Anda di halaman 1dari 16

PT PLN (Persero)

Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

POWER QUALITY
I.

Definisi Power Quality

Salah satu Visi Distribusi 2012 adalah PLN harus dapat menyediakan
listrik yang
berkualitas atau bermutu. Apakah mutu listrik itu sebenarnya?
Power Quality sering dipersepsikan sebagai kualitas layanan listrik yang
harus
disediakan oleh PLN ke pelanggannya. Pengertian ini kurang tepat,karena
bila demikian lebih sesuai dengan istilah Service Quality.
Power Quality lebih bersifat teknikal,yaitu menyangkut mutu tegangan
dan mutu arus listrik. Lebih jelasnya ukuran mutu tadi terdiri dari tiga
hal,yaitu :
1). Bentuk gelombang
2). Besar amplitudo atau magnitude
3). Nilai frekuensi,baik nilai perioda penuh maupun nilai setengah
perioda
Pada Gambar-1 sampai dengan Gambar-3 ditunjukkan bentuk gelombang
tegangan dan arus yang dapat memberi gambaran tentang mutu listrik.

DISTORSI / CACAT
v(t)
i(t)

t (ms)

Gambar-1. Bentuk gelombang tegangan (utuh) dan gelombang arus


(cacat)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

v(t)
v1

t (ms)

v2

Gambar-2. Magnitude tegangan,V1 dan V2, tidak sama

v(t)

f2
t (ms)

f1

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

Gambar-3. Frekuensi tegangan ,f1 dan f2, tidak sama


Jadi sebenarnya masalah Power Quality lebih menyangkut kepada Mutu
Tegangan dan Mutu Arus. Pihak Utilitas/PLN berkewajiban menjaga
mutu tegangan, sedangkan pihak Pengguna/Pelanggan berkewajiban
menjaga mutu arus.
Utilitas/PLN tidak dapat menjaga mutu tegangan bila tidak ada Kerja
sama dari pengguna/pelanggan listrik dalam menjaga mutu arus
(beban)nya.
Sebaliknya,mutu tegangan yang jelek akan berakibat buruk pada peralatan
listrik milik pengguna/pelanggan.
Beberapa masalah pada mutu listrik yang utama antara lain :
harmonisa,kedip,swell kelip(flicker), ketidakseimbangan tegangan dan arus
yang akan dibahas berikut ini.
Pemahaman terhadap masalah mutu listrik sangat berguna pada operasi
dan pemeliharaan sistem distribusi,mengingat saat ini sangat dominan
pemakaian beban non linier,beban satu fasa dsb; yang kesemuanya
berpengaruh terhadap mutu listrik di sisi pelanggan,terlebih sekali
berdampak buruk kepada PLN.
II. Standar Mutu Listrik
Ada banyak standar mutu listrik .antara lain dari IEC,IEEE,EN,dan
sebagainya.
2.1. Standar Harmonisa IEEE-519 Tahun 1992
Standar IEE-519 tahun 1992 mengatur batasan harmonisa tegangan dan
harmonisa
arus seperti berikut ini.

Kewajiban
Utilitas

Tabel-1. Standar IEEE-519 Tahun 1992 : Batasan Harmonisa Tegangan


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

di titik sambung bersama


Dari Tabel-1 di atas,kewajiban pihak utilitas/PLN untuk menjaga mutu
tegangan dari distorsi harmonisa tegangan,sedangkan pada Tabel-2
berikut,kewajiban pengguna/ pelanggan untuk menjaga mutu arus (beban)
dari distorsi harmonisa arus. Kerja sama yang baik dari kedua pihak akan
dapat memenuhi batasan sesuai angka pada kedua tabel,sehingga mutu
listrik dapat terpenuhi.

Iskandar N. Workshop Ophardistr

Kewajiban
Pemakai

Tabel-2. Standar IEEE-519 Tahun 1992 : Batasan Harmonisa


Arus di titik
Sambung bersama
2.2. Standar NEMA dan ANSI C84.1 Tahun 1992
Standar NEMA dan ANSI pada dasarnya diadopsi dari Standar IEEE juga.
Pada standar ini diatur batasan ketidakseimbangan tegangan dengan
definisi :

Ketidakseimbangan Tegangan (KT) :


KT

Deviasi maksimum terhadap rata-rata (Vab,Vbc,Vca)


Rata-rata (Vab,Vbc,Vca)

Perhatikan rumus di atas,definisinya berlaku untuk nilai antar fasa.


Nilai maksimum ketidakseimbangan tegangan adalah sebesar 2 %.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

Setiap ketidakseimbangan tegangan 1 % akan menghasilkan


ketidakseimbangan arus sebesar 5 %. Dampak ketidakseimbangan
tegangan.antara lain:pemanasan berlebih yang merusak isolasi,mengurangi
pengukuran daya dan energi aktif, mengurangi torsi motor dan kWh
meterjenis induksi,dan sebagainya.
Adapun untuk ketidakseimbangan arus (beban),belum ditemukan
standarnya;namun Regulator Victoria Australia dalam Distribution Code nya
mencantumkan nilai sebagai berikut :

2.3. Ketentuan Tarif dasar Listrik (TDL) Tahun 2003


PLN membuat ketentuan sebagaimana tercantum dalam TDL Tahun 2003
sebagai berikut :
Magnitude
Gangguan
Depresi Tegangan Hubung
Singkat (DTHS)

3
2.75
2.5

KetakseimbanganTegangan

Harmonisa Tegangan

(%) Waktu Tegangan


(ms)
(kV)
20
70
150

kontinyu

20
70
150

5
3

20
70 & 150

Catatan : lokasi titik ukur tidak ditetapkan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

Tabel-3. Ketentuan Mutu Listrik sesuai TDL-2003


Gangguan

Durasi (ms)

Tegangan
(kV)

110 500

500

140 500
170 - 500

150
70

1000

20

Kedip Tegangan

Catatan : lokasi titik ukur dan magnitude tidak ditetapkan


Tabel-3. Ketentuan Mutu Listrik sesuai TDL-2003(lanjutan)
III. Masalah Utama pada Power Quality
3.1. Harmonisa
Harmonisa adalah gelombang sinusoidal yang memiliki frekuensi
kelipatan dari frekuensi dasar,50 Hz. Gelombang tegangan atau arus
yang cacat dapat diuraikan dengan bantuan Deret Fourier menjadi
gelombang sinusoidal periodik yang terdiri dari : gelombang searah
(DC),gelombang frekuensi dasar 50 Hz, dan gelombang dengan
frekuensi kelipatan bulat dari 50 Hz. Pada Gambar-4 dan Gambar-5
terdapat contoh rekaman gelombang tegangan dan arus pada salah satu
pelanggan.

CACAT KARENA HARMONISA

Gambar-4. Gelombang tegangan cacat karena harmonisa


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

ARUS CACAT KARENA HARMONISA

Gambar-5. Gelombang arus cacat karena harmonisa


3.1.1.Penyebab harmonisa
Saat ini banyak peralatan listrik berbasis elektronika daya,seperti
komputer,power supply,energy saving lamp,pengatur kecepatan motor
dan sebagainya yang semuanya memotong arus ,sehingga arusnya cacat
dan ini sebagai penyebab harmonisa arus. Bila pada suatu sistem
pasokan jumlah peralatan listrik jenis ini sangat dominan,sehingga sumber
pasokan
tidak
sanggup
lagi
mempertahankan
bentuk
gelombangnya,maka tegangan pada titik sambungan akan cacat,sehingga
timbul harmonisa tegangan.
3.1.2.Dampak harmonisa
Harmonisa memberikan dampak antara lain :
1). Panas yang berlebihan yang merusak isolasi
2). Malfungsi kerja peralatan tenaga,sistem kontrol,dan alat ukur
energi/kWh
3). Derating trafo
4). Menurunnya faktor daya,pf (konsumsi var naik),meskipun cos phi
mungkin
terukur baik
5). Susut jaringan naik
3.1.3. Pengaruh harmonisa pada pengukuran meter energi
Meter energi elektronik (ME) terdiri dari :
1). Analog Front End (AFE), sensor arus dan tegangan
2). Analog to Digital Converter (ADC)
3). Digital Signal Processor (DSP)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

4). Memory
5). Communication Interface
6). Human Interface
7). Power Supply Unit.
Ketelitian ME sangat ditentukan oleh kualitas dan kinerja AFE,ADC,DSP
dan Memory. Selain itu,juga ditentukan oleh rumus yang dipakai ME yang
diprogram dalam DSP. Secaga garis besar,rumus yang ada dalam ME
adalah :
1). Besaran Arus dan Tegangan per fasa dan/atau antar fasa

2). Daya Aktif per fasa dan total

3). Daya Semu per fasa dan total

4). Daya reaktif per fasa dan total


a). Formula DFT

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

b). Formula ANSI/ Standar IEEE-1459 tahun 2000

5). Energi Aktif Total dan Energi Reaktif Total

Selisih pengukuran kVar dan kVarh pada kondisi harmonisa arus > 20 %
antara ME yang memakai (9)-(10) terhadap ME yang memakai rumus (7)(8) dapat mencapai 11 %. Ini disebabkan adanya Distortion Power,D,
yang berupa Non-active power yang telah diakomodasikan oleh rumus
(9)-(10) di atas.
Sebagai contoh pengukuran di salah satu pelanggan besar dengan
distorsi arus sebesar 47 % seperti pada Gambar-6 berikut ini.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

Gambar-6. Gelombang arus cacat pada beban pelanggan


Adapun besar selisih pengukuran kVarh dari kedua ME seperti terlihat
pada Tabel-4 berikut ini.

Tabel-4. Perbedaan pengukuran kVarh dari dua ME yang berbeda rumus


3.2. Flicker
Flicker adalah fenomena distorsi pada maplitudo gelombang tegangan
secara
berulang. Hal ini ditunjukkan pada Gambar-7 berikut ini.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

10

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

Gambar-7. Flicker/kelip tegangan


Adapun penyebabnya yaitu masuknya beban besar pada suatu sistem
pasokan daya,misal beban tanur busua,mesin las,mesin pemecah batu dan
sebagainya.
Dampak flicker antara lain terjadinya kelip pada lampu,malfungsi kerja pada
peralatan tenaga,pengukuran dan kendali elektronik.

3.3. Ketidakseimbangan Tegangan


Fenomena ketidakseimbangan tegangan terjadi sebagai akibat
ketaksamaan magnitude dan/atau sudut fasa pada setiap tegangan. Pada
Gambar-8 ditunjukkan contoh ketidakseimbangan tegangan.

Gambar-8. Ketidakseimbangan Tegangan


Penyebab ketidakseimbangan tegangan antara lain :
1). Beban satu fasa dipasok antar fasa
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

11

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

2). Trafo fasa tunggal pada JTM sistem 3 fasa,4 kawat


3). Impedansi trafo tidak sama
Ketidakseimbangan tegangan dapat memberikan dampak,antara lain
terjadi panas berlebih yang dapat merusak isolasi dan malfungsi kerja
peralatan tenaga dan pengukuran.
3.3. Kedip Tegangan
Fenomena kedip tegangan adalah penurunan sesaat pada nilai rms
tegangan.
Penyebabnya adalah gangguan hubung singkat,Gambar-9,dan juga
masuknya beban
besar yang hasilkan arus inrush.

Gambar-9. Penyebab gangguan hubung singkat dan kedip tegangan


Dampak kedip akan mengakibatkan peralatan kontrol reset dan trip. Juga
rele undervoltage akan bekerja,sehingga peralatan tenaga akan trip.
Bentuk gelombang tegangan saat terjadi kedip ditunjukkan pada Gambar10 berikut ini.

(a).Gelombang rms tegangan turun


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

12

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

(b).Nilai magnitude tegangan turun sesaat


Gambar-10. Kedip Tegangan
Bila kita merekam ada tidaknya kedip tegangan dengan PQ Analyzer atau
ME yang mempunyai fitur PQ,maka akan didapat plot tegangan seperti
pada Gambar-11 berikut ini. Titik-titik tegangan harus berada dalam
envelope, titik di bawah envelope adalah kedip tegangan. Dengan
menaikkan setting waktu dan tegangan pada rele undervoltage,maka
dampak kedip dapat dihilangkan.

Gambar-11.Kurva CBEMA untuk kedip tegangan dan swell

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

13

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

3.4. Swell Tegangan


Fenomena swell adalah kenaikan sesaat nilai rms tegangan.
Penyebabnya adalah petir,dan/atau lepasnya beban besar. Swell dapat
berdampak pada merusak suplai tegangan ke peralatan.

(a). Gelombang rms tegangan naik

(b). Nilai magnitude tegangan naik


sesaat

Gambar-12. Swell Tegangan

III. Manfaat Power Quality


Power Quality bermanfaat juga untuk menginvestigasi pemakaian listrik
pelanggan apakah ada kecurangan ataukah tidak. Berikut ini contoh
investigasi pada pelanggan besar I-4 dan I-3.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

14

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

UL1
DAYA AKTIF
UL1xI L1
NEGATIF

IL3

IN
IL1
IL2
UL3

DAYA AKTIF
UL3xIL3
NEGATIF

Terukur :
- Impor kWh
- Impor
kVarh
U - cos ~ 1.0
L2

Catatan : Direkam tgl 24 Maret 2006

Gambar-13.Mempengaruhi pengukuran dengan menggeser salah satu fasor


menjadi 180 pada pelanggan I-4

Mempengaruhi pengukuran
dengan fasor arus dibalik dan
berimpit

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

15

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Power Quality

Gambar-14. Mempengaruhi Pengukuran dengan fasor arus dibalik dan


berimpit

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

16