Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

SISTEM TRANSPORTASI

Disusun oleh:

NAMA
NO.STAMBUK
KELAS

: ARISTO AMIR
: 03120140214
: A6 / S6

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
1

Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga

Penulis

dapat

menyelesaikan

penyusunan Makalah yang

berjudul Sistem Transportasi. Makalah ini merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah Sistem Transportasi Prodi Teknik Sipil di Universitas
Muslim Indonesia.
Dalam Penulisan makalah ini Penulis merasa masih banyak kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang
miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat di harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan
petunjuk, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas ini.

Makassar,

Januari 2016

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................

KATA PENGANTAR ......................................................................................

ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

A. Latar Belakang ............................................................................


B. Rumusan Maslah ........................................................................
C. Tujuan Penulisan.........................................................................

2
4
4

BAB II PEMBAHASAN ...............................................................................

A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.

Pengertian Sistem Transportasi...................................................


Hal yang mempengaruhi sistem transportasi ..............................
Problem Transportasi ..................................................................
Ruang Gerak/ Batas transportasi ................................................
Keterkaitan Transportasi dengan ilmu lainnya............................
Peranan Transportasi ..................................................................
Teknologi Transportasi ...............................................................
Karaktristi Transportasi ..............................................................
Prinsip-prinsip penyelenggaran transportasi ..............................
Penyelnggaraan layanan publik bidang ......................................

5
7
8
9
10
11
14
16
16
18

BAB III PENUTUP ........................................................................................

20

A. Kesimpulan .................................................................................
B. Saran ...........................................................................................

20
20

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................

21

BAB I
PENDAHULUAN

Transportasi yang menyangkut pergerakan orang dan barang pada


hakekatnya sudah dikenal secara alamiah semenjak manusia ada di bumi,
meskipun pergerakan atau perpindahan itu dilakukan dengan sederhana.
Sepanjang sejarah transportasi baik volume maupun teknologinya berkembang
dengan pesat. Sebagai akibat dari kebutuhan akan transportasi, maka timbulah
tuntutan untuk menyediakan sarana dan prasarana agar pergerakan tersebut dapat
berlangsung dengan aman, nyaman dan lancar serta ekonomis dari segi waktu dan
biaya. Pejalan kaki adalah perpindahan orang tanpa alat angkut (alat angkutnya
adalah kaki).
Dalam penyediaan prasarana transportasi yakni bangunan-bangunan yang
diperlukan tentunya disesuaikan dengan jenis sarana atau alat angkut yang
digunakan. Penyediaan tersebut dipengaruhi beberapa faktor : kondisi alam,
kehidupan manusia serta teknologi bahan dan bangunan.

1. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiki lebih dari 17.000
pulau dengan total wilayah 735.355 mil persegi. Indonesia dan menempati
peringkat keempat dari 10 negara berpopulasi terbesar di dunia (sekitar 220 juta
jiwa). Tanpa sarana transportasi yang memadai maka akan sulit untuk
menghubungkan seluruh daerah di kepulauan ini.
Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan (derived demand)
akibat aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dalam kerangka makroekonomi, transportasi merupakan tulang punggung perekonomian nasional,
regional, dan lokal, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Harus diingat bahwa
sistem transportasi memiliki sifat sistem jaringan di mana kinerja pelayanan
transportasi sangat dipengaruhi oleh integrasi dan keterpaduan jaringan.
Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang
peranan vitaldalam aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah
satu dengan daerah yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih
mudah dan cepat bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana
mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk
mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia. Melalui transportasi penduduk
antara wilayah satu dengan wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi
yang rata maupun hasil pembangunan yang ada.
Kebutuhan angkutan bahan-bahan pokok dan komoditas harus dapat
dipenuhi oleh sistem transportasi yang berupa jaringan jalan, kereta api, serta
pelayanan pelabuhan dan bandara yang efisien. angkutan udara, darat, dan laut

harus saling terintegrasi dalam satu sistem logistik dan manajemen yang mampu
menunjang pembangunan nasional.
Transportasi jika ditilik dari sisi sosial lebih merupakan proses afiliasi
budaya dimana ketika seseorang melakukan transportasi dan berpindah menuju
daerah lain maka orang tersebut akan menemui perbedaan budaya dalam bingkai
kemajemukan

Indonesia.

Disamping

itu

sudut

pandang

sosial

juga

mendeskripsikan bahwa transportasi dan pola-pola transportasi yang terbentuk


juga merupakan perwujudan dari sifat manusia. Contohnya, pola pergerakan
transportasi penduduk akan terjadi secara massal dan masif ketika mendekati hari
raya. Hal ini menunjukkan perwujudan sifat manusia yang memiliki tendesi untuk
kembali ke kampung halaman setelah lama tinggal di perantauan.
Pada umumnya perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan
sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan
Singapura. Hal ini disebabkan oleh perbedaan regulasi pemerintah masing-masing
negara dalam menangani kinerja sistem transportasi yang ada. Kebanyakan dari
Negara maju menganggap pembangunan transportasi merupakan bagian yang
integral dari pembangunan perekonomian. Pembangunan berbagai sarana dan
prasarana transportasi seperti halnya dermaga, pelabuhan, bandara, dan jalan rel
dapat menimbulkan efek ekonomi berganda (multiplier effect) yang cukup besar,
baik dalam hal penyediaan lapangan kerja, maupun dalam memutar konsumsi dan
investasi dalam perekonomian lokal dan regional.
Sektor transportasi dikenal sebagai salah satu mata rantai jaringan
distribusi barang dan penumpang telah berkembang sangat dinamis serta berperan
didalam menunjang pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya maupun

pertahanan keamanan. Pertumbuhan sektor ini akan mencerminkan pertumbuhan


ekonomi secara langsung sehingga transportasi mempunyai peranan yang penting
dan strategis. Keberhasilan sektor transportasi dapat dilihat dari kemampuannya
dalam menunjang serta mendorong peningkatan ekonomi nasional, regional dan
lokal, stabilitas politik termasuk mewujudkan nilai-nilai sosial dan budaya yang
diindikasikan melalui berbagai indikator transportasi antara lain: kapasitas,
kualitas pelayanan, aksesibilitas keterjangkauan, beban publik dan utilisasi.

2.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka

permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:


1.

Uraian umum mengenai pengertian dari transportasi.

2.

Keterkaitan Transportasi dengan ilmu pengetahuan

3.

Penjelasan tentang klasifikasi sistem transportasi

3.

TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, Adapun tujuan

dari pembuatan makalah ini adalah:


1. Untuk mengetaui secara umum tentang karakteristik dari dunia
transportasi.
2. Untuk menambah wawasan kita mengenai sistem transportasi.
3. Sebagai tugas pada mata kuliah Sistem Transportasi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Transportasi


Sistem adalah suatu bentuk keterkaitan antar variable / komponen
dalam tatanan yang terstruktur, sehingga berkelakuan sebagai suatu
keseluruhan dalam menghadapi rangsangan yang diterima dibagian
manapun. Jika satu komponen dalam sistem berubah, akan berpengaruh
terhadap komponen yang lain / keseluruhan.
Sistem transportasi adalah suatu bentuk keterkaitan dan keterikatan
antara penumpang, barang, sarana dan prasarana yang berinteraksi dalam
rangka perpindahan orang atau barang yang tercakup dalam tatanan baik
secara alami maupun buatan.
Maksud Sistem transportasi diselenggarakan dengan maksud untuk
mengkoordinasikan proses pergerakan penumpang dan barang dengan cara
mengatur komponen-komponennya yaitu prasarana sebagai media dan
sarana sebagai alat yang digunakan dalam proses transportasi.
Tujuan Sistem transportasi diselenggarakan dengan tujuan agar
proses transportasi penumpang dan barang dapat dicapai secara optimum
dalam ruang dan waktu tertentu dengan pertimbangan factor keamanan,
kenyamanan, kelancaran dan efisiensi atas waktu dan biaya.
Sistem transportasi ini merupakan bagian integrasi dan fungsi
aktifitas masyarakat dan perkembangan teknologi. Secara garis besar
transportasi ini dapat dibagi menjadi :

1.
2.
3.
4.
5.

Transportasi Udara
Transportasi Laut
Transportasi Darat
Jalan raya
Jalan rel
Perkembangan transportasi yang pesat merupakan sumbangan bagi

kualitas kehidupan manusia di masyarakat. Hal ini karena transportasi


telah ikut meratakan hasil-hasil pembangunan dan memberikan pelayanan
pergerakan orang dan barang hampir keseluruh penjuru negeri sehingga
memberi andil bagi pengembangan serta kemajuan daerah dan membuka
isolasi daerah terpencil.
Transportasi darat lebih dominan di daerah Sumatra dan Jawa,
sedang daerah timur atau lainnya menggunakan moda yang lain (laut dan
udara) hal ini karena Indonesia adalah negara kepulauan sehingga moda
laut dan udara menjadi hal yang penting bagi pengembangan dan
kemajuan wilayah karena ada daerah-daerah yang hanya dapat dicapai
dengan transportasi udara maupun laut saja. Pada daerah tambang dan
industri , sebagai alternatif digunakan angkutan pipa (minyak dll), belt
conveyer (untuk bijih besi dll) atau angkutan kabel. Transportasi sendiri
terjadi karena tidak selamanya aktifitas dapat dilakukan di tempat
tinggalnya.

B. Hal Yang Mempengaruhi Sistem Transportasi


1. Tata Guna Tanah (Land Use).

a. Lokasi perumahan
b. Daerah industri
c. Pusat bisnis (cbd)
2. Sistem Jaringan Jalan
a. Grid
b. Radial
c. Adanya jalan-jalan kolektor
3. Sistem Moda Angkutan
a. Angkutan umum (public transport)
b. Angkutan cepat / lambat
c. Taksi
4. Sistem Parkir
a. On street
b. Off street
5. Sistem Terminal
a. Halte
b. Teluk Bus
c. Lain-Lain
6. Sistem Tanda Lalulintas
a. Rambu-rambu
b. Marka dll
7. Sosial Budaya

C. Problem Transportasi
Problem transportasi timbul apabila sarana dan prasarana yang ada
tidak dapat melayani pergerakan arus penumpang dan barang dengan lancar,
aman, nyaman. Ada 2 (dua) problem utama dalam angkutan darat yaitu :
1. Problem yang kelihatan (manifestation problem)
2. Akar penyebab problem (root problem)
Pada transportasi darat problem yang kelihatan (manifestation
problem) adalah seperti berikut :

Kemacetan BOK jadi naik

Kecelakaan jumlahnya meningkat

Kebisingan naik

Polusi udara lebih dari 50%


Tidak ada yang berani menjamin bahwa dengan berkembangnya

suatu kota / daerah maka tidak akan terjadi kemacetan, dari hasil
pengamatan kemacetan selalu mengiringi berkembangnya suatu daerah. Hal
ini dapat dimaklumi karena suatu daerah yang berkembang, ekonomi
meningkat, aktivitas meningkat sehingga kegiatan di jalan juga meningkat.
Untuk itu sejak awal harus dipikirkan pengembangan sistem transportasinya
supaya problem yang timbul dapat diminimalkan. Kerugian yang timbul
akibat kemacetan di Jakarta thn 2007 bahkan mencapai lebih dari 40 T,
suatu angka yang fantastis. Belum lagi kerugian akibat kecelakaan, baik
fatal maupun tidak.

Selain itu, polusi udara yang terjadi sekarang ini ternyata sebagian
besar, yaitu

lebih dari separo (50%)

berasal dari knalpot kendaraan.

Belum lagi kalau dihitung kerugian materi karena bahan bakar terbuang
percuma gara-gara jalanan macet. Waktu yang terbuang, stres yang timbul
juga merupakan dampak dari problem transportasi, bahkan puncak dari
semua ini adalah terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari semrawutnya
lalulintas yang ada di jalan raya. Problem yang ada di atas sebetulnya terjadi
karena ada akar permasalahan (root problem) yang terjadi di masyarakat.
Akar permasalahan tersebut antara lain :

Naiknya pendapatan (income)

Naiknya jumlah kepemilikan kendaraan


Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka perlu diselesaikan dulu
akar permasalahannya baru kemudian masalah yang tampak di lapangan
diselesaikan. Perlu aturan-aturan terkait transportasi ini dan pengendalian
atau pengawasan yang ketat, karena kerugian yang ditimbulkan akibat macet
dsb sangat besar. Dengan demikian baru akan tercipta transportasi yang
andal dan berkelanjutan (suistainable transportation) sesuai tujuan dari
Sistranas.

D. Ruang Gerak / Batas Trasportasi

Transportasi

merupakan pendukung utama perkembangan suatu

daerah dan penunjang perkembangan ekonomi, oleh karena itu sering


disebut juga bahwa transportasi merupakan turunan pertama dari ekonomi.
Lebih dari 50% komponen harga jual suatu produk adalah biaya
transportasi, sehingga jika biaya transportasi ini dapat ditekan maka harga
jual produk akan turun. Dengan demikian batas gerak yang baik bagi
transportasi adalah Satuan Wilayah Ekonomi (SWE), misal wilayah urban,
bukan Satuan Wilayah Administrasi (SWA). Hal ini untuk menghindari
biaya transportasi yang tinggi karena harus berganti moda setiap memasuki
wilayah lain (batas SWA).
Oleh karena itu sistem transpotasi yang efisien dan menejemen yang
baik membuat pengiriman barang sampai di lokasi tepat waktu sesuai
pesanan, sehingga mengurangi kebutuhan gudang yang disiapkan jika
barang harus menginap karena waktu pengiriman yang tidak pas dengan
pesanan, dengan demikian biaya transportasi dapat ditekan dan harga barang
menjadi lebih murah. Dulu gudang merupakan asset perusahaan, sekarang
merupakan pemborosan. Sistem ini dikenal dengan istilah

Just in Time

(JIT) , yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

10

Dari penjelasan di atas jelas bahwa transportasi memegang peran


penting bagi perkembangan suatu Negara. Menurut Schummer (1974) ada
tiga hal yang membuat Negara jadi besar dan makmur yaitu :

Tanah yang subur


Kerja keras dan
Kelancaran transportasi

E. Keterkaitan Transportasi Dengan Ilmu Lainnya


Masalah transportasi akan selalu terkait dengan masalah yang ada di
masyarakat karena transportasi berkembang sejalan dengan perkembangan
masyarakat, baik itu masalah sosial, ekonomi, budaya maupun politik.
Oleh karena itu transportasi sangat terkait dengan disiplin ilmu
lainnya, keterkaitan itu dapat digambarkan sebagai berikut :

T ek n ik
Ekonom i
P la n o lo g i

G e o g r a fi
W ila y a h
T t. r u a n g

T ran sp o r ta si

L in g k u n gan

11

H ukum
S o sial
B u d aya

Transportasi dalam kehidupan masyarakat modern merupakan


kesatuan

mata

rantai

kehidupan

yang

berpengaruh

besar

dalam

perkembangan dan pembangunan masyarakat bagi segi ekonomi, sosial


budaya maupun sosial politik. Oleh karena dalam menata transportasi perlu
memperhatikan budaya, ekonomi dan lingkungan, contohnya banyak
jembatan penyeberangan yang tidak berfungsi karena masyarakat masih
senang menyeberang di bawah, kadang sambil berlari. Ada pula angkutan
penumpang yang bercampur dengan hewan piaraan dan lain-lain.Sosialisasi
tentang peraturan-peraturan kepada masyarakat dan para pemangku
kepentingan serta penegakan hukum perlu dilakukan secara terus menerus
agar tercipta transportasi yang handal, yang dapat menunjang perkembangan
ekonomi Negara.

F. Peranan Transportasi
Transportasi memiliki banyak peran di masyarakat, baik ekonomi,
social, politik maupun dalam menjaga pertahanan keamanan serta
mempertahankan negara kesatuan. Secara rinci peranan transportasi tersebut
seperti di bawah ini.
1. Peranan Ekonomi

12

Dalam pertumbuhan ekonomi, kebutuhan akan transportasi pasti


meningkat pula, secara umum dapat dilihat dari 3 faktor.
a.

Produksi meningkat bahan baku yang diangkut dari lokasi bahan /


pertanian meningkat, demikian juga hasil produksi yang diangkut ke
konsumen meningkat pula.

b.

Peningkatan volume produksi berarti perluasan wilayah eksploitasi


sumber bahan baku dan wilayah pemasaran

c.

Peningkatan kegiatan ekonomi meningkatkan mobilitas


Pada prinsipnya jika sistem transportasi dapat diselenggarakan

secara optimum, maka nilai tambah ekonomis dapat diperbesar. Selain itu
penyediaan sarana transportasi tidak sama dengan barang yang lain, dimana
sarana ini dapat disimpan untuk dilayankan pada waktu dan tempat lain.
Jika kelebihan mubazir dan hilang begitu saja
2. Peranan Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial butuh interaksi dengan sesama
dalam memenuhi kebutuhan sosialnya, misal berkunjung ke sanak
saudara/teman, menengok orang sakit, menghindari undangan pesta dan
lain-lain. Dalam hal ini transportasi menyediakan berbagai kemudahan yaitu
:

Memperpendek jarak antara rumah dan pusat kegiatan lainnya

Menyediakan berbagai sarana dan prasarana

Perluasan wilayah kota ke daerah pinggiran

Pelayanan untuk perorangan atau kelompok

13

Perjalanan rekreatif

Perluasan jangkauan perjalanan social

3. Peranan Politik
Indonesia sebagai negara kepulauan, secara politis rentan terhadap
masalah kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karena itu dibutuhkan peranan
politik untuk mengembangkan sistem transportasi yang handal dalam
rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Beberapa peranan
transportasi secara politik antara lain :

Meningkatkan

kualitas

persatuan

dan

kesatuan

dengan

meniadakan daerah isolasi

Meratakan hasil-hasil pembangunan

Memudahkan mobilitas dalam pertahanan dan keamanan

Untuk memudahkan mobilitas jika terjadi bencana alam

4.

Peranan lingkungan
Penyelenggarakan transportasi saat ini masih terfokuskan pada

bidang teknologi, ekonomi, dan pelayanan atas jasa transportasi. Seperti


halnya jasa pelayanan lainnya, penyediaan transportasi membawa sejumlah
dampak sampingan yang tidak dikehendaki seperti, kecelakaan, polusi
udara, kebisingan, getaran, debu yang melampaui batas. Pertumbuhan
ekonomi yang menuntut pertambahan transportasi ternyata membawa
dampak yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diharapkan sistem
transportasi selain dapat melayani pengguna sistem secara optimal, juga
14

tidak merusak lingkungan. Sangat diharapkan sistem transportasi dapat


memperbaiki kualitas lingkungan hidup mesyarakat. Selain peranan tersebut
di atas transportasi juga berperan dalam bidang hukum,perkembangan
wilayah dan peranan geografi serta dalam pertahanan keamanan.

G. Teknologi Transportasi
Prinsip dasar dari pengembangan teknologi transportasi adalah usaha
peningkatan kinerja pergerakan penumpang dan barang dengan berpatokan
pada indicator jenis dan karakteristik teknologi transportasi dalam hal ini
tingkat pelayanan dan operasi sistem dan kompleksnya permasalahan. Hal
ini tercermin dari keterbatasan kapasitas, jarak tempuh dan kecepatan
pergerakan serta kenyamanannya. Kemudian disusun konsep perbaikan dan
pengembangan teknologi transportasi.
Dalam perkembangannya selain untuk mengatasi masalah si atas,
teknologi transportasi dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja nya
sehingga dapat menekan biaya transportasi. Kinerja transportasi ini
tercermin dalam biaya per ton-km atau orang/km dari masing-masing alat
angkut.
Sampai saat ini belum dihasilkan suatu bentuk teknologi transportasi
yang benar-benar mampu memenuhi setiap aspek tuntutan kapasitas
dukung, jarak tempuh, kecepatan pergerakan, kenyamanan dan keringanan
biaya secara sempurna.

15

Sebagai gambaran perkembangan teknologi transportasi secara


singkat seperti berikut :

a. Transportasi Darat
Awalnya manusia memindahkan barang dengan tangan dan
punggungnya, tapi kemampuannya sangat terbatas. Kemudian mulai
menggunakan hewan (kuda, keledai, unta dll) sehingga produktivitas,
jarak tempuh, kecepatan perpindahan meningkat,
Sejalan dengan kemajuan teknologi, mulai dikembangkan kereta
kuda / pedati, selanjutnya perkembangan teknologi otomotif, metal dan
elektronika membuat orang dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk
membuat bermacam-macam kendaraan bermotor dan lokomotif yang
cukup berhasil memenuhi kebutuhan pergerakan penumpang dan barang.
b. Transportasi Laut
Sebelum

dapat

memanfaatkan

tenaga

angin,

manusia

menggunakan rakit dan sampan sebagai sarana penangkut penumpang dan


barang melalui laut. Dengan dukungan perkembangan teknologi dapat
dibuat perahu motor, kapal laut berbagai jenis ukuran dan fungsi sehingga
keterbatasan kapasitas, jarak tempuh, kecepatan dan lain-lain dapat diatasi.
c. Transportasi udara
Seperti moda yang lain, transportasi udara juga berkembang.
Pemanfaatan burung merpati untuk sarana transportasi informasi memiliki
16

keterbatasan daya angkut. Perkembangan teknologi yang ada sudah dapat


menciptakan pesawat terbang, helicopter, hidrofoil dan jenis-jenis
angkutan udara lainnya bukti kerja keras manusia dalam rangka melawan
keterbatasan angkutan udara, sehingga sekarang transportasi udara mampu
mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah yang lebih banyak
dengan aman, cepat, nyaman ke tempat-tempat yang jauh.
Pengembangan teknologi masa mendatang diarahkan kepada
kemampuan mengatasi keterbatasan kapasitas angkut, jarak tempuh,
kecepatan pergerakan, kenyamanan, keselamatan, biaya ringan dan tidak
merusak lingkungan. Dengan kata lain perbaikan sistem transportasi
diharapkan mampu mengurangi total biaya transportasi serta mampu
mengurangi kerusakan lingkungan.
H. Karakteristik Transportasi
Transportasi merupakan jasa (industri jasa) yang mempunyai
karakteristik khusus, antara lain :
a. Intangible : dapat dirasakan, tapi tidak dapat dipegang seperti material
b. Perishable : sekali digunakan maka selesai, konsumen / penumpang
hanya dapat membawa pulang kesan
c. Immediate

kebutuhan

akan

jasa

transportasi

tidak

dapat

ditangguhkan
d. Complex : transportasi melibatkan banyak orang, sarana dan prasarana
(lihat penjelasan di muka)

17

e. Amorphous : penilaian mutu pelayanan transportasi bervariasi


tergantung pendapat perseorangan.

I. Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Transportasi Di Indonesia


Dalam membentuk masa depan Transportasi di Indonesia ada tiga hal
penting yang harus diperhatikan dan ditingkatkan, yaitu :
1. Safety and security
2. Efficiency
3. Equity
Disingkat SEE, yang diartikan sebagai cara memandang persoalan
transportasi dan memastikan bahwa transportasi di Indonesia memiliki
landasan yang kokoh untuk melangkah dalam dinamika perkembangan
masyarakat.
1. Safety and Security
Kesalamatan dan keamanan merupakan hal yang utama dalam
prinsip-prinsip dasar layanan transportasi karena sebuah nyawa terlalu
berharga untuk hilang secara sia-sia. Pada uraian sebelumnya diuraikan
besar kerugian akibat kecelakaan di jalan raya di negara berkembang adalah
2,5% - 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp.200-250
trilyun/thn untuk Indonesia. Untuk mendorong masyarakat dan semua
pelaku transportasi, perlu diadakan pemeringkatan keselamatan (safety
rating) yang diumumkan secara berkala, sehingga orang lebih menghargai

18

aspek keselamatan dalam melakukan perjalanan dan upaya peningkatan


mutu transportasi secara berkelanjutan.
2. Efficiency
Efisiensi merupakan indicator keberhasilan dari sebuah tatanan
transportasi, hal ini karena adanya keterbatasan sumberdaya yang dimiliki.
System yang dibangun harus dapat menunjukkan upaya perbaikan efisiensi
yang signifikan bagi seluruh perjalanan penumpang dan barang. Efisiensi
juga merupakan indicator daya saing transportasi nasional terhadap system
distribusi internasional. Selain itu, terkait dengan keterbatasan sumberdaya
alam, khususnya minyak bumi sebagai bahan bakar, penggunaan
transportasi missal merupakan pilihan yang cerdas, yang harus didorong dan
diupayakan

terus

sehingga

angkutan

missal

menjadi

prioritas

penyelenggaraan transportasi di Indonesia.


3. Equity
Aspek ketiga adalah Equity atau keadilan yang merupakan ukuran
yang men unjukkan kesenjangan atau disparitas yang terjadi di masyarakat.
Hal ini dapat terjadi karena perbedaan pengetahuan, akses terhadap sumber
daya yang berbeda dll. Transportasi harus dapat memberikan jaminan akses
kepada masyarakat baik kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, muda
atau tua, cacat atau tidak,tinggal di kota maupun di desa. Penyelenggaraan
layanan

transportasi

harus

dapat

kesejahteraan masyarakat.

19

berperan

dalam

meningkatkan

J. Penyelenggaraan layanan public bidang Transportasi di Indonesia


Fokus penyelenggaraan pelayanan public bidang Transportasi akan
menekankan seberapa optimal hasil yang diperoleh dari pembangunan
transportasi terhadap kesejahteraan masyarakat (pengembangan ekonomi,
peningkatan kualitas kehidupan dan peningkatan kualitas lingkungan). Hal ini
merupakan factor yang krusial karena adanya keterbatasan sumber daya .
Mustahil semua kebutuhan masyarakat akan dipenuhi dalam waktu yang
bersamaan dengan kualitas yang sama. Oleh sebab itu diperlukan suatu
keputusan yang tepat dalam menentukan mana yang harus didahulukan dan
mana yang harus disesuaikan dalam penyelenggaraan layanan public bidang
transportasi. Pengambilan keputusan mempertimbangkan 2 (dua) hal :
1. Skala prioritas (kepentingan dan kegentingan)
2. Skala manfaat (outcome dan impact)

20

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1.

Sistem adalah suatu bentuk keterkaitan antar variable / komponen dalam tatanan
yang terstruktur, sehingga berkelakuan sebagai suatu keseluruhan dalam

2.

menghadapi rangsangan yang diterima dibagian manapun.


Sistem transportasi adalah suatu bentuk keterkaitan dan keterikatan antara
penumpang, barang, sarana dan prasarana yang berinteraksi dalam rangka
perpindahan orang atau barang yang tercakup dalam tatanan baik secara alami

3.

maupun buatan.
Sistem transportasi diselenggarakan dengan tujuan agar proses transportasi
penumpang dan barang dapat dicapai secara optimum dalam ruang dan waktu
tertentu dengan pertimbangan factor keamanan, kenyamanan, kelancaran dan

efisiensi atas waktu dan biaya.


B. Saran

1. Untuk memajukan transportasi berbagai moda di Indonesia, pemerintah


harus menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur seperti
jalan, pelabuhan, dan bandar udara. Selain itu yang tak kalah penting
adalah terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pemeliharaan
infrastruktur-infrastruktur tersebut.
2. Selain membangun berbagai infrastruktur trasnportasi, pemerintah kiranya
perlu untuk selalu menyediakan transportasi yang murah dan terjangkau
bagi masyarakat di daerah terpencil.

DAFTAR PUSTAKA

Arief, Abbas. 1993. Sistem Transportasi, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada.

21

Kamaludin, Rustian. 1986. Transportasi, Jakarta; Ghalia Indone


Universitas Muhamdiyah Malang, 2013, Makalah sistem transportasi, Malang
Universitas Muhamdiyah Metro, 2014, Makalah sistem transportasi,

22