Anda di halaman 1dari 4

Journal of Pediatric Journal

Nursingof Pediatric Nursing Vol. 1(1), pp. 001-004, January, 2014
Available online at http://library.stikesnh.ac.id
ISSN 2354-726X

DAMPAK ALERGI MAKANAN PADA PRESTASI BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH
Kurniawati Hassul1, Fatimah2
1STIKES
2STIKES

Nani Hasanuddin Makassar
Nani Hasanuddin Makassar

(Alamat Respondensi: Kurniawatihassul@yahoo.com/081342124127)
ABSTRAK
Alergi makanan adalah respon kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Gejala alergi makanan ternyata
dapat menyerang semua organ sasaran yaitu sistem saraf pusat atau otak. Tanda dan gejala klinis yang sering
dikaitkan dengan alergi makanan pada anak yaitu sering lupa pelajaran, dan nilai pelajaran naik turun drastis.
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah
di SDN 29 Bajo Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Populasi berjumlah 35 responden dengan jumlah sampel
32 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Desain penelitian adalah Cross
Sectional Study. Sumber data primer diperoleh melalui kuesioner dan observasi. Teknik analisis data dengan
analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square dengan tingkat kesalahan α= 0,05.
Variabel penelitian ini mencakup variabel independen yaitu alergi makanan dan variabel dependen prestasi
belajar. Hasil penelitian diperoleh: anak yang mengalami alergi makanan yaitu 10 responden (31,2%), 2
responden (6,2%) berprestasi baik dan 8 respoden (25,0%) berprestasi kurang. Terdapat hubungan alergi
makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah (p= 0,008). Kesimpulan dari penelitian telah ditemukan
adanya hubungan yang signifikan antara alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah di SDN
29 Bajo Kec Bajo Kab Luwu. Diharapkan bagi siswa yang mengalami alergi makanan mampu mengetahui
jenis makanan yang bisa menyebabkan alerginya timbul kembali sehingga dapat mencegah terjadinya alergi
berulang.
Kata kunci: alergi makanan
PENDAHULUAN
Tubuh
manusia
memiliki
sistem
pertahanan tubuh (kekebalan/imunitas) yang
melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan yang
merugikan kesehatan, seperti kuman penyakit.
Kadangkala, sistem pertahanan tubuh ini terlalu
sensitif sehingga zat-zat tidak berbahayapun
seperti debu, bulu binatang, ataupun makanan
tertentu dilawan juga seperti halnya kuman
penyakit. Maka dalam hal ini, akhirnya timbul alergi
(Maryunani, 2012).
Penyakit
alergi,
ternyata
banyak
menyerang masyarakat perkotaan daripada
manyarakat pedesaan dan pencegahan dilakukan
oleh kebanyakan biasanya adalah mengonsumsi
obat dan menghindari penyebabnya (Wahana,
2012).
Beberapa laporan ilmiah di dalam atau luar
negeri menunjukkan bahwa angka kejadian alergi
terus meningkat tajam dalam beberapa tahun
terakhir ini (Meylani, 2008). Berdasarkan data dari
World Allergy Organization (WAO) 2011
menunjukkan bahwa prevalensi alergi terus
meningkat dengan angka 30-40 % dari total
populasi dunia. Data tersebut sejalan dengan data
dari Center for Disease Control and Prevention
(CDC) yang mencatat bahwa angka kejadian alergi
meningkat tiga kali lipat sejak 1993 hingga 2006.

Di
Indonesia,
beberapa
peneliti
juga
memperkirakan bahwa peningkatan kasus alergi
mencapai 30% pertahunnya (Pdpersi, 2012).
Salah satu cara masuknya alergen adalah
melalui makanan. Alergi dapat menyerang semua
tingkat umur. Alergi pada anak dapat menyerang
semua organ tanpa terkecuali mulai dari ujung
rambut sampai dengan ujung kaki dengan
berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin
akan terjadi, termasuk ganguan fungsi otak yang
dapat menimbulkan gangguan perkembangan dan
perilaku anak (Meylani, 2008).
Tanda dan gejala klinis yang sering
dikaitkan dengan alergi makanan pada anak yang
menyerang sistem susunan saraf pusat atau otak
yaitu sakit kepala, migrain, keterlambatan bicara,
agresif emosi berlebihan, gangguan konsentrasi
dan gangguan belajar. Contoh gangguan
konsentrasi yaitu cepat bosan, tidak bisa belajar
lama, terburu-buru,tidak teliti, sering lupa dan nilai
pelajaran naik turun drastis. (Judarwanto, 2005).
Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin
mengetahui dampak alergi makanan pada prestasi
belajar anak usia sekolah di SDN 29 Bajo
Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu.
METODE
Desain, Waktu penelitian, Populasi dan Sampel

1

9 Perempuan 17 53.1 total 32 100. Tidak kooperatif Pengumpulan Data Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Kriteria inklusi : a. Luwu Alergi Frekuensi Persentase makanan (f) (%) Alergi 10 31.2 8 25.d 1 Juli 2013 di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab Luwu. Analisa Bivariat: Dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan dengan tabulasi semua variabel dependen dan variabel independen dengan menggunakan. Orang tua yang bersedia diteliti 2. Editing Setelah data terkumpul maka dilakukan pemeriksaan kelengkapan data.2 14 43. maka peneliti menetapkan beberapa kriteria pada sampel antara lain : 1.0 Sumber : Data Primer. selanjutnya dikaji untuk mengetahui kelengkapan data. Pada saat kunjungan orang tua tidak berada di tempat b. Nilai kemaknaan adalah α = 0.05.8 Total 32 100. Tabulasi Mengelompokan data dalam bentuk tabel yaitu hubungan antara variabel dependen dan independen. Hasil masing-masing data hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah di SDN 29 Bajo disajikan dalam bentuk persentase. Data diperoleh dari biodata dan laporan pendidikan siswa kelas IV SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab Luwu. b.8 total 32 100.2.8 100. Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab. Distribusi Frekuensi Alergi Makanan Di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab.pada penelitian ini jumlah sampel sebanyak 32 sampel yang didapatkan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.2 Tidak alergi 22 68. Kriteria ekslusi : a. Luwu Frekuensi Persentase Jenis kelamin (f) (%) Laki-laki 15 46. 3. Distribusi Univariat Tabel 5. uji Chi-Square dengan menggunakan program SPSS.4. Orang tua dari siswa yang akan diteliti. kemudian dilakukan tabulasi serta diolah dan dianalisa. a. Juni 2013 Tabel 5. Luwu Prestasi Frekuensi Persentase belajar (f) (%) Baik 18 56. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab. Analisa data Data yang telah terkumpul. HASIL 1.2 10 30 93. 3. Luwu Prestasi belajar baik kurang n % n % Alergi 2 6. Untuk mendapatkan jawaban yang sesuai.2 Kurang 14 43. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juni s. Analisa Univariat: Dilakukan dari tiap variabel dan hasil penelitian berupa distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel.8 Total 19 56. Data sekunder Data yang digunakan sebagai data pelengkap dan penunjang data primer yanga ada relevasinya untuk keperluan penelitian.0 .5.008 Alergi makanan Sumber: Data Primer. 4. Distribusi Hubungan Alergi Makanan dengan Prestasi Belajar Anak Usia Sekolah Di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab.0 Sumber : Data Primer Juni 2013 Tabel 5. kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua murid kelas IV SDN 29Bajo Kec Bajo Kab Luwu berjumlah 35 responden. Juni 2013 2 total n 10 22 32 % 31.0 Tidak alergi 16 50. Data primer Data yang didapat dari hasil penyebaran kuisioner dan observasi langsung pada siswa kelas IV SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab Luwu 2. Koding Dilakukan untuk memudahkan pengolahan data yaitu memberikan symbol-symbol dari setiap jawaban responden.1. keseragaman data.0 Sumber : Data Primer.0 Sumber : Data Primer. Luwu Klasifikasi Frekuensi Persentase Umur (n) (%) 9 2 6. Juni 2013 Tabel 5. Intrumen penelitian Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner dengan berpedoman pada literature yang termuat dalam tinjauan kepustakaan Pengolahan Data 1. 2.2 68. Juni 2013 Tabel 5. Karakteristik responden berdasarkan umur di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab.3.Journal of Pediatric Nursing Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional Study.8 p = 0. b.8 Total 32 100.0 6 18. dimana: 1.

eosinofil.05) sehingga hipotesis Alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis (Ho) ditolak dengan interpretasi ditemukan adanya “hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab Luwu”. keluarga dan kelompok. alergi makanan adalah respon kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Selain itu. bila organ sasarannya saluran pencernaan maka gejalanya adalah diare dan sebagainya.0%) prestasi belajarnya kurang karena nilai rata-rata rapornya tidak mencapai dari nilai rata-rata kelas. bahwa anak yang mempunyai riwayat alergi makanan akan mengalami gangguan pada konsentrasi termasuk konsentrasi belajar. Hal ini dikarenakan lebih banyak siswa yang mengalami alergi makanan.2%) berprestasi baik karena nilai rata-rata rapornya mencapai rata-rata kelas dan 8 responden (25. limfosit dan molekul seperti IgE.0%) prestasi belajarnya kurang karena nilai rata-rata rapornya tidak mencapai dari nilai rata-rata kelas. Berdasarkan uraian tersebut terdapat persamaan antara hasil penelitian kami yang dikuatkan dengan teori yang ada. hiperaktif. gangguan emosi. 2 responden (6. gannguan tidur. kemokin merupakan komponen yang berperan dalam peradangan di organ tubuh manusia. terjadi penurunan pada prestasi belajarnya yang ditunjukan dengan nilai rata-rata rapor tidak mencapai nilai rata-rata kelas. baca komik atau main game). cepat bosan. Sistem susunan saraf pusat adalah merupakan pusat koordinasi tubuh dan fungsi luhur. basofil. nilai pelajaran naik turun drastis. terburu-buru.008. bila sasarannya kulit akan terlihat seperti urtikaria.2%) yang mengalami alergi. Berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square untuk meneliti hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar di peroleh nilai p= 0. ada 10 responden (31. keterlambatan berbicara. Menurut Bull (2013). mediator sitokin.5 menunjukan bahwa dari 32 responden. Nilai pelajaran tertentu baik tapi pelajaran yang lain buruk. Rendahnya TH1 akan mengakibatkan kegagalan kemampuan untuk KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah.2%) berprestasi baik karena nilai rata-rata rapornya mencapai rata-rata kelas dan 8 responden (25. Dengan demikian p < α (0. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Judarwanto (2005) yang menyatakan bahwa alergi makanan pada anak tampaknya dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh termasuk gangguan fungsi otak dan prilaku seperti gangguan konsentrasi. Gejala klinis terjadi karena reaksi imunologik melalui pelepasan beberapa mediator tersebut dapat menggangu organ tertentu yang disebut organ sasaran. dimana anak tidak bisa belajar lama. sering lupa dan sulit menyelesaikan pelajaran sekolah dengan baik sehingga nilai pelajaran naik turun drastis. Alergi terjadi saat anak memakan makanan yang mengandung zat kimian tertentu yang ditolak oleh tubuh. menurunkan aktivitas NK cell (sel Natural Killer) dan merangsang autoantibodies dengan memproduksi berbagai macam antibody antibrain dan lainnya. Organ sasaran tersebut misalnya paru-paru maka manifestasi klinisnya adalah batuk atau asma. PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 5. Prestasi belajar adalah gambaran kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pelajaran Ardian (2011). mengontrol virus dan jamur. Dengan demikian p < α (0. Maka bisa dibayangkan kalau otak terganggu maka banyak kemungkinan manifestasi klinik ditimbulkan. dimana prestasi belajarnya akan semakin turun drastis tiap semesternya. Berbagai zat hasil. hal ini menunjukan bahwa memang ada hubungan kejadian alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah. tidak bisa belajar lama. Berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square untuk meneliti hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar di peroleh nilai p= 0.05) sehingga hipotesis Alternatif (Ha) diterima dengan interpretasi ada hubungan alergi makanan dengan prestasi belajar anak usia sekolah di SDN 29 Bajo Kec Bajo Kab Luwu. Sehingga diharapkan bagi institusi pendidikan agar lebih meningkatkan pemberian informasi terkait masalah alergi makanan sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada klien baik individu. siswa yang terkena alergi makanan diharapkan mampu mengetahui jenis makanan yang bisa menyebabkan alergi dan lebih mengontrol konsumsi makan sehingga bisa terhindar dari makanan yang bisa menyebabkan alerginya timbul kembali.5 menunjukan bahwa dari 32 responden. Hal ini sangat berdampak pada prestasi belajar siswa. sering lupa dan sulit menyelesaikan pelajaran sekolah dengan baik. ada 10 responden (31.2%) yang mengalami alergi. proses alergi seperti sel mast. 2 responden (6. 3 . apalagi otak adalah merupakan organ tubuh yang paling sensitif dan lemah. Adanya hubungan kejadian alergi makanan dengan penurunan prestasi belajar anak usia sekolah dijelaskan pada teori alergi mengganggu organ sasaran Judarwanto (2005) menjelaskan bahwa Alergi adalah suatu proses inflamasi yang tidak hanya berupa reaksi cepat dan lambat tetapi juga merupakan proses imflamasi kronis yang kompleks. hingga memperberat gejala Autisme. Sistem Susunan Saraf Pusat atau otak juga dapat sebagai organ sasaran. Salah satu gangguan yang sering dikaitkan dengan alergi makanan gangguan konsentrasi pada anak seperti cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas (kecuali menonton televisi.008.Journal of Pediatric Nursing Dari Tabel 5.

blospot. 2008. 2010. Jakarta. 2008. Penerbit Buku Kedokteran EGC. (online). Asuhan Keperawatan Alergi. diakses pada tanggal 11 Juni 2013 Sugiyono. FlashBooks.com/2008/06/asu kan-kperawatan-alergi). Pencetus Alergi. Salemba Medika. (online). (http://kangbull. IDAI. (http//www. (http://ericesnwu. 2005.id/conten/news. 2009. (online). Kualitatif. Salemba Medika.com/alergi-makanan-diet-dan-autisme). Jakarta Parwaningtyas. Dan R&D. et al. (online). (online). Jakarta diakses pada tanggal 25 Maret 2013 Zakiuddin.pdpersi. Bandung Syaifuddin. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Anatomi dan Fisiologi. W. Anatomi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan. Analisa Faktor Penyebab Menurunnya Prestasi Belajar Santri. Fase Perkembangan Anak Usia Sekolah. Jakarta Nursalam. S. 2008. Trans Info Media. 2011. Jakarta Eric. Banglas Barat. 2010. Perkembangan Anak Sejak Pertumbuhan Sampai Dengan KanakKanak Akhir.com/2013/02/membedakan-alergi-danintoleransi-makanan. Trans Info Media. Psikologi Ibu Dan Anak: Buku Ajar Bidan. S. 2013. Gambaran Hasil Tes Alergi Pada Pasien Rawat Jalan Di Poli THT-KL RSUP Wahidin Sudirohusodo. 2012. C. (online). diakses pada tanggal 11 Juni 2013 Judarwanto.Journal of Pediatric Nursing DAFTAR PUSTAKA Ardian. (online). A.. Jogjakarta Hardin.php? catid=23&mid=5&nid=707). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. 2012. blogspot.idai.co. diakses pada tanggal 9 April 2013 Maryunani. Pengantar Psikopatologi Untuk Keperawatan. (online) (http://hafifahparwaningtyas. (http://curhatguru.com /2010/10/pencetus-alergi. Membedakan Alergi dan Intoleransi Makanan. Alergi Makanan Diet Dan Anak Autisme. 2012. Serba Lengkap Tentang Alergi. 2012. Jakarta Meylani. (http://www.blogspot . 2008. (wido25@hotmail .com/2 011/02/alergi-makanan_28).blogspot. (http://manselatpanjang.com/2012/09/fase-perkembangananak-usia-sekolah). diakses pada tanggal 11 Juni 2013 Peter . 2008.com/2012/02/asuhan-keperawatan -pada-anak-dengan-penyakit-alergimakanan). D. Setiap Tahun Penderita Alergi di Indonesia Bertambah 30 Persen. (hattp://serba-serbi-ayangg. diakses pada tanggal03 September 2013 Bull.or. com/2011/03/analisa-faktor-penyebabmenurunnya-prestasi-belajar-santri). Jakarta Tarwoto. diakses pada tanggal 12 Juni 2013 Yusuf. CV.hmtl-Dety HermawatyTM:Pencetus Aalergi. (online). CV. diakses pada tanggal 12 Juni 2013 Arwin.id) diakses pada tanggal 11 Juni 2013 4 . Jakarta Pdpersi. Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak. Alfabeta. (online). 2012. diakses pada tanggal 12 Juni 2013 Wahana. blogspot.blogspot. Sripsi. Alergi Makanan Pada Anak. A. Kencana Prenada Media Group. Makassar Hermawatty. Alergi Makanan Pada Anak. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. (http://triohardinsaputradinata. Jakarta Soetjiningsih. 2009. Jakarta Bahiyatun.blogspot. Prenada Media Group. 2010. Alergi Makanan. 2009. 2011. 2011.