Anda di halaman 1dari 24

TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN KOMUNITAS TERPADU

TENTANG PROGRAM PRIORITAS DI


PUSKESMAS SIDO MULYO KECAMATAN
MESUJI KABUPATEN MESUJI

KELOMPOK 2 TINGKAT 3 REGULER3


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

DINI GITA SATITI


DWI MANDALA SAPUTRA
EDO MARMIANTO
ENDRIANTO
FADHILATUL QANITAH
FIFI ZANI AZIZ
HANA AYU PERMATA PUTRI
HENDRA HARYANTO
HERU SUPRAYOGI

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disatu atau sebagian

wilayah kecamatan. (Keputusa Mentri Kesehatan No.128 Tahun 2004). Puskesmas


sebagai upaya pelayanan kesehatan strata pertama meliputi pelayanan kesehatan
perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat dan kegiatan yang dilakukan
puskesmas, selain dari intern sendiri tetapi juga perlu peran serta masyarakat dalam
pengembangan kesehatan terutama dilingkungan masyarakat yang sangat mendasar,
sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih berkembang. Puskesmas merupakan unit
perpanjangan tangan Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji menjadi ujung tombak
pelayanan kesehatan di masyarakat khususnya masyarakat diwilayah kerjanya
masing masing.
Puskesmas Sido Mulyo yang dulunya merupakan unit pembantu dari Puskesmas
Wiralaga (Puskesmas Pembantu) kini telah berkembang menjadi unit pelayan
tersendiri yaitu menjadi Puskesmas Sido Mulyo. Mengingat kondisi Puskesmas Sido
Mulyo saat ini sebagai puskesmas yang baru mandiri maka akan melaksanakan 7
(tujuh) upaya/kegiatan pokok/dasar terlebih dahulu melalui arahan dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Mesuji.
Adapun ketujuh upaya tersebut adalah : Upaya Kesehatan Ibu dan Anak; Upaya
Keluarga Berencana; Upaya Kesehatan Lingkungan; Upaya Perbaikan Gizi; Upaya
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit; Upaya Promosi Kesehatan; dan Upaya
Pengobatan melalui rawat jalan.

B. TUJUAN PENULISAN
TUJUAN UMUM
Mengetahui tentang program prioritas di Puskesmas Sido Mulyo
TUJUAN KHUSUS
1. Mengetahuinya tentang program KIA di puskesmas Sido Mulyo
2. Mengetahuinya tentang program KB di Puskesmas sido mulyo
3. Mengetahuinya tentang program kesling di Puskesmas sido mulyo
4. Mengetahuinya tentang program gizi di puskesmas Sido Mulyo
5. Mengetahuinya tentang program pencegahan dan pemberantasan penyakit di
puskesmas Sido Mulyo
6. Mengetahuinya tentang program promkes di Puskesmas Sido Mulyo
7. Mengetahuinya tentang program rawat jalan di Puskesmas sido mulyo

C. MANFAAT PENULISAN
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang dunia kerja yang akan dihadapi di
masa yang akan datang
2. Sebagai persyaratan dalam mencapai standar kelulusan mata kuliah Komunitas
Terpadu
3. Dari pembahasan materi yang tersedia dalam makalah ini, diharapkan dapat
memberikan manfaat kepada pembaca untuk mengetahui tentang visi, misi,
program kerja, kegiatan dan struktur organisasi Puskesma

BAB II
HASIL OBSERVASI PROGRAM PRIORITAS
DI PISKESMS SIDO MULYO
A. Observasi program KIA di puskesmas Sido Mulyo
a. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K-4)
Grafik. 1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K-4)

Dari grafik dapat kita lihat pencapaian target K4 masing masing desa dan
target K4 secara keseluruhan (total) di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo.
Berdasarkan SPM tahun 2010 target pencapaian K4 adalah 95%. Maka didapat
target masing-masing desa yaitu desa Sido Mulyo 89 ibu hamil, Sungai Badak
86 ibu hamil, Nipah Kuning 41 ibu hamil dan total target yang harus dicapai
adalah 216 ibu hamil.
Berdasarkan tabel.3.2.g. dan grafik diatas dapat kita lihat tidak ada satu desa pun
yang memenuhi target. Desa Sido Mulyo hanya 76,6%, Sungai Badak hanya
89% dan Nipah Kuning hanya 72,1% dan total pencapaian keseluruhan hanya
80,7%. Jika dibandingkan dengan SPM tahun 2010 target K4 adalah 95%, maka
pencapaian target K4 tahun 2011 belum tercapai.
Hal ini dikarenakan :
1. Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kandungannya pada
trimester ke -3

2. Pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun Posyandu sangat terbatas,


sehingga ibu hamil lebih cenderung mencari pelayanan yang lebih tinggi
seperti USG.
b. Komplikasi Kebidanan yang Ditangani oleh Nakes Terlatih
Grafik. 2. Cakupan Komplikasi Kebidanan Ditolong oleh Nakes

Dari grafik dapat kita lihat pencapaian target penanganan komplikasi kebidanan
masing masing desa dan target penanganan komplikasi kebidanan secara
keseluruhan (total) di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo. Berdasarkan SPM
tahun 2010 target pencapaian komplikasi kebidanan yang ditangani adalah 80%.
Maka didapat target masing-masing desa yaitu desa Sido Mulyo dari 17 ibu
hamil resti, yang ditangani oleh nakes terlatih ada 17 ibu (100%), Sungai Badak
dari 21 ibu hamil resti, yang ditangani oleh nakes terlatih ada 21 ibu (100%),
dan Nipah Kuning dari 9 ibu hamil resti, yang ditangani ada 9 ibu (100%). Jadi
secara keseluruhan dari 47 ibu hamil resti yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Sido Mulyo semuanya (47 ibu) dapat ditangani oleh nakes terlatih.
Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan cukup peka dan peduli terhadap
kesehatan ibu hamil dan cepat tanggap dalam penanganan komplikasi
kebidanan.

c. Cakupan Persalinan yang Ditolong oleh Nakes Terlatih


Grafik. 3. Cakupan Persalinan Ditolong oleh Nakes

Dari grafik dapat kita lihat pencapaian target persalinan ditolong oleh nakes
terlatih masing masing desa dan target persalinan ditolong oleh nakes terlatih
secara keseluruhan (total) di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo. Berdasarkan
SPM tahun 2010 target pencapaian persalinan ditolong nakes terlatih adalah
90%. Maka didapat target masing-masing desa yaitu desa Sido Mulyo 85
persalinan, Sungai Badak 82 persalinan, Nipah Kuning 39 persalinan.
Untuk desa Sido Mulyo tidak tercapai karena hanya menolong 57 persalinan dari
target 85 persalinan (60,6%), desa Sungai Badak tidak tercapai karena hanya
menolong 45 persalinan dari target 82 persalinan, dan Nipah Kuning juga tidak
tercapai karena hanya menolong 21 persalinan dari target 39 persalinan.
Sehingga secara keseluruhan pencapaian target cakupan persalinan ditolong oleh
nakes terlatih di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo tidak tercapai karena
hanya menolong 123 persalinan dari target 206 persalinan.
Hal ini dikarenakan :
1. Sasaran yang ditetapkan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga pencapaian
target tidak terpenuhi. Seperti Nipah Kuning pada kenyataannya, jumlah
penduduk tidak sesuai karena penduduk yang sudah berdomisili diluar
kampung juga tercatat.

2. Kerjasama antara bidan desa tidak terkoordinasi dengan baik terutama pada
saat melaporkan kejadian persalinan yang tidak dikonfirmasi kepada bidan
desa yang bersangkutan.
3. Masyarakat masih tetap menggunakan pelayanan dari dukun beranak.
d. Cakupan Pelayanan Nifas
Grafik. 4. Cakupan Pelayanan Nifas

Dari grafik dapat kita lihat pencapaian target cakupan pelyanan nifas masing
masing desa dan target pelayanan nifas secara keseluruhan (total) di wilayah
kerja Puskesmas Sido Mulyo. Berdasarkan SPM tahun 2010 target pencapaian
persalinan ditolong nakes terlatih adalah 90%. Maka didapat target masingmasing desa yaitu desa Sido Mulyo 85 ibu nifas, Sungai Badak 83 ibu nifas,
Nipah Kuning 39 ibu nifas.
Untuk desa Sido Mulyo tidak tercapai karena hanya 75 ibu nifas yang
mendapatkan pelayanan dari target 85 ibu nifas (84,3%), desa Sungai Badak
tidak tercapai karena hanya 64 ibu nifas yang mendapatkan pelayanan dari target
83 ibu nifas (73,6%), dan Nipah Kuning juga tidak tercapai karena hanya 33 ibu
nifas yang mendapatkan pelayanan dari target 39 ibu nifas (80,5%). Sehingga
secara keseluruhan pencapaian target cakupan pelayanan ibu nifas di wilayah
kerja Puskesmas Sido Mulyo tidak tercapai karena hanya 172 ibu nifas yang
mendapatkan pelayanan dari target 207 ibu nifas (83,1%).

Hal ini dikarenakan :


1. Sasaran yang ditetapkan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga pencapaian
target tidak terpenuhi. Seperti Nipah Kuning pada kenyataannya, jumlah
penduduk tidak sesuai karena penduduk yang sudah berdomisili diluar
kampung juga tercatat, sehingga target ibu nifas terlalu banyak.
2. Kerjasama antara bidan desa tidak terkoordinasi dengan baik terutama dalam
hal pelaporan ke bidan desa yang bersangkutan.
e. Cakupan Neonatus Komplikasi yang Ditangani
Grafik. 5. Cakupan Neonatus Komplikasi yang Ditangani

Dari grafik dapat kita lihat pencapaian target cakupan neonatus komplikasi
ditangani masing masing desa dan target cakupan neonatus komplikasi
ditangani secara keseluruhan (total) di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo.
Berdasarkan SPM tahun 2010 target pencapaian cakupan neonatus komplikasi
ditangani adalah 80%. Maka didapat target masing-masing desa yaitu desa Sido
Mulyo 14 neonatus komplikasi, Sungai Badak 12 neonatus komplikasi, Nipah
Kuning 7 neonatus komplikasi.
Untuk desa Sido Mulyo tercapai karena dari 14 perkiraan neonatus komplikasi
yang ditangani sebanyak 14 neonatus (100%), desa Sungai Badak tercapai
karena dari 12 perkiraan neonatus komplikasi yang ditangani sebanyak 12
neonatus (100%), dan Nipah Kuning juga tercapai karena dari 7 perkiraan
neonatus komplikasi yang ditangani sebanyak 7 neonatus (100%). Sehingga

secara keseluruhan pencapaian target cakupan cakupan neonatus komplikasi


ditangani di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo tercapai karena dari 33
perkiraan neonatus komplikasi semuanya (33) dapat ditangani oleh tenaga
kesehatan
Meskipun pencapaian target telah berhasil, sebaiknya bidan desa maupun tenaga
medis lainnya tetap selalu waspada dalam mendeteksi dini neonatus komplikasi
sehingga kematian neonatus komplikasi dapat dicegah.
f. Cakupan Kunjungan Bayi
Grafik. 6. Cakupan Kunjungan Bayi

Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan kunjungan bayi yang harus dicapai
adalah 80% dari jumlah bayi yang lahir. Maka didapat target pencapaian cakupan
kunjungan bayi di tiap-tiap desa yaitu desa Sido Mulyo dengan target 60
kunjungan, desa Sungai Badak 58 kunjungan, Nipah Kuning 30 kunjungan dan
total target keseluruhan adalah 142 kunjungan.
Berdasarkan grafik diatas maka dapat kita lihat pencapaian target di masingmasing desa. Sido Mulyo tercapai dengan total kunjungan 65 (97%), Sungai
Badak tercapai dengan total kunjungan 55 (94,8%), sedangkan Nipah Kuning
tidak tercapai dengan total kunjungan 26 (78,8%). Namun secara keseluruhan
cakupan kunjungan bayi di wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo sudah tercapai
dengan tiotal kunjungan 146 (92,4%).

Tidak tercapainya target kunjungan bayi di desa Nipah Kuning disebabkan


karena target yang ditentukan berdasarkan data Disdukcapil terlalu besar, karena
pada kenyataannya jumlah penduduk yang menjadi acuan perhitungan target bayi
lahir tidak sesuai dengan realitas di lapangan.
g. Cakupan Desa / Kelurahan UCI (Universal Child Imunization)
UCI (Universal Child Immunization) adalah tercapainya imunisasi dasar secara
lengkap pada bayi (0-11 bulan), Ibu hamil, WUS dan anak sekolah tingkat dasar.
Berdasarkan tabel.3.3.j. dan tabel.3.3.k. dapat kita gambarkan grafik pencapaian
imunisasi lengkap baik pada bayi maupun ibu hamil, WUS.
Grafik. 7. Cakupan Imunisasi TT 2+ pada Ibu Hamil

Grafik. 8. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi

10

Dari kedua grafik diatas dapat kita lihat bahwa desa yang memenuhi kriteria UCI
adalah desa Nipah Kuning dengan pencapaian target 100% yaitu imunisasi TT 2+
pada ibu hamil (100%), dan imunisasi dasar lengkap pada bayi juga mencapai
target 100%. Sedangkan untuk desa Sido Mulyo dan Sungai Badak belum
tercapai.
Untuk desa Sido Mulyo dan Sungai Badak belum tercapai karena :
1. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu untuk membawakan anaknya ke
posyandu untuk mengikuti imunisasi. Selain itu ibu-ibu takut membawa
anaknya imunisasi karena tidak tega jika anaknya demam karena efek
imunisasi.
2. Desa Karang Anom yang merupakan bagian dari desa Sido Mulyo merupakan
daerah perbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Brabasan acap kali
membawa anaknya ke Posyandu di desa bagian wilayah kerja Puskesmas
Brabasan.
h. Cakupan Pelayanan Anak Balita
Grafik. 9. Cakupan Pelayanan Kesehatan Minimal 8X Pada Balita

11

Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan pelayanan kesehatan anak balita yang
harus dicapai adalah 90%. Dari grafik diatas maka dapat kita lihat pencapaian target
di masing-masing desa sebagai berikut :
1. Desa Sido Mulyo belum tercapai baik pada balita laki-laki maupun pada balita
perempuan. Balita laki-laki hanya mencakup 132 dari target 162 (73,3%),
sedangkan balita perempuan hanya mencakup 155 dari target 174 (80,3%). Jadi
total pencapaian keseluruhan hanya 287 dari taget 336 (76,9%)
2. Desa Sungai Badak belum tercapai baik pada balita laki-laki maupun pada balita
perempuan. Balita laki-laki hanya mencakup 129 dari target 153 (75,9%),
sedangkan balita perempuan hanya mencakup 156 dari target 175 (80,4%). Jadi
total pencapaian keseluruhan hanya 285 dari taget 328 (78,3%)
3. Desa Nipah Kuning belum tercapai baik pada balita laki-laki maupun pada balita
perempuan. Balita laki-laki hanya mencakup 67 dari target 72 (83,8%), sedangkan
balita perempuan hanya mencakup 79 dari target 84 (84,9%). Jadi total
pencapaian keseluruhan hanya 146 dari taget 156 (84,4%)

12

Jadi secara keseluruhan cakupan pelayanan kesehatan anak balita diwilayah kerja
Puskesmas Sido Mulyo belum tercapai karena hanya mencakup 718 anak balita
dari target 820 anak balita atau hanya 78,9%.
Tidak tercapainya target cakupan pelayanan kesehatan anak balita diwilayah kerja
Puskesmas Sido Mulyo disebabkan karena :
1. Kurangnya kesadaran ibu untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
seperti tidak membawa serta anak balitanya ke Posyandu. Sebagaimana kita
ketahui di Posyandu mencakup pelayanan imunisasi, pemberian Vitamin A,
pemantauan perkembangan balita, pemberian makananan tambahan dsb.
2. Tidak terlaksananya program sweeping pelayanan kesehatan balita seperti
sweeping imunisasi, Vitamin.A, dsb.
i. Cakupan Pemberian MP ASI Gakin
Tidak tersedianya data masyarakat miskin sangat menyulitkan dalam menganalisa
cakupan pemberian MP ASI anak usia 6-24 bulan pada masyarakat miskin. Selain
itu tidak adanya register pemberian MP ASI juga menjadi kendala dalam
menganalisa cakupan pemberian MP ASI Gakin.
B. Observasi program KB di Puskesmas sido mulyo
a. Cakupan Peserta KB Aktif
Grafik. 11. Cakupan Peserta KB Aktif

Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan peserta KB Aktif adalah 70% dari
Pasangan Usi Subur (PUS). Dari grafik dapat kita ketahui target masing-masing
desa yaitu desa Sido Mulyo 382 pasangan, Sungai Badak 376 pasangan, dan
Nipah Kuning 176 pasangan.

13

Jika dibandingkan dengan SPM 2010 maka :


1. Desa Sido Mulyo belum tercapai karena peserta KB aktif hanya 279 pasangan
(51,2%)
2. Desa Sungai Badak belum tercapai karena peserta KB aktif hanya 231
pasangan (43%)
3. Desa Nipah Kuning belum tercapai karena peserta KB aktif hanya 120
pasangan (47,7%)
Jadi secara keseluruhan target cakupan peserta KB aktif diwilayah kerja
Puskesmas Sido Mulyo belum tercapai. Hal ini dikarenakan masih kurangnya
kesadaran masyarakat untuk mau ber kontrasepsi. Selain itu kurangnya
sosialisasi maupun penyuluhan KB dari petugas kesehatan menyebabkan
kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai KB itu sendiri.
C. Observasi program kesling di Puskesmas sido mulyo
a. Cakupan Desa Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi
< 24 Jam
Sepanjang tahun 2012 tidak ditemukannya kasus KLB (Kejadian Luar Biasa)
diwilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo baik di desa Sido Mulyo, Sungai Badak,
maupun Nipah Kuning.
b. Cakupan Desa Siaga Aktif
Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi
pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan,
surveilance berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi),
penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (SPM 2010).
Pada kenyataannya dari 3 desa wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo tidak ada
Poskesdes yang aktif, sehingga belum memenuhi kriteria Desa Siaga Aktif. Jadi
cakupan Desa Siaga Aktif diwilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo adalah 0%.
D. Observasi program gizi di puskesmas Sido Mulyo
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Sepanjang tahun 2012 tidak ditemukan kasus gizi buruk diwilayah kerja Puskesmas
Sido Mulyo baik pada desa Sido Mulyo, Sungai Badak, maupun Nipah Kuning.

14

E. Observasi program pencegahan dan pemberantasan penyakit di puskesmas


Sido Mulyo
a. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit
a. Acute Flacid Paralysis (AFP) Rate per 100.000 Penduduk < 15 Tahun
Kasus AFP adalah semua anak berusia kurang dari 15 tahun dengan
kelumpuhan yang sifatnya flacid (layuh) terjadi secara akut (mendadak) dan
bukan disebabkan oleh rudapaksa.
Kasus AFP non polio adalah kasus AFP yang pada pemeriksaan spesimennya
tidak ditemukan virus polio liar atau kasus AFP yang ditetapkan oleh tim ahli
sebagai kasus AFP non polio dengan kriteria tertentu.
Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan penemuan dan penaganan
penderita AFP adalah 2/100.000 penduduk dibawah 15 tahun.
Dari tabel.3.3.i. tidak ada ditemukannya kasus AFP diwilayah kerja Puskesmas
Sido Mulyo, sehingga tidak dapat dianalisa cakupan penanganan penderita
AFP.
Pada saat melakukan sweeping tahun 2012 memang tidak ada ditemukan kasus
AFP. Berdasarkan pengamatan pemegang program P2 bersama dokter ada
masyarakat yang lumpuh tetapi secara klinis diagnosa dokter bukan merupakan
1.

kasus polio.
Penemuan Penderita Pneumonia Balita
Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang
ditandai dengan batuk disertai napas cepat dan/atau kesukaran bernafas.
Klasifikasi penyakit ISPA
Dalam penentuan klasifikasi penyakit dibedakan atas dua kelompok yaitu
kelompok untuk umur 2 bulan - < 5 tahun dan kelompok umur < 2 bulan

Untuk kelompok umur 2 bulan -< 5 tahun klasifikasi dibagi atas Pneumonia
Berat , Pneumonia, dan batuk bukan Pneumonia

Untuk kelompok umur < 2 bulan klasifikasi dibagi atas: Pneumonia berat dan
batuk bukan Pneumonia. Dalam pendekatan manajemen terpadu balita sakit
(MTBS) klasifikasi pada kelompok umur < 2 bulan adalah infeksi bakteri
sistemik dan infeksi bakteri local

15

Klasifikasi Pneumonia berat didasarkan pada adanya batuk dan/atau


kesukaran bernafas disertai tarikan dinding dada bagian bawah kedalam (TDDK)
pada anak usia 2 bulan - < 5 tahun. Untuk kelompok umur < 2 bulan klasifikasi
Pneumonia berat ditandai dengan TDDK kuat atau adanya nafas cepat lebih atau
sama dengan 60 x per menit.

Klasifikasi Pneumonia didasarkan pada adanya batuk dan/atau kesukaran


bernafas disertai adanya nafas cepat. Batas nafas cepat pada anak usia 2 bulan < 1 tahun adalah 50 kali permenit dan 40 kali permenit untuk anak usia 1 - < 5
tahun

Klasifikasi batuk bukan Pneumonia mencakup kelompok penderita Balita


dengan batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan
tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah kedalam. Dengan
demikian klasifikasi batuk bukan Pneumonia mencakup penyakit-penyakit ISPA
lain diluar Pneumonia seperti batuk pilek (common cold, pharyngitis, tonsillitis,
otitis)

Diberikan tatalaksana adalah diberikan pelayanan sesuai klasifikasinya, untuk


Pneumonia diberikan antibiotika dan Pneumonia berat dirujuk ke Sarana
Kesehatan yang lebih memadai;

Sarana Kesehatan adalah semua sarana pelayanan kesehatan, baik pemerintah


maupun swasta.

Jumlah perkiraan penderita pneumonia balita adalah 10% dari jumlah balita
disatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.
Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan penemuan dan penanganan

penderita pneumonia adalah 100% atau dengan kata lain semua harus ditangani.
Dari tabel.3.3.b. tidak ditemui kasus pneumonia pada balita, sehingga tidak dapat
dianalisa cakupan penanganan penderita pneumonia di wilayah kerja Puskesmas
Sido Mulyo. Hal ini dikarenakan :
1. Kurangnya pengetahuan petugas kesehatan dalam mendeteksi penyakit
pneumonia.

16

2. Pencatatan dan pelaporan khususnya pelaporan P2 Ispa masih terpatok dari


jumlah penyakit rawat jalan tanpa berkoordinasi dengan praktek dokter dan BPS
(Bidan Praktek Swasta).

2.

Penemuan Pasien Baru TB BTA Positif


Grafik. 12. Cakupan Penemuan Pasien Baru BTA Positif

Dari grafik diatas dapat kita lihat pencapaian target cakupan penemuan dan
penanganan penderita BTA+ dimasing-masing desa wilayah kerja Puskesmas Sido
Mulyo. Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan adalah 100% maka dapat
dibandingkan pencapaian target dengan hasil sebagai berikut :
1. Desa Sido Mulyo belum tercapai karena hanya mencakup 1 penemuan (laki-laki 1,
perempuan 0) dari 3 target yang ditetapkan (16,7%).
2. Desa Sungai Badak belum tercapai karena hanya mencakup 5 penemuan (laki-laki 4
orang atau 133%, perempuan 1 atau 33% ) dari 6 target yang ditetapkan (83,33%).
3. Desa Nipah Kuning belum tercapai karena tidak ada penemuan kasus (0%)
Jadi secara keseluruhan target cakupan penemuan penderita BTA+ diwilayah kerja
Puskesmas Sido Mulyo belum tercapai. Dari 15 target yang ditetapkan (7 laki-laki, 8

17

perempuan) hanya mencakup 6 penemuan (40%). Untuk desa Sungai Badak target
penemuan kasus pada laki-laki melebihi target yang ditetapkan (over target). Hal ini
menggambarkan desa Sungai Badak menjadi desa lumbung TB Paru.
Selain itu cakupan penemuan kasus BTA+ diwilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo
belum tercapai dikarenakan :
1. Koordinasi yang kurang antara Tenaga Kesehatan yang didesa maupun di
Puskesmas untuk merujuk pasien ke Laboratorium.
2. Kurangnya promosi kesehatan tentang bahaya TB ke masyarakat sehingga
kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke Puskesmas.
3. Letak geografis yang menyulitkan masyarakat untuk ke Puskesmas Wiralaga
sehingga banyak yang memeriksakan ke Puskesmas Brabasan atau Simpang
Pematang.
3.

Penderita DBD yang Ditangani


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditandai dengan:

Panas mendadak berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas
Tanda-tanda perdarahan (sekurang-kurangnya uji Torniquet positif)
Disertai/tanpa pembesaran hati (hepatomegali)
Trombositopenia (Trombosit 100.000/l)
Peningkatan hematokrit 20%
Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan penemuan dan penanganan
penderita DBD adalah 100% atau dengan kata lain semua harus ditangani.
Dari tabel.3.3.d. tidak ditemui kasus DBD, sehingga tidak dapat dianalisa
cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD diwilayah kerja Puskesmas Sido
Mulyo. Hal ini dikarenakan memang wilayah kerja Puskesmas Sido Mulyo bukanlah
daerah endemis DBD. Belum pernah ditemukan kasus DBD sebelumnya, namun tetap
waspada terhadap masyarakat imigran yang bisa saja membawa virus dengue.
4.

Penemuan Penderita Diare


Grafik. 13. Cakupan Penemuan Penderita Diare

18

Dari grafik diatas dapat kita lihat pencapaian target cakupan penemuan dan
penanganan penderita diare dimasing-masing desa wilayah kerja Puskesmas Sido
Mulyo. Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan adalah 100% maka dapat
dibandingkan pencapaian target dengan hasil sebagai berikut :
4. Desa Sido Mulyo belum tercapai karena hanya mencakup 33 penderita (20,1%)
5. Desa Sungai Badak belum tercapai karena hanya mencakup 14 penderita (15,5%)
6. Desa Nipah Kuning belum tercapai karena hanya mencakup 37 penderita (48,7%)
Jadi secara keseluruhan target cakupan penanganan penderita diare diwilayah kerja
Puskesmas Sido Mulyo belum tercapai. Hal ini dikarenakan data P2 diare hanya
dikumpulkan dari Pustu Sungai Badak, Pustu Nipah Kuning, dan Pustu Sido Mulyo,
sedangkan data dari petugas kesehatan yang praktek maupun petugas/kader kesehatan
yang menjalankan posyandu tidak dikumpulkan.
F. Observasi program promkes di Puskesmas Sido Mulyo
a. Analisa Program Promkes di Puskesmas Sido Mulyo
a. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 1 SD Setingkat
Grafik. 10. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 1 SD Setingkat

19

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat pencapai target cakupan penjaringan


kesehatan siswa kelas 1 SD setingkat di masing-masing desa diwilayah kerja Puskesmas
Sido Mulyo. Berdasarkan SPM tahun 2010 target cakupan penjaringan kesehatan siswa
kelas 1 SD adalah 100%. Jika dibandingkan dengan pencapaian hasil maka :
1. Desa Sido Mulyo tercapai dari 231 siswa kelas 1 SD (51 laki-laki, 62 perempuan)
seluruhnya mendapatkan pelayanan kesehatan (100%).
2. Desa Sungai Badak tercapai dari 100 siswa kelas 1 SD (56 laki-laki, 44 perempuan)
seluruhnya mendapatkan pelayanan kesehatan (100%).
3. Desa Nipah Kuning tercapai dari 18 siswa kelas 1 SD (8 laki-laki, 10 perempuan)
seluruhnya mendapatkan pelayanan kesehatan (100%).
Jadi cakupan penjaringan kesehatan siswa kelas 1 SD setingkat di wilayah kerja
Puskesmas Sido Mulyo sudah tercapai (100%).
G. Observasi program rawat jalan di Puskesmas sido mulyo
a. Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin
Tidak tersedianya data masyarakat miskin sangat menyulitkan dalam menganalisa
cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin. Untuk itu
kedepannya sebaiknya Puskesmas juga mendata masyarakat miskin dengan

20

mengambil data sekunder dari kelurahan maupun kecamatan. Selain itu register
rawat jalan juga tidak mengkategorikan status pasien juga menyulitkan dalam
merakapitulasi data.
b. Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin
Sama seperti cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin,
cakupan pelayanan kesehatan rujukan juga tidak dapat dianalisa karena kurangnya
ketersediaan data.

21

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Cakupan kunjungan ibu hamil (K-4) tidak tercapai baik di desa Sido Mulyo,
Sungai Badak maupun Nipah Kuning.
2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani oleh nakes terlatih sudah tercapai
baik di desa Sido Mulyo, Sungai Badak maupun Nipah Kuning
3. Cakupan persalinan ditolong oleh nakes terlatih tidak tercapai baik di desa Sido
4.

Mulyo, Sungai Badak, maupun Nipah Kuning.


Cakupan pelayanan kesehatan nifas tidak tercapai baik di desa Sido Mulyo,

Sungai Badak maupun Nipah Kuning.


5. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sudah tercapai baik di desa Sido
Mulyo, Sungai Badak, maupun Nipah Kuning.
6. Cakupan kunjungan bayi di desa Sido Mulyo dan desa Sungai Badak tercapai
tetapi desa Nipah Kuning belum tercapai. Namun secara keseluruhan target
cakupan kunjungan bayi Puskesmas Sido Mulyo tercapai.
7. Desa Nipah Kuning merupakan desa UCI sedangkan desa Sido Mulyo dan desa
Sungai Badak belum memenuhi kriteria desa UCI.
8. Cakupan pelayanan anak balita tidak tercapai baik di desa Sido Mulyo, desa
Sungai Badak maupun desa Nipah Kuning.
9. Cakupan pemberia MP ASI Gakin tidak dapat dianalisa
10. Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan tidak dapat dianalisa
11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa kelas 1 SD/setingkat tercapai baik di desa
Sido Mulyo, desa Sungai Badak maupun desa Nipah Kuning.
12. Cakupan peserta KB aktif tidak tercapai baik di desa Sido Mulyo, desa Sungai
Badak maupun desa Nipah Kuning
13. Tidak ditemukannya penderita AFP baik didesa Sido Mulyo, desa Sungai Badak
maupun desa Nipah Kuning.
14. Tidak ditemukannya kasus maupun data tentang penyakit pneumonia pada balita
baik di desa Sido Mulyo, desa Sungai Badak maupun desa Nipah Kuning.
15. Cakupan penemuan dan penanganan kasus baru BTA+ tidak tercapai baik didesa
Sido Mulyo, desa Sungai Badak maupun Nipah Kuning.
16. Tidak ditemukannya kasus DBD baik didesa Sido Mulyo, desa Sungai Badak
maupun desa Nipah Kuning.

22

17. Cakupan penemuan dan penanganan penderita diare tidak tercapai baik didesa
Sido Mulyo, desa Sungai Badak maupun desa Nipah Kuning.
18. Cakupan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat miskin tidak dapat
dianalisa.
19. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pada masyarakat miskin tidak dapat
dianalisa
20. Tidak ditemukannya kasus KLB sepanjang tahun 2012 baik didesa Sido Mulyo,
desa Sungai Badak maupun desa Nipah Kuning.
21. Cakupan desa siaga aktif belum tercapai baik didesa Sido Mulyo, desa Sungai
Badak maupun desa Nipah Kuning.
B. Saran
1. Diharapkan data di puskesmas Sido Mulyo lebih dilengkapi
2. Diharapkan data di puskesmas Sido Mulyo lebih diakuratkan lagi sehingga data
yang ada berkesinambungan
3. Diharapkan melakukan ke tujuh program prioritas puskesmas, karena masih
terdapat beberapa hal yang belum tercapai

23

DAFTAR PUSTAKA
________. 2015. Profil

Terpadu Puskesmas Sido Mulyo Kecamatan

Mesuji.

Bandarlampung
________. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128
Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat
Mubarak. I. W. dan C. Nurul. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Teori dan Aplikasi.
Jakarta : Salemba Medika