Anda di halaman 1dari 4

SEMINAR NASIONAL XI

SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 15 SEPTEMBER 2015
ISSN 1978-0176
_______________________
________________________________________________
_____________________________________________

PENGUKURAN KANDUNGAN KARBON PADA SERAT
NONWOVEN SILIKON KARBIDA MENGGUNAKAN ALAT
ANALISIS KARBON-SULFUR CS-744
Lilis Windaryati, Pranjono, Torowati, Jan Setiawan
Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN
Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314
liliswindaryati@batan.go.id

ABSTRAK
PENGUKURAN KANDUNGAN KARBON PADA SERAT NONWOVEN SILIKON KARBIDA
MENGGUNAKAN ALAT ANALISIS KARBON-SULFUR CS-744. Telah dilakukan pengukuran kandungan
karbon pada serat nonwoven silikon karbida (SiC) dengan alat analisis karbon-sulfur CS-744. Serat nonwoven
SiC merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai bahan kelongsong maju untuk bahan bakar nuklir reaktor
daya dan lapisan kernel pada bahan bakar reaktor temperatur tinggi. Analisis kandungan karbon ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui kandungan karbon pada serat nonwoven SiC hasil pembuatan dari bahan
polycarbosilane (PCS) yang dilarutkan dalam toluena dan N,N-dimethyformamide (DMF). Konsentrasi PCS
yang digunakan sebesar 1,2 g/mL dan 1,3 g/mL dengan perbandingan toluena/DMF sebesar 30/70 serta dilakukan
variasi waktu curing/pemanasan. Hasil analisis kandungan karbon pada serat nonwoven SiC dengan konsentrasi
PCS 1,2 g/mL dan waktu curing/pemanasan 1; 1,5 dan 2 jam berturut-turut sebesar (10,50 ± 0,195) % ; (9,83 ±
0,096) % dan (8,74 ± 0,186) %. Kemudian pada serat nonwoven SiC dari konsentrasi PCS 1,3 g/mL dengan
waktu curing/pemanasan 1 dan 1,5 jam berturut-turut sebesar (5,297 ± 0,150%) dan (9,837 ± 0,096%).
Kata kunci : Karbon, Serat nonwoven, SiC.

ABSTRACT
Carbon content measurement on Silicone Carbide nonwoven fiber using Carbon Sulfur Analyzer CS744. Carbon content measuement on silicone carbide (SiC) nonwoven fiber using carbon sulfur analyzer CS-744
has been done. SiC nonwoven fiber were used as an advanced cladding material for nuclear fuel power reactor
and as a kernel layer on nuclear fuel for high temperature reactor. Carbon content analysis was conducted to
show characterization of carbon content on polycarbosilane (PCS) based SiC nonwoven that soluted in toluene
and N,N-dimethylformamide (DMF). The PCS concentrations at 1,2 g/mL and 1,3 /mL with toluene/DMF ratio
at 30:70 were used. The SiC nonwoven fibers were variated in curing time. The results of carbon content using
carbon-sulfur analyzer CS-744 showed carbon contents on fiber with PCS at 1,2 g/mL with curing time at 1; 1,5
and 2 hour(s) were (10,50 ± 0,195) ; (9,83 ± 0,096%) and (8,74 ± 0,186%) respectively, and fiber with PCS at
1,3 g/mL with curing time at 1 and 1,5 hour(s) were (5,297 ± 0,150%) and (9,837 ± 0,096%) respectively.
Keywords : Carbon, nonwoven fiber, SiC.

PENDAHULUAN
Serat nonwoven merupakan rajutan
serat berbentuk lembaran dengan ikatannya
yang disebabkan oleh gaya gesekan dan/atau
kohesi maupun adhesi [1]. Salah satu cara
untuk mendapatkan serat nonwoven SiC adalah
dengan
bahan
polycarbosilane
(PCS)
dilarutkan
dalam
toluena
dan
N,Ndimethyformamide (DMF). Konsentrasi PCS
yang digunakan sebesar 1,2 g/mL dan 1,3 g/mL
dengan perbandingan toluena/DMF sebesar
30/70 serta dilakukan variasi waktu

curing/pemanasan. Kemudian
dilanjutkan
dengan pemanasan pirolisis dengan suasana
argon [2].
Serat nonwoven SiC merupakan salah
satu keramik non-oksida yang digunakan untuk
struktur pada temperatur tinggi dan memiliki
berbagai aplikasi potensial dalam bidang
angkasa luar, material komposit, peralatan
elektronik semikonduktor [3,4] dan bidang
nuklir [3,5-6]. Di bidang nuklir, SiC dapat
digunakan sebagai bahan kelongsong maju
untuk bahan bakar nuklir reaktor daya dan

_______________________
________________________________________________ _____________________
79

sehingga pada detektor menerima energi. unit pembakaran (furnace) dan kontrol pengendali (komputer).1. Dengan adanya accelerator dan gas oksigen. Konsentrasi SO2 dan CO2 dideteksi sebagai perubahan energi pada detector [9]. Kelebihan kandungan karbon yang melebihi nilai yang dipersyaratkan dapat mengganggu sifat-sifat mekaniknya. sehingga akan menyebabkan terbakar. stabilitas panas yang tinggi. TEORI Alat analisis karbon . Karbon akan meningkatkan kekerasan bahan kelongsong yang berakibat menurunkan sifat mampu bentuk dalam proses fabrikasinya. biji besi. Teknik pengukuran alat analisis karbon-sulfur CS-744 yaitu dengan teknik pembakaran.sulfur dalam bahan bakar nuklir. mekanik dan thermal. keramik dan material anorganik lainnya [9]. logam. Dalam pelaksanaan analisis menggunakan gas oksigen yang berfungsi sebagai gas carrier. Pemilihan penggunaan SiC disebabkan oleh karakteristik yang dimilikinya seperti konduktivitas panas yang tinggi. Energi diabsorbsi pada saat badan sel dilalui oleh gas oksigen dengan energi inframerah ditransmisikan. Energi inframerah yang pertama diabsorbsi oleh SO2 selanjutnya oleh CO2 pada panjang gelombang yang telah terukur dalam spektrum inframerah. Berdasarkan sifat-sifat tersebut. Gambar. Neraca analitik digunakan untuk penimbangan sampel. unit pembakaran untuk pembakaran sampel dan kontrol pengendali untuk mengontrol semua proses analisis. bahan akan terinduksi. Dari pengukuran diharapkan dapat ditentukan kandungan total karbon dalam serat nonwoven SiC. Alat analisis karbon-sulfur CS-744 merupakan satu kesatuan sistem yang terdiri dari timbangan analitik. udara tekan sebagai gas supply untuk penggerak tempat sampel ke dalam ruang pembakaran/tungku. Kandungan karbon yang terkandung dalam bahan kelongsong dibatasi tidak boleh lebih dari 300 ppm [8].sulfur merk Leco tipe CS-744 merupakan salah satu alat pendukung dalam uji laboratorium kendali kualitas Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir. 15 SEPTEMBER 2015 ISSN 1978-0176 _______________________ ________________________________________________ _____________________________________________ lapisan kernel pada bahan bakar reaktor temperatur tinggi [5-7]. Prinsip kerja alat ini berdasarkan pada penyerapan energi inframerah (IR) oleh sulfur dioksida (SO2) dan selanjutnya oleh karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran bahan. Pengukuran kandungan karbon dilakukan menggunakan alat analisis karbonsulfur CS-744.SEMINAR NASIONAL XI SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA. fisik. Dalam analisis digunakan bahan accelerator dan iron chip yang berfungsi sebagai pemicu dan pemercepat dalam proses pembakaran. Alat analisis karbon – sulfur Leco tipe CS-744 _______________________ ________________________________________________ _____________________ 80 . sebagai bahan kelongsong tentunya harus memiliki beberapa persyaratan antara lain sifat netronik. Gas-gas hasil pembakaran yaitu gas karbon dan sulfur akan terikat oleh gas oksigen membentuk gas CO2 dan SO2. Tempat sampel yang digunakan berupa krusibel keramik [9]. kekuatan dan kekerasan yang tinggi dan ketahanan terhadap oksidasi dan korosi yang baik [3] dibandingkan terhadap zirkaloi yang saat ini digunakan sebagai bahan kelongsong. Oleh karena itu absorbsi energi inframerah disetarakan hanya pada sulfur dioksida (SO2) dan karbon dioksida (CO2). Dalam kegiatan ini dilakukan pengujian kandungan karbon dalam serat nonwoven SiC yang dibuat dari bahan polycarbosilane yang diproses dengan teknik electrospinning. Alat ini digunakan untuk menentukan kandungan karbon . Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut kendali kualitas terhadap SiC perlu dilakukan salah satunya adalah pengujian kandungan pengotor karbon.

kemudian diberi tutup krusibel. Setelah proses purging.83 0. Perolehan hasil analisis kandungan karbon yang rendah. dkk yang menunjukkan intensitas relatif dari spektra FTIR untuk gugus Si-CH2-Si yang menurun. accelerator dan iron chip diletakkan pada pedestal furnace (dudukan krusibel).3 g/mL menunjukkan kecenderungan yang berbeda. % 10. menunjukkan kemungkinan karbon yang terdeteksi berasal dari fraksi gugus silikon dengan karbon yang dapat terdisosiasi pada temperatur dan waktu analisis yang dilakukan. Sebelum proses analisis. Berbeda dengan serat nonwoven yang menggunakan konsentrasi PCS 1.837 0.5 jam) 1.94 8. Gas oksigen serta gas udara tekan.34 5.82 9.13 9. Gambar 2.55 8.3 g/mL yang di curing selama 1 dan 1. Serat nonwoven SiC Peralatan Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat analisis karbon .82 9.297 0. sedangkan proses analisis dapat dilihat di monitor komputer. Krusibel keramik TATA KERJA Sampel serat nonwoven SiC dengan berat tertentu dimasukkan ke dalam krusibel keramik. katalis accelerator (Lecocel II) dan iron Chip. penjepit krusibel. serta sendok katalis. Sampel dianalisis dengan pengulangan sebanyak 3 kali. di dalam ruang pembakaran.195 9.2 g/mL yang di curing selama 1.2 g/mL terlihat penurunan kandungan karbonnya seiring dengan peningkatan waktu proses curing. Hasil Analisis Kandungan Karbon Dalam Serat Nonwoven SiC No.5 jam sebagai sampel. Selanjutnya dimasukkan ke dalam ruang pembakaran dengan cara mengklik Analyze pada display monitor alat. 1.76 8.186 ± 5. terjadi proses purging untuk mengusir gas-gas yang berada di dalam krusibel dan ruang pembakaran.2 1. Krusibel yang telah berisi sampel.096 ± Dari Tabel 1.42 5. ditambahkan 1 sendok accelerator (Lecocel II) dan 1 sendok iron chips. 15 SEPTEMBER 2015 ISSN 1978-0176 _______________________ ________________________________________________ _____________________________________________ METODOLOGI Bahan : Serat nonwoven SiC dari PCS dengan konsentrasi 1.70 10.096 ± 8.5 dan 2 jam dan konsentrasi 1.75 9. Dalam hal ini sangat dimungkinkan karbon tersebut berasal dari _______________________ ________________________________________________ _____________________ 81 . krusibel keramik. 4.31 9. Kandungan karbon pada waktu proses curing 1 jam lebih rendah dibandingkan dengan yang diproses selama 1.74 0.50 10.5 jam. Gambar 3.50 ± 0. unit pembakaran (furnace) dan kontrol pengendali (komputer). 3. terlihat bahwa pada serat nonwoven yang menggunakan konsentrasi PCS 1.sulfur Leco tipe CS-744 yang terdiri dari timbangan analitik.2 1.3 Kandungan Karbon. ini ditandai dengan nyala Nama Bahan Serat nonwoven (1 jam) Serat nonwoven (1. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengukuran karbon menggunakan alat analisis karbon-sulfur CS-744 disajikan pada Tabel 1.5 jam) Serat nonwoven (2 jam) Serat nonwoven (1 jam) Serat nonwoven (1. 2.92 5. penjepit sampel. Tabel 1.3 1. sampel akan terbakar. Proses analisis berlangsung sekitar 60 detik untuk 1 kali pembakaran sampel.150 ± 9. 1.75 9.SEMINAR NASIONAL XI SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA.2 1. Hasil ini sebanding dengan hasil dari Setiawan. 5.94 Rarata dan SD 10.

Uji fungsi alat Analisis Karbon – Sulfur Merk LECO CS-744.. Effects of fiberdiameter distribution of nonwoven fabrics on its properties. Nuclear Safety and Simulation. 7-14.. 9033-9039. Progress in nuclear energy. InternationalJournal of Textile Science. TANYA JAWAB DAFTAR PUSTAKA 1. & Kishimoto.SEMINAR NASIONAL XI SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA. dilihat dari karakterisasi bahan.F. J.R... Mater. atom karbon pada ikatan Si–C lebih mudah berubah menjadi ikatan C–O yang lebih stabil. 4. 5. (2014). Singha. Serat nonwoven SIC merupakan keramik non-oksida 2. (2012). Lahoda. 7th International Conference on Physics and Its Applications 2014 (ICOPIA 2014). 7. Maity. & Gon. Ketika lapisan SiO2 terbentuk pada permukaan SiC. R. dan Solikhah. _______________________ ________________________________________________ _____________________ 82 . Kohyama.K. 57. L. Dari proses curing diketahui pada permukaan serat nonwoven terbentuk lapisan dengan ikatan Si–O–C yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan ikatan Si–C [7]. 1943-1962. characterization and ceramization of a novel vinyl-rich liquid precursor for Si(O)C ceramic. 6. Selection of fuel caldding material for nuclear fission reactors.R. S. Das & S. Ceramic Intertanional. (1988) Petunjuk Pelaksanaan Kendali Mutu Laboratorium Fabrikasi Bahan Bakar. Singha. Atlantis Press.3 g/mL cenderung meningkat seiring meningkatnya waktu proses curing. 1(2). Serat nonwoven SiC tidak sama dengan baja. Paul. Johnson. Vol. Sigit (2015). Kandungan karbon dari hasil analisis merupakan karbon yang terdisosiasi dari ikatan Si–C pada permukaan serat nonwoven yang membentuk ikatan C–O. B.S.. H.. mendorong terbentuknya lapisan SiO2. W. A. Uji Kekerasannya belum dilakukan. L. (2014). S.. 18. A. Jun... Azevedo. M. 2. Roy. C. 8. S. & Hao.K. B. Pranjono. H. Hallstadius.Sci 38. sehingga proses oksidasi akan terhenti [10]. nanofibrous web by needle-less technique. Mishra. R. Sinha. W. & Saxena. Pranjono.P. Srivastava. P. Study of electrospun polycarbosilane (PCS) Pertanyaan 1. D. 72-79. Adv.(2014). 39(8). W. Bagaimana uji kekerasannya? Jawaban 1.2 g/mL cenderung menurun seiring meningkatnya waktu proses curing yang diberikan. A. (2012). Sasongko. Apakah serat nonwoven SiC sama dengan baja 2.. Pada serat nonwoven dengan PCS 1. 29-39. E. PTBN Serpong 9. Engineering Failure Analysis. J. Setiawan... Xiazhou. Poertadji. Maitra. Ranjan.. lapisan ini akan menjadi penghambat oksidasi lanjutan. (2013) SiC / SiC composite materials for nuclear applications.. June 2013. Fashion and Textiles. Synthesis.. (2013). Das. Chandra. S. M. KESIMPULAN Hasil analisis karbon serat nonwoven SiC menggunakan alat analisis karbon-sulfur menunjukkan bahwa kandungan karbon yang teroksidasi pada serat nonwoven dengan PCS 1. 10. Claddng for high prformace fuel. Rev. Windaryati. Karakteristik oksidasi dari SiC pada temperatur tinggi dengan atmosfer udara. (2011). 3. Number 2. Saptaaji. K. Galuh. M. Study on Polycarbosilane Fibers Cured by Thermal Proces and Electron Beam Irradiation. 1(1). 4. Oxidation Behaviour of Silicon Carbide – A review. S. A. 71-76.. 15 SEPTEMBER 2015 ISSN 1978-0176 _______________________ ________________________________________________ _____________________________________________ karbon yang berikatan dengan Si dan hanya berada pada permukaan serat nonwoven.