Anda di halaman 1dari 11

Budaya Pop dan Katekese

Menggagas Kreatifitas dan Ruang Alternatif Proses Katekese
Prolog
Proses katekese pada intinya merupakan usaha pendampingan dan pendalaman untuk
kepentingan meningkatkan mutu hidup beriman.1 Upaya tersebut diusahakan dengan aneka
metode, situasi, dan suasana, agar orang merasa ditumbuhkembangkankan pengolahan iman baik
pengetahuan maupun sikap hidupnya. Tumbuh dan berkembangnya iman seseorang tidak dapat
dipengaruhi secara langsung. Dengan demikian, prinsip katekese lebih sebagai usaha untuk
menciptakan situasi dan suasana hidup beriman sedemikian rupa, sehingga membantu dan
mendukung tumbuh-berkembangnya iman seseorang. Proses tumbuh-berkembangnya hidup
beriman ini tentu saja, diandaikan perkembangan kerpibadiannya secara utuh, baik secara kognitif,
afektif maupun perilaku dan kehendaknya dalam menghayati apa yang diimaninya.
Situasi dunia dewasa ini dan cara pandang yang kompleks, membawa implikasi yang
serius bagi proses katekese. Katekese ditantang pada kemajuan cara berpikir, cara bertindak, cara
menginternalisasi makna atas berbagai perubahan menyangkut orientasi atau cara pandang (world
view). Untuk itu diperlukan pembaruan katekese. Katekese perlu merujuk dan memperhatikan
konsekwensi logis atau implikasi atas berbagai perubahan perilaku, sikap, dan tata budaya yang
terjadi. Jika kita lihat, ruang hidup keagamaan dewasa ini tidak lagi bersifat single face (berwajah
tunggal), melainkan sudah bersifat multifaces (berwajah banyak).
Begitu juga kemajuan budaya, membawa ruang hidup keagamaan kepada relevansi
keilmuan (sciences) dan religiositas yang majemuk dan beragam. Relevansi keilmuan ini pun cukup
membingungkan, dimana ruang agama memasuki tarik menarik antara kategori pure sciences (ilmu
dasar) atau applied science (ilmu terapan).2 Perkembangan itu tentu saja membawa perubahan cara
berpikir. Sifat kehidupan beragama yang multiface, membawa angin segar sehingga agama tidak
sarat hanya dengan permasalahan dogma, ajaran dan teologi semata, melainkan juga kepada
relevansinya ruang realitas kehidupan. Sering kali, ruang agama yang sedemikian itu, membawa
sebuah konsekwensi applied science, dimana agama sarat dengan kepentingan, termasuk dalam
ruang ilmu sosial buada dan politik. Agama bukan lagi sebuah pure science yang bergerak pada
wilayah sakral dan transendenitas, melainkan sudah bercampur dengan wajahnya yang profan.
Begitu juga, kekayaan religiositas semakin berkembang sangat beragam, dari yang populerdevosional sampai kepada posmo dan new age.
Maka katekese membutuhkan avant gardist atau garda depan pemikiran yang harus berani
membuka ruang-ruang alternatif. Ruang alternatif dan kreatifitas perlu dicari pada wilayah yang
melampaui sekat-sekatnya. Cara berpikir harus sampai kepada out of boxs, keluar dari jalur dan
terus-menerus berusaha menemukan pembaruannya.

A. Budaya Pop, Peluang dan Tantangan
Istilah budaya pop pada dasarnya merupakan istilah atau konsep yang masih
diperdebatkan. Begitu rumitnya istilah ini, sehingga ada banyak persepsi, paling tidak ada lima
persepsi.3 Persepsi pertama, budaya pop merupakan budaya yang dianggap sebagai “budaya
1

Bdk. F.X. Adisusanto, SJ., Pemetaan Masalah dan Peluang dalam Pengembangan Pembinaan Iman Umat Berdasarkan Semangat Ajakan Apostolik
Evangelii Nuntiandi, bahan ceramah, lih. Notulen Pekan Studi DKP-KAS, 20-22 Juni 2005, hlm 27.
2
Lih. M. Amin Abdullah, (1997). Relevansi Ilmu-Ilmu Agama, makalah dimuat dalam Gereja Indonesia Pasca Konsili Vatikan II. Yogyakarta :
Kanisius, hlm. 388-390.
3
Lih. http://budaya-pop.blogspot.com/ , digilib.petra.ac.id/.../jiunkpe-ns-jou-2008-07-005-11289-populer_tv-resource1.pdf dan
scientiarum.com/.../budaya-populer-sebagai-komunikasi/

1

Apapun persepsi beragam mengenai budaya pop. produk. Apakah ia hanya seorang asing yang duduk disamping kita. budaya yang muncul dari kelompok dominan dalam suatu masyarakat. pernahkah kita semua membayangkan. hingga karya dan praktik-praktik intelektual. Dengan kata lain. budaya pop dianggap sebagai budaya yang berasal dari ”rakyat”. gambaran dan fenomena yang dianggap disukai. yang mempunyai makna. perspektif. sikap. budaya pop dipersepsikan tidak memenuhi persyaratan sebagai “budaya luhur”. yang dianggap sebagai “budaya luhur”. Artinya bahwa budaya pop. terutama untuk pendampingan dan pendidikan iman pada umumnya. dirasakan dan dekat dengan keseharian kehidupan” melalui berbagai musik.4 Budaya pop membentuk arus dan pusaran tersendiri. Persepsi kedua. membuat kita sedikit berpikir. banyak disukai orang. terutama aktivitas artistik dan musik. Dalam syair lagu tersebut dikatakan. 4 http://en. budaya pop dianggap sebagai ”budaya massa”. tetapi budaya pop mempunyai caranya sendiri untuk bertahan. Persepsi ketiga. budaya pop dipersepsikan sebagai budaya ”substandar”. budaya pop menjadi tempat terjadinya pergulatan antara perlawanan kelompok subordinat dan inkorporasi kelompok dominan dalam masyarakat. Kita dapat mengawali dari aspek atau segi yang paling mendominasi dari budaya pop. Sehingga. budaya pop sering dihubungkan dengan budaya otentik ”rakyat”. Maka. Istilah ini dipersepsikan atas kata “pop”. seperti apa sebenarnya Tuhan itu? Apakah Tuhan merupakan salah satu dari kita.org/wiki/Popular_culture 2 . yang kadang dipandang sepele dan "tidak intelek". apa makna lagu tersebut. ”What if God was one of us” (jika Tuhan salah satu dari kita) dan Generasi Xer What if God was one of us Just a slob like one of us Just a stranger on the bus Trying to make his way home Mendengar atau membaca sebagian atau cuplikan lirik-syair lagu "One of Us" yang dinyanyikan oleh penyanyi Joan Osborne. 1. dalam persepsi ini. Ia diproduksi oleh dan untuk konsumsi orang kebanyakan. dan memang dibuat oleh orang untuk menyenangkan dirinya sendiri. dari fashion (cara berpakaian). mewakili sebuah perspektif interdependent-mutual yang kompleks atas nilai-nilai yang mempengaruhi masyarakat. bagaimana budaya pop ini mempengaruhi ruang hidup beragama kita. budaya pop dianggap sebagai budaya”hegemoni”. syair. Hal ini dikarenakan bahwa yang melatar belakangi budaya pop adalah konsep romantisme budaya kelas buruh yang kemudian ditafsirkan sebagai sumber utama protes simbolik dalam kapitalisme kontemporer sekarang ini.rendahan” dibandingkan budaya yang bersifat foklor atau kedaerahan. dalam perjalanan pulang. lirik yang sebenarnya dibawa untuk menghantar kepada keriduan religiositas. Nah. lahir secara komersial. karya yang dilakukan untuk menyenangkan orang. Persepsi keempat. Lagu tersebut liriknya ditulis oleh Eric Bazilian dari grup musik The Hooters di tahun 1995. Persepsi kelima.wikipedia. seni. mereduksi bahkan membuat “hegemoni” tersendiri yang mampu menyita atau bahkan membius cara pandang masyarakat. diacu bahkan dipertahankan melalui sebuah konsensus atau kesepakatan yang memang bersifat informal dan menjadi arus utama dalam masyarakat. Berbicara budaya pop. Walaupun kadang budaya pop dianggap sebagai kumpulan ide yang menembus keseharian masyarakat. tentu saja tidak dapat dilepaskan juga dengan proses “hegemoni” budaya yang mempengaruhi masyarakat dewasa ini. Artinya. Sehingga. Ia diangkat dari ”rakyat” dan untuk “rakyat”. yaitu “apa yang mudah diterima. yang pada akhirnya mendapatkan dukungan dari kelompok subordinat melalui proses ”kepemimpinan” intelektual dan moral. budaya pop dianggap sebagai budaya yang menyenangkan atau disukai kebanyakan orang. namun pada intinya budaya pop merupakan totalitas ide. Budaya pop dianggap sebagai budaya yang bersifat residual atas praktik budaya selama ini.

memilih dari sudut yang lain. dimana nilai-nilai religius mulai memperoleh tantangan namun sekaligus peluangnya yang lebih masif di segala bidang yang tidak hanya di institusi agama dan teologi. di tempat alternatif untuk mengeskpresikan kerinduan religiusnya. Dan.htm Generasi Xer merupakan generasi yang lahir di era tahun 70an keatas. often mixing ideas and religious expressions from a variety of sources as each person chooses for him or herself what to believe”. Generasi Xer lebih melihat berbeda tentang pemikiranpemikiran religius mereka. Kita dapat melihat lagi. Dan. bukanlah generasi yang menghujat dan menafik-kan agama atau menegasi agama. keteladanan generasi tua mulai dipertanyakan. namun sebenarnya ada yang menarik dan dapat kita petik. reaktif dan berusaha mendobrak kemapanan generasi sebelumnya yang cenderung stagnan. Artinya.tepatlah. "Losing My Religion" dan "Like a Prayer" dari Madonna. lebih melihat segala hal yang lebih luas.html 6 3 . inilah titik berangkat kita. memandang dari sudut idiosyncratic. Generasi yang realistik dan jujur terhadap perjuangan menghadapi perubahan dunia yang makin kehabisan sumber dayanya. seperti apa yang telah diurai oleh Tom Beaudoin. sebenarnya merupakan generasi yang bisa dikatakan "strikingly religious” atau “menonjolkan keagamaan”. mereka merasa bukan orang yang suci. http://www. generasi Xer menjadi generasi yang skeptis. Layaknya pemikiran yang beraroma "anarchic and disturbing inner voices” . http://www. termasuk seni dan budaya pop. ketika generasi Xer ini.org/site/c.Walaupun lirik-syair lagu itu menuai kritik dari sejumlah organisasi Katolik konvensional.fdKEIMNsEoG/b.4217991/k. tradisionalis dan klise. dimana generasi yang dicap sebagai generasi “kebangkitan spiritualitas”. Fowler sebagai tahap dari Individuative-Reflective menuju kepada Conjunctive Faith.M.7 Generasi Xer. inilah kecenderungan yang menurut James W. generasi yang dikenal sebagai generasi yang tidak mengenal perang dunia. bahwa melalui inilah mereka menemukan kerinduan mereka. 5 Lih. sebuah perombakan suara batin yang termanifestasikan dalam kata-kata yang “agak” cenderung menggugat. Tentu. generasi setelah baby boomers. namun dalam segala hal. namun sekaligus “pembangkang”.Singkatnya. Mereka memandang layaknya lagu “One of Us”. tetapi “apakah Anda ada untuk kami”.E. “Xers look elsewhere. ketika moralitas begitu relatif. generasi Xer mengungkapkan spiritualitas atau nilai-nilai religiusnya dengan budaya pop daripada melalui institusi agama. mereka lebih chose to repeat it ironically. Rick Wade dalam artikel Looking for God. mereka hanyalah manusia biasa yang mencari “sedikit” cahaya dalam kegelapan atau “sin against light”. namun tentu dengan cara yang sangat berbeda.probe. Mereka ingin jujur. mereka ingin “sederhana” saja. dimana “Tuhan” bukan berada di menara gading yang penuh dengan “tradisionalisme” atau “kekolotan” yang klise.A0B6/Looking_for_God. bahwa generasi Xer ini. di tempat-tempat yang sebenarnya “kurang tepat” atau bahkan “kurang suci atau sakral”. 7 Lih. orang yang bijaksana. Nah. Generasi Xer ini sering juga dikatakan sebagai generasi ke-13. generasi yang masih mencari-cari identitasnya dengan satu kepastian bahwa identitas tersebut tidaklah sama dengan identitas orang-orang tua mereka. tetapi lebih generasi yang sebenarnya ingin melihat sudut pandang lain dari segala pemikiran yang masih berbau “konvensional” keagamaan. apatis . masyarakat yang makin tua dan budaya yang masih di dominasi oleh generasi sebelumnya. yang hidup ditengah lingkungan yang serba ada dan perubahan pesat. tetapi mereka percayai.com/JamesFowlersStages. apa yang dikatakan dalam syair “One of us” Like a holy rolling stone Back up to heaven all alone Just trying to make his way home Nobody calling on the phone Except for the pope maybe in rome Generasi Xer. Maka. Ketika ruang modernitas mendera begitu hebat. yaitu “express their spirituality through pop culture rather than through institutional religion”. ia membutuhkan bukan “apa arti hidup ini”. bahwa lirik-syair lagu ”One of Us” lebih mewakili apa yang dikatakan oleh Tom Beaudoin sebagai pemikiran religius para generasi Xer6 layaknya lagu grup R. inilah yang sebenarnya menarik bagi tantangan katekese di zaman modern yang penuh dengan sekularisasi ini.5 lebih melihat. adalah generasi yang kesepian.exploring-spiritual-development.

8 Tidak hanya Madonna dengan Like A Prayer –nya. khususnya Gereja Katolik. Madonna menjadi salah satu ikon generasi Xer .”. Martin de Porres (mengingatkan tradisi Jumat paskah tentang cium Salib dan intimasi spiritualitas). Dalam video Clipsnya Like A Prayer ditampakkan Madonna mencium St. mengatakan bahwa.com 11 Lih. seorang Santo yang berdarah kulit hitam. ia mencoba menerobos identitas budaya-budaya yang bersifat mendikte. Setelah generasi Xer inilah.org Lih. Ia ingin menyajikan video clips Judas sebagai metafora pengampunan. it’s a metaphor for forgiveness and betrayal and darkness being one of the challenges in life as opposed to being a mistake. mengatakan bahwa dirinya ingin mencoba menulis dari tempat yang “benar-benar jujur”. Dalam video klip tersebut. pengkhianatan dan kelamnya tantangan kehidupan dalam menentang kesalahan. tetapi di lain pihak memberikan kesadaran dan refleksi. bad. menghubungkan dan mengkonfrontasinya dalam gambaran religius. Namun tak bisa dihindari. Karakter-karakter bible yang “dipinjamnya”. bahwa video clips Judas adalah metafora bukanlah sebuah pelajaran alkitabiah. http://www. Dalam video clips terbarunya Judas. ketika dirinya ingin membawa musik pop lebih dalam dan lebih simbolis. Stowe dari The New York Times. Idiosyncratic. ada Lady Gaga yang juga idiosyncratic dengan ruang agama. Lady Gaga memerankan Maria Magdalena yang memimpin para murid Yesus bersepeda motor ke kota dan bertemu dengan Yesus. sementara lagu tersebut tidak akan mungkin mengakhiri keretakan antara religius dan sekuler dalam musik pop.christianpost. Lady Gaga menempatkan dirinya dalam post terhadap segala nilai-nilai konservatisme. berhias dan bermetamorfosis. menghubungkan spiritualitas dan seksualitas. Apa yang dilakukan Lady Gaga selalu menempatkan dirinya dalam identitas performatif. Seorang penulis David W. memprotes ketidakdilan kepada orang negro.2. setiap saat selalu ada orang yang tampil sebagai idiosyncratic dengan ruang agama.” 8 Lih. membawa pembebasan dan keadilan dalam wujud ikonografi kekatolikan dan tentu pergeseran ruang liturgi Katolik yang kuno kepada gerak penthakostalisme yang mulai meraung di seantero jagat. dan sebaliknya melakukan aksi provokatif untuk menentukan sendiri identitasnya. namun mungkin saja dibutuhkan seseorang yang “bergenre lain” seperti Lady Gaga untuk membawa pop dan kekristenan kembali bersama-sama.” Lady Gaga dalam wawancaranya. satu sisi dihujat oleh Gereja Katolik. Dalam wawancaranya. membuat Lady Gaga sempat menuai protes dari kalangan Katolik konservatif. sebenarnya mendapatkan tanggapan yang membidik keterus-terangan akan generasi Xer yang mendobrak nilai-nilai agama ini.”11 Maka apa yang dilakukan Lady Gaga sebenarnya memberikan pemikiran baru antara ruang agama dengan ruang budaya pop. mengikuti alurnya yang terus tak pernah berhenti bersolek. “I try to write from a really honest place when I write pop music and carry the song into a more deep and more symbolic visual. karena itu. dalam generasi ini. sebenarnya Lady Gaga mengatakan. karena membawa bentuk-bentuk subversif atas lambang/ikon gereja Katolik. Madonna dan ”Judas Gaga” Perkembangan budaya pop begitu dinamis. “the video really is just a metaphor” and not a “biblical lesson.10 Video clips Judas yang menuia protes. " While the song is unlikely to herald an end to the religious/secular rift in pop music. ketika ia menggunakan lambang atau ikon kekatolikan dalam balutan sensual. Mereka menganggap bahwa Lady Gaga menggunakan sosok panutan Nasrani untuk menutupi penampilannya yang membosankan.9 Memang. ini salah. sehingga memberikan kebebasan kepada otonomi cara berpikir (bebas untuk menjadi siapa saja) dan melawan legitimasi identitas (itu benar.com 10 gagajournal. inilah cara yang benar).com/news/lady-gagas-judas-anything-but-a-religious-statement-50133/ 9 4 . maybe it takes someone as genre-bending as Lady Gaga to bring mainstream pop and Christianity back together.eserver. Ia menjadikan dirinya bukan sekedar artis. Video klip ini ingin memprotes gerakan klux-klux klan. Kapanlagi.blogspot. Berapa kali Madonna harus dihujat oleh kaum agamawan. Annalee Newitz. tampaklah betapa ruang agama dibuat satire dengan penampilan dirinya sebagai Maria Magdalena. Lady Gaga mewujudkan sebuah identitas otonom. “That’s really what the video is.

yaitu Madonna dan Lady Gaga telah membawa kita pada permenungan menarik bagi relevansinya dengan pendidikan iman. hal 145-146 5 . SJ.13 “Teologi publik” telah menjadi ruang diskursus yang menarik. dampak. “Sometimes this meant having a social “problem” or “issue” occasion a theological reflection that was to arc back toward deeper reflection or reflective action in public”. akumulasi pengalaman. Heselaars H. Kebenaran Injil bukanlah sesuatu yang memberikan rasa puas atau digunakan secara dangkal.au/faculty/arts/theology/. Terjemahan oleh Ferd. bukan sekadar supaya dapat diterima atau sebaliknya malah melemahkannya. satu sisi membawa kesadaran akan pentingnya relevansi budaya dalam ruang agama. kita harus secara jernih melihat. Kita tahu. Ia harus menjadi makanan harian dan bukannya daya tarik sesaat./What_is_Public_Theology. bahwa satu sisi hal tersebut sebagai sebuah peluang. seperti apa yang diungkapkan Paus Benedictus XVI pada hari komunikasi sedunia ke-45. seperti apa yang disinggungnya untuk penggunaan internet. secara khusus bagi pendidikan iman. juga sebagai sebuah tantangan. Bagaimana mengelaborasinya. B. kita bisa belajar dengan apa yang disebut sebagai “public theology” atau “teologi publik”. tetapi di lain sisi. Tentu saja. bahwa iman membutuhkan jembatan antara situasi tradisi iman yang lampau dengan keberadaan kristianitas di zaman sekarang ini. generasi Xer telah memberikan fenomena baru bagi agama. yaitu “express their spirituality through pop culture rather than through institutional religion”.” Kutipan surat Paus tersebut.. terjadi sebuah hermeneutik yang bersifat identifikasi antara pengalaman manusiawi dengan pengalaman religius.csu. kita diajak lebih dalam memahami masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan budaya dalam sudut pandang dan telaah teologis. Pada intinya. Hubungan manusiawi yang langsung tetap menjadi fundamental bagi pemakluman iman. Injil harus terjelma dalam dunia nyata dan berkaitan dengan wajah riil saudara dan saudari kita. Bingkai hermeneutik ini mencoba untuk menemukan nilai bahwa di dalam kodrat dan pengalaman manusiawi ditemukan petunjuk-petunjuk ke arah adikodrati (analogia etis). namun dilain sisi. Artinya. harus ada kearifan dalam mempergunakannya. Kita harus berusaha memperkenalkannya secara utuh. mungkin. Sehingga. Kita sudah menelaah bersama. tentang penggunaan internet dan era iklim digital ini. hubungan dan korelasi budaya pop dengan keimanan kita. Ruang publik. masalah-masalah sosial menjadi semakin diterangi oleh visi dan telaah teologis yang 12 13 www. kita harus menyadari bahwa kebenaran yang ingin kita bagikan bukan berasal dari nilai "popularitas"nya atau jumlah perhatian yang diterima.edu. bahwa generasi Xer dalam religiositasnya memang khas. dibutuhkan dialektika antara apa yang menjadi visi dengan kenyataan faktual yang dihadapi. melainkan pemberian yang menuntut jawaban bebas. “mengungkapkan spiritualitas atau nilai-nilai religiusnya dengan budaya pop daripada melalui institusi agama”. mereka yang dengannya kita berbagi keseharian hidup kita.pdf Gerben Heitink. Artinya. ketika kita diajak melihat kembali peleburan antara bahasan teologi dengan keprihatinan sosial. Yogyakarta: Kanisius.”12 Kita perlu menyadari.Kejujuran dan kelugasan generasi Xer yang terwakili oleh Joan Osborne dan dua ikon penyanyi pop. Bagaimana mempergunakan pendekatan pop dengan bijaksana dan arif. Maka dari hal itu. penilaian dan refleksi kehidupan masyarakat dicoba untuk diteguhkan dan dikonfrontasi dalam bingkai visi teologis. “public theology seeks to provide resources for people to make connections between their faith and the practical issues facing society. Singkat kata. Teologi Publik (public theology) dan Budaya pop 1. “Tugas memberikan kesaksian tentang Injil di era digital menuntut setiap orang untuk secara istimewa memiliki kepekaan terhadap aspek pesan yang dapat menantang cara berpikir khas internet. Teologi publik “Viva la Vida” Apa yang sebenarnya dimaksud dengan “teologi publik” itu sendiri? “Teologi publik” dapat dimengerti sebagai sebuah kajian teologi yang mengajak kita menghubungkan antara keimanan dengan praksis isu-isu kemasyarakatan.. Pertama-tama. (1999) Teologi Praktis. Bahkan apabila diwartakan dalam dunia internet.

Dari judulnya. Dalam web ini. Tentu. ia tidak tahu apa artinya ini. tak ada orang yang mampu menjelaskannya. wafat dan kematian-Nya. karena mereka mencoba menghadirkan keprihatinan ruang publik dalam gagasan teologis yang ringan. menyebut lagu “Viva la Vida” sebagai kisah “The Jesus of Uncool”. secara khusus kaitan antara apresiasi musik. misalnya sebut saja R. syair dan lirik dalam sudut pandang elaborasi teologi. menjadikannya semakin berbobot. Chris Martin sang vokalis Coldplay. “I hear Jerusalem bells are ringing Roman Calvary choirs are singing Be my mirror my sword and shield My missionaries in a foreign field For some reason I can't explain I know Saint Peter won't call my name Never an honest word But that was when I ruled the world” Dalam penggalan tersebut dinyatakan atau diceritakan tentang seseorang yang mendengar suara lonceng dan nyanyian pasukan kaveleri Roma.15 Ada yang menarik dari wacana ini.E. Tetapi memang ada yang menarik jika ini dikaitkan dengan teologi tentang kisah Yesus di akhir sengsara. pendekatan dan kajian.com/ 16 http://anewdoxology. Ia merasa ditinggalkan ketika ia sudah menguasai dunia. penuh derita dan kesepian yang mendalam. atau tidak “ngetrend”. Tentu banyak tafsiran atas ini semua. Entah banyak tafsiran yang menghiasinya. Ada beberapa pengamat yang menyatakan. Beaudoin sering menyebut berbagai group band sebagai “teolog publik”. yaitu “Viva la Vida”. kemampuan umum mengakses segala keilmuan. “inilah raja orang Yahudi”. sebenarnya ingin 14 http://www. sebagai dikatakan. Coba kita tengok salah satu penggalan syairnya. Maksudnya. yang ada hanyalah kilatan pedang dan perisai. dan sebelum kematian mereka. tampaklah. 17 Maka. sederhana namun mendalam. U2.com/Coldplay/Viva-La-Vida 15 6 . Seorang pengamat Ben Hawthorne. menyatakan bahwa lagu ini. Dan. Mengapa mereka sering disebut sebagai “teolog publik”. bahwa lagu ini bercerita tentang dunia politik dari kisah Yesus sebagai Raja. baik itu musiknya maupun liriknya. lagu ini juga dapat ditafsirkan untuk mengangkat isu yang lebih dalam sebagai isu publik menyoal kepemimpinan dunia. tentang kejatuhan “pemimpin dan raja-raja dunia”.lebih tajam. sebuah derap teologi tentang bagaimana kepemimpinan dan cara kematian politis.M. Kisah tentang “downfall”. seperti apa yang dihadirkan Coldplay dalam lagunya “Viva la Vida”. Tom Beaudoin banyak memberikan berbagai wacana dan wawasan yang menggugah kita. Coldplay. Dalam sebuah wawancara di Rollingstone. ada yang melihatnya sebagai kisah Napoleon dengan latar revolusi Perancis.. http://www. Orang ini merasakan dirinya menjadi seorang misionaris terasing.rockandtheology. 16 Yesus yang tidak keren. Ia pun tahu jika Petrus tidak akan “menyebut namanya”. namun lagu Coldplay “Viva la Vida” ini menyuguhkan sebuah referensi ungkapan-ungkapan bible yang menggugah. “the song seems to takes place right after their fall from power and before their death and expresses all of their thoughts and feeling of why they deserved to die”. tetapi sebuah ungkapan teologi yang mendalam dalam bingkai bahasa “pop” tentang Yesus yang memilih “kesengsaraanNya” sebagai jalan yang kontras. jika dihubungkan dengan kematian Yesus. Dalam lagu “Viva la Vida”.lyricinterpretations. ada banyak tafsiran yang membawa kepada diskursus yang menarik mengenai apa makna dari lagu tersebut. karena bagaimana mengkaitkan musik dengan gagasan teologi. Kemudian. tampaknya tepat untuk menggambarkan kejatuhan para raja dari kekuasaan. bukan Yesus yang tidak “keren” dalam arti tidak laku. Di dalamnya Tom Beaudoin menjelaskan secara singkat kaitan antar musik dengan apa yang disebut sebagai “teologi publik”.com/?m=200909 Lih. tak hanya filosofis namun ada sudut yang bisa dikatakan sebagai “generally accessible”. 14 Melalui web yang diberi title “Rock and Theology”. mereka mengungkapkan semua pikiran dan perasaan mengapa mereka pantas mati. Coba kita bisa tengok. Tetapi.com/2008/07/18/viva-la-vida-a-theological-review-of-coldplays-new-album/ 17 www. orang ini diceritakan memandang cermin.rockandtheology.

atau “and I discovered that my castles stand.com/. Kita bisa melihat seperti apa yang menjadi kerangka filosofis dari apa yang dikenal dengan “Ambient” Musikalitas. Eno sendiri memilih istilah ini berdasarkan istilah Latin "ambire". rumahnya. dimana hal ini ingin membawa manusia kepada relaksasi. dan para Brith Pop. Ambient lebih mendekati kontemplasi. Era. Enigma.org. hampir sebagian besar sound backgorund film menggunakan pendekatan ambient dengan berbagai komposisi dari piano.menggambarkan tentang kritik tajam mengenai kepemimpinan politis yang tidak akan pernah langgeng. Wajah urbana sering kali menampakkan wajahnya yang absurd. dari cara berpakaian. flute dan electone. yang berarti “mengelilingi”. ambient inipun digunakan untuk backsound dari berbagai ringtone hingga sound electone digital dipenjuru dunia. cara berjalan. cara memilih bentuk pemukiman dan lain sebagainya. kesendirian. sebuah bangunan yang tak akan kuat dan mudah untuk hancur. ketika memandang dalam dirinya yang sia-sia. namun sebenarnya pembacaan ulang (relecture) dari kerinduan manusia akan ruang mistik-nya. Shoegaze serta dengan Post Rock lainya. Brian Eno merupakan salah satu musikus pelopor genre "Ambient Music". apalagi dalam carut marut revolusi. ketika berbagai ragam kriminalitas. tanpa nama dan latar belalakang. kemiskinan. Ambient bukan sesuatu yang “jauh” atau “asing”. Dalam dekade ini. Anonimitas adalah ciri yang paling menonjol dalam ambient. http://www. merupakan daya yang dicipta dalam ambient. Sigur Ros dan lain sebagainya. kediamannya diatas pasir. Eno menggunakan kata "ambient" ini untuk menggambarkan sebuah musik yang mampu menciptakan suasana. Musik bergenre inilah yang akhirnya cukup mewarnai berbagai sound scape dan kajian musik kontemporer yang beralih rupa menjadi berbagai macam komposisinya. seperti “for my head on a silver plate”. purinya.wordpress. cara memilih tehnologi. meditasi. khususnya musik. sepi. Ruang-ruang kesadaran akan kedalaman atas jati diri mulai direduksi oleh eforia atas kegalauan waktu setelah selesai dari rutinitas pekerjaan dengan mall. Kata “viva la vida” merupakan bahasa Spanyol yang dalam Bahasa Inggris berarti “Long Live Life''. Absurditas manusia urbana. Judul ini diambil dari goresan pelukis perempuan Meksiko bernama Friedo Kahlo. tanpa keberartian. Ambient dalam modernitas dewasa ini. Ruang-ruang publik membuat manusia kota menjadi anonim.php?t=44728&page=2 http://hanifprincestrat. ketenangan. sendu. kesenjangan.fm.last. yang dapat berarti kepala Yohanes Pembaptis yang dipenggal oleh Herodes untuk permintaan seorang putri. ketenangan dalam hiruk pikuk dan keramaian serta kecepatan urbana. 2.com/forum/showthread. dan ketidakjelasan kehidupan. tenang.com/ dan http://wikipedia. ambient merupakan penafsiran dan pembacaan realitas modernitas budaya yang melahirkan berbagai gerakan dalam seni. Teologi publik “Ambient Musikalitas” “Ambient Musikalitas”19 merupakan sebuah genre musik yang menghiasi derap musik dari post Rock hingga pop dewasa ini. Musik ambient ini mulai populer semenjak pertengahan 1970-an yang akhirnya terus menerus berkembang dengan melodi dan tekstur yang beraneka ragam. menempatkan pendengarnya ke dalam keadaan yang berbeda dari pikiran. 19 7 . 18 http://www. rave party dan jalan raya. pop. Jika diamati. soul. Sebuah lambang tentang “kesementaraan” kekuasaan dan hidup keberimanan. seperti hanya sebuah organisme yang bergerak atau berhenti. Bahkan. new wave. Tak hanya itu.18 Menariknya “teologi publik” ini tidak hanya terasa dalam syair lagu. dan krisis eksistensi. chillout dalam kolaborasi musikal yang menawan. Sebuah hubungan teologis yang menarik. dengan paduan suara yang menawan melahirkan pencitraan mengenai new ages. Dimana manusia dilihat sebagai organisme yang berkembang dalam percaturan sistem urbana yang dinamis yang bersifat sama.coldplaying. semoga panjang umur. ambient musik menjelma dalam balutan urbana yang menawan dengan rock. menjadikannya ruang kesepian. tengok saja Enya. jazz yang sering menjadi balutan irama musik semacam coldplay. Tidak hanya itu. tetapi juga filosofis dari gaya musik yang diangkatnya. upon pillars of salt. Ruang mistik yang akhirnya terus menerus diperbarui sesuai dengan zamannya. gitar. ketika di dalam lagu ini disebut rujukan ikon bible yang bermakna luas dan ganda. and pillars of sand”ketika seseorang membangun kerajaan.

Pengaruh "hibridisasi". seperti chillout.Modernitas menjadi catatan dari gerak ambient. Memandang Secara baru Katekese Katekese di zaman sekarang harus mampu membawa keselarasan tradisi Injili kepada kehidupan modern. Karya pewartaan hendaknya menggiatkan kebaharuan dalam mempergunakan sarana-sarana modern. dimana citra manusiawi dikemas dengan berbagai metode pendekatan yang tujuannya sampai kepada nilai religius dan pemahaman yang mendasar soal iman dengan bahasa-bahasa yang dikenal dan menyapa kehidupan umat di zaman sekarang ini. katekese perlu menggunakan bahasa-bahasa yang sesuai dan mampu menyapa orang zaman sekarang tanpa meninggalkan kedalaman isinya. selalu identik dengan berbagai ikon soal kesejahteraan. Semua hal menjadi lintas. Harapan adalah wajah urbana yang juga menjadi telaah dari ambient. Chillout dimulai sebagai istilah yang berakar dari ekstasi budaya. Menelaah Garda Depan Katekese 1. haruslah diintegrasikan didalam sebuah media yang mampu memungkinkan proses komunikasi yang lebih efektif. Musikalitasnya melahirkan ide-ide dasar tentang musik modern yang ingin mengingatkan tentang rasa mistik akan suasana halus. bahwa manusia urbana berharap untuk hidup yang lebih baik. kesepian. Maka. Sebuah wajah urbana yang terasa semakin mengalami perubahan yang sangat cepat. Sebuah musikalitas yang benar-benar membawa puitikanya.21 Katekese perlu memikirkan ”bahasa” yang tepat dan mampu menyentuh cita rasa. melainkan “keterpesonaan” sensasional. Hal itu dapat terjadi jika Isi dan tema pewartaan idealnya muncul dari dialog dinamis antara situasi aktual umat sekarang dengan Injil Yesus Kristus dan kemajuan kebudayaan. lebih maju dan berpendidikan merupakan segala hal yang ingin diraih. C. ambient menjadi liris dan atau puitika itu sendiri yang tentu saja membawa musikalitasnya dalam ruang zaman ini. 20 Untuk itu. dikolaborasikan dan dicampurkan. sebuah gerak menerobos ruang ambiance-ambivalen ke dalam kesadaran populer. Budaya pop tentu saja menjadi tantangan namun sekaligus peluang bagi katekese. tetapi juga sampai kepada moralitas dan spiritualitas. Katekese harus mempertimbangkan message appeals atau himbauan pesan yang berdaya ampuh agar mampu mengantar seseorang kepada motif transendental atau nilai religius. Proses katekese harus menjadi proses yang komunikatif. Tiada lagi keheningan. manusia kota jarang sekali mengalami “kekaguman” dan “ketertegunan” ilahi. (1991). dari papan reklame. sebuah ruang pelarian dari hiruk pikuk urbana. Segalanya berputar tanpa henti. pemukiman dan aneka hiburan yang menawarkan mengenai harapan itu. sebagai sesuatu yang menciptakan ruang untuk tenang refleksi atau relaksasi. tentang liris kesenduan. hiruk pikuk. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Harapan akan hidup baru yang lebih sejahtera. imanen. bising karena banyaknya harapan yang ingin diraih. Maka sebenarnya. Langkah hidup manusia seakan terpacu pada segala kesibukan-kesibukan yang tak kunjung usai. mengarahkan kita dewasa ini untuk memandang segala sesuatu mempunyai interkoneksitas dan intermediasi. EN 40-48 Bdk. hlm. kolaboratif dan berhubungan. Katekese. segala sesuatu saling dikombinasikan. Keterpesonaan sensasional ini telah menjadi “ekstasi” yang kadang jatuh kepada ekstasi-hedonis yang berlebihan dan kurang sampai kepada apa yang transenden. dalam potret itu. yang telah dihasilkan oleh peradaban sekarang ini untuk menyampaikan Injil. Jalaluddin Rahmat. dan eksistensialisme. Musikalitas ambient membawa sebuah puitika tersendiri. Hal itu karena pengaruh berkembangnya pemikiran postmodern yang memandang segala sesuatu tentang 20 21 Bdk. transparan dan membingungkan. Maka yang terjadi. 299 8 . Psikologi Komunikasi. Harapan tidak hanya bersifat ekonomi semata. Potret urbana selalu dipadati dengan jumlah penduduk yang tak terkontrol. yang begitu impresionistis. yang awalnya diterapkan sebagai down tempo. yang ada adalah ekstasi-ekstasi tanpa makna. Bagaimana mengaktualkan sabda Allah dengan memberinya ungkapan baru yang lebih berbicara bagi orang zaman sekarang.

Komunikasi Dalam Evangelisasi Baru. Segala hal dilihat atau dipandang sebagai keutuhan dan holistik. bahwa kesempurnaan diawali dan dicapai dari ketidaksempurnaan. SJ. hal 52. auditori dan kinestetik (gerak). Kristyanto. Katekese yang “menyapa” Salah satu yang bisa kita jadikan contoh sebagai katekese yang menyapa. Untuk itu pengaruh media informasi sudah menjadi tiang penyangga kehidupan dan sekaligus menjadi ciri khas setiap orang bersosialisasi dengan sesamanya dewasa ini. seni. harapan. dari metode dan isi. ketika ideologi paradigmatik dewasa ini bersenyawa dengan teologi dan humanisme. Rohani. keterasingan. dalam majalah Basis N0 01-02. ekonomi. (1994. yang mengkolaborasikan cara pandang. bahwa ruang katekese semakin meluas. Yogyakarta: Kanisius. Katekese menjadi ruang yang paling kaya akan hibridisasi. 23 Bdk. menjadikan pengalaman-pengalaman faktual berhadapan dengan berbagai nilai. hlm. kelemahan. kekritisan yang muncul serta direfleksikan kemudian diidentifikasikan dengan sebuah visi mengenai tradisi suci yang kaya akan nilai-nilai Adikodrati. Th Ke 51.24 2. Bahasa yang dulunya cenderung mengajar. karena katekese merupakan peleburan antara ruang teologis dengan ruang kemanusiaan yang sarat dengan kekayaan akan metodologi dan hermeneutik. bahwa sekarang ini. bersama dengan Rm. Beriman dengan Bermedia. Pengaruhnya juga memasuki ruangruang teologis.M.sistem dan nilai tidak dikotomis atau biner. dan gambar yang tervisualisasikan. apatisme dalam hal-hal keagamaan serta ateisme praktis yang kian menggerogoti umat manusia dewasa ini. Adanya penghargaan terhadap berbagai wacana yang lebih luas. Selain itu. makna dan repesentasi ruang sosial urban yang cenderung anonimitas. Perjalanan menuju kesempurnaan ditempa oleh sebuah gerakan. 2003. Katekese kaitannya denga ruang urban ini akan menjadi pengalaman dan diskusi panjang bagaimana Gereja harus berbuat untuk mengupayakan perjuangan nilai pembebasan dan warta sejati mengenai Kerajaan Allah di kancah hidup masyarakat saat ini. Warta tersebut diharapkan mampu menjadi subjek dan pusat komunikasi evangelisasi baru. bahasa menjadi simbol untuk mengangkat dan memberi tekanan pada aneka kekayaan cita rasa.R. No 41). budaya dan lain sebagainya.M. baik secara perorangan maupun bersama untuk menggarami dan menerangi sekulerisme. Bahasa media tersebut lebih berpusat pada getaran hati.M. menggetarkan hati. sikap. irama. pergumulan. Ruang teologis semakin melebarkan jangkauannya kepada proses hermeneutik baru antara sosial. Maka. Y. apalagi dengan konsep urbanisme modern yang dewasa ini berkembang. Segalanya seakan diciptakan kembali menjadi sesuatu yang kreatif. Nouwen. Cofitalan. Katekese mendapatkan tempat yang sangat berarti dalam proses hibridisasi ini. 24 Bdk.22 Hal tersebut tentu saja membawa dampak dan kesempatan yang luas bagi proses energi kreatif. Nouwen telah mengenalkan kepada setiap orang tentang keindahan ketidaksempurnaan. yang meliputi 3 komponen pokok. lingkungan hidup. kesepian dan ketidakutuhan. bersifat lebih terbuka akan segala kemungkinan kebenaran. dan penuh dengan resonansi. Januari –Februari. Katekese dalam kerangka bingkai identifikasi ini. Pengalaman. Komkat Regio Jawa pada tahun 2010. Ermelindo. absurditas dan eksistensialitas. yaitu visual. hedonisme. Iswarahadi. Nouwen untuk pengembangan katekese 25 9 . cerita. adalah yang dibuat oleh seorang psikolog (konselor) sekaligus penulis Henry J.23 Kita juga dihadapkan. internalisasi dan refleksi. 108-115. Nouwen menyadari. bagaimana menyapa langsung pada perasan terdalam 22 wacana-wacana tujuh Postmodern ini digagas dari I Bambang Sugiaharto. (2002) Foucault dan Postmodernisme. orang-orang menginternalisasi segala sesuatu dengan multitasking. kemudian berubah menjadi bahasa media yang bersifat membujuk. Hal itu dimungkinkan. kita perlu menyadari. Tentu saja.25 Henry J. M. mencoba membedah kemenarikan Henry J. hingga politis.I. hlm 30-31. penilaian. melainkan merupakan jalinan yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya dalam konstruksi yang utuh. hal ini akan semakin menarik dan mempengaruhi model katekese.

kosakata kaum muda terus mengalami perkembangan. ada Thomas Merton26. Salah satunya adalah dengan pola sintetik. dan krisis. adalah bahasa yang sederhana dan mudah ditangkap oleh anak dan remaja. Dalam berkomunikasinya. Metode atau 26 Tulisan-tulisan Thomas Merton memberikan banyak inspirasi untuk “membumikan” bahasa teologi ke dalam bahasa katekese yang lebih menyapa dan menyentuh. tentang sakit. keterasingan dan pemberian diri. Analoginya bersifat linier. kaum muda seringkali menggunakan bahasa spesifik yang kita kenal dengan bahasa ”gaul”. 27 Bdk. sebagai pembinaan iman yang khas. Salah satunya yang disebut bahasa ”gaul”. Kaum muda biasanya peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda.com/ 29 Lih. Kita bisa belajar dari apa yang dilakukan oleh Lois Rock Lois Rock adalah ibu dari tiga yang telah menulis buku-buku untuk anak-anak selama lebih dari dua belas tahun. Sejalan dengan perkembangan kognitif kaum muda. Tentu pola ini lebih digunakan untuk katekese orang dewasa. bagi kepentingan katekese kaum muda. dengan dipertajam ungkapanungkapan yang disesuaikan dengan alam pikir modern dewasa ini. dimana ada jembatan yang menghubungkan pemaknaan antropologis-sosiologis populer dengan pemaknaan teologis. yaitu makna yang bersifat secara manusiawi dan makna yang lebih religius. dibutuhkan bahasa yang mampu menyapa mereka. Film ingin menterjemahkan cara pandang Yesus dalam konteks kontemporer dan kekinian. hidup sebagian besar umat dewasa ini dihadapkan oleh banyak kecemasan.org/ 10 . film Jesus Christ Superstar. Begitu juga.29 Epilog Tentu saja. Kedua hal itu diperbandingkan kemudian dicoba dicari persamaannya. Mereka menyukai penggunaan metaphor. Salah satunya. seorang penulis dan rahib–pertapa yang berjiwa mistik-sufisitik dengan guratan psikologis yang meramu begitu indah tentang kesepian. keberagaman metode atau pendekatan perlu diusahakan demi daya ampuh katekese. Wilayah hidupnya yang bergelimang dengan keterpinggiran. Pola ini mengacu pada kombinasi dari dua atau lebih hal yang berguna untuk membentuk sesuatu yang baru.wikipedia. Bahasa yang lebih populer. seperti apa yang sudah dikatakan. ”Bahasa” bagi kaum muda lebih dinamis dan kompleks. Lois Rock telah membentuk reputasi internasional sebagai penulis anak-anak yang mengkhususkan diri dalam kisah-kisah Alkitab dan buku-buku doa. seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-topik yang lebih kompleks. http://komunitasmahasiswa. pada segala lapisan. Di dalamnya disamping kombinasi tetapi juga ada bentuk-bentuk membandingkan (komparasi).28 Untuk itu. http://en. Sedangkan katekese bagi usia remaja dan anak-anak kita perlu mempertimbangkan ”bahasa” yang mampu menyapa mereka. Inilah proses katekese. Film menyoroti politik dan perjuangan pribadi Judas Iskariot dan Yesus. http://id.semua orang.shvoong. dalam setiap lirik lagunya. Analogi dilakukan dengan mempersamakan kedua hal yang sebenarnya berlainan. Hal itu dikarenakan. mengapa pola dan bentuk ”bahasa” tersebut mampu menyapa dan kontekstual dengan situasi umat di zaman sekarang. dikenal mereka. dengan perspektif pengalaman manusia yang teramat menawan dalam tulisannya yang jujur dan bersahaja. dan bermain dengan kata-kata untuk mengekspresikan pendapat mereka. Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. ironi. ia mempergunakan pola analogi kehidupan keluarga dan keseharian seseorang untuk menggambarkan dan memberikan pemahaman mengenai ajaran iman. ketersingkiran.27 Tujuannya tentu untuk menyederhanakan bahasa atau mempermudah pemahaman. terutama dengan sesama sebayanya. Sifatnya bukan merupakan bahasa yang baku. melalui keindahan renungan dan sajak-sajak. kata-kata dan istilah dari bahasa gaul ini terkadang hanya dimengerti oleh kaum muda atau mereka yang kerap menggunakannya. Misalnya. kegalauan. Analogi sendiri adalah cara bernalar atau berpikir dengan jalan mempersamakan dua hal yang sebenarnya berlainan. Dalam setiap bukunya itu.Pertanyaannya. Film ini adalah film berjenis opera atau musikal dengan musik yang dikerjakan oleh Tim Rice dan Andrew Lloyd Webber. membawanya dekat dengan dunia penulisan yang mendalam dalam balutannya yang psikologis sekaligus mistik. dengan sebuah kata kunci tertentu tersirat dua makna yang saling terhubung.info/ 28 Lih. Berbeda dengan katekese bagi kaum muda.

30 Dalam dunia yang dinamis. adalah pengalaman sehari-hari-manusiawi sebagai titik pijak. perantaraan iman membutuhkan jembatan antara situasi tradisi iman yang lampau dengan makna.edu. Hal ini membutuhkan dialektika antara apa yang menjadi ajaran kristiani dengan kenyataan faktual yang dihadapi. Namun. Pengalaman. adalah seperti apa yang dikatakan atau digagas oleh Thomas Groome. menanggapi gagasan Thomas Groome mengenai “Educating for life”. pada intinya yang paling saat ini dirasakan menyapa.acu. purwono nugroho adhi katekis dan penikmat kerja budaya Referensi: Segala referensi dari buku maupun internet dapat dilihat pada catatan kaki makalah ini 30 Bdk. budaya. arti serta pemahaman kristianitas dalam situasi yang baru saat ini.pendekatan katekese apa yang paling tepat di zaman sekarang ini? sebenarnya ada banyak metode atau pendekatan yang dapat kita gunakan. dari segi sosial. Pada intinya. metode katekese yang mampu menyapa orang di zaman sekarang adalah metode katekese yang mengangkat kodrat dan pengalaman manusiawi untuk menemukan petunjuk-petunjuk ke arah adikodrati. Katekese mempunyai fungsi mengupayakan sintesa iman dan situasi aktual umat. yang paling tepat menghubungkan iman Kristen. Jika kita lihat bersama. Tulisan Neville Klemens. membuat suatu hubungan antara praksis dan kekayaan ontologi (makna-makna pemahaman).au/ 11 . dalam http://dlibrary. ekonomi dan perubahan politik. dan keterkaitan wahyu Ilahi.