Anda di halaman 1dari 10

HIPERPIGMENTASI GUSI PADA PEROKOK DENGAN

PERAWATAN GINGIVO ABRASI (LAPORAN KASUS)
Henry Mandalas
Dosen Bagian Periodontik, Program Pendidikan Dokter Gigi FKG Universitas Maranatha

Latar belakang : Pewarnaan pada gusi saat ini menjadi suatu masalah estetik bagi para
pasien perokok secara umum tidak menimbulkan masalah medis tetapi pasien mengeluh
tentang warna gusi yang kecoklatan atau hitam yang dianggap menganggu penampilan.
Tujuan : Khususnya pada pasien yang memerlukan penampilan yang baik untuk menunjang
profesi sehingga pasien ingin warna kecoklatan tersebut ingin dihilangkan.
Metode : Banyak teknik yang dapat dipilih dalam tindakan depigmentasi,teknik gingivo
abrasi dengan bor diamond bundar highspeed banyak digunakan sebagai metode
depigmentasi gusi. Teknik ini sederhana dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif
singkat.
Hasil : Pada laporan kasus ini pasien dengan hiperpigmentasi gusi rahang atas dan rahang
bawah dirawat dengan teknik gingivo abrasi. Hasilnya setelah kontrol 1 minggu dan 1 bulan
warna gusi menjadi merah muda dan tidak ada pigmentasi kembali atau repigmentasi gusi.
Konklusi : Hiperpigmentasi dapat ditangani dengan tindakan sederhana yaitu gingivo abrasi
dengan hasil yang baik pada kasus ini.
Kata Kunci : hiperpigmentasi, perokok, teknik gingiva abrasi, dipigmentasi.

1

dipigmentasi. Methods: A lot of techniques that can be selected in depigmentation action. Results: In this case report of patients with hyperpigmentation gums maxilla and mandible were treated with the technique gingival abrasion. abrasion gingivo techniques with a round bur diamond high speed widely used as a method of gingiva depigmentation. Faculty of Dentistry . no recurrent of the pigmentation. gingival abrasion techniques. Keywords: hyperpigmentation. smokers. The result after 1 week and 1 month control. Conclusion: Hyperpigmentation can be treated with simple technique that gingivo abrasion with a good results in this case. This technique is simple and can be done within a relatively short time. 2 . Objectives: Particularly in patients who require a good appearance to support the profession so that patients want the brownish color to be removed.GINGIVA HYPERPIGMENTATION AT SMOKER WITH GINGIVO ABRASION TECHNIQUE (CASE REPORT) Henry Mandalas Periodontic Department.Maranatha Christian University Background: Oral pigmentation of the gingiva now become an aesthetic problem for patients smokers generally do not cause medical problems but patients complain about the color of brown or dark gingiva that are considered disturbing appearance.

metode kimia. Selain iu juga dapat dipengaruhi oleh kehadiran pigmen lain seperti hemoglobin. dan gingival graft. Gingiva merupakan komponen yang penting dalam rongga mulut. derajat keratinisasi. Kontur. obat. kerusakan tulang dan periosteum dibawahnya. Peningkatan deposisi melanin dapat disebakan oleh keadaan fisiologis atau yang disebut dengan racial pigmentation dan oleh beberapa stimulai seperti trauma. 3 Melanosit ini terdapat pada lapisan basal epitel. Pasien merokok. inflamasi. dan kehilangan email.1-4 Warna gingiva dipengaruhi oleh ketebalan epitel. Depigmentasi gingival merupakan suatu tindakan bedah periodontal untuk menghilangkan hiperpigmentasi gingival dengan beberapa teknik yang dapat dilakukan. laser. Keharmonisan senyum ditentukan tidak hanya dari bentuk.2. keadaan sitemik. 3 Hiperpigmentasi melanin biasanya bukan merupakan suatu malah medis tetapi merupakan masalah estetik. 3 . Pembuangan pigmen melanin ini harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan resesi gingiva. dan kebiasaan merokok. Gingiva yang sehat dan gambaran yang baik merupakan komponen esensial untuk membentuk senyuman yang menarik. Keluhan pasien menggenai gusi yang menghitam sering terjadi terutama pada pasien yang memiliki garis senyum yang tinggi. 3 Laporan Kasus Seorang pasien laki-laki usia 35 tahun datang ke klinik periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dengan keluhan warna gusi kecoklatan yang mengganggu penampilan. Teknik lainnya yang dapat digunakna adalah gingivektomi menggunakan skalpel. ukuran dan warna gingiva akan berpengaruh pada senyuman seseorang. dan baru berhenti sekitar ± 9 bulan yang lalu (per mei 2012) . dan jaringan yang ada dibawahnya seperti pembuluh darah. cryosurgery.Pendahuluan Kebutuhan akan estetik saat ini semakin meningkat dari hari ke hari.2. bentuk. jumlah deposisi melanin. Tindakan bedah ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan estetik gingiva pasien. Gingiva berkontribusi untuk sistem mastikasi dan untuk fungsi estetik. Setiap pasien akan menginginkan senyuman yang cantik. 5 Teknik yang dapat dilakukan untuk menghilangkan pigmentasi gingival karena alasan estetik dan sering dilakukan adalah gingival abrasion. infeksi. posisi dan warna gigi saja melainkan juga ditentukan oleh jaringan gingiva. Riwayat merokok sejak SMP. Melanin akan memberikan gambaran warna gingiva kecoklatan hingga kehitaman. electrosurgery. dengan mengkonsumsi 1 bungkus rokok perhari.

Kemudian tunggu beberapa saat hingga pasien kehilangan sensasi rasa sakit pada daerah yang akan dilakukan depigmentasi. Rencana perawatan yang akan dilakukan adalah intruksi pasien untuk menjaga kebersihan mulut dan edukasi agar pasien dapat menghentikan kebiasaan merokoknya. Pigmentasi gingiva anterior pada rahang atas dan bawah.Pada pemeriksaan klinis gingiva didapatkan adanya hiperpigmentasi pada rahang atas dan rahang bawah di regio anterior. Kemudian beri anestesi lokal dengan teknik infiltrasi pada mukobukal fold pada regio antara gigi 13 dan 12. Gambar 1. dilakukan persiapan alat dan bahan serta pasien dijelaskan mengenai prosedur yang akar dilakukan dan diminta untuk menandatangani informed consent. Sebelum memulai tindakan bedah. 4 . Evaluasi kebersihan rongga mulut didapatkan adanya plak pada regio anterior rahang bawah permukaan lingual dan posterior rahang atas permukaan bukal tanpa adanya kalkulus. Setelah pemeriksaan dan pencatatan rekam medis selesai maka diputuskan untuk melakukan prosedur depigmentasi gingiva dengan teknik gingival abrasi pada rahang atas. Setelah itu persiapkan daerah operasi dengan kain penutup wajah steril yang memiliki lubang pada daerah kerjar operasi. kemudian 22 dan 23. Pada pemeriksaan darah yang dilakukan. Agen anestetikum yang digunakan adalah PehacainTM yang disuntikan menggunakan citoject. depigmentasi gingiva yang akan dilakukan pada rahang atas terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pada rahang bawah. 21 dan 22. 12 dan 11. keseluruhan hasil pemeriksaan darah menunjukan keadaan darah normal. profilaksis rahang atas dan bawah. dilakukan tindakan aseptik ekstraoral dan intraoral dengan menggunakan povidone iodine solution 10 %. Setelah pasien menyetujui tindakan yang akan dilakukan maka tindakan profilaksis dilakukan pada rahang atas dan rahang bawah. Sebelumnya prosedur bedah dimulai.

Gambar 2. B. maka tindakan depigmentasi dapat dilakukan. Teknik ini dilakukan dengan cara menggerakan bur dengan tekanan minimal pada daerah gingiva yang mengalami hiperpigmentasi sampai pigmen tersebut hilang. Tindakan depigmentasi dengan menggunakan teknik gingival abrasi-bur diamond bundar. Prosedur dilakukan dengan menggunakan fine diamond bur berbentuk bundar dengan diameter 2 mm. A. dan obat kumur yang mengandung chlorhexidine 0. 5 .2 % yang digunakan 2 kali sehari. Kemudian diberikan penahan rasa sakit berupa asam mefenamat 500 mg dengan dosis 3 kali sehari selama 3 hari yang dimakan jika pasien tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkan paska bedah. Obat yang diresepkan untuk pasien ada 3 jenis obat.Setelah anestetikum bekerja. Kemudian lakukan pemasangan periodontal pack untuk menutupi daerah gingiva yang telah dibedah. Setelah tindakan bedah selesai dilakukan. Obat yang pertama adalah antibiotik amoxicillin 500 mg dengan dosis 3 kali sehari selama 5 hari. lakukan irigasi dengan menggunakan larutan NaCl. Setelah Operasi. Pemasangan periodontal pack. Periodontal pack dipasang pada permukaan gingiva mengikuti kontur sevikal gigi hingga ke bawah mukobukal fold tanpa mengganggu pergerakan mukobukal fold. Gambar 3.

6. dan jenis kelamin. Jika terjadi perdarahan segera kembali berobat atau hubungi RS terdekat dan jika terjadi pembengkakan dapat dikompres dengan es pada daerah yang dioperasi selama 2-3 jam dengan aturan di kompres selama 15 menit. Pigmentasi yang terjadi dapat bervariasi pada ras yang berbeda. bibir. Pada pasien ini dilakukan dua kali tindakan bedah untuk rahang atas dan rahang bawah dalam waktu yang berbeda. lepaskan selama 15 menit lalu kompres lagi begitu selanjutnya. Jika periodontal pack terasa goyang atau terlepas sebelum 1 minggu segera kembali ke dokter dan jangan lupa untuk kontrol setelah 1 minggu dan 1 bulan. 7 6 . dan jangan berkumur terlalu keras. banyak minum air putih tetapi jangan menggunakan sedotan. Pigmentasi pada mukosa mulut umumnya bertambah sejalannya dengan meningkatnya usia dan biasa ditemukan pada gingiva terutama permukaan labial gigi anterior. diikuti oleh mukosa bukal. dianjurkan pasien untuk makan makanan lunak selama beberapa hari. dan jangan mengkonsumsi obat lain tanpa seijin dokter. Lesi pigmentasi yang terjadi dapat lokal atau menyebar dan makular atau menonjol. hindari makanan yang merangsang seperti panas. menggunakan obat kumur yang diresepkan dokter atau dengan air hangat tanpa garam setiap selesai makan. Pembahasan Pigmentasi adalah pewarnaan pada kulit dan mukosa mulut yang disebabkan oleh beberapa keadaan. dan individu yang sama dengan area mulut yang berbeda. palatum durum. usia.Gambar 4. dan mengandung alkohol. Foto sebelum dan sesudah dilakukan dipigmentasi dengan teknik gingiva abrasi Instruksi paska bedah yang diberikan pada pasien adalah dianjurkan tidak makan dan minum 1 jam setelah operasi. ras yang sama dengan individu berbeda. mengurangi aktivitas berat atau olahraga berat selama beberapa hari dan jangan memainkan daerah bekas operasi. lidah. Pasien juga diminta untuk mengkonsumsi obat dengan teratur. asam. pedas dan keras. dan palatum mole. pigmentasi dapat terjadi di segala ras. Pasien diharapkan tetap menjaga kebersihan mulut di rumah.

Kriterianya sebagai berikut:10 0 : Jaringan berwarna pink (tidak ada pigmentasi) 1 : Jaringan berwarna kecoklatan terang (pigmentasi klinis ringan) 2 : Jaringan berwarna kecoklatan sedang atau campuran pink coklat (pigmentasi klinis sedang) 3 : jaringan berwana coklat gelap atau hitam ( pigmentasi klinis berat) 2. Peutz-jeghers syndrome. solid atau berbentuk ireguler. Kebanyakan pigmentasi disebabkan oleh lima pigmen utama yaitu: melanin. Berdasarkan Dummett-Gupta Oral Pigmentation Index (DOPI) : Indeks ini ditentukan berdasarkan jumlah melanin yang bermanifestasi klinis dalam jaringan mulut. melanoma malignant. 2 : Perluasan pigmentasi pada jaringan disebelahnya 7 . atau obat dapat menyebabkan bertambahnya pigmentasi yang terjadi. trauma hemakromatosis. Merorok dapat merangsang melanosit mukosa oral untuk menghasilkan melanin sehingga menyebabkan terbentuknya bercak pigmentasi coklat pada gingiva atau mukosa bukal. Albright’s syndrome. 9 Rangsangan yang terjadi seperti trauma. reduce hemoglobin.7. gangguan pulmonal kronis. Pigmentasi patologis dapat disebabkan oleh gangguan endokrin.6. Pigmentasi gingiva diklasifikasin dengan kriteria :11 0 : Tidak ada pigmentasi 1 : Pigmentasi tunggal pada papila gingiva tanpa perluasan ke jaringan s sebelahnya. melanoid. Pigmentasi melanin yaitu pigmen berwana coklat yang secara normal ada pada semua individu yang diproduksi oleh melanosit yang terdapat pada lapisan basal eiptel. Berdasarkan indeks pigmentasi melanin. terapi antimalaria. Meskipun hal ini belum terjadi secara pasti. Gambaran pigmentasi pada rongga mulut dapat difus. radiasi. inflamasi dan pigmentasi rasial.6 Klasifikasi pigmentasi Hiperpigmentasi gingiva dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Selain itu dapat disebabkan oleh bilirubin dan besi.Pigmentasi oral dapat berhubungan dengan faktor etiologi endogen dan eksogen. dengan warna yang berbeda dari coklat terang hingga hitam. dan karoten. hormon. namun diduga produk tembakau dan panas dari rokok akan merangsang melanogenesis. oxyhemoglobin.

Nd: YAG lasers II. Berdasarkan indeks melanin Indeks ini mengklasifikasikan pigmentasi sebagai berikut:12 1 : tidak terdapat pigmentasi 2 : 1 atau 2 unit tunggal pada papila gingiva tanpa pembentukan sebuah pita 3 4 5 antara unit tunggal : lebih dari 3 unit pigmentasi pada papila gingiva tanpa pembentukan pita : 1 atau lebih pita pigmentasi pendek : terdapat pita pigmentasi yang di seluruh area antara gigi kaninus Berbagai teknik depigmentasi pada dipigmentasi gingiva : 1. Teknik bedah skalpel ii. Metode untuk menghapus lapisan pigmentasi. Laser I. Cryosurgery iii. Acellular dermal matrix allografts. Metode bedah i. 2. Co2 lasers b. Er: YAG lasers III. Berdasarkan indeks pigmentasi gingiva Diklasifikasikan sebagai:12 1 : tidak ada pigmentasi 2 : titik coklat atau hitam 3 : patch coklat atau hitam tapi tidak berdifusi 4 : difusi pigmentasi coklat atau hitam pada gingiva margin dan cekat 2. Electrosurgery iv. Metode untuk menutupi lapisan gingiva dengan graft dari daerah yang tidak ada pigmentasi. Free gingival grafts. Klasifikasi pigmentasi gingival 1. sudah tidak digunakan lagi. a. Metode kimia. 8 . b. a.Gambar 5.

Namun. 9 .4.. Gingival Depigmentation.8. daerah operasi harus ditutup dengan periodontal pack selama 1 minggu.Depigmentasi gingiva dengan teknik gingival abrasi Depigmentasi dengan teknik abrasi menggunakan bur merupakan teknik yang sederhana. Comparative Evaluation of Gingival Depigmentation using Tetrafluoroethane Cryosurgery and Gingival Abrasion Technique: Two Years Follow Up. Setelah prosedur bedah selesai. 15 Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan tekanan ringan dengan gerakan menyapu.. Merokok akan merangsang produksi melanin meningkat dan menyebabkan hiperpigmentasi. Teknik sederhana dengan biaya yang murah untuk prosedur depigmentasi adalah gingival abrasi. Teknik ini memerlukan irigasi larutan saline. Journal of Clinical and Diagnostic Research. Pendarahan dan rasa sakit pasca operasi harus diantisipasi. 2. Bur yang digunakan tidak boleh ditekan pada satu titik agar mencegah kerusakan jaringan berlebih. Hasil yang didapatkan cukup baik. et all. Monteiro LS. Gohil M. Bhat GS. Hindawi Publishing Corporation.. 15 Kesimpulan Pigmentasi adalah pewarnaan pada kulit dan mukosa mulut yang disebabkan oleh beberapa keadaan endogen maupun eksogen. Aneja P.. dan biaya yang terjangkau karena tidak memerlukan peralatan yang khusus dan tersedia dimana pun. Case Report : Aesthetic Depigmentation of Gingial Smoker’s Melanosis Using Carbon Dioxide Lasers. salah satunya adalah merokok. Aneja V. Kumar. Indian Journal of Clinical Practice. 4. Daftar Pustaka 1.A Variant Technique.. Verma S. Bhat KM. 23(12). Teknik ini dapat dilakukan berulang jika diperlukan pada area pigmentasi yang masih tersisa ataupun pada area repigmentasi. 7(2): 389-394. pada teknik ini terdapat kesulitan untuk mengontrol kedalaman depitelialisasi. mudah. Hasil yang didapatkan sebanding dan serupa dengan hasil pembedahan dengan skalpel. International Journal of Oral Health Research & review. S. Rathwa V. 3.. [serial online] 2013 Febuari [cited 27 Juli 2015].. Hiperpigmentasi dapat ditangai dengan prosedur bedah plastik depimentasi gingiva. Banyak faktor yang dapat menyebabkan bertambahnya pigmentasi yang terjadi. Dundappa J. 2015. 2013 May. Depigmentation Using Rotary Bur . Teknik ini dilakukan dengan mengulaskan bur diamond super fine atau fine untuk menghilangkan daerah berpigmen sehingga akan meningkatkan estetik pasien.

15 (2): 161-168. 8.Oktober. Deshmukh J. Esthetic Management of Gingival Hyperpigmentation: Report of Two Cases. 2014 March.. 2(1): 29-32. Verma PK .. International Journal of Laser Dentistry. Journal of Indian Society of Periodontology. 2013.5. Setiadhi R. Kher U. OHDM.. 8(2).. Gingival Depigmentation using the Diode Laser Three Case Report. Hubungan Antara Pigmentasi Melanin Pada Gingiva Anak-anak dengan Riwayat Orang Tua Perokok di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran (II). 7.. Correlating Skin Color with Gingival Pigementation Patterns in South Indians – A Cross Sectional Study... et all. Balcheva G. Agrawal N. Peeran SW. Split Mouth De-epithelization Tecniques fo Gingival Deoigmentation: A Case Series and Review of Literature. Ginigval Depigmentation: A Case Report. Khandge N. 15. Kathariya R and Pradeep AR. 14 (2): 101-105. Reddy NR. Kaur H. Jain S. and Balcheva M. European Journal of Dentistry. 2011. Universal Research Journal of Dentistry. Int J Laser Dent. Javali MA. 13(1): 31-39. Jegadeesan V. 2012 September . 2014 Aptil . Srivastava R. Doshi Y. Duration of Reappearance of Gingival Melanin Pigmentation After Surgical Removal – A Clinical Study. 2011 April-June. dan Soewondo W. International Journal of Dental Clinics.. Prasad SSV. 10. Gingival Pigmentation Index Proposal of a NewIndex with a Brief Review of Current Indices. Perumal G. Journal of IMAB – Annual Proceeding (Scientific Papers). Ponnaiyan D..Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik.June. 2014. 13(1).. Sharma RL. Maret 2011. 2(3): 78-83.. Byakod G. 9. Tapahetti R. 14.. 10 . Garg K. 12. Anusha A. Patil P. Depigmentation of Gingiva. 2012 January . People’s Journal of Scientific Research. 3(1). 3(2): 115-116.April. [serial online] 2010 January [cited 27 Juli 2015]. 13.... 11. 6. 2(3). Management of Gingival Pigmentation with Diode Laser: Is It a Predictive Tool?. 2010 April – Juni. Gingival Depigmentation : Clinical Comparison Between Two Technique. Journal of Indian Society of Periodontology. Bionatura . 20(1). and Khan Z.