Anda di halaman 1dari 6

A.

Pengantar
WTO sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang
perdagangan dunia mempunyai andil untuk menciptakan keadilan dan
kesejahteraan dalam bidang perdagangan terutama untuk para
anggotanya. Sebagaimana yang kita tahu bahwa cukup banyak Negaranegara yang tergabung dalam organisasi internasional ini, tentu saja tiap
Negara anggota yang bergabung mempunyai harapan bahwa jika mereka
tergabung dalam WTO Negara mereka akan lebih mudah melakukan
suatu transaksi dalam dunia internasional. Selain lebih mudah Negara
anggota juga berharap dengan bergabungnya mereka ke dalam WTO
dapat juga mendapatkan keadilan dalam menjalankan roda ekonomi antar
Negara,seperti tidak adanya diskriminasi harga antara anggota WTO dan
berharap adanya transparansi antar sesama anggota. Tapi diluar itu
semua muncul pertanyaan, apakah WTO sendiri itu sudah adil dalam
menjalankan perannya sebagai organisasi yang bertujuan menciptakan
keadilan untuk perdagangan bebas di Internasional ? Karena dalam
perjalanannya ternyata masih banyak Negara anggota yang merasa tidak
mendapatkan keadilan seperti yang diharapkan dan ini berbeda dengan
ekspektasi mereka, ketika mereka ingin menjadi anggota didalam WTO.
Sedikit banyak penulis ingin membahas tentang hal seperti yang sudah
dijelaskan penjelasan diatas.
B. Pengertian WTO.

Pengertian WTO (World Trade Organization)


Sebelumnya tak enak jika rasanya kita membahas permasalahan yang
terjadi dalam tubuh WTO tanpa tahu artidari WTO itu sendiri dan apa tujuan
utamanya. Dan dalam halini, penulis ingin membahas tentang hal tersebut,
meskipuntidak secara terperinci. WTO adalah sebuah lembaga perdagangan
internasional yang anggotanya terdiri dari 153
negara dan disebut
member driven organization
16
.
Didalamorganisai ini, para anggotanya tidak diatur oleh seorang dirjenyang
memiliki suatu kewenangan untuk menjalankan suatu perintah. Akan tetapi
yang menentukan suatu tindakan yangakan dilakukan adalah anggotanya
sendiri, jadi anggota WTOdiminta untuk menghasilkan suatu keputusan atau
kesepakatansecara bersama. Dan keputusan yang dibuat secara
bersamainilah yang akan menuntun WTO sendiri akan bergerak kearahsesuai
dengan keinginan yang diinginkan oleh paraanggotanya.Dan sebagai suatu
organisai pastilah mempunyai suatu prinsip, sama juga dengan yang ada
didalam WTO, ada tiga prinsip utama yang ada didalam WTO
17
. Yaitu, MostFavoured Nation yang dimana bahwa tidak ada perlakuankhusus
dalam anggota WTO. Yang kedua adalahNationalTreatment yaitu jika ada
suatu kebijakan terhadap produk suatu Negara, di dalam domestik anggota
WTO, maka harusmenerapkan kebijkan yang sama terhadap produk
Negaratersebut kepada Negara-negara anggota WTO. Prinsip ketigaadalah
mengenai Transparency, yang berarti semua kebijakan
16

Jurnal IGJ, free trade watch, mewujudkan keadilan ekonomi


17
Jurnal IGJ, free trade watch, mewujudkan keadilan ekonomi
suati Negara harus disampaikan kepada secretariat WTO untuk kemudian
diberitahukan kembali kepada Negara-negaraanggota WTO lainnya. Namun
sejauh ini Negara yang tergabung dalam WTO belum sepenuhnya merasa
puas atas ke ikut sertaannya sebagai Negara yang tergabung dalam WTO,
terutama Negara berkembang. Hal ini dikarenakan WTO dianggap tidak
berlakuadil terhadap Negara berkembang atau bias di bilang WTO punya
perlakuan khusus terhadap Negara-negara maju. Sepertimisalnya semua
anggota WTO diharapkan dapatmenghilangkan hambatan perdagangan nontarif, secara bertahap mengurangi tarif, harus menghapus subsidi,
sertamengurangi atau menghapus kebijakan yang bisa mendistorsi
perdagangan bebas yang adil
18
. Dan sepertinya kesepakatantersebut hanyalah berlaku kepada Negara
berkembang, Negaramaju seperti tidak merasa ikut dalam kesepakatan itu.
Keadilandalam perdagangan hanya semboyan negara maju yang tidak
diimplementasikan dalam praktek perdagangan mereka. Dan bila kita lihat
dari pertemuan-pertemuan tingkat menteri WTO pun sering terjadi
kegagalan yang dimana pihak dari Negara berkembang berusaha untuk
mempertahankan hak dan
18
http://ekosanjayatamba.wordpress.com/page/2/
kepentingan mereka yang sah. Kegagalan yang dimulai diUruguay, lalu
berlanjut di Montreal (1988) dan Brusel (1990).Dan pada tahun 1999
pertemuan yang diadakan di Seattle punmengalami kegagalan, hal ini
dikarenakan oleh penolakan Negara-negara berkembang yang diabaikan
dalam proses itudan dipaksa menerima paket yang disepakati oleh
Negaramaju.
Lalu
tidak
sampai
disitu
saja,
seperti
yang
dijelaskansebelumnya mengenai National Treatment yang dimana
barangyang diimpor dari Negara lain harus diberlakukan sama dengan
barang yang diproduksi didalam negeri, sehingga tidak adanya perbedaan
antara barang lokal dan impor. Sejujurnya prinsiptersebut justru malah tidak
menguntungkan untuk Negara berkembang. Yang diuntungkan justru adalah

korporasi-korporasi multi nasional yang bersembunyi dibalik kedok Negara


maju
19
. Sebagai contoh adalah beberapa Negara di Asia barat yang mengandalkan
pendapatan negaranya padakomoditas kapas, akan tetapi karena tidak
memiliki akses,infrastruktur, dan modal yang memadai, akhirnya
pemerintahdisana tidak sanggup untuk mensubsidi lagi para petaninya.Dan
hal tersebut seungguh berlawanan dengan yang terjaditerhadap Amerika,
yang juga memproduksi kapas dan
19
http://pirhot-nababan.blogspot.com/2008/07/disfungsi-organisasiperdagangan-dunia.html
pemerintahnya memberikan subsidi yang besar sehingga kapasyang di
produksi oleh Amerika mampu dijual di pasar internasional dengan harga
yang murah. ada pertemuan diDoha yang terjadi pada tahun 2001, keinginan
Negara majuuntuk menyudutkan Negara berkembang makin terlihat. Disini
Negara maju sebisa mungkin ingin menurunkan subsidi danmemangkas tarif
untuk barangnya yang ingin memasuki suatu Negara. Hal ini akan semakin
menyulitkan negara-negara berkembang yang belum mapan baik dari segi
sumber dayamanusia, infrastruktur, akses terhadap teknologi, dan modal
20
.Dan dengan adanya pasar bebas jelas akan terjadi ketimpangan produsen
antara Negara maju dan Negara berkembang. Laluapakah dengan
pemberlakuan yang timpang seperti itu akanmembuat suatu tatanan dunia
yang adil dan makmur ?Kompetisi memang baik terutama untuk
meningkatkan kualitassuatu Negara, tetapi itu juga harus dibarengi dengan
akses,teknologi, infrastuktur, dan modal yang memadai sehingga persaingan
dalam pasar bebas di dunia internasional tidak hanya dikuasai oleh para
Negara maju saja. Bila kompetisiseperti ini tetap saja berjalan maka tidak
lain bahwa hal inimerupakan aj
ang bagi para predator untuk mencari
20
Jurnal IGJ, free trade watch, mewujudkan keadilan ekonomi

mangsanya. Dan bisa dikatakan juga bahwa WTO adalah ajanguntuk para
Negara maju dalam meningkatkan ekonomi Negaranya diatas usaha Negara
berkembang yang juga inginmaju bersama.
Ekonomi Islam Untuk Melawan Ekonomi Liberal
Oleh Muhammad Aditya YudhaTeori ekonomi liberal yang menentukan arah
perekonomian dunia selama lebih dari 30 tahun terakhir perludi renovasi
bahkan di kaji ulang. Menurut saya KonsensusWashington yang merancang
teori ekonomi liberal dengan penekanan pada efisiensi pasar bebas telah
ketinggalanzaman
21
.
"Konsensus Washington sudah kadaluarsa,. Kita
dapat berkaca pada kasus krisis finansial dunia 2008-2009. "Dalam
merancang kerangka kerja makro ekonomi untuk
21
www.sabili.co.id/
ekonomi
.../bos-imfekonomi
liberal
-ketinggalan-zaman.diakses pada 23 juni 2011
dunia baru, pendulum akan bergerak, meski sedikit, dariekonomi pasar ke
Negara.Meski globalisasi telah mengangkatratusan juta penduduk miskin,
globalisasi memiliki sisi gelap,yakni jarak yang semakin lebar antara
masyarakat kaya danmiskin. Begitu pula globalisasi perdagangan

memunculkanketidaksetaraan. Disini dibutuhkan kohesi sosial dan


aturanyang ketat untuk menjalankan ekonomi dunia. Dalam jangka panjang,
pertumbuhan berkelanjutan ditentukan oleh distribusi pendapatan yang lebih
setara. Karenanya, pemerintah dunia baru harus lebih memperhatikan kohesi
sosial di negaranyamasing-masing. Kita perlu mengenakan pajak pada
kegiatanfinansial untuk memaksa sektor ini membayar ongkos sosialatas
perilaku
risk-taking
mereka," . Kita harus menekankan bahwa ketidaksetaraan telah memicu
krisis finansial.Ketidaksetaraan di Amerika Serikat membawa negara itu
keera sebelum Great Depression 1930-an yang ditandai oleh peningkatan
pendapatan masyarakat kaya dan pertumbuhansektor finansial.Pada
dasarnya pembangunan ekonomi sebuah negara bertujuan untuk mencapai
kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan
distribusi pendapatanyang merata. Akan tetapi, dengan strategi
pembangunan yang