Anda di halaman 1dari 3

HYDROCHLOROTHIAZIDE

Nama Generik : Hydrochlorothiazide (hydroklor o THY a zide)


Nama Dagang : Aldactazide, Aldoril, Capozide, Dyazide, Hydrodiuril, Inderide,
Lopressor, Maxzide, Microzide, Moduretic, Timolide, Vaseretic, Carozide, Diaqua,
Esidrix, Ezide, Hydro Par, HydroDIURIL, Loqua, Microzide, Oretic, Zestoretic,
Prinzide.
EFEK OBAT ( INDIKASI )
Hydrochlorothiazide membantu ginjal mencegah penyerapan garam berlebih dan cairan
yang tidak diinginkan dalam tubuh. Hal ini menyebabkan produksi urin lebih meningkat.
Hydrochlorothiazide ini digunakan untuk mengurangi edema yang disebabkan pada
kegagalan jantung congestive, cirrhosis hati, kegagalan ginjal kronis, pengobatan
korticosteroid, sindromnephrotik, serta hipertensi. Hydrochlorthiazide juga dapat
digunakan untuk mengobati pasien yang terkena diabetes insipidus dan untuk mencegah
batu ginjal pada pasien dengankadar kalsium yang tinggi dalam darah.
EFEK SAMPING
1. Lemah
2.Hipotensi
3.Ruam kulit
4.Diare
5.Sulit bernafas
6.Bengkak pada muka, bibir, lidah, dan tenggorokan
7.Lemah atau nyeri otot
8.Kehilangan nafsu makan
9.Nyeri perut
10.Sakit kepala
11.Pandangan kabur
12.Kram
13.Rambut rontok
14.Mulut kering, sering merasa kehausan, nausea, vormiting
15.Impoten

16.Pankreatitis
17.Anaphylaxis
18.Urin merah atau gelap
19.Ikterus pada kulit dan mata
Hydrochlorothiazide ini tentu dapat digunakan apabila diresepkan oleh dokter.Obat ini
dapat berbentuk tablet dan cairan yang dapat langsung diminum secara oral. Pakailah
obat ini sesuai perintah, jangan memakainya dengan dosis yang kurang atau pun berlebih
dari apa yang telah diresepkan.
Hydrochlorothiazide biasanya diberikan 1x ataupun 2x sehari. Apabila hanya digunakan
1x sehari maka minumlah pada pagi hari. Sedangkan apabila digunakan 2x sehari maka
minumlah pada pagi hari dan sore hari menjelang mandi sebelum pukul 6 sore karena
untuk mencegah pengeluaran urin yang berlebih. Hydrochlorothiazide hanya dapat
mengontrol hipertensi bukan untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu lanjutkan
penggunaan walaupun sudah dirasa sehat. Jangan pernah berhenti mengkonsumsinya
sebelum bertanya kepada dokter.
Dosis
< 6 bulan : 2-3 mg.kg/hari dalam dua dosis terbagi.
> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.
Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis, maksimum 200 mg/hari.
Hipertensi : 12.5 -50 mg/hari; peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit
lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari.
Pasien lanjut usia : 12,5 - 25 mg sekali sehari.
Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal.
Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.
Beberapa dosis yang sesuai dengan indikasi :
1. Edema :
a. 1 tablet (25 mg) 2x sehari secara oral
b. 2 tablet (50 mg) 2x sehari secara oral
c. Setengah tablet (12,5 mg) 2x sehari secara oral
d. 2 tablet (50 mg) 1x sehari secara oral
e. 1 tablet (25 mg) 1x sehari secara oral

f. 1 tablet (50 mg) 2x sehari secara oral


g. 1 tablet (50 mg) 1x sehari secara oral
h. 2 tablet (100 mg) 1x sehari secara oral
i. 1 tablet (100 mg) 1x sehari secara oral
2. Hipertensi :
a. 1 tablet (25 mg) 2x sehari secara oral
b. 2 tablet (50 mg) 2x sehari secara oral
c. Setengah tablet (12,5 mg) 2x sehari secara oral
d. 2 tablet (50 mg) 1x sehari secara oral
e. 1 tablet (25 mg) 1x sehar isecara oral
f. 1 tablet (50 mg) 2x seharisecara oral
g. 1 tablet (50 mg) 1x seharisecara oral
h. 2 tablet (100 mg) 1x seharisecara oral
i. 1 tablet (100 mg) 1x seharisecara oral
Interaksi obat
Hydrochlorothiazide diekskresi melalui ginjal dengan cepat kemungkinan dosis akan
berkurang apabila mengalami kelainan ginjal. Selama penggunaan hydrochlorothiazide
kadar asam urat kemungkinan akan meningkat, dan jarang terjadi encok.
Hydrochlorothiazide akan mengurangi ekskresi litium yang dikeluarkan melalui ginjal
dan dapat meningkatkan kadar ke toksikan dari lithium itu sendiri.