Anda di halaman 1dari 15

Kampanye Imunisasi Tambahan

Campak Dan Polio Untuk Semua


Bayi Dan Balita

Artikel
Background
Cakupan imunisasi campak dan polio di beberapa
provinsi masih belum memadai, masih banyak
kantong pemukiman dengan cakupan rendah,
sehingga belum mampu membentuk herd
immunity untuk menghentikan penyebaran
penyakit tersebut sehingga sewaktu-waktu dapat
terjadi wabah.

Cont
Untuk itu Kementerian Kesehatan RI. akan
mengadakan kampanye imunisasi tambahan
campak dan polio untuk semua bayi dan balita
pada tanggal 18 Oktober 18 November 2011, di
17 provinsi: Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalbar, Kalteng,
Kalsel, Kaltim, Sulsel, Sulteng, Sultra, Sulbar,
Sulbar, Gorontalo, NTB dan Papua.

Bentuk kegiatan
Pemberian imunisasi tambahan tersebut akan
dilakukan di pos imunisasi / posyandu,
puskesmas, praktek bidan, dokter, klinik atau
rumah sakit yang akan diatur oleh Dinas
Kesehatan setempat.
Imunisasi POLIO untuk semua bayi dan balita
berumur 0 59 bulan, tanpa memperhatikan
status imunisasi polio sebelumnya.

Cont
Imunisasi CAMPAK untuk semua bayi dan balita
berumur 9 59 bulan, tanpa memperhatikan
status imunisasi campak sebelumnya.
Walaupun telah mendapat imunisasi lengkap,
semua bayi dan balita pada umur tersebut harus
mendapat imunisasi tambahan campak dan polio
oral (OPV). Bulan berikutnya lanjutkan imunisasi
rutin sesuai jadwal.

Background
Upaya meningkatkan derajat kesehatan bayi dan
anak, diperlukan usaha peningkatan dan pencegahan
penyakit dan pelayanan pengobatan. Salah satu
program pemerintah adalah imunisasi dan vaksinasi,
karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak sebaik
orang dewasa, sehingga rentan serangan penyakit
berbahaya. Imunisasi tidak cukup satu kali, tetapi
harus dilakukan secara bertahap dan lengkap.

Literature Study
imunisasi adalah pengebalan terhadap penyakit
atau pemberian vaksin untuk mencegah
munculnya suatu penyakit. Manfaat imunisasi
measles, dimana imunisasi measles biasanya di
kombinasikan dengan mumps dan rubella
sehingga vaksinnya di sebut vaksin MMR.

Cont
Pemberian vaksin pun di atur oleh pemerintah
dalam peraturan menteri kesehatan republik
Indonesia nomor 42 tahun 2013 tentang
penyelenggaraan imunisasi. Masih banyak
masyarakat di Indonesia yang berpandangan buruk
tentang imunisasi padahal memberikan banyak
manfaat seperti imunisasi measles.

Problem
Hambatan imunisasi antara lain karena geografis
negara indonesia terdiri dari pulau-pulau, ada yang
sangat sulit dijangkau. Sehingga pelayanan
imunisasi tidak dapat dilakukan setiap bulan.
Khususnya hambatan berupa rumor isu negatif
tentang imunisasi bahwa vaksin yang disediakan
pemerintah tidak aman dan menyebabkan
masyarakat menolak imunisasi karena takut ada
efek samping (kejadian ikutan pasca
imunisasi/KIPI).

Cont
Indonesia termasuk sebagai salah satu dari enam
negara yang teridentifikasi memiliki jumlah
tertinggi anak-anak yang tidak terjangkau
imunisasi. Demikian diungkapkan organisasi
medis kemanusiaan dunia Mdecins Sans
Frontires (MSF) atau Dokter Lintas Batas.

Health Promotion
Pentingnya immunisasi tambahan untuk bayi
khususnya immunisasi campak dan polio untuk
mencegah angka kesakitan campak dan polio pada
bayi dan balita. Media informasi yang paling cocok
adalah media audio visual dan promosi melalui
audio visual seperti iklan di televisi dan media
sosial.

Cont
Dengan seperti itu kampanye immunisasi campak
dan polio untuk 17 provinsi melalui media
informasi yang sifatnya masal akan efektif jika
dilihat dari segi banyaknya pengguna. Hal ini
diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk
melakukan immunisasi ke posyandu atau ke
puskesmas,

DESAIGN OF HEALTH
Pemberian imunisasi tambahan tersebut akan
dilakukan di pos imunisasi / posyandu,
puskesmas, praktek bidan, dokter, klinik atau
rumah sakit yang akan diatur oleh Dinas
Kesehatan setempat.

Cont
Imunisasi POLIO untuk semua bayi dan balita
berumur 0 59 bulan, tanpa memperhatikan
status imunisasi polio sebelumnya. Imunisasi
CAMPAK untuk semua bayi dan balita berumur 9
59 bulan, tanpa memperhatikan status
imunisasi campak sebelumnya.

Cont
Walaupun telah mendapat imunisasi lengkap,
semua bayi dan balita pada umur tersebut harus
mendapat imunisasi tambahan campak dan polio
oral (OPV). Bulan berikutnya lanjutkan imunisasi
rutin sesuai jadwal.