Anda di halaman 1dari 5

1

Kultur Jaringan Organ Jantung dan Hati Mencit (Mus
musculus)
Prinka Apriati Penesa 10613037

School of Life Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung (ITB)
Jalan Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia
e-mail: inkakana@gmail.com

Abstract Kultur jaringan merupakan metode untuk mempelajari perilaku sel hewan yang

dilakukan secara in vitro dengan lingkungan yang kondisi normalnya disimulasikan dalam suatu
media tumbuh yang terdiri dari bahan kimia, faktor pertumbuhan dan komponen serum. Kultur
jaringan hati dan jantung merupakan teknik yang memanfaatkan sifat unipotensi sel. Keberhasilan
dari kultur sel ini bergantung pada medium dan pengerjaan yang aseptik. Medium yang digunakan
adalah medium yang berisi dengan DMEM dan antibiotik dan diinkubasi pada suhu 37 oC. Medium
kultur diganti selama 4 hari sekali atau saat warna medium telah berubah. Kultur jaringan dapat
dinyatakan berhasil ketika sel berhasil membelah yang ditandai dengan adanya koloni sel yang
menumpuk. Selain itu juga dapat diindikasikan tidak adanya mikroba-mikroba lain yang masuk
seperti kontaminasi jamur maupun bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan sel. Kultur
jaringan diaplikasikan pada beberapa bidang antara lain, bidang biologi seluler, farmakologi,
virologi, biokimia, dan produksi berbagai bahan biologis.

Keywords Kultur jaringan, in vitro, jantung Mus musculus, hati Mus musculus
Pendahuluan
Kultur jaringan (tissue culture) pertama kali digunakan pada awal abad 20 sebagai suatu
metode untuk mempelajari perilaku sel hewan yang bebas dari pengaruh variasi sistemik
yang dapat timbul saat hewan dalam keadaan homeostasis ataupun dalam pengaruh
percobaan atau perlakuan (Freshney, 2005). Bidang bioteknologi semakin berkembang
menyebabkan kegiatan kultur sel menjadi ikut meluas. Di dalam teknik kultur jaringan,
kondisi lingkungan normal disimulasikan pada media tumbuh yang terdiri dari bahan kimia,
faktor pertumbuhan dan komponen serum. Jaringan yang akan dikultur dapat diabil secara
enzimatis maupun mekanis (Priosoeryanto, 2003). Teknik kultur jaringan dilakukan untuk
mengamati perilaku sel secara in vitro. Prinsip dasar teknik kultur jaringan adalah
mempertahankan kehidupan sel di media selain di dalam tubuh organisme dan lingkungan
dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan lingkungan asalnya. Tingkat keberhasilan dari
teknik ini dapat dilihat dari beberapa parameter diantaranya adalah persentase konfluen,
viabilitas sel, abnormalitas sel, dan lain-lain. Secara umum terdapat tiga macam teknik dalan
melakukan kultur jaringan, yaitu: kultur organ (organ culture), kultur jaringan (explant
culture), dan kultur sel (cell culture). Padahal sebenarnya, batasan mengenai kultur organ
adalah kultur dari organ utuh atau sebagian organ secara histologis seperti halnya in vivo,
sedangkan kultur jaringan atau kultur sel merupakan kultur dispersi sel (sel yang telah
dipisahkan) yang berasal atau yang didapat dari jaringan original setelah terlebih dahulu
mengalami pemisahan (disagregasi) secara mekanis, atau kimiawi (enzimatis). Teknik kultur
jaringan ini memiliki beberapa manfaat diantaranya dapat digunakan sebagai bahan dasar
untuk mempelajari toksisitas bahan kimia tertentu, mekanisme dan fungsi sel, rekayasa
genetika, produksi hormon, produksi vaksin, dipergunakan untuk menunjang penelitian
penyakit-penyakit terutama virus dengan mengkultivasi virus, dan lain-lain (Jusuf, 2008).

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati :::

fungsi reagen Pada praktikum kali ini digunakan jaringan dari organ jantung untuk kelompok 7 dan 8 sedangkan kelompok 5 dan 6 menggunakan jaringan dari organ hati. Bagi medium yang bercampur dengan kultur ke dalam dua botol kultur yang telah diisi medium lengkap dan serum. bedasarkan hasil pengamatan tidak ditemukannya serat-serat hifa maupun perubahan warna yang berarti. Pembuatan subkultur dilakukan dengan membuang medium kultur dan dicuci dengan PBS. Lalu. Bahan dan Metode Pembuatan Kultur Primer Percobaan dilakukan dengan melakukan pemotongan organ dari hewan yang dibedah dan dibersihkan dengan larutan PBS steril 10 kali. Kemudian eksplan dibuat dengan cara memotong organ yang akan dikultus sebesar (± 1 mm2) menggunakan scalpel di dalam medium serum free (DMEM+ Antibiotik) kemudian dipindajkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium basal mengandung antibiotic dan serum (FBS) 10% kemudian kultur diinkubasi dalam suhu 37o dan dilakukan pengamatan 24 jam setelah penanaman dengan menggunakan inverted microscope. Setelah melakukan pengamatan. ditambahkan 3 mL complete medium + serum dan dihomogenisasi dengan pipet. larutan diratakan ke seluruh permukaan kultur kemudian diinkubasi selama ± 5 menit atau sampai sel terlepas dari substrat. Medium kultur diganti 4 hari sekali atau jika pH medium telah berubah. Hasil dan Pembahasan Hasil Pengamatan.2 Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati pertumbuhan kultur jaringan pada hewan mencit (Mus musculus) selama 6 hari. didapatkan hasil seperti pada Gambar 1 dan Gambar 2 bahwa telah terjadi pembentukan selsel baru dari pembelahan jaringan jantung dan hati seperti apa yang dijelaskan Freshney (2005) bahwa sel-sel baru ditandai dengan adanya daerah yang berwarna lebih terang agak putih di sekitar potongan-potongan jaringan jantung maupun hati. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ::: . teknik. Kemudian dilakukan tripsinasi dengan menambahkan 1 mL tripsin dalam PBS 2%. Hal ini mendukung keberhasilan kultur jaringan karena kontaminasi dapat mengakibatkan aktivitas pertumbuhan sel menjadi terhambat bahkan hingga kematian sel. Pengamatan kultur jaringan diamati empat hari sekali yaitu pada tanggal 10. Kemudian. Pembuatan Subkultur Jika kultur dalam cawan petri telah konfluen maka perlu dilakukan subkultur agar sel dapat tumbuh Optimal serta memperoleh nutrisi dan ruang tumbuh yang mencukupi. 14 dan 16 September 2015. karakter umum sel hewan.

3 Gambar 1. Hasil kultur jaringan jantung selama 3 hari pada perbesaran 100 kali Gambar 2. Hasil kultur jaringan hati selama 3 hari pada perbesaran 100 kali Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ::: .

dan lain-lain) untuk menginisiasi dan menumbuhkan kultur sel secara cepat. sel yang tidak menempel pada substrat secara normal tetapi merupakan suatu suspensi dengan bentuk yang bulat 3. Pada medium terdapat pula antibiotik seperti penicillin atau streptomycin agar pada media terhindar dari pertumbuhan mikroba. Jenis-jenis Teknik Kultur Organ embrionik maupun potongan jaringan dewasa dapat dikultur dengan teknik kultur organ. sel yang menempel pada substrat dan berbentuk panjang dan bipolar. terkadang berbentuk melingkar pada kultur yang padat Sedangkan menurut (Ryan. Serum pun berguna sebagai medium penumbuh yaitu. sel yang menempel pada substrat.4 Terdapat empat jenis teknik kultur (Caputo. asam linolenat. biokimia. Sedangkan kultur eksplan yang bersumber dari potongan jaringan tidak terlalu diperlukan keterampilan yang tinggi. Epithelial-like. Karakter umum sel hewan yang biasa dikultur Menurut Caputo (1996) bedasarkan morfologinya terdapat tiga jenis karakter umum sel hewan yang dapat dikultur yaitu: 1. medium yang diperkaya dengan nutrien-nutrien seperti adhesion factor (fibronektin). 2008) berdasarkan sistem pertumbuhannya karakter sel terbagi menjadi dua yaitu anchorage-independent dan anchorage-dependent. metabolit energi. Serum yang tediri atas larutan FBS (Fetal Bovine Serum) dan DMEM (Dulbecco Modified Eagle’s Medium) merupakan medium dasar yang tersusun atas asam amino esensial dan vitamin. lipid. Lymphoblast-like. Fibroblast-like. deglukosa sodium piruvat. nutrient essentials. growth factor. hidrokortison. Sel yang pertumbuhannya tidak menempel pada substrat dalam kondisi normal. seperti halnya sel darah memiliki karakter anchorage-independent. molekuler imunologi digunakan teknik kultur sel yang bersumber dari jaringan yan teragregasi. serta hormon (insulin. Pada praktikum kali ini digunakan berbagai reagen yang dapat mendukung keberhasilan kultur jaringan. maupun kultur primer. terlihat sangat tipis dan berbentuk segi lima 2. Kultur organ digunakan untuk melakukan histologi tetapi dibutuhkan keterampilan tinggi dalam membuatnya. Terdapat pula tripsin sebagai enzim protease yang Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ::: . estrogen. Kultur eksplan digunakan untuk mengamati sitologi dan marker. dan gas terlarut CO2 10%. pewarna (fenol merah). sebagai medium pemelihara yang digunakan untuk memelihara kehidupan sel dalam metabolisme rendah dan jangka waktu agak lama. Sedangkan karakter anchorage-dependent yaitu sel yang pertumbuhannya harus menempel pada substrat seperti sel-sel otot. mineral. garam inorganik. kultur eksplan dan kultur organotypic seperti yang ditunjukan gambar dibawah ini Gambar 3. cell line. Sednagkan untuk pengujian kadar logam. 1996) kultur organ.

2003. Diperoleh selsel baru yang terbentuk dari pembelahan potongan jaringan jantung dan hati mencit (Mus musculus) yang dikultur. J.. L. Animal Cell Culture Methods. A Jhon.J. 1998.G. 2005. pemanasan atau difilter agar bersih dari kontaminasi. kemudian hentikan tripsinasi dengan larutan PBS agar sel atau jaringan tersebut dapat kembali menempel dengan medium untuk tumbuh. Sebelum melakukan kultur. 1996. penanaman eksplan hingga pengamatan seperti pada metode kerja.5 memutus ikatan peptida agar sel terlepas dari substrat. Culture of Immortalized Cells. Volume 57. R. Kesimpulan Kultur jaringan jantung dan hati berhasil dilakukan tanpa adanya kontaminasi. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ::: . Ryan. A. eds.I. Mather and D. Wiley-Liss. A John Wiley & Sons. New York. pp. Priosoeyanto BP... bagian dari hewan yang ingin dikultur harus disterilisasi terlebih dahulu dengan cara autoklaf. Aspek Dasar Sel Punca Embrionik (Embryonic Stem Cells) dan Potensi Pengembangannya. Teknik Kultur jaringan hewan yang digunakan merupakan teknik kultur jaringan eksplan yaitu mengkultur jaringan jantung dan hati hewan mencit (Mus musculus). Jakarta: makalah tidak diterbitkan. 2008. Lalu. Publication. A. Barnes.. Referensi 1 2 3 4 5 Caputo. In Freshney. New York. Academic Press. dan garam-garam lainnya yang berfungsi sebagai pelarut enzim tripsin. FKIT IPB. Jusuf. M. New York: Corning Incorporated. Introduction to Animal Cell Culture: Technical Bulletin. NaCl. Apabila medium sebelumnya telah konfluen (penuh) pindahkan kultur ke medium baru dengan cara tripsinasi (proses pemberian enzim tripsin) agar sel atau jaringan terlepas dari substrat. Kemudian setelah itu dilakukan pembuatan eksplan. Edisi ke-3. Safety Procedures. 2008. Freshney RI. Freshney. 25-51. Penggunaan Teknik Biakan Sel dalam Berbagai Pengujian di Bidang Biomedis. Culture of animal cells: A manual of basic technique. San Diego. Inc. larutan PBS yang terdiri dari KCl.