Anda di halaman 1dari 4

PATOMORFOLOGI DAN PATOFISIOLOGI

PADA CELAH BIBIR DAN LANGIT - LANGIT

Oleh:
Diki Herdian

Pembimbing:
Ida Ayu Astuti, drg., SpBM

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER GIGI SPESIALIS
BEDAH MULUT DAN MAKSILOFASIAL
FKG UNPAD / RS HASAN SADIKIN
BANDUNG
2013

tepi tulang pada celah tampak bersudut tajam atau melengkung bulat. Aponeurosis palatina hilang pada bagian midline. sehingga Veau membua penelitian secara khusus. dengan adanya celah pada spina nasalis posterior yang akan menjadi terlihat. Tepi bawah vomer membentuk garis lurus. Origo pada otot-otot superior sama. Lapisan mukosa dapat memanjang ke depan dan menutupi cleft pada struktur tulang.otot inferior. hanya terdiri bundel fibrosis kecil. Hipoplasia lempeng paling banyak terjadi ke arah bagian belakang rongga mulut. Foramen palatinus mayus posisinya terletak lebih ke anterior dan lateral dari normal. dan mendorong ke lateral sehingga membagi otot palatum lunak. Mukosa dan Otot Celah palatum menyebabkan gangguan anatomi mayor. hal ini berkaitan dengan derajat hipoplasia dan juga lebar celah diantara tuberositas maksila. Pada otot. Insersi aponeurotik dari tensor veli palatini lebih oblik dari biasanya. celah terjadi pada struktur tulang yang memanjang ke depan sampai pada foramen palatina anterior. Di lateral.Umumnya tetap berada di atas lempeng palatal. yang dapat mencapai sejauh foramen palatina anterior ( sub-mucosal cleft). Lempeng palatal kurang berkembang dan bersudut curam. Hal ini harus menekankan bahwa celah pada jaringan lunak tidak selalu bertepatan persis dengan yang di tulang. Lebar celah yang terjadi bervariasi. Pada celah palatum komplit ( disebut celah bilateral). tapi sudut lempeng palatal sebagian atau seluruhnya dapat menutupi posisi tingginya yang normal. namun volume seratnya. origo ototnya berbeda. Lempeng palatal dari tulang palatina hanya sedikit berkembang. orientasinya dan insersi terminalnya telah dimodifikasi. Mendekati midline. Pada sebagian celah palatum yang kurang parah . lebar celah pada palatum keras sangat bervariasi. yang cenderung untuk penetrasi kedalam celah . lempeng palatal gagal untuk menyatu sehingga bagian bawah segmen premaksila melekat ke vomer. Otot-otot biasanya terdapat pada palatum lunak dapat ditemukan di sepanjang tepi celah. Hal ini terjadi karena adanya tekanan lidah.STRUKTUR TULANG Lengkung tulang palatal hanya terkena pada kasus celah komplit. dan seratserat ototnya memanjang sepanjang tulang tepi celah . Ke arah bagian depan rongga mulut. hal ini berkaitan dengan tekanan lidah selama jangka waktu tertentu.

Pada bagian paling anterior. sementara mukosa nasal lebih merah. dan tidak dapat bertindak sebagai ‘shock absorbers’ ketika palatum lunak direpair.4). Dia percaya bahwa penutupan tulang celah palatal . Ketika batas cleft di insisi. tepi bawah vomer terlihat. dan akan terbentuk spiral di tepi velum.tidak bergabung di midline. Parit ini juga dapat meluas pada secara langsung di bawah batas posterior dari lempeng palatal (Gbr. Dengan adanya celah. Terlihat gambaran mukosa pharingeal. atau otot-otot celah palatum (Gbr. . perbedaan dalam warna antara nasal dan mukosa oral bisa di amati pada titik pertemuan patologi di pinggiran cleft. Tepi bebas dari dua velum yang terpisah umumnya tidak benar-benar sejajar. 10. Kontraksi otot yg terpisah pada uvula secara aktif bertanggung jawab terhadap orientasi ini (Gbr. Tidak ada penjelasan secara embriologi bagi keberadaan mukos dengan warna tidak lazim ini. adanya celah memperlihatkan struktur yang biasanya tertutup oleh palatum lunak utuh. Dua otot mayor palatum lunak – levator veli palatini dan palato pharingeus. dan dua bagian uvula juga bersatu satu sama lain.2). Serabut otot tersebut mempengaruhi pergerakan tuba eustachius. Garis pemisah terlihat. Saat struktur palatum lunak berkembang baik.3). namun kadang-kadang kelihatan seperti mukosa yang pucat yang mungkin disalahartikan sebagai mukosa oral. ditutupi oleh mukosa nasal. hanya bisa berinsersi dalam tulang palatum keras. Serat-serat ototnya berjalan paralel pada tepi celah. dan oleh karena itu kehilangan orientasi transversal . parit yang memisahkan fibromukosa yang tebal dari lapisan dalam yang tipis dapat dideteksi. uvula terbentuk yang terakhir dari semuanya. Ketika penyatuan tulang. origo dan insersinya keduanya tidak bergerak. dimana Veau menyebutnya ‘ muscle de la fente’. Pada palatum keras. yang terjadi pada semua embrio normal. Tendon tensor veli palatini. Di puncak celah. tetapi tidak selalu dibatasi secara jelas.Dengan demikian. terjadi dalam arah antero-posterior. tegak lurus terhadap arah normalnya dan membentuk bundel yang jelas dengan ukuran yang bervariasi sepanjang tulang tepi celah. Mukosa oral pucat. 10. setelah melintasi sepanjang dasar hamular groove. 10. parit ini dapat terbentuk lebih dalam. bagian otot palatum dipindahkan ke arah belakang rongga mulut. Perubahan pada mukosa Pada palatum lunak. yang mungkin merupakan hasil dari metaplasia sekunder akibat iritasi mukosa vomer. otot-otot palatal hanya sedikit berinsersi ke dalam serabut yang aponeurosis palatina dan tulang yang berdekatan. 10. Akhirnya.1) Ruding memberikan penjelasan yang masuk akal bagi fenomena ini. pisau scalpel harus mengikuti garis ini (Gbr. setelah otot-otot telah mencapai perkembangan sempurnanya. Membran bagian atasnya kemerahan.

Semua tindakan pencegahan yang diperlukan harus diambil mengenai resiko anestesi dan resiko bedah pada operasi dini. Sejak mengisap tidaklah begitu sulit. namun. seperti yang sering di anggap keliru). jika bukan tidak mungkin. Lesi anatomis juga menyebabkan aksi dan interaksi otot baru. adenoid. dimana ada komunikasi yang permanen dengan hidung. Dengan demikian. berkat peningkatan teknik yang lebih baik. pendengaran (melalui tabung eustachian) dan berbicara oleh karena itu terganggu. . dan mekanisme komplek penelanan. lubang pada dot botol bayi harus cukup diperbesar sehingga isinya dapat mengalir dengan bebas. Gangguan Mengisap/ Menelan Mengisap menjadi sulit. Hal ini dikarenakan rongga mulut harus ditutup kuat sehingga kontraksi dari lidah dapat menghasilkan tekanan negatif dan menimbulkan beberapa derajat pernapasan terhadap bagian depan mulut dan bibir. Veau menetapkan sejumlah besar penekanan terhadap aspek malformasi palatal. bahayanya sangat minim sekarang ini. Terdapat tonsil nasopharing. Pharynx berkomunikasi lebih luas dengan fossa nasal dan rongga mulut. yang terdiri jaringan limfoid Fisiopatologi Cleft palate Cleft palate bertanggungjawab terhadap beberapa gangguan fisiologik mayor. namun. saat rongga mulut dan fossa nasal berkomunikasi secara permanen. tidak adanya kontraksi yang efisien pada bagian otot palatal yang bertanggungjawab atas minimnya perkembangan ( bukan malformasi itu sendiri. bernafas. Terlebih lagi.seperti hamparan permadani. Bukan ini masalahnya. massa lingual menempati bagian belakang rongga mulut dan berhenti di celah langit-langit mulut. pernafasan dapat di capai di bagian rongga mulut yang terletak didepan lidah. dan pada akhirnya dapat mengakibatkan degenerasi irreversible. Pada kasus posterior cleft palate. Fakta-fakta membenarkan melakukan operasi pada bayi yang terkena sesegera mungkin. bagi anterior atau complete labio palatal cleft.