Anda di halaman 1dari 152

Arlian Buana

Yogyakarta ISBN : 978-602-1318-20-1 ii . Desember 2015 12 x 18 cm. 2015 Hak cipta dilindungi Undang-undang Penulis Layout Ilustrasi Cover : Arlian Buana : Agus Mulyadi : Inez Kriya : Damar N. Ngaglik.Oleh: Arlian Buana © Arlian Buana. 140 halaman Diterbitkan oleh: EA Books Drono. Sleman. Gang Elang 6E No.8 RT 04 RW 33 Sariharjo. Sosodoro Cetakan Pertama.

oh Tuhan. kami para kontributor di situs-web-yang-happening-tiada-henti itu sejujurnya sudah terlalu lama memendam kengerian tertentu kepada Bana. Liberal lagi. Saya yakin. Liberal. Saya kira. yang juga merupakan salah satu dari duo redaktur Mojok ini.Co. Liberal bingitz. Benar-benar anak ini punya otak yang berbahaya. sekian puluh persen dari total populasi manusia yang membaca judul buku Arlian Buana ini akan menangkap kesan demikian. Menghina ulama. dan layak diarak bugil secara syar’i. Apalagi kalau sudah membaca keseluruhan isinya. Pemuda Harapan Akhir Zaman Sebuah pengantar Anti-Islam. suasana hati kami agaknya sama persis dengan perasaan Mbak Nikita Mirzani ketika barisan reserse Polri iii . Setiap kali muncul suara “Ting!” di hape kami. tudingan demikian sangat pantas dilemparkan sebagai balasan setimpal atas dosa-dosa Bana—panggilan kesayangan Arlian—kepada para penulis Mojok.Bana. lalu bentuk bundar avatar Bana nongol di Facebook Messenger. Benar.

terang saja saya lebih memilih sikap kontra. dari seorang lelaki muda yang oleh jutaan orang di Indonesia mungkin dianggap sebagai iv . Bana belajar kreativitas dari seorang sahabatnya yang pedagang minyak rambut. Mari kita lupakan dulu soal beban hidup Bana dalam menghadapi tudingan-tudingan tersebut. Biarlah dia tanggung-tanggung sendiri. Sebab bagi saya. justru anak muda cemerlang bernama Arlian Buana itu adalah prototipe ideal pemuda muslim akhir zaman. itu Si Bana mau menagih tulisan.Merry Christmas. Dan standar tulisan Mojok acapkali membuat kami jiper ketakutan. Membaca tulisan-tulisan Bana di buku ini. Felix Siauw! membuka pintu kamar hotel sambil berbisik: “Kena kau Mbak. Bana belajar kehidupan dari para sastrawan idola.. Atau jika itu berlebihan. bolehlah dikatakan semacam anjangsana seorang santri untuk berguru ke deretan kiai-kiai mumpuni. Namun. saya ibarat diajak mengikuti paket safari ziarah wali.” Ya. Bana belajar ketangguhan dari para perempuan perkasa yang melawan pendirian pabrik semen. Bana belajar kasih sayang dari simbah tukang masak di pesantren almamaternya.. Bana belajar sikap ksatria dalam diam. terhadap konten pandangan-pandangan wagu yang tertuding ke arah mukanya.

hingga alumnus Pondok Pesantren Pabelan ini memuncaki kegemasannya dengan dukungan totaltotalan kepada Gerakan #AyoMondok. jangan pula langsung percaya dan menelan bulat-bulat isinya.Arlian Buana pendosa paling nista. Bukannya ruh pembelajar adalah ruh yang gelisah. Saya kira sisi itulah yang ‘krowak’ dari tradisi keberagamaan kita di Era Digital. suatu saat nanti Bana sendiri akan merevisi satu-dua atau bahkan tujuh belas pandanganpandangannya yang tertuang di buku ini. tapi tidak dalam satu varian ketelatenan dan kedisplinan tertentu. lupa dengan ‘tumakninah’. lebih banyak menulis daripada membaca. Belajar sih belajar. Karena itu jugalah. dan terus belajar. Lebih banyak bicara daripada menyimak. dan tak kenal kata final? Iqbal Aji Daryono Perth. Belajar bahwa pandanganpandangan yang berpretensi religiositas sama sekali tak dapat diraih secara instan dan sambil lalu. Sebab bisa jadi. Kita jadi makhluk yang serba terburu. Desember 2015 v . penuh pertanyaan. siapa pun yang membaca buku ini. Belajar. Itulah juga yang mengawali kegelisahan Bana di salah satu tulisan awalnya. Belajar. Bahkan tulisan-tulisannya yang oleh sebagian orang pasti akan dianggap sebagai “pelecehan ulama”. Dan itu sah-sah saja. kejernihan hilang. tak henti “bertukar tangkap dengan lepas”. Akibatnya. dan terus belajar. pun pada hakikatnya adalah upaya Bana untuk belajar.

vi .

Daftar Isi Sebuah Pengantar Daftar Isi iii vii Mengislamkan dan Membukanislamkan Mbah Ngah Noah dan Puthut EA Nyanyi Sunyi dari Gang Melati Ariel Jadi Lelaki ala Alawi Pria Punya Selera yang Susunya Susu Bendera Ajip Rosidi PKI Muara Dua Orang-Orang Tegaldowo Pomade Bung Farhat Abbas Habib Rizieq Menjadi Muslim Pintar bersama Palu-Arit Menjadi Penggemar Berat Felix Siauw #SudahlahJokowi Merry Christmas. Felix Siauw Senarai Ulah Felix Siauw vii 1 5 11 15 26 29 39 49 58 64 71 93 102 107 113 118 122 127 133 .

.

Perkembangan internet pun begitu. Dan di negeri ini. dan mudah sekali mengkafirkan orang lain. internet adalah media paling efektif yang digunakan Islamic State of Iraq-Syiria (ISIS) untuk menebar propapaganda kebencian dan peperangan. Perkembangan teknologi memang seperti dua mata pisau. 1 . misalnya untuk mempermudah komunikasi. kita dengan mudah menemukan “ustadz-ustadz konon” yang gemar sekali menebar amarah dan ancaman. Di selasela kegiatan mengelola mojok. seperti hari-hari ini kita saksikan. Ia bisa sangat bermanfaat. hampir setiap jam saya menyaksikan kebencian dan kemarahan direproduksi atas nama Islam. Di satu sisi ia sangat berguna. Namun di sisi lain. seringkali saya gelisah melihat perilaku orang-orang yang konon muslim di internet. Orang-orang yang konon muslim itu gemar sekali teriak-teriak penuh kemurkaan.co.Mengislamkan dan Membukanislamkan Akhir-akhir ini. bisa juga berbahaya.

selama ini dikenal sebagai Islam yang ramah. beberapa orang harus mengambil inisiatif untuk membuat dan memperbanyak konten yang mencerahkan. dengan senang hati saya langsung mendukung dan ikut bersuara. pemahaman agama kelompok ini hanya sebatas didapat dari Google.Merry Christmas. Dan saya yakin. Memprihatinkan sekali. saya tidak tahu akan seperti apa wajah Islam-Indonesia ke depan. Namun rasanya. Indonesia adalah negara demokratis dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Gerakan itu penting. Untuk menahan derasnya arus kebencian itu. kelompok santri adalah kelompok yang pas untuk melawan pendangkalan Islam di internet. bukan yang hobi marah-marah. yang rahmatan lil ‘alamin. suka menyerang kelompok yang berbeda. Maka ketika beberapa teman mengkampanyekan Gerakan #AyoMondok di berbagai media sosial. citra yang baik tersebut mungkin perlahan-lahan akan luntur jika melihat apa yang menjadi mainstream di berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter: munculnya gelombang besar generasi muslim yang membabi-buta. Felix Siauw! Mengingat fenomena tersebut. Dan IslamIndonesia. banyak sekali orang baik yang jengah terhadap ulah para makelar kebencian. Saya percaya. Padahal kalau ditelusuri. dan memiliki kemampuan berdakwah dengan cara yang baik. agar anakanak muda—yang selama ini memamah informasi2 . dengan mau’izhah hasanah.

saya selalu ingat lagi kisah yang pernah saya dapat semasa nyantri dulu. Kyai Hamam dengan sabar memberi penjelasan tentang pentingnya sirkulasi udara di rumah. bahwa rumah tanpa ventilasi yang cukup alih-alih mendatangkan rezeki justru mengundang penyakit. Kisah Kyai Hamam mendirikan Pondok Pesantren Pabelan selalu menjadi pengingat bagi saya. beliau juga menyampaikan keinginan untuk membangun pesantren dan meminta putraputri Pabelan disekolahkan di sana saja.Arlian Buana informasi yang keliru tentang Islam—mau belajar di Pondok Pesantren. beliau keliling ke rumah-rumah di desanya yang ketika itu kebanyakan tidak memiliki jendela. jendela dan segala jenis ventilasi lain hanya akan membuat rezeki itu kabur lagi ke luar. 3 . Akhirnya hanya sembilan orang yang bergabung menjadi santri pertama. mendalami Islam dengan cara yang benar. salah satunya adalah mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketika mendapati orang-orang yang sibuk bilang bahwa X kafir atau Y bukan Islam. para pemula. belajar sampai ke akar-akarnya. Komaruddin Hidayat. Sebagian besar warga Pabelan di masa itu meyakini: rezeki masuk lewat pintu. Selain itu. Di usia 25 tahun. bukan belajar dengan metode serampangan mengandalkan mesin pencari.

terserah Anda. Felix Siauw! Selain belajar berbagai macam ilmu dasar. Selama mondok di Pabelan. Selanjutnya. Begitulah batu-batu diislamkan. Kyai Hamam bersama Sembilan Pemula mengislamkan batu-batu. kesembilan orang itu setiap hari diajak Kyai Hamam ke Kali Pabelan. membangun pesantren. dengan berbagai varian. Beda dengan beberapa orang yang dipanggil “ustadz” yang belakangan gampang sekali mengkafir-kafirkan orang lain dan melabeli X atau Y bukan Islam.” kata Kyai Hamam. Cukup dengan menunjukkan bagaimana mengislamkan batu-batu. berikut pelajaran mengislamkan segala sesuatu. Kyai Hamam tidak muluk-muluk dalam mengajarkan Islam kepada santri-santrinya. Kyai Hamam mengajak mengislamkan. “Ayo Islamkan batu-batu itu. 4 . sebagian lain dijual ke Pasar Muntilan—ditukar dengan alat-alat tulis. saya sering sekali mendengar kisah itu diulang-ulang para guru. “ustadzustadz sekadar” itu sibuk membukanislamkan. mengislamkan sekalian manusia. Batu-batu itu kemudian sebagiannya dimanfaatkan sebagai fondasi beberapa bangunan. mengislamkan seluruh alam.Merry Christmas.

5 .

Selama di Pabelan. Kegembiraan yang murni. Untuk waktu yang lama. disentuh dan dilihat 6 . Siapa yang pernah memasak untuk puluhan ribu orang selama puluhan tahun? Mengisi perut orang-orang itu. Hingga kemarin. Felix Siauw! Mbah Ngah Ialah yang paling bertanggungjawab atas apa yang masuk ke dalam perutku. Mungkin karena keberadaannya saya anggap sama seperti rutinitas yang lain. yang mesti dijalani. saya memang tidak pernah menganggap Mbah Ngah istimewa. Tidak banyak yang seistimewa Mbah Ngah. setidaknya untuk lima tahun. memanjakan lidah mereka dan memberikan tawa paling renyah yang tak ada tandingannya. tangan Mbah Ngah adalah penguasa lidahku dan puluhan ribu orang lainnya. Tuhan memanggilnya.Merry Christmas. tiga tahun pertama dan dua tahun terakhir saya mondok di Pabelan. tugas memasaknya dicukupkan sampai di situ. Tidak banyak.

Mbah Ngah lantas menjadi juru selamat bagi Lidah Palembangku. Bayangkanlah betapa menderitanya Lidah Palembang yang hobi pedas mencecap makanan manis. yang disajikan saban pagi) manis! “Ai. saya sering tiba-tiba teringat Mbah Ngah dan keceriaannya.Arlian Buana setiap hari sehingga menjadi biasa saja. Ia tak pernah memasak tahu berenang manis. sebelum 7 . Paling-paling sesekali ia bikin tahu dan tempe bacem (menu makan siang atau malam) yang perlahan-lahan mulai kusukai. Masakan di Ruang Tamu ternyata dari Dapur Putri.. Ia juru masak dari Dapur Utara untuk santri putra kelas satu hingga kelas tiga. Hanya nasi dan Tahu Kuah (belakangan saya menyebutnya Tahu Berenang. juga Mbak Urip yang baik. Bapak hampir menangis karena mendapati masakan manis di Ruang Tamu. rekan kerja Mbah Ngah yang lebih muda.” katanya dengan mata berkaca-kaca. Ketika pertama kali datang ke pondok. yang bukan Mbah Ngah juru masaknya. Nak. Kau bakal makan cak ini terus selamo enam taun. Bayangkan pula perasaan seorang bapak melow yang membayangkan anaknya akan menderita selama enam tahun karena makanan manis. Begitulah Mbah Ngah menjadi penguasa seleraku selama tiga tahun pertama. saat akan atau sedang menyantap makanan. Baru setelah meninggalkan pondok.

Begitu mendengar kabar duka dari Bapak. Kesedihan itu semakin menjadi-jadi karena saya tak bisa pulang ke rumah. Mbah. dan laukpauk. yang langsung terlintas di benak saya hanya Mbah Ngah. Tentu saja Mbah Ngah akan menyambut dengan omelan khasnya. Mbah Ngah terlihat jauh lebih lucu dan menyenangkan kalau sedang marah-marah. pindah tempat makan ke Dapur Selatan waktu mulai duduk di kelas empat. Sambil ngomel ia akan mengambilkan nasi. sayur.” Bla-bla-bla dan panjang lebar dan saya akan terkekeh-kekeh sepanjangan. Hanya demi melihat perwujudan Ajong dalam diri Mbah Ngah. 8 . Nanti aku lapor Pak Kyai. Lebih banyak saya mengisengi atau menggodanya agar Mbah Ngah mencak-mencak. tapi itu bukan berarti ia tidak mempersilakan. Aku pindah dapur sini lagi aja ya.” “Sak karepmu. Saat itu juga saya langsung berpikir menemui Mbah Ngah meski belum jam makan. “Aku kangen masakan Mbah Ngah. Ajong (nenek) meninggal dunia ketika saya kelas lima. ia menggunakan Bahasa Jawa dan saya berbahasa Indonesia. Felix Siauw! akhirnya saya bersama teman-teman harus ganti dapur.Merry Christmas. melihat wajah Ajong untuk terakhir kali dalam damainya. tak jarang saya juga masih mencicipi masakan Mbah Ngah jika sedang ingin atau jika terlambat makan di Selatan. dan mengikuti prosesi pemakaman. Lalu terjadilah perbincangan antara kami— perbincangan yang aneh. Meski sudah pindah.

Seperti biasa Mbah Ngah ngomel tapi tidak bisa bilang tidak. Tentu saya tak memberitahunya tentang berpulangnya nenek.Arlian Buana Keceriaan dan kegesitan Mbah Ngah cukup membantu. Dua tahun terakhir di Pabelan. Selebihnya saya banyak diam di depan layar laptop. saya ngaso sambil membuka email dan media sosial. untungnya ada satu yang sudah stand by di sana. menyunting tulisan untuk Mojok. Kali ini dengan hak-hak 9 . barangkali ada yang penting yang harus segera dibalas. Saya hubungi beberapa teman untuk diajak ngobrol. minum kopi di Kopi Marjinal sepuasnya. Tapi sampai di Marjinal pun hanya sebentar kami ngobrol. Saya buka video rekaman Mbah Ngah yang ditautkan kawan itu. Saya hanya datang untuk melihat Mbah Ngah melakukan aktivitas dapurnya. Setelah cukup lama mengamati Mbah Ngah. Saya lantas pulang dan ke kamar mandi. Setelah perjalanan panjang dari Yogyakarta. saya mendapati kabar duka dari seorang kawan di grup teman-teman seangkatan. saya baru tiba di Stasiun Senen. menulis catatan ini. melakukan apa yang saya lakukan di hari pertama di sana: menangis sampai puas. saya pamit dan minta diperbolehkan untuk makan di sana di jam makan malam. Saya harus segera pulang ke Ciputat. mendengar kebawelannya dan sesekali saja mengajaknya ngobrol. saya kembali ke pelukan dapur Mbah Ngah. Tadi pukul tujuh malam. Di Facebook.

Bicara selalu dengan gestur yang lincah. Entah bagaimana menjelaskan stamina kegembiraan Mbah Ngah yang meluap-luap tanpa henti itu. 10 . Seolah kesedihan tak pernah berhasil memeluk dirinya. Mbah. Felix Siauw! sebagai Guru Praktek. yang katanya tidak pernah dicuci sejak pertama kali dipakai. tidak harus antre bersama para santri. Di usianya yang semakin senja. teman-teman saya sering mengumpat “Mbahmu kungfu!” Atau “Mbahmu salto!” Terhadap itu saya sering menjawab dengan enteng. tak banyak yang berubah dari Mbah Ngah. tak bisa diam.Merry Christmas. endapan ampas teh menahun.” Selamat jalan. “Lha iya. Di masa-masa terakhir di pondok itu. Ia tetap gesit dan enerjik. Di Magelang. seperti sedang memasang jurus bermain silat dan selalu diikuti tawa renyah. Dan Mbah Ngah selalu minum teh dari cangkir yang sama. tinggal ambil di bagian dalam dapur. umpatan yang jamak terdengar adalah “Mbahmu!” Di saat-saat akhir mondok. mbahku kan Mbah Ngah. Dasar cangkir itu berwarna merah kecokelatan. dan yang paling penting kesempatan bercanda dengan Mbah Ngah setiap hari. Selamat beristirahat. seperti berbagai tempat di Jawa. Barangkali itu rahasianya. saya melihat Mbah Ngah yang sama seperti yang saya lihat pertama kali.

akhirat ini. Sebentar. Saya singsingkan lengan baju terlebih dahulu sebelum kita bicara panjang lebar perkara darurat dunia. Sebagaimana mereka tahu siapa Jokowi. Saya juga maklum. tentu saja saya tak perlu memperkenalkan Puthut EA di sini. Tapi percayalah. manusia-manusia terpilih.Noah dan Puthut EA “Kenapa sih Bana harus malu kalau memang mengidolakan Noah dan Ariel? Apa salah?” begitu kicauan Puthut EA di twitter. bukan? Saran saya. 90 persen orang yang menggunakan Bahasa Indonesia tahu siapa itu Ariel dan apa itu Noah. Oh. Saya tahu. yang tak sampai 5 persen itu adalah orang-orang beruntung. setelah Google memberi rute perjalanan untuk mengenali Mas Puthut—begitu saya memanggilnya. Anda tahu fungsi Google. barangkali tak sampai 5 persen dari fans Ariel yang tahu siapa gerangan Puthut EA. telusurilah karya-karya yang 11 .

makelar itu ada di mana-mana. saya bisa tebak jawaban di otakmu. Jadi. Maka saya jauh lebih bahagia berjumpa dengannya ketimbang Ariel. tapi saya selalu ingat ungkapan Mas Puthut: “Kamu harus belajar dari sejarah dan kenyataan. maksud saya belilah buku. Persetan. saya justeru semakin rajin sembarangan menggondol setiap bukunya yang ada di depan mata. Saya bisa lupa bait lagu Peterpan. Setelah itu. (Saya menuliskan ini dengan harapan ditraktir ngopi-ngopi ganteng). buku itu raib sebelum saya sempat menyelesaikannya. Dan kenyataannya. Baris itu padahal tidak dilagukan. sejarah bangsa ini kan sejarah para makelar. tapi sangat 12 . saya menggemari Mas Puthut. (Mas Puthut menyuap saya dengan dua tiket menonton film dan makan malam gratis agar menuliskan ini) Enaknya bicara Mas Puthut dulu atau Ariel dulu? Oke. Entah di pondokan teman. Felix Siauw! pernah ditorehkannya. Baiklah. Sementara di pasaran memang semakin jarang.” di buku Makelar Politik: Kumpulan Bola Liar. Dua Tangisan pada Satu Malam. tak perlu basa-basi. Malang nian. Dan karena banyak hal. Entah itu di toko buku atau perpustakaan. Barangkali kurang jodoh.bukunya. Saya keranjingan membaca Puthut EA. pertama-tama saya mengenalnya sebagai cerpenis. yang terlalu panjang untuk diungkapkan di sini. Saya ingat dulu waktu semester satu pernah membeli kumpulan cerpennya.Merry Christmas.

keyakinan. Banyak orang di lingkungan saya yang merendahkan pilihan ini. Paling tidak. Siapa itu Priyanto? Tidak terlalu penting. saya masuk golongan yang kurang dari 5 persen yang malahan lebih beruntung lagi hingga ditraktir Puthut EA— seorang Dewa Laut yang dengan rendah hati masih mengaku sebagai Detektif Partikelir. Anaknya boleh punya agama. ia akan persilakan anaknya mencari bapak lain selain dirinya. pandangan dan ideologi politik berbeda dengannya. Ngeri-ngeri sedap. tak ada yang saya harapkan dari film Noah.Arlian Buana sering terngiang-ngiang di kepala saya. Atau tentang betapa garis kerasnya ia sebagai seorang Romanisti: jika nanti anaknya mendukung klub selain AS Roma. saya seorang sahabat Peterpan sejak dari pikiran. Dedik Priyanto. Itulah. baru sehari sebelumnya saya membeli Kisah Lainnya di bazar buku Bintaro Plaza dan dalam empat jam saya sudah beres membacanya. tertawa tanpa jeda tanpa alasan yang jelas. (Perihal dua julukan barusan. saya sangat terperanjat ketika seminggu yang lalu Mas Puthut mengajak saya nonton film Noah Awal Semula. Sahabat Noah dari buaian hingga liang lahat. Ya. Saya tak perlu lagi sebuah dokumenter untuk mengetahui perjalanan band dengan Mimpi yang Sempurna itu. tapi tidak klub sepakbola. Lagipula. Sejujurnya saya malas nonton film itu. 13 . Anda hanya bisa paham jika telah melahap semua buku Mas Puthut. Apa boleh buat. yang duduk di sebelahnya.

saya masih coba merayu Mas Puthut untuk menonton film lain saja. di mana mantan kekasih saya Natalie Portman ikut ambil bagian. Felix Siauw! Makanya Anda harus memborong semua bukunya. “Udahlah.) Nah.” katanya. Ehm. ia tampak sumringah setelah pertunjukkan usai. Tapi Mas Puthut bersikukuh mau nonton Noah saja. Lebih-lebih. tidak boleh tidak. benarkah seorang Puthut EA mengidolakan Noah dan Ariel? Apa salah? 14 . Usaha saya memutar haluan untuk film lain akhirnya tak membuahkan hasil. Priyanto semakin menjadi-jadi. anggap aja ini hadiah buat kamu. Priyanto ini siapa sih? Nggak penting-penting amat sebenarnya. Di depan antrean bioskop.Merry Christmas. diam-diam saya berani menyimpulkan bahwa Mas Puthut juga seorang Sahabat Noah. Misalnya Thor. Pertanyaannya sekarang. Sampai-sampai saya curiga kalau-kalau ia juga seorang penggemar Ariel dkk. terpingkal-pingkal tanpa alur berpikir yang runtut. sebut saja lelaki yang mendermakan dirinya demi digulung badai kenangan. lantaran enggan Noah.

Semuanya menyatu dalam diriku. Kota kecil yang menyebalkan. jutaan pertemuan. Denyut hidup kaum pinggiran. dan perdebatan telah mewarnai hidupku. 15 . jutaan perempuan–errr. sebenarnya. Ciputat. maksudku. Kemacetan. Kautahu. jika itu adalah bagian dari dirimu.Nyanyi Sunyi dari Gang Melati Aku mencintai Ciputat sebagaimana aku mencintai ketupat di hari lebaran. Maka aku mencintai Ciputat sebagaimana aku mencintai perutku yang sedikit buncit. percakapan. Di kota kecil ini. Aku juga suka buku-buku dan diskusi sebagaimana aku menyukai opor ayam. aku telah menghabiskan seperempat lebih umurku. betapapun menyebalkannya sesuatu. Misalnya perutmu yang buncit atau hidungmu yang pesek. Kesemerawutan. Ah. Di sini. mau tak mau kau akan menerimanya sebagai kewajaran dan perlahanlahan kau belajar mencintainya.

kampus hanya mendiktekan kebosanan satu ke kebosanan lainnya. aku telah menancapkan keinginanku untuk bersungguh-sungguh belajar di kampus yang katanya sedang merintis jalan menjadi kampus kelas-dunia. semuanya memang berjalan lancar. Aku menemukan banyak hal yang lebih menggairahkan pada kajian-kajian informal dengan kawan-kawan kelompok diskusi. Tentu bukan dosa. aku lebih banyak dibuat terpesona dengan warna-warna daripada di bangku kuliah. Sampai tahun ketiga. serta mendalami filsafat di Piramida Circle—forum studi yang kupilih sebagai pesantrenku selama di Ciputat. ruang kuliah. Salahkah bila aku alergi 16 . belum sesubur sekarang. Aku merasa lebih hidup membicarakan karya-karya sastra. aku melihat banyak kawanku digiring menjadi guru konseling atau bagian HRD di perusahaan-perusahaan.Merry Christmas. Bagiku. Di Fakultas Psikologi tempatku pernah kuliah. Felix Siauw! Pertama kali aku menginjakkan kaki di daerah kekuasaan Komaruddin Hidayat ini pada pertengahan 2007. Otakku justru menemukan rumah di berbagai kajian dan tongkrongan. dan ceramah dosen yang tak menarik. telaah sosial-budaya dan politik. Di forum diskusi. Sampai aku menemukan kebosanan-kebosanan pada diktat-diktat. Sebagai perantau. Waktu itu aku masih kurus. Kebanyakan aku terjelengar dibuatnya. Aku hanya tak mau menjadi bagian darinya. Otakku tidak merasa merumah di kampusku sendiri.

Apalagi yang harus kukatan tentang Ciputat? Aku telah mengenal setiap inci tanahnya. Tanyakan kepadaku semua yang ingin kau tahu tentangnya. aku tetap akan menjadi pembelajar seumur hidup. Aku gandrung akan sepakbola. Meski aku merasa kampus ini bukan tempat yang cocok untukku. dan yang paling penting. bukan? Kepalaku bisa mendadak vertigo bila malam 17 . pergolakan pemikiran mutakhir yang lahir di kawasan tak rapi ini. aku tak akan pernah berhenti belajar dari manapun. aku akan menjawab dalam satu-dua kedipan mata. Jangan khawatir. tempat makan termurah sampai termahal. aku—dengan sekian pergelutanku di Ciputat selama ini—telah mencapai Puncak Makrifat Ciputat. Asal jangan kau tanya cara memikat gadis Ciputat. siapa dan ke mana saja agar aku bisa berguru. Barangkali karena aku terlampau sibuk dengan buku-buku. dan diskusi. aku senantiasa mengejar apa. Seorang kawan pernah berseloroh. Bukan hal aneh. Karena hingga kini aku pun masih bingung. laptop. Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku mendekati perempuan Ciputat. Itulah masalahnya. ruparupa manusianya.Arlian Buana dengan kegiatan perkuliahan di kampus ini? Oh. jangan salah.

Permainan. Senang-senang. Seiring berjalannya waktu. Tontonan sepakbola baik itu acara tujuh-belasan di kecamatan atau di televisi bagiku selalu lebih seru daripada film-film laga atau tembak-tembakan ala koboi mana pun. fakta bahwa hanya 0. Berkejaran di bawah guyuran hujan memperebutkan dan menendang-nendang bola bersama kawankawan di desa tak pernah gagal membuatku riang-gembira. Felix Siauw! akhir pekan kulewatkan tanpa laga sepakbola. lebih dari itu. klub itu yang memilikiku. iya. Semua bermula sejak aku memilih dan menentukan tim sepakbola kesayangan. 18 . sepakbola menjadi gengsi dan lambat-laun menjelma egoku. meski ketika pulang ke rumah pasti dimarahi orang tua. Sepakbola adalah keajaiban bagi hidupku. senangnya tak alang kepalang. Emosiku jadi rentan dipengaruhi hasil pertandingan.Merry Christmas. bunyi nafiri terus bergema di rongga dada. Lama-lama aku curiga jangan-jangan skor akhir itu adalah emosiku sendiri. Awalnya aku menikmati sepakbola sebagai permainan yang menyenangkan. boleh dibilang. sepakbola tak lagi sekadar perwujudan dari kesenangan bagiku. Hanya itu. Oh. Bermain. Menang. atau.000000001 hidupku yang kuhabiskan dengan merasakan kehangatan malam minggu bersama pacar tentu berkontribusi besar atas pusing kepala itu. Sialnya. tapi sepakbola selalu berhasil menjadi obat mujarab. Pilihan yang membuatku merasa memiliki klub sepakbola itu. Main-main. sepakbola juga bisa merusak hari-hariku.

Tapi setelah beranjak ya sudah. Keykkeyk gimana ya… Keyk-keyk gak habis pikir aja. Seperti malam ini. Aku ingin kegaduhan. Toh. Kegaduhan yang memompa epinefrina. Kenyataannya. Zakky Zulhazmi dan Arlian Buana menciptakan keberisikan yang mengesalkan. Kalah.Arlian Buana dan hari-hariku dalam sepekan akan berlangsung ringan. Tapi nggak lama juga. gelas. bawaanku jadi marah-marah. Piring. sehabis kekalahan Inter Milan dari seekor klub semenjana. gitu. Ban? “Mempengaruhi sih iya. mereka memang menyindirku. asbak. hidup harus 19 . Paling-paling ya kecewa saja selepas nonton. pekanku terasa bencana. Di ujung meja sana. Tahu kau bagaimana rasanya ditimpuk laptop. Oh. Bukan keberisikan yang mengusik. “Pernah skor laga klub favoritmu mempengaruhi mood-mu dalam waktu yang panjang?” Bana bertanya. Semua itu terjadi di kepalaku. Ingin rasanya menyumpal mulut dan membanting badan mereka berdua ke lantai lalu kutimpakan sengkang rak buku rak piring kompor gas sekalian wastafel lalu aku akan tertawa terbahak-bahak. biar berdemprang paling garang. rasanya aku ingin menghancurkan semua barang di atas meja. mereka berdua yang terpingkalpingkal karena obrolan entah yang kesannya menertawakanku. Lalu kubakar markas besar ini dengan satu lemparan kecil korek kayu pada minyak tanah yang telah kusiramkan sebelumnya.

Menyebalkan. misalnya. bener. Buat apa melestarikan kekecewaan jika itu tak membantu kita berkarya?” Sok serius Zakky menjawab dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak memerlukan jawaban. Nyamuk-nyamuk di sini pun tak kalah brengseknya. Ada tuh yang pernah jadi jurnalis bola tapi masih keyk gitu. 20 . Kalo klubnya kalah. Perih ulu hatiku. Felix Siauw! dilajutkan? Banyak tugas lain menunggu. dia ngamuk-ngamuk sampe ngajak berantem. Dasar alay! Aku membolak-balik halaman Lapar-nya Knut Hamsun. Tapi ya boleh-boleh aja sih. Aneh aja ada orang-orang yang gitu. Jek? Mau bilang kayak-kayak saja pakai keyk-keyk. “Bener banget. Biarlah. terus di-cengin abis. Apa coba perlunya gontok-gontokan perkara klub?” Bana makin tajam menyilet. Pernah kau digebuk pakai dispenser beserta galon penuhnya. biar dia mengoceh sampai tamam nafsunya. Tapi otakku masih terpaku pada percakapan dua asu buntung itu. Lebih baik aku masuk kamar daripada terjadi perkelahian seperti sinetron Indosiar.Merry Christmas. Yang kelewatan gak jelasnya itu orang-orang yang berantem gara-gara membela klubnya. “Iya. Banyak banget emang yang gak jelas keyk-keyk gimana gitu.” Zakky brengsek! Berani-beraninya dia terang-terangan menamparku.

Kata dia. dan booming-nya media sosial makin menelanjangkan fakta itu. ya. kolumnis bola terkeren sejagad Inggris.” “Nah. atau minimal mantan jurnalis bola keyk gitu. Lebih baik aku bersepeda. berarti anehnya kuadrat dong. tapi menghadapi fans yang marah dan tolol yang mayoritas itu.Arlian Buana Haruskah aku bersepeda untuk memuntahkan kemarahanku? “Hahaha. The Blizzard. yang paling melelahkan dan membosankan jadi jurnalis bola itu bukan kerja sampai larut malam atau perjalanan panjang untuk liputan.” Susah bicara dengan awam yang belum pernah mendengar apalagi beriman pada firman Bill Shankly. Malah harus membayar dengan harga yang nggak sedikit. Hahaha. nulis di Jurnal bola bikinannya. kalo jurnalis bola.” “Itulah. Jonathan Wilson. Angry sport.” “Padahal jadi suporter itu nggak dibayar lhoh. Kita bahkan jadi papan iklan berjalan dengan jersey yang kita pakai.. Dia juga bilang. Hehehe.” Babi! “Seenggaknya. 21 . edisi Sembilan kalo gak salah: bolakaki itu emang olahraga kemarahan. jurnalis bola kan mempelajari banyak hal ya. Absurd.. Absurd memang kalo otaknya masih cupet. dari dulu emang gitu.

Felix Siauw! 22 .Merry Christmas.

Perkara kuliahku. Zakky salah bila meyakini merawat kekecewaan tak membantu kita berkarya. Aku sedang menulis novel tentang taman kesedihan yang kukunjungi setiap malam. hal pertama yang selalu kuajarkan kepada peserta didikku adalah ritual memanggil kenangan. Kau salah bila beranggapan bahwa menggarami luka tak baik bagi produktivitas. Semua kisahnya bersumber dari kenangan-kenangan yang kerap menindih kepalaku. Percayalah. Dengan kesendirian. Kau salah. kenangan. memang. apalagi dua bedebah yang justru berolokolok itu.Arlian Buana Orang-orang yang menganggap sepakbola sebagai perkara hidup-mati saja mengecewakan Shankly. Di setiap kelas menulis. Tak semuanya menyenangkan. aku telah berdamai dengan segala. Sepakbola lebih akbar daripada urusan hidup dan mati! Lebih cepat aku mengayuh sepedaku kemungkinan pertumpahan darah akan semakin kecil. Seburuk apa pun kenangannya tak akan pernah gagal menjadi tulisan bagus. kegagalan dan kekecewaan. Tapi sungguh. Aku akan buktikan. Iya. sekali lagi aku telah berdamai. 23 . Aku akan buktikan kalian salah. Aku telah berdamai dengan apa pun. Kau mungkin mengira aku orang yang jiwanya rusuh. juga dengan nyamuk dan kenangan.

Kau kira aku belum pernah punya pacar? Enak saja. Tapi kau harus tahu. Jassin Sang Paus Sastra Indonesia. fakultas yang sama denganku. suksesor HB.Merry Christmas. Ah. entah di kampus mana. aku sedang tak ingin berpanjang-lebar tentangnya. Namaku Dedik Priyanto. Felix Siauw! Goenawan Mohamad. toh tidak menamatkan pendidikannya di Fakultas Psikologi. sastrawan besar itu. Ia datang dari kota kenangan. aku pernah memenangi hatinya. Aku punya rencana untuk menyeriusi studi sastra. Aku akan memenuhi nubuat kawan karibku: aku akan menjadi Lumba-Lumba Sastra. Apa lo? Apa lo? 24 . Gadis berkacamata itu memang tak terbit dari Ciputat. paling tidak.

Ariel Ia masih sibuk rapat peluncuran album terbaru ketika asistennya datang menginterupsi. Rapat dilanjutkan dengan kegelisahan yang mulai menggelayuti hatinya. Koran-koran. Di luar sana. Kepalanya seperti hendak meledak. ”Ah. 25 . itu pasti hoax. seluruh dunia mulai membicarakannya. Portal berita dan forum-forum daring.” katanya tak ingin percaya. membisikinya kabar mengejutkan. Stasiun-stasiun televisi tak mau ketinggalan. Riuh-rendah. Konsentrasinya buyar. Jejaring sosial. Selang beberapa menit. Seketika pandangannya gelap. Hirukpikuk. Ia menerima ponsel pintar yang disodorkan sang asisten untuk memastikan sendiri kebenaran kabar jahanam itu. asistennya kembali menghampiri dengan wajah lebih pasti: wajah bencana di depan hidung.

Ia tak mungkin lari. Felix Siauw! Demikianlah Ariel membuka Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Dan ia memilih diam ketimbang berteriak dalam kerumunan tak karuan ini. Saya sempat teringat bahwa Ariel mengidolakan Kurt Cobain. menanyakan pendapat. Mendadak beberapa orang menghubungi. Saya membayangkan apa yang berkecamuk di kepala Ariel saat itu. Video itu tak akan mengubah kesukaan saya akan Peterpan. Dua video terkutuk itu tersebar begitu cepat. Lebih penting lagi. Hanya karena saya pernah secara terbuka mendaku sebagai Sahabat Peterpan. Peduli setan dengan kelakuannya.Merry Christmas. mustahil dihentikan. Hanya karena semua orang tahu saya sering menyanyikan lagu-lagunya. Rentetan hari-hari berkebalikan 180 derajat dengan hidupnya beberapa tahun belakang telah menanti. Lagipula itu urusan pribadi. Tentu tak mudah. dan lain sebagainya. Dramatis. 26 . Sebagian orang merasa punya otoritas moral untuk menghukum. yang sebenarnya bukan urusan saya. Tapi sebagian orang ternyata lebih suka menghakimi. Orang-orang berlomba menghakiminya. bertanya apakah saya sudah menonton. Saya sangat ingat malam itu. Indonesia gempar oleh tragedi kau-tahu-apa. janganjangan ia akan mengikuti jejak pentolan Nirvana itu bunuh diri di umur 27. ia tidak melakukan tindak kriminal.

Arlian Buana 27 .

Tentu ia bukan manusia paling suci. Tanpa banyak bicara. maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya. Ia masih punya cukup kekuatan untuk bertahan. Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah. mempertahankan diri. “Jika saya bercerita sekarang. berkata kepada diri sendiri. bersuara kepada yang berhak. atau hanya mengikuti keburukannya. Tapi ia memilih sikap ksatria.” 28 . Lalu biarkan seleksi Tuhan bekerja pada hati setiap orang. Maka saya lebih baik diam… Saya hanya akan bercerita kepada Tuhan. Menghadapi apa pun yang harus dihadapi. Kita semua tahu. lalu diam kepada yang lainnya.Merry Christmas. Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi. semua dapat memetik yang baik dari kemakluman itu. ia tak berakhir di situ. Felix Siauw! Kebetulan Ariel sedang di usia yang sama.

ini Alawi. 29 .” kata penyair D.Jadi Lelaki ala Alawi Cecunguk forum kajian di Ciputat mana yang tak kenal Abdullah Alawi? “Mas. Tapi kalau sudah menyangkut desir-desir hati. Tak pernah sebelumnya saya melihat ia sematikutu itu. memang banyak dia berteman dengan perempuan. “Tapi Alawi ini orangnya segan dengan perempuan. Kalau hanya berteman. dia ndredeg. Di samping Abah Zawawi. kenalkan. putra sulung penyair-cum-pelukis Jeihan Sukmantoro.” Abdullah Alawi. Zawawi Imron memperkenalkan Abdullah Alawi kepada Atasi Amin. calon menantu saya. diam triliunan bahasa. biasa saya panggil Bang Abah. lalu menghindar. duduk pula Sapardi Djoko Damono— penyair yang puisinya sering dikutip di undangan pernikahan tapi namanya jarang tercantum.

pintar dan humoris yang konon jomblo sejak dari pikiran. Kesetiakawanannya tak kalah dengan Danny.Merry Christmas. bersahaja. Maka jangan heran bila suatu hari ia terdampar di tepi laut. Ia orang baik. Tapi cerita bahwa ia belum pernah punya hubungan istimewa dengan seorang perempuan bagi saya benar-benar tak masuk akal. Semua definisi dan pujian tentang keagungannya tak kuasa saya bantah. dewasa. Sangat baik. 30 . Karena itu. kegandrungannya dalam menulis serupa dengan tergila-gilanya para Paisano pada anggur. Dongeng tentang seorang lelaki tampan. Susah dinalar. ia sereligius Jesus Maria. Kemampuan menyimak dan menyimpan datanya setajam kecermatan Pilon. Apalagi ketika tahu bahwa lelaki yang dimaksud adalah orang yang saya kenal baik. Hatinya semulia Bajak Laut dalam novel Dataran Tortilla. Dalam hal beragama. Ada. Felix Siauw! Tapi peristiwa itu beberapa jam kemudian justru menjadi senjata andalannya untuk menyerang lawanlawannya. yang pertama kali dicarinya adalah pena dan buku tulis. Mula-mula saya sendiri tidak percaya kisah itu. Ada sebuah legenda suburban di Ciputat yang sukar dipercayai oleh orang-orang di manapun di belahan dunia ini. Seperti halnya para Paisano akan mencari setetes anggur.

Bang Abah cerita tentang bagaimana orang-orang di kampungnya memandang Gus Dur. pecinta sastra dan pentolan kelompok diskusi Piramida Circle. wafat. Ia tak pernah membentangkan jarak di tongkrongan. jika tanpa sengaja seperjalanan atau bertemu di kafé dengan Anda. Menurut mereka. para senior di kampus meyodorkan nama Abdullah Alawi. Keesokan harinya. ia juga mahasiswa UIN. saya langsung tahu bahwa ia orang yang pintar dan menyenangkan. Dari beberapa kali interaksi di kegiatan itu. Kombinasi yang hanya dimiliki oleh mereka yang terpilih. saya jadi sering bergaul dengan Bang Abah. dilanjutkan dengan berbagi cerita dan berdiskusi tentang apa saja mengenai Gus Dur. tokoh yang kerap menjadi primadona dalam diskusi kami. Sejak itu. Ia adalah tipe orang yang.Arlian Buana Awal Desember 2009. Ketika akan memilih moderator. walaupun saya juniornya dengan angkatan yang terpaut cukup jauh. 31 . lalu persentuhannya dengan pelbagai gagasan Gus Dur sejak bertungkus-lumus di forum kajian. kami tahlilan. akan dengan cepat bersahabat dan asyik dijadikan kawan bicara. Akhir Desember 2009. Kombinasi yang sulit didapati dalam diri setiap orang. Gus Dur. saya mengetuai panitia bedah buku kumpulan cerpen berjudul Perawan yang diterbitkan oleh Yayasan Rahima.

saya benar-benar tak pernah tahu apakah guru saya itu pernah punya pacar atau belum. Jika saya ditanya siapa penulis yang paling menginspirasi saya selama di Ciputat. Mungkin bagi banyak penulis kawakan. menerima penjelasan-penjelasan sederhananya tentang banyak konsep filsafat yang bikin pusing. saya diperbolehkan membaca bermacam-macam tulisannya yang luar biasa tapi belum pernah dipublikasikan. tulisannya biasa saja. Felix Siauw! Saya semakin dalam mengenalnya ketika kami menggagas sebuah buletin bernama Bongkar— bersama Ahmad Makki dan Abi Setio Nugroho. Benarkah apa yang dikatakan Abah Zawawi.Merry Christmas. Ia mampu mengangkat banyak hal sederhana menjadi menarik dan penting. Saya mengagumi tulisan-tulisannya. bahwa Bang Abah menghindari desir-desir hati? 32 . Bagaimana saya harus membelanya ketika tidak sedikit orang menuduhnya telah menjomblo sedari buaian? Sedang untuk bertanya kepadanya saya rasa kurang etis. Ia adalah guru sesungguhnya bagi saya. Si Celurit Emas. dan yang paling menyenangkan. sederhana dan seringkali jenaka. tapi bagi saya sungguh luar biasa. sedikit-banyak melihat langsung bagaimana proses kreatifnya. lantaran saya mengenalnya dari dekat. Masalahnya. dengan gaya yang santai. Lebih sering begadang bersamanya. nama Abdullah Alawi yang saya sebut pertama.

Penghias laman profilnya. Asal pendekatannya tepat. pernah mampir kisah tentang 33 . bukan sekali dua ada gadis yang memujanya layaknya para jurnalis menyembah fakta. Ia bahkan membangun demarkasi bagi perempuan-perempuan yang mencoba mendekatinya. Ketika banyak remaja tanggung yang risau karena di laman profil Facebook-nya tak ada status perpacaran. Tak satu pun.Arlian Buana Dengan segenap reputasinya. Menyedihkan? Tidak juga. Bang Abah ambil jalan pintas dengan membuat akun Nyai Ontosoroh. Akun yang hanya berteman dengan satu orang ini dijadikannya pacar. Ia tetap melalui hidupnya dengan riang-gembira. Entah bagaimana latar belakang dan latar depannya. ia sendiri sepertinya enggan mencari pacar. Abdullah Alawi justru terlihat seperti buah semangka. Cerita tentang akun Nyai Ontosoroh tak pernah bisa dijadikan orang senjata untuk menghinanya. Di telinga saya. Gadis-gadis itu mengubernya seperti kuli tinta memburu berita. Ketika jomblowan-jomblowati dipandang hina seperti tahi kuda. pastinya. saya sangat yakin Bang Abah bisa memilih gadis single mana pun untuk dijadikan pacarnya. akun itu justru menjadi kebanggan luar biasa di tangannya. Tapi tak satu pun yang mampu merengkuh hatinya. Menurut informasi yang telah saya himpun dari sumber-sumber terpercaya. Sebaliknya.

ia bercerita bagaimana aroma minyak itu membangkitkan kenangan-kenangannya tentang cinta di sekolah menengah.Merry Christmas. Begitulah Bang Abah. “Kalo nyium bau kayu putih selalu keingetan cewek yang gua senengin waktu aliyah. Mereka berdua pada suatu masa saling tarik-menarik begitu kuatnya seperti sampo dan rambut. Mengulum senyum. pondokan saya.” “Makanya sampai sekarang gua selalu menganggap. “Gua itu…” katanya memulai. Tanpa saya minta.” “Dulu waktu kemah. Hahaha. gua itu berusaha biar baris deket-deket dia. Menunggu 34 . punya minat yang sama besar pada sastra dan kajian kebudayaan. tapi hubungan itu berakhir entah. Dan gua itu menghirup aromanya dengan seksama.” Saya terkesima. Di Macondo. jadi make minyak kayu putih. Pernah dengan rekan kuliah seangkatannya. Ada beberapa perempuan pula yang bergantian meneleponnya berjam-jam hingga larut malam. tapi kesemuanya tak jelas juntrungannya. Kebetulan mungkin waktu malem api unggun dia lagi nggak enak badan. Felix Siauw! dekatnya Bang Abah dengan beberapa perempuan. bau kayu putih itu aroma cinta. selalu bertutur tentang dirinya seolah-olah dirinya adalah orang lain. suatu malam ia masuk angin dan minta minyak kayu putih.

Begitu mendengar berita wafatnya ibunda Bang Morenk Beladro. Ubay Prh dan saya berangkat dari markas di Gang Melati. Zakky Zulhazmi.” Pameran bersama lima maestro. Di sana. 28 September 2013. kira-kira pukul sebelas malam. Kami yang lelah dan kelaparan ditraktirnya makan. Hamzah Sahal. Sapardi Djoko Damono. Sebelum ke lokasi. A Mustofa Bisri dan Jeihan Sukmantoro. Zawawi Imron.Arlian Buana kelanjutan ceritanya. Di mana dan bagaimana gadis kayu putih itu kini. di dalam mobil. kami terlebih dahulu menjemput Abah Zawawi di stasiun. Tujuan kami. Dedik Priyanto. dihiburnya dengan 35 . Studio Jeihan. kita semua barangkali tak akan pernah tahu. Sepanjang perjalanan. kami telah membayangkan bagaimana melihat para maestro itu dari dekat. ngobrol ngalor-ngidul dan tentu saja belajar dengan mereka. dan dengan perbekalan seadanya. Abi Seti Sugroho. Penonton kecewa Alawi berlalu. Acep Zamzam Noor. Bintaro. Muhaji Fikriono. beliau langsung memimpin kami melafalkan doa-doa panjang saat itu juga. telah menunggu pameran lukisan dan puisi “Lima Rukun. Tapi percakapan itu dicukupkannya. pasukan Surah Sastra menyerbu Bandung. di Jalan Padasuka. Abah Zawawi begitu hangat. lagi baik hati. D. Sabtu. Bukan pasukan lengkap.

Felix Siauw! rupa-rupa humor teranyar dari tanah Madura. Tatkala percakapan sedikit berbelok tentang kaos Lima Rukun. Meski lebih dulu kami sehari. serangan balik Alawi mulai dilancarkan dengan cepat. Kalo gua kan udah dianggap menantu! Orang-orang udah pada hormat semua sama gua gara-gara dikenalin-menantu.” Alawi mulai menemukan dirinya. yang beberapa orang tidak kebagian. Selepas Abah Zawawi pergi. gelegar tawa Dedik Priyanto perlahan tapi pasti berubah menjadi air mata. koleksi fotonya bersama para tokoh dalam gelaran ini lebih lengkap daripada siapapun. “Mana Alawi?” Alawi yang dinanti baru tiba keesokan hari. Ceng-cengan terus berlanjut. Dan tak lupa ia bertanya. Alawi memang tak berkutik ketika pertamatama diperkenalkan sebagai calon menantu Abah Zawawi. Trengginas. Alawi yang malumalu dengan perempuan dan lain sebagainya terus diulang-ulang. Muhaji Fikriono dan Zakky Zulhazmi tersenyum simpul penuh arti. Semuanya 36 . Ia melewatkan beberapa momen puitik tentu saja. bukan Alawi namanya jika tidak membukukan kemenangannya sendiri. Abi Setio Nugroho cekikikan. “Ya udahlah.Merry Christmas. sekali lagi. Tapi. Bah?” tanya Dedik. Menggelegar gelak tawa Dedik Priyanto. Tapi bukan Alawi namanya jika tidak membukukan kemenangannya sendiri. “Lu udah dapet kaos.

Arlian Buana terpingkal-pingkal. Ia tidak seperti kebanyakan orang yang berpikir dan berusaha keras mencari pasangan agar tidak dihina sebagai jomblo di perkumpulan. Sampai Dedik tak sanggup lagi mengumpat dan hanya bisa termangu. “Emangnya elu?!” bla-bla-bla. Karena hipster dalam percintaan. Ia tentu saja memperhatikan itu semua. Sambil tertawa. tanpa ampun. Serangan yang sepertinya memang telah disiapkannya cukup rapi. beberapa kali saya terkenang tentang Bang Abah. Kisahnya membuat saya berpikir ulang tentang konsep ideal menjadi lelaki. galau. Tuntas tak bersisa. ‘ini menantu saya belum dapet!’” Secepat kilat ia membelokkan percakapan menuju Dedik. mantan kekasihnya. Semua tentang Dedik. Ia hipster sejati dalam hal percintaan. Kami semua tentu saja dengan sukarela menjadi tim hore. Dedik mulai mengumpat jancuk. Dedik semakin sering mengumpat. “Kalo sampe gua gak dapet kaos. kenangan dan lukalukanya mendadak dikorek-korek seperti selokan mampet yang dibersihkan. dijadikan 37 . move on dan seterusnya. dan mematikan. Habis. Abah Zawawi bisa-bisa turun tangan. Sepulang dari Bandung. Jomblo tidak jomblo sepertinya tidak pernah mengganggu pikirannya. ia tak perlu intim dengan berbagai kosa-kota basi anak muda masa kini: patah hati.

berkenalan dengan sebanyak mungkin orang baru. 38 . Hingga tiba orang seperti Abah Zawawi yang dengan senang hati menyodorkan jodoh yang cocok untuknya. cinta sejati sehidup-sematinya. Alih-alih berburu cinta. tapi ia tak penah terganggu dengan hal-hal yang begitu.Merry Christmas. Alawi justru semakin giat mencintai dirinya sendiri. Caranya memperlakukan kenangan tentang Gadis Kayu Putih. mengunjungi tempat-tempat baru dan menulis. jauh berbeda dengan cara mainstream yang menggalau-balau. Felix Siauw! perbendaharaannya untuk menulis dan ngobrol di warung kopi. yang kerap gelisah ketika kenangan datang tanpa diundang. Berbeda dengan Dedik. Bukan mencintai diri secara berlebihan seperti Narcissus legenda Yunani. dengan seorang Mojang Bandung. Bukankah mustahil kita bisa mencintai orang lain jika lalai mencintai diri sendiri? Ps: Bang Abah akhirnya menikah akhir Oktober 2015. misalnya. Ia lebih memilih untuk sibuk dengan apa yang menggairahkan hatinya: membaca.

Gagasan awalnya dari kritikus sastra sekaligus Dewan Redaksi Surah. habis acara mereka udah gak inget puisiku. yang tepuk tangan itu temen-temenku sendiri. tapi apalah artinya koran Minggu selain honor?” katanya. Majalah Surah berniat menerbitkan ulang polemik kebudayaan yang banyak digeluti oleh para punggawa Poejangga Baroe.Pria Punya Selera yang Susunya Susu Bendera Di kantin Perpustakaan Universitas Indonesia. Diskusi itu sebenarnya tentang Poejangga Baroe. Mahayana. Faisal Kamandobat mengungkapkan keinginan terdalamnya sebagai penyair: puisinya dibaca atau dinyanyikan orang setiap hari layaknya puja-puji untuk nabi dan doa-doa yang dihayati para pemeluk agama yang teguh. dalam rangka memperingati 39 . terus dikasih tepuk tangan. “Aku kan paling-paling baca puisiku sendiri di panggung. Atau koran Minggu. Maman S.

kesusastraan modern Indonesia bekerja melalui negara. peralatan kecantikan modern sepertinya bekerja dengan baik di sana. Zakky Zulhazmi menganggukangguk sambil saling memandang dengan Ubay Prh. hanya lewat lembaga-lembaga pendidikan formal yang semakin lama semakin berjarak dengan masyarakatnya. “Ada puisi lewat. puisi Chairil Anwar hanya jadi hafalan di Sekolah Dasar. matanya menyipit dan keningnya berkerut seperti memikirkan sesuatu yang sangat serius. Sebentar.” sela Kamandobat.” Seorang mahasiswi dengan blus putih dan rok tribal selutut melintas. karya sastra tidak benar-benar dihayati.Merry Christmas. Akibatnya. Abdullah Alawi mengangguk serius. “Sebentar. Tidak mendarahdaging dalam derap langkah manusia sehari-hari. Mahayana mengangguk pelan. “Karena dasar-dasar yang diletakkan Poejangga Baru itulah. Hidung mancung.” tambah Kamandobat. Abi Setio Nugroho menghisap rokoknya dalam-dalam. Felix Siauw! dasawindu Poejangga Baroe dan sebagai upaya menyelami bagaimana akar kebudayaan Indonesia dibentuk. Parasnya putih mulus. Menenteng tas 40 . matanya menerawang. kaki jenjangnya pun tanpa cacat dipercantik sepatu hak tinggi sehingga bentuk betisnya terlihat kencang meski kesan lembutnya tetep menempel.

Mereka semakin mendekat ke tempat kami ngobrol. Saya menoleh..” giliran saya yang menyela.” “Hahahaha. 7 Maret 2014 pagi. Bentuk tubuhnya seperti rata-rata model pakaian dalam. Bazar Buku Murah Gramedia menanti kami dengan stok-stok baru yang menggiurkan. “Ada tiga puisi esai mau lewat. saya melihat tiga mahasiswi keluar dari Books & Beyond sambil bercengkerama. sebentar. 41 . anggun. Di kejauhan. Tidak seperti mahasiswi sebelumnya. Nugroho dan Zulhazmi nyengir. Ada catatan kakinya gitu. mereka terlihat tanpa polesan memadai.” timpal Nugroho. belum tidur semalaman. tertawa. Setelah keduanya bangun lalu mandi bergantian.” kata Kamandobat. saya membangunkan Alawi dan Nugroho. demikian antusiasnya sampai-sampai tidur tak lagi menggoda. seperti tidak mengenal perawatan kulit yang mahal kecuali mungkin sabun cuci muka dan krim yang diiklankan televisi. kami meluncur bersama ke Bintaro Plaza. Berdarah-daging. “Itu baru puisi. Obrolan dilanjutkan ngalor-ngidul.Arlian Buana dan berjalan dengan irama terjaga. “Sebentar. Rencana kami hari ini membuat kepala saya bekerja demikian kerasnya.

dan wajah bercanda.” katanya. Alawi terlihat gelisah. tanpa beban. saya mulai panik. Tapi perkiraan saya bukan Pak Djoko benar yang merisaukan Alawi. Felix Siauw! Pukul setengah sebelas. toh?” lanjutnya. “Coba periksa lagi. Pak Djoko yang dimaksud Alawi. di tengah lautan buku. “Gimana? Mau pakai hape saya?” saya setengah kesal dibuatnya. Saya periksa di tas. menghidupkan sepeda 42 . Nugroho langsung memanggil nomor saya. Di tengah keadaan yang bagi saya saat itu sangat rumit dan memusingkan. saya baru sadar telepon genggam saya tak ada di tempatnya yang biasa. udahan yuk. tapi buku yang telah diangkatnya di tas belanja sudah terlalu banyak. “Bung. Lalu dengan ringan. Ada beberapa orang yang harus saya hubungi saat itu. Sesampainya di rumah Djokolelono. nihil. ayo. Pak Djoko udah nungggu kita nih. bisa-bisanya ada orang yang menganggapnya enteng. “Lha ya gimana? Jangan bingung. si tuan rumah berkata. Perburuan harus segera diakhiri kalau tak ingin dompetnya kosong-melompong. Alawi dengan wajah yang ikut gelisah bilang.” Tanpa diinstruksi. Nyambung. Duh! Saya segera mengambil langkah cepat. Kantongnya tentu akan kempis dalam tiga pekan ke depan. di kantong. Nugroho pun kelihatan khawatir.Merry Christmas. “Ketinggalan di tempat makan tadi kali. tapi tidak diangkat. Saya periksa lagi di semua sudut yang mungkin secara seksama dan konsekuen.” katanya.

Tuan rumah adalah orang yang sangat kami kagumi. Dalam bahasanya sendiri. Nama Djokolelono selamanya tak akan pernah kami lupakan karena jasanya menerjemahkan dengan sangat hebat novel karangan John Steinbeck itu. bahkan membuat sebuah blog tribut untuk mereka dengan nama Anggur Torelli—air zam-zamnya Dataran Tortilla.Arlian Buana motor. Saya gembira sampai-sampai berniat menciumnya. John Steinbeck dan Tortilla Flat adalah para primadona yang sukar tergantikan saat kami masih hobi nongkrong di Warkop Tampomas. Karena sentuhan tangannya. Djokolelono. Ahmad Makki. saya sudah lupa kekesalan saya sebelumnya. ia memang kekanak-kanakan. Kegembiraan saya bertambah-tambah ketika ngobrol dengan Pak Djoko. Menurut pengakuannya. Dalam waktu singkat. kami bisa mengenal dari jarak yang sangat dekat perilaku para Paisano. Paisano. Alawi. menjemput kemungkinan hape itu tertinggal di tempat makan. Puji Tuhan hape itu aman. Ia yang mengantarkan kami mengenal. Pemilik rumah makan berbaik hati menyimpannya sampai saya datang. Ia ternyata memang menggemaskan dan lucu orangnya. menikmati kisah dan umrah ke Dataran Tortilla. bersama partner in crime abadinya. Di jalan pulang ke rumah Pak Djoko. saya beli rambutan untuk oleh-oleh sebagai ungkapan senang. bukan hanya karena menjadi kanak-kanak selamanya 43 .

Ia tak suka hitung-hitungan. Matanya tajam menatap Pak Djoko dengan kekaguman dari ujung kaki hingga ujung kepala. Alawi akan meluruskan kembali pertanyaannya. Meski perhatiannya mudah terdistraksi. Pertama. Dari jawaban yang melenceng itu. Dan Pak Djoko. Jadilah ngalor-ngidul dan dengan sedikit cemberut.” katanya. tapi juga karena ia tak mau pusing dengan semua urusan orang dewasa. “Semua urusan orang dewasa. istri saya yang urus. mencoba menjawab.Merry Christmas. yang penting senang. Ada banyak cerita penting yang justru diungkapnya dengan jawaban 44 . ia benci pertengkaran. Alawi seperti bertatap-muka langsung dengan para Paisano. Alawi terlihat mengangguk-angguk khidmat sekali. ia kemudian terdistraksi lagi oleh hal lain hingga omongannya tak tentu arah. Saya nulis aja. Alawi begitu bersemangatnya memberondong Pak Djoko pertanyaan demi pertanyaan. Nampak benar ia bernafsu menyedot ilmu kepenulisan Djokolelono dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Felix Siauw! menggembirakan dan lebih enak baginya. Pak Djoko adalah pencerita yang baik. selalu menjawab dengan cara yang imut dan menggemaskan. Ia seolah mengalami dua momen sekaligus: puitik dan orgasmik. tapi di tengah jalan selalu terdistraksi oleh apa yang diucapkannnya sendiri atau diceletukkan oleh Nugroho dan saya.

di rumah aja. Setelah banyak menerbitkan buku. antara lain Astrid dan Bandit dan Astrid di Palungloro.Arlian Buana yang melenceng dari pertanyaan Alawi.” katanya kembali terkekeh. Astrid. Djokolelono jauh meninggalkan Darto Singo. anaknya Darto yang jadi artis terkenal. Anak saya. Ia sengaja menulis banyak cerita anak untuk anaknya. Diam-diam. saya ini penulis.” 45 . Nama rivalnya: Darto Singo. “Yang paling pertama. dengan tokoh utama menggunakan nama Astrid. Ia heran kok dia lebih dikenal sebagai penerjemah ketimbang pengarang. “Darto beres nulis satu novel. dulu ia memelihara impian suatu saat Astrid jadi bintang terkenal yang mondarmandir di kotak televisi dan gambarnya dipajang di baliho hingga kemasan sampo.” katanya terkekeh-kekeh. berkisah tentang anak keduanya. Astrid. baru jadi penerjemah. karena tiba-tiba saja teringat. Sebagai penulis cerita anak. Ia kemudian. lalu kembali menghadapi kami dengan mata membulat lalu berbisik. Ada 14 serial Astrid. Seiring berjalannya waktu. Ia kaget ketika kami datang langsung menanyainya tentang sastra terjemahan. beberapa dihadiahkannya untuk kami. Cintanya kepada anak perempuannya itu sangat besar.. “Si Astrid lagi di dalem. ia punya saingan dari kalangan tentara. “Tapi ternyata. Pelan-pelan ya ngomonginnya. saya selesai delapan.” katanya sambil melirik ke dalam rumah.

“Rumah ini kan di kompleks Unilever. Alawi dan Nugroho berdecak kagum. Meski sangat produktif menulis novel. “Iya. ‘Cerita Buat Dien Tamaela’” 46 . Saya hampir terlonjak dari kursi saking terpesonanya. mereka gak ngerti sastra sih. Ialah otak di balik iklan Gudang Garam: Pria Punya Selera. Apa yang dibuatnya merupakan tagline produk-produk terkenal. Ini rumah dari biro iklannya Unilever. Katanya gak sesuai EYD.” terangnya. Tapi biarin aja. menggeleng. tapi ia menampiknya. Ia tahu betul. Sasmi yang jadi artis internasional itu. Sebel saya kalo inget saya kalah sama Darto. Karyanya sebagai copy writer membuat kami tercengang. Lagipula pekerjaannya di biro iklan juga menulis naskah. Honor dan royalti tidak seberapa. “Saya bikin ‘Pria Punya Selera’ itu terinspirasi dari puisi Chairil Anwar. sementara kebutuhan untuk riset sangat besar.Merry Christmas. pekerjaan utamanya adalah copy writer di biro iklan. Pernah suatu saat Ajip Rosidi menyarankan agar ia berhenti dari pekerjaan itu dan jadi penulis penuh-waktu.” Terkekeh-kekeh lagi. menjadi penulis tak menjamin kebutuhan hidupnya terpenuhi. Pak?” “Anggun C. “Siapa. Felix Siauw! “Tau siapa anaknya Darto?” kami saling menatap. dulu ‘Pria Punya Selera’ itu banyak yang kritik.” Ia terkekeh-kekeh lagi.

Beta punya nama. Philips terang terus. justru telah berhasil menciptakan kata-kata yang menempel di otak banyak orang.’” bahunya berguncang. “Tempo: Enak dibaca dan perlu. terkekeh-kekeh lagi. tetap saja kata-kata Pak Djoko dahsyat luar biasa. “Siapa mendekat.Arlian Buana Beta Pattirajawane. susu Bendera. Beta api di pantai. Siapa mendekat Tiga kali menyebut beta punya nama. Pria punya selera. Dan fakta bahwa ia diingat bahkan dilagukan banyak orang itu tak bisa ditolak. Pak?” “Banyak. yang bukan penyair. Alawi dan Nugroho berdecak kagum lagi. “Selain itu apa. menjaga hutan pala. Kamu pasti tau.” 47 . tiga kali menyebut beta punya nama. ‘terus terang. Dalam beberapa hal. “Wow! wow. Djokolelono. yang satu koran minggu atau jurnal sastra sementara yang lainnya media iklan..’ sama ‘susu saya. Meski medianya berbeda. Saya hampir terlonjak dari kursi lagi saking terpesonanya. ia lebih sublim daripada puisi terbaik Goenawan Mohamad.” Ia terkekeh-kekeh lagi. ” Saya langsung ingat Kamandobat dan keinginan terdalamnya.

ia tak pernah bergeser. menunjuk di mana kakeknya berada. sahabat saya semasa mondok. Di kamar Kuwait D atau di Empang (Warung favorit kami untuk merokok diam-diam agar tak ketahuan Ustadz). di dua ubin kali tiga ubin itu. suatu Jumat. Paling-paling hanya Harry Potter atau biografi musisi idolanya saja yang diboyong. Persis di sana.Ajip Rosidi Saya biasa melihat lelaki tua itu setiap Jumat di depan pintu tengah masjid Pondok Pabelan. Saban Jumatan. Cici tidak terlalu pandai memanfaatkan kesempatan emas itu. Cici banyak bercerita pengalamannya berlibur di Jepang mengunjungi Aki. Tentang Aki yang sering mengajak cucu-cucunya ke toko buku untuk memborong buku apa saja sesuka hati. 48 . Cici sering bercerita tentang Aki. Sayang. begitu setia di tempat yang sama.” kata Cici. “Itu Aki tuh.

melainkan di salah-satu SMP di Muntilan. Cici pun akhirnya mau nyantri di Pabelan. Saya bisa bersahabat dengan Cici awalnya karena kami sama-sama hobi nge-band dan penggemar berat Harry Potter. Dari 49 .” kata Aki. KH. Anaknya sendiri saja disekolahkan di tempat lain. Setamat dari SD. Cici pernah mencoba nyantri di Gontor. pondok yang didirikan dan dibesarkan oleh almarhum pakdenya. Aki mengkritisi pilihan pendidikan Pak Ahmad untuk anak-anaknya. Ketika Aki mengantarkan Cici pulang ke Indonesia. seperti dikisahkan Cici berulang kali. menempuh jarak antara rumah dan kampus Osaka Gaidai dengan berjalan kaki. Dari hobi ngeband. Hamam Dja’far. hingga kebiasaan Aki berlama-lama di meja kerja. Pak Ahmad Mushtofa. membaca dan menulis. “Kalau ada Kyai yang menyekolahkan anaknya di pesantren atau sekolah lain. kami sering berkumpul mendengarkan musik bersama. Cici tidak langsung nyantri di Pondok Pabelan. mengulik kunci dan kabur untuk latihan di luar.Arlian Buana Mulai dari kebiasaan Aki yang berpuasa Senin-Kamis atau Dawud. menurut cerita Cici. Cici sampai kepayahan mengangkat koper-koper itu. tapi tak bertahan lama. Setamat SMP. Setelah pulang dari Gontor itu. berarti pesantren yang dipimpinnya itu bukan lembaga pendidikan yang bagus. pondok yang sampai sekarang dipimpin ayahnya. Aki tak membawa apa-apa selain tumpukan kertas hasil karyanya berkoper-koper.

saya sering kabur dari kompleks pesantren untuk main band di Muntilan atau nonton konser di Magelang atau Semarang atau Yogyakarta. tentu saja. kami semakin sering ngobrol dan berbagi cerita. Felix Siauw! kebersamaan itu. berjalan kaki dan berenang adalah tiga macam olahraga yang baik sekali. kira-kira ketika Cici baru naik ke kelas 5 SD. Pulang dari kabur itu. Dan murah. Tempo hari juga waktu tinggal di Abenoku. laman sastra dan situs porno terpercaya. karena larut malam. Di buku Yang Datang Telanjang. Aki dan Nini suka naik 50 . Dia yang pertama kali mengajari saya membuat email dan menggunakan mesin pencari.Merry Christmas. “Bagus sekali Cici suka naik sepeda. Cici. Bersama Cici dan beberapa teman lain. Dan ketiga macam olahraga yang murah biayanya itu. Isi surat itu baru saya baca belakangan setelah Yang Datang Telanjang terbit. tinggi nilai aerobiknya. nama panjangnya Muhammad Citradi. merekomendasikan beberapa portal berita. Angkutan umum hanya ada sampai pukul 9 malam. kami selalu menumpang di bak truk pasir. Mengayuh Sepeda. ditulis pada tanggal 1 juni 2007.. Aki memuat salah-satu surat untuknya. Aki juga dulu suka naik sepeda.. Isinya pujian dan pesan untuk Cici yang mulai senang bersepeda. bersama surat-surat kepada banyak tokoh besar. Cici yang pertama kali membukakan mata saya pada internet. Olahraga lain umumnya lebih mahal biayanya daripada ketiga macam olahraga itu.

ada rumah besar tempat menyimpan buku-buku. di jalan besar selalu ada jalur khusus untuk speda. Karena itu Cici harus sering periksa rem.Arlian Buana sepeda. Di jepang. Jadi meskipun banyak mobil. sampai pingsan. Maklum sopir di Indonesia banyak yang ugal-ugalan suka ngebut. Lebih baik di jalan kampung saja. pengendara sepeda aman. Karena itu kalau naik sepeda. Cici harus selalu waspada. Sehingga berjalan kaki dan mengayuh sepeda di Indonesia harus hati-hati. jangan sampai main tabrak. Rumah utamanya cukup besar dengan tembok-tembok yang kukuh. Kalau mau nabrak sesuatu segera rem. Masa pagar ditabrak! Pagar kan kelihatan dari jauh juga. bisa disamber mobil yang ngebut. ada beberapa saung tempat melakukan pertemuan atau sekadar bersantai. jangan sampai los (tidak pakem). Juga Cici harus hati-hati. Mereka berdiri di tengah-tengah persawahan. Jangan seperti teman Cici yang sampai nabrak pagar.. Bahkan untuk orang berjalan kaki pun tak ada. Tidak seperti di Indonesia sekarang. Kalau di jalan bessar selalu diintip bahaya. tak ada jalan untuk sepeda. Dan nabrak pagar tentu saja terpental sendiri. pendeknya Cici harus hati-hati. 51 . Apa pun jangan ditabrak. kok sampai ditabrak. yang jarang atau tidak bisa dilalui mobil. Di kanan-kirinya. Kalau tidak.” Perumahan itu tak seperti kebanyakan rumah lainnya di Desa Pabelan.

Tapi mau tak mau wawancara itu harus dilakukan. sastrawan yang saya kagumi karya-karyanya pula. Saya dipersilakan menunggu di salah-satu saung oleh Mbak Pon. Sebelumnya. pemerintah Jepang memberi banyak bantuan untuk Pesantren Pabelan. Waktu itu. saya semakin berdebar-debar dan waktu seperti 52 . majalah santri Pabelan. mengantar atau mengambil surat.Merry Christmas. Dari rumah satu ke rumah atau saung lainnya ditaburi kerikil halus. Padahal itu bukan kali pertama saya ke sana. dan beberapa kamar di kompleks puteri dinamai dengan nama-nama kota di Jepang. Melewati gapura Jati Niskala. Selama menunggu. negerinya Doraemon. saya pemimpin redaksi Majalah Dialog. saya sering diajak Cici mampir. saya memberanikan diri menemui pemilik rumah untuk keperluan wawancara. Hingga kini di sana masih berdiri Gedung Jepang. agar penghuni rumah bisa berjalan-jalan tanpa alas kaki di pagi atau sore hari. itu baik untuk kesehatan. beberapa kali bahkan sempat makan di dapurnya. Ini wawancara pertama saya dengan tokoh terkenal. Siang itu. gugup semakin menjadi-jadi. pekerja di sana. Felix Siauw! Di pintu masuk berdiri gapura bertuliskan “Jati Niskala. Tema yang kami pilih untuk edisi berikutnya adalah tentang Jepang. Saya agak gugup sebenarnya.” Jalan dari Gapura ke kompleks itu beraspal. Konon. Beberapa waktu sebelumnya. Dan saya masih duduk di kelas enam—3 SMA.

Arlian Buana
berjalan lamban. Apalagi ketika Aki menampakkan
muka yang sepertinya tidak terlalu ramah untuk
diwawancara.
“Ada perlu apa?”
“Mau wawancara, Ki.”
“Soal apa?”
“Banyak hal, Ki. Tentang sastra, dan terutama
tentang Jepang.”
“Dari mana kamu tahu kalau saya bisa bicara
tentang sastra?”
“Dari buku-buku Aki.”
“Buku saya yang mana yang pernah kamu baca?”
“Lutung Kasarung, sama kumpulan puisi Cari
Muatan.”
“Dari mana kamu tahu kalau saya bisa bicara
tentang Jepang?”
Sampai di sini saya ragu. Sampai saat itu saya
belum pernah membaca buku mengenai Aki dan
Jepang. Saya pun tak cukup berani untuk mengarangngarang cerita. Maka saya jawab sejujurnya, “dari Cici,
sama Mbak Pon.”
“Masak Cici dan Mbak Pon dijadikan referensi?”
“Pulang sana! Kembali lagi ke sini setelah kamu
baca referensi yang lebih bisa dipercaya.”
Sumpah, sampai saat ini saya sangat malu
53

Merry Christmas, Felix Siauw!
mengingat jawaban bodoh itu. Tapi ketika itu, tak
urung saya merutuk dalam hati. Apa salahnya Cici
yang jadi referensi? Bukankah Cici cucunya sendiri?
Apa masih tidak bisa dipercaya? Beberapa kerikil yang
tergeletak di jalanan saya tendang.
Cici terbahak-bahak mendengar tragedi
pengusiran itu. Semakin kesal saya dibuatnya.
Untungnya, keesokan harinya saya menemukan buku
Orang dan Bambu Jepang di perpustakaan.

Cici datang tergopoh-gopoh ke kamar Kuwait D.
Ia mengajak saya bersegera ikut dengannya. Situasi
sangat gawat nampaknya.
Beberapa pekan sebelumnya, saya kehilangan
buku Protes, karangan Putu Wijaya, di kamar ini. Buku
itu milik Aki, yang dipinjam Cici dari perpustakaan Jati
Niskala. Buku yang hilang itu adalah buku pinjaman
yang saya pinjam.
Kami telah mencari dan bertanya ke sana ke mari
tentang keberadaan buku malang itu. Hasilnya nihil.
Buku itu seakan raib ditelan kakus.
Cici bilang, Aki sangat berang setelah tahu buku
itu hilang. “Kamu boleh pinjam uang Aki dan tidak
mengembalikan. Tapi jangan sekali-sekali coba
pinjam buku dan tidak kembali,” begitu dampratnya.
Karena rasa sangat bersalah, saya bersama Cici
mondar-mandir mencari buku terbitan Grafiti itu.
54

Arlian Buana
Sayangnya usaha kami untuk mencari ganti pun
gagal. Berbagai toko buku kami singgahi. Hingga
Gramedia Yogyakarta kami sambangi. Stok 0.
Beberapa tahun kemudian, baru kami tahu si
brengsek penyebab malapetaka yang menggondol
buku itu. Dia adalah Danil Arifin, karib kami yang
hobi membual dalam logat melayu kental dan sangat
gandrung membaca apa saja sampai lupa lautan.
Tak tanggung-tanggung, buku itu digondolnya
sampai Pontianak tanpa seorang setan pun tahu.
Dan dia dengan entengnya tertawa ketika mengaku
melakukan kejahatan luar biasa itu. Setan alas!

Setelah sekian lama tak jumpa, saya bersalaman
lagi dengan Aki pada April 2011, karena keterlibatan
saya di Gerakan Koin Sastra. Aki adalah Ketua Dewan
Pembina Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin,
yang ketika itu terancam bangkrut lantaran Gubernur
Fauzi Bowo setiap tahun menyunat subsidinya.
Waktu Konser Koin Sastra di Bentara Budaya
Jakarta, Aki bersama Nini hadir. Saya sangat senang
bisa ngobrol-ngobrol santai dengan beliau berdua.
Bulan puasa kemarin, saya bertemu lagi dengan
Aki di PDS, untuk keperluan wawancara. Kali ini saya
bisa lebih santai, meski Aki tetap kelihatan sangat
serius. Saya bersama Bang Abah, orang Sunda
yang sejak lama memuja Aki. Beberapa kali Bang
55

Merry Christmas, Felix Siauw!
Abah pernah mengutarakan niatnya berkunjung ke
Pabelan, tapi sampai sekarang belum kesampaian.
Bang Abah yang cukup flamboyan tampak grogi
bertemu dengan idolanya.
Ketika kami datang, Aki tengah melakukan
pekerjaan rutinnya, membaca dan menandai
beberapa buku untuk difotokopi. “Saya sedang
mengumpulkan tulisan Idrus di majalah-majalah
lama yang saya anggap menarik,” katanya. Bahkan
saat wawancara dimulai pun, pekerjaannya itu tidak
dihentikan. Menambah kesan angker di mata Bang
Abah.
Bang Abah baru bisa mengatasi demam
panggungnya untuk bertanya selepas beberapa
pertanyaan dari saya. Aki menjawab pertanyaanpertanyaan sambil meneruskan pekerjaannya. “Saya
sambil ngerjain ini ya, wawancaranya.”
Banyak hal yang dikatakan Aki yang tidak saya
setujui—terutama yang menyangkut orang-orang
komunis dan Partai Komunis Indonesia. Tapi saya
tidak berniat mendebatnya, saya tahu tujuan saya
adalah wawancara dan saya tidak mau memperkeruh
suasana. Di bagian akhir wawancara, syukurlah
suasana malah menjadi sangat cair.
Bang Abah melempar canda mengenai
produktivitas Aki, “Judul buku Aki saja, kalau didaftar
bisa makan delapan halaman.”

56

Tawa berderai. Dengan girang dia lancang minta foto bersama. 57 . Musnah sudah gemetar Bang Abah.Arlian Buana “Font-nya apa dulu? Ukurannya berapa?” Gayung bersambut. Untung tidak sampai minta dibelikan sepeda.

Tapi kebencian itu ada. saya bertanya kepada Bapak: PKI itu apa? Yahudi itu apa? Tuhan itu apa? Bapak memberi jawaban. semuanya. musuh Islam. Tuhan itu pencipta seluruh alam termasuk manusia—kakek. Saya tidak pernah lupa bagaimana 58 . dan nyata. nenek. Sungai Musi. Sungai Komering. saya lebih memikirkan bermain daripada membicarakan PKI dkk. pohon duku. saya. Bapak bilang. Tapi saya tidak pernah lupa jawaban Bapak. Sebagaimana kanak-kanak lainnya.PKI Waktu kecil. PKI itu orang-orang yang tidak beragama. Dan Yahudi juga musuh Islam. sering sekali saya mendengar orang mengumpat dengan menyebut “PKI!” atau “Yahudi!” Padahal di desa saya tidak bisa ditemui makhluk PKI ataupun Yahudi. Di awal-awal Sekolah Dasar. Sekali bertanya. bapak. sudah itu saya tak banyak memikirkannya. pohon durian. musuh negara. Gunung Seminung.

guru-guru dan buku pelajaran membicarakan penjajahan Belanda dan Jepang. Saya sempat terkantuk-kantuk menunggu film Pengkhianatan dimulai. Televisi menyala dengan daya aki. sekali waktu saya bertanya lagi kepada Bapak: mengapa orang kita tidak membenci Belanda dan Jepang? Mengapa kita lebih membenci PKI dan Yahudi? Di sekolah. Tapi tak lama setelah pertanyaan itu.Arlian Buana orang bersumpah-serapah dengan PKI dan Yahudi. dan Bapak akan menggendong saya pulang ke rumah. cukup banyak teman sebaya saya yang ikut menonton. dan kalau sudah di atas jam 9 biasanya saya akan jatuh tertidur. Mengapa harus PKI dan Yahudi yang dijadikan sumpah-serapah? Saya tidak ingat jawaban Bapak. kira-kira ada 60 orangan. dengan wajah yang jauh lebih keji daripada ketika mereka mengumpat “Kampang!” Beranjak besar. ada beberapa cewek juga. Saya memang sering menemani Bapak numpang nonton film di rumah Uwak. di pelataran rumah seorang uwak yang kebetulan Kepala Desa. tapi tidak beramai-ramai. selebihnya kakak-kakak yang lebih tua dan orang dewasa. Bapak mengajak saya begadang untuk menonton film Pengkhianatan G30S/PKI. berikut kebengisan dua negara itu menjebak lalu membunuh para Pahlawan Nasional. diterangi lampu petromaks. Cukup ramai. juga kekejaman mereka terhadap nenek-moyang kita. 59 .

kenapa tidak Belanda dan Jepang. Saya juga mulai banyak menonton kartunkartun Jepang. seperti apa wajahnya. Kakek malah sering menyanyikan lagu-lagu Jepang yang tidak saya pahami. Sesekali kami menirukan adegan dan dialog dalam film. Kakek tidak pernah merasakan kekejaman Belanda. tapi kakek sering meceritakan kisah dari kakek buyut. Tamat SD. saya merasa semua jawaban yang saya dapatkan masih belum cukup. saya belum juga menemukan jawaban yang memuaskan. Dan sampai sekarang pun. ada pula yang bernama Ahmad Yani. dan sesudah listrik masuk desa. saya dan teman-teman akan membicarakan kebiadaban PKI. Felix Siauw! Menonton film Pengkhianatan adalah pengalaman pertama saya begadang sampai tengah malam. Keesokan harinya. meski saya simpan sendiri. tapi kakek tidak pernah menyumpah-nyumpahi Jepang. Di antara kami. Kakek merasakan sendiri penderitaannya di zaman pendudukan Jepang. apalagi bapak dan saya. Bagaimana Ade Irma jika ia masih hidup.Merry Christmas. saya bisa menyaksikan filmfilm perjuangan mengusir Belanda dan Jepang. Tapi saya tetap mempertanyakan kenapa PKI dan Yahudi. pasti cantik sekali. 60 . seperti kami sering menirukan tokoh Khaidir Ali di TVRI. dan kesedihan untuk Ade Irma Suryani. pemujaan terhadap para pahlawan revolusi.

Saya bisa mengerti apa yang dimaksud Iqbal Aji Daryono sebagai tindakan “provokatif.co. ungkapan-ungkapan yang digunakan di tahun-tahun itu adalah bahasa-bahasa kasar. dan lain-lain.”. dalam artikelnya Lah. Kalian Itu Mau Rekonsiliasi atau Perang Lagi di Mojok. Di era yang katanya politik sebagai panglima. ketika PKI disebutsebut melakukan aksi sepihak terkait landreform di berbagai tempat. PKI tak ubahnya Tyrion Lannister dalam Game of Thrones. ketika ideologi-ideologi masih berbenturan. kurang lebih saya bisa memahami situasi politik antara tahun 1959 hingga 1965 yang demikian panas. Tapi bukankah semua itu adalah pertarungan politik? Memang sampai ada gesekan. PKI bukan otak di balik pembunuhan para jenderal seperti yang digambarkan film Pengkhianatan. Sementara jumhur ulama sejarawan berpendapat. dari elite hingga akar rumput. Tapi pantaskah semua itu dibayar dengan pembabatan habis orang-orang komunis dan yang dituduh komunis? Dan peristiwa 30 September—yang digunakan sebagai dalih utama pembantaian 1965-1966— masih belum terang siapa dalang sesungguhnya. bahkan brutalnya orang-orang PKI sejak jauh hari pra1965. ngehek. dari atas sampai bawah.Arlian Buana Dari apa yang saya pelajari. yang didakwa membunuh Raja Joffrey Baratheon 61 . memprovokasi umat Islam dengan serangan subuh di Kediri.

kebencian diawetkan oleh ceramah-ceramah para pemuka agama di masjid-masjid hingga obrolan di warung kopi. dan keluarga besar PKI. PKI adalah anak dan saudara yang tak diinginkan. Seiring berjalannya waktu. Selain karena peristiwa-peristiwa gesekan yang pernah terjadi. yang buku kumpulannya disuplai negara. sedikit demi sedikit saya pun bisa memahami kenapa masyarakat desa saya. Lewat khutbah-khutbah Jumat. punya pandangan miring tentang PKI. Mudah untuk bilang bahwa saya “tidak mengalami atau merasakan sendiri suasana permusuhan dengan PKI. Ada tangan besar yang bekerja di sana. Kecuali beberapa potongan ayat di Kitab Suci. tidak tahu apa-apa tentang semua yang pernah terjadi. Dan seperti Tyrion yang dicelakakan ayah dan kakak perempuannya sendiri. sampai sekarang saya belum bisa mengerti kenapa. belum pernah. dan yang paling massif tentu saja film Pengkhianatan. sesederhana karena kedua bangsa itu diberi kesempatan kedua untuk berhubungan baik dengan bangsa ini.” 62 . Sedangkan Yahudi. Felix Siauw! dalam sebuah konspirasi perebutan singgasana. termasuk Bapak. Mengenai Yahudi. generasi saya. mengingat belum ada keterangan persentuhan kita dengannya. Perkara Jepang dan Belanda. Tentu mudah untuk mengatakan bahwa saya.Merry Christmas. khutbah Idul Fitri.

Arlian Buana Kalau begitu. mengapa kita harus memendam kebencian? Untuk apa kita membenci dan bermusuhan. demi siapa? 63 . izinkan saya kembali bertanya.

Muara Dua

Terakhir saya mudik lebaran Idul Fitri kemarin. Dan
tidak ada kemajuan berarti di sana.
Desa saya, Ruos, masih seperti dulu bentuknya.
Di depan rumah, memang sedang dibangun galeri
yang rencananya akan jadi tempat dijualnya souvenir
khas Ogan Komering Ulu Selatan. Tapi saya kira itu
bukan kemajuan, karena saya sendiri pun tak tahu,
apa saja souvenir dan oleh-oleh khas OKU Selatan
itu? Siapa saja bakal pengunjung dan pembelinya?
Saya masih belum paham manfaatnya, kecuali untuk
menghabiskan anggaran dan mengisi kantong
beberapa orang.
Terpisah dua rumah di kanan rumah saya, ada
kantor Kepala Desa yang sangat jarang dipakai.
Seminggu penuh, tak pernah sekalipun saya
mendapati aktivitas di sana. Di halaman depannya
banyak ditumbuhi rumput liar.
Saya khawatir nasib galeri itu nanti akan berujung
64

Arlian Buana
seperti nasib kebanyakan kantor kepala desa di
sini. Semoga kekhawatiran saya pada akhirnya tak
terbukti.
Baiklah, saya ceritakan sedikit mengenai OKU
Selatan. Kabupaten ini kabupaten ingusan, hasil
pemekaran dari Ogan Komering Ulu yang beribukota
di Baturaja. Diresmikan pada tanggal 14 Januari 2004
di Muara Dua yang menjadi ibukota kabupaten,
dua belas kilometer dari desa Ruos. Di lambang
resmi kabupaten, ada gambar burung Walet, salah
satu potensi besar daerah ini. Tapi yang lebih
menentukan keberadaan burung Walet di sana
adalah Muhtadin Serai, pengusaha Walet terkenal.
Muhtadin berjasa besar, moril maupun materil, dalam
usaha memperjuangkan agar OKU Selatan menjadi
kabupaten.
Muhtadin kini masih menjabat di periode
keduanya sebagai Bupati. Ia pertama kali resmi
dilantik pada Selasa, 23 Agustus 2005. Padahal waktu
itu statusnya masih tersangka pemalsuan ijazah.
Tapi Tadin, begitu ia biasa disapa, berhasil lolos dari
lubang jarum. Pernah juga ia tersandung kasus
korupsi proyek pembangunan Pasar Saka-Selabung,
kasus yang kemudian tidak jelas juntrungannya.
Saya mencintai kota kecil Muara Dua. Saya punya
banyak kenangan masa kecil di sana. Rasanya
baru kemarin pagi saya begitu girang setiap
berkesempatan pergi ke Pasar Pagi bersama Ajong
(nenek). Dulu belum ada Pasar Saka-Selabung.
65

Merry Christmas, Felix Siauw!
Sebenarnya, seluruh bagian Muara Dua, disebut
“pasar” oleh kami orang desa. Memang sepanjang
jalan utamanya merupakan pasar, ada pertokoan,
bank dan warung-warung makanan. Pasar Pagi yang
terletak di Pasar Ilir adalah pasar tradisional, dimana
orang desa seperti Ajong bisa mengulak hasil kebun;
pisang, pepaya, terong atau sayur-mayur.
Saban hendak ke pasar, saya selalu bangun
lebih awal, mandi pagi demikian semangatnya dan
memilih pakaian terbaik untuk dikenakan. Di meja
makan, sambil menyantap hidangan sarapan, saya
mulai ribut mau beli ini-itu, dan Ajong hampir pasti
selalu mengiyakan dengan tatapan sayang. Walaupun
keinginan itu nantinya ada yang tidak terpenuhi,
Ajong selalu berhasil mendinginkan saya dengan
alasan yang masuk akal. Ajong cuma dapat uang
sekian, uang ini harus terlebih dahulu digunakan untuk
ini. Kalau mendahulukan keinginan kamu yang itu, bisa
begitu. Dan saya tidak pernah bisa merajuk dengan
Ajong, karena sebelum pulang biasanya ia menyogok
dengan makanan kesukaan: Sate Padang. Makan di
tempat, plus bungkus.
Kalau tidak dengan Ajong, saya biasanya ke Pasar
dengan Bibi atau Bapak, atau dengan teman. Dengan
Bibi biasanya jika akan membeli pakaian baru, untuk
sekolah atau lebaran. Dengan Bapak untuk macammacam keperluan atau sekadar jalan-jalan. Dengan
teman, membeli mainan, bahan-bahan layangan
seperti kertas dan benang, atau membeli komik
Petruk yang saya gemari, di Tangga Batu, Pasar Ulu.
66

Mie Tek-tek. Sangat menyenangkan. bermain “cari batu. kami biasanya menyantap “menu wajib” di pasar. atau sekadar melompat dari ketinggian dengan salto dan permainan-permainan lainnya. Mainan favorit anak-anak lelaki adalah pistolpistolan. kami gagah-gagahan dengan naik atap angkot. seperti ada kesepakatan tidak tertulis untuk segera bermain tempur-tempuran dengan kelompok dari desa lain yang baru dikenal. Pulangnya.Arlian Buana Muara Dua juga selalu saya kenang sebagai tempat yang mengasyikkan untuk bermain. Perbuatan itu sudah barang tentu membuat kami 67 . yang bertebaran sepanjang jalan utama. para penjual mainan telah menunggu kami yang sedang berkantong tebal karena THR dari para orang tua. Setiap lebaran datang. Bosan bertempur.” permainan adu ketangkasan meyelam untuk mendapatkan batu terpilih yang dilempar di tempat yang sebisa mungkin paling dalam. Di sana. berlindung sekaligus menyerang musuh. anak-anak pedesaan dari berbagai penjuru. Lelah bermain air. berenang. Serunya. Bangunan-bangunan di sana segera berubah menjadi benteng-benteng tempat kami bersembunyi. kota kecil yang di jantungya mengalir Sungai Selabung ini menjelma surga bermain bagi kami. dengan suka-cita kami menceburkan diri ke sungai. agar bisa menembak gerombolan musuh yang kebetulan terlihat bersenjata di jalanan.

Merry Christmas. Kebiasaan itu tak pernah kami tinggalkan sampai tamat SD. entah generasi siapa yang memulai. Di atas gedung-gedung di sepanjang jalan utama itu. saya belajar tajwid dan qiraah. tiga hari dalam sepekan saya rutin ke pasar. Rejeki nomplok laten bagi para penjual mainan. Sepulang dari ngaji. Sampai sekarang saya masih terpukau oleh pemandangan itu. perlahan-lahan juga harus membimbing dan melindungi yang lebih kecil. secara natural anak-anak yang telah menamatkan SD mulai malu beramai-ramai ke pasar. Tradisi itu turun-temurun. Kami yang tadinya ikut-ikutan rombongan yang lebih besar. Mudik kemarin. Felix Siauw! dimarahi orangtua masing-masing jika ketahuan. saya selalu takjub menikmati langit Muara Dua menjelang maghrib. beterbangan ribuan burung Gereja dan Walet ketika gelap mulai menyelimuti bumi. adik-adik saya di desa masih beli pistol mainan di hari lebaran lalu perang-perangan. Makin besar. Di rumah Wak Kemal. sekali saya sempatkan melihatnya sambil mengenang masa kecil yang takkan terulang. Mulai kelas 5 SD. tapi mengaji di rumah Ustadz Khairul Akmal. Pada gilirannya. makin dituntut untuk membeli senjata lebih canggih dan mulai bertanggung jawab atas keselamatan adik-adik. Sampai sekarang. tak lagi mau menghabiskan uang untuk senapan tiruan. Bukan untuk bermain atau belanja. 68 . begitu saya memanggilnya.

anak-didiknya. Nyaris tak ada yang berubah dari Masjid Agung. Di masjid terbesar di Muara Dua. Dan Akas (kakek) Amer. sinar matanya begitu merona. bukan lantaran tidak nafsu. Beliau bilang seharian itu beliau tidak makan. Di taman depan masjid kini berdiri tugu dengan patung Walet di puncaknya. tentu saja ada yang baru. OKU Timur yang sesama kabupaten baru. telah melesat dalam pembangunan fisik dan nonfisik. tapi karena merasa kenyang melihat saya. sah untuk bilang bahwa Muara Dua belum juga beranjak berbenah. Tidak ada kemajuan signifikan dibanding belasan tahun lalu. lapak-lapak penjual koran pun telah habis gulung tikar. Sejak dulu. kecuali dindingnya yang tampak mulai ringkih dan catnya yang terkelupas di banyak titik. dulu saya pernah membahagiakan dan membuat bangga banyak orang. tapi tiba-tiba menjadi sangat baik dengan menawari saya mau dibelikan apa sesampai di rumah.Arlian Buana Lalu sembahyang maghrib di Masjid Agung. Apakah itu tanda kemajuan? Melihat kanan-kirinya. Tapi jangankan perpustakaan. Bibi berkaca-kaca lalu menciumi saya berulang-ulang. guru ngaji sekaligus sepupu kakek saya. Teringat Ajong menangis haru tersedusedu sambil memeluk saya. saya sering 69 . saya hanya memimpikan adanya perpustakaan besar di Muara Dua. menjadi juara umum Munaqosyah Tilawatil Quran. Oh ya. Sementara kabupaten tetangga. Dulu sehabis mengaji. Bapak tidak hadir di acara itu.

sedikit memuat berita kabupaten. saya hanya menemukan satu tempat yang menjual koran. ditelan rimba entah. Selebihnya adalah majalahmajalah gosip yang tak perlu saya sebut namanya dan majalah musiman dengan sampul bergambar cewek-cewek Korea. Dalam lima tahun belakangan. Koleksinya menyedihkan. Kini kios-kios itu telah tiada. Itu pun bukan kios koran.Merry Christmas. Felix Siauw! mengunjungi beberapa kios koran untuk membeli majalah Bobo atau tabloid Bola. Ada pula Harian OKUS yang hanya terdiri dari 8 halaman. sisanya berita dari jaringan Jawa Pos. melainkan toko emas yang nyambi jual koran. Entah dengan apa pemerintah OKU Selatan mendefinisikan dan merumuskan kemajuan. Yang selalu ada dengan kualitas lumayan adalah Sumatera Ekspres dan Sriwijaya Post. 70 . koran nasional hanya Harian Kompas yang kadang ada kadang tidak.

Orang-Orang Tegaldowo “Ini harus ada yang berani mati ini. Harus ada yang jadi martir dulu biar pabrik semen angkat kaki dari desa kita. Kam?” tanya Priyanto kepada Kamidan. Yang ditanya reaksinya sama seperti Suwater. memamerkan barisan giginya yang putih. Suwater. duduk berseberangan dengan Priyanto. Peng!” kata Yu Sumi yang sedang 71 . pemilik warung beserta suaminya mengikuti percakapan. Pegunungan Kendeng bagian utara. Ia satu dari beberapa motor utama gerakan menolak Semen Indonesia di Bukit Watu Putih. dalam bahasa Jawa. hanya menanggapi ucapan itu dengan senyum. Rembang. biar pemerintah terbuka matanya. “Kamu saja. suami Yu Sumi. “Kalau kamu saja bagaimana. Di meja lain.” kata Joko Priyanto. Kundono yang duduk di sebelah saya mulutnya ternganga. kepada temantemannya yang sedang cangkrukan di Warung Kopi Yu Sumi.

Beberapa menit lalu ruangan ini masih dipenuhi tawa. 72 . Priyanto sejak kecil biasa dipanggil Prin. Kayaknya kita harus bikin aksi di depan Gubernuran. Felix Siauw! hamil besar. Suwater bahkan tak lagi menyisakan senyum. baru mungkin pemerintah mau sadar. ia hanya menghisap rokoknya dalamdalam lalu kembali menyunggingkan senyum. nanti yang memberi makan bayi yang saya kandung ini siapa?” “Kamu bagaimana. kini hilang tak bersisa. Prin menghisap rokoknya dalam-dalam. nanti yang memberi makan anak saya siapa?” “Lho ya kalau suami saya yang mati. Empat atau lima orang gantung diri. Lagi-lagi Suwater tidak menjawab. “Ini sungguhan. Mas?” Saya mencoba memecah kebisuan. tatapannya nyaris kosong pada bara api ujung rokoknya. berat ini. “Memangnya kalau mengikuti proses hukum bakal masih lama ya. kependekan dari “kerempeng” karena perawakannya yang kering.Merry Christmas. Kundono memainkan telepon genggam seolah itu bisa mengurangi kekikukan. Rek!” Hening. “Kalau saya mati. ya. Ter?” Prin kembali pada karib yang di hadapannya. Rek! Sudah dua tahun perjuangan kita dan hasilnya belum kelihatan. tapi kawan-kawan akrabnya lebih sering memangil “Peng”. Kalau tidak. Setelah kayak gitu. bawa tiang gantung.

Lama banget. Mas. Semuanya jomblo. kelahiran 1982. berbatasan langsung dengan jalan. teras rumah hanya selebar semeter. Suwater 27 tahun. Listrik yang kadang menyala di siang hari mereka manfaatkan untuk mengisi daya telepon genggam yang diperlukan agar komunikasi bisa terus terjalin di antara mereka. Di pinggir sisi selatan jalan utama desa. Sabtu menjelang malam di penghujung Januari 2015 itu. jalan yang menghubungkan Tegaldowo dan Timbrangan di sebelah barat. Priyanto duda beranak satu. ayam sudah mau habis. Tegaldowo mati lampu.Arlian Buana “Gak tahu. Anak-anak muda yang berkumpul bersama saya di sana. tidak ada yang memikirkan malam minggu tanpa pacar. Jauh dari bayangan anak-anak kota generasi Twitter yang doyan galau. Kambing tinggal dua. Dan Kundono. duda belum beranak. terutama untuk motor 73 . Warung kopi itu warung rumahan khas desa. Pelanggan harus masuk ke ruang utama. sebaya Suwater yang masih bujangan dan belum punya pacar. tentu saja. Duh!” Warung Kopi Yu Sumi terletak di tengah-tengah Desa Tegaldowo. mereka bahkan tidak memusingkan listrik yang mati bermalam-malam. bisa jadi. dipakai untuk parkir sepedamotor—itu pun harus dengan posisi miring.

ada sebuah meja panjang membujur dengan satu bangku panjang di sisi kirinya yang muat untuk empat atau lima orang dewasa. Lampu teplok dan beberapa batang lilin dinyalakan ketika gelap telah sempurna menampakkan muka. mereka menyesap kopi dan menghisap rokok dengan nikmatnya. Piyanto dan Kundono baru saja tiba dari Blora. Ada televisi 14 inci yang kerap dipakai memutar video dangdut koplo bila listrik menyala. sejenak mereka terlihat lepas dari beban. disetel dengan volume maksimal. Di ruang utama. Ibu-ibu sudah mengeluhkan beberapa bagiannya yang bocor. Setelahnya.Merry Christmas. Sesekali mereka memeriksa ponsel masing-masing. Priyanto dan Suwater membicarakan atap tenda ibu-ibu di tapal pabrik yang belum diganti sejak pertama berdiri tujuh bulan yang lalu. Mereka berencana untuk membeli terpal pengganti esok hari. Mereka juga menimbang-nimbang rencana beberapa hari kemudian untuk Polres Rembang dan LBH Semarang. membawa stiker bertuliskan 74 . Suara yang dikeluarkan ponselnya ketika menerima pesan cukup mencolok: denting lonceng tanda sebuah ronde dimulai dan diakhiri dalam pertandingan tinju. Terutama Pryianto yang hampir setiap lima menit menerima pesan masuk. Obrolan seputar perjuangan warga terus berlanjut. Beberapa jam sebelumnya. Lalu ngobrol-ngobrol ringan tentang hal-hal lucu yang mereka lewati. Felix Siauw! besar.

” “Punya warga?” “Dikit yang punya warga. Kami menempuh 28 Kilometer yang berkelok-kelok dengan kanan-kiri yang gelap. turun dari bus jurusan Semarang-Surabaya. saya bisa sampai di desa ini. “Ini hutan jati ya. Mas?” tanya saya dalam perjalanan setelah beberapa saat dapat mengenali pohon-pohon yang menjulang di sekitar kami. apalagi di malam hari. Tidak ada angkutan umum untuk mencapai Tegaldowo.” Kami sampai setelah kira-kira setengah jam. milik salah seorang warga. Dinihari tiba di Lasem. Warga kebanyakan menggunakan sepeda motor pribadi sebagai moda transportasi sehari-hari. saya disambut Kundono dengan Satria F pinjaman. Berkat jasa Kundono. bencana datang. empat malam sebelumnya. duduk di bak belakang. Jalan yang sehari-hari dilalui konvoi truk pengangkut alat-alat berat pabrik semen. 35 kilometer dari Kota Rembang. Setelah melalui jalan yang penuh lubang. “Iya. Sebagian besar punya Perhutani.Arlian Buana “LAWAN PABRIK SEMEN! #saverembang” dan “WASPADA! Gunung ditambang. 75 . Ibu-ibu Berangkat ke pasar Gunem biasanya menumpang pikap telanjang. #SaveRembang”.

Begitu mendengar rencana peletakan batu pertama. Dia tidak ikut aksi pemblokiran. yang disebutnya sebagai “puncak kekesalan warga”. “Gelar Doa bersama untuk Rembang. pihak semen tidak menggunakan kata peletakan batu pertama. Di hari yang naas itu pula. Warga baru tahu pada malam 16 Juni 2014 kalau pihak semen mau meletakkan batu pertama keesokan hari.Merry Christmas.” Sepandai-pandai pabrik semen menyimpan bangkai. ibu-ibu memutuskan untuk bertahan di sana sampai PT Semen Indonesia menarik diri dari Pegunungan Kendeng—sampai waktu yang tidak bisa diperkirakan. warga dua desa langsung berkumpul. dan diskusi dengan pihak-pihak terkait. akhirnya tercium juga. 76 . audiensi. Felix Siauw! Priyanto sedang berada di luar kota di hari aparat negara pertama kali melakukan tindak kekerasan terhadap ibu-ibu Tegaldowo dan Timbrangan di tapak pabrik.” kenang Priyanto. yang ternyata tidak ada respons. “Itu rangkaian panjang setelah kami melakukan aksi protes. Spanduk-spanduk yang mereka sebar menyebutkan. beberapa orang mendatangi rumah-rumah untuk menggelar rapat mendadak. yang baru pulang ke desanya pada tanggal 17. Pertemuan itu melahirkan kesepakatan untuk melakukan aksi pemblokiran. Dalam publikasi resmi jauh-jauh hari.

” “Kira-kira September 2013. Juga mengirim surat ke Presiden Yudhoyono—entah dibaca entah tidak.Arlian Buana “Saya juga enggak tahu siapa yang mengunggah video bentrok di Youtube. setiap minggu kami sering aksi di Rembang. Mereka dituduh komunis. Lantaran kegiatannya. Sambil protes. mereka juga mulai mengorganisir pemuda kampung mengenai ancaman bahaya. Beberapa kali di Semarang. 77 . Mentok di desa. mereka mulai rutin melakukan perlawanan lewat istighosah. Priyanto dan kawan-kawan mendapatkan intimidasi. Terus begitu sampai tahun depannya.” katanya. Pemberitaan mulai ramai. Priyanto bersama lima kawannya sudah bertanya ke pemerintah desa. pengajian di desa-desa. dan secara terang menyatakan penolakan. 17 April 2013. pemerintah belum menyikapi secara serius. warga mulai mulai berdemonstrasi di kantor bupati. Tapi sampai sekarang pun. Dari peringatan halus perangkat desa hingga ancaman kasar dari preman dan polisi. “Hanya orang-orang komunis yang melawan pemerintah. Sejak pertengahan 2012. Dari mulut ke mulut disiarkan kabar. Intinya mereka meminta kejelasan terkait pendirian pabrik semen. Selain itu.” kata Priyanto.

Merry Christmas. Felix Siauw! 78 .

Buka-buka tanpa izin! Polisinya balik marah dan mengancam. Tapi ketika disuruh naik ke mobil. Ia sebenar-benarnya tak tahan mendengar jeritan para perempuan yang dianiaya polisi. Kalau bukan karena ingat pesan para petua agar jangan macam-macam. 79 .” “Kalau media dari warga. berusaha fokus pada tugas dokumentasi. untuk tidak melakukan apa pun kecuali mengambil gambar. Baru dapat sekitar belasan foto.” Suwater tersenyum puas penuh kemenangan. Pak. berontak. “Tau-tau ada yang buka tas saya.” “Setelah dibuka. dan ia tidak berusaha melawan. ia berkeras berdiri di bawah. saya marah. buka saja. awas kalau ada senjata tajam. Memotret pun tak berjalan lancar.Arlian Buana Suwater menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kebrutalan polisi menghajar ibu-ibu desanya. ia menolak. Tapi ia menahan diri.” Lalu Water diringkus. Saya tantang balik. mana kartu persnya?” “Saya gak ada punya kartu pers. ia tentu sudah melesakkan tendangan paling bertenaga yang bisa ia lesakkan ke muka para polisi itu. tiba-tiba seorang polisi menghardik di depan hidungnya “Heh. isinya cuma sarung sama Aqua. Kamu! Media dari mana?” “Saya media dari warga. Di situ saya agak emosi. Saya hanya mendokumentasikan aksi ibu-ibu. digiring ke mobil patroli.

beberapa polisi mendekatinya dan bertanya. memberi komando agar ibu-ibu hilir-mudik sebelum pemblokiran. “Kamu siapa?” “Ya saya kenalin. lain pula Deban.” katanya. “Ndak boleh. Bujangan tinggi besar usia 32 tahun itu.Merry Christmas. Pukul dua siang. Lain Water. kalau motor saya hilang. biar polisinya bekerja. Tak tanggung-tanggung. saya mau izin ambil motor saya di bawah. Deban kembali beraksi. saya Ngatiban. saya komandoi ibu-ibu untuk pindah. Deban. Bapak 80 . dan ia melawan.” jawab polisi yang jaga.” katanya setelah beberapa saat duduk santai di mobil tahanan. “Pak. Karena aksinya yang menarik perhatian. perintah penangkapannya langsung keluar dari mulut Kasad Intel Rembang.” kenang Deban terkekeh-kekeh. Saya bikin mondar-mandir. Deban adalah orang paling bikin pusing polisi. Pagi itu. meronta-ronta ketika lima polisi menangkapnya. Mereka pada bangun lagi. Tak cukup sekali mengakali para polisi. Felix Siauw! Meski akhirnya ia terpaksa menyerah. Deban dituduh provokator. setelah ditangkap. “Kalau ndak boleh. Water dibebaskan. “Kalau polisi sudah duduk-duduk. ditahan di dalam mobil patroli selama empat jam. Ia yang mengatur titik kumpul massa aksi.

acara peletakan batu pertama telah usai.. Lolos.” kenang Deban penuh tawa kemenangan. Tapi Deban lagi-lagi memecah kebuntuan dan menjadi mimpi buruk bagi gerombolan polisi yang 81 . “Kalau ada bapak-bapak yang ketahuan ngumpet di semak-semak. dan main ancam. akan langsung kami tembak.” Barisan polisi pun menghadang di depan. Tiba di sana. ia melihat peluang kabur karena si polisi tidak langsung menyuruhnya naik ke atas mobil dan malah berbalik melihat ke lapangan tempat aksi pemblokiran sedang berlangsung. ibu-ibu berikrar tidak akan pulang sebelum pabrik semen menarik alat berat. Polisi mulai kalap. Hingga menjelang isya.Arlian Buana yang tanggungjawab ya.” Entah karena ancaman Deban membuat si aparat ciut. Situasi mencekam. Deban diizinkan dan diantar ambil motor lalu dibiarkan mengendarai sepedamotornya sendiri kembali ke mobil patroli. atau memang polisinya berbudi baik sesuai nilainilai Pancasila. tidak ada kontak sama sekali antara ibu-ibu di tenda dan bapak-bapak di desa. Ketika senja datang. Mereka yang datang membawa makanan dan minuman dan obat-obatan langsung diusir dengan bentakan dan hunusan senapan. Deban tidak membuang waktu untuk melarikan diri. “Ya saya kabur.

Truk tangki air pabrik yang mau lewat mereka hadang. Dinding-dindingnya ditempeli aneka ragam poster peduli lingkungan dan tolak semen dipadukan dengan kata-kata perlawanan nan apik. banyak seniman yang turut ambil bagian memperindah posko. Felix Siauw! terlatih itu. Ia berhasil menyusup dari semak ke semak menuju tenda.Merry Christmas. Setelah mondar-mandir selama tiga jam di bawah komando Deban. Pagi-pagi sekali. 1 Juni 2014. untuk mengantisipasi gesekan dengan aparat.” kata Sukinah. lahan kan diumpamakan seperti perempuan. “Kami melakukan aksi penolakan pabrik dan tambang semen. semua ibu-ibu. Jadi kami yang maju mempertahankan tanah kami. pukul sepuluh mereka memulai pemblokiran. kontak antara tenda dan desa bisa terjalin. dekat dari Warung Kopi Yu Sumi. di tanah milik Sukinah. setelah solidaritas tolak semen makin meluas. Posko itu berdiri dua minggu sebelumnya. Gak ada bapak-bapak. Dua truk ukuan sedang bergerak menuju tapak pabrik. dengan memasang lesung 82 . kira-kira 80-an orang. Selain itu. Belakangan. Warga bergotongroyong mendirikannya. ibu-ibu sudah berkumpul di Posko Tolak Semen. Berkat Deban. Pukul setengah tujuh. siap melakukan aksi.

“Korlapnya mana? Korlapnya mana?” teriak Kasad Intel mencari korlap aksi.” kenang Sukinah. tapi malah Bu Yani yang ditangkap. Aksi pembubaran dari polisi pun semakin mengganas. Sambil menolong yang pingsan. Semakin tinggi matahari. Keadaan semakin kacau. Tapi ada saja oknum polisi yang bilang itu pura-pura. semakin kasar perlakuan mereka terhadap ibu-ibu. Dua ibu pingsan karena dilempar. ibu-ibu berkeras bertahan di tengah jalan meski beberapa kali dilempar dan disingkirkan. “Ada yang diangkat dua orang. Ia di barisan terdepan saat mengangkat dan menduduki lesung besar melintang jalan. Yani termasuk yang pertama diangkat dan dibuang ke siringan bersemak. ada yang tiga.” Yani adalah salah satu dari puluhan ibu-ibu yang merasakan keberingasan polisi. tergantung berat ibu yang diangkat. dilempar ke semak-semak. ada yang empat. Ibu-ibu menjerit histeris. Jadi saya diam saja. “Tapi waktu itu saya belum tahu korlap itu apa. “yang mau ditangkap itu sebenanya saya. tanpa banyak basa-basi. polisi segera mengangkati ibu-ibu yang duduk di tengah jalan itu. setelah satu jam lebih tak berhasil memukul mundur ibu-ibu. Untuk menyingkikan hadangan.Arlian Buana besar di tengah jalan dan mendudukinya. 83 . Dan semakin kehilangan akal sampai-sampai salah tangkap.

” katanya. Yani tetap bertekad kuat untuk kembali menguatkan pemblokiran. sempat ada polisi yang mencekik 84 . Polisi semakin mudah naik darah. harus ditangkap ini!” kata seorang polisi sambil menunjuk Yani. Ia pun digotong lagi. “Ada polisi yang teriak. dianggap korlap. Polsek Gunem. Malang bagi Yani yang aksi penerobosannya mengundang banyak perhatian. ia kemudian dituduh provokator. Polisi yang diturunkan hari itu jauh lebih banyak dari jumlah ibu-ibu. terus dilempar di pinggir jalan. Beberapa ibu dipukuli. dan Polsek Sale. ‘ngikut aja. Felix Siauw! Saya digotong dua orang. sampai sandalnya copot. Habis dibilang provokator. ia melihat celah kecil yang masih mungkin dilaluinya: dua kaki polisi yang agak renggang. Luka sih nggak.’ Tapi saya tetap berontak. “Ini provokator ini.” Yani meronta-ronta dan berteriak kesakitan.Merry Christmas. pas diseret-seret itu gak pake alas kaki. Berang karena belum juga menemukan korlap yang bertanggungjawab atas aksi blokir. cuma sakit. ia diangkat diangkat dua polisi. ngikut. diseret sampai beberapa meter. Sekitar dua kompi. Tidak melihat jalan lain selain menerobos barikade polisi. Meski kelihatan mustahil untuk kembali ke barisan. Itu posisi udah nggak pake alas kaki. mereka pun asal tangkap. Mbak. Operasi gabungan dari Polres Rembang.

Di seberang saya. Dindingnya terbuat dari papan tampak menghitam. di atas lantai semen itu digelar tikar plastik bergambar Manchester United—klub sepakbola Inggris. berlantai tanah. ia mendapati sejumlah temannya yang sudah ditahan terlebih dahulu. Nanti diamuk atasan saya. “Izin sama Kasad Reskrim. Yani minta izin salat tapi tidak diperbolehkan. Ketika saya datang pada Jumat malam penghujung Januari.” kata polisi yang jaga. kamar tidur. tempat satu meja panjang membujur bersama dua bangku. Saya duduk di kursi panjang yang bersandar di dinding kanan rumah.” Rumah Sukinah terlihat kusam dan tua. 85 . “Orangnya yang mana? Solat saja kok mendadak harus izin to.Arlian Buana lehernya. Mbak. Pak?” “Saya ini tugas. Mbak. Setengah lainnya. berdiri di atas fondasi 50 sentimeter. Sampai di mobil patroli. tampak pecah-pecah di beberapa titik. Masuk waktu salat zuhur. Setengah ruang depan dilantai semen adukan. salah satu dari dua kamar di rumah itu. gordennya terbuka sehingga terlihat ranjang diselimuti kelambu. Kamar sebelahnya. Tikar gulung yang sebagian besar sablonannya telah terkelupas. dengan dua anak tangga di muka teras.

“Ngomongin apa aja sama Jokowi?” “Ya ngomongin semen ini.Merry Christmas. duduk di atas tikar plastik. Juga foto Sukinah dan Pesiden Jokowi bersama beberapa orang lainnya.” “Semoga ucapannya dia buktikan ya.” terangnya. dia bilang lagi mempelajari lengkap.” “Jawaban Jokowi?” “Katanya sejak dari Solo dia sudah mengikuti isu semen di Jawa Tengah. Di dinding rumah dipajang beberapa foto: foto Sukinah seluruh badan dan foto seorang tua berjanggut yang saya duga adalah lukisan Syekh Abdul Qadir Jailani. Tapi bapak-bapak yang menonton terlihat senang dan 86 . membuatkan kopi tamu-tamunya.” Sukinah menyambut saya dengan hangat. Waktu itu..” “Oooh. Dalam hati saya mengutuk Jackie Chan yang telah melakukan blasfemi terhadap mahakarya Jules Verne. Felix Siauw! kamar paling depan. “Itu foto waktu saya ketemu Jokowi di kantor Gubernur DKI.. Beberapa bapak datang bertamu ke rumahnya. Sukinah bangkit ke dapur. Mas. Nanti kalau sudah dilantik dia tindaklanjuti. dimanfaatkan sebagai warung. Around the world in 80 days. sebelum dia dilantik presiden. menghadap televisi yang sedang menyiarkan film Jackie Chan.

bapak-bapak terlibat obrolan seputar penggalangan dana yang seminggu sebelumnya dilakukan di Yogyakarta. dan menonton televisi. Tidak tampak beban mereka yang sedang melawan raksasa sebesar Semen Indonesia. Pelan-pelan saya berusaha memaafkan aktor asal Cina itu. 87 . Orang-orang Tegaldowo menikmati hidup dengan cara sederhana: minum kopi. Sesekali terdengar suara Sukinah menimpali dari dapur. Mereka memang berjuang. Sukinah datang dengan enam gelas kopi. Sukinah tak penah membayangkan akan bertahan di tapak pabrik sebagaimana dia tak menduga aksinya bakal kena gebuk polisi. menghisap kretek. karena tak menyangka aparat begitu represif. selebihnya mereka tetap menjalani hidup dengan riang gembira. Jackie Chan kembali beraksi. termasuk untuk saya. Film dipotong pariwara. Spontan saja Sukinah berikrar tak akan mundur sampai pabrik semen hengkang dari tanah kelahirannnya. tidak kehilangan selera guyon. Keputusan untuk bertahan di tapak pabrik diambil secara spontan.Arlian Buana bersemangat. sebisa mungkin melindungi lahan pertanian mereka agar jangan sampai dirusak orang luar. Ibu-ibu lain mengamini sumpah Sukinah. Sebelum peristiwa 16 Juni 2013.

Pak Camat dateng katanya mau nengok ibu-ibu. buat duduk. Camat Gunem datang ke lokasi. dijawabnya dengan berkilah bahwa dia tak punya wewenang. buat tiker. Jakarta. Plt bertanya. Pak Camat itu gak bisa jawab. Mereka mengerubungi dan memegangi Plt Bupati. Bandung. Sukinah juga tidak menyangka. Plt yang sama dengan yang meresmikan kegiatan pabrik semen beberapa hari sebelumnya. Sukinah bersyukur. dan lainlain. dari Yogyakarta. Beberapa hari setelah tenda berdiri.Merry Christmas. apa saja tuntutannya? Ibu-ibu meminta Plt tarik alat berat. “Aku lupa tanggalnya. sampai lepas maghrib. Plt Bupati datang. nah itu yang dipakai. Mungkin nyangkut di pohon ya.” katanya. Felix Siauw! “Tenda-tenda juga dibikin seadanya. Sehat-sehat apa gimana? Terus Pak Camat ditanyain (mengenai semen). katanya akan disampaikan ke atasannya. solidaritas untuk warga Kendeng mengalir dari berbagai penjuru.” kata Sukinah Dua hari kemudian.” kata Sukinah. “Atasan yang mana saya gak tahu. Bambu-bambu diambil dari hutan. Kalau di truk kan banyak terpal. gagap gitu. Sempat pula diajak bersama88 . Mas. apa yang dilakukannya bersama ibu-ibu Tegaldowo dan Timbrangan akan mendapat simpati yang luar biasa dari banyak pihak. Tapi dia mencatat dengan seksama.

“Ganjar tanya ibu-ibu yang mukanya kayak gini kok tanya AMDAL? Yang bodoh itu Ganjar atau ibu-ibu petani? Kalau ibu-ibu ditanya apa sudah mencangkul. ia tidak bisa lagi menyembunyikan kemarahan. Gitu…” 27 Juni. Lumrah. ditanyain gitu ya mungkin pantes. giliran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang datang. oralah!” Lalu bertanya dengan jumawa. “Katanya dia gak wewenang. Sakitnya bumi itu gimana. Ndak pernah 89 . Amdal itu yang bikin ya siapa? Kalau yang bikin petani. Tapi tanyanya Amdal?! Yang bodoh itu Ganjar-nya atau ibu-ibunya?” Seharusnya Ganjar itu ya mikir. Yang wewenang itu Pak Gubernur. Pokoknya harus jalan.Arlian Buana sama ke tapak pabrik. Plt Bupati cuma mengulang-ulang apa yang telah dikatakannya sebelumnya. mungkin ibuibu bisa jawab. tapi di hadapan saya. bukan wewenang saya. kami pegangi lagi. Biar merasakan sakitnya pejuangan ibu-ibu. gitu. apa sudah ambil rumput. begitu sampai Pranowo langsung membentak: “Mulehlah. “Dia mau naik mobil. “Apa ibu-ibu sudah baca AMDAL?” Sukinah memang diam ketika Pranowo bertanya begitu. Dari kapan ada Amdal itu. Ini bukan wewenang saya.” Sepanjang perjalanan itu. mengingat perilaku gubenurnya. gitu. kami ndak tahu. Dengan gaya flamboyan.

Lha aku sendiri ya bingung. “Baru pas ada jadwal piket di tenda saya bisa pulang ke rumah. Ternyata ngapusi—kalau korupsinya ndak tahu ya. wis keruan. Jawa Tengah Berdikari. Amdal itu seperti apa? Makanan apa? Kalo aku sendiri. Tapi ternyata ngapusi. Jawa Tengah mau dibikin ijo royo-royo.” Periode Juni hingga akhir September 2014. Bu? “ tanya saya. Lahan yang harus kami pertahankan. mungkin ndak seperti Bibit (Waluyo). meminum air putih.Merry Christmas. ndak ngapusi. Katanya ndak korupsi.” 90 . “Pemilihan gubernur kemarin warga sini kebanyakan pilih Ganjar. sesudahnya langsung kembali ke tenda.” Padahal waktu kampanye itu Ganjar bilang. Felix Siauw! dikasihtahu. semua pilih Ganjar. Ia sama sekali tak pernah menengok keadaan rumahnya. Amdal itu ya lahan kami sendiri.” Sukinah berhenti sejenak. Kok Jawa Tengah mau ditanami tambang?” Katanya ndak korupsi. Harapannya. “Iya. ndak ngapusi. sing wis ketok. Pergi dari tenda hanya sekali saat pemilihan presiden. menarik napas dan melepaskannya tergesa-gesa. Mas… Ngapusine sing mesti. Sukinah tak pernah pulang ke rumah.

hujan turun rintik-rintik di tapak pabrik. langit masih biru. sepasang petani tua masih sibuk menyiangi rumput. Tenda kecil itu sepertinya difungsikan sebagai kamar kecil. Di selatan tenda.Arlian Buana Minggu sore di penghujung Januari. dua orang polisi tengah tiduran di dalam. Beberapa ibu terlihat keluar dari tenda utama menuju tenda kecil di sebelah utara. membentang hijaunya padi yang mulai mengeluarkan bulirnya. beberapa satpam pabrik terlihat hanya duduk-duduk malas di poskonya. saya tidak tahu apakah sepasang capung itu masih bisa bercinta di sana. menguburkan senjata. Saya kembali mengalihkan pandangan ke tenda ibu-ibu yang sudah bertahan di sana selama tujuh bulan. Begitu pula polisi di sebelah timur tenda. Tak terlihat aktivitas berarti dari tenda ibu-ibu Tegaldowo dan Timbrangan yang juga berwarna biru. mengundang pekerja seks komersial dari kota untuk 91 . Tak peduli hujan. sambil terbang. Mungkin mereka lelah. tentang ibu-ibu di sebuah desa di Lebanon yang berjuang mati-matian agar suami dan anak-anak mereka tidak saling hantam hanya karena perbedaan agama– Islam dan Kristen. Kalau pabrik semen jadi beroperasi. Saya teringat film Where Do we Go Now. Di hadapan saya. Sepasang capung terlihat bercinta. Saya berteduh di pinggiran sebuah gubug milik warga. Capung-capung beterbangan. Mengenyahkan televisi yang banyak mengabarkan perang. Hebat ya.

Where do we go now? Mau ke mana kita sekarang? 92 . Saya kehilangan jejak. Saya kembali ke hijau sawah. Semuanya sudah terbang sendiri-sendiri. Felix Siauw! menyemarakkan suasana desa dan mengalihkan perhatian. Ratusan capung masih bermain-main di sana. mengenang ketegaran ibu-ibu Tegaldowo dan Timbrangan. Saya ingat lagi film Where Do We Go Now. mencari-cari sepasang capung yang tadi bercinta. Saya teringat masa kecil di desa yang kini diserbu perkebunan sawit. Saya tidak tahu apakah mereka masih akan tetap di sana bila bebatuan Pegunungan Kendeng diledakkan pekerja pabrik. Gugatan ibu-ibu Rembang hari ini dikalahkan di PTUN Semarang.Merry Christmas. tidak lagi menemukan sepasang capung yang bercinta.

Ia menerima saya di rumahnya di pelosok Bekasi yang jauh. saya perlu waktu dua jam lebih naik sepeda motor untuk bertemu dengannya. Lelaki itu masih dengan keriangannya yang sama dengan ketika kami sering nongkrong bareng bertahun-tahun lalu di sebuah warkop di depan kampus kami. Bekasi memang lebih jauh ketimbang Pluto. Olok-olok orang Jakarta sepertinya tidak berlebihan. Apa-apaan tuh. gua ngeluarin Kretek. Ia yang menunjukkan kepada saya bahwa 93 . Itu di tengah malam. Saya enggan membayangkan menempuh jarak itu di jam orang pergi atau pulang kerja. Ia orang yang paling berjasa mengajari saya ngeblog. Setelah Gurindam.” katanya. pomade kok kretek? Ya gua bilang aja kalo pomade Bung bikinan gua emang pengen konsisten make ikon budaya Indonesia.Pomade Bung “Banyak yang pada kaget tuh pas gua ngeluarin pomade varian Kretek. Dari Ciputat.

Menjelang kelulusannya. Di situlah analisisanalisis kerennya tentang berbagai pertandingan dipublikasikan. untuk kemudian saling pamer apa yang telah masing-masing kami baca. 94 . ia menghabiskan ribuan dolar hasil ngeblog untuk melunasi semua kebutuhannya agar bisa diwisuda.” katanya. Dia selalu mengajak saya berlomba-lomba memburu bukubuku bagus.com. Ia sempat membangun sebuah portal sepakbola bernama sepakbolamania. dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan. dengan guyonan-guyonan lama. dengan kopi Jambi yang tak kalah enak. Tapi ia masih punya keriangan yang sama. Ia semakin jarang menulis. dengan kue lebaran yang enak-enak. sebelum Zen RS. Selera humor yang masih meluap-luap. sebelum Darmanto Simaepa dan Mahfud Ikhwan. Ia adalah penulis bola yang paling saya kagumi setelah Sindhunata. Tapi kini ia banting stir! Sepakbolamania sudah lama gulung tikar. “Gua juga udah jarang baca sastra. masukan darinya selalu sangat berguna. Beberapa kali. ia yang terus menjaga semangat membaca saya. gua pesen di book depository. Paling buku-buku bola. Ia yang secara tak langsung banyak mengajari saya menulis. Ia menerima saya dengan gembira. Felix Siauw! ngeblog pun bisa menghasilkan uang. saya memintanya memeriksa naskah yang saya buat.Merry Christmas. Dan yang jauh lebih penting.

95 .

Cuma 300. dan itu bukan sekadar omongan tahi babi. Felix Siauw! Tapi ia kini banting stir! Ia sudah jarang menulis. “Indonesia tuh pasar pomade yang pertumbuhannya paling tinggi. Ia tidak kehilangan kecintaannya terhadap Indonesia. “Nah. Gila memang.” ujarnya. “Bayangin. Ia yakin seyakin-yakinnya. ia seorang Indonesia yang bangga. Bukan congkak. Ia masih memegang prinsip yang sama. Setelah setahun sebelumnya dia mencobai berbagai jenis pomade. Ia tidak kehilangan apa-apa yang ia yakini benar. Tapi ia tidak kehilangan karakternya. Sekarang ia seorang pebisnis. Ini bukan sekadar bualan tahi kucing. 200-nya orang Indonesia yang beli. ngakak.” katanya.” Maka dimulailah perjuangannya di bidang perpomade-an sejak akhir tahun 2014. ia selalu berkeyakinan bahwa menjadi Indonesia bukanlah menjadi medioker. pernah ada tiga produsen rumahan di Houston kolaborasi. Grup Indonesia Pomade Enthusiast itu grup pomade yang anggotanya paling banyak di dunia.Merry Christmas. Sejak dulu. Mereka bikin produk limited edition. Ia tidak kehilangan wawasan kebudayaannya. ngakak lagi. dia nekat terjun ke dunia yang tiga tahun yang lalu sama 96 . yang kayak-kayak gini nih yang perlu dicerahkan. Pengusaha pomade. Ia menolak gagasan bahwa bangsanya inferior. juga membaca banyak buku tentang itu. Sayang banget kalo kebanyakan beli produk luar. Produsen-produsen luar sekarang pada ngemis reseller di sini.

Setelah hampir setahun mulai menggeluti dunia pomade dan mencicipi berbagai merk.” Kali ini roman mukanya agak serius. Sampai 97 .” jawabnya. dan penelitian. Saya jadi ingat Thomas Alva Edison. cobain. dan tangguh. Bang?” tanya saya. langsung cuci rambut. sampe tiga bulanan. Kini ia mendalami seluk-beluk pomade. saya sama sekali tidak ragu dengan kemampuannya melakukan berbagai studi. Bikin baru lagi. ide tersebut mulai dikerjakan pada awal Februari 2015. Gua nyobain satu formula. Tapi ia pembelajar yang cepat. Lewat riset kecil-kecilan di dapur sederhana. “Ratusan ada kali. Saya menyaksikan sendiri bagaimana ia pernah secara serius membaca segala tentang sepakbola dalam waktu relatif singkat lalu mulai menulis. Gitu terus. “Berapa kali percobaan. percobaan. jelek. baik lokal maupun internasional. “Setelah membaca berbagai referensi. kami berpikir untuk membuat produk sendiri. kami mencurahkan antusiasme. “Rambut gua sempet rusak.Arlian Buana sekali asing baginya. demi menemukan formula produk yang bekerja dengan baik. Kelinci percobaannya rambut gua sendiri. Pernah sehari gua harus cuci rambut sampe tiga kali. gua cobain lagi. “Kami mulai memikirkan tentang Bung pada akhir tahun 2014.” tulisnya di blog PomadeBung. bikin yang lain. waktu. tenaga dan tentu modal.

“Emang ada yang lebih bagus?” Giliran saya yang tertawa. Yawlaaa. sama sekali tidak tergeragap mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu.” Saya ingat pula Kolonel Harland Sanders. “Ada review bagus dari temen di Solo. “Saya tidak pernah gagal. Yawlaaa. kok ya ada yang mau menerbitkan novel vampire alay begitu. “Kenapa Schweinsteigger?” Saya coba alihkan pembicaraan. saya ingat pernah membaca di suatu tempat bahwa serial Twilight pernah 14 kali ditolak penerbit.” Ia menghisap asap kreteknya dalam-dalam. Tapi. kata Edison. orang mbaca merk ini gak mungkin lemah-lesu.Merry Christmas. belum ada lagi yang bisa jadi bos di lapangan tengah Emyu. lalu laku dan menjadi legendaris. “Kehadirannya di lapangan tengah penting. 98 . Setelah Scholes. Ia terlihat tenang. “Kenapa Bung?” Kembali ke pomade karyanya. Edison harus melalui sepuluh ribu lebih percobaann yang gagal. menghembuskannya. ia seorang pendukung Manchester United garis keras. “Justru gua heran sama orang-orang yang nanya kenapa Schweini. Yang konon pernah gagal 1009 kali sebelum resep ayam gorengnya benar-benar diterima orang. Dan yang paling dahsyat. Felix Siauw! akhirnya berhasil menciptakan lampu penerang untuk peradaban manusia. Saya hanya menemukan 10. kemudian terkekeh. Dia bilang.” katanya.000 cara yang belum pas.

gak bakal ada Bahasa Indonesia. gua juga jelasin pentingnya Gurindam buat Indonesia. Ban. 99 . Yang pertama: Gurindam.” Saya manggut-manggut. Waktu subuh hampir tiba. “Nanti aja. Gua pengen. pasti kan banyak yang pengen tau. dari masjid di dekat rumahnya terdengar suara speaker membangunkan warga. semua tulisan di kemasan produk gua pake bahasa Indonesia. Gua suka reviewnya. Orang jualan mah pasti seneng kalo dagangannya dipuji.Arlian Buana Orang mbacanya pasti pakai tanda seru. Pada nanya apaan Gurindam. Itu kan produk pertama. Akhirnya gua putusin pake ikon budaya aja. Sambutannya lumayan. Kalo gak ada Gurindam. Di grup Indonesia Pomade Enthusiast.” katanya. Terus itu Gurindam gimana ceritanya?” “Gurindam itu pomade medium hold.” “Ya iyalah. Daya rekatnya sedang. Makanya gua mikir. ya gua jelasin ini nama varian. “Tambah lagi kopinya.” Ia cekikikan. Itu kesempatan gua buat ngasih penjelasan.” “Respons orang-orang gimana?” “Ya namanya produk baru. Bang. apa ya nama varian yang bagus.

Gua bilang. tuh.” 100 . kebetulan gua lagi nyari ide nama varian produk kedua. Kalo lu ngampanyein faving. Nah.” “Apa sih enaknya faving? Kayak ngisep uap batu es. gua ceritain fragmen Agus Salim yang ngisep kretek di Buckingham. Ondel-ondel. malah gak dianggep budaya. itu gimana ceritanya?” “Gara-gara gua kesel sama orang. gak perlu juga njelek-njelekin yang gak make pomade. “Yaudah. Ya gua kasihtau: Gurindam itu warisan budaya yang emang udah banyak dilupain. padahal penting banget.” “Sambutannya gimana?” “Di grup anak-anak pomade.Merry Christmas. Dia ngejelek-njelekkin rokok. Maksud gua. ya gak perlu bilang kretek itu jelek. kalo kretek.” “Terus. gua pake aja nama Kretek.” “Nah. Tari Kecak. saking deketnya sama kita sehari-hari. itu lu njelek-njelekkin juga namanya. Felix Siauw! “Terus kalo yang Kretek. Borobudur. Bang?” “Ada juga yang nanya emangnya Gurindam sama Kretek itu ikon budaya? Mereka kan taunya ikon budaya yang mainstream. pomade light. Pada seneng banget sama cerita itu. kalo lu kampanye pake pomade. gitu-gitu. jangan gitulah. Jadi ada orang yang ngampanyain rokok elektrik.” Saya nyengir kuda.

mengambil bungkus kreteknya lantas menyalakan sebatang. gua ambilin pomadenya.Arlian Buana Ia terdiam sebentar. Saya langsung mengambil Bung: Kretek. hampir lupa. Wangi cengkeh menguar di hidung saya.” Selang berapa menit. Setelah dua hisapan. membuka penutupnya. Aroma khas kretek. 101 . “Bentar. menghirup aromanya. ia beranjak. perkenalkan: namanya Ahmad Makki. ia muncul dengan empat kaleng bulat. Oh iya.

para pejuang antirokok tidak boleh kufur nikmat setelah Farhat Abbas bergabung di barisan mereka. Dan gerakan antirokok patut mengumandangkan puja-puji kepada Farhat Abbas yang telah demikian heroik membodoh-bodohkan.Farhat Abbas Sebagaimana Indonesia harus bersyukur atas keberadaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. telah menjadi pagar hidup untuk membendung ekstremisme dalam beragama. menjahat-jahatkan. Tentu saja kedua organisasi itu tidak bisa diperbandingkan dengan es teh pletok macam Farhat. tidak. Indonesia patut bersyukur karena NU dan Muhammadiyah. Oh. saya tidak bermaksud menyamakan NU dan Muhammadiyah dengan Farhat Abbas. NU dan Muhammadiyah sudah berkiprah untuk keindonesiaan jauh sebelum kemerdekaan 102 . dua ormas Islam terbesar yang baru saja menyelenggarakan muktamar. dan menyampah-nyampahkan para perokok.

sih. Maksud saya begitu. tim hore antirokok pun semestinya bergembira dan tak sabar menanti aksi plus atraksi antirokok Farhat selanjutnya. Tere Liye dkk segera saja menghelat pesta akbar sekelas muktamar sebagai ucapan selamat datang untuk mantan suami Nia Daniaty itu. Saya hanya mencontohkan alasan mengapa kampanye antirokok mestinya semringah menerima Farhat. Tulus Abadi. Tapi demi menjaga perasaan umat. Maka seperti halnya Schweinsteiger yang dianggap menjanjikan. maka gerakan antirokok pun sewajarnya berpesta-pora menyambut Farhat Abbas. dengan lapang dada saya cabut perumpamaan di atas. Farhat Abbas pun seharusnya dianggap sebagai darah segar yang memancarkan optimisme. Apakah eksistensi Farhat merupakan manfaat atau mudarat bagi Indonesia sampai sekarang masih misteri—saya juga belum jelas. Kalau ada pendukung Emyu yang tidak bisa terima 103 . baiklah. Sebagaimana fans Man Utd bersorak dan tak sabar menunggu kontribusi Schweini. menerbitkan harapan. Bila perlu. Barangkali lebih tepatnya begini: kehadiran Farhat Abbas untuk kaum antirokok sama pentingnya dengan kehadiran Bastian Schweinsteiger di lapangan tengah Manchester United. sementara Farhat Abbas hingga kini masih belum jelas apa sumbangsihnya untuk Indonesia.Arlian Buana Indonesia diproklamasikan. Jika Indonesia bersuka-cita menerima NU dan Muhammadiyah.

sila selesaikan ketidakterimaan anda dengan Yang Mulia Farhat di Puncak Gunung Merapi di tengah malam bulan purnama bulan ini.” “Merokok lebih berbahaya daripada selingkuh. “Biasanya orang yang merokok lebih percaya rokok daripada Tuhan.” kokok blionya.” “Merokok itu setara dengan menghisap lem aibon. bukan kicauan ding.Merry Christmas.” “Hanya di masjid dan rumah gue aja orang gak ada yang berani merokok. Eh. Tenang.” 104 . Kokok saja. Nah. sekarang saatnya kita apresiasi kicauankicauan antirokok Sang Presiden Oposisi RI: satu dan satu-satunya Farhat Abbas Law. Felix Siauw! persamaan di atas. Bagaimana kami tidak geli. semua kokok anda tentang rokok adalah kebenaran absolut yang tidak mungkin dibantah. Tuan Farhat. kata Farhat sendiri itu kokok. Bukan Kokok Dirgantoro CEO VoxPop. Kami geli. kami sama sekali tidak emosi. kami banyak berkokok mengenai rokok! #BudayaTidakMerokok. Kokok. Kami tidak bisa melakukan apaapa selain manggut-manggut dan mencengkeram perut. Anda ajaib sekali. “Yang merokok harap jangan emosi! Cukup kami yang emosi melihat kalian merokok! Maaf.

saya yakin semua perokok dalam satu hari saja pasti langsung mati geli.” Dari mana pengacara tampan dan menawan ini bisa mengambil kesimpulan sebegini dahsyat? Beberapa tahun lalu. coba perhatikan lagi. ntar dikira penjahat. Mario Teguh pernah mengeluarkan kalimat senada. “Hampir semua pelaku kejahatan adalah perokok berat. Siapa tahu nanti kiai anda dikira Don Vito Corleone. Dan buat menantu baik-baik yang kebetulan punya mertua perokok berat. Semuanya melampaui aforisma. Kepada para pembaca yang kebetulan santri dan punya kiai yang perokok berat. Manusia hanya bisa berencana. atau apapun namanya.” kokok blionya lagi. jangan-jangan mertua anda adalah Wise Guy. Dan puncak dari segala keajaiban Tuan Farhat adalah ketika ia berkokok: “Cewek perokok lebih gampangan daripada cewek yang tidak merokok. melaui akun twitternya. Tidak satupun. seluruh pegawai yang terima gaji dari negara. manifesto. Hati-hati yang merokok berat. gue haramkan merokok!” Tidak satupun kokok Tuan Ajaib yang bisa disalahkan. Tuan Farhat jua yang berkokok. coba perdengarkan kokok Farhat. sabda. firman. Semuanya sahih belaka. Seandainya kami diperintahkan Tuhan untuk mendengarkan kokok Tuan Farhat seumur hidup. 105 .Arlian Buana “Kalo gue jadi presiden.

Mario Teguh terlalu gegabah mengeluarkan pernyataan itu. kecuali konstruksi patriarki bahwa baik dan buruk didefinisikan oleh laki-laki. Mario Teguh kemudian minta maaf secara terbuka lalu tutup akun—dua hal yang hampir mustahil kita harapkan dari seorang Farhat Abbas. merokok dan kadang mabuk. Mario diprotes keras dari berbagai arah. tidak mungkin direncanakan jadi istri. “Wanita yang pantas untuk teman pesta. clubbing. Felix Siauw! Bahwa wanita yang merokok dan hobi dugem tidak layak dinikahi. Apakah cewek perokok memang gampangan? Suer. chitcat yang snob. Menyadari kekeliruannya. Apa hubungannya kelayakan menjadi istri dengan kesukaan merokok dan dugem? Tidak ada. Sebagai seorang motivator yang harusnya bijaksana dan bijaksini. Kadar keajaiban yang setingkat dengan matahari terbit dari barat sehingga Farhat layak masuk menjadi salah satu tanda-tanda kiamat. 106 . begadang sampai pagi.Merry Christmas.” kata Mario. hanya manusia yang punya kadar keajaiban tertentu yang sanggup berkokok begitu.

“Capek deeeeh…” seperti anak-anak gaul Jakarta. “Assalamu ‘alaikum itu tradisi Arab. Ambil Islamnya. Rizieq memegang dahi selama beberapa detik. dikelilingi pengikutnya yang sebagian besar mengenakan kopiah putih. buang Arabnya. Bereaksi atas ucapannya sendiri. Assalamu ‘alaikum itu budaya Arab. ganti selamat pagi selamat siang!” kata Rizieq berapi-api. mau ngapain kamu dijajah sama Arab? Mau ngapain kalian diarabkan? Ambil Islamnya. Duduk di sebuah kursi kayu. menirukan pendapat orang-orang yang berlawanan dengan pandangannya. badannya meliuk ke kanan ke depan ke kiri. Hey.Habib Rizieq Ia terlihat on fire. Seolah ia ingin berkata. menceramahkan pemurnian Islam. 107 . buang assalamu ‘alaikum. Rizieq memegang ujung bawah mik nirkabel dengan tangan kirinya. umat Islam Indonesia. tangan kanannya sesekali mengepal sesekali melambai.

“Betul?” tanya Rizieq kepada jamaah. suara yang kemudian keluar dari mulutnya mirip geledek di siang bolong. “Sampurasuuun…” jawab jamaah. Angkatan Muda Siliwangi melaporkan Rizieq ke polisi karena dianggap menghina masyarakat Sunda dan melecehkan nilai-nilai budaya Sunda. “Campuracuuuun! Campuracuuuuun! Campuracuuuun!” Jamaah tertawa terbahak-bahak. Tanpa aba-aba. Mereka bahkan 108 . Rizieq teriak lagi: “Takbir!”. lalu diam sebentar. tahu-tahu muncul protes dari banyak kalangan di Jawa Barat. Felix Siauw! “Kalau di Purwakarta diganti dengaaan?” Lanjutnya setelah puas memegang jidat.Merry Christmas.” kata Rizieq mengulangi. Allahu Akbar menggema. “Sampurasun. Sudah lama pemirsa Indonesia tidak disuguhi pemandangan seperti itu. mungkin Anda akan terhibur dan tidak merasa terganggu dengan teriakan Rizieq. Setelah terdengar koor betul. Kalau Anda penggemar garis keras Arya Wiguna. Anda yang mencintai cara Wiguna memekikkan “Demi Tuhan!” tentu akan senang sekali mendapati ada orang yang mewarisi kemampuan Wiguna berteriak sehebat itu. Entah siapa yang pertama kali mengunggah video ceramah Rizieq itu di Youtube. Semoga para produser infotainmen terketuk hatinya agar menayangkan teriakan “campuracun” Rizieq seperti mereka menyiarkan Wiguna berbulanbulan.

Minta maaf kok pakai disuruh-suruh. dan jamaah menganggap itu lucu. Tanpa beliau ikut campur. Rizieq akhirnya dapat panggung lagi.Arlian Buana menginisiasi terbentuknya Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat dan melarang Rizieq masuk Jawa Barat. kan? 109 . Simpel. jadi tahu bahwa di Sunda ada salam yang seindah dan semerdu “sampurasun”. dan terutama. Walikota Bandung. Berkat beliau. sekali lagi Kang Emil menunjukkan bahwa dirinya adalah walikota yang terlalu serius. Tak mau kalah dengan anak muda. apanya yang salah? Kalau Kang Emil menganggap itu tak lucu. anak muda perkotaan selain Jawa Barat. yang setiap hari intim dengan gajet. Habib Rizieq sedang bercanda dalam ceramahnya. ya sudah jangan tertawa. Kita perlu persyukur ada walikota seterlaluserius Kang Emil. Dengan ini. Mereka juga menuntut Imam Besar The Panas Dalam Front Pembela Islam (FPI) itu minta maaf secara terbuka. Terlebih apabila yang dituntut ternyata tidak merasa bersalah. Tapi tetap saja tuntutan permintaan maaf itu terlalu serius. tentu anak muda generasi viral ini tak akan pernah tahu bahwa “sampurasun” kurang lebih artinya sama dengan assalamu ‘alaikum. Ridwan Kamil pun turut menyesalkan ceramah itu dan meminta Rizieq minta maaf.

110 .

Untuk menyerang gagasan “Islam bukan Arab”. padahal Gus Dur bisanya cuma melucu nggak jelas. Rizieq tentu tak bisa tenang melihat anak-anak muda mulai banyak yang menelan mentah-mentah slogan “Islam bukan Arab. setelah kampanye massif Islam Nusantara yang dilakukan Nahdlatul Ulama. belakangan ini. Ia tak mau dengar pandangan Gus Dur tentang universalisme Islam yang shalihun 111 . atau balas dengan candaan yang lebih lucu. Kenapa harus menuntut permintaan maaf? Atau itu sudah tertulis sebagai salah satu tugas pokok walikota? Rizieq hanya sedang merasa gerah.” Rizieq teringat lagi perdebatan lamanya dengan Gus Dur perihal “Pribumisasi Islam”. menghajar titik yang paling kontroversial: penggantian assalamu ‘alaikum dengan selamat pagi. Padahal Gus Dur tidak bisa pidato seberapi-api dirinya. Rizieq menggunakan jurus lama. Ia tentu tak habis pikir.Arlian Buana Kalau Kang Emil menganggap ada sesat pikir dalam becandaan tak lucu itu. dan campuracuuun. gelombang penolakan terhadap Arabisasi menguat lagi. Rizieq tentu tak mau tahu bahwa poin utama Gus Dur bukan itu. ya tinggal diluruskan. dan Islam Berkemajuan dari Muhammadiyah. bagaimana mungkin gagasan Gus Dur—yang ia sebut buta mata dan buta hatinya itu—lebih diterima banyak orang.

Ingatlah. yang relevan kapan saja di mana saja. masih terbuka kemungkinan 2017 nanti Anda akan maju di Pilkada Jakarta. Oh iya. melainkan justru merusak Islam. Bupati Purwakarta. Rizieq juga menganggap bahwa “Islam bukan Arab” itu sama artinya dengan anti budaya Arab. “Di KUA mana?”. jika roti buaya bukan buaya. Rizieq tidak menganggap hal-hal demikian bisa memperkaya peradaban Islam. baik sebagai cagub maupun cawagub. Logika Rizieq sederhana saja: jika Si A tidak sama dengan Si B. jubah. dan sorban tidak serta-merta membuat seseorang menjadi lebih Islami” kepada Sang Habib. berarti A anti B. yang faling fenting. salah-salah Anda malah kena fentung. yang terbuka terhadap akulturasi. fentungan FPI. Felix Siauw! li kulli zaman wa makan. Setelah dituduh Rizieq menikahi Nyi Roro Kidul. Anda tak bisa berkata bahwa “Anaantum.Merry Christmas. Anda tentu tak perlu lagi mengajak debat atau diskusi Rizieq. untuk Kang Emil. dan tampil dalam ekspresi budaya yang beragam. Bersiaflah menghadafi konfoi tanfa helm dan. Hadapilah dengan cara Dedi Magelangan Mulyadi. Di sisi lain. tak perlu terlalu serius. santai saja. karena bisa-bisa Anda diteriaki “campuracuuun!”. Dedi dengan santai bertanya. maka roti buaya itu anti buaya. yang mengakomodasi dan dapat diserap budaya setempat. 112 .

Laporan yang mudah sekali tersebar secara viral.Arlian Buana Menjadi Muslim Pintar bersama Palu-Arit Saya kira tidak ada media online yang mencerminkan wajah Islam Indonesia kecuali PKS Piyungan (selanjutnya disingkat PKS-P). PKS-P mengirim umpan manis nan mematikan untuk para striker muslim internet. agar gol-gol spektakuler bisa dilesakkan ke gawang tim komunis—yang selama ini dikhayalkan sebagai musuh utama tim Islam. Isinya? Hanya kutipan komentar 113 . Dengan gagah berani. Saya kira. Sejak awal pekan lalu. dan membawa semangat kemajuan. Layaknya trequartista jempolan. Anindya Kusuma Putri. PKS-P menurunkan laporan bertajuk Sensasi Puteri Indonesia 2015 Bangga Berkaos Palu Arit. PKS-P menggoreng isu seksi: Putri Indonesia 2015. memposting fotonya berkaos palu-arit di Instagram. Penggorengan yang aduhai sekali. cerdas. Wajah muslim Indonesia yang kalem. seperti virus. menyejukkan.

Sembari membagi tautan berita. Kennedy dan Bapak Air Mata Nasional Nuran Wibisono. Mengikuti kisah sukses “berita” PKS-P. Bodoh. salah satu followernya menyambar dengan retwit ditambah cuitan: “Bego~ Bego~ Bego~.” Saya kira PKS-P memang cerdas sekali. Beberapa waktu sebelumnya. Bloon.” Seorang follower lain tak kalah tangkas. Saya akui.Merry Christmas.co—tidak sedang duduk di hadapan saya. PKS-P tentu dengan senang hati menyebarkan ulang berita-berita dari portal besar yang memakan umpannya. PKS-P melempar pertanyaan. 114 . Beauty. Sebagai pengikut setia beliau berdua. kalau saja Nody Arizona—rekan saya di Mojok. Saya langsung tepuk tangan di atas kepala begitu membaca rangkaian twit-retwit 3B PKS-P. Behaviour?” Tak lama. saya merasa gagal. datang dengan pernyataan senada yang dikemas agak lebih kreatif: “Bego. Hampir saya menitikkan air mata. pernah pula PKS-P menunjukkan kecerdasan yang jenuin tiada banding. “Layakkah Anindya jadi Putri Indonesia yang jargonnya 3B: Brain. media-media besar latah meminta klarifikasi dan cenderung ikutikutan menyudutkan Anindya. memancing interaksi di Twitter. Felix Siauw! miring para facebooker tentang Anindya dan kaos palu-arit yang dikenakannya. saya memang menyalahi prinsip di mana bumi dipijak di situ air mata ditumpahkan— yang merupakan inti utama ajaran Guru Tisu Bangsa Eddward S.

Saya kehabisan kata-kata. seketika. Pada akhirnya. “Allahu Akbar!” Saya tidak bisa menahan air mata saya mengalir. baik secara politis maupun ideologis. Anda harus menggoyang server raksasa milik Google. Haru saya. hubungan Islam dan Komunisme. Pandangan Islam tentang Marxisme-Leninisme. Gus Dur melihat adanya titik-titik persamaan—bukan titik sambung—antara keduanya di berbagai dimensi. Luar biasa. Benar-benar haru. Sudah barang tentu bukan pekerjaan gampang. PKS-P menggunakan layanan Blogspot milik Google. kunjungan jutaan dalam sehari otomatis akan membuatnya down alias tidak bisa diakses. Saya yakin Yang Mulia Eddward dan Kanjeng Nuran pasti bangga. Selang beberapa menit setelah twit pamer PKS-P tadi. Kita tahu. Saya lalu ingat artikel yang ditulis Gus Dur. muncul retwit dari followernya dengan tambahan seruan. PKS-P mendapat kunjungan lebih dari empat juta sehari tapi servernya tidak pernah down. Untuk membuat down PKS-P. Gus Dur memulainya dengan membaca hubungan diametral-konfrontatif Islam vis a vis Komunisme. Artikel yang mengkaji secara rinci dan jernih. menjelaskan faktor-faktor yang menjadi penyebab keberhadapan keduanya. Sehingga tidak perlu heran kalau 115 .Arlian Buana Kira-kira dia mencuit begini: Lihat dong. Berbeda misalnya dengan mojok.co yang kapasitas servernya terbatas.

dan tentu saja. Di Indonesia. stigmatisasi kelompok komunis berkembang luas di masyarakat. penolakan demikian lebih berwatak politis daripada ideologis. Felix Siauw! komunisme atau bahkan partai komunis bisa tumbuh dan besar di banyak negara muslim. bisa dijelaskan dengan kenyataan bahwa tim muslim pernah dua kali bergesekan dengan tim komunis pada tahun 1949 dan 1965.Merry Christmas. dipanaskan dengan kampanye massif pemerintah tentang bahaya laten komunisme. Ketika menjabat sebagai Presiden RI. Gus Dur mengusulkan pencabutaan TAP MPRS No XXV/1966 tentang larangan komunisme. bukan semata statistik kunjungan PKS-P. Sekali 116 . yang jumlahnya menurut Sarwo Edhie Wibowo tak kurang dari tiga juta jiwa. Usul yang tak urung menuai penentangan di sana-sini. Usul yang dimaksudkannya sebagai langkah awal terwujudnya rekonsiliasi nasional. Di masa Soeharto berkuasa. Tiga juta! Itu jumlah manusia Indonesia yang dilenyapkan secara tragis dari muka bumi. penolakan terhadap MarxismeLeninisme melalui TAP MPR XXV/66. Bagi Gus Dur. disokong negeri Paman Sam yang berusaha setengah mampus membendung komunisme internasional. menurut Gus Dur. di mana-mana. diruncingkan oleh pemerintahan orde baru. Gus Dur juga meminta maaf atas pembunuhan terhadap orang-orang yang dikatakan komunis. Gesekan itu yang kemudian didramatisasi.

kita sebagai bangsa belum juga menyelesaikan pekerjaan rumah untuk rekonsiliasi. ketika dunia masih diselimuti nuansa perang dingin—yang berakhir setelah Liverpool menjuarai Liga Inggris untuk terakhir kali. Sampai permusuhan Barat terhadap Islam dan Komunisme mereda. Di situ kadang saya merasa hebat.Arlian Buana lagi. kami justru terus-menerus merendahkan keluarga besar PKI yang menjadi korban.” Maka lihatlah. peta politik internasional sudah benar-benar berbeda. Bukannya meminta maaf. jangankan mengobati luka. Dan kata-kata kunciannya akan terdengar di sela derai tawa. Gus. barangkali Gus Dur hanya cekikikan di kahyangan sana. 117 . melihat simbol palu-arit saja kami masih parno. Kami kesulitan bersikap adil. sepintar PKS Pi-yu-ngan. Di situ kadang saya merasa pintar. “Gitu aja kok repot. Kini. Islam malah pernah jadi pengganti Komunisme sebagai musuh baru dunia Barat. Melihat gegeran kaos palu-arit Anindya. karena kami lebih senang merawat kebencian seperti hobi kami mengasah batu akik. Gus. Tulisan Gus Dur tentang Islam dan Komunisme muncul pertama kali pada tahun 1982. yang selanjutnya terjadi. Pasca 11 Sepetember 2001. niat baik Gus Dur dimentahkan banyak orang—terutama oleh so-called umat Islam. Gus.

Islam adalah jalan bagi saya untuk menemukan kedamaian. Anjing. Awal-awal kuliah di sebuah kampus Islam. hingga saya meyakini bahwa Islam adalah agama terbaik. Mereka pun berorganisi dengan nama tempelan Islam. Tapi menyaksikan umat Islam di Indonesia. Makin dewasa. terhebat. saya perhatikan mahasiswa-mahasiswa yang konon muslim dan lulusan pesantren sangat urakan. kecintaan saya terhadap Islam semakin besar.Menjadi Penggemar Berat Felix Siauw Saya punya ikatan sentimental dengan Islam. amburadul betul. salat dan puasa. Melebihi kecintaan saya terhadap Indonesia. Tapi kelakuan dan pikiran mereka aduhai kacau sekali. Sejak kecil. 118 . Mereka pun memberikan teladan. saya jauh lebih sedih lagi. saya sering sedih. orang-orang tua di kampung saya berusaha sekuat tenaga agar saya bisa mengaji. Melihat negeri ini. Umatnya bodoh-bodoh mampus! Mereka semakin jauh dari ketentuan-ketentuan Islam yang sebenarnya.

Tapi Allah memang maha adil. Turki. Lihatlah bagaimana perkembangan ustadz kebanggan saya itu sekarang. Setelah beberapa semester di universitas. twitter dan youtube. topik ini terasa sangat dekat. orang terkenal yang mondar-mandir di televisi dengan jutaan pengikut. Saya harus berbuat sesuatu. saya tidak boleh cuma damai sendiri. Tapi khilafah. saya bertemu dengan sosok hebat luar biasa. menjadi saksi pedihnya 119 . Dan yang paling penting. bahasa generasi saya. Lama-lama saya bisa saja menjadi kafir kalau hidup di tengah umat yang bebal. berkat bantuan teknologi. khilafah adalah solusi semua persoalan anak manusia. Gaul banget. Sejak pertama saya mengenalnya lima tahun yang lalu.Arlian Buana Sok bebas. Sok liberal. Saya pikir saya tidak bisa tinggal diam. Istanbul. saya sudah yakin ia akan menjadi orang besar. menyebarkan tausiyahnya melalui facebook. Bahkan di media sosial. Meski saya jarang menghadiri pengajiannya. perlahan-lahan saya pun meyakini apa yang diperjuangkan olehnya. Ustadz Felix juga menulis buku. membumi dan sangat masuk akal. ia bisa bicara dalam bahasa saya. Bukan hanya mengisi pengajian. Ia sangat mumpuni untuk menjadi pemimpin spiritual. Ketika ia membicarakan Islam dan khilafah. Orang itu bernama Felix Siauw. kata Ustadz Felix. bahasa gue-elo. Pengetahuan Islamnya luas dan mendalam. ia biasa tertawa dengan “wkwkwk”. dihapuskan pada tahun 1924. maha tahu apa yang dibutuhkan hambanya.

Setelah Perang Dunia I. bahwa demokrasi ialah sistem terbaik bagi mereka. lebih parah lagi. mereka menanamkan pemikiran kufurnya.” terang Ustadz Felix suatu kali. hanya hal mubah dan baik yang boleh didiskusikan. Sistem yang diwariskan Nabi Muhammad SAW melalui lisannya nan mulia hanyalah khilafah. daun. “Inggris mendoktrinasi kaum Muslim. “Dalam musyawarah. Kafir Inggris juga berhasil membuat kaum Muslim lupa bahwa Khilafah-lah yang menghantarkan mereka menguasai 1/3 dunia selama 13 abad.” begitu pesan Ustadz Felix. melainkan juga. tidak boleh dimusyawarahkan. Salat Jumat di mana. negara adidaya pengganti Inggris. Felix Siauw! umat kehilangan pelindung. umat Islam tercerai-berai. Mereka menyamakan demokrasi dengan musyawarah dalam Islam. tapi salat Jumat atau tidak. Dan hanya khilafah-lah sistem yang dipakai para sahabat Nabi. padahal akar pengambilan hukum. biang keroknya tak lain tak bukan adalah penjajah Inggris. itu boleh dimusyawarahkan. Dalam demokrasi seolah mereka diperlakukan sama. itu sudah hukum Allah.Merry Christmas. Negara yang yang dipimpin seorang ratu itu tidak hanya menaklukkan dan memecah-belah kaum Muslim secara fisik. Pada hukum yang sudah ditentukan Allah. Islam melarang musyawarah. mendoktrinasi seolah demokrasi sejalan dengan Islam. Amerika Serikat. 120 . juga melakukan hal yang sama. dan buahnya jelas berbeda jauh.

Al Quran dan Sunnah telah jadi hukum di negara kita. Khalifah kita Prabowo Subianto. bicara banyak hal. figur luar biasa yang–didukung seluruh umat Islam–berhasil memimpin revolusi menggulingkan rezim kafir liberal setahun yang lalu. Yang halal bisa jadi haram. Nody Arizona membangunkan saya dari mimpi. Ada yang kayak begini? Ada. “Sama Syiah dia temen.” Yang paling fenomenal. Wajah Ustadz Felix kini setiap hari nongol di televisi. dan yang haram bisa jadi halal. Dalam sebuah kesempatan ia menyindir negara tetangga. Ia berhasil menyisihkan Tantowi Yahya dan Tukul Arwana. Tapi sama Muslim. Dalam demokrasi.Arlian Buana “Sedang demokrasi. bisa didebat. Hakikat demokrasi. semua hal bisa dimusyawarahkan. Dalam Islam. bahkan bisa dianggap lebih rendah dari hukum manusia. sama atheis 11-12. Felix Siauw akhirnya jadi host Hunger Games menggantikan Caesar Flickerman. galaknya ampun-ampunan. sama kafir kawan. manusia dianggap lebih tahu daripada Allah. 121 .” Berkat perjuangan Ustadz Siauw. Babi. dan membuatnya digandrungi semua generasi. karenanya boleh membuat hukum sendiri. hukum Allah hanya opsi. hukum Allah mutlak. bila banyak yang suka. Indonesia secara resmi sudah menerapkan Khilafah Islamiyah sebagai sistem pemerintahan.

sementara banyak perwira lain lumutan di posnya. Dibanding pendahulunya. Baiklah. Di awal pemerintahannya. Terlalu banyak menggerakkan satu-dua perwira. Pak Beye langsung dihantam tsunami (sungguhan. Jokowi (setidaknya dari yang nampak hingga sekarang) jelas belum ada tai-tainya. baik secara posisional maupun taktik.#SudahlahJokowi Jika memerintah diibaratkan bermain catur. bukan istilah catur). posisinya tentu saja menjadi sulit. membangun formasi andalannya dengan sabar. Tapi itu tak membuat Pak Beye memainkan pembukaan yang kacau. kalau para pemilih Jokowi belum ikhlas dicap buruk: Jokowi telah memainkan pembukaan yang buruk. meski tidak 122 . Jokowi bahkan belum sempat rokade agar posisi rajanya aman. Amburadul sekali openingnya. maka sebenarnya Jokowi adalah pecatur yang buruk. dia bersetia pada taktiknya. Si Pak Beye itu.

Apa yang Anda harapkan dari situ? Kelahiran pemimpin yang jago menghafal? Terbitnya pemimpin yang minum selalu duduk dan menggunakan tangan kanan? Anda barangkali bisa berargumen bahwa perilaku 123 . Tapi apa yang dilakukan kubu seberang terhadap Jokowi selama ini? Cuma isengiseng gak mutu. “Terima kasih. Lah. lalu sesegera mungkin membawa raja ke tengah papan). dan “Lanjutkan!”?) dan lincah di endgame (mengorbankan beberapa perwira terdepannya yang menghalangi ruang tembak pasukan di belakang. Dan Pak Beye ternyata memang pecatur andal. Ia licin di middlegame (masih ingat strategi menurunkan harga BBM. lalu mengamankan posisinya di DPR dengan mencaplok semua kotak kuning.Arlian Buana mudah. “Katakan tidak pada korupsi”. mengorbankan menteri lama dan mempromosikan satu bidak untuk jadi ratu baru. berputar-putar pada isu Jokowi tidak Islam. tentu dengan pertukaran yang tidak terlalu merugikan. Pak SBY”. seperti yang terakhir meributributkan kesalahan penyebutan kota kelahiran Bung Karno. Jokowi? Di sini lawan-lawan Jokowi punya kesempatan baik untuk mengalahkan atau setidaknya mengimbanginya. segala Jokowi minum dengan tangan kiri dibesarbesarkan.

Felix Siauw! besar seorang pemimpin tercermin dari hal-hal kecil yang dilakukannya. misalnya. Saya tidak menemukan kritik tajam atas kebijakan administrasi Jokowi. Dan pada gilirannya. anak TK juga bisa nyalon presiden. Apa yang kita dapatkan dari hestek #SudahlahJokowi dan #SudahiJokowi? Selain olokolok. Begitulah yang seharusnya terjadi di negara dengan demokrasi yang matang. Anda bisa menghantam kebijakan-kebijakan ekonominya. Koreksi yang bukan sekadar tak pernah lagi selip lidah dan selalu minum pakai tangan kanan—kalau begini doang sih. kecuali hujatan dan rundungan slapstik. Ya. Sebagai orang biasa. pemimpin baru datang mengoreksi pemimpin lama.Merry Christmas. kita bisa berharap lahirnya pemimpin yang lebih hebat daripada Jokowi. dari oposisi yang tangguh itu. saya tidak melihat sesuatu yang istimewa. Bukankah Jokowi lahir dari oposan yang kuat dan selalu bersuara keras melawan kebijkan-kebijakan 124 . saya sangat mengharapkan wawasan-wawasan mencerahkan dari kelompok opisisi mengenai cara pengelolaan negara. saya ingin sekali melihat oposisi yang kuat dalam memainkan peran check and balances. Sebagai awam di bidang kebijakan publik. Tapi masih banyak yang jauh lebih mengundang maslahat daripada meribut-ributkan hal-hal sesepele itu. boleh jadi begitu.

Arlian Buana SBY? Dan Jokowi muncul ke permukaan dengan gayanya yang gesit. saya pesimis akan ada terobosan baik dari kubu pemenang pemilu maupun yang kalah. yang kita saksikan hanyalah propaganda-propaganda khas pilpres. seluruh rakyat Indonesia apalagi (jauh 125 . Karena sejauh ini. seandainya memang bisa. bisa? Kayak 20 Mei tempo hari? Oh. alih-alih kubu seberang yang nanti bersorak. bukan kehidupan bernegara yang sehat dengan pemerintah yang bekerja dengan baik dan oposisi yang mengkritisi langkah-langkah penguasa dengan elegan. Atau gegap-gempita dengan tagar #SudahiJokowi itu memang serius ingin menjungkalkan Jokowi dari kursi caturnya? Yakin. dan mengakar sebab Pak Beye dianggap plin-plan. Tapi jika kualitas oposisi terus-menerus seperti ini. dengan pembagian dua kubu tersebut. penuh lipstik pencitraan dan lebih suka bikin album sebagai musisi karbitan daripada legasi atau mahakarya sebagai negarawan. tangkas. saya kira saya harus siap-siap menelan ludah dan gigit jari. Dengan alur demikian pula saya berharap akan terbitnya pemimpin baru yang lebih mantap daripada Jokowi. tidak pernah bisa menyelesaikan masalah sampai ke akar-akarnya. Jika kehidupan bernegara kita dalam empat tahun ke depan masih saja didefinisikan dengan pembelahan antara Jokower dan Prabower.

justru para pengerikit kekuasaan di sekitar Jokowi itu yang akan berpesta-pora. Hati-hati. 126 . Felix Siauw! panggang dari api).Merry Christmas. GM Jokowi. dua langkah lagi Anda bisa kena family fork. kalau hanya memainkan satu langkah acak.

Di negeri entah-berantah. ustadz generasi baru yang tertawa dengan “wkwkwk” di media sosial. Felix Siauw Tersebutlah kisah seorang ustadz bernama Felix Siauw. pengacara keluarga cendana kenamaan. Jangan persoalkan namanya yang tidak terkesan islami atau kearab-araban. Dan penguatnya adalah ustadz-ustadz seperti Felix Siauw. 127 . Boleh-tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat natal diperdebatkan dengan leher lebih menegang daripada urusan sistem pendidikan. Jangan pula hubungkan ia dengan Juan Felix Tampubolon. Pemicunya tahun ini. perkara mengucapkan selamat natal jauh lebih besar ketimbang kemajuan ilmu pengetahuan. pejuang khilafah islamiyah. pujaan remaja Islam di negeri entah-berantah. karena pengetahuannya sangat mumpuni untuk menjadi kyai televisi. ulah beberapa orang di majelis ulamanya yang melarang ucapan selamat natal.Merry Christmas. ustadz gaul.

Tersebarlah seruan Felix Siauw itu. Kehidupan yang dihayati orang-orang entah-berantah. bukan toleransi. Cenderung usil. beraneka keyakinan dan ajaran masuk. Pertemanan semakin rekat. bukan dialog. penganut agama lain ikut senang dengan mengucapkan selamat. Tiba-tiba datanglah larangan itu. Banyak orang lalu takut hanya untuk sekadar mengucapkan selamat. Kecurigaan dan kebencian sirna. ada baiknya persoalan ini lebih dulu didekati dengan kacamata kehidupan sehari-hari. hidup berdampingan antarpemeluk agama. diterima. ditolak. Begitu pula ajaran 128 . Tentu banyak yang acuh. perbedaan keyakinan sama-sekali tidak merusak hubungan sosial. Felix Siauw! Perdebatan ini sebenarnya perdebatan klasik. Seakan-akan ucapan selamat itu dosanya lebih besar daripada korupsi. Negeri entah-berantah adalah negeri yang subur. Jika satu orang merayakan lebaran agamanya.Merry Christmas. disesuaikan atau berkembang. Bahkan yang menebar permusuhan dan kebencian pun bisa hidup. Sejak ribuan tahun lalu. Sebelum memasuki perdebatan teologis yang mengerutkan dahi. Indah dan menggembirakan. cibiran atau minimal pandangan sinis.di negara entah berantah. dan spesies Felix Siauw itu seringkali iseng untuk membesarbesarkannnya. Tapi ya mereka yang duduk di majelis ulama. namun implikasinya jelas: konfrontasi. -menjurus klise. kadang-kadang dengan bonus jamuan khusus.

129 .

Menurut Felix. tidak boleh dinaikkan pangkatnya menyatu dengan entitas (ke)Tuhan(an). katanya. Prof. seperti yang dirayakan pemeluk kristen. Atau. Isa atau Yesus selamanya adalah seorang nabi. ulul azmi. karena natal bersifat perayaan. kepada kawan Inggris atau langsung kepada Ratu. Selamat Natal dalam Al-quran. tidak serta merta menjadikan kita warga negara Inggris atau pengikut Sang Ratu. Felix Siauw! Felix. Dalam artikelnya. Quraish Shihab tak urung angkat bicara. Dalam Islam. memberi selamat atas kelahirannya. Mengucapkan selamat dianggap murtad. seperti sudah dibaptis. yang memuliakannya sebagai nabi. Mengucapkan selamat hari lahir Ratu Inggris. beliau memaparkan dengan jernih. mengucapkan selamat natal sama dengan mengiyakan Yesus sebagai Tuhan. Maka menurutnya. berpotensi menggeser akidah seorang muslim. Tapi bagaimana mungkin? Seorang mahasiswa tingkat akhir yang mengucapkan selamat wisuda kepada kawannya apakah otomatis ia juga telah diwisuda? Enak sekali. Haram hukumnya. seorang pendukung Chelsea yang mengucapkan selamat merayakan kemenangan Liverpool tidak otomatis menjadi Liverpudlian. Tidak sedikit anak muda yang manggutmanggut atas hujjah-nya. Umat Islam. nabi yang utama. kelahiran Isa dalam Al-quran bahkan memang diberkati.Merry Christmas. seperti yang diyakini umat kristiani. 130 . Ini perkara akidah.

Tentu ada jutaan orang lainnya seperti kawan ini. keutuhan kita sebagai bangsa. maka mengucapkan selamat natal menjadi harus. Sesat pikir lain yang harus dihadapi. saya sempat dituduh mengharuskan ucapan selamat natal. 131 .Arlian Buana bahkan dianjurkan mengirim ucapan selamat. karena orang-orang MUI bilang haram. Dan orang-orang yang melakukan tindak kekerasan tidak bertanggung jawab akan memiliki cukup pembenaran. hanya akan menyuburkan kebencian.” Karena terus-menerus mencela orang-orang MUI dan Felix. Ini soal kerukunan. Pemahamanpemahaman yang. selama pengucapnya bersikap arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya. betatapun kecil potensinya. dengan kesimpulan: “Tidak juga salah mereka yang membolehkannya (mengucapkan selamat natal). panjang lebar Quraish menjelaskan. Kawan ini tentu saja tak perlu dan tak harus mencari-cari teman kristen untuk mengucapkan selamat. Soal akidah. Saya punya seorang kawan yang dalam hidupnya tidak pernah punya teman kristen. Tapi karena kesal. lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan. saya jawab saja. Ini soal pergaulan sosial. meruncingkan perbedaan keyakinan.

Mahmoud Abbas. solusi setiap masalah anak Adam adalah Khilafah Islamiyah. hari wafat dan hari kebangkitannya nanti.. MUI. Saya hanya bisa membayangkan. Salam sejahtera semoga tercurah kepada Isa. Semoga Felix tetap bisa tertawa dengan “wkwkwk” dan selamanya yakin. Selamat Natal. berapa gereja yang pernah dibom saat perayaan natal. bagaimana perasaan Felix Siauw. Semoga dia tidak patah hati dan tak pernah lelah membela kemanusiaan. bahkan ikut menghadiri misa di Bethlehem. Felix Siauw! Lihatlah. Lihat pula bagaimana jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia tak bisa merayakan natal di gereja mereka yang sah karena disegel orangorang yang tidak bertanggung jawab. Presiden Palestina.. 132 . Sebelum bicara pemerintah yang lalai. Selamat Natal. Di belahan bumi lain. apakah MUI atau Felix Siauw peduli? Mungkin mereka hanya akan peduli jika suatu saat nanti umat Islam tak bisa merayakan idul fitri. Felix Siauw. Felix yang seringkali bersuara lantang membela Palestina. pada hari Natalnya.Merry Christmas. harus melihat pemimpin Palestina berbeda pendapat tajam dengannya. tidak hanya mengucapkan selamat natal.

Senarai Ulah
Felix Siauw

Felix Siauw kembali bikin ulah. Stok ulahnya seolah tak
habis-habis. Atau jangan-jangan Felix adalah ulah itu
sendiri?
Sebagai seseorang yang konon ustadz, ahli
agama, Siauw tidak seperti kebanyakan ahli agama
lainnya yang menebarkan kesejukan kepada semua
orang, menjadi rahmat bagi semesta alam. Siauw
lebih memilih jalan keributan. Alih-alih berdakwah
mengajak berakhlakul karimah, Siauw justru
menggunakan cara-cara ofensif, konfrontasi, dalam
banyak ceramahnya.
Lebih banyak kata jangan dalam dakwahnya
daripada ajakan. Lebih banyak perintah dan larangan
daripada pemberian contoh dan tauladan. Siauw
seperti lebih berniat mengajak perang daripada
menguraikan pemahaman mendalam. Ia lebih suka
meradang-menerjang daripada berkasih-sayang.
133

Merry Christmas, Felix Siauw!
Contoh larangan Siauw yang terkenal adalah
larangan mengucapkan selamat natal. Tidak perlu
dibahas panjang lebar lagi, jelas-jelas ia larangan
yang hanya menggarami curiga, lalu kebencian,
lalu permusuhan, di negeri yang masih memupuk
kebhinnekaan ini. Bukannya bergaul dengan sesama
anak-bangsa dengan mau’izhah hasanah.
Perintah Siauw yang terkenal, “Udah Putusin
Aja!” kepada anak muda yang berpacaran, bisa
saja gagasannya diterima dengan baik apabila
disampaikan dengan pemaparan yang halus, dengan
simpatik, bahwa menyegerakan pernikahan lebih
indah bagi pasangan yang berpacaran. Bukan dengan
antipati dengan menyuruh mereka putus. Tapi Felix
memilih cara terakhir, cara menyerang.
Belum lagi ketika pemerintah berencana
menaikkan harga Bahan Bakar Minyak. Bagai pakar
ekonomi yang paling pakar, Siauw ikut-ikutan angkat
bicara, berteriak lantang menolak. Saya sendiri tidak
setuju dengan kebijakan pemerintah itu, tapi saya
bukan ahli ekonomi sehingga hanya bisa bersetuju
dan meyakini argumen para pakar yang menolak.
Saya pun kemudian berharap pada argumennya
agar membuat saya semakin yakin. Tapi apa daya,
argumennya ternyata membuat saya menangis. Saya
akui saya salah telah berharap.
Menurut Siauw, pemerintah menaikkan harga
minyak lantaran menganut paham liberal dan
tunduk pada kafir IMF. Jika saja, jika saja, pemerintah
134

Arlian Buana
meyakini Islam sebagai sebagai paham, sebagai
ideologi, tentu minyak akan gratis bagi seluruh rakyat
Indonesia. Karena minyak di Indonesia adalah milik
seluruh rakyat Indonesia, maka setiap rakyat berhak
membeli minyak dengan harga Rp. 0. Seakan-akan
galon minyak tinggal petik saja seperti mangga
tetangga. Saya harap Anda tidak turut menangis
mendengarnya.

Kali ini Siauw bikin geger banyak cewek. Mereka
protes atas tausiah-nya. Sebab dia menganjurkan
agar perempuan bermanja-manjaan dan bersikap
kenakak-kanakan sahaja. Tidak baik bagi cewekcewek untuk menjadi mandiri, kuat, dan tidak
bergantung pada orang lain.
“Ya udah, itu pilihanmu, (menjadi wanita kuat,
mandiri dan independen) jarang lelaki yang mau
wanita seserem itu,” tulisnya di akun twitter
@felixsiauw.
Seenak jidat Siauw memberi stempel “serem”
bagi perempuan yang mandiri dan kuat. Seakanakan menjadi wanita hebat itu dosanya lebih
menakutkan daripada membunuh. Seenak jidat
pula ia memayoritaskan spesiesnya yang menyukai
perempuan lemah dan punya ketergantungan
tinggi pada orang lain. Sebagian besar teman saya
malah tidak menyukai perempuan menye-menye
135

Felix Siauw! yang diidealkan Felix. Peran mereka dalam mengasuh anak dimuliakan tiada bandingan dan peran di dalam masyarakat tiada dihalangi. Perkara suka tidak suka belaka. Jelasjelas bahwa Khadijah yang dicontohkannya sebagai perempuan surga adalah seorang saudagar yang mandiri. yang begitu gagah perkasa memimpin pasukan dalam Perang Jamal. Setelah Muhammad datang. meskipun tidak memaksa perempuan harus begini tak boleh begitu. Bunuh diri. Siauw sepertinya luput membaca sejarah dan kurang lengkap memahami intisari ajaran Islam. dia yang berniat memukul orang lain tapi bogemnya jatuh ke mukanya sendiri. derajat kaum perempuan ditinggikan.Merry Christmas. Ada juga Aisyah. Dalam sekali ayun. Di masa pra-Nabi. Berani-beraninya dia merendahkan wanita 136 . Lupakah dia tentang dua perempuan hebat itu? Sudah terang bahwa Nabi Muhammad—yang saya percaya diidolakan juga oleh Felix—memuliakan kaum perempuan. Mengapa pula Felix datang dengan pola pikir yang meremehkan dan melemahkan perempuan seperti di jaman Jahiliyah? Pilihan materi dakwah Siauw sungguh kurang bijak. wanita cantik jelita berawajah kemerah-merahan yang sangat dicintai Rasulullah. kaum wanita dianggap lemah dan hanya menjadi beban bagi suku Quraisy sampai-sampai setiap bayi perempuan yang lahir dibunuh-bunuhi. kuat dan tidak bergantung pada orang lain.

dijadikan 137 . dia malah menuduh orangorang yang mengoreksi dan mengkritiknya benci akut terhadap Islam atau kelompok feminis liberal. Belum lagi bila mencermati hadits yang dikutip Siauw. Bukannya membuka mata. Di bagian akhir klarifikasinya. Tak urung ibu-ibu yang sama-sekali tidak tergantung pendapatan suaminya menjadi panas kupingnya. Berani-beraninya dia menyerang ibu-ibu setelah Indonesia menelurkan seorang presiden yang ibu-ibu. Wanita mandiri.Arlian Buana modern. Siauw menyatakan. Tak urung cewek-cewek yang mulai merintis karier untuk menjadi perempuan independen mencak-mencak. seolah-olah Islam itu dirinya sendiri. kuat dan independen tentu saja memberikan manfaat lebih banyak bagi suaminya ketimbang wanita lemah dan serba-tergantung. Tak cukup sampai disitu. dia justru menebalkan jarak dan menegaskan batas: Islam dan bukan Islam. Siauw kemudian mencoba membela diri atas apa yang dituliskannya. “Bukan berarti kritik dan sarannya saya nggak terima. Insya Allah semua diapresiasi. wanita masa kini yang berpendidikan. Bagi mereka. Bukannya berbaik-baik. Bukan meringkuk di bawah ketiak suami. yang berkesempatan karya dan kerja yang sama dengan pria. Ciri ini dengan sendirinya menggugurkan klaim wanita ideal versi Siauw. ada satu ciri wanita penghuni surga: bermanfaat bagi suami. menjadi wanita adalah berbagi peran dan tugas dengan pria.

Belum ada rilis survei LSI mengenai itu. Tidak kurang pula yang berteriak sama dengannnya mengenai keharusan asas Islam bagi Indonesia. Kalau mau apresiasi ya langsung apresiasi saja. kalau kamu berjanji akan menghadiri pertemuan. Insya Allah itu dipakai.” Lihatlah. Tidak semua orang mengkritik Siauw. misalnya. dus memperjuangkan khilafah Islamiyah. Entah berapa pasangan yang manut perintahnya untuk putus. Muda-mudi yang manggut-manggut saja mendengar apa yang keluar dari mulutnya banyak juga. Betapa salehnya dia. Bukan sedikit lelaki yang batok kepalanya berisi perempuan harus begini perempuan tak boleh begitu sedemikian kaku. karena kita tidak pernah tahu akan datangnya suatu halangan. Sayang karena keterbatasan pengamatan. Felix Siauw! masukan untuk ke depan lebih baik. Tapi jangan buru-buru salah sangka. kenapa butuh Insya Allah? Catatan ulah Felix bisa jadi lebih panjang. 138 . Tidak sedikit yang membelanya dalam hal ucapan selamat natal. daftar ini hanya sebegini. Seakan-akan terdapat kemungkinan yang kelak menghalanginya dalam berapresiasi. untuk mengapresiasi masukan saja dia masih butuh Insya Allah. Apabila ada yang ingin menambahkan tentu akan menjadi masukan yang sangat berarti.Merry Christmas.

televisi milik negara itu. Siauw akan menjadi ustadz kondang yang mukanya saban hari mondar-mandir di televisi. telah membuka lebar-lebar pintunya agar Felix dapat unjuk gigi. Sebentar lagi. Sementara TVRI. Semoga keusilan Felix terhadap kaum perempuan itu merupakan ulahnya yang terakhir. Semoga dia ingat pesan orang tua: daripada bikin ulah lebih baik main gundu. Tahukah Olla dan Lelga bagaimana pandangan Siauw mengenai perempuan? Semoga Diandra Paramitha Sastrowardoyo dijauhkan darinya. Tapi tahukah para pelaku pertelevisian Indonesia. Amin. Bahkan TVRI sendiri pula yang menyiarkan secara langsung perayaan besar-besaran Hizbut Tahrir di Senayan. Panggilan tampil di televisi mulai berdatangan. Terakhir saya lihat dia ada di Bukan Empat Mata yang membuatnya terlihat jauh lebih lucu daripada Tukul.Arlian Buana Seperti yang pernah saya perkirakan. Dan oh. mimpi apa dia semalam hingga bisa duduk berdekatan dengan Olla Ramlan dan Angel Lelga. ilmu Felix memang cukup memadai untuk menghantarkannya menjadi kyai televisi. betapa berbahayanya sikap intoleran Felix dan perjuangan khilafah Islamiyah itu bagi keutuhan NKRI? Barangkali hanya demokrasi Indonesia yang membiarkan unsur yang potensial membunuh demokrasi untuk hidup bebas. 139 .

co .arlianbuana.Arlian Buana www.com Arlian Buana @arlianbuana arlianbuana bana@mojok.

.

Merry Christmas. Felix Siauw! 142 .