Anda di halaman 1dari 5

Kelompok KOPAJA ( Komunitas Pelajar Peduli Anak

Jalanan )
Daftar Anggota

Diyan Kartika Rahma Hidayati


Jessica Wilona Huda
Riyandy Eka Salim
Sagita Desmayanti
Try Wibowo Dwicahyo

Anak Jalanan
*Anak jalanan* merupakan sebuah istilah umum yang mengacu pada
anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki
hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak
jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak. Ada dua kategori anak
jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan dan anak-anak yang ada di
jalanan. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu anakanak dari keluarga yang ada di jalanan. Pengertian untuk kategori pertama
adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih
memiliki hubungan dengan keluarga. Kategori kedua adalah anak-anak yang
menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak
memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau
keluarganya. Kategori ketiga adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh
waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga
di jalanan.

Faktor Penyebab Lain Tentang Anak Jalanan


Permasalahan tentang anak jalanan adalah masalah klasik yang tidak
pernah selesai dibicarakan. Pengertian anak jalanan sendiri adalah sekelompok
anak yang masih berusia sekolah dan hidup tanpa memiliki identitas atau
tempat tinggal yang jelas. Mereka hidup secara berpindah dari satu tempat ke
tempat lain tanpa diketahui siapa keluarga mereka. Stigma yang melekat
*tentang anak jalanan * ini adalah masalah sosial, kriminal serta sex bebas. Hal
ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena memang sebagian besar anak
jalanan merupakan cermin kemiskinan dan kegagalan proses sosialisasi tentang
hidup yang sehat. Demikian pula masalah kriminalitas. Banyak anak jalanan

yang menjalani profesi ini sebagai jalan pintas untuk mendapatkan


keinginan mereka. Seperti memeras, mencuri atau merampok. Meski tidak
semua anak jalanan memiliki perilaku seperti ini, namun adanya beberapa kasus
kriminal yang melibatkan anak jalanan, menjadikan stigma bahwa anak jalanan
identik dengan kriminalitas sudah demikian terpatri. Pergaulan bebas pun
banyak dijadikan bagian pembicaraan saat mendiskusikan tentang anak jalanan
ini. Kehidupan yang bebas, tanpa sekat dan tidak mengindahkan norma yang
berlaku menjadikan banyak anak jalanan tidak berpikir panjang dalam berbuat
sesuatu. Salah satunya adalah seks bebas, yang hal ini sangat mungkin terjadi
karena dalam kehidupan mereka pergaulan antar lawan jenis sudah demikian
dalam tanpa batas.
* * * Penyebab Anak Jalanan* **
Banyak orang berpendapat, masalah tentang anak jalanan ini muncul akibat
adanya kehamilan di luar nikah atau juga anak yang ditinggalkan kedua orang
tuanya tanpa jelas. Sehingga mereka akhirnya memilih jalanan untuk
menghabiskan waktu. Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat. Karena sebagian
anak jalanan, ada yang berasal dari keluarga utuh dan memiliki identitas jelas.
Namun, beberapa faktor menjadikan mereka memilih meninggalkan kemapanan
sebuah keluarga dan menikmati kebebasan di jalanan. Beberapa faktor tersebut
di antaranya adalah :
1. Adanya tekanan berlebihan dari orang tua yang menuntut anak untuk
berbuat sesuatu tanpa diberikan dukungan. Seperti tuntutan untuk selalu meraih
prestasi di sekolah atau juga untuk melakukan sebuah tindakan di luar
kemampuan anak.
2. Rasa frustasi karena selalu dibandingkan dengan anak lain. Hal ini menjadikan
seorang anak merasa tidak memiliki kepercayaan diri dan memilih untuk
mencari komunitas yang mau menerima segala kekurangan mereka.
3. Kurangnya perhatian dari keluarga. Kondisi jalanan yang dipenuhi orang
sebaya menjadikan tempat untuk meraih perhatian yang tidak didapatkan dari
rumah. Karena pada dasarnya, usia anak adalah usia yang masih membutuhkan
untuk diperhatikan termasuk dalam hal yang kecil.
4. Mencoba kehidupan baru. Usia anak banyak diwarnai keinginan untuk selalu
mencoba hal yang bersifat baru. Termasuk mencoba untuk melepaskan semua
tekanan dan ikatan selama berada di lingkungan formal rumah. Mereka ingin
menikmati kebebasan mutlak dengan hidup di jalanan.

Memfasilitasi Pendidikan bagi Anak Anak Jalanan


Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, Anda pasti bisa menemukan
*anak anak jalanan * dengan cukup mudah. Mereka umumnya mengemis,

mengamen, berjualan, atau hanya sekedar berkumpul dengan sesama teman di


sudut-sudut jalan.
*Problem Anak Jalanan*
Tidak susah untuk mengetahui penyebab meningkatnya jumlah anak anak
jalanan di Indonesia. Semakin hari, biaya hidup di negeri ini semakin mahal.
Ketimpangan sosial terjadi di mana-mana. Hal ini menyebabkan keluarga miskin
semakin terpuruk, dan anak-anak mereka pun turun ke jalan hanya untuk
menyambung hidup. Bekerja dan mencari uang memang sudah menjadi hal
wajib yang harus dilakukan setiap anak anak jalanan. Sayangnya, hampir seluruh
dari anak-anak tersebut sudah melupakan hal penting, yaitu pendidikan . Bagi
mereka, uang lebih berharga daripada pengetahuan. Ironisnya, hampir seluruh
jajaran pemerintahan seolah angkat tangan dalam menangani anak anak
jalanan. Malah terkadang pemerintah melakukan operasi atau razia, baik untuk
gepeng (gelandangan dan pengemis), maupun anak-anak jalanan. Padahal itu
bukanlah suatu solusi, karena cara mengatasi meningkatnya jumlah anak-anak
jalanan adalah dengan cara menangani penyebabnya, yaitu kemiskinan.
Mengentaskan kemiskinan memang hal yang tidak mudah. Jalan lain yang bisa
dijadikan solusi adalah dengan meningkatkan pendidikan anak anak jalanan
yang merupakan aset bangsa yang berharga. Mereka memiliki hak untuk
memperoleh pendidikan seperti anak-anak lainnya, hal ini merupakan tugas
pemerintah dan kita semua untuk ikut mencerdaskan bangsa.
** *Pendidikan untuk Anak Jalanan*
Memberi pengetahuan atau pendidikan bisa dengan berbagai cara,
macam pendidikan pun bisa bermacam-macam, tidak sebatas pengetahuan
umum seperti matematika atau IPA. Berikut ini adalah beberapa cara memberi
pendidikan bagi anak anak jalanan. *

Mendirikan sekolah
Yang dimaksud dengan sekolah di sini tentu bukan berarti sekolah besar
yang didirikan dan dikelola secara profesional seperti sekolah swasta. Mendirikan
sekolah untuk anak jalanan bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dan dengan
syarat sekolah yang tentunya tidak seberat sekolah-sekolah formal. Hal ini bisa
dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Pada sekolah ini, tidak
ada batasan umur, tidak ada batasan biaya, dan waktu bersekolah pun bisa
sangat fleksibel, tergantung kemampuan anak anak jalanan.
* Mendirikan ?rumah singgah?
Saat ini banyak sekali rumah singgah yang berdiri untuk memberi
pendidikan pada anak anak jalanan. Namun di rumah singgah, mereka tidak
hanya akan mendapatkan pengetahuan umum, tapi lebih kepada keterampilan

tertentu sesuai minat dan bakat mereka. Contoh keterampilan yang diajarkan
adalah cara menganyam, menjahit , atau keterampilan lain yang memang
mereka sukai. Hal ini tentu sangat positif bagi perkembangan pendidikan anak
jalanan. Dengan bekal keterampilan, mereka lebih siap untuk bekerja tanpa
harus menjadi anak jalanan lagi.
* Mendirikan klub buku/taman baca
Alternatif lain untuk memberi pendidikan pada anak anak jalanan adalah
dengan mendirikan sebuah taman bacaan. Di sini, mereka bisa diajarkan untuk
lebih mencintai pengetahuan dan buku yang berfungsi sebagai jendela ilmu.

Upaya Penanggulangan Anak Jalanan


*Fenomena Anak Jalanan* Di kota-kota besar, *anak jalanan * bukanlah
subjek yang asing lagi kita saksikan. Anak-anak jalanan berbaur dengan para
pengamen, pengemis dan unsur-unsur jalan raya lainnya. Anak jalanan menjadi
satu fenomena yang menyedihkan apabila para oknumnya melakukan beberapa
tindakan yang memunculkan keresahan sosial di tengah masyarakat. Anak-anak
jalanan memilih lingkungan hidup di jalanan terkadang bukan hanya faktor
kondisi kesulitan ekonomi, namun juga karena mereka menikmati kondisi
lingkungan di jalanan. Anak-anak jalanan tak selalu tidak punya tempat tinggal,
anak-anak yang merasa stresdengan kondisi keluarga dan lingkungan rumahnya
terkadang merasa lebih nyaman memilih jalanan sebagai lingkungan hidupnya.
Di lingkungan hidupnya, anak jalanan melakukan banyak aktivitas seperti
mengamen, mengemis dan sebagainya. Apa yang dicari oleh anak jalanan
dengan lingkungan kehidupan di jalan-jalan? Ada beberapa hal yang membuat
para anak jalanan betah dengan lingkungan jalanan.
1. Keterdesakan ekonomi yang mengharuskan seorang yang berada di bawah
usia kerja harus berjuang di jalan raya mencari uang untuk menghidupi dirinya
bahkan orang tuanya. Anak-anak jalanan jenis ini akan merasa betah di jalan
raya apabila mereka selalu menemukan rezeki yang banyak dari para pengguna
jalan raya. Semakin tinggi intensitas kedermawanan para pengguna jalan raya,
maka anak jalanan jenis ini akan semakin betah berada di jalanan untuk mengais
rezeki.
2. Hal kedua adalah soal kebebasan hidup . Banyak anak-anak yang merasa
kebebasan dirinya dikekang di keluarga maka mereka akan melarikan diri ke
jalanan, berkumpul bersama rekan-rekannya yang lain yang memiliki keinginan
dan visi hidup yang sama. Hidup di alam jalanan dirasa lebih bebas, interaksi
terbuka dengan rekan dan teman akan lebih memberikan arti hidup bagi orangorang dengan pemikiran seperti ini. Yang jadi persoalan adalah saat interaksi
para anak jalanan ini mengalami gesekan, terbentur berbagai permasalahan
kepentingan hidup seperti soal pangan, emosi dan sebagainya. Yang akan
muncul adalah tindak kejahatan sosial seperti tawuran, pencopetan yang
meresahkan, jambret dan hal-hal negatif lainnya yang mengganggu ketenangan
kehidupan sosial.

* Bagaimana Cara Mengatasi Dampak Negatif Anak Jalanan?*


Mengatasi persoalan anak jalanan adalah tanggung jawab masyarakat secara
umum. Pemerintah dalam hal ini pihak Departemen Sosial perlu membuat
kebijakan yang tegas terhadap masalah anak jalanan. Untuk saat ini aturan yang
diberikan oleh pemerintah adalah melarang anak-anak jalanan untuk beroperasi
di jalan-jalan protokol. Hal ini tentu saja tak cukup, mengingat anak-anak jalanan
tak hanya ada di kota-kota besar di Pulau Jawa. Di kota-kota lain di luar Jawa,
anak-anak jalanan juga masih banyak ditemui. Berikut ini beberapa langkah
alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak-dampak negatif atas
keberadaan anak-anak jalanan;
1. Melakukan upaya pembinaan anak jalanan baik oleh pemerintah maupun
pihak swasta Pemerintah perlu melakukan upaya pembinaan terhadap anak-anak
jalanan. Anak jalanan jangan hanya dimanfaatkan oleh beberapa kelompok
untuk kepentingan politik, lebih dari itu anak jalanan merupakan permasalahan
sosial yang menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan. Jika
pemerintah kerepotan, pemerintah bisa menawarkan kepada pihak swasta untuk
melakukan pemberdayaan terhadap anak-anak jalanan melalui pembentukan
yayasan-yayasan pengelola anak jalanan.
2. Mendidik jiwa anak-anak jalanan menjadi jiwa pewirausaha Salah satu
pelatihan dan pembinaan yang cukup baik dilakukan untuk anak-anak jalanan
adalah dengan mengajarkan cara berbisnis kecil-kecilan. Memanfaatkan waktu
dengan berusaha membangun bisnis mini bagi para anak jalanan akan
membantu anak-anak jalanan meninggalkan hal-hal negatif di jalanan dan juga
akan membantu perekonomian anak-anak jalanan.

Referensi :

http://www.anneahira.com/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id

http://www.gudangmateri.com