Anda di halaman 1dari 9

A.

Hari dan Tanggal Percobaan


Jumat ,30 Oktober 2015
B. Tujuan
Sesuai modul
C. Dasar Teori
Menurut Tika (2010a) menyatakan
bahwa enzim merupakan biokatalis yang
dapat meningkatkan kecepatan suatu reaksi
yang terjadi dalam sistem biologi dan tidak
mengalami
perubahan
selama
berlangsungnya suatu reaksi. Enzim sebagai
katalis yang tidak mengalami perubahan
namun selama terjadinya suatu reaksi
terdapat beberapa molekul yang dapat
mengganggu dengan cara menurunkan
aktivitas katalitik enzim yang sering disebut
dengan inhibitor.
Banyaknya inhibitor yang dapat berupa
bahan yang secara structural menyerupai
substrat enzim namun salah satunya tidak
bereaksi atau bereaksi sangat lambat
dibandingkan dengan substratnya (Tika,
2010b). Ada berbagai mekanisme yang
mana inhibitor enzim tersebut dapat
bekerja. Mekanisme tersebut merupakan
mekanisme yang sangat sederhana dan
berefek pada kinetika enzim yang
mengikuti
model
Michaelis-Menten.
Mekanisme inhibitor enzim yang utama
yaitu inhibitor reversibel dan inhibitor
irreversibel.
Menurut Suhara (2009) menuliskan
bahwa
inhibitor
yang
irreversibel
COO-

COO-

CH2
+ E-FAD
CH2
COOSuksinat

merupakan golongan yang bereaksi dengan


atau merusak suatu gugus fungsional pada
molekul enzim yang penting pada aktivitas
katalitik. Inhibitor irreversibel atau inhibitor
tidak dapat balik adalah suatu inhibitor
yang bekerja dengan mengikat sisi aktif
enzim melalui reaksi irreversibel yaitu
E
+ I EI sedangkan inhibitor reversibel
atau inhibitor dapat balik merupakan
inhibitor yang dapat dilepaskan atau
dipisahkan kembali dari ikatannya.
Inhibitor reversibel terdiri dari 3 jenis yaitu
inhibitor yang bekerja secara kompetitif,
non-kompetitif, dan un-kompetitif (Tika,
2010a).
Inhibitor
yang
bekerja
secara
kompetitif merupakan suatu bahan yang
berkompetisi secara langsung dengan
substrat normal pada suatu daerah ikatan
enzim. Inhibitor ini biasanya menyerupai
substrat yang secara spesifik mengikat
daerah aktif namun bila adanya suatu
perbedaan sehingga tidak dapat melakukan
suatu aktivitas dengan kata lain tidak
reaktif. Contoh dari inhibitor yang berkerja
secara kompetitif yaitu suatu siklus enzim
asam sitrat. Siklus enzim dari asam sitrat
berfungsi untuk mengubah suksinat
menjadi
fumarat
secara
kompetitif
diinhibisi oleh malonat yang mana secara
struktur menyerupai struktur suksinat
namun tidak terdehidrogenasi (Tika,
2010b). Reaksi yang terjadi saat malonat
menginhibisi reaksi yang dikatalisis oleh
enzim suksinat dehidrogenase dapat
ditunjukkan pada gambar 1.

Suksinat dehidrogenase CH

+ E-FADH

CH

COOFumarat

Gambar 1. Reaksi yang dikatalisis oleh enzim suksinat dehidrogenase

Efektivitas
malonat
dalam
menginhibisi
kompetitif
suksinat
dehidrogenase secara kuat menyatakan
bahwa daerah ikatan substrat enzim diatur

E+S

dengan mengikat kedua kelompok substrat


karboksilat melalui pengaruh 2 muatan
positif dari residu. Model dari inhibisi
kompetitif ditunjukkan pada gambar 2.

k2
k1
ES
k-1

E+P

EI + S

Gambar 2. Model inhibisi kompetitif


Tenaga ikat yang dimiliki inhibitor
kompetitif sama dengan tenaga ikat substrat
yang mengakibatkan jika campuran S dan I
ditambahkan pada sistem enzim maka
tingkat penghambatan yang dihasilkan
sebanding dengan konsentrasi keduanya.
Inhibitor kompetitif dapat menaikkan nilai
KM namun tidak berpengaruh terhadap nilai
Vmaks, hal tersebut disebabkan oleh

kecepatan reaksi yang bergantung pada


molekul enzim yang tidak terhambat dan
tidak dipengaruhi oleh I karena I tidak
diikat. Nilai Vmaks terjadi saat [S] tinggi
yaitu konsentrasi saat I tidak mampu untuk
bersaing. Gambar 3 menunjukkan kurva
pengaruh inhibitor kompetitif terhadap
harga KM dan Vmaks.

Gambar 3. Kurva pengaruh inhibitor kompetitif terhadap harga KM dan Vmaks


Pengaruh inhibitor kompetitif dalam
menginhibisi suatu reaksi bergantung pada
konsentrasi inhibitor, konsentrasi substrat,
dan afinitas relatif substrat dan inhibitor
terhadap enzim. Jika jumlah konsentrasi
subsrat sangat tinggi maka jumlah molekul
substrat jauh melebihi jumlah molekul
inhibitor. Keadaan tersebut dapat digambar

dalam suatu grafik pengaruh inhibitor


kompetitif pada plot Michaelis-Menten
yang ditunjukkan pada gambar 4.

Gambar 4. Grafik pengaruh inhibitor


kompetitif pada plot Michaelis-Menten

D. Alat dan Bahan


\Sesuai modul
E. Cara Kerja
Seperti di jurnal
F. Data Pengamatan
Tabel hasil pengamatan :
Tulis kyk di laporan sementara
G. Analisis Data dan Pembahasan
Pada percobaan ini, dilakukan penyelidikan mengenai pengaruh inhibitor terhadap
aktivitas enzim. Inhibitor yang dipakai merupakan inhibitor kompetitif. Yaitu, Inhibitor
yang bekerja secara kompetitif merupakan suatu bahan yang berkompetisi secara langsung
dengan substrat normal pada suatu daerah ikatan enzim. Inhibitor ini biasanya menyerupai
substrat yang secara spesifik mengikat daerah aktif namun bila adanya suatu perbedaan
sehingga tidak dapat melakukan suatu aktivitas dengan kata lain tidak reaktif. Contoh dari
inhibitor yang berkerja secara kompetitif yaitu suatu siklus enzim suksinat dehidrogenase.
Siklus enzim dari suksinat dehidrogenase berfungsi untuk mengubah suksinat menjadi
fumarat secara kompetitif diinhibisi oleh malonat yang mana secara struktur menyerupai
struktur suksinat namun tidak terdehidrogenasi (Tika, 2010b). kesamaan struktur antara
malonat dan suksinat dapat dilihat dari gambar:

Pada percobaan ini, Larutan metilen biru yang dimasukkan ke dalam 5 tabung dan
ditambahkan dengan H2O, buffer fosfat, Na-suksinat, dan Na-malonat kemudian diaduk
secara merata, menghasilkan larutan yang berwarna biru, warna biru ini dihasilkan oleh
larutan metilen biru yang berfungsi sebagai indicator. Berikut struktur metilen biru

Larutan biru tersebut kemudian ditambahkan homogenat hati dan diaduk merata yang
menghasilkan larutan berwarna hijau. Larutan hijau ini menunjukkan adanya kombinasi
warna dari hasil reduksi metilen biru dengan homogenat hati ayam. Setelah merata, pada
masing-masing tabung ditambahkan 3 tetes parafin oil. Perubahan yang terjadi yaitu
larutan yang awalnya berwarna hijau beberapa lama setelah didiamkan timbul warna
merah muda yang mulai tampak dari dasar tabung.
Perubahan warna yang terjadi dikarenakan enzim dehidrogenase yang berasal dari hati
ayam dapat mengkatalis pembebasan dari 2 atom hidrogen yang berasal dari substrat
larutan Na-suksinat masing-masing berasal dari 2 gugus metilennya (-CH 2-). Adapun
persamaan reaksi yang terjadi ditunjukkan pada gambar:
COO-

COO-

CH2
+ E-FAD
CH2
COOSuksinat

Suksinat dehidrogenase CH

+ E-FADH

CH

COOFumarat

Gambar 9. Reaksi enzim suksinat dehidrogenase

Namun, didalam tabung tidak hanya terjadi antara subsrat dan enzim saja. Hal ini karena
ada larutan malonat yang merupakan inhibitor. Reaksi antara inhibitor dan enzim dapat
dilihat dari gambar:

Dengan keberadaan reaksi antara malonat dan enzim suksinat dehidrogenase akan
membuat Perubahan warna sempurna yang terjadi pada masing-masing tabung
membutuhkan waktu yang berbeda-beda yang ditunjukkan pada tabel.

Tabel Waktu perubahan warna masing-masing tabung


Tabung
Waktu
I
3 Menit 30 detik
II
4 Menit 42 detik
III
6 menit 17 detik
IV
5 Menit 14 detik
Pada masing-masing tabung terjadi suatu aktivitas dari enzim dehidrogenase yang
berasal dari homogenat hati ayam dapat diinhibisi menggunakan larutan natrium malonat
sebagai inhibitor kompetitif. Dehidrognenasi suksinat ini dapat dihambat oleh malonat
yang dikarenakan antara malonat dan suksinat sama-sama memiliki gugus karboksil yang
bermuatan negatif sehingga dapat menempati sisi aktif dari enzim. Jika larutan natrium
suksinat ditambahkan dengan larutan malonat dan enzim dehidrogenase dari homogenat
hati ayam maka akan terjadi kompetisi antara malonat dengan suksinat untuk dapat
berikatan dengan sisi aktif enzim. Ketika malonat berikatan dengan enzim suksinat
hidrogenase maka tidak akan dihasilkan produk yang mana malonat akan mengikat gugus
aktif enzim sehingga enzim menjadi tidak aktif dan tidak dihasilkan produk. Keadaan
enzim yang tidak aktif menyebabkan reaksi katalisis suksinat menjadi fumarat tidak akan
terjadi sehingga aktivitas enzim akan dipengaruhi, pengaruh ini terlihat dari perbedaan
waktu yang dibutuhkan untuk merubah suksinat menjadi furamat. Urutan waktu yang
dibutuhkan untuk bereaksi merubah suksinat menjadi furamat dari yang tercepat hingga
terlama adalah
Tabung
Waktu
I
3 Menit 30 detik
II
4 Menit 42 detik
IV
5 Menit 14 detik
III
6 menit 17 detik
Tabung I memiliki waktu yang tercepat karena enzim suksinat dehidrogenase bekerja tanpa
halangan, dimana pada tabung ini tidak ditambahkan unhibitor. Sedangkan tabung 2 dan 4
memiliki waktu yang relative sedang dan hampir sama. Hal ini karena perbandingan
jumlah antara substrat dan inhibitor pada tabung ini adalah sama yaitu (10:1). Sedangkan
pada tabung ke 3 memiliki waktu yang paling lama, hal ini karena perbandingan yang
sedikit antara antara substrat dan inhibitor pada tabung ini, yaitu (5:1) karena itulah tabung
3 memiliki waktu yang lebih lama, karena tabung 3 memiliki jumlah malonat (inhibitor)
yang lebih banyak disbanding tabung yang lain. Hal ini cukup jelas bahwa, jika jumlah
inhibitor kompetitif > jumlah substrat maka aktivitas enzim akan dihambat.
H. Kesimpulan
1. Inhibitor yang digunakan merupakan inhibitor kompetitif yang mana Inhibitor ini
biasanya menyerupai substrat yang secara spesifik mengikat daerah aktif namun
bila adanya suatu perbedaan sehingga tidak dapat melakukan suatu aktivitas dengan
kata lain tidak reaktif. Inhibitornya adalah natrium malonat dan substratnya adalah
natrium suksinat

2. tabung ke 3 memiliki waktu yang paling lama untuk mengubah warna suksinat
menjadi furatat, karena tabung 3 memiliki jumlah malonat (inhibitor) yang lebih
banyak disbanding tabung yang lain.
3. jumlah inhibitor kompetitif > jumlah substrat maka aktivitas enzim akan dihambat.

I. Daftar Pustaka
Girindra, A. 1993. Biokimia 1. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Lehninger, Albert L, 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Muray, Robert K, dkk, 2003. Biokimia Harper Edisi 2. Jakarta: Penerbit EGC.
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: ui press.
Tim Biokimia 2015. Modul Praktikum VIII Pengaruh Inhibitor Terhadap Aktivitas
Enzim. Malang:Universitas Negeri Malang.
Tika, I.N. 2010b. Pengantar Biokimia. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

J. Jawaban Pertanyaan
1. A. Metilen biru.
Sebagai indikator

untuk

mendeteksi

adanya

enzin

suksinat

yang

mengokksidasi suksinat menjadi fumarat. Berikut struktur dari metilen biru

B.

Na suksinat : Sebagai sumbur substrat yang akan bereaksi dengan enzim

suksinat.
C. Na Malonat : Sebagai inhibitor dalam sisi aktif enzim.
D. Buffer pH 7 : Menjaga pH, karena enzim tersebut stabil pada pH 7.
E. Minyak parafin : Mengikat gas hidrogen supaya tidak keluar dari tabung.
F. Homogenat Hati : merupakan penghasil enzim suksinat dehidrogenase.
2. Pada percobaan ini digunakan inhibitor kompetitif yaitu malonat. Inhibitor
kompetitif adalah molekul penghambat yang bersaing dengan substrat untuk
mendapatkan sisi aktif enzim.[1] Namun setelah inhibitor menempati sisi aktif,
enzim bebas dan produk tidak segera terbentuk, sehingga jumlah enzim atau
kompleks enzim substrat berkurang.[1] Penghambatan aktivitas enzim oleh
inhibitor dicirikan dengan mengikat tetapan Michaelis Menten (konsentrasi
substrat yang dibutuhkan untuk mencapai setengah kecepatan maksimum).
[1]
Peningkatan konsentrasi substrat dapat mengatasi inhibitor kompetitif. [1] Jika
konsentrasi substrat tinggi, tempat pengikatan substrat ditempati oleh subtrat
sehingga tidak ada molekul inhibitor yang dapat terikat. [1] Oleh karena itu,
inhibitor ini dapat meningkatkan Km enzimakan tetapi tidak pada Vmax.[1]