Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MAKALAH KEWARGANEGARAAN

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL


D
I
S
U
S
N

OLEH:
MARDIANA

D IV KEPERAWATAN KELAS KARYAWAN


POLTEKKES KEMENKES RI PONTIANAK
TAHUN 2015/2016

Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan

nikmatnya kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Politik dan Strategi Nasional .


Makalah ini disusun dalam rangka memperdalam pemahaman tentang
Politik dan Strategi Nasional ( Polstranas) dan sekaligus dalam rangka memenuhi
salah satu syarat penilaian mata kuliah Kewarganegaraan di program studi D IV
Keperawatan Kelas Karyawan di Poltekkes Kemenkes RI Pontianak. Penyusunan
makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun. Hanya
lebih pendekatan pada study banding atau membandingkan beberapa materi yang
sama dari berbagai referensi.
Terima kasih penulis sampaikan kepada bapak Dosen kewarganegaraan
yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengerjakan tugas ini
sehingga penulis menjadi mengerti dan memahami tentang pengertian politik dan
teman-teman yang telah banyak membantu penulis sehinnga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
kita semua khususnya tentang pengertian politik dan strategi nasional, makalah ini
memiliki banyak kekurangan sehingga penulis mohon untuk saran dan kritik yang
sifatnya membangun agar makalah ini dapat menjadi lebih baik. Terima Kasih.

Pontianak, 2 Nopember 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Halaman Judul..........................................................................................................i
Kata Pengantar.........................................................................................................ii
Daftar Isi.................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 1
1.3 Tujuan................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Polstranas...........................................................................3
2.1.1

Pengertian Politik......................................................................3

2.1.2

Pengertian Strategi....................................................................5

2.2 Hakikat Politik Nasional.......................................................................6


2.3 Poltranas dan Arah Pembangunan Nasional..............................................6
2.4 Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila.............................7
2.5 Aspek-aspek Utama dalam Polstranas.....................................................9
2.6 Implementasi Polstranas.....................................................................10
2.6.1

Implementasi polstranas dibidang hukum....................................11

2.6.2

Implementasi polstranas dibidang ekonomi.................................11

2.6.3

Implementasi polstranas dibidang politik....................................12

2.6.4

Implementasi polstranas dibidang sosial.....................................13

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan...................................................................................... 15
3.2 Saran............................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................16

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kemajuan suatu bangsa berada ditangan pemimpin dan rakyatnya. Adanya
keharmonisan, keselarasan visi dan misi sangat diperlukan untuk tercapainya
tujuan yang menjadi keinginan bersama.
Di Indonesia, kehidupan berpolitik menjadi salah satu aspek penting dalam
kehidupan berbangsa, dimana lewat berpolitik terciptanya prinsip dan asas untuk
mencapai tujuan bersama. Tanpa adanya politik dalam kehidupan berbangsa,
maka jalan untuk mencapai tujuan akan semakin sempit. Selain belajar berpolotik,
diharapkan kita juga mampu mempelajari bagaimana cara atau strategi yang harus
dilakukan untuk mencapai tujuan bersama itu. Dengan demikian, melalui makalah
ini diharapkan kita akan semakin mengetahui kehidupan berpolitik secara nasional
dan strategi untuk mencapainya.
1.2 Rumusan Masalah
Melalui latar belakang di atas, kami membuat beberapa rumusan permasalahan,
yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Apa pengertian dari Politik dan Strategi Nasional ( Poltranas ) ?


Apa hakikat dari Politik dan Strategi Nasional ( Poltranas )?
Seperti apakah Poltranas dan arah pembangunan nasional?
Apa saja aspek-aspek utama dalam Poltranas?
Apa saja implementasi Poltranas ?

1.3 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini selain sebagai pemenuhan tugas mata kuliah
kewarganegaraan, juga sebagai media untuk mempraktekkan ilmu yang telah
dipelajari dan dengan tujuan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui definisi politik


Untuk mengetahui pengertian Polstranas
Untuk mengetahui pengantar politik
Untuk meningkatkan pendidikan politik secara intensif dan konfrehensif
kepada

masyarakat

untuk

mengembangkan

budaya

politik

yang

demokratis.
5. Untuk mengetahui betapa pentingnya pendidikan politik untuk di
tanamkan pada semua warga negara Indonesia agar memiliki kesadaran
politik bangsa.
6. Melalui pendidikan politik diharapkan akan lahir warga negara yang
demokratis, patuh pada hukum sadar akan kebersamaan dan menghargai
nilai kemanusiaa secara beradab.
7. Membuat rakyat menjadi tahu atau sadar politik, lebih kreatif dalam
partisipasi sosial politik di era pembangunan saat ini.
8. Memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa
tentang politik baik sebagai suatu ilmu, sistem maupun proses kegiatan,
membahas tentang definisi politik.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Polstranas


2.1.1

Pengertian Politik
Secara etimologi, Kata politik berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang

akar katanya adalah polis yang berarti negara dan teia yang berarti urusan.
Dalam bahasa Indonesia, politik mempunyai makna kepentingan umum warga
negara suatu bangsa. Politik merupakan suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan,
jalan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
Dalam Bahasa Inggris, Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan,
cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita atau tujuan tertentu.
Politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan,
pengambilan keputusan, kebijakan (policy), dan distribusi atau alokasi sumber
daya.
1.

Negara
Negara merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki

kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Boleh dikatakan, Negara


merupakan bentuk masyarakat dan organisasi politik yang paling utama dalam
ssuatu wilayah berdaulat.
2.

Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau keolmpok untuk

memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya.
Dalam politik yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kekuasaan itu diperoleh,
bagaiman mempertahankan, dan bagaiman melaksanakannya.
3.

Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Dalam pengambilan

keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa
keputusan itu dibuat

4.

Kebijakan Umum
Kebijakan (policy) merupakan sautu kumpulan keputusan yang diambil

oelh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai
tujuan. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan
bersama yang ingin dicapai secara bersama pula, sehingga perlu ada rencana yang
mengikat dan dirumuskan dalam kebijakan-kebiajakan oleh pihak yang
berwenang.
5.

Distribusi
Yang dimaksud dengan distribusi adalah pembagian dan pengalokasian

nilai-nilai dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting, ia
harus dibagi secara adil.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara
lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi
politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk
beluk tentang partai politik.
Aristoteles (384-322 SM) dapat dianggap sebagai orang pertama yang
memperkenalkan kata politik melalui pengamatannya tentang manusia yang ia
sebut zoon politikon. Dengan istilah itu ia ingin menjelaskan bahwa hakikat
kehidupan sosial adalah politik dan interaksi antara dua orang atau lebih sudah
pasti akan melibatkan hubungan politik. Aristoteles melihat politik sebagai
kecenderungan alami dan tidak dapat dihindari manusia, misalnya ketika ia
mencoba untuk menentukan posisinya dalam masyarakat, ketika ia berusaha
meraih kesejahteraan pribadi, dan ketika ia berupaya memengaruhi orang lain agar
menerima pandangannya.
Aristoteles berkesimpulan bahwa usaha memaksimalkan kemampuan
individu dan mencapai bentuk kehidupan sosial yang tinggi adalah melalui
interaksi politik dengan orang lain. Interaksi itu terjadi di dalam suatu
kelembagaan yang dirancang untuk memecahkan konflik sosial dan membentuk
tujuan negara. Dengan demikian kata politik menunjukkan suatu aspek kehidupan,
yaitu kehidupan politik yang lazim dimaknai sebagai kehidupan yang menyangkut

segi-segi kekuasaan dengan unsur-unsur: negara (state), kekuasaan (power),


pengambilan keputusan (decision making), kebijakan (policy, beleid), dan
pembagian (distribution) atau alokasi (allocation).
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah bermacammacam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses
menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
Untuk bisa berperan aktif melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu
dimiliki kekuasaan (power) dan kewenangan (authority) yang akan digunakan
baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang
mungkin timbul dalam proses itu. Cara-cara yang digunakan dapat bersifat
meyakinkan (persuasive) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur
paksaan, kebijakan itu hanya perumusan keinginan (statement of intent) belaka.
2.1.2

Pengertian Strategi
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai the

art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam
peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah
pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan.
Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan
atau pencapaian tujuan.
2.1.3

Pengertian Politik dan Strategi Nasional


Politik Nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan

kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian,
definisi politik adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang
pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta
penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Strategi nasional
disusun untuk pelaksanaan politik nasional. Jadi, strategi Nasional adalah cara
melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang
ditetapkan oleh politik nasional.

2.2 Hakikat Politik Nasional


Hakikat politik nasional adalah kebijaksanaan nasional yang menjadi
landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional. Kebijaksanaan
nasional merupakan manifestasi dan upaya pencapaian tujuan nasional melalui
rumusan pokok kegiatan mencapai tujuan.
Politik nasional menggariskan usaha-usaha untuk mencapai tujuan
nasional yang dalam perumusannya dibagi dalam tahap-tahap utama yaitu jangka
panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.
2.3 Poltranas dan Arah Pembangunan Nasional
Poltranas adalah politik dan strategi nasional yang membahas tentang
pembangunan nasional dalam mencapai tujuan nasional ini dimiliki oleh setiap
negara yang merdeka dan berdaulat sehingga lebih mudah dan terarah dalam
mencapai tujuan nasional yang sudah direncanakan.
Polstranas atau politik dan strategi nasional juga adalah asas, haluan, usaha
dan kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan,
pemeliharan, dan pengendalian) serta penggunaan nasional untuk mencapai tujuan
nasional. (Sinamo, 2010) . Dengan demikian, Polstranas memiliki hubungan yang
erat dengan pembangunan nasional karena dapat menentukan prioritas dan
pemerataan pembangunan yang damai, aman, adil, dan demokrasi.
Pembangunan nasional merupakan usaha negara dalam meningkatkan
kualitas manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya
dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang ada.
Contonya, dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang
tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 maka berbagai kebijakan dan
peraturan dibuat agar dapat mencapai tujuan tersebut dengan memanfaatkan
teknologi se-efektif mungkin.
Dengan demikian, pada saat ini arah pembangunan dan kebijakankebijakan yang dilakukan pemerintah lebih bersifat transparansi dan mudah untuk

disalurkan kepada masyarakat lewat

berbagai media informasi yang mudah

diakses.
Mayarakat dalam era ini juga bebas mengemukakan pendapat yang
membangun dan mengritik pemerintah jika kebijakan yang diambil memiliki
dampak negatif bagi masyarakat. Hal, ini membawa dampak positif seperti arah
pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah akan berjalan lebi bijak dan
terarah tanpa mengorbankan atau terlalu bannyak merugikan masyrakatnya. Selain
itu, dampak negatif juga turut andil dalam masalah ini. Contohnya, dengan banyak
pendapat dari berbagai lapisan masyarakat membuat pemerintah mengalami
kesulitan untuk mengambil keputusan atau kebijakan yang tepat dalam arah
pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
Pada era ini, arah pembangunan nasional mengalami peningkatan kualitas
seperti yang kita lihat mulai adanya pembangunan yang merata walaupun belum
semua tempat di Indonesia dijangkau. Namun dalam hal-hal kecil ini dapat
membuat pembangunan yang mencakup pemerataan, keadilan, pemeliharan, dan
pengendalian pembangunan nasioanl kea rah yang lebih baik.
2.4 Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila
Pelaksanaan pembangunan nasional mengacu pada kepribadian bangsa dan
nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat,
mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, serta kukh kekuatan moral dan etikanya.
Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk
meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia, dan pelaksanaannya bukan
hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggungjawab
seluruh rakyat Indonesia. Maksudnya adalah setiap warga negara Indonesia harus
ikut serta berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan
kemampuan masing-masing.
Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat
dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengikuti program wajib belajar,

membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup, menaati segala peraturan dan


perundang-undangan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan, dll.
Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang batiniah yang selaras,
serasi, dan seimbang. Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan untuk
mewujudkan masyarakat Indonesia yang seutuhnya, yakni sejahtera lahir dan
batin. Contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana
prasarana ibadah, pendidikan, rekreasi, hiburan, kesehatan, dsb.
Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi
kebutuhan pabrik, gedung perkantoran, pengairan, sarana prasarana transportasi
dan olahraga, dsb.
Keseluruhan semangat, arah, dan gerak pembangunan dilaksanakan
sebagai pengamalan semua sila pancasila secara serasi dan sebagai kesatuan yang
utuh, yang meliputi:
Pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang antara lain mencakup
tanggung jawab bersama semua golongan beragama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa untuk secara terus menerus dan bersama-sama meletakan
landasan spiritual, moral, dan etika yang kukuh bagi pembangunan nasional
sebagai pengamalan Pancasila
Pengamalan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang antara lain
mencakup peningkatan martabad serta hak dan kewajiban asasi warga negara serta
penghapusan penjajahan, kesengsaraan, dan ketidakadilan dari muka bumi.
Penamalan sila Persatuan Indonesia, yang anatar alain mencakup
peningkatan pembinaan di semua bidang kehidupan manusia, masyarakat, bangsa,
dan negara sehingga rasa kesetiakawanan semakin kuat dalam rangka
memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa
Pengamalan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yang natara lain mencakup upaya makin
menumbuhkan dan mengembangkan sistem politik demokrasi Pancasila yang
makin mampu memelihara stabilitas nasional yang dinamis, mengembangkan

kesadaran dan tanggung jawab politik warga negara, serta menggairahkan rakyat
dalam proses politik.
Pengamalan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Bangsa Indonesia, yang
antara lain mencakup upaya untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi yang
cukup tinggi yang dikaitkan dengan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
menuju kepada terciptanya kemakmuran yang berkeadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia dalam sistem ekonomi yang disusun sebagai usaha bersama
berdasar atas asas kekeluargaan.
2.5 Aspek-aspek Utama dalam Polstranas
Politik nasional itu meliputi:
a.

Politik Dalam Negeri.


Politik dalam negeri yang diarahakan kepada mengangkat, meninggikan,

dan memelihara harkat, derajat, dan potensi rakyat Indonesia yang pernah
mengalami kehinaan dan kemelaratan akibat penjajahan, menuju sifat-sifat bangsa
yang terhormat dan dapat dibanggakan.
b.

Politik Luar Negeri


Politik luar negeri bersifat bebas akitf, anti imperialism dan kolonialisme,

mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat serta


diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa terutama bangsa-bangsa
Asia-Afrika dan negara-negara non-aligned.
c.

Politik ekonomi
Politik ekonomi yang bersifat swasembada/swadaya dengan tidak berarti

mengisolasi diri tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf gidup dan daya kreasi
rakyat Indonesia sebesar-besarnya.
d.

Politik Pertahanan Keamanan

Bersifat aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan


bangsa dan negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam
tantangan, hambatan, dan ancaman.
Faktor yang memengaruhi Poltranas yaitu:
a.

Ideologi dan Politik


Potensi ideologi dan politik dihimpun didalam pengertian kesatuan dan

persatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa keyakinan atas


kemampuan sendiri dan yang berdaulat serta berkesanggupan untuk menolong
bangsa-bangsa yang masih dijajah guna mencapai kemerdekaan.
b.

Ekonomi
Kesuburan, kekayaan alam, maupun tenaga kerja yang terdapat di

Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali, bukan saja untuk
mencukupi keperluan sendiri tetapi juga dunia/negara lain.
c.

Sosial Budaya
Kebhinekaan dalam berbagai segi kehidupan bangasa merupakan

kerawanan yang dipersatukan agar menjadi kekuatan.


d.

Pertahanan Keamanan
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang lahir dalam kancah

revolusi fisik Indonesia, tumbuh menjadi kekuatan militer yang modern dan
merupakan inti sistem pertahanan keamanan rakyat semseta.
2.6 Implementasi Polstranas
Bentuk wujud dari Polstranas adalah GBHN atau Garis-garis Besar Haluan
Negara. Visi dari Polstranas tertuang dalam GBHN 1999-2004, yaitu terwujudnya
masyarakat yang damai, demokratis, berkeadilan dan sejahtera dalam wadah
negara kesatuan RI.

10

Implementasi Polstranas dalam berbagai bidang kehidupan tertuang dalam


GBHN, yaitu:
2.6.1

Implementasi polstranas dibidang hukum

Adapun implementasi Polstranas dibidang hukum yaitu :


-

Mengembangkan budaya hukum disemua lapisan masyarakat demi


terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam rangka supremasi

hukum dan tegaknya negara hukum.


Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan
mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum nasional yang
diskriminatif, termasuk ketidakadilan yang tidak sesuai dengan tuntutan

reformasi,melalui program legislasi.


Menegakan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian
hukum,keadilan,kebenaran,dan supermasi hukum serta menghargai hak

asasi manusia.
Melanjutkan ratifikasi konvensi internasional dalam bentuk undangundang, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia,sesuai dengan

kebutuhan dan kepentingan bangsa.


Meningkatkan integritas moral dan profesionalitas aparat penegak
hukum,termasuk
peningkatan

kepolisian

Negara

kesejahteraan,dukungan

Republik
sarana

Indonesia,
dan

melalui
prasarana

hukum,pendidikan, serta pengawasan yang efektif untuk membubuhkan


kepercayaan masyarakat.
2.6.2 Implementasi polstranas dibidang ekonomi
Adapun Implementasi polstranas dibidang enonomi yakni :
-

Mengembangakan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada


mekanisme pasar yang adil berdasaekan prinsip persaingan sehat,
memperhatikan pertumbuhan ekonomi,nilai-nilai keadilan, kepentingan
sosial, kualitas hidup, pembangunan dan berwawasan lingkungan yang
berkelajutan dan menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan
bekerja.

11

Mengembangakan pesaingat yang sehat dan adil serta menghindarkan


terjadinya struktur pasar monopilistik dan berbagai struktur pasar distortif

yang merugikan masyarakat.


Mengoptimalkan peran pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan
pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu
mekanisme pasar melalui regulasi,layanan publik,subsidi,dan insentif yang

dilakukan secara transparan dan diatur oleh undang-undang.


Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai dengan
kemajuan

teknologi

melalui

pembentukan

keunggulan

kompetitif

berdasarkan keunggulan komparatif sebagi negara maritim dan agraris dan


kompetensi serta produk unggulan disetiap daerah.
2.6.3 Implementasi polstranas dibidang politik
Adapun Implementasi polstranas dibidang politik yakni :
A. Politik dalam negeri
- Memperkuat keberadaan dan kelangsungan NKRI yang bertumpu
-

pada ke-bhineka-tunggal-ika-an.
Menyempurnakan UUD 1945

bangsa,dinamika,dan tuntutan reformasi.


Meningkatkan peran MPR,DPR dan lembaga-lembaga tinggi

sejalan

dengan

kebutuhan

negara lainya dengan menegaskan fungsi,wewenang dan tanggung


jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata
hubungan yang jelas antara lembaga eksekutif, legislatif, dan
-

yudikatif.
Mengembangkan sistem politik nasional demokratis dan terbuka,
mengembangkan

kehidupan

kepartaian

yang

meghormati

keberagaman aspirasi politik, dan mengembangkan sistem serta


penyelenggaraan pemilu demokratis dengan menyempurnakan
-

berbagai peraturan perundang-undangan di bidang politik.


Meningkatkan kemandirian partai politik terutama
memperjuangkan

aspirasi

dan

kepentingan

rakyat

dalam
serta

mengembangkan fungsi pengawasan yang efektif terhadap kinerja


lembaga lembaga negara. Meningkatkan efektifitas, fungsi, dan
partisipasi organisasi kemasyarakatan, kelompok profesi, dan
lembaga swadaya masyarakat dalam kehidupan bernegara.

12

B.

Politik luar negeri


- Menegaskan arah politik luar negeri indonesia yang bebas aktif dan
berorientasi pada kepentingan nasional, menitiberatkan pada
solidaritas
-

antar

negara

berkembang,mendukung

perjuangan

kemerdekaan bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk.


Dalam melakukan perjanjian dan kerja sama internasional yang
menyangkut kepentingan dan hajad hidup orang banyak harus
dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat.

2.6.4 Implementasi polstranas dibidang sosial


A.

Kesehatan dan kesejahteraan sosial


-

Meningkatkan dan memelihara mutu lembaga dan pelayanan


kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara

berkelanjutan dan sarana serta prasarana dalam bidang medis.


Meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang
saling mendukung dan memprioritaskan upaya peningkatan
kesehatan, pencegahan, penumbuhan, pemulihan, dan rehabilitas.

Mengembangkan sistem jaminan sosial tenaga kerja bagi seluruh


tenaga kerja untuk mendapatkan perlindungan, keamanan, dan
keselamatan kerja yang memadai, pengelolaanya melibatkan
pemerintah, perusahaan dan pekerja.

Membangun ketahanan sosial yang mampu memberi bantuan


penyelamatan dan pemberdayaan terhadap penyandang masalah
kesejahteraan sosial.

B.

Kebudayaan,kesenian,dan pariwisata
-

Mengembangkan sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya dalam


rangka memilah-milah nilai budaya yang kondusif dan serasi

untuk menghadapi tantangan pembaangunan dimasa depan.


Mengembangakan dan membina kebudayaan nasional bangsa
Indonesia

yang

bersumber

dari

warisan

budaya

leluhur

bangsa,budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal


termasuk termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

13

Merumuskan nilai-nilai kebudayaan indonesia untuk memberikan


rujukan sisitem nilai bagi totalitas perilaku kehidupan ekonom,
politik, hukum, dan kegiatan kebudayaan dalam rangka
pengembangan kebudayaan nasional dan peningkatan kualitas

berbudaya masyarakat.
Mengembangkan kebebasan berekreasi dalam berkesenian untuk
memberi inspirasi bagi kepekaan terhadap totalitas kehidupan
dengan tetap mengacu pada etika,moral,estetika dan agama serta
memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap hak cipta
dan royalitas bagi pelaku seni budaya.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Politik Nasional adalah kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk
mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Strategi nasional disusun untuk
pelaksanaan politik nasional. Hakikat politik nasional adalah kebijaksanaan
14

nasional yang menjadi landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi
nasional.
Polstranas memiliki hubungan yang

erat dengan pembangunan nasional

karena dapat menentukan prioritas dan pemerataan pembangunan yang damai,


aman, adil, dan demokrasi. Keseluruhan semangat, arah, dan gerak pembangunan
Nasional dilaksanakan sebagai pengamalan semua sila pancasila secara serasi dan
sebagai kesatuan yang utuh.
Aspek utama dalam Poltranas meliputi Politik dalam negeri, politik luar
negeri, politik ekonomi, dan politik pertahanan dan keamanan. Implementasi
Poltranas mencakup 4 bidang yaitu hokum, ekonomi, politik dan sosial.
3.2 Saran
Sebagai warga negara yang baik, patutlah kita bergandengtangan dan
bekerjasama untuk mencapai tujuan kita bersama. Pemerintah tidak akan berhasil
tanpa rakyat, dan sebaliknya. Untuk itu harus adanya kerjasama yang baik.
Politik dan strategi nasional haruslah dipilih dan digunakan dengan sebaik
mungkin dalam segala bidang agar kemajuan dalam pembangunan kita dapat
terwujud.

DAFTAR PUSTAKA

http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/93194129137.pdf
http://martias-db21.blogspot.com/2010/05/polstranas-politik-strateginasional.html
http://fhanincredible.wordpress.com/2010/04/11/politik-dan-strategi-nasional/

15

Sinamo, N. (2010). pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi. Jakarta


Pusat: PT. Bumi Intitama Sejahtera.
http://hengkikristiantoateng.blogspot.com/2014/02/cara-membuat-makalah-yangbaik-dan-benar.html
http://pgsd-ut.blogspot.com/2011/11/tugas-kelompok-pendidikan.html
http://www.scribd.com/doc/42872841/Politik-Nasional-Dan-Strategi-Nasional
http://ahmadjurnaidi.wordpress.com/2014/01/02/101/

16