Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ETIKA PROFESI dan HUKUM KESEHATAN

TENTANG
STANDAR PRAKTEK BIDAN

DISUSUN OLEH : KELOMPOK II dan VIII


ANGGOTA KELOMPOK:
1. 1.

Chinthya Gabriella Aldrin

2. 2.

Deni Safitri

3. 3.

Dola Musrin

4. 4.

Eni Elvera

5. 5.

Nur Annisa

6. 6.

Pardika Kusuma Wardani

7. 7.

Prima Juwita

8. 8.

Rahmi Mulyani

DOSEN PEMIMBING:
Hj.Ulvi Mariati, S.Kp.M.Kes

STIKES MERCUBAKATIJAYA PADANG

PRODI DIII KEBIDANAN


TA.2012
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNyalah
sehingga penulisan makalah ini yang berjudul Standar Praktek Bidandapat terselesaikan
dengan baik tepat pada waktunya. Apapun yang kami sajikan semoga selalu bermanfaat bagi
para pembacanya.
Kami juga mengucapkan terima kasih bagi orang-orang yang telah berjasa membatu dalam
pembuatan makalah ini.karna berkat merekalah dapat terciptanya makalah ini.maka kami
terima kasih kepada :
1. Dosen pemimbing mata kuliah Etika profesi dan hokum kesehatan yang telah
membimbing kami dalam mata kuliah ini.
2. Orang tua yang telah memberikan fasilitas kepada kami sehingga mempermudah
dalam pembuatan makalah ini.
3. Teman-teman yang turut membantu dalam penyempurnaan makalah ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan baik isi maupun
teknik penulisan. untuk itu kritik dan saran sangat diperlukan untuk perbaikan.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Padang, 18 Oktober 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

.
BAB I PENDAHULUAN
..
1. Latar Belakang

2. Rumusan Masalah
.
3. Tujuan

..
BAB II TINJAUAN TEORI

1. Standar praktek
bidan.
.
BAB III PENUTUP
..
1. Kesimpulan

2. Saran

.
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1. A.

Latar Belakang

Dalam profesi kebidanan, standar praktik kebidanan merupakan suatu acuan atau pedoman
bagi seorang bidan dalam melakukan sebuah tindakan. Namun, seringkali kita temukan bidan
yang tidak memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar praktik kebidanan yang telah
ditetapkan. Hal ini menimbulkan penurunan kualitas suatu pelayanan yang diberikan oleh
bidan.
Oleh sebab itu tim penulis membahas mengenai standar praktik kebidanan, sehingga caloncalon tenaga bidan yang akan datang dapat bekerja sesuai dengan standar praktik kebidanan
yang telah ditetapkan.

1. B.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah,
Bagaimanakah penerapan standar praktik kebidanan dan apa hubugannya dengan hukum
dan perundang-undangan? .

1. C.

Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum

Dapat diketahuinya penerapan standar praktik kebidanan dan hubugannya dengan hukum
dan perundang-undangan.
1. Tujuan khusus
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah etika profesi dan hukum kesahatan.
2. Untuk menambah wawasan pembaca terutama mahasiswa kebidanan.

1. D.

Manfaat Penulisan
1. Bagi Dinas Kesehatan

Hasil penulisan makalah ini bisa dijadikan sebagai masukan yang dapat digunakan untuk
evaluasi dan sebagai tindak lanjut dalam praktik kebidanan sehingga pelayanan yang
diberikan oleh bidan sesuai dengan standar praktik yang ditetapkan.

1. Bagi Institusi Pendidikan


Hasil penulisan makalah ini dapat dijadikan acuan untuk pengembangan keilmuan dimasa
yang akan datang terutama pada pelayanan kebidanan .
1. Bagi Tim Penulis
Penulisan makalah yang dilakukan diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman dalam praktik kebidanan yang diberikan serta dapat mengaplikasikan ilmu yang
didapat selama mengikuti perkuliahan.

BAB II
TINJAUAN TEORI

1. A. Standar Praktik Kebidanan


Standar praktik kebidanan terbagi atas :
1. Standar I : Metode Asuhan
Asuhan Kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah :
Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencanaan pelaksanaan, evaluasi,
dan dokumentasi.
Difinisi Operasional :
1. Ada format manajemen kebidanan yang sudah terdaftar pada catatan medis.

2. Format manajemen kebidanan terdiri dari : format pengumpulan data, rencana format
pengawasan resume dan tindak lanjut catatan kegiatan dan evaluasi.
3. Standar II : Pengkajian
Pengumpulan data tentang status kesehatan kilen dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan. Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis.
Difinisi Operasional :
1. Ada format pengumpulan data
2. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis, terfokus, yang meliputi data :
-

Demografi identitas klien

Riwayat penyakit terdahulu

Riwayat kesehatan reproduksi

Keadaan kesehatan saat ini termasuk kesehatan reproduksi

Analisis data
1. Data dikumpulkan dari :

Klien/pasien, keluarga dan sumber lain

Teanaga kesehatan

Individu dalam lingkungan terdekat


1. Data diperoleh dengan cara :

Wawancara

Observasi

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang
1. Standar III : Diagnosa Kebidanan

Diagnosa kebidanan dirumuskan berdasarkan analisis data yang telah dikumpulkan.


Difinisi Operasional :
1. Diagnosa kebidanan dibuat sesuai dengan kesenjangan yang dihadapi oleh klien /
suatu keadaan psikologis yang ada pada tindakan kebidanan sesuai dengan wewenang
bidan dan kebutuhan klien

2. Diagnosa kebidanan dirumuskan dengan padat, jelas sistematis mengarah pada asuhan
kebidanan yang diperlukan oleh klien.
3. Standar IV : Rencana Asuhan
Rencana Asuhan kebidanan dibuat berdasarkan diagnosa kebidanan
Difinisi Operasional :
1. Ada format rencana asuhan kebidanan
2. Format rencana asuhan kebidanan terdiri dari diagnosa, rencana tindakan dan evaluasi
3. Standar V : Tindakan
Tindakan kebidanan dilaksanakan berdasarkan rencana dan perkembangan keadaan klien :
tindakan kebidanan dilanjutkan dengan evaluasi keadaan klien
Difinisi Operasional :
1. Ada format tindakan kebidanan dan evaluasi
2. Format tindakan kebidanan terdiri dari tindakan dan evaluasi
3. Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan perkembangan klien
4. Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap dan wewenang bidan
atau tugas kolaborasi
5. Tindakan kebidanan dilaksanakan dengan menerapkan kode etik kebidanan etika
kebidanan serta mempertimbangkan hak klien aman dan nyaman
6. Seluruh tindakan kebidanan dicatat pada format yang telah tersedia
7. Standar VI : Partisipasi Klien
Tindakan kebidanan dilaksanakan bersama-sama/partisipasi klien dan keluarga dalam rangka
peningkatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan
Difinisi Operasional :
1. Klien/keluarga mendapatkan informasi tentang :
-

status kesehatan saat ini

rencana tindakan yang akan dilaksanakan

peranana klien/keluarga dalam tindakan kebidanan

peranan petugas kesehatan dalam tindakan kebidanan

sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan

1. Klien dan keluarga bersama-sama dengan petugas melaksanakan tindakan kegiatan


2. Standar VII : Pengawasan
Monitor/pengawasan terhadap klien dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk
mengetahui perkembangan klien
Difinisi Operasional :
1. Adanya format pengawasan klien
2. Pengawasan dilaksanakan secara terus menerus sitematis untuk mengetahui keadaan
perkembangan klie
3. Pengawasan yang dilaksanakan selalu dicatat pada catatan yang telah disediakan
4. Standar VIII : Evaluasi
Evaluasi asuhan kebidanan dilaksanakan terus menerus seiring dengan tindakan kebidanan
yang dilaksanakan dan evaluasi dari rencana yang telah dirumuskan.
Difinisi Operasional :
1. Evaluasi dilaksanakan setelah dilaksanakan tindakan kebidanan.Klien sesuai dengan
standar ukuran yang telah ditetapkan
2. Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur rencana yang telah dirumuskan
3. Hasil evaluasi dicatat pada format yang telah disediakan
4. Standar IX : Dokumentasi
Asuhan kebidanan didokumentasikan sesuai dengan standar dokumentasi asuhan kebidanan
yang diberikan
Difinisi Operasional :
1. Dokumentasi dilaksanakan untuk disetiap langkah manajemen kebidanan.
2. Dokumentasi dilaksanakan secara jujur sistimatis jelas dan ada yang bertanggung
jawab
3. Dokumentasi merupakan bukti legal dari pelaksanaan asuhan kebidanan

1. B. Hubungan Standar Praktek Kebidanan Dengan Hukum dan Perundangundangan

Bidan merupakan suatu profesi yang selalu mempunyai ukuran atau standar profesi.Standar
profesi bidan yang terbaru adalah diatur dalam PERMENKES RI No.
HK.02.02/MENKES/149/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan.
1. Lingkup Praktek KebidananLingkup prakek kebidanan yang digunakan meliputi
asuhan mandiri/ otonomi pada anak-anak perem, remaja putri dan wanita desa
sebelum, selama kehamilandan selanjutnya.
Hal ini berarti bidan memberikan pengawasan yang diperlukan asuhan serta nasehat bagi
wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas.
1. Standar Praktek Kebidanan
1. Standar I : Metode asuhan. Metode asuhan
Meliputi
: Pengumpulan data, penentuan diagnosa perencanan
pelaksanaan, evaluasi dan dokumentasi.
1. Standar II
: Pengkajian Pengumpulan data tentang status kesehatan klien
dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.
2. Standar III : Diagnosa Kebidanan Diagnosa kebidanan dirumuskan berdasarkan
analisis data yang telah dikumpulkan

BAB IV
PENUTUP

1. A.

KESIMPULAN

Standar praktek bidan dibagi atas :


1. Standar I

: Metode Asuhan

2. Standar II

: Pengkajian

3. Standar III

: Diagnosa Kebidanan

4. Standar IV

: Rencana Asuhan

5. Standar V

: Tindakan

6. Standar VI

: Partisipasi Klien

7. Standar VII : Pengawasan


8. Standar VIII : Evaluasi
9. Standar IX

1. B.

: Dokumentasi

SARAN

Bagi Mahasiswa diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam
memberikan pelayanan kebidanan yang sesuai dengan standar praktek bidan.
Bagi Petugas petugas Kesehatan diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan
pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita
untuk memberikan health education dalam perawatan pada klien sesuai dengan standar
praktek bidan.