Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
CV Maju Sentosa merupakan salah satu perusahaan perseorangan yang bergerak dalam
bidang manufaktur pada pengolahan kedelai yang menjadi hasil produksi utama adalah tahu. CV
Maju Sentosa didirikan pada tahun 1993 oleh pemilik utama yaitu Pak Parmin. Pak Parmin
dengan berbekal pengalaman beliau sewaktu muda yang bekerja di pabrik tahu milik orang Cina.
Setelah merasa cukup mahir dalam membuat tahu maka beliau berinisiatif untuk mendirikan
pabrik tahu sendiri dengan memanfaatkan kedelai dari daerah sekitar. Pak Parmin mendirikan
CV Maju Sentosa pada awalnya memiliki 18 pegawai sudah termasuk dengan 3 bidang, yaitu
bagian pemasaran, bagian produksi, dan bagian keuangan. Dengan adanya permintaan konsumen
yang sangat banyak maka Pak Parmin berinisiasi untuk menambah karyawan di bidang
pemasaran dan produksi sebanyak 12 orang, yang sekarang jumlah pegawai yang dimiliki Pak
Parmin pada CV Maju Sentosa yaitu 30 orang.
Sejak tahun 1993 CV Maju Sentosa bertempat di JL. Kusuma, No. 14,Kec. Kebumen.
Usaha yang dimiliki Pak Parmin merupakan salah satu usaha yang memiliki intensitas produksi
yang bisa dibilang cukup rutin perharinya, karena penjualan hasil produksinya setiap hari sudah
ada yang membeli atau memesan langsung, mulai dari masyarakat sekitar hingga pasar-pasar
tradisional yang ada di Kebumen. Dengan lokasi yang berada di dekat pasar induk yang ada di
kebumen membuat siklus penjualan diakses dengan mudah. Terdapat 4 Konsumen yang menjadi
pasar utama dari CV. Maju Sentosa yaitu, Pasar Tumenggungan, Pasar Wonokrio, Pasar
Prembun, dan masyarakat sekitar pabrik.
Proses produksi pembuatan tahu yang tiap harinya dilakukan oleh CV Maju Sentosa yaitu
dengan system kerja tradisional. Sistem kerja yang tradisional menurut Pak Parmin sudah cukup
untuk menjalankan proses produksi tiap harinya, karena system kerja tradisional itu dilakukan
secara manual baik dari cara pengolahan dari awal hingga selesai proses.
Proses yang dilakukan CV Maju Sentosa untuk membuat tahu adalah membersihkan
bahan baku kedelai, setelah dibersihkan lalu bahan baku kedelai direndam kurang lebih 3-4 jam,
kemudian kedelai dicuci sebanyak 2-3 kali dan ditiriskan, selanjutnya kedelai digiling hingga
menjadi bubur, setelah itu kedelai yang sesesai digiling lalu direbus hingga mendidih selama 5
1

Munculnya berbagai macam produk olahan tahu membangkitkan industri tahu di Indonesia. 2013). pemerintah pusat dan bulog telah mendapatkan pasokan kedelai impor dengan alokasi sekitar 3000 ton yang didistribusikan dengan rentang waktu dua bulan. Kebumen merupakan salah satu daerah penghasil kedelai dengan produktivitas kedelai sekitar 1. Sampai saat ini terdapat sejumlah 84. Setiap daerah di Indonesia terdapat masyarakat yang mengusahakan industri tahu. Seiring dengan perkembangan waktu dan teknologi serta terjadinya persaingan global di segala aspek. Gombong merupakan salah satu kecamatan di kabupaten kebumen dan banyak produsen tahu dan tempe. 2013). Karena kualitas yang terjaga dengan baik maka banyak konsumen yang menjadi pelanggan tetap (menjadi Bakul dalam istilah Jawa). Banyaknya permintaan tahu membuat Pak Parmin mendirikan cabang di lain desa.000 industri tahu di Indonesia. dan merupakan kunci utama keberhasilan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi UKM serta dapat mengurangi risiko cidera.500 ton/bulan (Rudy. Sistem kerja yang baik merupakan salah satu faktor terpenting dalam kemajuan UKM. Angka tersebut merupakan angka yang menunjukkan jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan jumlah industri lain (Eddy Prihantoro. 2012).Proses pembuatan tahu banyak dilakukan di Industri kecil seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM).menit sembari membuang busa yang timbul dari proses perebusan.7 ton/ha (Sudirman. penilaian ergonomi yang bersifat mikro sulit 2 . Pada mulanya rancangan sistem kerja berawal dari sebuah analisis dalam skala mikro.6 ton – 1. tetapi masih ada juga pasar yang berada di sekitar pabrik tahu Pak Parmin yang tidak terpenuhi permintaannya. Selain kedelai yang berasal dari lokal. Hal itu sesuai dengan kebutuhan produsen tahudan tempe di wilayah Kebumen yang mencapai 1. Agar UKM tetap bertahan perlu dilakukan perbaikan terus-menerus mulai dari proses sampai rancangan sistem kerja. Berhubung banyaknya permintaan maka beliau berinisiatif menambah produksinya menjadi 300 kg per hari. menurut Pak Parmin proses kerja yang tradisional Awalnya pabrik tahu ini hanya memproduksi rata-rata 100 kg kedelai yang hanya bisa untuk memenuhi konsumsi dari masyarakat sekitar. membutuhkan bahan baku kedelai tiap harinya sebanyak 200kg kedelai untuk menghasilkan 900 buah tahu Proses kerja yang tradisonal merupakan system kerja yang dilakukan pada perusahaan tahu CV Maju Sentosa.

1. Dalam perancangan sistem kerja. Namun pada saat pengepresan. Membuat prototipe awal alternatif desain mesin press tahu terpilih.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana cara merancang mesin press tahu yang sesuai dengan kebutuhan produsen tahu. Hanya pada penggilingan saja yang menggunakan mesin. Industri tahu merupakan industri rumah tangga yang biasanya masih menggunakan alat – alat tradisional dalam pengolahannya. 2001). hal-hal yang harus diperhatikan adalah alat kerja yang digunakan.3 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 1. Pembuatan tahu secara tradisional dilakukan dengan urutan proses antara lain sebagai berikut : perendaman kedelai. penggumpalan. alat kerja dan postur kerja. 1. Perbaikan sistem kerja yang bersifat makro meliputi perbaikan lingkungan kerja. alat yang digunakan masih tergolong tradisional yaitu berupa batu yang diangkat secara manual oleh karyawan dengan berat sekitar 10-15 kg. organisasi kerja perusahaan. berpendapat bahwa dalam ergonomi makro kajian yang dibahas meliputi struktur organisasi.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah mengoptimalkan fungsi ruangan pabrik tahu dengan inofasi mesin press tahu. interaksi antara orang-orang yang ada dalam organisasi dan aspek motivasi dari pekerja. serta pengepresan dalam suatu cetakan. Merancang mesin press tahu yang sesuai dengan kebutuhan produsen tahu. 1. penggilingan. 2. 2012). Desain alat kerja ergonomi dapat mendukung aktivitas yang dilakukan dengan efektif (Hendrick.dijalankan bahkan banyak terjadi kegagalan dan penyelesaian masalah pada lingkungan yang kompleks diperlukan pendekatan holistik (Purnomo. Alat – alat yang digunakan untuk melakukan tahapan proses tersebut masih sederhana. perebusan. Hal ini menumbuhkan ide untuk memperbaiki proses pengolahan tahu agar dapat membantu sebagian masyarakat Indonesia dalam meningkatkan produktivitas tahu. penyaringan bubur kedelai.5 Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini adalah: 3 . Adanya desain baru mesin press tahu yang sesuai kebutuhan produsen tahu yang diharapkan dapat meningkatkan efektifitas kerja.

rumusan masalah. Hal ini untuk memudahkan pengambilan data antropometri yang dibutuhkan untuk proses desain produk. kabupaten Kebumen. 1. tujuan penelitian yang ingin dicapai. Purnomo (2004) menyebutkan tata letak fasilitas yang dirancang dengan baik pada umumnya akan memberikan kontribusi yang positif dalam optimalisasi proses operasi perusahaan dan pada akhirnya akan menjaga kelangsungan hidup perusahaan serta keberhasilan perusahaan. Aspek biaya tidak diperhitungkan dalam pengembangan produk karena aspek biaya dapat menyempitkan kemungkinan inovasi yang akan dilakukan dan waktu yang dibutuhkan akan semakin panjang. BAB III METODE PENELITIAN Berisi urutan langkah dan metode-metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah secara sistematis serta cara pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan. Penelitian ini tidak mempertimbangkan aspek biaya dalam pengembangan produk. 2.1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi teori-teori yang mendukung pembahasan masalah pada penelitian. yaitu ergonomi. 3. Teorija Rezhenija Izobretatelskih Zadach (TRIZ). dan Analytic Hierarchy Process (AHP). BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4 .6 Sistematika Penulisan Sistematikan penulisan pada peneltian ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang. Data antropometri diperoleh melalui pengukuran langsung terhadap karyawan produsen tahu CV Maju Sentossa di kecamatan Gombong. dan sistematika penulisan. batasan masalah. baik itu data hasil perhitungan maupun data penunjang yang akan diolah untuk menyelesaikan masalah. Quality Function Deployment (QFD). Mesin press tahu yang dirancang difokuskan untuk mengoptimalkan ruangan produsen tahu. BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Berisi data-data yang akan digunakan dalam penelitian.

Berisi analisis dan pembahasan hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. 5 . BAB VI PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab selanjutnya.