Anda di halaman 1dari 3

A.

PENGERTIAN
Hiperkes pada dasarnya merupakan penggabungan dua disiplin ilmu yang
berbeda yaitu medis dan teknis yang menjadi satu kesatuan sehingga mempunyai
tujuan yang sama yaitu menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
Istilah Hiperkes menurut Undang Undang tentang ketentuan pokok
mengenai Tenaga Kerja yaitu lapangan kesehatan yang ditujukan kepada
pemeliharaan-pemeliharaan dan mempertinggi derajat kesehatan tenaga kerja,
dilakukan dengan mengatur pemberian pengobatan, perawatan tenaga kerja yang
sakit, mengatur persediaan tempat, cara-cara dan syarat yang memenuhi norma-norma
hiperkes untuk mencegah penyakit baik sebagai akibat pekerjaan, maupun penyakit
umum serta menetapkan syarat-syarat kesehatan bagi tenaga kerja.
Pengertian dari Higiene Perusahaan sendiri adalah spesialisasi dalam ilmu
higiene beserta prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor
penyebab penyakit kualitatif & kuantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan
melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada
lingkungan tersebut serta lebih lanjut pencegahan agar pekerja dan masyarakat sekitar
suatu perusahaan terhindar dari akibat bahaya kerja serta dimungkinkan mengecap
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (Soeripto, Ir., DIH., 1992).
Sedangkan Kesehatan Kerja sendiri mempunyai pengertian spesialisasi dalam
ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar tenaga kerja
memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik atau mental maupun
sosial, dengan usaha-usaha preventif & kuratif terhadap penyakit-penyakit/gangguangangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja
serta terhadap penyakit-penyakit umum.
B. RUANG LINGKUP
Ilmu hiperkes dalam arti kata yang luas meliputi banyak bidang llmu lain,
termasuk :
(a)Ilmu kedokteran kerja (Occupational medicine).
(b) Ilmu higene perusahaan (Industrial hygiene)
(c) Ilmu keracunan perusahaan (Industrial toxicology).
(d) Ilmu faal kerja dan lingkungan (Work and environmental physiology).
(e) llmu jiwa perusahaan (Industrial psychology).
(f) Ilmu perawatan perusahaan (Industrial nursing).

(g) Ilmu keselamatan kerja (Occupational safety).


Sebetulnya terjemahan yang tepat untuko c c u p a t i o n a l health ialah
"kesehatan kerja", tetapi para ahli teknik (insinyur) lalu mengira bahwa ini adalah
bidangnya para ahli medik (dokter) saja. Mereka tidak merasa ikut terlibat di
dalamnya. Oleh karena itu ditambah " higene perusahaan ", sebab dalam bidang
higene ini para ahli teknik menyadari bahwa mereka ikut terlibat. Dewasa ini istilah
"hiperkes" sudah diterima, meskipun yang dimaksud dengan hiperkes itu sebenarnya
occupational health.
C. TUGAS DAN WEWENANG
Menurut dr. Sumamur PK, pembagian tugas dan wewenang mengenai
hiperkes ini di antara Departemen adalah sebagai berikut :
1. Departemen Tenaga Kerja
a. Melaksanakan koordinasi segala kegiatan hiperkes, antara lain

merumuskan norma-norma pelaksanaan hiperkes yang kemudian


dituangkan dalam undang-undang, peraturan Pemerintah, instruksi,
dan lain-lain.
b. Melaksanakan

usaha-usaha/kegiatan

dibidang

ilmiah

yang

membantu meningkatkan mutu hiperkes antara lain dengan riset,


pendidikan, publikasi, dan lain-lain.
2. Departemen Kesehatan
a.

Melaksanakan segala kegiatan hiperkes yang bersifat melindungim


a s y a r a k a t dari bahaya-bahaya pengotoran oleh perusahaan dan
dari bahaya-bahaya oleh produksi - produksi industri sesuai
dengan Undang-undang Gangguan dan Undang-undang Higene
Perusahaan.

b. Membantu

departemen-departemen,

perusahaan-perusahaan,

lembaga-lembaga dan lain-lainnya dalam hal kebutuhan : (i) tenaga


kesehatan,dan (ii) obat-obatan dan alat-alat kesehatan lainnya.
3. Departemen lainnya seperti Departemen Pertambangan dan Energi,

Departemen

Perindustrian,

Departemen

Pertanian,Departemen

Pekerjaan Umum dan Tenaga, dan lain-lain adalah penyelenggara


hiperkes

sesuai

dengan

isi

Undang-undang/Peraturan

Pemerintah/Instruksi yang ada. Dari pembagian tugas dan wewenang

ini jelaslah, bahwa Departemen Tenaga Kerja melindungip e k e r j a


terhadap bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh pekerjaannya di
perusahaan dan lingkungan kerja lainnya, sedangkan Departemen
Kesehatan melindungi m a s y a r a k a t terhadap bahaya kesehatan
yang diakibatkan oleh perusahaan dan lingkungan kerja lainnya atau
dengan kata lain : Departemen Tenaga Kerja mempraktekkan ilmu
hiperkes dan Departemen Kesehatan mempraktekkan ilmu kesehatan
masyarakat.