mencegah terjadinya
resistensi obat.
Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat,
biasanya pasien menular menjadi tidak menular dalam kurun
waktu 2 minggu.
Sebagian besar pasien TB BTA positif menjadi BTA negatif
(konversi) dalam 2 bulan.
Tahap Lanjutan
Pada tahap lanjutan pasien mendapat jenis obat lebih sedikit,
namun dalam jangka waktu yang lebih lama
Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister
sehingga mencegah terjadinya kekambuhan

a. Kategori-1 (2HRZE/ 4H3R3)


Paduan OAT ini diberikan untuk pasien
baru:
Pasien baru TB paru BTA positif.
Pasien TB paru BTA negatif foto
toraks lesi luas
Pasien TB ekstra paru

b. Kategori -2 (2HRZES/ HRZE/


5H3R3E3)
Paduan OAT ini diberikan untuk pasien
BTA positif yang telah diobati
sebelumnya:
Pasien kambuh
Pasien gagal
Pasien dengan pengobatan setelah
putus berobat (default)

c. Kategori 3 (2RHZE /4 R3H3) :


TB paru BTA neg. lesi minimal

Anda mungkin juga menyukai