Anda di halaman 1dari 7

Perbedaan basis data dengan

sistem File
Penjelasan yang membedakan system file dengan basis
data

Basisdata
Perkembangan menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer
dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh
informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses
pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya
internet, telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas
dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu.
Sistem Basis data
Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sistem pemrosesan file akan
mulai ditinggalkan karena masih bersifat manual, yang kemudian dikembangkanlah
sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.
Konsep Dasar Basis Data
Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan,
dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi
atau kombinasinya.
Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan
untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi.
Keuntungan Sistem Basis Data :
1. Terkontrolnya kerangkapan data
Basis data hanya mencantumkan satu kali field yang sama yang dapat dipakai oleh
semua aplikasi yang memerlukannya.
2. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda ,maka secara otomatis
perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.
3. Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi
(secara batchmaupun on-line) pada saat yang bersamaan.
4. Dapat diterapkan standarisasi

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat, maka DBA dapat menerapkan standarisasi
data yang telah simpan sehingga mempermudah pemakaian, pengiriman maupun
pertukaran data.
5. Keamanan data terjamin
DBA dapat memberikan batasan-batasan dalam pengaksesan data, misalnya dengan
memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete,
insert, retrieve).
6. Terpeliharanya integritas data
Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data akan
menjadi akurat.
7. Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan)
Antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi Struktur basis data diatur
sedemikian rupa sehingga dapat mengakses data dengan cepat.
8. Data independence (kemandirian data)
Digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format
data yang sudah ada.
Kelemahan Sistem Basis Data
Memerlukan tenaga spesialis.
Kompleks.
Memerlukan tempat yang besar.
Mahal.

Pemrosesan File
Sebuah file merupakan sekumpulan informasi yang tersimpan sedemikian rupa,
hingga informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh kembali apabila dibutuhkan atau
untuk penggunaan selanjutnya. Dimana masing masing file hanya
diperuntukkan untuk satu program aplikasi.
Menurut teknik penyimpanannya file digolongkan menjadi :
1. File manual
File manual menyimpan informasi yang dapat diperoleh kembali, dibaca dan
digunakan oleh manusia. File manual sebagian besar menggunakan filing cabinet
sebagai sarana penyimpanan. Namun apapun bentuk sarana penyimpanannya, file
manual menggunakan metode yang sama untuk menyusun rekaman yang ada di
dalamnya.
2. File komputer

File komputer menyimpan informasi yang tidak dapat diperoleh kembali oleh
manusia tanpa bantuan pemrosesan komputer.

Kelemahannya dari sistem pemrosesan file :


1. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data
(Inconsistency data)
Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda,
Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file
danakan muncul suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan
data seperti ini menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases .
Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan
jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah
dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam
laporan nilai mahasiswa.
2. Kesukaran dalam Mengakses Data
Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu
membuat program aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengguna dalam
pengambilan data.
3. Data terisolir (Isolation Data)
Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file tersebut mungkin dalam format
yang berbeda-beda, maka akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk
mengambil data yang sesuai.

4. Masalah Pengamanan ( Security Problem )


Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian
Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh
mengakses file mata kuliah, tidak boleh mengakses file mahasiswa. Tetapi sejak
program-program aplikasi ditambahkan secara ad-hoc maka sulit melaksanakan
pengamanan seperti yang diharapkan.
5. Data Dependence
Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka
pemakai tidak dapat mengakses data.

Pengertian dari enterprise,tuple, dan derajat


Enterprise

Adalah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan
prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan , dengan
tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem enterprise mendukung struktur organisasi
yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih
disiplin.
Tuple (Record)

Adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang


suatu entitas secara lengkap. Dan suatu tuple (record) mewakili satu data atau
informasi.
Contoh: Record entry mahasiswa adalah kumpulan data value dari field nobp, nama,
jurusan dan alamat per-barisnya. Dalam tabel database, record disebut juga baris.
Degree of relation (Derajat dari suatu relasi)

Adalah banyaknya atribut pada suatu relasi. Relasi PEGAWAI yang mempunyai 5
atribut berarti mempunyai derajat lima, dimana setiap tupelnya mempunyai 5 nilai.

1. Relasi
Relation (Relasi) merupakan sebuah tabel dengan kolom-kolom dan barisbaris. Pada model relasional, relasi digunakan dalam menyimpan informasi mengenai
objek-objek yang direpresentasikan dalam sebuah basis data. Relasi ini digambarkan
dalam bentuk tabel dua dimensi. Contohnya mengenai informasi pegawai-pegawai yang
bekerja di perusahaan X direpresentasikan pada relasi PEGAWAI yang mengandung
informasi nomor induk pegawai, nama, alamat, gaji dan kode divisi tempat pegawai
bekerja.

Selanjutnya dikenal dengan Skema Relasi.

Relation schema (Skema relasi) adalah nama relasi yang diikuti dengan
kumpulan atribut-atributnya. Misalkan skema relasi R dinyatakan sebagai R(A1,
A2, ..., An), dimana R = relasi dan Ai = atribut ke i.
Contoh : PEGAWAI (NIP#, Nama, Alamat, Gaji, KodeDiv).

2. Atribut
Attribute (Atribut) ialah kolom suatu relasi yang mempunyai nama. Atributatribut pada suatu relasi tidak harus tersusun secara khusus. Misalnya, pada relasi
PEGAWAI mempunyai lima kolom untuk atribut-atribut NIP#, Nama, Alamat, Gaji
dan KodeDiv.

3.Tupel
Tuple (Tupel) ialah suatu baris dari suatu relasi. Pada relasi PEGAWAI, setiap
tupel mempunyai 5 nilai, masing-masing untuk setiap atribut NIP#, Nama, Alamat,
Gaji dan KodeDiv.

4.Domain

Domain (Domain) adalah kumpulan dari nilai-nilai data yang mungkin untuk
suatu atribut dan bersifat atomik. Contoh : domain dari atribut KodeDiv adalah
{Div01, Div02, Div03, Div04}.

5. Derajat
Degree of relation (Derajat dari suatu relasi) merupakan banyaknya atribut
pada suatu relasi. Relasi PEGAWAI yang mempunyai 5 atribut berarti mempunyai
derajat lima, dimana setiap tupelnya mempunyai 5 nilai.

6. Cardinality
Cardinality of relation (Kardinalitas dari suatu relasi) adalah banyaknya tuple
pada suatu relasi. Kardinalitas dari relasi ini dapat berubah-ubah sesuai dengan
perubahan yang terjadi pada relasi.

Semuanya itu termasuk kedalam Relational database (Database relasional),


yang merupakan sekumpulan relasi yang sudah dalam bentuk normal.

Model data berbasis record


Model data berbasis record
Selain digunakan untuk menguraikan seluruh logika dalam struktur database
juga digunakan untuk menguraikan implementasi dari sistem database. Hal itulah
yang membedakan Model data berbasis record dengan model data berbasis objek.
Dalam model data berbasis record kita mengenal 3 jenis data model yaitu:

Relational model
Pada model data jenis ini hubungan antar data dalam struktur database
diuraikan dalam bentuk tabel. Contohnya database sekolah terdiri dari 5 tabel :
Tabel guru
Tabel siswa
Tabel mata pelajaran
Tabel kepala sekolah
Tabel staff TU
Hirarki model
Pada model data jenis ini hubungan antar data dalam struktur database
diuraikan dengan record dan link. Record-record tersebut disusun dalam bentuk
tree/pohon dengan masing-masing nodenya, merupakan record data elemen dengan
MAPPING CARDINALITYnya 1:1 dan 1:M.

Networking Model
Pada dasarnya jenis model data ini sama dengan hirarki model namun
terdapat perbedaan pada susunan record dan linknya, yaitu record dan link pada
networking model tersusun dalam bentuk graph. Maka jika pada hirarki model
MAPPING CARDINALITYnya 1:1 dan 1:M namun pada networking model MAPPING
CARDINALITYnya 1:1, 1:M, dan N:M.

D. DUA BAHASA DALAM DBMS


1. Data Definision Language ( DDL )
DDL ( Data Definision Language ) yaitu perintah-perintah yang digunakan
untuk menjelaskan objek dari database. DDL digunakan untuk mendefinisikan
kerangka database.
Contoh :
Create Table : Untuk membuat table
2. DML ( Data Manipulation Language )
Data Manipultion Language adalah perintah-perintah yang digunakan untuk
mengoperasikan atau memanipulasi isi database. Adapun perintah-perintah pada
DML diantaranya : Select, Insert, Update dan Delete.
Contoh : Select Query Detail artinya tampilkan Query Detail

Keterangan :
a)

A = Atribut

b)

B = Tuple

c)

C = Domain

d)

D = Derajat

e)

E = Cardinality

f)

F = Super Key

g)

G = Primary Key