Anda di halaman 1dari 6

KESTRA ------------------- Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No.

1 Januari 2012

ISSN 0216-9630

KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN PRESTASI BELAJAR


SISWA/SISWI KELAS VIII SMP NEGERI 1 KOTAAGUNG TIMUR
KECAMATAN KOTAAGUNG TIMUR KABUPATEN TANGGAMUS
Fajar Yudha*
* Staf Pengajar pada Prodi keperawatan STIKES Mitra Lampung

Sarapan pagi bermanfaaat untuk mendongkrak kadar gula darah yang secara otomatis akan rendah setelah
melewatkan waktu berjam-jam tanpa asupan makanan. Siswa/Siswi yang memilki aktifitas padat sejak pagi
sehingga siang atau sore hari sangat membutuhkan energi untuk mengawali aktifitas, terutama bagi otak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa/siswi
di sebuah SMPN Kota Agung.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan case-control. Dilaksanakan di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 1 Kotaagung Timur pada bulan Juni 2011. populasi penelitian ialah seluruh
siswa/siswi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kotaagung Timur yang berjumlah 180 siswa.
Sampel yang diambil sejumlah 64 siswa. Yang diambil secara simpel random sampling.Pengumpulan data
dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan frekuensi
distribusi , sedangkan analisis bivariat digunakan Chi Square dan uji Odds Ratio dengan interval kepercayaan
95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar
siswa/siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Kotaagung Timur Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus
Tahun 2011, dengan P value = 0,004 dan OR= 5,66. Oleh karena itu diharapkan dapat menjadikan bahan
informasi kepada orang tua yang mempunyai anak sekolah tentang betapa pentingya sarapan pagi yang teratur
dengan makan makanan yang bergizi guna meningkatkan kemampuan dalam berpikir anak.

Kata kunci: Kebiasaan sarapan pagi, Prestasi belajar


lebih banyak untuk berprestasi dalam

I. PENDAHULUAN
Sarapan

bermanfaaat

untuk

belajar. Prestasi atau keberhasilan belajar

mendongkrak kadar gula darah yang secara

dapat dilihat dalam bentuk indikator-

otomatis akan rendah setelah melewatkan

indikator yaitu berupa nilai rapor, indeks

waktu berjam-jam tanpa asupan makanan.

prestasi studi, angka kelulusan, predikat

Siswa/Siswi yang memilki aktifitas padat

keberhasilan, dan semacamnya.

sejak pagi hingga siang atau sore hari


sangat

untuk

anak- anak dan remaja menyebutkan

mengawali aktifitas, terutama bagi otak,

bahwa anak- anak yang sarapan dengan

hal ini didukung oleh penelitian yang

makanan kaya akan karbohidrat kompleks

menunjukkan bahwa sarapan berhubungan

akan memiliki performa yang lebih baik,

erat dengan kecerdasan mental, dalam

lebih

artian, sarapan memberikan nilai positif

terhadap pelajarannya, perilaku yang lebih

terhadap aktifitas otak, otak menjadi

positif,

cerdas, peka, mudah untuk berkonsentrasi

berteman,

dan anak akan memiliki kesempatan yang

masalah dengan baik. Sedangkan bagi anak

93

membutuhkan

energi

Sebuah survei yang dilakukan pada

bisa

mencurahkan

ceria,
dan

perhatiannya

kooperatif,
dapat

gampang

menyelesaikan

KESTRA ------------------- Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 1 Januari 2012

ISSN 0216-9630

yang tidak sarapan, tidak dapat berfikir

Berdasarkan perumusan masalah di

dengan baik, dan cenderung malas (Azwar,

atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari

2005).

penelitian adalah :
Berdasarkan

survei

awal

yang

(1) mengetahui distribusi frekuensi siswa

dilakukan peneliti terhadap 10 orang siswa

yang sarapan pagi di SMPN 1 Kotaagung

terdiri dari 4 siswa dengan terbiasa sarapan

Timur

pagi, 1 orang siswa memiliki prestasi

distribusi frekuensi prestasi belajar siswa

belajar dibawah rata-rata kelas. Dari 6

di SMPN1 Kotaagung Timur.Tahun 2011.

orang siswa yang tidak sarapan pagi

Tahun

2011,

(2)Mengetahui

orang memiliki prestasi dibawah rata-rata

II. METODE PENELITIAN

kelas. Dari indikasi tersebut peneliti

Jenis penelitian yang di gunakan

mengambil kesimpulan bahwa tidak semua

dalam penelitian ini adalah deskriptif

siswa yang terbiasa dengan sarapan pagi

korelasi, dengan desain pendekatan yang

memiliki prestasi belajar diatas rata-rata

di gunakan dalam penelitian ini adalah

kelas begitu juga sebaliknya tidak semua

cross sectional

siswa yang tidak sarapan pagi memiliki

Definisi

prestasi nilai dibawah rata-rata kelas.

penelitian ini adalah :

Sehingga belum terjawab apakah sarapan

Kebiasaan sarapan pagi siswa adalah

pagi membuat prestasi belajar lebih baik

kegiatan mengkonsumsi makanan diantara

atau lebih buruk.

jam 06.00-10.00 pagi yang dilakukan

Berdasarkan

latar

operasional

variable

belakang masalah diatas, maka masalah

secara teratur dan kontinyu.

yang akan diidentifikasi adalah sebagai

Prestasi belajar siswa adalah nilai rata-rata

berikut : (1) Dari data yang dimiliki oleh

yang didapat oleh siswa dikelas

pihak SMPN 1 Kotaagung Timur, ada

Populasi

adalah

20,55% siswa yang memiliki prestasi

penelitian

atau

dibawah rata-rata kelas, (2) Berdasarkan

(Notoatmodjo,2005).

pra survey di SMPN 1 Kotagung Timur

menjadi populasi dalam penelitian ini

terhadap 10 orang siswa terdiri dari 4

adalah seluruh siswa/siswi kelas VIII yang

siswa dengan terbiasa sarapan pagi, 1

berjumlah 180 anak.

keseluruhan
objek

objek

yang

diteliti

Adapun

yang

orang siswa memiliki prestasi belajar

Teknik sampling yang digunakan

dibawah rata-rata kelas. Dari 6 orang siswa

adalah simple random sampling yaitu

yang tidak sarapan pagi 3 orang memiliki

pengambilan sampel dilakukan secara

prestasi dibawah rata-rata kelas.

acak. Jumlah sample dari total populasi

94

KESTRA ------------------- Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 1 Januari 2012

yaitu berjumlah 64 responden dari 180

ISSN 0216-9630

Berdasarkan tabel di atas, dapat

siswa/siswi.

diketahui

Metode pengumpulan data yang digunakan

mempunyai prestasi belajar baik sebanyak

pada Penelitian ini adalah alat ukur berupa

29 orang (45,3%) dan responden yang

kuisioner dan lembar observasi, yang mana

mempunyai prestasi belajar tidak baik

instrumen ini akan dibagikan pada respon

sebanyak 35 orang (54,7%).

sejumlah sampel.

Tabel 3. Hubungan Antara Kebiasaan


Sarapan Pagi Dengan Prestasi
Belajar Siswa/Siswi

Teknik pengumpulan data: (1) Studi


lapangan

(Field

Research)

penelitian, menggunakan metode survey


dengan alat ukur kusioner. (2) Studi

dengan

(Library

Research)

menganalisa

dan

responden

yang

yaitu

mengumpulkan data langsung dari objek

kepustakaan

bahwa

Kebiasaan
sarapan
pagi

Prestasi
belajar siswa
baik Tidak
baik

Terbiasa

17

Total

P Value

OR

0,004

5,66

24

yaitu

mengkaji

Tidak
terbiasa

12

28

40

berbagai literatur, seperti buku, modul


Pada tabel di atas terlihat bahwa

jurnal, surat kabar dan internet.

responden yang terbiasa sarapan pagi


sebanyak 24 responden (100%), dimana

III. PEMBAHASAN

responden
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kebiasaan
Sarapan Pagi
Kebiasaan
Sarapan
Terbiasa
Tidak Terbiasa
Jumlah

Frekuensi

Persentas
e
37,5
62,5

24
40
64

100,0

Berdasarkan tabel di atas, dapat


diketahui bahwa responden yang terbiasa
sarapan pagi sebanyak 24 orang (37,5%)
dan responden yang tidak terbiasa sarapan

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Prestasi


Belajar Siswa

95

Frekuensi

mempunyai

prestasi

belajar yang baik sebanyak 17 responden


(70,8%) dan yang mempunyai prestasi
belajar yang tidak baik sebanyak 7
responden (29,2%). Sedangkan responden
yang tidak terbiasa sarapan pagi sebanyak
40 responden (100%), dimana responden
yang mempunyai prestasi belajar yang baik
sebanyak 12 responden (30,0%) dan yang
mempunyai prestasi belajar yang tidak
baik sebanyak 28 responden (70,0%).

pagi sebanyak 40 orang (62,5%).

Prestasi
Belajar
Baik
Tidak Baik
Jumlah

yang

Persentase

Hasil uji statistik didapat P


sehingga P

Value

Value

0,004

< (0,004 < 0,05) yang

berarti ada hubungan yang signifikan


antara kebiasaan sarapan pagi terhadap

29
35
64

45,3
54,7
100,0

prestasi belajar siswa/siswi kelas VIII


Sekolah Menengah Pertama Negri 1

KESTRA ------------------- Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 1 Januari 2012

ISSN 0216-9630

Kotaagung Timur Kecamatan Kotaagung

terdapatnya sistem pengajaran yang baik

Timur Kabupaten

seperti

Tanggamus Tahun

kurikulum

yang

terbaru

dan

2011, dan diperoleh pula OR=5,66 yang

program ekstrakulikuler serta bimbingan

berarti bahwa siswa/i yang mempunyai

siswa yang baik juga. Kesemuanya itu

kebiasaan

mempunyai

akan memotivasi siswa/siswi untuk lebih

peluang 5,66 kali lebih besar untuk

giat lagi dalam mengasah kemampuan

mendapatkan prestasi belajar yang baik

serta pola pikirnya terhadap pelajar-

dibanding dengan siswa/i yang tidak

pelajaran yang diberikan oleh tenaga

mempunyai kebiasaan sarapan pagi.

pengajar di sekolah. Selain itu sarapan pagi

sarapan

pagi

Pada tabel 3 terlihat bahwa bahwa

akan meningkatkan konsentrasi dan daya

responden yang terbiasa sarapan pagi

ingat serta keadaan emosi cenderung lebih

sebanyak 24 responden (100%), dimana

baik.

responden

percaya

yang

mempunyai

prestasi

Sehingga
diri

membuat

dan

anak

prestasi

lebih

belajarnya

belajar yang baik sebanyak 17 responden

cenderung akan meningkat karena semakin

(70,8%) dan yang mempunyai prestasi

siswa

belajar yang tidak baik sebanyak 7

prestasi belajar siswa akan lebih baik.

responden (29,2%). Sedangkan responden

Sebaliknya, jika kita melewatkan sarapan

yang tidak terbiasa sarapan pagi sebanyak

pagi

40 responden (100%), dimana responden

konsentrasi dan penurunan tenaga saat

yang mempunyai prestasi belajar yang baik

beraktivitas di sekolah atau tempat kerja.

sebanyak 12 responden (30,0%) dan yang

berkonsentrasi

maka

Value

baik sebanyak 28 responden (70,0%).

0,05 sehingga P

mempengaruhi

0,004 dengan tingkat kepercayaan


Value

< (0,004 < 0,05)

mengindikasikan

yang berarti ada hubungan yang signifikan

bahwa terdapat keterkaitan yang kuat

antara kebiasaan sarapan pagi terhadap

antara sarapan pagi yang teratur dengan

prestasi belajar siswa/siswi kelas VIII

prestasi belajar yang baik, dimana hal

Sekolah Menengah Pertama Negri 1

tersebut dimungkinkan juga dipengaruhi

Kotaagung Timur Kecamatan Kotaagung

oleh beberapa faktor lain yang mendukung

Timur Kabupaten

terhadap prestasi belajar siswa tersebut,

2011, dan diperoleh pula OR=5,66 yang

antara lain : fasilitas belajar mengajar yang

berarti bahwa siswa/i yang mempunyai

memadai dan mendukung proses belajar

kebiasaan

mengajar di sekolah, guru pengajar yang

peluang 5,66 kali lebih besar untuk

mempunyai

mendapatkan prestasi belajar yang baik

96

diatas

dapat

belajar,

Berdasarkan hasil didapatkan P

mempunyai prestasi belajar yang tidak

Data

dalam

kemampuan

yang

baik,

sarapan

Tanggamus Tahun

pagi

mempunyai

ISSN 0216-9630

KESTRA ------------------- Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 1 Januari 2012

dibanding dengan siswa/i yang tidak

tersebut dikarenakan orang tua yang tidak

mempunyai kebiasaan sarapan pagi

sempat

Hasil penelitian tersebut didukung

membuatkan

anaknya

sarapan

kepada

sibuk

untuk

dikarenakan

oleh penelitian lain, menurut laporan

berangkat kerja, tidak tersedianya bahan

Lian-he Zaobao surat kabar terbitan

makanan

Singapura, apabila seorang anak di pagi

ketidakmampuan

hari tidak sarapan, maka otak besarnya

memasak sendiri serta kebiasaan keluarga

yang

yang tidak pernah melaksanakan sarapan

sedang

tumbuh

mungkin

akan

mengalami atrofi, sehingga mempengaruhi

yang

diolah
orang

dirumah,
tua

untuk

pagi sebelum beraktifitas.

pertumbuhan intelegensia. Para peneliti


bagian makanan dan gizi di Rumah Sakit
Alexander telah meneliti pada rumah

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil penelitain dan

tangga di enam negara Asia tentang apakah

pembahasan

anak- anak sarapan di pagi hari, bagaimana

kesimpulan sebagai berikut: (1) Sebagian

pertumbuhan otak dan prestasi belajar

besar responden mempunyai kebiasaan

mereka, alhasil di temukan, anak didik

tidak sarapan pagi yaitu sebanyak 40 orang

yang tidak sarapan, selain konsentrasinya

(62,5%). (2) Sebagian besar responden

agak

dalam

mempunyai prestasi belajar yang tidak

merespon. Sedang para ahli Amerika juga

baik yaitu sebanyak 35 orang (54,7%). (3)

telah melakukan penelitian terhadap anak

Ada hubungan antara kebiasaan sarapan

didik, mereka yang datang ke sekolah,

pagi terhadap prestasi belajar siswa/siswi

sebagian sarapan, sebagian lagi tidak,

kelas VIII Sekolah Menengah Pertama

terungkap bahwa mereka yang tidak

Negri 1 Kotaagung Timur Kecamatan

sarapan, responsnya terhadap anak agak

Kotaagung

lemah, sedangkan yang sarapan lebih

Tanggamus Tahun 2011, dengan P value =

sensitif. Teristimewa kalau jam pertama

0,004.

kurang,

juga

lamban

maka

dapat

Timur

diambil

Kabupaten

adalah pelajaran matematika, maka anak

Saran yang dapat diberikan oleh

yang sarapan menunjukkan prestasi yang

peneliti adalah : (1) bagi masyarakat

jauh lebih baik dari pada yang tidak

adalah dengan dilakukan penelitian ini

(Renmin, 2008).

diharapkan

Dalam hal ini peneliti mendapati

informasi

dapat
kepada

menjadikan
orang

tua

bahan
yang

adanya faktor yang melatar belakangi

mempunyai anak sekolah tentang betapa

mengapa anak-anak sering tidak sarapan

pentingya

pagi sebelum berangkat ke sekolah, hal

dengan makan makanan yang bergizi guna

97

sarapan

pagi

yang

teratur

KESTRA ------------------- Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 1 Januari 2012

meningkatkan kemampuan dalam berpikir


anak. (2) bagi tempat peneliti adalah
diharapkan hasil penelitian ini dapat
dijadikan

acuan

guna

membuat

penyampaian

suatu

informasi

seperti

poster-poster

dll,

terkait

dengan

pentingnya sarapan pagi yang dilakukan


secara teratur sebelum beraktifitas di
sekolah,

sehingga

siswa/siswi

dapat

merubaha pola kebiasaan sebelum sekolah.


(3) bagi peneliti selanjutnya Diharapkan
hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
referensi guna melakukan penelitian lebih
lanjut terkait dengan materi penelitian,
dengan menggunakan metode penelitian

ISSN 0216-9630

Lily, 2008. Hati-hati Tidak Bisa Sarapan


Pagi Otak Jadi Lemot. http://www.
rileks.com/artikel/Sarapan_Otak.
html.
Diakses 14 April 2011
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan
dan Periaku Kesehatan. Rineka cipta.
Jakarta.
Lindawati, Penny,dkk. 2003. Sarapan
dengan
Sumber
Karbohidrat
Menggemukkan. Majalah seruni pagi.
Renmin. 2008. Tidak Sarapan Mudah
Mengalami
Atrofi
Otak.
http://www.berkatama.com/new/2008/tida
k_sarapan_mudah_mengalami_atrofi.htm.
Diakses 14 April 2011
Soemantri, AG. 2000. Hubungan Anemia
Kekurangan Zat Besi dengan Konsentrasi
dan
Prestasi.
Tesis
Universitas
Diponegoro.

yang berbeda dan penggunaan sampel


yang lebih banyak.

Sugiono. 2010. Statistika Untuk Penelitian.


Alfabeta. Bandung

DAFTAR PUSTAKA

Utami. 2008. Sibuk? Jangan Lupa


Sarapan.http://www.cantik.com/index2.ph
p?option=com_content&do_pdf=1&id=36.
Diakses 14 April 2011

Azwar, S. 2005. Pengantar psikologi


intelegensi. Pustaka pelajar. Yogya.
Fauzi, Ricca. 2010. 66 Diet Yang merusak.
Pustaka Insani madani. Yogyakarta.

98