Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas
Karunia Rahmat & Hidayah-Nya, sehingga Makalah Teknik Kontrol
Otomatis
ini
dapat
saya
selesaikan.
Saya menyadari bahwa Makalah Teknik Kontrol Otomatis ini jauh
dari sempurna, mengingat keterbatasan waktu, tenaga & kemampuan
yang ada sehingga kritik & saran yang bersifat membangun sangat saya
harapkan.
Semoga Makalah Teknik Kontrol Otomatisini memberikan manfaat
bagi pembaca, terutama saya sendiri sebagai salah satu upaya perbaikan
dalam proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu
pendidikan.

Makassar,17
2014

Penyusun

Desember

2 Manual dan Otomatis 5 2.5 Pemakaian Sistem Kontrol 8 BAB III PENUTUP 9 3.1 Kesimpulan 9 .2 Rumusan Masalah 1.3 Sistem Loop Terbuka dan Tertutup 6 2.4 Karakteristik Kontrol Otomasi Industri 7 2.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Pengertian Secara Umum Tentang Sistem Kontrol Otomatis 4 2.3 Tujuan 2 2 BAB II PEMBAHASAN 4 2.1 Latar Belakang 1 1.

BAB I PENDAHULUAN 1. Sebagai contoh adalah pengaturan aliran. Kemampuan komputer. temperatur dan tekanan dengan menggunakan katup pengatur. cara mematikan motornya harus dengan cara pergi ke tempat motor yang rusak dan menekan tombolnya secara langsung. karena cukup dengan mematikan atau menekan tombol off di ruang kendali maka motor tersebut akan off. Pengontrolan secara otomatis banyak ditemui dalam proses industri. Hal ini sangat tidak efisien dan membuang banyak waktu kita hanya untuk mematikan motornya. pembangkit tenaga listrik. pengontrolan suhu ruangan oleh thermostat. pengontrolan daya listrik oleh relay. Salah satu permasalahan yang paling umum di industri yang masih menggunakan pengontrolan secara manual adalah susahnya menghidupkan atau mematikan motor atau alat listrik tersebut. dan ketelitian. pengendalian pesawat.1 Latar Belakang Masalah Sistem kontrol atau kendali saat ini mulai bergeser pada otomatisasi sistem kontrol yang menuntut penggunaan komputer. untuk itulah sistem kontrol otomasi industri ini sangat diperlukan. seperti pengendalian suhu. Bila dibandingkan dengan pengerjaan secara manual. apalagi motor itu terletak di daerah yang sulit dijangkau di industri itu. baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). selain mempermudah kita untuk melakukan pekerjaan. dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi pengendalian. circuit-breaker (pemutus arus). keamanan. sehingga campur tangan manusia dalam pengontrolan sangat kecil. Jika kita ingin jika motor itu mengalami kerusakan dan ingin di maintenance. sistem peralatan yang dikendalikan oleh komputer akan memberikan keuntungan dalam hal efisiensi. selain itu juga mengefisiensikan waktu kerja kita agar tidak terbuang percuma .

Ditinjau dari segi peralatan. Dalam istilah lain disebut juga teknik pengaturan sistem pengendalian atau sistem pengontrolan.1 Pengertian Sistem Kontrol Otomatis Sistem kontrol adalah proses pengaturan ataupun pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variabel. parameter) sehingga berada pada suatu harga atau dalam suatu rangkuman harga (range) tertentu. sistem kontrol terdiri dari berbagai susunan komponen fisis yang digunakan untuk mengarahkan aliran energi ke suatu mesin atau proses agar dapat menghasilkan prestasi yang diinginkan.2 Rumusan Masalah  Untuk mempermudah pekerjaan kita untuk meng-on dan off kan suatu alat  Mengefisiensikan kinerja dari pabrik tersebut 1.3 Tujuan  Agar kita dapat mengetahui yang dimaksud teknik kontrol otomasi industri  Dapat memahami prinsip kerja dari suatu sistem kontol otomasi industri  Agar mempermudah pekerjaan sehari-hari BAB II PEMBAHASAN 2. Tujuan utama dari suatu sistem pengontrolan adalah untuk mendapatkan optimisasi dimana hal ini dapat diperoleh berdasarkan fungsi daripada sistem kontrol itu sendiri yaitu : pengukuran .1.

Secara umum sistem kontrol dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. Gangguan (disturbance) adalah sinyal yang mempengaruhi terhadap nilai keluaran sistem. Istilah-istilah pada sistim control : a. Hal ini disebabkan beberapa kelebihan yang diberikannya yaitu pemakaian daya yang lebih kecil.(measurement). lebih mudah diperoleh dan responnya lebih cepat. f. membandingkan (comparison). c. h. artinya mengukur nilai dari variabel terkontrol dari sistem dan mengaplikasikan variabel termanipulasi pada sistem untuk mengoreksi atau mengurangi deviasi yang terjadi terhadap nilai keluaran yang dituju. Plant (Plant) adalah sesuatu obyek fisik yang dikontrol. g. Jaringan tertutup (closed loop) dan jaringan terbuka (open loop). Sistem (system) adalah kombinasi dari komponen-komponen yang bekerja bersama-sama membentuk suatu obyek tertentu. dll. Kontrol umpan balik (feedback control) adalah operasi untuk mengurangi perbedaan antara keluaran sistem dengan referensi masukan. . d. Proses (process) adalah sesuatu operasi yang dikontrol. kemampuan untuk pengontrolan jarak jauh. pencatatan dan perhitungan (computation). b. adalah suatu peralatan atau kumpulan komponen yang menggerakkan plant. Pengontrolan secara elektrik dan pneumatik atau kombinasinya lebih banyak ditemukan dalam industri maupun aplikasi teknis lainnya. j. proses biologi. Aktuator (actuator). Variabel terkontrol (controlled variable) adalah suatu besaran (quantity) atau kondisi (condition) yang terukur dan terkontrol. Dengan operator (manual) dan otomatis. Kontroler (controller) adalah suatu alat atau cara untuk modifikasi sehingga karakteristik sistem dinamik (dynamic system) yang dihasilkan sesuai dengan yang kita kehendaki. k. Sensor adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur keluaran sistem dan menyetarakannya dengan sinyal masukan sehingga bisa dilakukan suatu operasi hitung antara keluaran dan masukan. Variabel termanipulasi (manipulated variable) adalah suatu besaran atau kondisi yang divariasi oleh kontroler sehingga mempengaruhi nilai dari variabel terkontrol. i. proses ekonomi. e. Kontrol (control) – mengatur. Aksi kontrol (control action) adalah besaran atau nilai yang dihasilkan oleh perhitungan kontroler untuk diberikan pada plant (pada kondisi normal merupakan variabel termanipulasi). Pada keadaan normal merupakan keluaran dari sistem. l. b. Contoh : proses kimia. dan perbaikan (correction).

Sebagai contoh adalah pengaturan aliran. pembangkit tenaga listrik. sehingga variabel yang dikontrol tidak dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkan Suatu sistem kontrol yang mempunyai karakteristik dimana nilai keluaran tidak memberikan pengaruh pada aksi kontrol disebut Sistem Kontrol Loop Terbuka (Open-Loop Control System).2. pengaturan aliran air melalui kran. Contoh dari sistem loop terbuka adalah operasi mesin cuci.2 Manual dan Otomatis Pengontrolan secara manual adalah pengontrolan yang dilakukan oleh manusia yang bertindak sebagai operator. pengendalian pesawat. pengontrolan daya listrik oleh relay. pengaturan kecepatan kendaraan. circuit-breaker (pemutus arus). dan pengeringan yang bekerja sebagai operasi mesin cuci tidak akan berubah (hanya sesuai dengan yang diinginkan seperti semula) walaupun tingkat kebersihan pakaian (sebagai keluaran sistem) kurang baik akibat adanya faktor-faktor yang kemungkinan tidak diprediksikan .3 Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup Sistem terbuka :sistem kontrol dimana keluaran tidak memberikan efek terhadap besaran masukan. sedangkan pengontrolan secara otomatis adalah pengontrolan yang dilakukan oleh mesin-mesin atau peralatan yang bekerja secara otomatis dan operasinya di bawah pengawasan manusia. 2. Penggilingan pakaian. dan lainnya. pemberian sabun. pengaturan cahaya televisi. Pengontrolan secara manual banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada penyetelan suara radio. pengontrolan suhu ruangan oleh thermostat. temperatur dan tekanan dengan menggunakan katup pengatur. televisi. Pengontrolan secara otomatis banyak ditemui dalam proses industri.

Sistem tertutup :sistem pengontrolan dimana besaran keluaran memberikan efek terhadap besaran masukan sehingga besaran yang dikontrol dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkan melalui alat pencatat (indicator atau recorder). salah satu contohnya adalah operasi pendinginan udara (AC). Keluarannya berupa udara dingin yang akan mempengaruhi suhu ruangan sehingga suhu ruangan diharapkan akan sama dengan suhu yang diinginkan. . Contoh dari sistem ini banyak sekali. murah. Sistem kontrol loop tertutup adalah identik dengan sistem kontrol umpan balik.sebelumnya. Masukan dari sistem AC adalah derajat suhu yang diinginkan si pemakai. Dengan memberikan umpan balik berupa derajat suhu ruangan setelah diberikan aksi udara dingin. Sistem kontrol loop terbuka ini memang lebih sederhana. dimana nilai dari keluaran akan ikut mempengaruhi pada aksi kontrolnya. yaitu mempunyai tingkat ketepatan yang lebih tinggi dan tidak peka terhadap gangguan dan perubahan pada lingkungan. Sistem kontrol tertutup mempunyai banyak keunggulan dibanding sistem kontrol terbuka. dan mudah dalam desainnya. akan tetapi akan menjadi tidak stabil dan seringkali memiliki tingkat kesalahan yang besar bila diberikan gangguan dari luar.

.maka akan didapatkan kesalahan (error) dari derajat suhu aktual dengan derajat suhu yang diinginkan. 4.5 Pemakaian Sistem Kontrol Pemakaian sistem kontrol otomatis banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari baik dalam pemakaian langsung maupun tidak langsung. memprosesnya. 2. Komponen yang membentuk sistem kontrol ini akan saling mempengaruhi (berinteraksi). 2. mengolahnya dan kemudian mengembangkannya. Pengontrolan proses : temperatur. Pemakaian sistem kontrol ini dapat dikelompokkan sebagai berikut 1. Bersifat mengembalikan sinyal ke bagian masukan (feedback) dan ini digunakan untuk memperbaiki sifat sistem. tekanan. Bersifat menerima informasi. Secara matematis kondisi ini dinyatakan oleh persamaanpersamaan yang berubah terhadap waktu. Karena adanya pengembalian sinyal ini (sistem umpan balik) maka pada sistem kontrol otomatis selalu terjadi masalah stabilisasi. viskositas. 2.4 Karakteristik Sistem Kontrol Beberapa karakteristik penting dari sistem kontrol otomatis adalah sebagai berikut : 1. Adanya kesalahan ini membuat kontroler berusaha memperbaikinya sehingga didapatkan kesalahan yang semakin lama semakin mengecil. dan lain-lain. 2. tekstil. misalnya persamaan differensial linear maupun tidak linear. tinggi permukaan cairan. pengilangan. aliran. Misalnya pada industri kimia. Pembangkit tenaga listrik (pengontrolan distribusi tenaga). 3. Sistem kontrol otomatis merupakan sistem dinamis (berubah terhadap waktu) yang dapat berbentuk linear maupun non linear. makanan.

Jadi kontrol otomatis lebih baik digunakan di industri karena mempunyai banyak keunggulan daripada teknik kontrol manual .1 Kesimpulan Dalam teknik kontrol industri. 4.3. seperti : ekonomi. pengontrolan secara otomatis lebih diminati di industri daripada pengontrolan manual. sosiologi. escalator. tekstil. N/C) :pengontrolan operasi yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam proses yang berulang-ulang. 5. kereta api. Bidang non teknis. karena keunggulan dari kontrol otomatis lebih banyak daripada pengontrolan otomatis contohnya saja adalah kontrol otomatis dapat mempermudah dalam pekerjaan kita. pesawat terbang. Pengontrolan numeric (numerical control. pembuatan lubang. Servomekanis. pengelasan. 6. Transportasi : elevator. Dibandingkan dengan kontrol manual. pengendalian kapal laut dan lain-lain. kontrol otomatis lebih mudah dalam pengoperasiannya dan membuat angka produksi suatu industri meningkat. dan biologi BAB III PENUTUP 3. mengefisiensikan waktu. conveyor (ban berjalan). Misalnya : pengeboran.

edu/9002416/open_loop_dan_close_loop_pad a_pengendali_di_industri .DAFTAR PUSTAKA   https://www.edu/8426612/MAKALAH_TEKNIK_KONTROL_O TOMATIS https://www.academia.academia.