Anda di halaman 1dari 2

Menu

Baju BJ Mengandung Bakteri
Detail Diterbitkan pada Senin, 02 Februari 2015 09:22 …
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai penjualan pakaian bekas
yang diimpor secara ilegal semakin mengkhawatirkan. Selain bisa merugikan
industri nasional, pakaian bekas tersebut berpotensi
menimbulkan penyakit yang membahayakan.
Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), pakaian bekas impor dikenal dengan nama
baju BJ alias burukan Jambi. Penjualannya pun tersebar di sejumlah lokasi. Namun
pusat penjualan BJ berada di sekitar kawasan Pasar 16 Ilir dan taman bawah
Jembatan Ampera.
"Aturannya pakaian bekas tidak boleh diimpor, tapi diduga banyak pakaian bekas
yang masuk secara ilegal, tidak melalui pelabuhan resmi. Banyak pelabuhan tikus di
Sumatera bagian timur yang bisa menjadi pintu masuk pakaian bekas," ujar Dirjen
Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo.
Namun sayang Kemendag tidak memiliki kewenangan untuk menindak pelabuhanpelabuhan tikus tersebut. Oleh karena itu dia berharap Bea Cukai dan kepolisian
dapat menutup ratusan pelabuhan liar itu. "Kewenangan kita hanya di pasar saja,
kalau ada pakaian bekas yang dijual kita bisa sita. Itu pun sulit pembuktiannya,"
kata Widodo.
Yang bisa dilakukan Kemendag saat ini adalah memberikan sosialisasi ke
masyarakat agar tidak membeli pakaian bekas. Pasalnya, berdasarkan uji
laboratorium yang dilakukan Kemendag diketahui pakaian bekas yang dijual di
pasar-pasar banyak mengandung bakteri berbahaya. "Satu baju itu ratusan
bakterinya, sangat berbahaya kalau dipakai," tuturnya.
Temuan tersebut diketahui dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pada 25
sampel pakaian bekas dari Pasar Senen, Jakarta Pusat. "Ada 25 pakaian yang
diambil di sekitar Senen, terdiri dari pakaian anak, pakaian wanita, pakaian pria,
remaja, jeans. Kita pisahkan lima kelompok. Setelah uji lab selama satu bulan, telah
selesai dua hari lalu," katanya.
Dari hasil uji laboratorium tersebut, diketahui bahwa pakaian-pakaian tersebut
mengandung 216 ribu pergerakan koloni bakteri mikrobiologi. Bakteri tersebut bisa
sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen yang memakainya. "Petugas
laboratorium saja tangannya jadi gatal-gatal. Selaun itu bisa menyebabkan diare
dan lenyakit saluran kelamin," sambungnya.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengaku tidak
bisa memperkirakan berapa banyak pakaian bekas yang diselundupkan ke
Indonesia. Namun hal itu bisa terlihat dari banyaknya pakaian bekas yang dijual di
pasar-pasar tradisional."Potensi kerugian industri juga sulit diperkirakan karena
datanya tidak ada yang valid," sebutnya.

(wir/vin/ce2) Tweet Anda disini: Home 0 SUMEKS Bagikan 0 BERITA UTAMA Baju BJ Mengandung Bakteri Top © Sumatera Ekspres 2005 ." jelasnya. Allrights Reserved.Namun begitu jika masuknya pakaian bekas secara ilegal tersebut tidak dihentikan maka bisa berdampak buruk terhadap industri TPT nasional.2014. sementara pakaian bekas yang masuk secara ilegal ribuan ton. berapa banyak tenaga kerja yang bakal terdamoak."Bayangkan saja jika satu orang tadinya mampu membuat 12 lusin pakaian sebulan. By Yudhaz Desktop Version .