Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

KANDUNGAN SYARIAH DALAM MUAMALAH

Disusun oleh:
KELOMPOK II
1.
2.
3.
4.

AHMAD FIRDAUS
ARISTO AMIR
AGUNG JANUAR GUSDI
MOHAMAD YASSER

( 031 2014 0213 )
( 031 2014 0214 )
( 031 2014 0216 )
( 031 2014 0218 )

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVESITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

1

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. mengingat akan kemampuan yang kami miliki. khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami. yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah yang berjudul “Kandungan Syariah dalam Muamalah”. November 2015 Penulis 2 . sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Agama Islam di Universitas Muslim Indonesia. Makassar.KATA PENGANTAR Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT. Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Untuk itu.

...................................................................................................................................................... B......... i KATA PENGANTAR .................. B...................................... Rumusan Maslah .................... Sistematika Penulisan ................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN A............................................................................................................................................................................ E..................................... 3 9 9 10 ............................................... Latar Belakang ..................................... Pengertian Muamalah .......................................... Tujuan ................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..... Kesimpulan ............................................................................................. Pengertian Syariah .. Saran ... D........................................ 2 2 2 3 3 BAB II PEMBAHASAN A....... C............... ii DAFTAR ISI ... Pembagian Muamalah ............................................. C................. D................ E............................ B.......................... Metode Penulisan ......................................................... Dasar Hukum Muamalah .... 4 4 5 5 7 BAB III PENUTUP A....................................................... Larangan Memakan dan bermuamalah secara ribah ............DAFTAR ISI ................

pinjam meminjam atau suatu usaha yang lain baik bersifat pribadi maupun untuk kemaslahatan umat. 1 .BAB I PENDAHULUAN Dalam diri manusia melekat tiga peran pokok yang harus dimainkan dalam kehidupannya yaitu peran manusia sebagai hamba Allah SWT. sewa menyewa. tukar menukar keperluan dalam urusan kepentingan hidup baik dengan cara jual beli. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. bertolong-tolongan. peran manusia sebagai makhluk sosial dan peran manusia sebagai duta Tuhan di bumi. Dengan demikian akan terjadi suatu kehidupan yang teratur dan menjadi ajang silaturrahmi yang erat. Agar hak masing-masing tidak sia-sia dan guna menjaga kemaslahatan umat. Secara bahasa kata muamalah adalah masdar dari kata 'AMALA-YU'AMILI-MU'AMALATAN yang berarti saling bertindak. agama Islam memberikan peraturan yang sebaik-baiknya aturan. saling berbuat dan saling beramal. maka agar semuanya dapat berjalan dengan lancar dan teratur. Muamalah adalah aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam usahanya untuk mendapatkan alat-alat keperluan jasmaninya dengan cara yang paling baik (Idris Ahmad) atau " Muamalah adalah tukarmenukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara-cara yang telah ditentukan" (Rasyid Ridho) "(Rahcmat Syafiie. Fiqih Muamalah). masing-masing berhajat kepada yang lain.

TUJUAN Berdasarkan rumusan masalah di atas. Dalam hidup di dunia. Apa Pengertian Syariah dan Muamalah ? 2. manusia diberi tanggung jawab. sebagai makhluk ciptaan Allah SWT manusia memiliki tanggung jawab dalam menjalankan kehidupannya di dunia ini. tanggung jawab kepada keluarga. Apa dasar hukum dan pembagian muamalah ? 3. Pada diri manusia terdapat perpaduan antara sifat ketuhanan dan sifat kemakhlukan. SISTEMATIKA PENULISAN 2 . tetapi juga dari media media lain seperti perangkat media massa yang diambil dari internet. Menjelaskan larangan Memakan dan bermuamalah secara ribah D. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas timbul beberapa masalah. Memahami apa itu syariah dan muamalah 2. Manusia hakihatnya adalah makhluk ciptaan Allah SWT. manusia dikaruniakan akal dan pikiran oleh Allah SWT.A. Akal dan pikiran tersebut yang akan menuntun manusia dalam menjalankan perannya. Dalam pandangan Islam. Untuk menjalankan tanggung jawabnya. LATAR BELAKANG Kehadiran manusia tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. tanggung jawab kepada Tuhan dll. METODE PENULISAN Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. B. Apa Larangan Memakan dan bermuamalah secara ribah? C. tujuan dari topik ini adalah: 1. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku. E. yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. diantaranya: 1.

3 . bab pembahasan. yaitu bab pendahuluan. dan bab penutup.Makalah ini disusun menjadi tiga bab.

shalat. akhlak. perbuatan dan penetapan. baik hukum-hukum dalam Al-Qur’an dan sunnah nabi Saw dari perkataan. zakat dan seluruh kebajikan. muamalah. Atau berasal dari kata syir’ah dan syariah yang berarti suatu tempat yang dijadikan sarana untuk mengambil air secara langsung sehingga orang yang mengambilnya tidak memerlukan bantuan alat lain. serta usaha perbankan dan asuransi yang islami. Syariat dalam penjelasan Qardhawi adalah hukum-hukum Allah yang ditetapkan berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah serta dalil-dalil yang berkaitan dengan keduanya seperti ijma’ dan qiyas.BAB II PEMBAHASAN A. Syariat Islam dalam istilah adalah apa-apa yang disyariatkan Allah kepada hamba-hamba-Nya dari keyakinan (aqidah). ibadah. Dari pengertian muamalah tersebut ada yang berpendapat bahwa muamalah hanya menyangkut permasalahan hak dan harta yang muncul dari transaksi antara seseorang dengan orang lain atau 4 . seperti: puasa. PENGERTIAN MUAMALAH Muamalah merupakan bagian dari hukum Islam yang mengatur hubungan antara seseorang dan orang lain. Syariat dalam istilah syar’i hukum-hukum Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya. PENGERTIAN SYARIAH Secara etimologi syariah berarti aturan atau ketetapan yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya. Kata syariat berasal dari kata syar’a al-syai’u yang berarti menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Contoh hukum Islam yang termasuk muamalah. seperti jual beli. sewa menyewa. haji. sistem kehidupan dengan dimensi yang berbedabeda untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat B.

perjanjian (‘uqud ). C. 4. 2. yaitu hukum yang bertalian dengan tindak kejahatan dan sanksi-sanksinya. serta membatasi hubungan antara pelaku tindak kejahatan dengan korban dan masyarakat. 2: 198 dan 275 serta Surah An-Nisa’ 4: 29. DASAR HUKUM MUAMALAH Dalam Islam mempunyai dasar hukum dari Al-Qur’an dan Hadis. 3. yaitu hukum-hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban suami. yaitu hukum tentang perbuatan usaha perorangan seperti jual beli (Al-Bai’ wal Ijarah). perserikatan (syirkah). PEMBAGIAN MUAMALAH 1. Ini dimaksudkan untuk memelihara dan membangun keluarga sebagai unit terkecil. Ayat AlQur’an yang menerangkan tentang jual beli antara lain Surah Al-Baqarah. Al-Ahkam al-Jinaiyyah (Hukum Pidana). kehormatannnya dan hak-haknya. Hukum ini dimaksudkan untuk mengatur orang dalam kaitannya dengan kekayaan dan pemeliharaan hak-haknya. istri dan anak. yaitu hukum yang berhubungan dengan peradilan (al-qada). Adanya hukum ini untuk memelihara ketentraman hidup manusia dan harta kekayaannya. Ahkam al-Ahwal al-Syakhiyyah (Hukum Keluarga). Al-Ahkam al-Maliyah (Hukum Perdata). utang piutang (udayanah). Al-Ahkam al-Murafa’at (Hukum Acara).antara seseorang dan badan hukum atau antara badan hukum yang satu dan badan hukum yang lain. pegadaian (rahn). D. persaksian (al-syahadah) dan sumpah 5 .

5.yamin). serta membatasi hubungan antar umat Islam dengan yang lain di dalam negara. Maksud hukum ini adalah membatasi hubungan antar negara dalam masa damai. mengatur sumber-sumber pendapatan dan masalah pembelanjaan negara. 6 . Al-Ahkam al-Iqtishadiyyah wa al-Maliyyah (Hukum Ekonomi dan Keuangan). yaitu hukum yang berhubungan dengan perundang-undangan untuk membatasi hubungan hakim dengan terhukum serta menetapkan hak-hak perorangan dan kelompok. Al-Ahkam al-Duwaliyyah (Hukum Kenegaraan). 8. Dimaksudkan untuk mengatur hubungan ekonomi antar orang kaya (agniya). yaitu hukum yang berhubungan dengan hak fakir miskin di dalam harta orang kaya. 7. yaitu hukum yang berkaitan dengan hubungan kelompok masyarakat di dalam negara dan antar negara. dengan orang fakir miskin dan antara hak-hak keuangan negara dengan perseorangan. LARANGAN MEMAKAN DAN BERMUAMALAH SECARA RIBA Riba menurut etimologi adalah kelebihan atau tambahan. 6. riba artinya kelebihan pembayaran tanpa ganti rugi atau imbalan. menutur etimologi. Al-Ahkam al-Dusturiyyah (Hukum Perundang-undangan). dan masa perang.(al. hukum ini dimaksudkan untuk mengatur proses peradilan guna meralisasikan keadilan antar manusia.

Berlebihan atau menggelembung. riba memiliki beberapa pengertian. Oleh karena itu manusiamelakukan transaksi. 7 . jika manusia tidak cermat dalam memahami aturan islam tentang jual-beli.dan agama islam melarang hal semacam ini. bisabisa manusia terjerumus kedalam transaksi yang riba. Riba menurut bahasa. Berkembang. Karenatransaksi merupakan kegiatan seharihari manusia. Di antara perbedaan jual beli dengan riba adalah adanya sesuatu tambahan pada suatu akad yang tidak sesuai dengan syara’. Ini dipertegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 275. 3. karena salah satu perbuatan riba adalah membungakan harta uang atau yang lainnya yang dipinjamkan kepada orang lain. 2. karena salah satu perbuatan riba adalah meminta tambahan dari sesuatu yang dihutangkan. berbunga. memungut riba atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinjaman adalah haram. Perbedaan Riba Dengan Jual Beli Jual beli merupakan salah satu cara pemenuhan kebutuhan manusia. karena bisa memberatkan salah satu pihak. Akan tetapi. maka Allah menghalalkan jua-lbeli. yaitu: 1.yang disyaratkan bagis salah seorang dari dua orang yang melakukan transaksi Dalam Islam. Bertambah. manusia tidak mungkinbisa memenuhi kebutuhannya tanpa terikat dengan orang lain. bahkan tidak ada hari yang dilalui manusia tanpa transaksi.

Riba merupakan cara menjajah. “penjajahan berjalan dibelakangpedagang dan pendeta. kita telah mengenal riba dengan segala dampak negatifnya di dalam menjajah Negara kita. Riba akan menimbulkan adanya mental pemboros yang malas bekerja. Karena itu orang berkata. Dapat pula menimbulkankebiasaan menimbun harta tanpa kerja keras.Hikmah di Haramkannya Riba Sudah menjadi sunnatullah bagi umat islam bahwa apapun haramkan oleh Allah yang di swtitu banyak mengandung mudharat. 2. Di sisi lain Allah membenci orang yang mengutamakan kepentingan sendiri dan orang yang memeras hasil kerja keras orang lain. sehingga seperti pohon benalu yang hanya biasmenghisap tumbuhan lain. Begitupun dengan diharamkannya riba. 3. Padahal semua agama terutama islam amatmenyeru agar manusia saling tolong menolong. adapun bahaya yang terkandung dalam riba sebagaimana yang di kemukakan oleh Abu Fajar Al Qalami dan Abdul Wahid Al Banjary adalah: 1. Ia dapat menimbulkan permusuhan antara pribadi dan meengikishabis sem angatkerjasama/saling menolong sesame manusia. 8 Dan .

SARAN Kita sebagai umat muslim agar memperhatikan hukum muamalah dan tata cara jual beli yang sah menurut agama islam. kami dapat menyimpulkan bahwa muamalah ialah tukar menukar barang atau sesuatu yang meberi manfaat dengan cara yang ditentukan. Penjual dan pembeli b. Dan kita juga harus memperhatikan riba yang terkandung didalam hal jual beli tersebut. karena terdapat hadist yang mengharamkan riba dalam islam 9 . Jual beli yaitu penukaran harta atas dasar saling rela. artinya hal tersebut diperbolehkan sepanjang suka sama suka. Uang dan benda yang dibeli B.Dalam pelaksanaan jual beli juga ada rukun jual beli yaitu: a. 2. KESIMPULAN Dalam pembahasan makalah ini. Menghindari riba. Hal yang termasuk muamalah yaitu: 1. Hukum jual beli adalah mubah.BAB III PENUTUP A.

Hendi. 2002 H. Sulaiman Rasyid. H. Fiqih Muamalah.Si. Jakarta : UIN Jakarta Press. Azharuddin.blogspot.com/2011/04/makalah-jual-beli.html Lathif. Hendy Suhendi.DAFTAR PUSTAKA Dr. Fiqh Muamalat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2008. Suhendi. Fiqh Muamalah. Pada bab kitab muamalah http://youthecacoy. 10 . M. 2005. Fiqih Islam. AH.